Jurnal Bina Akuntansi Volume 12. Number 2, 2025 pp. ISSN: 2338-1132 E-ISSN : 2656-9515 Open Access: https://jurnal. id/JBA DETERMINASI KONSERVATISME AKUNTANSI: PERAN FINANCIAL DISTRESS. LEVERAGE DAN PROFITABILITAS Jumariah1*. Mukhzarudfa2. Fitrini Mansur3 riajbi90@gmail. Universitas Jambi. Indonesia mukhzarudfa@unja. Universitas Jambi. Indonesia fitrinimansur@unja. Universitas Jambi. Indonesia INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Pengajuan : 21/04/2025 Revisi : 25/04/2025 Penerimaan : 28/04/2025 Kata Kunci: Financial distress, leverage, konservatisme akuntansi Keywords: Financial distress, leverage, profitability, accounting ABSTRAK Penelitian ini menganalisis pengaruh financial distress, leverage dan profitabilitas terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2019-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Perusahaan yang menjadi populasi sebanyak 48 perusahaan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan metode penarikan sampelnya yaitu Purposive sampling. Terdapat 37 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan financial distress, leverage dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Secara parsial, financial distress berpengaruh signifikan, leverage tidak berpengaruh signifikan dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Financial distress, leverage dan profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konservatisme akuntansi dengan kontribusi sebesar 10,2% berdasarkan nilai Adjusted R Square. Sisanya, 89,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. DOI: 52859/jba. ABSTRACT This study analyzes the effect of financial distress, leverage dan profitability on accounting conservatism in mining companies listed on the IDX for the period 2019-2023. This study uses a quantitative approach with secondary data in the form of annual financial reports. The companies that are the population are 48 Sampling in this study used the Non-Probability Sampling technique with the sampling method, namely Purposive sampling. There are 37 companies that meet the criteria for the research sample. The results of the study indicate that simultaneously financial distress, leverage and profitability have a significant effect on accounting Partially, financial distress has a significant effect, leverage has no significant effect and profitability has a significant effect on accounting conservatism. Financial distress, leverage and profitability have a significant effect on accounting conservatism with a contribution of 10. 2% based on the Adjusted R Square value. The remaining 89. 8% is influenced by other variables outside this study. Pendahuluan Tahun 2019 hingga 2023, struktur perekonomian Indonesia masih bertumpu pada sektor pertambangan yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap pendapatan nasional. Kontribusinya terhadap total output negara berfluktuasi dalam kisaran 6,43% hingga 12,22%, sehingga menjadi motor penggerak utama ekspansi dan peningkatan fiskal. Pada tahun 2019 sebesar 7,26% terhadap PDB, namun turun menjadi 6,43% pada tahun 2020 akibat melemahnya permintaan komoditas selama pandemi COVID-19 (Badan Pusat Statistik, 2. Setelah pandemi mereda, sektor pertambangan menunjukkan pemulihan dengan kontribusi sebesar 8,97% pada tahun 2021 dan melonjak menjadi 12,22% pada tahun 2022 seiring dengan kenaikan harga komoditas global. Meskipun terjadi fluktuasi harga pada tahun 2023, tetap memberikan kontribusi sebesar 10,52% (Badan Pusat Statistik, 2. , yang mencerminkan peran strategisnya dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global. Harga komoditas tambang seperti batu bara, nikel, kobalt, dan tembaga mengalami fluktuasi tajam selama tahun 2019Ae2023. Harga sempat stabil pada tahun 2019, sempat turun pada tahun 2020 akibat pandemi, kemudian melonjak pada tahun 2021 akibat pemulihan ekonomi global, dan mencapai puncaknya pada tahun 2022 akibat konflik Rusia-Ukraina yang mengganggu pasokan energi. Namun, harga kembali turun pada tahun 2023 akibat melemahnya permintaan global dan kebijakan transisi * Penulis Korespondensi: Jumariah / riajbi90@gmail. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. energi, meskipun nikel dan kobalt tetap ditopang oleh industri kendaraan listrik (Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, 2. Dalam kondisi yang tidak menentu ini, perusahaan tambang diharapkan menerapkan konservatisme akuntansi sebagai langkah kehati-hatian dalam menyusun laporan Prinsip ini menekankan pengakuan beban dan hutang lebih cepat, sedangkan pendapatan dan aset baru diakui pada saat tertentu, sehingga laporan keuangan mencerminkan kondisi yang lebih hati-hati dan realistis (Savitri, 2. Fenomena konservatisme akuntansi tercermin dalam kasus PT Timah Tbk (TINS) yang pada tahun 2019 mencatat rugi bersih sebesar Rp611,28 miliar dan merevisi laporan keuangan tahun 2018, yang menyebabkan laba bersih turun dari Rp531,35 miliar menjadi Rp132,29 miliar atau turun 73,67% dibandingkan tahun sebelumnya . ompas, 2. Revisi ini disebabkan oleh kesalahan pencatatan pospos penting seperti beban pokok pendapatan, properti investasi, aset tetap, dan metode pengakuan pendapatan yang baru terungkap setelah dilakukan evaluasi ulang oleh manajemen. Lonjakan harga saham TINS sebesar 158,87% pada awal tahun 2019 mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap transparansi, namun koreksi besar pada laporan keuangan memicu penurunan tajam harga Situasi ini menyoroti peran penting praktik akuntansi konservatif dalam menghindari laporan laba yang digelembungkan, memastikan keterbukaan dalam pengungkapan keuangan, dan menjaga kepercayaan perusahaan di kalangan investor potensial dan investor lama. Sepanjang tahun 2019 hingga 2023, perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia menerapkan metode akuntansi konservatif sebagai reaksi strategis terhadap kondisi pasar yang tidak stabil dan nilai komoditas yang fluktuatif. Data menunjukkan nilai konservatisme berfluktuasi dengan kecenderungan positif hingga tahun 2022, namun menjadi negatif pada tahun 2023. Pada tahun 2019, nilai konservatisme tercatat sebesar 0,00 dan meningkat signifikan menjadi 0,04 pada tahun 2020, yang mencerminkan peningkatan transparansi di tengah pandemi. Tren tersebut berlanjut pada tahun 2021, mencapai puncaknya di angka 0,05. Namun, pada tahun 2022 nilainya menurun menjadi 0,03, yang menunjukkan melemahnya penerapan prinsip kehati-hatian. Tahun 2023 tercatat penurunan drastis hingga angka negatif (-0,. , yang mencerminkan penurunan kehati-hatian akibat melemahnya pasar ekspor dan turunnya harga komoditas pertambangan . ontan, 2. Grafik ini menekankan pentingnya konservatisme akuntansi sebagai alat mitigasi risiko di sektor yang rentan terhadap gejolak ekonomi Aspek yang mempengaruhi konservatisme akuntansi seperti financial distress, leverage, dan profitabilitas telah banyak diteliti, tetapi hasilnya masih belum konsisten. Financial distress ditemukan memiliki pengaruh yang signifikan oleh Sulastri & Anna . dan Setiadi et al. tetapi tidak berpengaruh menurut Putri & Sari . dan Andika et al. Hasil yang serupa juga terjadi pada leverage yang dinyatakan berpengaruh oleh Triyanto et al. Sulastri & Anna . , dan Danika et . , namun tidak berpengaruh signifikan menurut Kalbuana & Yuningsih . Maharani & Kristanti . , dan Kurniawan & Kurnia . Begitu pula dengan profitabilitas yang menurut Shiddieqy et al. Safitri et al. , dan Setiadi et al. berpengaruh signifikan, sedangkan menurut Fauzi & Badriyah . dan Padmawati & Fachrurrozie . tidak berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Penelitian ini memiliki perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Pratama et al. pada perusahaan manufaktur sektor barang dan konsumen. Pertama, objek penelitian ini berfokus pada perusahaan pertambangan, sedangkan penelitian sebelumnya mengkaji sektor manufaktur. Kedua, periode penelitian ini mencakup tahun 2019Ae2023, lebih panjang dibandingkan penelitian sebelumnya yang hanya mencakup tahun 2019Ae2022. Ketiga. Jumariah. Mukhzarudfa & Fitrini Mansur . - Determinasi Konservatisme Akuntansi: Peran Financial Distress. Leverage, dan Profitabilitas Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. terdapat