Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Peningkatan Kapasitas UMKM (Usahan Mikro. Kecil Dan Menenga. Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital Untuk Pemberdayaan Dan Pengembangan Usaha Yang Berkelanjutan Harsiti1. Faizal Fazhri Nugraha2. Lungguh Maulana3. Ella Afrilia4. Rintan Islamiya5. Moch Rezki Ismawandi6. Firman Khoiri7. Dzulfikar Sadad8. Mohammad Hadjar Rafiqi9. Hidayatullah10 1Program Studi Sistem Informasi Ae Fakultas Teknologi Informasi UNSERA 2, 7, 8 Progran Studi Teknik Industri Ae Fakultas Teknik UNSERA 3 Program Teknik InformatikaAe Fakultas Teknik UNSERA 4, 5Program Studi Ilmu Hukum Ae Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Ilmu Hukum UNSERA 8 Progran Studi AkuntansiAe Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSERA 10 Kelurahan Warnasari Kecamatan Citangkil - Cilegon Email Koresponden : harsiti. unsera@gmail. ABSTRAK Peningkatan kapasitas Usaha Mikro. Kecil dan Mengengah (UMKM) di Keluarahan Warnasari dilakukan dengan melakukan pendampingan terhadap pelaku UMKM yang berada di wilayah Pendampingan dilakuan terhadap pelaku UMKM yang berada di pasar rakyat terkait dengan pendataan dan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pemantauan aktifitas dan produk-produk UMKM secara terus menerus selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat Upaya lainnya adalah dilaksanakan seminar tentang optimalisasi digital dalam pemberdayaan UMKM dengan menghadirkan narasumber seorang pengusaha sukses yang bergerak dibidang travel yang kita kenal bernama Wahyu Anhar. Hasil dari kegiatan ini adalah bagi pelaku UMKM memiliki keterampilan baru ini akan meningkatkan efisiensi operasional, memperluas pasar, serta memperkuat kemampuan analisisuntuk pengambilan keputusan yang lebih tepat. Pemerintah terbantu dalam mendorong program digitalisasi nasional. Kata Kunci : Usaha Mikro. Kecil dan Mengengah. Nomor Induk Berniaga (NIB). Seminar Digitalisasi ABSTRACT The capacity building of Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. in Warnasari Urban Village is carried out by providing assistance to MSME actors located in the village area. Assistance is given to MSME actors operating in the traditional market, focusing on data collection and the processing of Business Identification Numbers (NIB), as well as continuous monitoring of MSME activities and products throughout the community service program. Another effort undertaken is the organization of a seminar on optimizing digital technology in empowering MSMEs, featuring Wahyu Anhar, a wellknown successful entrepreneur in the travel industry, as the speaker. The outcome of this program is that MSME actors gain new skills, which will improve operational efficiency, expand market reach, and strengthen analytical abilities for more accurate decision-making. Additionally, the government benefits through support for advancing the national digitalization program. Keywords: Micro. Small, and Medium Enterprises. Business Identification Number (NIB). Digitalization Seminar SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Pengabdian Massyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung Indonesia berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM. UMKM menyumbang sekitar 61,07% dari total PDB nasional dan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada (Novitasari, 2. Namun demikian, perkembangan UMKM di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan kompleks yang menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan usaha Kondisi pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak awal tahun 2020 telah memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan UMKM di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 82,9% UMKM mengalami dampak negatif akibat pandemi, dengan penurunan omzet yang drastis dan kesulitan dalam (Angeline. Alister. Gunawan, & Prianto. Situasi ini semakin mempertegas urgensi transformasi digital bagi UMKM sebagai strategi bertahan dan berkembang di era new normal. Berdasarkan terhadap kondisi UMKM di Indonesia, terdapat beberapa permasalahan utama Pertama, keterbatasan akses terhadap teknologi digital dan literasi digital yang masih rendah di kalangan pelaku UMKM. Penelitian (Renaningtias. Hidayat, & Erlansari, 2. menunjukkan bahwa hanya 35% UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital mengandalkan cara-cara konvensional. Kedua, kurangnya pemahaman terhadap pemasaran digital dan e-commerce sebagai saluran distribusi yang efektif. Banyak pelaku UMKM yang belum memahami potensi besar pasar digital dalam menjangkau konsumen yang lebih luas. Sebagian besar UMKM masih mengalami kesulitan dalam mengakses sumber menggunakan sistem pencatatan keuangan digital yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan bisnis. Keempat, rendahnya kapasitas sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi informasi. Banyak pelaku UMKM yang merupakan generasi senior dengan keterbatasan perangkat teknologi modern, sehingga memerlukan pendampingan dan pelatihan yang intensif. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Menurut (Zikri, 2. implementasi teknologi digital dalam UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional hingga 45% dan memperluas jangkauan pasar hingga 60%. Teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu operasional, tetapi juga sebagai enabler untuk inovasi produk dan Konsep digitalisasi UMKM mencakup berbagai aspek, mulai dari pemasaran digital, sistem manajemen inventori, aplikasi point of sale (POS), hingga platform e-commerce. Pemanfaatan platform digital lainnya juga terbukti efektif dalam meningkatkan visibilitas dan penjualan UMKM. Studi yang dilakukan (Putri & Purwanto, 2. mengungkapkan bahwa UMKM yang aktif pemasaran mengalami peningkatan omzet rata-rata 67% dibandingkan dengan yang tidak menggunakannya. Selain itu, penerapan sistem manajemen keuangan digital dapat membantu UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan yang lebih akurat dan transparan. Hal ini tidak hanya memudahkan dalam monitoring kesehatan finansial usaha, tetapi juga meningkatkan kredibilitas UMKM di mata lembaga keuangan untuk mengakses Penerapan Ilmu Pengetahuan. Teknologi, dan Seni (IPTEKS) dalam pemberdayaan UMKM dapat dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Strategi ini meliputi Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 pelatihan literasi digital, pendampingan pengembangan sistem monitoring evaluasi berbasis digital. Penelitian terdahulu UMKM mengintegrasikan aspek teknologi dan pendampingan intensif memiliki tingkat keberhasilan 85% dalam meningkatkan kinerja usaha (Sirlya & Ikaningtyas, 2. Model pemberdayaan yang efektif harus mempertimbangkan karakteristik khusus UMKM, termasuk keterbatasan sumber daya, tingkat pendidikan pelaku usaha, dan Pendekatan sederhana namun efektif terbukti lebih mudah diterima dan diimplementasikan oleh pelaku UMKM. Berdasarkan analisis permasalahan dan tinjauan pustaka yang telah diuraikan, program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital untuk pemberdayaan dan pengembangan usaha yang berkelanjutan. Secara spesifik, program ini bertujuan untuk: . meningkatkan literasi digital pelaku UMKM dalam menggunakan teknologi informasi untuk operasional bisnis. mengembangkan kemampuan pemasaran digital dan e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. membangun sistem transparansi dan akuntabilitas. menciptakan model pemberdayaan UMKM berbasis teknologi yang dapat direplikasi di wilayah lain. Manfaat yang diharapkan dari program ini antara lain: peningkatan omzet dan profitabilitas UMKM melalui optimalisasi teknologi digital, penguatan daya saing UMKM di era digital, terciptanya ekosistem UMKM yang adaptif terhadap perubahan teknologi, dan kontribusi terhadap Program diharapkan dapat menjadi model best practice dalam pemberdayaan UMKM berbasis teknologi yang dapat diadopsi oleh pengembangan ekonomi kerakyatan. METODE PELAKSANAAN Program UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital ini dilaksanakan oleh Tim KKM 07 partisipatif dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan dirancang secara sistematis untuk memastikan tercapainya tujuan terintegrasi dan berkesinambungan. 1 Diagram Alir Kegiatan Berikut dengan peningkatan kapasitas UMKM dan pemanfaatan teknologi digital ditunjukkan pada Gambar 1 sebagai Gambar 1. Diagram Alir Kegiatan Tahap Pelaksanaan Kegiatan Dalam rangka meningkatkan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi Prosiding Seminar Pengabdian Massyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 digital, kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim KKM 07 dilaksanakan dalam empat tahapan utama sebagai berikut: perubahan performa bisnis, dan efektivitas promosi digital. Di akhir komprehensif berisi capaian, evaluasi program, dokumentasi visual, dan rekomendasi untuk pengembangan program di masa depan. Tahap Persiapan Program Tahap awal ini merupakan pondasi penting bagi keberhasilan program. Tim melakukan koordinasi internal untuk menyusun timeline, membagi tugas dan menyiapkan instrumen pendukung pelaksanaan. Identifikasi lokasi dan pemetaan awal UMKM sasaran di Kelurahan Warnasari juga dilakukan, termasuk pengumpulan data sekunder mengenai profil demografi dan karakteristik UMKM Observasi Lapangan Tim melaksanakan survei langsung ke pelaku UMKM untuk mengidentifikasi jenis usaha, tingkat pemanfaatan teknologi digital, serta kendala yang