Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 13-19 DOI: https://doi. org/10. 37366/jpgsd. E-ISSN: 2809-2910 RESEARCH ARTICLE Maulida et al. Implementasi Pendidikan Ramah Anak melalui Strategi Guru dalam Mengintregasikan Isu Perlindungan Anak pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Laely Rizki Maulida1,* . Eko Handoyo2. Edi Waluyo3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Peradaban. Indonesia 2 Program Studi Politik dan Kewarganegaraan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia 3 Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Semarang. Indonesia O Corresponding author: laelyrizkimaulida@peradaban. To cite this article: Maulidia. Handoyo. , & Waluyo E. Implementasi Pendidikan Ramah Anak melalui Strategi Guru dalam Mengintregasikan Isu Perlindungan Anak pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar , 7. S), 13-19. https://doi. org/10. 37366/jpgsd. Articles Information Received : 01-05-2026 Revised : 16-05-2026 Accepted : 18-05-2026 Published : 30-05-2026 Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya integrasi isu perlindungan anak dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi pendidikan ramah anak melalui strategi guru dalam mengintegrasikan isu perlindungan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dilakukan melalui integrasi nilai perlindungan anak dalam materi IPS, penggunaan metode diskusi dan pembelajaran berbasis masalah, serta pemanfaatan media pembelajaran kontekstual. Selain itu, guru menciptakan lingkungan kelas yang aman, inklusif, dan partisipatif sebagai bentuk implementasi pendidikan ramah anak. Namun, terdapat kendala berupa keterbatasan pemahaman guru dan minimnya dukungan sumber belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi guru berperan penting dalam menanamkan kesadaran perlindungan anak melalui pembelajaran IPS secara efektif dan Kata Kunci: Pendidikan Ramah Anak. Perlindungan Anak. Strategi Guru. Pembelajaran IPS. Sekolah Dasar Abstract This study is motivated by the limited integration of child protection issues in Social Studies learning at the elementary The objective is to describe the implementation of child-friendly education through teachersAo strategies in integrating child protection issues. This research employed a qualitative approach using interviews, observations, and The findings reveal that teachers implement strategies by integrating child protection values into social studies materials, applying discussion and problem-based learning methods, and utilizing contextual learning media. Furthermore, teachers create a safe, inclusive, and participatory classroom environment as part of child-friendly education implementation. However, challenges include limited teacher understanding and insufficient learning This study highlights that teachersAo strategies play a crucial role in effectively and sustainably fostering awareness of child protection through social studies learning. Keywords: Child-Friendly Education. Child Protection. Teacher Strategies. Social Studies Learning. Elementary School Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 13-19 | 13 Implementasi Pendidikan Ramah Anak melalui Strategi GuruA E-ISSN: 2809-2910 PENDAHULUAN Isu perlindungan anak dalam pendidikan dasar semakin mendapat perhatian di seluruh dunia. Sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa anak-anak memiliki pengalaman belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Namun, laporan berbeda menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak masih sering terjadi di sekolah. Menurut Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) yang dilakukan pada tahun 2024, 1 dari 2 anak berusia antara 13 dan 17 tahun pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya (Kementerian pA, 2. Sekolah belum sepenuhnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak, seperti yang ditunjukkan oleh fakta ini. Kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mempertimbangkan hak anak. Namun, pelaksanaan kebijakan ini sering mengalami kesulitan. Yang paling penting adalah bagaimana guru memahami pentingnya memasukkan