perbedaan dalam mengukur variabel, penelitian ini memanfaatkan DAR untuk mengukur leverage karena dianggap lebih mewakili struktur keuangan sektor pertambangan, berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menggunakan DER. Selain itu, penelitian ini menambahkan teori sinyal sebagai Landasan teori di samping teori keagenan dan akuntansi positif, serta menggunakan perangkat lunak SPSS versi 30 sebagai alat analisis, bukan E-Views 12 seperti pada penelitian sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh financial distress, leverage, dan profitabilitas terhadap tingkat konservatisme akuntansi pada sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023. Mengingat tingginya volatilitas sektor pertambangan dan peran strategis konservatisme dalam menjaga stabilitas laporan keuangan di tengah dinamika ekonomi global. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperkaya kajian empiris terkait determinan konservatisme akuntansi menggunakan pendekatan conservatism based on accrued items serta landasan teori dari teori keagenan, akuntansi positif dan teori sinyal. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi manajemen perusahaan dalam menerapkan kebijakan akuntansi yang lebih hati-hati, memberikan informasi yang lebih andal bagi investor, serta mendukung regulator dan akademisi dalam mengembangkan kebijakan dan riset lanjutan yang relevan dengan sektor pertambangan di Indonesia. Telaah Literatur Teori Keagenan Konflik seringkali muncul ketika manajer dan pemegang saham berupaya mengoptimalkan keuntungan masing-masing. Dinamika ini diuraikan dalam teori keagenan (Jensen & Meckling, 1. yang mengeksplorasi interaksi antara eksekutif perusahaan . ertindak sebagai age. dan pemilik . ertindak sebagai prinsipa. Konflik ini dapat mempengaruhi manajemen dan pelaporan keuangan perusahaan, sehingga diperlukan mekanisme kontrol untuk meminimalkan risiko keagenan dan memastikan akuntabilitas manajemen (Ghozali et al. , 2. Asimetri informasi antara agen dan prinsipal juga dapat menurunkan harga saham karena meningkatkan risiko dan biaya keagenan (LaFond & Watts, 2. Teori Akuntansi Positif Teori akuntansi positif (Ghozali et al. , 2. menjelaskan bagaimana praktik akuntansi dilakukan dalam realitas, dengan fokus pada perilaku ekonomi entitas bisnis dalam menyusun laporan keuangan secara rasional untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Dalam konteks ini, terdapat tiga hipotesis utama menurut (Watts & Zimmerman, 1. : hipotesis rencana bonus, di mana manajer meningkatkan laba untuk memperoleh bonus yang lebih besar. hipotesis perjanjian utang, yang mendorong manajemen untuk meningkatkan laba guna menghindari pelanggaran perjanjian utang. dan hipotesis biaya politik, yang menyebabkan perusahaan mengurangi laba untuk menghindari tekanan eksternal. Teori Sinyal Teori sinyal (Spence, 1. menjelaskan bahwa manajemen perusahaan, yang memiliki informasi internal yang lebih mendalam, untuk menyampaikan prospek dan status keuangan perusahaan kepada pemberi pinjaman dan pemegang saham, bisnis mengandalkan laporan keuangan yang dipublikasikan sebagai instrumen sinyal. Sinyal ini bertujuan untuk mengurangi asimetri informasi dan membantu pemangku kepentingan membuat keputusan ekonomi yang lebih akurat. Sinyal ini membantu penyedia modal, pendukung keuangan, dan pihak terkait lainnya untuk memeriksa prospek dan kinerja perusahaan, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar dan mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih tepat (Ghozali et al. , 2. Jumariah. Mukhzarudfa & Fitrini Mansur . - Determinasi Konservatisme Akuntansi: Peran Financial Distress. Leverage, dan Profitabilitas Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Konservatisme Akuntansi Konservatisme akuntansi merupakan prinsip kehati-hatian dalam laporan keuangan yang menekankan pengakuan kerugian lebih awal daripada laba untuk mengatasi ketidakpastian dan melindungi pemangku kepentingan (Watts, 2. Dalam jurnal ini, konservatisme dikuantifikasi melalui pendekatan konservatisme berdasarkan item yang masih harus dibayar oleh Givoly dan Hayn . 