Selanjutnya, analisis SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan UMKM kesiapan digital, guna merancang intervensi yang sesuai. Kolaborasi dan Implementasi Program Tahapan ini mencakup koordinasi dengan stakeholder seperti pihak kelurahan dan Bank BCA, serta pelaksanaan seminar dan workshop. Seminar UMKM diselenggarakan dengan materi praktis Peserta difasilitasi untuk registrasi QRIS secara gratis melalui dukungan teknis dari BCA. Selanjutnya, workshop dilaksanakan agar pelaku usaha dapat menciptakan materi promosi berbasis visual secara mandiri. Monitoring dan Evaluasi Tim memberikan pendampingan teknis langsung kepada UMKM dalam mengimplementasikan hasil pelatihan. Monitoring HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim KKM 07 di Kelurahan Warnasari telah terlaksana sesuai dengan rencana yang disusun dalam empat tahapan utama, yaitu: persiapan program, observasi lapangan, kolaborasi dan implementasi program, serta monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi pemberdayaan dan Hasil Tahap Persiapan Program Pada tahap ini. Tim KKM 07 berhasil menyusun timeline kegiatan, membagi tugas tim, dan melakukan identifikasi awal terhadap keberadaan UMKM di Kelurahan Warnasari. Sebanyak UMKM teridentifikasi sebagai sasaran program, dengan berbagai jenis usaha seperti perdagangan umum. Data sekunder yang dikumpulkan juga menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM masih memiliki literasi digital yang rendah dan pembayaran digital. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Jumat, 20 Juni 2025 pukul 08. 00 WIB yang akan dihadiri para pelaku UMKM. Perwakilan dari kelurahan Warnasari. Dosen Pembimbing dan seluruh tim KKM 07. Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 2. Tim melakukan diskusi awal dengan pihak ketua UMKM Tahap persiapan yang matang menjadi kunci keberhasilan program digitalisasi UMKM. Identifikasi 15 UMKM sebagai target menunjukkan pendekatan yang realistis dan terukur. Keberagaman jenis usaha yang menjadi sasaran . uliner, sembako, mainan, dan perdagangan umu. mencerminkan kondisi riil ekosistem UMKM di tingkat kelurahan yang umumnya beragam. Koordinasi dengan stakeholder lokal, termasuk pembimbing, menunjukkan pendekatan kolaboratif yang tepat. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan program dan dukungan institusional terhadap transformasi digital UMKM. Hasil Tahap Observasi Lapangan Observasi dan survei lapangan dilakukan secara door-to-door kepada UMKM. Hasil menunjukkan bahwa: A UMKM belum memiliki media promosi digital . anner online, media sosial akti. A UMKM sistem pembayaran digital seperti QRIS. A Hanya beberapa UMKM yang memiliki pemahaman dasar terkait pemasaran digital. Gambar 3. Anggota tim mewawancarai pemilik UMKM untuk mengetahui profil dan tantangan usahanya Hasil mengkonfirmasi gap digital yang signifikan di kalangan UMKM Kelurahan Warnasari. Ketidakhadiran media promosi digital menunjukkan bahwa UMKM masih mengandalkan pemasaran konvensional word-of-mouth dan lokasi fisik. Kondisi ini berpotensi membatasi jangkauan pasar dan daya saing, terutama di era digital saat Belum QRIS mencerminkan tantangan adopsi teknologi finansial di tingkat mikro. Penggunaan QRIS dapat meningkatkan efisiensi transaksi dan memberikan jejak digital yang mendukung akses permodalan UMKM. Resistensi terhadap teknologi pembayaran digital umumnya disebabkan oleh faktor kepercayaan, kemudahan penggunaan dan perceived usefulness. Pendekatan door-to-door yang dipilih tim menunjukkan strategi yang tepat untuk membangun trust dan memahami kondisi UMKM. Metode memungkinkan komunikasi personal yang lebih efektif dibandingkan survei massal. Prosiding Seminar Pengabdian Massyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Hasil Kolaborasi dan Implementasi Program Tahap implementasi terdiri dari kegiatan seminar digitalisasi UMKM, registrasi NIB, dan workshop pembuatan banner digital. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain: A Seminar digitalisasi diikuti oleh 15 UMKM, dengan materi yang mencakup transformasi digital, pemasaran online, dan sistem pembayaran nontunai. A Pendaftaran NIB pelaku UMKM, dengan berfokus pada UMKM Jajanan Nusantara dari Bu Har A Workshop pembuatan banner digital menghasilkan 15 banner promosi digital yang didesain menggunakan aplikasi Canva. dan pembayaran nontuna. mencerminkan pendekatan holistik dalam digitalisasi UMKM. Pelaksanaan kegiatan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) ditujukan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan fokus utama pada UMKM Jajanan Nusantara milik Ibu Har. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu legalisasi usaha secara formal agar usaha jajanan tradisional yang dikelola dapat memperoleh pengakuan hukum, akses permodalan, serta berbagai fasilitas pendukung dari pemerintah dan lembaga lainnya. Melalui pendaftaran NIB ini, diharapkan UMKM Jajanan Nusantara Ibu Har dapat berkembang lebih profesional, kompetitif, dan berdaya saing di pasar lokal maupun nasional. Gambar 5. Hasil pembuatan banner digital menggunakan aplikasi desain di ponsel Gambar 4. Pemateri dari Narasumber Pengusaha Travel memaparkan strategi digital marketing dan aktivasi QRIS Tingkat partisipasi 100% . dari 15 UMKM targe. dalam seminar digitalisasi menunjukkan antusiasme dan kebutuhan yang tinggi terhadap pengetahuan digital. Pemilihan materi yang komprehensif . ransformasi digital, pemasaran online. Workshop pembuatan banner digital Canva pendekatan praktis yang mana dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterbatasan sumber daya UMKM. Canva dipilih karena user-friendly dan tidak memerlukan keterampilan desain tingkat Hasil 15 banner digital yang dibuat langsung oleh peserta menunjukkan Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 transfer knowledge yang empowerment yang nyata. Hasil Monitoring dan Evaluasi Monitoring menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam adopsi teknologi digital oleh pelaku UMKM: A Semua menggunakan media sosial untuk promosi usaha. A 15 UMKM QRIS transaksi penjualan. A Mayoritas peserta menyatakan konten promosi sendiri. Selain itu, terdapat perubahan sikap pelaku UMKM terhadap pentingnya kelangsungan dan perluasan usaha Hal ini dibuktikan dari antusiasme peserta yang tetap berkomunikasi dengan tim melalui grup WhatsApp untuk meminta pendampingan lanjutan. Hasil keberhasilan program dalam mengubah perilaku digital UMKM secara sustainable. Adopsi 100% terhadap media sosial untuk promosi menunjukkan bahwa barrier teknologi telah berhasil diatasi melalui pendampingan yang tepat. Hal ini sejalan dengan Technology Acceptance Model (TAM) yang menekankan pentingnya perceived ease of use dan perceived usefulness dalam adopsi teknologi. Penggunaan QRIS oleh seluruh peserta menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital telah terintegrasi dalam operasional harian UMKM. Ini merupakan indikator Kemampuan peserta dalam membuat konten promosi sendiri menunjukkan keberhasilan transfer skill dan pencapaian kemandirian digital. Hal ini merupakan outcome jangka panjang yang lebih valuable dibandingkan hanya sekedar exposure terhadap teknologi. Perubahan . ttitude Perubahan ini bersifat fundamental dan pengalaman langsung dan perceived benefit yang dirasakan UMKM. Inisiasi WhatsApp menunjukkan ownership dan commitment yang tinggi dari peserta. Keberhasilan program digitalisasi UMKM Kelurahan Warnasari menunjukkan sejumlah implikasi penting yang bisa dijadikan rujukan dalam Pendekatan komprehensif yang melibatkan edukasi fasilitasi dan pendampingan terbukti efektif serta dapat direplikasi di wilayah lain dengan kondisi yang Kemitraan strategis bersama institusi finansial seperti BCA menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat adopsi teknologi pembayaran digital. Pembentukan grup komunikasi digital serta proses transfer keterampilan kepada pelaku UMKM memperlihatkan potensi keberlanjutan ketergantungan pada fasilitator eksternal. Hasil ini mengarah pada terbentuknya berkelanjutan dan responsif terhadap perkembangan zaman. Adapun rekomendasi yang bisa A Perluasan marketing yang lebih advanced (SEO, social media advertisin. A Integrasi dengan marketplace jangkauan pasar A Pelatihan basic financial literacy teknologi finansial A Pengembangan sistem monitoring sustainability adopsi teknologi KESIMPULAN Program peningkatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital yang dilaksanakan oleh Tim KKM 07 di Prosiding Seminar Pengabdian Massyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Kelurahan Warnasari telah berhasil memberikan dampak positif bagi pelaku Melalui partisipatif yang mencakup observasi lapangan, seminar digitalisasi, registrasi QRIS, dan workshop pembuatan banner digital, para pelaku UMKM menunjukkan peningkatan dalam literasi digital, adopsi sistem pembayaran non-tunai, dan kemampuan promosi visual secara Hasil monitoring menunjukkan seluruh peserta aktif memanfaatkan media sosial untuk pemasaran dan telah QRIS transaksi harian. Kegiatan ini tidak hanya mendorong efisiensi operasional, tetapi juga memperluas jangkauan pasar dan Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan lembaga keuangan dapat pemberdayaan UMKM berbasis teknologi UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pelaksanaan program ini, khususnya kepada pihak kelurahan warnasari, para pelaku UMKM, dosen pembimbing lapangan dan rekan sejawat selama KKM. DAFTAR PUSTAKA