Jurnal AGRINIKA. September-2020. : 167-185 Analisis Pemasaran Usahatani Cabai Merah Keriting dan Kontribusinya terhadap Pendapatan Keluarga di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Palembang Yudhi Zuriah Wirya Purba1*. Endah Novitarini1. Fahrurozi1 Fakultas Pertanian Universitas Sjakhyakirti. Palembang. Indonesia *Korespondensi: yudhi. wardi@yahoo. Diterima 03 September 2020/Direvisi 15 September 2020/Disetujui 24 September 2020 ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk . mengidentifikasi saluran pemasaran cabe merah keriting, menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran dan farmerAos share cabai merah kertiting, dan . menghitung besarnya kontribusi usahatani cabai merah keriting terhadap pendapatan keluarga. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang pada bulan Januari 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode penarikan contoh dilakukan secara sengaja dengan jumlah sampel sebanyak 20 petani contoh dari 215 anggota populasi petani cabai merah kerting, sedangkan metode pengambilan lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling terhadap lembaga pemasaran di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 saluran pemasaran cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah, yaitu . petani -pedagang pengumpul-konsumen, . petani-pedagang besar-pedagang pengecerkonsumen, . petani-pedagang pengepul besar-pasar Lemabang-pedagang pengecerkonsumen. Biaya pemasaran masing-masing adalah Rp570. Rp740, dan Rp733 dengan margin pemasaran berturut-turut Rp5000. Rp6. 500, dan Rp7. FarmerAos share secara berurutan adalah 85,7 persen, 71,1 persen, dan 58. 8 persen. Selanjutnya kontribusi pendapatan usahatani cabai merah keriting terhadap pendapatan keluarga sebesar 89. persen tergolong kriteria besar. Kata kunci: Cabai merah keriting. Keluarga. Pendapatan. Saluran pemasaran ABSTRACT The purpose of this study was to identify the marketing channels, analyze marketing costs, marketing margins, and farmer's share of curly red chilies, and to calculate the magnitude of the income contribution of curly red chili farming to household income. This research was conducted in Sei Selincah Subdistrict. Kalidoni District. Palembang City in January 2020. The research method used was a survey. The sampling method was carried out purposively with a total sample of 20 farmers from 215 members of the curly red chili farmer population, while the sampling method of the marketing agencies used snowball sampling to marketing institutions in the research location. The results showed that there were 3 marketing channels of curly red chili in Sei Selincah Subdistrict, namely farmers-collecting merchants-consumers, farmer-wholesalers-retailers-consumers, and farmers-large collecting merchants-Lemabang markets-retailers-consumers. The costs of each marketing channel, respectively, were IDR570. IDR740, and IDR733 with a marketing margin of IDR5,000. IDR6,500, and IDR7,667. FarmerAos shares were 7 percent, 71. 1 percent, and 58. 8 percent. Furthermore, the contribution of income from curly red chili farming to household income of 89. 6 percent was classified as a large criterion. Keywords : Curly red chili. Household. Income. Marketing channel Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A PENDAHULUAN Pertanian merupakan sektor yang sangat berperan dalam kehidupan manusia, ketersediaan sumber pangan untuk makhluk hidup ditentukan oleh adanya kegiatan dibidang pertanian. Masyarakat Indonesia banyak yang bergantung pada pertanian sebagai memperoleh pendapatan dan memenuhi sehari-hari. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, sejarah menunjukkan bahwa sektor pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi secara keseluruhan (Liu and Madiono, 2. Di antara jenis komoditi petanian yang berprospek cerah, yaitu tanaman cabai merah keriting (Capsicum annum L) termasuk komoditi hortikutura penting di Indonesia dan merupakan tanaman perdu dari family terong-terongan, berasal dari Benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke Negaranegara Benua Amerika. Eropa, dan Asia termasuk Indonesia (Miskun, 2. Bahkan pemerintah telah menetapkan sepuluh prioritas komoditas hortikultura nasional, salah satunya adalah cabai merah keriting yang banyak mendapat perhatian karena merupakan komoditi sayuran yang dibutuhkan oleh hampir semua orang dari berbagai lapisan (Direktorat Jenderal Hortikultura, 2. Tingkat konsumsi yang cenderung meningkat setiap . empunyai vitamin C), karena karbohidrat dan mineral pada cabai merah keriting tidak dapat disubtitusikan sebagai tambahan makanan pokok (Wiryanta, 2. Pada tahun 2010 permintaan 088ton dengan rata-rata konsumsi