0, dalam Savitri . Perkalian dengan (Ae. dimaksudkan agar nilai positif menunjukkan kehati-hatian keuangan yang lebih besar, karena semakin besar perbedaan antara akrual dan arus kas, semakin konservatif praktik pelaporan keuangan (Syafila & Oktavia, 2. Financial Distress Kondisi penurunan keuangan yang tercermin dalam laporan keuangan maupun aktivitas operasional perusahaan yang terjadi sebelum perusahaan mengalami kebangkrutan disebut financial distress (Listyarini, 2. Kondisi ini ditandai dengan menurunnya kesehatan keuangan, di mana perusahaan menghadapi tantangan yang signifikan dalam mengelola arus kas dan memenuhi kewajiban jangka pendek (Hutabarat & Puspita, 2. Deteksi dini dilakukan melalui analisis data eksternal dan internal seperti tren keuangan, rasio keuangan, dan model prediksi Altman Z-score (Kamaludin & Indriani, 2. , mencakup lima rasio utama yang dapat memprediksi kemungkinan kebangkrutan (Sisharini et al. , 2. Financial distress yang tinggi menggambarkan kondisi perusahaan yang buruk (Wijaya, 2. Leverage Leverage merupakan ukuran jumlah utang yang digunakan perusahaan untuk pendanaan, yang mencerminkan risiko keuangan yang dihadapinya (Siswanto, 2. Mengidentifikasi kesanggupan entitas dalam membayar utang permanen adalah tujuan dari leverage (Maulita & Dewi, 2. Alat ukur yang digunakan dalam kasus ini adalah DAR, yang menunjukkan proporsi aset perusahaan yang dibiayai oleh utang. Rasio ini penting untuk menilai potensi risiko keuangan, terutama dalam industri pertambangan yang membutuhkan investasi besar. Semakin tinggi DAR, semakin besar jumlah modal pinjaman yang digunakan untuk investasi pada aktiva (Chytia & Pradana, 2. Profitabilitas Profitabilitas digunakan untuk menilai seberapa efektif suatu perusahaan dapat menghasilkan laba dari aset dan sumber daya yang dimilikinya (Siswanto, 2. Profitabilitas dapat menjadi gambaran terkait kinerja perusahaan serta menjadi faktor pertimbangan investor apakah di masa depan perusahaan mempunyai peluang yang bagus atau tidak (N. Safitri & Muniroh, 2. Dalam penelitian ini. Return on Assets (ROA) digunakan sebagai alat ukur untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh aset yang dimilikinya guna menghasilkan laba bersih. ROA menjadi indikator krusial, terutama dalam industri pertambangan yang sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga dan tingginya biaya operasional, karena mencerminkan efektivitas manajemen dalam mengelola aset untuk menghasilkan Pengaruh Financial distress Terhadap Konservatisme Akuntansi Financial distress, yang ditandai dengan penurunan kesehatan keuangan, dapat mendorong bisnis untuk mengadopsi konservatisme akuntansi sebagai langkah pengamanan dalam pelaporan keuangan Menurut teori keagenan, kesulitan tersebut menciptakan benturan prioritas antara pemimpin perusahaan dan investor, yang mengarah pada penggunaan konservatisme untuk mengatasi kesenjangan informasi. Teori akuntansi positif lebih lanjut menunjukkan bahwa faktor eksternal seperti risiko hukum dan tekanan regulasi mendorong perusahaan untuk mengakui kerugian lebih cepat. Sementara itu, menurut teori sinyal, konservatisme digunakan untuk menunjukkan komitmen terhadap Jumariah. Mukhzarudfa & Fitrini Mansur . - Determinasi Konservatisme Akuntansi: Peran Financial Distress. Leverage, dan Profitabilitas Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. transparansi di tengah tekanan keuangan. Beberapa penelitian (Sulastri & Anna, 2018. Nugraeni & Triyono, 2019. Setiadi et al. , 2023. Shiddieqy et al. , 2023. Indriyanto & Cahyani, 2. menunjukkan bahwa financial distress berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi, meskipun belum ada hasil signifikan dari penelitian lain (Danika et al. , 2023. Putri & Sari, 2. Hipotesis yang diajukan adalah: H1: Terdapat pengaruh financial distress terhadap konservatisme akuntansi. Pengaruh Leverage Terhadap Konservatisme Akuntansi Leverage menunjukkan sejauh mana suatu bisnis bergantung pada utang untuk pendanaannya, sehingga secara langsung mempengaruhi paparan risiko keuangannya. Berdasarkan teori keagenan, perusahaan dengan leverage tinggi menghadapi tekanan dari kreditor untuk mengurangi potensi tindakan manajemen yang oportunistik, sehingga mendorong penerapan konservatisme akuntansi sebagai mekanisme pengendalian. Teori akuntansi positif melalui hipotesis perjanjian utang menjelaskan bahwa perusahaan dengan utang yang besar biasanya memiliki perjanjian utang yang mendorong penggunaan kebijakan konservatif agar tidak melanggar ketentuan keuangan. Sementara itu, teori sinyal menyatakan bahwa perusahaan dengan leverage yang tinggi dapat menggunakan konservatisme untuk memberikan sinyal positif kepada kreditor dan investor mengenai komitmen mereka terhadap transparansi dan manajemen risiko. Beberapa penelitian (Sulastri & Anna, 2018. Triyanto et al. , 2023. Pranata et al. , 2023. Andika et al. , 2. mendukung pandangan bahwa leverage secara signifikan mengubah konservatisme akuntansi, tetapi ada juga penelitian yang tidak menemukan pengaruh signifikan (Nugraeni & Triyono, 2019. Maharani & Kristanti, 2019. Kalbuana & Yuningsih, 2020. Setiadi et al. , 2023. Kurniawan & Kurnia, 2. Berdasarkan hal tersebut, hipotesis yang dikemukakan adalah: H2: Terdapat pengaruh leverage terhadap konservatisme akuntansi. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Konservatisme Akuntansi Profitabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menciptakan keuntungan dari sumber daya yang dimilikinya, dan dalam konteks teori keagenan, tingkat profitabilitas dapat mempengaruhi kebijakan akuntansi yang diambil oleh manajemen. Perusahaan dengan profitabilitas tinggi cenderung mengurangi konservatisme akuntansi agar dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik dan meningkatkan insentif berbasis laba, sedangkan perusahaan dengan profitabilitas rendah mungkin lebih konservatif untuk mengelola ekspektasi pasar dan menghindari risiko litigasi. Hipotesis bonus menyatakan bahwa manajer cenderung menghindari konservatisme untuk memaksimalkan kompensasi, sedangkan hipotesis biaya politik justru mendorong penerapan konservatisme pada perusahaan dengan laba tinggi untuk menghindari tekanan eksternal seperti pajak dan regulasi. Teori sinyal juga mendukung bahwa perusahaan dengan profitabilitas rendah menggunakan konservatisme sebagai sinyal kehatihatian. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang beragam, di mana beberapa (Shiddieqy et al. , 2023. Safitri et al. , 2024. Kalbuana & Yuningsih, 2020. Setiadi et al. , 2. menemukan hasil yang bermakna antara profitabilitas dan konservatisme, sedangkan penelitian lainnya (Fauzi & Badriyah, 2023. Padmawati & Fachrurrozie, 2. tidak menemukan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hal tersebut, hipotesis yang dirumuskan adalah: H3: Terdapat pengaruh profitabilitas terhadap konservatisme akuntansi. Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu pendekatan yang menitikberatkan pada pengukuran numerik terhadap fenomena yang diamati, berdasarkan nilai numerik atau hasil statistik (Fauzia et al. , 2. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Jumariah. Mukhzarudfa & Fitrini Mansur . - Determinasi Konservatisme Akuntansi: Peran Financial Distress. Leverage, dan Profitabilitas Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Objek penelitian mencakup seluruh perusahaan sektor pertambangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019 hingga 2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh sebanyak 37 perusahaan pertambangan sebagai sampel, dengan total 185 data observasi yang digunakan dalam analisis. Tabel 1. Operasional Variabel Variabel Dependen Konservatisme Akuntansi (Y) Independen Financial distress (X. Leverage (X. Profitabilitas (X. Indikator Conservatism based on accrued items (Savitri, 2. Altman Z-Score (Sisharini et al. , 2. Formula Skala yaycCycAyayaya = (. cAyaycC yayaycE Oe yaycEycC) ycu (Oe. )/ycNya Rasio ycs = 1,2ycUCA 1,4ycUCC 3,3ycUCE 0,6ycUCE 0,999ycUCI Rasio Debt to Assets Ratio (DAR) DAR= (Total deb. /(Total asset. (Siswanto, 2. Return on Assets (ROA) ROA = (Net Profi. / (Total Asset. (Siswanto, 2. Sumber: Data diolah peneliti . Rasio Rasio Hasil dan Pembahasan Hasil Tabel 2 menunjukkan jumlah total perusahaan di sektor pertambangan yang memenuhi kriteria sampel sebanyak 37 perusahaan. Jumlah sampel lengkap kemudian dikalikan dengan periode penelitian yaitu 5 tahun, sehingga menghasilkan jumlah total data yang diteliti sebanyak 185 data. Tabel 2. Seleksi sampel memenuhi kriteria Kriteria Jumlah Perusahaan pertambangan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia Perusahaan pertambangan yang telah melakukan IPO sebelum tahun 2019. Perusahaan pertambangan yang tetap beroperasi tanpa penghentian sementara dalam kurun waktu penelitian. Perusahaan pertambangan yang papan perdagangannya telah ditetapkan sebagai papan utama dan papan pengembangan. Jumlah sampel Jumlah tahun penelitian 2019Ae2023 Total amatan . Sumber: Data diolah peneliti . Penelitian ini sebelumnya menggunakan sampel sebanyak 185, dikarenakan terdapat temuan masalah pada uji normalitas dan uji autokorelasi sehingga penelitian ini perlu dilakukan outlier hingga menyisakan 182 sampel data observasi. Dari 182 sampel data observasi pengujian data berjalan dengan baik dan terindikasi lolos. Statistika deskriptif berupaya memberikan rangkuman data penelitian (Sekaran & Bougie, 2. Berikut ini disajikan hasil analisis terhadap 182 data dengan menggunakan SPSS versi 30 yang meliputi nilai min, max, mean, dan SD untuk setiap variabel. Variable Financial Distress Leverage Profitabilitas Konservatisme Akuntansi Tabel 3. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Data Min Max Mean -1,140 8,760 2,68055 ,030 ,960 ,47220 -,410 ,620 ,07335 -,260 ,320 ,01709 Sumber: Hasil pengolahan data SPSS . Std. Deviation 1,841566 ,220037 ,142903 ,081639 Jumariah. Mukhzarudfa & Fitrini Mansur . - Determinasi Konservatisme Akuntansi: Peran Financial Distress. Leverage, dan Profitabilitas Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Setelah mengecualikan outlier, hasil statistik deskriptif pada Tabel 5 menunjukkan bahwa variabel financial distress (Z-Scor. memiliki mean 2,68055, dengan skor minimum -1,140, skor maksimum 8,760, dan SD 1,841566. Rasio leverage (DAR) menunjukkan mean 0,47220, dengan minimum 0,030, maksimum 0,960, dan SD 0,220037. Profitabilitas, diukur dengan ROA, memiliki mean 0,07335, minimum -0,410, maksimum 0,620, dan SD 0,142903. Terakhir, konservatisme akuntansi (CONACC), variabel dependen, memiliki rata-rata 0,01709, dengan min -0,260, maks 0,320, dan SD 0,081639. Tabel 4. Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil Standar Pengujian Normalitas One Sample Kolmogorov Casewise diagnotic Asymp. Sig. 0,200 Keterangan Data Berdistribusi Normal > 0,05 FD : VIF = 1,773 T = 0,564 L : VIF = 1,129 VIF < 10 T = 0,885 Tolerance > 0,1 P : VIF = 1,823 T = 0,548 Significance FD : 1,770 > 0,05 L : 0,747 P : 0,291 DW : 1,944 DU : 1,7910 DU < D < 4 - DU DL : 1,7241 Sumber: Hasil pengolahan data SPSS . Multikolinearitas Heteroskedastisitas Glejser Autokorelasi Durbin-Watson cochrane orcutt Bebas Multikolinearitas Bebas Heteroskedastisitas Bebas Autokorelasi Regresi linier berganda adalah metode statistik yang digunakan untuk menguji dampak dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen. Model ini didasarkan pada asumsi bahwa terdapat hubungan linier antara variabel dependen dan masing-masing variabel independen (Fauzia et , 2. Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Unstandardized Coefficients Model (Constan. -,012 Std. Error ,017 Financial Distress ,010 Leverage ,047 Profitabilitas -,238 Dependent Variable: Konservatisme Akuntansi Sumber: Hasil pengolahan data SPSS . ,005 ,031 ,058 Persamaan regresi linear berganda yang dapat diturunkan dari penelitian ini disajikan pada Tabel 5 di atas sebagai berikut: Y = -0,012 0,010X1 0,047X2 - 0,238X3 e Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model ,343a R Square ,117 Adjusted R Square ,102 Std. Error of the Estimate ,07642 Durbin-Watson 1,944 Predictors: (Constan. Profitabilitas. Leverage. Financial Distress Jumariah. Mukhzarudfa & Fitrini Mansur . - Determinasi Konservatisme