prinsip perlindungan anak ke dalam pembelajaran sehari-hari (Kustiarini. Rusilowati, & Isdaryanti, 2. Dalam peran mereka sebagai aktor utama dalam proses pendidikan, guru memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan bahwa prinsip perlindungan anak benar-benar dimasukkan ke dalam kurikulum dan metode pembelajaran. Fokus penelitian ini adalah bagaimana guru dapat menginternalisasikan nilai perlindungan anak ke dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Ini dipilih karena subjek IPS berfokus pada pengembangan nilai sosial, empati, keadilan, dan tanggung jawab, yang semua sangat berkaitan dengan perlindungan anak (Badil. Oleh karena itu. IPS digunakan secara strategis untuk meningkatkan kesadaran anak tentang masalah perlindungan dan hak-hak mereka. Menurut penelitian sebelumnya, pendidikan yang ramah anak membantu siswa menjadi disipliner, bertanggung jawab, dan empati (Kustiarini et al. , 2. Menurut Fiorvanti dan Brassard . , metode pendidikan berbasis hak anak dapat meningkatkan partisipasi siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman. Namun, menurut studi meta-analitik Gubbels et al. , keberhasilan program perlindungan anak di sekolah sangat bergantung pada strategi pembelajaran guru seperti simulasi, diskusi partisipatif, dan studi kasus. Sayangnya, banyak guru tetap berfokus pada prestasi akademik, sehingga nilai perlindungan anak tidak terinternalisasi dalam kelas. Sebagian besar penelitian berkonsentrasi pada kebijakan atau penilaian program SRA, tetapi sedikit yang melihat bagaimana guru mengintegrasikan nilai perlindungan anak ke dalam mata pelajaran IPS. Guru adalah orang penting yang berinteraksi langsung dengan siswa dan memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran anak tentang masalah perlindungan. Agar kebijakan perlindungan anak benarbenar terwujud dalam praktik pembelajaran, celah ini harus dipenuhi. Penelitian ini memberikan pemahaman baru tentang cara guru dapat mengintegrasikan nilai perlindungan anak secara sistematis dalam pembelajaran IPS. Selain itu, penelitian ini menawarkan strategi praktis yang dapat memperkuat program SRA di sekolah dasar. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya relevan bagi akademisi tetapi juga bagi praktisi pendidikan dan pembuat kebijakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana guru menggunakan prinsip perlindungan anak Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 13-19 | 14 Implementasi Pendidikan Ramah Anak melalui Strategi GuruA E-ISSN: 2809-2910 dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Tujuan lainnya adalah untuk menemukan metode yang berguna untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang masalah perlindungan anak dan membuat lingkungan belajar yang aman dan inklusif. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Dipilih karena pendekatan ini cocok untuk mempelajari secara menyeluruh fenomena sosial yang kompleks, terutama terkait dengan cara guru menginternalisasikan nilai perlindungan anak dalam pembelajaran IPS. Menurut Creswell . , penelitian kualitatif memungkinkan peneliti memahami makna yang dibangun oleh seseorang dalam konteks sosial tertentu. Penelitian ini berfokus pada praktik guru di sekolah dasar tertentu sebagai unit analisis, sehingga digunakan desain studi kasus (Yin, 2. Guru IPS di sekolah dasar yang menerapkan pendekatan ramah anak adalah subjek penelitian ini. Sampling purposive digunakan untuk memilih peserta. Guru-guru ini dipilih berdasarkan pengalaman mereka dalam memasukkan nilai perlindungan anak ke dalam pembelajaran. Prinsip saturation menentukan berapa banyak orang yang berpartisipasi dalam penelitian sampai data yang dikumpulkan dianggap cukup untuk menjawab pertanyaan penelitian (Guest. Namey, & Chen, 2. Selain guru, siswa dan kepala sekolah juga dapat digunakan sebagai informan pendukung dalam memperkaya data. Menurut Sugiyono . , peneliti sendiri adalah sumber utama penelitian kualitatif. Peneliti merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi. Beberapa alat tambahan digunakan untuk membantu proses pengumpulan data: Pedoman wawancara semi-terstruktur: berisi daftar pertanyaan terbuka yang fleksibel yang mengeksplorasi pengalaman guru. Lembar observasi: digunakan untuk mencatat aktivitas pembelajaran, interaksi guru-siswa, dan penerapan nilai perlindungan anak. Dokumentasi: termasuk kebijakan perlindungan anak, catatan sekolah, dan modul ajar. Alat yang digunakan termasuk kamera digital resolusi tinggi untuk mendokumentasikan aktivitas pembelajaran dan alat perekam digital untuk merekam wawancara. Catatan observasi lapangan, dokumen resmi sekolah, dan kebijakan perlindungan anak adalah sumber penelitian. Tiga metode utama digunakan untuk mengumpulkan data: Wawancara mendalam dengan guru IPS, kepala sekolah, dan siswa untuk mendapatkan pemahaman tentang perasaan dan pengalaman mereka. Observasi partisipatif di kelas untuk melihat langsung bagaimana guru menginternalisasikan prinsip perlindungan anak. tudi dokumentasi tentang kebijakan dan perangkat pembelajaran sekolah. Triangulasi data dilakukan untuk meningkatkan validitas, yaitu dengan membandingkan hasil Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 13-19 | 15 Implementasi Pendidikan Ramah Anak melalui Strategi GuruA E-ISSN: 2809-2910 wawancara, observasi, dan dokumentasi (Patton, 2. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif oleh Miles. Huberman, dan Saldana . , dan mencakup: Reduksi data: memilih, menyederhanakan, dan mengorganisasi data yang relevan. Penyajian data: menyusun data dalam bentuk matriks, tabel, atau cerita deskriptif. Penarikan kesimpulan/verifikasi: menginterpretasikan makna data untuk memenuhi tujuan penelitian. Proses analisis dilakukan secara bersamaan dari awal data dikumpulkan hingga akhir penelitian. Teknik triangulasi sumber, metode, dan waktu memastikan validitas data. HASIL DAN PEMBAHASAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana guru menginternalisasikan nilai perlindungan anak dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan analisis dokumen, ditemukan bahwa guru menggunakan empat strategi utama untuk menginternalisasikan nilai perlindungan anak: pendekatan partisipatif. memasukkan nilai perlindungan anak ke dalam materi IPS. membuat kelas aman dan inklusif. dan bekerja sama dengan orang tua. Dengan melibatkan siswa dalam studi kasus, simulasi, dan diskusi kelompok tentang masalah perlindungan anak, guru menggunakan pendekatan partisipatif. Siswa dimotivasi untuk berpikir kritis dan menghargai situasi sosial yang dihadapi anak-anak di masyarakat melalui pendekatan ini. Selain itu, guru mengaitkan materi IPS dengan prinsipprinsip hak anak seperti kesetaraan, keadilan sosial, dan tanggung jawab. Ini membuat pembelajaran lebih kontekstual dan relevan. Tabel 1. Strategi Guru dalam Menginternalisasikan Nilai Perlindungan Anak Strategi Guru Pendekatan partisipatif Integrasi nilai hak anak Lingkungan kelas aman Kolaborasi dengan orang tua Bentuk Implementasi Diskusi kelompok, simulasi, studi kasus Materi IPS dikaitkan dengan isu perlindungan anak Aturan kelas berbasis penghargaan hak Pertemuan rutin, komunikasi intensif Dampak terhadap Siswa Siswa lebih aktif dan kritis Kesadaran siswa meningkat Suasana belajar inklusif dan nyaman Konsistensi nilai di rumah dan sekolah Menurut observasi di kelas, siswa lebih tertarik ketika guru mengaitkan materi IPS dengan kasus nyata pelanggaran hak anak. Tema perlindungan anak telah dimasukkan ke dalam tujuan pembelajaran, seperti yang ditunjukkan oleh dokumentasi modul ajar. Guru yang diwawancarai mengatakan bahwa karena banyak siswa yang belum memahami sepenuhnya hak-hak mereka, mereka merasa perlu menanamkan prinsip perlindungan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan empat strategi utama yang saling melengkapi untuk menginternalisasikan nilai perlindungan anak. Metode partisipatif terbukti membangun empati sosial dan meningkatkan keterlibatan siswa. Hal ini sejalan dengan teori konstruktivisme sosial Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 13-19 | 16 Implementasi Pendidikan Ramah Anak melalui Strategi GuruA E-ISSN: 2809-2910 Vygotsky, yang menekankan bahwa kolaborasi dan interaksi sosial antara guru dan siswa adalah