mencapai 0,43kg/kapita/bulan, sehingga konsumsi per kapita per tahun penduduk Indonesia mencapai . kg (Rostini. Siklus kebutuhan cabai di Indonesia menjelang memasuki bulan puasa dan lebaran, natal dan tahun baru. Pada event-event tersebut permintaan cabai yang tinggi diiringi dengan harga yang melambung, terutama jika waktu-waktu tersebut bertepatan dengan musim hujan . iasanya petani yang menanam cabai hanya sedikit dan banyak gagal pane. , karena serangan hama dan penyakit (Redaksi Agromedia, 2. Kecenderungan yang terjadi keberadaan cabai merah keriting di pasaran menjadi langka, akibatnya jumlah pasokan cabai merah keriting di pasaran yang tidak konsumen, sebaliknya harga komoditas cabai merah akan segera turun ketika pasokan dari sentral produksi meningkat di pasar (Bank Indonesia, 2. Cabai merah keriting mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, sehingga mempunyai kapasitas untuk menaikkan taraf pendapatan petani. Produktivitas cabai pada tahun 2015 mencapai 7,49 ton/ha (Setjen Pertanian, 2. potensi hasil tanaman cabai merah keriting 9,3 ton/ha. Tanaman cabai merah keriting dapat dipanen pada umur . hari (Badan Penelitian Pengembangan Pertanian, 2. Menurut Rumana dan Yuniarsih . , cabai merah keriting dapat dipanen rata-rata 20 kali hingga . Peningkatan produksi dan permintaan keuntungan petani (Muhamad et al. , di samping itu sistem pemasaran yang dilakukan oleh petani juga dapat Page 168 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A Petani harus pandai memilih saluran pemasaran yang paling efisien yang akan digunakan untuk memasarkan agar memperoleh keuntungan yang Keadaan di lapangan menunjukkan bahwa sistem pemasaran cabai merah yang selama ini dilakukan petani selalu menempatkan mereka pada posisi tawar yang lebih rendah, sehingga menyebabkan harga jual di tingkat petani rendah. Fakta sebagai komoditi yang mempunyai kapasitas petani, cabai merah keriting juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi (Soekartawi, 2. Komoditi hortikultura umumnya, merupakan barang pasaran sehari-hari, berbeda dengan hasil pertanian yang lain yang merupakan barang timbunan, yang dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Peranan pemasaran pada komoditi tanaman cabai merah keriting memberi kontribusi penting dalam peningkatan kinerja usahatani cabai secara keseluruhan mengingat sifat unik komoditi hortikultura pada umumnya mudah membusuk dan rusak. Sifat-sifat ini mununtut adanya perlakuan yang sangat khusus seperti pengangkutan yang berhati-hati, pengepakan yang baik, penyimpanan dengan suhu yang sesuai dengan metode pegawetan lain sehingga komoditas dimaksud dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama (Wiryanta, 2. Petani cabai merah langsung hasil produksinya ke pasarpasar di kota besar karena adanya pengepakan, pengolahan, dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pemasaran cabai merah keriting. Adanya mendorong para petani cabai merah keriting untuk menjual hasil produksinya kepada pedagang pengumpul (Edward & Richard, 1. Kelembagaan pemasaran yang berperan dalam memasarkan komoditas pertanian hortikutura dapat mencakup petani, pedagang pengumpul, pedagang perantara/grosir Kelembagan pemasaran yang berperan dalam pemasaran komoditi hortikutura adalah berupa pasar tradisional, pasar modern dan pasar industri (Kartasapoetra, 2. Pemasaran menempatkan pedagang pengumpul pada posisi tawar yang lebih kuat dibandingkan dengan petani pada penentuan harga jual (Edward & Richard, 1. Pada masa panen cabai merah keriting, petani menjual hasil panen pengumpul dari awal panen hingga akhir Kondisi ini telah membatasi petani dalam menjual cabai merah keriting kepada pengumpul lain pada saat panen berikutnya. Pemasaran cabai merah keriting selalu melibatkan berbagai lembaga pemasaran pada berbagai tingkat saluran distribusi. Setiap distribusi produk lembaga pemasaran satu ke lembaga pemasaran yang lainnya dalam rantai pemasaran terhadap produk (Khamdani, 2. Banyaknya lembaga pemasaran yang menunjukan bahwa sistem pemasaran yang terjadi tidak efisien dan farmerAos share yang diperoleh tidak sebanding dengan harga di tingkat konsumen akhir. Pendapatan penerimaan baik berupa uang maupun berupa barang yang berasal dari pihak Page 169 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A lain maupun hasil industri yang dianalia atas dasar sejumlah uang dari harta yang berlaku saat itu. Pendapatan seseorang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sangat penting artinya langsung mau pun tidak langsung (Suroto, 2. Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Palembang merupakan tempat pertanian yang mempunyai beberapa kelompok tani masing-masing kegiatan usahatani berbeda . kelompok tani terdiri 15 petan. , salah satunya Menyikapi tingginya peminat cabai merah keriting, terutama sebagai penambah kelezakan makan, maka sebaiknya harus dikembangkan. Seiring dengan pernyataan (Situmeang, 2. , agar kebutuhan akan pasar dapat Sehubungan uraian di atas kiranya perlu di lakukan penelitian mengenai saluran pemasaran dengan farmerAos sharenya. Berdasarkan uraian diatas, maka masalah yang dijadikan sasaran dalam penelitian ini adalah: Bagaimana saluran pemasaran cabai merah keriting yang terjadi di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang? Berapa besar biaya pemasaran, margin pemasaran dan farmerAos share yang diterima oleh petani? Berapa besar kontribusi pendapatan usahatani cabai merah keriting terhadap pendapatan keluarga? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: Menginditifikasi saluran pemasaran cabai merah keriting yang terjadi di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang. Menganalisis besar nya biaya pemasaran, margin pemasaran dan farmerAos share yang diterima petani dan lembaga pemasaran dari masing-masing saluran pemasaran. Menghitung besarnya kontribusi pendapatan usahatani cabai merah BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang, penentuan lokasi secara sengaja . (Musyafak, 2. , bahwa Kelurahan Sei Selincah adalah salah satu lokasi yang mengelola usahatani cabai merah Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2020. Metode penelitian metode penarikan contoh dilakukan secara sengaja . (Wiryanta, 2. dengan jumlah sampel sebanyak 15 petani contoh yang mengelola usahatani lain dan luar usahatani lain. Untuk mengindentifikasi lembaga yang terkait dalam pemasaran cabai merah keriting harus ditelusuri terlebih dahalu . edagang pengumpul desa, pedagang besar, pasar lemabang dan pedagang pengece. Dalam penelitian ini metode menggunakan snowball sampling . ola salju mengelindin. (Silalah, 2. Dari berbagai lembaga yang terlibat dalam pemasaran cabai merah keriting ini diambil sebagai berikut: Pedagang pengumpul desa sebanyak 1 orang Pedagang pengumpul besar sebanyak 1 orang Pedagang pasar sebanyak 1 orang Page 170 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A Pedagang pengecer sebanyak 2 Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari informasi yang dikumpulkan melalui wawancara pada petani contoh dan pedagang dengan mengunakan daftar pertanyaan yang telah disiapkan terlebih dahulu (Singarimbun & Effendi, 2. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas instansi yang terkait dengan Data yang diperoleh dari kemudian dilanjutkan dengan analisis biaya-biaya pemasaran dan bagian harga yang . armerAos (Asmarantaka. Kemudian diuraikan secara diskriptif, yaitu yang memusatkan pada masalah-masalah yang ada pada masa sekarang . , mula-mula data dikumpulkan lalu disusun, dijelaskan kemudian dianalisis (Nazir, 2. Biaya pemasaran adalah biaya yang dikeluarkan di setiap lembaga pemasaran untuk melancarkan kegiatan Sedangkan keuntungan pemasaran adalah keuntungan bersih dari selisih pendapatan dan pengeluaran Biaya pemasaran dan keuntungan pemasaran dalam suatu saluran pemasaran dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut (Dahl & Hammond, 1. BP = Bp1 Bp2 Bp3 . BpnA. Keterangan: = Biaya Pemasaran 1,2,3 . , n = Lembaga ke n Untuk menghitung keuntungan lembaga pemasaran . dari harga yang dibayar konsumen mengunakan KP = Kp1 Kp2 Kp3 . Kpna. KP = Hj Ae (BP H. Keterangan : = Keuntungan Pemasaran 1,2,3 . , n = Lembaga ke n Untuk pemasaran dari harga yang dibayar konsumen pada berbagai saluran pemasaran, digunakan rumus: = Hj Ae Hba. AA. Untuk menhitung bagian harga yang diterima petani dari harga yang dibayar konsumen . armerAos shar. , digunakan rumus sebagai berikut: = HjP/HjA x 100 %. Keterangan: FS = FarmerAos Share (%) HjP = Harga Jual Petani (Rp/K. HjA = Harga Jual Akhir (Rp/K. MP = Margin Pemasaran (%) Hj = Harga Jual (Rp/K. Hb = Harga Beli (Rp/K. KP = Keuntung Lembaga Pemasaran BP = Biaya Pemasaran (Rp/K. Untuk menganalisis kontribusi pendapatan usahatani cabai merah keriting terhadap pendapatan keluarga, menggunakan rumus (Nasution & Barizi, 2. Kontribusi Pendapatan = (Pendapatan Usahatani caba. /(Pendapatan Keluarga )y100%a. Dengan kriteria: ,00 Ae 33,. % = Kecil . ,67 Ae 66,. % = Sedang . ,67 Ae 99,. % = Besar HASIL DAN PEMBAHASAN Identitas Responden Luas responden bervariasi berkisar 0,5 ha sampai dengan 2 ha. Luas lahan yang paling banyak dimiliki seluas 1 ha . , 0,5 ha . dan yang paling sedikit 2 ha . Faktor umur dapat mempengaruhi kemampuan Page 171 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A seseorang, baik kemampuan fisik Kemampuan seseorang dalam bekerja, sedangkan untuk kemampuan mental menyangkut bagaimana cara seseorang berfikir dan menentukan keputusan yang akan Tabel 1. Umur petani contoh cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang, 2020 Persentase Jumlah Identitas No. Kategori Responden Responden ( orang ) (%) Umur (Tahu. 66,67 20,00 > 65 13,33 Pendidikan SMP SMA Jumlah Anggota 2Ae3 Keluarga . 