Akuntansi: Peran Financial Distress. Leverage, dan Profitabilitas Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Dependent Variable: Konservatisme Akuntansi Sumber: Hasil pengolahan data SPSS . Nilai Adjusted R Square sebesar 0,102 yang ditunjukkan pada tabel 6 menunjukkan bahwa financial distress, leverage, dan profitabilitas memberikan kontribusi sebesar 10,2% terhadap konservatisme akuntansi, pengaruh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini adalah sebesar 89,8%. Selain itu. Uji F berguna untuk menguji pengaruh simultan semua variabel independen terhadap variabel Jika nilai sig. < 0,05, maka variabel independen memiliki pengaruh simultan. Tabel 7 menunjukkan hasil uji simultan. Tabel 7. Uji F Model Sig. Regression 7,848 Residual Total Dependent Variable: Konservatisme Akuntansi Predictors: (Constan. Profitabilitas. Leverage. Financial Distress <,001b Sumber: Hasil pengolahan data SPSS . Hasil uji keseluruhan yang disajikan dalam Tabel 7 menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 7,848 melebihi nilai Ftabel sebesar 2,66, dengan tingkat signifikansi <0,001, yang berarti kurang dari 0,05. Ini berarti bahwa financial distress, leverage, dan profitabilitas memiliki pengaruh simultan yang signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Uji-T digunakan untuk menilai dampak individual variabel independen terhadap variabel dependen. Tingkat signifikansi <0,05 menunjukkan bahwa variabel tersebut memiliki pengaruh parsial, sedangkan nilai >0,05 menunjukkan tidak ada pengaruh. Hasil uji-T ditampilkan dalam Tabel 8. Tabel 8. Uji T Hipotesis T-Hitung T-Tabel Financial distress terhadap Konservatisme 2,156 1,973 Akuntansi Leverage terhadap Konservatisme Akuntansi 1,527 1,973 Profitabilitas terhadap Konservatisme -4,099 1,973 Akuntansi Sumber: Hasil pengolahan data SPSS . Sig. Hasil 0,032 Diterima 0,129 Ditolak <0,001 Diterima Pembahasan Pengaruh Financial distress Terhadap Konservatisme Akuntansi Hasil uji parsial menunjukkan bahwa konservatisme akuntansi dipengaruhi secara signifikan oleh financial distress, sebagaimana dibuktikan oleh t-statistik sebesar 2,156, yang melebihi nilai t-tabel sebesar 1,973, dan tingkat signifikansi sebesar 0,032, yang lebih kecil dari 0,05, sehingga mendukung penerimaan hipotesis H1. Hal ini menunjukkan bahwa ketika financial distress meningkat, perusahaan lebih cenderung mengadopsi konservatisme akuntansi sebagai strategi untuk mengurangi risiko dan menjaga kepercayaan investor dan kreditor. Hal ini terutama berlaku di sektor pertambangan, yang sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas. Altman Z-Score mencerminkan tingkat financial distress, di mana nilai rata-rata sebesar 2,68055 dan deviasi standar sebesar 1,841566 menunjukkan variasi dalam kondisi keuangan perusahaan, termasuk beberapa yang mengalami kesulitan berat. Temuan ini sejalan dengan teori keagenan, teori akuntansi positif, dan teori sinyalisasi yang menyatakan bahwa perusahaan yang mengalami financial distress akan lebih berhati-hati dalam pelaporan keuangan untuk mengurangi benturan kepentingan, menghindari risiko litigasi, dan mengirimkan sinyal positif ke Penelitian ini mendukung temuan sebelumnya dari Sulastri dan Anna . Nugraeni dan Jumariah. Mukhzarudfa & Fitrini Mansur . - Determinasi Konservatisme Akuntansi: Peran Financial Distress. Leverage, dan Profitabilitas Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Triyono . Setiadi et al. Shiddieqy et al. , dan Indriyanto dan Cahyani . , namun berbeda dengan hasil penelitian Andika et al. serta penelitian dari Putri dan Sari . yang menyatakan tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Pengaruh Leverage Terhadap Konservatisme Akuntansi Hasil uji parsial menunjukkan bahwa leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi dengan t-statistik 1,527 < t-tabel 1,973 dan sig. 0,129 > 0,05, sehingga hipotesis H 2 ditolak. Debt to Asset Ratio perusahaan pertambangan dalam sampel memiliki rata-rata 0,47220 dengan standar deviasi 0,220037, yang mencerminkan ketergantungan utang yang moderat. Ketidakberartian ini mungkin