kunci pembelajaran efektif (Vygotsky, 1. Jika nilai hak anak dimasukkan ke dalam materi IPS, pembelajaran akan lebih relevan dengan dunia Guru tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga mengajarkan nilai sosial dan moral yang membantu menjaga anak. Hasil ini mendukung penelitian Fiorvanti dan Brassard . yang menyatakan bahwa pendidikan berbasis hak anak dapat meningkatkan kesadaran dan keterlibatan siswa sambil menciptakan lingkungan belajar yang aman. Untuk menginternalisasi prinsip perlindungan anak adalah menciptakan lingkungan kelas yang aman dan inklusif. Guru membuat aturan di kelas yang menekankan penghargaan terhadap perbedaan dan melarang kekerasan apa pun. Kebijakan Sekolah Ramah Anak yang didirikan oleh Kementerian pA . , yang menekankan pentingnya lingkungan belajar yang bebas dari diskriminasi dan kekerasan, mendukung pendekatan ini. Kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua memperkuat penerapan nilai perlindungan anak. Guru berfungsi sebagai penghubung antara aturan sekolah dan praktik pembelajaran di rumah. Hasil ini mendukung pendapat Badil . bahwa keterlibatan orang tua adalah bagian penting dari penerapan kebijakan perlindungan anak di sekolah dengan baik. Secara teoretis, penelitian ini meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana pembelajaran di kelas dan kebijakan perlindungan anak berhubungan satu sama lain. Selain itu, penelitian ini mengubah teori pendidikan yang ramah anak dengan menambahkan aspek internalisasi nilai ke dalam kurikulum IPS. Penelitian ini menekankan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab pemerintah dan bagian penting dari proses pembelajaran. Secara praktis, temuan penelitian ini membantu guru membuat pendekatan pembelajaran yang berfokus pada perlindungan anak. Guru dapat menggunakan IPS sebagai alat untuk menanamkan nilai-nilai sosial dan etis yang mendukung hak anak. Sekolah dapat menjadi tempat yang aman dan inklusif untuk pertumbuhan anak. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru menginternalisasikan nilai perlindungan anak dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Hasilnya menunjukkan bahwa guru menggunakan pendekatan partisipatif, memasukkan nilai perlindungan anak ke dalam materi IPS, membuat lingkungan kelas yang aman, bekerja sama dengan orang tua dan pihak sekolah, dan menerapkan strategi-strategi ini. Strategi-strategi ini terbukti meningkatkan kesadaran siswa tentang masalah perlindungan anak dan membantu mereka belajar lebih baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa guru memainkan peran penting sebagai penghubung antara kebijakan perlindungan anak dan tindakan yang terjadi di kelas. Penelitian memperkaya literatur akademik dan memberikan pedoman praktis bagi dunia pendidikan dengan menyajikan bukti empiris tentang strategi konkret guru. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena menggunakan pendekatan kualitatif dan memiliki lingkup partisipan yang terbatas. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 13-19 | 17 Implementasi Pendidikan Ramah Anak melalui Strategi GuruA E-ISSN: 2809-2910 lebih komprehensif, penelitian lanjutan diperlukan untuk memperluas cakupan sekolah dan menggunakan metode campuran. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa guru berperan penting dalam internalisasi nilai perlindungan anak melalui pembelajaran IPS, sehingga sekolah dapat menjadi tempat yang aman, ramah, dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua orang yang telah membantu menjalankan penelitian ini. Terima kasih kepada para guru yang telah mengambil waktu untuk berpartisipasi dan berbagi pengalaman berharga tentang praktik pembelajaran yang berfokus pada perlindungan anak. Selain itu, penghargaan diberikan kepada sekolah dan orang tua yang membantu penelitian berjalan dengan Selain itu, penulis berterima kasih kepada rekan sejawat dan pembimbing akademik atas bimbingan, saran, dan bantuan yang telah meningkatkan kualitas penelitian ini. Bantuan, dukungan, dan kolaborasi yang diberikan sangat penting untuk menyelesaikan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA