Ganesha Civic Education Journal Volume 7. Number 1. April 2025, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index PERANAN SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEPEMIMPINAN MELALUI ORGANISASI OSIS DI SMP NEGERI 3 SAWAN. KABUPATEN BULELENG. BALI Gusti Putu Sumerta 1 * . I Made Yudana . I Wayan Landrawan 1,2,3 Universitas Pendidikan Ganesha. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRAK Article history: Received 3 Januari 2025 Accepted 20 Maret 2025 Available online 18 April Penelitian ini bertujuan untuk: . Mengetahui Peran Organisasi OSIS dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan di SMP Negeri 3 Sawan, . Mengetahui Tantangan Yang Dihadapi Oleh Sekolah Dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Melalui Organisasi OSIS Di SMP Negeri 3 Sawan, . Mengetahui Upaya yang dilakukan Sekolah dalam Membentuk Kata Kunci: Karakter Kepemimpinan Melalui Organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. Peran Sekolah. Karakter. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 3 Sawan. Kabupaten Buleleng-Bali. Kepemimpinan. OSIS metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini termasuk Keywords: penelitian deskriptif kualitatif dengan penentuan subjek penelitian School Role. Leadership. menggunakan teknik purposive sampling. Metode observasi, wawancara. Character. OSIS dan dokumentasi sebagai istrumen pengumpulan data, dalam pengolahan data penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, display data, dan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian adalah . Organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan memiliki peranan yang penting dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa melalui program kerja yang dijalankan dalam organisasi OSIS. Dalam pembentukan karakter kepemimpinan melalui organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan ini, terdapat tantangan yang dihadapi yaitu faktor internal dan juga faktor eksternal. Upaya Sekolah dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Melalui Organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan terdiri dari dua program utama yang tercakup dalam program kerja wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Program pertama adalah pemilihan atau peremajaan organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan, dan Program kedua adalah pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan melatih keterampilan kepada pengurus organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. ABSTRACT This research aims to: . Knowing the role of the OSIS organization in forming leadership character at SMP Negeri 3 Sawan, . Knowing the challenges faced by schools in forming leadership character through the OSIS organization at SMP Negeri 3 Sawan, . Knowing the efforts made by the school in forming leadership character through the OSIS organization at SMP Negeri 3 Sawan. This research is located at SMP Negeri 3 Sawan. Kabupaten Buleleng-Bali, the research methodology used in this research includes qualitative descriptive research by determining research subjects using purposive sampling techniques. Observation, interview and documentation methods as data collection instruments, in processing the research data using data collection, data reduction, data display and conclusion techniques. The results of the research are . The OSIS organization at SMP Negeri 3 Sawan has an important role in shaping students' leadership character through work programs carried out within the OSIS organization. In forming leadership character through the OSIS organization at SMP Negeri 3 Sawan, there are challenges faced, namely internal factors and also external factors. The school's efforts to shape leadership character through the OSIS organization at SMP Negeri 3 Sawan consist of two main programs which are included in the work program of the deputy principal for student affairs. The first program is the selection or rejuvenation of the OSIS organization at SMP Negeri 3 Sawan, and the second program is the * Corresponding author. E-mail addresses: sumerta. 2@undiksha. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2025, pp. implementation of Basic Student Leadership Training (LDKS) which aims to provide knowledge and train skills to the management of the OSIS organization at SMP Negeri 3 Sawan. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2025 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. Pendahuluan Generasi muda sebagai cerminan kualitas suatu bangsa dan negara. Tidak menolak juga apabila dikatakan masa depan bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh generasi muda saat Dalam kemajuan suatu bangsa bukan hanya dilihat dari sumber daya alam tetapi dilihat juga dari bagaimana kualitas sumber daya manusia yang dimiliki di suatu negara. Menurut (Samani & Hariyanto, 2016:. Generasi muda adalah generasi yang memiliki karakter. Karakter dimaknai sebagai cara berpikir dan berperilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, pendidikan menjadi salah satu bagian yang penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan, dan keterampilan yang relevan. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 secara tegas menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, dan Selain pengetahuan akademis, pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk nilai-nilai, etika, dan sikap yang baik pada individu (Lestari, 2. Dalam konteks ini, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada perkembangan moral dan sosial siswa. Menurut (Muhamimin Azzet, 2014:. pendidikan karakter merupakan suatu sistem dalam penanaman nilai-nilai karakter yang baik kepada seluruh warga sekolah sehingga memiliki pengetahuan dan tindakan yang sesuai dengan nilai kebaikan. Salah satunya karakter kepemimpinan, pentingnya karakter kepemimpinan untuk siswa sebagai generasi muda penerus bangsa tidak bisa dipandang remeh. Pendidikan karakter, yang mulai tertanam sejak usia dini, menjadi landasan penting untuk membentuk kepribadian yang kuat dan bermartabat. Dengan memiliki karakter kepemimpinan yang baik, siswa dapat lebih efektif dalam berinteraksi, memimpin, dan berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, upaya yang sistematis dan holistik dalam mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan dalam pendidikan karakter di sekolah menjadi kunci keberhasilan dalam membentuk generasi muda yang berpotensi menjadi pemimpin yang berkualitas. Kementerian Pendidikan Nasional, . alam Suyadi, 2. telah merumuskan 18 nilai karakter yang akan ditanamkan dalam diri siswa sebagai upaya membangun karakter bangsa. 18 nilai-nilai karakter diantaranya sebagai berikut: . Religius. Jujur. Toleransi. Disiplin. Kerja Keras. Kreatif. Mandiri. Demokratis. Rasa Ingin Tahu. Semangat Kebangsaan. Cinta Tanah Air. Menghargai Prestasi. Bersahabat/Komunikatif. Cinta Damai. Gemar Membaca. Peduli Lingkungan. Peduli Sosial. Tanggung Jawab. 1 8 nilai- nilai pendidikan karakter memiliki peranan yang penting dalam membentuk siswa sebagai pemimpin masa depan yang berintegritas dan bertanggung jawab. Dimana dengan memahami dan menginternalisasi nilai- nilai ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan atau membentuk fondasi yang kuat untuk membentuk karakter kepemimpinan yang baik dimasa depan. Fahmi . menyatakan kepemimpinan merupakan suatu ilmu yang mengkaji secara komprehensif tentang bagaimana mengarahkan, mempengaruhi, dan mengawasi orang lain untuk mengerjakan tugas sesuai dengan perintah yang direncanakan. Secara etimologi istilah kepemimpinan berasal dari kata dasar pimpin yang artinya bimbing dan tuntun. Dari kata pimpin lahirlah kata kerja memimpin yang artinya membimbing dan menuntun. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2025, pp. Karakter kepemimpinan seseorang tidak diwariskan dan tidak dapat dibentuk secara instan, tetapi sesuatu yang dibangun secara berkesinambungan hari demi hari melalui pikiran dan perbuatan, pikiran demi pikiran, tindakan demi tindakan. Pembentukan karakter kepemimpinan seseorang berhubungan erat dengan lingkungannya (Ambarwati, 2. Dalam hal ini siswa sebagai generasi muda yang akan melanjutkan untuk memimpin bangsa kita harus menghadapi kenyataan bahwa terdapat permasalahan yang perlu Salah satunya yaitu kurangnya pemahaman tentang nilai- nilai karakter yang mendukung kepemimpinan yang bermakna di kalangan siswa. SMP Negeri 3 Sawan dihadapkan dengan sejumlah permasalahan terkait pengembangan karakter kepemimpinan pada siswa. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran siswa tentang nilai-nilai karakter yang mendasari kepemimpinan yang bermakna. Meskipun potensi kepemimpinan mungkin dimiliki oleh siswa, namun seringkali terdapat kekurangan pemahaman mengenai pentingnya aspek-aspek kritis seperti integritas, empati, dan tanggung jawab dalam konteks kepemimpinan. Hal ini dapat menjadi hambatan signifikan dalam membentuk karakter kepemimpinan yang berkualitas di kalangan siswa SMP Negeri 3 Sawan. Oleh karena itu, mendekati dan menangani permasalahan ini merupakan langkah penting untuk merancang program pembentukan karakter kepemimpinan yang efektif di sekolah melaluai organisasi osis tersebut. Setiawan . menyatakan Organisasi Siswa Intra Sekolah adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari sekolah menengah, yaitu sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Salah satunya organisasi OSIS yang berada di SMP Negeri 3 Sawan ini. Ketika siswa terlibat dalam organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan, mereka diberi kesempatan untuk mengambil tanggung jawab dan memimpin berbagai program kegiatan sekolah Metode Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini termasuk penelitian deskriptif Adapun lokasi dari pelaksanaan penelitian ini yaitu di SMP Negeri 3 Sawan yang berada di Desa Suwug. Kecamatan Sawan. Kabupaten Buleleng. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Beberapa pertimbangan salah satu bagian dalam pembentukan karakter kepemimpinan. Namun, kita perlu mengevaluasi sejauh mana organisasi OSIS berkontribusi dalam pengembangan karakter kepemimpinan ini dan apakah nilai-nilai karakter yang diajarkan diintegrasikan dalam praktek kepemimpinan mereka. Subjek penelitian ini adalah Wakasek Kesiswaan. Pembina OSIS . iasanya guru yang ditunjuk oleh sekola. Ketua OSIS. Wakil OSIS, dan Anggota OSIS. Metode observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai istrumen pengumpulan data, dalam pengolahan data penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan Peran Organisasi OSIS dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan di SMP Negeri 3 Sawan. Organisasi OSIS memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa di lingkungan sekolah. Secara tidak langsung, peran OSIS sangatlah penting karena memberikan kontribusi dalam memberikan pengetahuan dan melatih keterampilan pada pengurus organisasi OSIS tentang bagaimana menjalankan organisasi, tanggung jawab, kerja sama, serta aktif dalam semua kegiatan. Dalam struktur organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan, program kerja merupakan kegiatan utama dalam mencapai tujuan bersama antara pihak sekolah dan siswa yang terlibat dalam pengurus organisasi OSIS. Program-program ini tidak hanya sekadar agenda rutin, tetapi juga merupakan sarana pembelajaran dan pelatihan bagi para pengurus organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan, yang pada akhirnya akan membentuk karakter kepemimpinan siswa sebagai bagian dari upaya mendidik generasi penerus bangsa. Dalam pelaksanaan program kerja ini, para siswa dilatih Gusti Putu Sumerta. I Made Yudana. I Wayan Landrawan / Peranan Sekolah dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan melalui Organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. Kabupaten Buleleng. Bali Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2025, pp. untuk bekerja sama dalam tim, meningkatkan kekompakan, serta memahami tanggung jawab masing-masing dalam mencapai tujuan bersama. Perbedaan antara siswa yang aktif dan tidak aktif dalam mengikuti kegiatan organisasi OSIS menjadi bukti nyata bagaimana pengaruh positif organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan tersebut dalam membentuk karakter siswa. Siswa yang aktif terlibat dalam kegiatan organisasi OSIS cenderung menunjukkan sikap dan pola pikir yang berbeda dibandingkan dengan peserta didik yang tidak aktif (Deon, 2. Pelaksanaan kegiatan dalam organisasi OSIS memberikan peserta didik peluang untuk memperoleh pembelajaran tambahan dan mengasah keterampilan yang berharga. Melalui pengalaman ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan praktis, tetapi juga mengembangkan sikap aktif, tanggung jawab, dan keterampilan kepemimpinan. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa partisipasi dalam pelaksanaan kegiatan organisasi OSIS memberikan kontribusi yang penting dalam pembentukan karakter siswa, terutama dalam hal membentuk karakter kepemimpinan yang akan membekali mereka di masa depan. Tantangan Yang Dihadapi Oleh Sekolah Dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Melalui Organisasi OSIS Di SMP Negeri 3 Sawan Dalam proses membentuk karakter kepemimpinan pada siswa melalui organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan, terdapat beberapa faktor-faktor yang menjadi tantangan atau hambatan yang dihadapi. Diatarannya sebagai berikut: Faktor Internal Faktor internal merupakan salah satu tantangan yang dihadapi dalam pembentukan karakter kepemimpinan siswa, yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri. Karakteristik yang beragam dari peserta didik menjadi salah satu faktor internal yang menjadi tantangan dalam membentuk karakter kepemimpinan melalui organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. Setiap siswa memiliki latar belakang, minat, dan kemampuan yang berbeda, yang mempengaruhi cara peserta didik merespons peluang dalam memahami atau membentuk karakter kepemimpinan pada setiap peserta didik. Dalam proses pembentukan karakter kepemimpinan melalui organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan, sikap dan pola pikir siswa seringkali menjadi tantangan atau hambatan yang Hal ini terlihat dari rendahnya tingkat partisipasi atau keterlibatan siswa dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi OSIS. Faktor Eksternal Faktor eksternal merupakan salah satu tantangan yang dihadapi dalam pembentukan karakter kepemimpinan siswa, yang berasal dari luar siswa. Kurangnya dukungan dari orang tua merupakan salah satu faktor eksternal yang menjadi tantangan dalam pembentukan karakter kepemimpinan melalui organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. Tantangan ini dapat dilihat dari beragam latar belakang pendidikan orang tua, yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pola pikir dan perilaku siswa. Orang tua dengan pendidikan yang kurang cenderung tidak memberikan dukungan atau dorongan kepada anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan atau menjadi bagian dari organisasi OSIS di sekolah. Orang tua mungkin tidak memahami pentingnya pengembangan karakter kepemimpinan melalui kegiatan di luar pembelajaran di dalam kelas di sekolah atau mungkin memiliki pandangan yang kurang mendukung terhadap aktifitas di luar lingkungan rumah. Sebaliknya, orang tua dengan pendidikan yang lebih tinggi mungkin lebih menyadari nilai tambah dari partisipasi dalam organisasi OSIS dan lebih mendorong anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan tersebut guna memperluas pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Kemudian, tantangan sosial dan ekonomi menjadi faktor eksternal yang memengaruhi pembentukan karakter kepemimpinan melalui organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. Dapat dilihat bahwa beragamnya kemampuan ekonomi dan latar belakang sosial peserta didik menjadi salah satu kendala yang dihadapi. Ketidakstabilan ekonomi dan ketidak samaan ekonomi antar peserta didik menciptakan kondisi di mana beberapa siswa mungkin memiliki akses terbatas terhadap kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan atau organisasi OSIS. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2025, pp. Tantangan lingkungan merupakan salah satu faktor eksternal yang memengaruhi pembentukan karakter kepemimpinan melaluai Organisasi Osis Di SMP Negeri 3 Sawan. Keberagaman latar belakang lingkungan peserta didik menjadi titik perhatian karena lingkungan tempat tinggal dapat memiliki pengaruh yang penting dalam membentu karakter Cara peserta didik bergaul dan pengaruh lingkungan sekitarnya dapat memengaruhi perkembangan kepribadian dan sikap peserta didik terhadap karakter Upaya yang dilakukan Sekolah dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Melalui Organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. Program kerja kesiswaan terdapat serangkaian kegiatan yang dijalankan, dimulai dari tahap pertama yaitu pemilihan atau peremajaan pengurus organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. Kegiatan ini melibatkan pelaksanaan regenerasi pengurus untuk mendapatkan kepengurusan yang baru setiap tahunnya. Proses ini dimulai dengan pendaftaran siswa yang memiliki bakat atau minat untuk terlibat dalam kepengurusan organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. Melalui pelaksanaan tahap ini, diharapkan siswa dapat memahami proses seleksi dan pendaftaran, serta memiliki kesempatan untuk mengambil peran aktif dalam memilih dan ikut serta dalam kegiatan organisasi. Kolaborasi antara siswa dan pihak sekolah dalam proses pemilihan pengurus OSIS menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan kolaborasi antara pengurus organisasi OSIS dan sekolah. Dalam program peremajaan organisasi OSIS ini, harapannya adalah bahwa melalui kepengurusan yang baru, siswa dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai bekal untuk masa depan. Memahami bahwa siswa merupakan generasi penerus bangsa, program ini bertujuan untuk membentuk siswa yang aktif berperan dalam kemajuan bangsa. Selain itu, program ini juga mencakup tahapan demokrasi yang akan membentuk pemimpin, seperti ketua OSIS. Melalui tahapan ini, calon pengurus organisasi OSIS akan belajar mengenai proses demokrasi, mulai dari pencalonan ketua OSIS dan wakil ketua OSIS, penyusunan visi misi oleh setiap paslon, hingga tahap debat dan pemungutan suara. Proses ini tidak hanya membentuk pemimpin, tetapi juga memberikan pembelajaran yang berharga tentang nilai-nilai dasar Nilai-nilai yang ditanamkan dalam pelaksanaan kegiatan demokrasi ini antara lain sebagai berikut: Partisipasi. Kerjasama. Kejujuran. Tanggung jawab, dan Kepemimpinan. Program kerja wakil kepala sekolah bidang kesiswaan selanjutnya melibatkan pelaksanaan pelatihan bagi para pengurus organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. Dalam pelaksanaan pelatihan ini, diharapkan bahwa pengurus OSIS yang baru atau yang telah memiliki pengalaman sebelumnya akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan tambahan, terutama terkait peran peserta didik dalam mengelola organisasi OSIS. Dalam rangka pelaksanaan program kerja yang disusun oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, sekolah telah mengatur penyelenggaraan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). LDKS ini bertujuan untuk membentuk siswa yang terlibat dalam kepengurusan organisasi OSIS menjadi pengurus yang memiliki kemampuan kepemimpinan yang handal, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu menjalankan tugas dan program kerja organisasi secara efektif. Dalam rangkaian kegiatan LDKS, pelaksanaannya dilakukan selama 2 hari dimana pada hari pertama, siswa diberikan materi yang disampaikan di dalam ruangan. Materi ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa, khususnya para pengurus organisasi OSIS, dalam menjalankan tugas kegiatan organisasi OSIS dan sebagai bekal untuk peranannya di sekolah. Simpulan dan Saran Peranan Organisasi OSIS dalam membentuk karakter kepemimpinan di SMP Negeri 3 Sawan memiliki peranan yang penting. Organisasi OSIS ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan organissasi biasa, tetapi juga memberikan kontribusi penting dalam pengembangan karakter kepemimpinan siswa. Melalui berbagai kegiatan dan program kerja yang dilaksanakan oleh organisasi OSIS, siswa dapat memperoleh pengetahuan dan kepemimpinan di masa Gusti Putu Sumerta. I Made Yudana. I Wayan Landrawan / Peranan Sekolah dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan melalui Organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. Kabupaten Buleleng. Bali Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2025, pp. Materi yang diberikan pada hari pertama meliputi Kepemimpinan. Wawasan Kebangsaan. Karakter Bangsa. Iman dan Taqwa. KSPAN (Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Ana. Tata Tertib, serta Profil Pelajar Pancasila. Pada hari kedua pelaksanaan LDKS, kegiatan dilakukan di luar ruangan di lapangan SMP Negeri 3 Sawan. Fokus utama kegiatan pada hari tersebut adalah memberikan pengalaman praktik serta melatih keterampilan bagi para pengurus organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. Materi praktik langsung yang diberikan mencakup beberapa aktivitas, antara lain senam, baris berbaris, latihan upacara bendera, outbond, serta lomba yel dan kebersihan lingkungan. Keterampilan tambahan bagi pembentukan kepemimpinan yang tangguh. Hal ini termasuk dalam aspek tanggung jawab, kekompakan, percaya diri, keterampilan komunikasi, serta sikap dan pola pikir yang positif. Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan organisasi ini merupakan bukti efektifitas peran organisasi OSIS dalam membentuk karakter kepemimpinan. Dapat diamati bahwa siswa yang terlibat secara aktif dalam organisasi OSIS cenderung menunjukkan sikap proaktif dan memiliki pola pikir yang matang, berbeda dengan siswa yang tidak aktif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Organisasi OSIS memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Sawan. Dalam pembentukan karakter kepemimpinan melalui organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan menghadapi sejumlah tantangan atau hambatan. Salah satu tantangan utama adalah faktor internal, yang meliputi karakteristik siswa serta sikap dan pola pikir siswa. Setiap siswa memiliki karakteristik yang unik, dan tidak semua sikap dan pola pikir mendukung partisipasi aktif dalam kegiatan organisasi OSIS. Selain itu, terdapat juga faktor eksternal yang menjadi tantangan, seperti kurangnya dukungan dari orang tua dengan latar belakang pendidikan yang Misalnya, orang tua yang kurang terdidik mungkin tidak memahami pentingnya partisipasi dalam ikut menjadi pengurus organisasi OSIS. Selain itu, tantangan juga dapat muncul dari kondisi sosial dan ekonomi siswa, seperti kesulitan finansial yang menghalangi peserta didik untuk terlibat sepenuhnya dalam kegiatan OSIS. Pengaruh lingkungan tempat tinggal juga dapat memengaruhi kemampuan siswa untuk mengembangkan kepemimpinan siswa melalui organisasi OSIS. Oleh karena itu, dalam mengatasi tantangan ini, perlu adanya upaya kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pembentukan karakter kepemimpinan siswa melalui organisasi OSIS. Upaya Sekolah dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Melalui Organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan mencakup dua program utama yang tercakup dalam program kerja wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Program pertama adalah pemilihan atau peremajaan organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan, yang melibatkan serangkaian tahapan pelaksanaan kegiatan, terutama dalam konteks demokrasi. Program kedua adalah pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan melatih keterampilan kepada pengurus OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. Melalui LDKS, siswa diajarkan tentang berbagai aspek kepemimpinan, termasuk tanggung jawab, komunikasi efektif, pengambilan keputusan, dan kerja tim. Dengan demikian, melalui program kerja yang terencana dengan baik ini, diharapkan siswa akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menjadi pemimpin yang berkualitas di masa depan. Adapun beberapa saran terkait dengan hasil penelitian ini yaitu Organisasi OSIS memiliki peranan dalam membentuk karakter kepemimpinan dilingkungan sekolah. Kolaborasi antara sekolah dan organisasi OSIS melalui program-program kerja merupakan salah satu strategi efektif untuk mencapai tujuan bersama, terutama dalam membentuk karakter kepemimpinan Melalui peran guru, siswa dapat diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya partisipasi dalam organisasi, termasuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Guru dapat mengarahkan peserta didik untuk melihat organisasi OSIS sebagai wadah yang dapat memberikan banyak manfaat, seperti pengembangan kepemimpinan, keterampilan sosial, dan tanggung jawab. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. April 2025, pp. Daftar Rujukan Ambarwati. , & Pandin. Character Education as an Effort to Reduce The Rate of Mental Disease in The Millennial Generation. Ganesha Civic Education Journal, 6. , 1322. Azzet. , & Muhaimin. Pendidikan yang Membebaskan. Yogyakarta: Ar. Ruzz Media. Deon. Sanjaya,D. , & Suastika. Strategi Internalisasi Nilai-Nilai Berkarakter Siswa dalam Pembelajaran di SMP Negeri 6 Singaraja. Ganesha Civic Education Journal, 4. , 1623. Fahmi. Manajemen Sumber Daya Manusia. Alfabeta. Bandung. Lestari. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Anak Tunagrahita di SLB Negeri 2 Buleleng. Ganesha Civic Education Journal, 3. Samani. , & Hariyanto. Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung. Setiawan. Pengaruh Aktivitas Siswa Dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran PKN Di SMA Utama 2 Bandar Lampung. Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas lampung. Bandar lampung. Suyadi. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: Pt Remaja Rosdakarya. Gusti Putu Sumerta. I Made Yudana. I Wayan Landrawan / Peranan Sekolah dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan melalui Organisasi OSIS di SMP Negeri 3 Sawan. Kabupaten Buleleng. Bali