4Ae5 Pengalaman 1 Ae 10 Usahatani . 11 Ae 20 21 Ae 33 Jumlah 100,00 Sumber: Data primer diolah Tabel 1 menjelaskan bahwa mayoritas petani yang berusahatani cabai merah keriting di lokasi penelitian merupakan petani yang berada pada usia produktif, yaitu berkisar pada usia . tahun, keadaan ini sejalan dengan pernyataan Mubyarto . , bahwa usia produktif yang dimaksud yaitu penduduk umur . Dengan kondisi petani yang rata-rata berumur produktif, maka diharapkan mampu mengelola usahataninya secara maksimal guna meningkatkan produksi. Pendidikan merupakan salah satu sarana yang penting dalam usaha Selain diperoleh dari pendidikan non formal seperti informasi dari balai penyuluhan pertanian dan adanya demonstrasi tentang penggunaan alat-alat pertanian yang baru. Hasil penelitian lapangan, petani contoh memiliki tingkat pendidikan yang bervariasi diketahui bahwa pendidikan petani contoh yang terbanyak adalah SD sebanyak 8 orang . ,3 perse. Bila ditelusuri dari tingkat pendidikan formal, rata-rata petani menempuh pendidikan SD, hal ini disebabkan petani di daerah pendidikan, mereka berusahatani hanya yang sudah dilakukan keluarga turun temurun. Jumlah anggota keluarga sangat berperan dalam pengelolaan usahatani, karena semakin banyak jumlah anggota kebutuhan yangebih harus di penuhi oleh petani dan semakin besar tanggung jawab petani untuk bekerja semakin Page 172 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A Efektivitas waktu ini berguna untuk meningkatkan penghasilan petani sendiri (Situngkir et al. , 2. Jadi dalam hal ini jumlah anggota keluarga sangat berpengaruh dalam pengelolaan suatu kegiatan usahatani, khususnya terhadap kegiatan ekonomi pada usahatani petani tersebut. Demikian merupakan guru yang terbaik bagi Pengalaman dapat menjadi acuan dalam penyusunan langkah dimasa yang akan datang. Umumnya berusahatani, semakin terampil petani tersebut mengolah usahataninya. Untuk mengetahui pengalaman berusahatani petani cabai merah keriting. Pengalaman berusahatani cabai merah keriting di daerah penelitian adalah berkisar 11 sampai 20 tahun . ,6 perse. dan kondisi tersebut dapat dikatakan cukup usahatani cabai merah keriting. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Asrianti . , yang menyatakan mempengaruhi kebiasaan, kemahiran, dan keterampilan atau keahlian dalam melakukan kegiatan usahatani yang nantinya akan mempengaruhi baik tidaknya hasil produksi. Saluran Keriting Pemasaran Cabai Merah Saluran Pemasaran Cabai Merah Keriting biasa disebut dengan fungsi pemasaran yang dilakukan dalam menyalurkan barang atau jasa dari Pendekatan sebaran sistem mengkaji ekonomi yang berlangsung, lembaga yang mengambil keputusan, integrasi dari aktivitas yang sedang Lembaga pemasaran adalah badan - badan yang fungsi pemasaran yang menggerakkan barang - barang dari produsen hingga konsumen (Hanafiah dan Saefuddin. Menurut Sudiyono . , berdasarkan penguasaan komoditas yang lembaga pemasaran dapat dibedakan atas tiga, yaitu: Lembaga yang tidak memiliki tapi menguasai benda, seperti perantara dan makelar. Lembaga menguasai komoditas pertanian pedagang pengumpul, tengkulak, eksportir, dan importir. Lembaga pemasaran yang tidak memiliki dan menguasai komoditas komoditas yang diperjualbelikan, seperti perusahaan - perusahaan transportasi, asuransi pemasaran, dan perusahaan penentu kualitas produk pertanian. Lembaga pemasaran berperan dalam menentukan bentuk saluran Saluran sekumpulan organisasi yang saling bergantung yang terlibat dalam proses pembuatan produk atau jasa menjadi Saluran pemasaran merupakan saluran yang produknya kepada konsumen (Santika & Adhi, 2016. Kotler, 2. Lembaga pemasaran membentuk pola pemasaran yang biasa disebut saluran pemasaran. Gambaran pola pemasaran secara umum adalah sebagai berikut: Page 173 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A Produsen Ae Konsumen Saluran terpendek, saluran paling sederhana untuk distribusi barang-barang konsumen tanpa melalui atau melibatkan perantara. Produsen Ae Pengecer Ae Konsumen Saluran ini produsen menjual pada pengecer dalam jumlah yang besar, tanpa menggunakan perantara. Produsen Ae Wholesaler (Pedagang Besa. Ae Pengecer Ae Konsumen Saluran ini banyak digunakan oleh produsen dan sering disebut distribusi Di sini produsen hanya melayani pembelian dalam jumlah yang besar saja dan tidak menjual pada