Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume :03 | Nomor 02 | November 2025 | E-ISSN: 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. PERAN ORANG TUA DALAM MENCEGAH BULLYING PADA REMAJA MELALUI EDUKASI PARTISIPATIF DI DESA BANGUN REJO Sri Rezeki. Erin Padilla Siregar. Amelia Erawaty Siregar . Emma Dosriamaya Noni Br Simanjuntak. Lisdayanti Simanjuntak. 1,2,3,. STIKes Mitra Husada Medan srirejeki64044@gmail. com, . erinpadillasiregar1986@gmail. com, . siregarameliaerawaty@gmail. Histori Naskah: Diajukan: 2025-12-24 Disetujui: 2026-01-16 Publikasi: 2026-01-28 Abstrak Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya perilaku bullying adalah pola asuh dan keterlibatan orang tua dalam kehidupan sehari-hari remaja, karena remaja yang kurang mendapatkan pengawasan, komunikasi, dan nilai-nilai moral dari orang tua cenderung berpotensi terlibat dalam tindakan agresif termasuk bullying (Cut Balqys. Karina Megasari Winahyu, 2. Keterikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak dapat menjadi faktor protektif yang mengurangi risiko bullying pada remaja, karena dukungan orang tua mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan keterampilan sosial yang lebih baik pada remaja (Raphayle Miljkovitch. Delphine de Terrasson. Sarah Awad. Aino E. Sirparanta, n. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan peran orang tua dalam mencegah bullying pada remaja melalui edukasi partisipatif Di Desa Bangun Rejo . Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Bangun Rejo. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini meningkatkan kesadaran dan kesiapan orang tua dalam mengenali serta menangani kasus bullying. Orang tua juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam berdiskusi dan berbagi pengalaman, yang menunjukkan pentingnya pendekatan partisipatif dalam edukasi Kegiatan ini mengangkat pentingnya sinergi antara orangtua dan anak khususnya remaja dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak. Selain itu, pendekatan reflektif dan berbasis kasus nyata terbukti efektif dalam membangun kesadaran kritis orang tua. Kata Kunci : peran, orangtua, bullying, remaja, edukasi partisipatif Pendahuluan Perilaku bullying atau perundungan merupakan tindakan agresif yang dilakukan berulang kali untuk menyakiti temannya secara fisik, verbal, maupun psikologis, dan hal ini sering terjadi pada remaja di sekolah maupun di lingkungan sekitar mereka (Endri Ekayamti, 2. Bullying pada remaja berdampak serius terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan sosial korban maupun pelaku, sehingga dapat menurunkan prestasi belajar, menimbulkan trauma, dan bahkan mengancam masa depan remaja jika tidak ditangani dengan baik (Muhammad et al. , 2. Data kasus bullying di Indonesia menunjukkan bahwa perundungan masih menjadi masalah nyata di lingkungan pendidikan, dimana lembaga-lembaga perlindungan anak melaporkan banyak kasus yang terjadi di sekolah yang belum teratasi secara maksimal (Agustina et al. , 2. Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya perilaku bullying adalah pola asuh dan keterlibatan orang tua dalam kehidupan sehari-hari remaja, karena remaja yang kurang mendapatkan pengawasan, komunikasi, dan nilai-nilai moral dari orang tua cenderung berpotensi terlibat dalam tindakan agresif termasuk bullying (Cut Balqys. Karina Megasari Winahyu, 2. Keterikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak dapat menjadi faktor protektif yang mengurangi risiko bullying pada remaja, karena Peran Orang Tua Dalam Mencegah Bullying Pada Remaja Melalui Edukasi Partisipatif Di Desa Bangun Rejo Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume :03 | Nomor 02 | November 2025 | E-ISSN: 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. dukungan orang tua mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan keterampilan sosial yang lebih baik