disebabkan oleh karakteristik industri pertambangan yang telah menerapkan kebijakan konservatif sebagai standar, terlepas dari tingkat leverage. Meskipun teori keagenan, teori akuntansi positif, dan teori pensinyalan menyatakan bahwa leverage yang tinggi seharusnya mendorong konservatisme untuk mengurangi konflik kepentingan dan memberikan sinyal positif, dalam konteks industri ini leverage tampaknya bukan merupakan faktor dominan dalam pembentukan kebijakan Hasil tersebut sesuai dengan penelitian Nugraeni dan Triyono . Maharani dan Kristanti . Kalbuana dan Yuningsih . Setiadi et al. serta penelitian Kurniawan dan Kurnia . , namun berbeda dengan temuan Sulastri dan Anna . Triyanto et al. Pranata et al. serta penelitian dari Andika et al. yang menunjukkan bahwa leverage berpengaruh signifikan terhadap konservatisme. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Konservatisme Akuntansi Hasil uji parsial menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi dengan t-statistik-4,099 > t-tabel 1,973 dan sig. < 0,001, sehingga hipotesis H3 diterima. ROA yang mencerminkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba atas aktiva menunjukkan rata-rata sebesar 0,07335 dan standar deviasi sebesar 0,142903, dengan nilai minimum sebesar -0,410, menunjukkan bahwa masih banyak perusahaan yang belum optimal, bahkan mengalami kerugian. Pada sektor pertambangan yang penuh dengan ketidakpastian, perusahaan cenderung menerapkan konservatisme ketika profitabilitas rendah untuk menjaga citranya dan menghindari ekspektasi pasar yang tidak realistis. Temuan ini mendukung teori keagenan, dimana manajer akan lebih konservatif ketika laba rendah untuk meredam ekspektasi dan menghindari litigasi, serta teori akuntansi positif melalui hipotesis bonus dan biaya politik, tergantung pada motivasi laba. Teori sinyal juga memperkuat bahwa konservatisme digunakan sebagai strategi komunikasi kepada pasar ketika kondisi keuangan sedang buruk. Data ini sependapat dengan penelitian yang dilakukan oleh Shiddieqy et al. Safitri et al. Kalbuana dan Yuningsih . dan Setiadi et al. , meskipun berbeda dengan hasil penelitian Fauzi dan Badriyah . serta penelitian dari Padmawati dan Fachrurrozie . yang menyatakan tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Simpulan Analisis menunjukkan bahwa konservatisme akuntansi pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI antara tahun 2019 dan 2023 secara signifikan dipengaruhi oleh financial distress, leverage, dan profitabilitas jika diperiksa secara kolektif. Jika dipertimbangkan secara individual, financial distress memiliki pengaruh yang substansial, karena perusahaan yang menghadapi financial distress cenderung mengadopsi praktik akuntansi yang lebih konservatif untuk meningkatkan transparansi dan mengurangi risiko pelaporan yang terlalu optimis. Sebaliknya, leverage tidak secara signifikan mempengaruhi konservatisme dalam konteks ini, karena sektor pertambangan secara umum menganut pendekatan yang hati-hati terhadap pelaporan keuangan, yang berarti bahwa jumlah utang tidak memainkan peran Jumariah. Mukhzarudfa & Fitrini Mansur . - Determinasi Konservatisme Akuntansi: Peran Financial Distress. Leverage, dan Profitabilitas Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. dominan dalam membentuk kebijakan konservatisme. Profitabilitas, di sisi lain, memang memiliki efek yang berarti. semakin rendah profitabilitas perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaan tersebut mengadopsi langkah-langkah akuntansi yang konservatif untuk menjaga kepercayaan investor dan pasar. Secara keseluruhan, pengaruh gabungan dari ketiga faktor financial distress, leverage, dan profitabilitas menjelaskan 10,2% dari variasi dalam konservatisme akuntansi, sebagaimana tercermin dalam Adjusted R Square. Sisanya sebesar 89,8% variasi disebabkan oleh faktor lain di luar cakupan penelitian ini. Temuan ini menekankan pentingnya kondisi keuangan internal dalam kebijakan konservatif perusahaan. Secara akademik, hasil ini membuka peluang eksplorasi faktor lain yang mempengaruhi konservatisme akuntansi. Referensi