pengecer. Pembelian pengecer dilayani wholesaler dan pembelian konsumen dilayani pengecer. Produsen Ae Agen Ae Pengecer Ae Konsumen Banyak produsen lebih suka menggunakan manufacturer agen broker atau perantara agen yang lain daripada menggunakan wholesaler untuk mencapai pasar pengecer, khususnya middleman agen antara produsen dan retailer . Hasil penelitian di lapangan, proses pemasaran cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah terdiri dari tiga saluran pemasaran: saluran I petani pengumpul desa, dikarenakan petani sudah terikat untuk menjual ke pengumpul desa dan pengumpul desa langsung menjual ke konsumen, saluran II petani memasarkan melalui pedagang pengumpul besar lalu ke pedagang pengecer, terakhir ke konsumen. Saluran i petani memasarkan melalui pedagang pengempul besar, kemudian ke pasar Lemabang, lalu pedagang pengecer dan terakhir ke konsumen. Jelasnya bagan aliran pemasaran ditampilkan pada gambar berikut: Page 174 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A II. Petani Gambar 2. Konsumen Bagan Saluran Pemasaran Cabai Merah Keriting di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang. Keterangan: PPD= Pedagang Pengumpul Desa. PB= Pedagang Pengumpul Besar. PL= Pasar Lembang, dan PP= Pedagang Pengecer Margin dan Biaya Pemasaran Cabai Merah Keriting Margin pemasaran adalah selisih harga dari dua tingkat rantai pemasaran atau selisih harga yang dibayarkan ditingkat pengecer dengan harga yang diterima oleh produsen . Jadi perbedaan harga diantara tingkat lembaga dalam sistem pemasaran. Margin pemasaran terdiri dari biaya pemasaran dan keuntungan masing-masing lembaga pemasaran yang memasarkan cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah. Hasil penelitian menujukkan bahwa pada saluran I petani menjual cabai merah keriting pada pedagang pengumpul desa Rp30. 000,00/Kg, kemudian pedagang pengumpul menjual Rp35. 000,00/Kg dan membeli dengan Rp30. 000,00/Kg. Biaya pemasaran sebesar Rp570,00/Kg terdiri . ngkut, penyusutan cabai, penyusutan karung dan retribus. Lalu margin pemasaran pada pedagang pengumpul desa Rp5. 000,00/Kg, sehingga keuntugan yang diterima pedagang pengumpul desa sebesar 4. 430,00/Kg. Tabel 2. Margin dan biaya pemasaran usahatani cabai merah keriting pada saluran I. II, dan i di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang. Keterangan Uraian Harga (Rp/K. Share (%) SALURAN I Petani Harga jual 000,00 85,71 II. Pedagang pengumpul desa Harga beli 000,00 85,71 Biaya pemasaran 570,00 1,63 Harga jual 000,00 100,00 Keuntugan 430,00 12,66 Margin 000,00 14,29 Konsumen Harga akhir 000,00 100,00 Page 175 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A SALURAN II Petani Harga jual II. Pedagang pengumpul besar Harga beli Biaya pemasaran Harga jual Keuntungan Margin i. Pedagang pengecer Harga beli Biaya pemasaran Harga jual Keuntungan Margin IV. Konsumen Harga akhir 000,00 71,11 000,00 700,00 000,00 300,00 000,00 71,11 1,56 88,89 16,22 17,78 000,00 780,00 000,00 220,00 000,00 88,89 1,73 100,00 9,38 11,11 000,00 100,00 000,00 58,18 000,00 880,00 000,00 120,00 000,00 58,18 1,60 76,36 16,58 18,18 000,00 550,00 000,00 450,00 000,00 76,36 1,00 81,82 13,55 14,55 000,00 770,00 000,00 230,00 000,00 90,91 7,69 100,00 7,67 9,09 000,00 100,00 SALURAN i Petani Harga jual II. Pedagang pengumpul besar Harga beli Biaya pemasaran Harga jual Keuntungan Margin i. Pasar lemabang Harga beli Biaya pemasaran Harga jual Keuntungan Margin IV. Padagang pengecer Harga beli Biaya pemasaran Harga jual Keuntungan Margin Konsumen Harga akhir Sumber: Data primer diolah Tabel 2 menjelaskan margin pemasaran saluran pemasaran II, petani menjual cabai merah keriting pada pedagang pengumpul besar harga Rp32. 000,00/Kg, seperti biaya . ngkut, biaya transportasi, penyusutan cabai dan retribusi lalu penyusutan karun. dengan total biaya Rp700,00/Kg. Margin pedagang pengumpul besar Rp8000,00 Kg, keuntungan sebesar Rp7. 300,00/Kg, lalu di beli pedagang pengecer dengan harga Rp40. 000,00/Kg dengan biaya pemasaran Rp780,00/Kg . iaya transportasi retibusi dan penyusutan Margin pemasaran pedagang pengencer Rp5. 000,00/Kg, keuntungan Page 176 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A Rp4220,00/Kg, lalu pengecer menjual nya langsung ke konsumen akhir dengan harga Rp45. 000,00/Kg, artinya margin yang lebih besar di terima oleh pedagang pengumpul besar adalah Rp8. 000,00/kg. Dari tabel di atas dapat di jelaskan bahwa, petani menjual cabai merah keriting dengan harga Rp32. 000,00/Kg membeli dengan harga Rp32. 000,00/Kg, dengan biaya . ngkut, transportasi dan penyusutan cabai, retribusi penyusutan karun. dan total biaya Rp880,00/Kg. Margin pemasaran yang diterima pedagang besar Rp10. 000,00/Kg dan Rp9. 120,00/Kg dengan harga jual Rp42. 000,00/Kg. Selanjutnya Pedagang besar menjual kepasar lemabang dengan harga Rp42. 000,00/Kg dan Rp550,00/Kg meliputi biaya . ngkut, transportasi dan penyusutan karun. Margin pemasaran yang diterima Rp8. 000,00/Kg dan keuntungan lembaga yang diterima sebesar Rp7. 450,00/Kg, sementara harga jual pedagang pasar lemabang Rp50. 000,00/Kg. Kemudian melalui pasar lemabang, pedagang pengecer membeli cabai merah keriting dengan harga Rp50. 000,00/Kg, dengan biaya Rp770,00/Kg. Adapun margin yang diterima oleh lembaga pemasaran Rp5. 000,00/Kg. Keuntungan yang diterima pedagang pengecer Rp4. 230,00/Kg dengan harga jual cabai merah keriting ke konsumen akhir sebesar Rp55. 000,00/Kg. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Suhaeni et al. , . bahwa margin pemasaran akan semakin besar bila dalam saluran pemasaran banyak lembaga yang terlibat, akibatnya harga akan lebih tinggi ditingkat konsumen. FarmerAos Share Cabai Merah Keriting FarmerAos share adalah bagian harga yang diterima dibagi harga jual FarmerAos share dalam suatu kegiatan pemasaran dapat dijadikan Semakinn tinggi farmerAos share yang diterima petani, maka dikatakan semakin efisien kegiatan pemasaran yang dilakukan. Sebaliknya semakin rendah farmerAos share yang diterima petani, maka akan semakin tidak efisiensi dari suatu pemasaran. FarmerAos share pada masing-masing saluran pemasaran cabai merah keriting dapat dilihat pada Tabel 3. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa secara keseluruhan baik saluran pemasaran I farmersAos share nya sebesar 85,7 persen dan saluran pemasaran II sebesar 71,1 persen, lalu dibagian saluran pemasaran i farmersAos share nya lebih rendah dari II sebesar 58,8 persen yang arti nya saluran pemasaran I yang lebih efisien dari saluran pemasaran II dan i. Seperti diungkapkan Annisa et al. , . Dillon . Emam . bahwa semakin banyak kelembagaan tataniaga yang terlibat dalam pemasaran suatu produk . emakin panjang saluran tataniag. , akan dapat diperkirakan akan semakin tersebut, sehingga farmerAos share akan lebih kecil. Page 177 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A Tabel 3. FarmerAos share petani contoh usahatani cabai merah keriting masing-masing saluran di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang. Harga beli Harga jual Petani FarmerAos Komponen Konsumen (Rp/K. Share (%) (Rp/K. Saluran I 000,00 000,00 85,71 Saluran II 000,00 000,00 71,11 Saluran i 000,00 000,00 58,18 Sumber: Data primer diolah Konsepsi Keriting Usahatani Cabai Merah Usahatani cabai merah keriting yang diusahakan oleh petani contoh di Kelurahan Sei Selincah merupakan usaha pokok setelah beras. Pada saat penelitian harga jual cabai merah keriting ini cukup tinggi yaitu rata-rata Rp30. 000,00/kg di tingkat petani. Hasil penelitian di lapangan panen beberapa kali . mumnya bisa sampai 8 kal. panen, dengan tenggang waktu panen 2 minggu 1 kali. Setiap kali panen produksi cabai langsung dijual oleh petani, karena kalau tidak segera dijual maka cabai akan layu dan busuk. Pernyataan ini sesuai dengan konsep Wijaya dan Sutapa, . , bila terlambat dalam penyaluran akibatnya harga jual menjadi turun atau rendah. Rata-rata produksi per hektar usahatani cabai merah keriting yang dihasilkan petani contoh per musim tanam adalah 015 kilogram. Penggunaan Faktor Produksi Lahan merupakan faktor produksi yang terpenting karena merupakan berlangsungnya proses produksi yang berarti lahan merupakan modal tetap yang harus dimanfaatkan seefisien mungkin oleh petani. Lahan yang diusahakan oleh petani contoh untuk tanaman cabai merah keriting adalah lahan milik sendiri, yang penggunaannya tanpa dipungut biaya dengan catatan lahan tersebut harus dirawat. Lahan usahatani yang dikelola petani untuk kegiatan usahatani cabai merah keriting berkisar seluas antara 0,5 hektar sampai 2 hektar, dengan rata-rata luas lahan yang diusahakan petani contoh seluas 0,97 ha. Umumnya kegiatan usahatani tanaman cabai merah keriting pada akhir musim Kegiatan produksi tidak akan dapat dilakukan jika tidak terdapat dilakukannya proses produksi itu sendiri, sehingga petani memerlukan tenaga kerja, sumber-sumber alam, modal Penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah ditampilkan pada Tabel 4 berikut. Benih merupakan salah satu faktor yang menentukan produksi suatu komoditas, hasil produksi yang baik akan didapat apabila benih yang digunakan memiliki kualitas yang baik Benih cabai merah keriting yang digunakan oleh petani contoh adalah jenis hibrida kiyo F1 cap panah merah. Rata-rata petani contoh menggunakan benih sebanyak 40 gram per hektar . Page 178 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A bungkus beni. yang berat per bungkus 10 gram. Tabel 4. Rata-rata penggunaan benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja usahatani cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang, 2020 Uraian Satuan Jumlah Benih 0,04 Pupuk - Kandang - Urea - KCl - NPK - Dolomit Pestisida - Pegasos 0,35 - Prapaton 0,20 - Krowen 0,18 Tenaga Kerja Upah (R. 667,00 Sumber: Data primer diolah Pupuk dan Pestisida Pupuk merupakan material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman, sehingga mampu berproduksi dengan baik. Pupuk dominan yang digunakan petani sampel adalah pupuk Kandang. Urea. KCl. NPK dan Dolomit. Penggunaan pupuk mempunyai tingkat keragaman tanggap yang cukup besar, tergantung individu tanaman atau varietas yang digunakan. Pupuk NPK adalah suatu jenis pupuk majemuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara yang digunakan untuk menambah kesuburan tanah (Hulopi. Pupuk kimia yang dianjurkan lebih dominan pada unsur P dan K. Unsur P diperlukan tanaman untuk pembungaan dan pemasakan buah lebih Unsur K diperlukan untuk mengeraskan bagian batang dan cabang tanaman. Selain pupuk kimia, petani juga menggunakan pupuk kandang, untuk memperbaiki struktur tanah (Samekto, 2. Berdasarkan Tabel 5 di bawah ini sejumlah 802 kg per hektar hal ini dikarenakan pupuk kandang diberikan sebagai pupuk dasar pemupukannya merata pada setiap tanaman cabai merah keriting, sedangkan pupuk yang paling sedikit digunakan pada usahatani tanaman cabai merah keriting adalah pupuk KCL dengan jumlah 41 kg per hektar, karena pupuk ini digunakan hanya sebagai pelengkap saja. Petani di daerah penelitian ratarata menggunakan pestisida berupa prapaton, krowen, dan pegasos dimana untuk membasmi hama dan penyakit tanaman cabai merah keriting. Lebih jelasnya rata-rata penggunaan pestisida dapat dilihat pada tabel berikut. Pemakaian digunakan dosis lebih tinggi diatas Page 179 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A Tabel 5. Rata-rata penggunaan pupuk pada usahatani cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang, 2019 Jenis Pupuk dan Pestisida Rata-Rata Penggunaan (K. Kandang . 802,00 Urea . 42,00 KCL . 41,00 NPK . 52,00 Dolomit . 47,00 Prapaton 0,20 Krowen 0,18 Pegasos 0,35 Sumber: Data primer diolah berulangkali, bisa menyebabkan hama menjadi toleran terhadap pestisida yang digunakan sehingga hama tidak mati atau populasi hama tidak akan berkurang, sebaliknya bila penggunaan dengan takaran lebih rendah juga menyebabkan hama bertambah subur dan cenderung berkembang biak lebih Jadi sebaiknya pestisida digunakan sesuai amjuran . esuai dengan pestisida yang digunaka. Alat-alat Pertanian dan Tenaga Kerja Petani berusahatani cabai merah keriting memerlukan peralatan pertanian antara Alat-alat pertanian ini diperoleh petani contoh dengan cara membeli pada kios saprodi, dimana alatalat tersebut dapat dipakai berkali-kali dalam kegiatan usahatani cabai merah Rata-rata penyusutan alat pertanian yang digunakan oleh petani contoh usahatani cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah dapat dilihat pada Tabel 6 berikut. Usahatani cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah dengan rata-rata luas lahan 0,97 hektar, tetap melibatkan orang lain sebagai tenaga kerja terutama dalam pengolahan tanah dan Rata-rata pengeluaran tenaga kerja petani contoh dalam satu kali musim tanam per hektar setelah dikonversikan dengan uang adalah sebesar Rp3. 667,00. Tabel 6. Rata-rata biaya penyusutan alat pada usahatani cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang, 2019 Jenis peralatan Cangkul Parang Arit Handsprayer Jumlah Jumlah . 1,27 1,67 1,00 5,74 Nilai Penyusutan (R. 500,00 333,00 333,00 252,00 418,00 Lama Pakai (Tahu. 2,00 2,00 2,00 2,47 8,47 Sumber: Data primer diolah Page 180 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A Biaya Produksi Biaya usahatani cabai merah keriting diartikan sebagai besarnya biaya yang dikeluarkan oleh petani sampel untuk memproduksi suatu produk dalam mengolah tanaman miliknya, baik itu biaya pupuk, biaya benih, biaya pestisida, dan biaya tenaga kerja. Hasil penelitian diketahui bahwa total biaya produksi usahatani cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah sebesar Rp6. 855,00. Biaya produksi tertinggi yaitu pada biaya variabel sebesar Rp6. 467,00, sementara pengeluaran biaya tetap sebesar Rp419. 