pada remaja (Raphayle Miljkovitch. Delphine de Terrasson. Sarah Awad. Aino E. Sirparanta, n. Namun kenyataannya, masih banyak orang tua yang kurang memahami tanda-tanda bullying serta belum memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk mencegah atau mengatasi masalah tersebut dalam keluarga mereka, sehingga remaja bisa mengalami dampak negatif yang lebih berat (Rahamawati Ramli. Suhermi. Sartika. Andi Ramadhani Aolya, 2. Di Desa Bangun Rejo, didaptkan tingginya angka perselisihan antar remaja yang dipicu oleh kurangnya pemahaman orang tua mengenai batasan perilaku bullying dan cara mendeteksi tanda-tandanya pada anak, hal ini disebabkan anggapan sebagian besar orang tua bahwa tindakan ejekan adalah hal yang lumrah dalam proses pendewasaan. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi partisipatif bagi orang tua di Desa Bangun Rejo, untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran orang tua agar mampu mencegah serta menangani perilaku bullying pada remaja secara lebih Tujuan dan Manfaat Tujuan Tujuan dari kegiatan ini untuk peran orang tua dalam mencegah bullying pada remaja melalui edukasi partisipatif Di Desa Bangun Rejo Manfaat Diharapkan kegiatan ini memahami kembali tentang peran orang tua dalam mencegah bullying pada remaja melalui edukasi partisipatif. Pelaksanaan Kegiatan Berdasarkan rumusan masalah diatas pemecahan masalah yang dapat di berikan yaitu : Persiapan Kegiatan Persiapan dilakukan sebelum program secara langsung dilaksanakan. Semua keperluan yang akan digunakan harus dipersiapkan, seperti menentukan lokasi yang akan digunakan, mendapatkan izin, dan menyiapkan administrasi. Penyuluhan dan pendampingan tentang peran orang tua dalam mencegah bullying pada remaja Salah satu pilihan pemecahan masalah adalah kegiatan edukasi, yang memberikan informasi secara kognitif peran orang tua dalam mencegah bullying pada remaja Pembuatan Laporan Setelah program kegiatan ini selesai, proses pembuatan laporan dilakukan untuk melaporkan semua tindakan yang telah dilakukan Metode Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat kali ini menggunakan metode edukasi partisipatif, yang melibatkan dialog dua arah, studi kasus, dan simulasi peran untuk meningkatkan efikasi diri orang Tahapan pelaksanaan dibagi menjadi tiga fase utama: persiapan . oordinasi dengan perangkat Desa Bangun Rej. , pelaksanaan . emberian mater. , dan evaluasi . engukuran dampa. Peserta kegiatan ini adalah orang tua yang memiliki anak usia remaja 12-18 tahun di Desa Bangun Rejo berjumlah 40 orang. Jumlah ini ditentukan untuk memastikan keterlibatan aktif dalam proses edukasi dapat berjalan secara Metode edukasi partisipatif yang mengutamakan dialog dua arah dan simulasi kasus nyata di Tahapan pelaksanaan dibagi menjadi tiga fase utama: persiapan, intervensi, dan evaluasi : Fase Persiapan: Melakukan observasi awal dan koordinasi dengan perangkat Desa Bangun Rejo untuk menentukan target peserta Fase Intervensi: Pemberian materi mengenai jenis-jenis bullying, dampaknya, serta teknik komunikasi asertif antara orang tua dan anak Fase Pendampingan: Diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussio. untuk memecahkan masalah spesifik yang dihadapi orang tua di rumah Peran Orang Tua Dalam Mencegah Bullying Pada Remaja Melalui Edukasi Partisipatif Di Desa Bangun Rejo Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume :03 | Nomor 02 | November 2025 | E-ISSN: 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. Keberhasilan ini menunjukkan adanya peningkatan peran orang tua dalam mencegah bullying pada remaja secara terukur. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Bangun Rejo dengan melibatkan orang tua remaja untuk meningkatkan pemahaman tentang bullying dan cara pencegahannya. Edukasi ini dibuat melalui diskusi, tanya jawab, dan studi kasus sehingga orang tua aktif berpartisipasi dan tidak hanya menerima materi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum kegiatan, sebagian besar orang tua memiliki pengetahuan yang terbatas tentang definisi bullying dan dampak psikologisnya pada remaja. Setelah diberikan edukasi, sebanyak 92% orang tua peserta dapat menjelaskan kembali arti bullying beserta bentukbentuknya, seperti verbal, fisik, dan social (Midgett & Doumas, 2. Menurut (Cross, 2. bahwa dukungan emosional dari orang tua sangat berperan dalam membentuk ketahanan sosial anak. Orang tua mulai menyadari bahwa bullying bukan hanya terjadi di sekolah, tetapi juga bisa muncul di lingkungan maupun melalui media sosial, sehingga perlu pencegahan sejak dini (Sri Rezeki. Erin Padilla Siregar, 2. Selama kegiatan, banyak orang tua yang aktif bertanya tentang cara membangun komunikasi efektif dengan anak remaja agar tanda-tanda bullying dapat terdeteksi lebih cepat. Orang tua yang menerapkan komunikasi terbuka dengan remaja cenderung memiliki anak yang lebih berani menyampaikan pengalaman negatif, termasuk insiden bullying. Mayoritas orang tua peserta . ekitar 90%) menyatakan akan menerapkan pola asuh yang lebih komunikatif dan mendukung demi mencegah terjadinya perilaku bullying di lingkungan Selain itu, orang tua menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap dampak negatif bullying terhadap kesejahteraan mental remaja, termasuk rendahnya kepercayaan diri dan risiko gangguan psikologis lainnya. Penelitian oleh Lypez-Castedo . memperkuat temuan ini, dengan menyebut bahwa pelatihan berbasis pengalaman dan diskusi kelompok efektif dalam membentuk kesadaran sosial dan empatik orang tua terhadap situasi yang dialami anak di sekolah. Orang tua harus memperkuat peran mereka dengan memberikan contoh perilaku positif dan nilai moral yang kuat, karena anak sering mencontoh perilaku orang tua mereka. Penelitian oleh (Tiamo Katsonga-Phiri, 2. menyebut bahwa pelatihan berbasis pengalaman dan diskusi kelompok efektif dalam membentuk kesadaran sosial dan empatik orang tua terhadap situasi yang dialami anak di sekolah. Masyarakat desa mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan berharap agar kegiatan semacam ini dapat dilakukan secara rutin untuk memperkuat fungsi keluarga sebagai garda terdepan dalam pencegahan bullying. Kesimpulannya, edukasi partisipatif efektif meningkatkan kesadaran dan keterampilan orang tua dalam mencegah bullying remaja melalui pendekatan komunikasi, pola asuh yang positif, dan keterlibatan aktif orang tua di lingkungan keluarga maupun sekolah Kesimpulan Peran Orang Tua Dalam Mencegah Bullying Pada Remaja Melalui Edukasi Partisipatif Di Desa Bangun Rejo Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume :03 | Nomor 02 | November 2025 | E-ISSN: 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. Peran orang tua sangat penting dalam meminimalkan risiko bullying pada anak-anak. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengidentifikasi tanda-tanda anak menjadi korban bullying, menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung di rumah, serta membimbing anak-anak dalam mengatasi masalah ini dengan strategi yang efektif. Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak juga merupakan faktor penting dalam mencegah dan mengatasi kasus bullying. Melalui dukungan emosional, pendekatan yang positif, dan bimbingan yang tepat, anak-anak dapat memperkuat kepercayaan diri mereka dan meningkatkan kesejahteraan mental mereka dalam menghadapi tantangan bullying. Oleh karena itu, orang tua perlu memainkan peran aktif dalam mendukung anak-anak mereka melalui proses ini, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang aman dan menyehatkan bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman dan kesiapan orang tua dalam mencegah bullying, yang ditunjukkan oleh hasil evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan Referensi