388,00. Jelasnya perincian biaya produksi ditampilkan pada Tabel 7 Tabel 7. Rata-rata biaya produksi pada usahatani cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang, 2019 Jumlah Biaya No. Uraian (R. Biaya Variabel terdiri dari: Benih 333,00 Pupuk 467,00 Pestisida 000,00 Tenaga kerja 667,00 Jumlah 467,00 Biaya Tetap terdiri dari biaya penyusutan alat Cangkul 500,00 Parang 333,00 Arit 333,00 Handsprayer 222,00 Jumlah 388,00 Total Biaya Produksi 855,00 Sumber: Data primer diolah Produksi. Harga Jual. Penerimaan, dan Pendapatan Penerimaan antara produksi dengan harga jual, besarnya penerimaan yang diterima oleh petani untuk setiap rupiah yang dikeluarkan dalam kegiatan produksi usahatani dipengaruhi oleh jumlah produksi yang dihasilkan dan harga satuan produksi yang dihasilkan. Semakin tinggi jumlah produksi dan harga satuan produksi yang dihasilkan maka penerimaan usahatani semakin besar sebaliknya, semakin rendah jumlah produksi dan harga satuan penerimaan usahatani semakin kecil. Hal ini tentu saja tidak luput dari banyaknya pembelian cabai merah keriting yang menjadi kebutuhan penting bagi sebagian besar masyarakat dan dikomsumsi sebagian besar penduduk tanpa memperhatikan tingkat sosial (Prastowo et al. , 2. Hasil penelitian di lapangan diperoleh rata-rata produksi cabai merah keriting yaitu 1. 015 kg/ha dengan harga sebesar Rp 30. 000,00/kg. Berdasarkan produksi dan harga jual persatuan rata-rata penerimaan usahatani cabai merah Page 181 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A keriting per musim tanam adalah 000,00/Kg/MT. Besar kecilnya penerimaan petani di daerah penelitian bervariasi tergantung dengan banyaknya produksi cabai merah keriting yang dihasilkan serta harga jual yang berlaku saat itu. Pendapatan usahatani adalah selisih antara penerimaan usahatani cabai merah keriting dan semua biaya produksi usahatani cabai merah keriting selama proses produksi ataupun biaya yang dibayarkan. Hasil penelitian rata-rata penerimaan usahatani cabai merah Rp30. 000,00, sedang biaya yang dikeluarkan sebesar 855,00, hal ini berarti penerimaan petani dapat menutupi semua biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi usahatani cabai merah keriting di daerah penelitian, sementara itu pendapatan usahatani cabai merah keriting sebesar Rp23. 145,00/Kg/MT. Hasil penelitian rata-rata pendapatan petani contoh ini cukup besar untuk digunakan menunjang keuangan rumah tangga Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat (Taufik . , bahwa bila pengeluaran lebih kecil dari penerimaan artinya petani sudah bisa menghidupi keluarganya. Adapun ratarata pendapatan usahatani cabai merah keriting disajikan pada Tabel 8. Tabel 8. Rata-rata produksi, harga jual dan penerimaan pada usahatani cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang. Uraian Rata-rata Produksi . 015,00 Harga jual (Rp/k. 000,00 Penerimaan (R. 000,00 Biaya Produksi (R. 855,00 Pendapatan (R. 145,00 Sumber: Data primer diolah Kontribusi Keriting Usahatani Cabai Merah Pendapatan penerimaan baik berupa uang maupun berupa barang yang berasal dari pihak lain maupun hasil industri yang dinilai atas dasar sejumlah uang dari harta yang berlaku saat itu. Pendapatan seseorang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sangat penting artinya langsung mau pun tidak langsung seperti hal nya menurut (Suroto, 2. Petani contoh yang berusahatani cabai merah keriting saat itu memperoleh meningkatkan taraf hidupnya beserta keluarganya, disamping itu mereka juga usahatatani lain . adi, jagung, teron. dan luar usahatani . uruh bangunan, warun. Dari ketiga pendapatan petani ini, kita dapat menghitung berapa besar kontribusi Page 182 of 185 Yudhi Zuriah Wirya Purba. Analisis Pemasaran Usahatani A pendapatan keluarga. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 9. Dari Tabel 9 dapat diketahui bahwa kontribusi pendapatan usahatani cabai merah keriting sebesar 89,59%, kontribusi pendapatan usahatani lain 4,55% pendapatan dari luar usahatani sebesar 5,79%. Nilai kontribusi pendapatan usahatani cabai merah keriting sebesar 89,66% (Nasution & Barizi, 2. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani cabai merah keriting masih harus diintensifkan lagi untuk menambah pendapatan Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Purba, . bahwa persentase yang tinggi bisa menjadi Tabel 9. Kontribusi pendapatan usahatani cabai merah keriting terhadap pendapatan keluarga di Kelurahan Sei Selincah, 2019 Persentase Kontribusi Rata-rata (%) Usahatani 145,00 89,66 Usahatani Lain 667,00 4,55 Luar Usahatani 000,00 5,79 Sumber: Data primer diolah KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Hasil penelitian adalah 3 saluran pemasaran cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah terdiri dari tiga saluran pemasaran yaitu . petani-pedagang pengepul desakonsumen, . petani Ae pedagang besar Ae pedagang pengecer Ae konsumen, . petani Ae pedagang pengepul besar Ae pasar lemabang Ae pedagang pengecer Ae konsumen. Biaya pemasaran masing-masing saluran 1 sebesar Rp570,00, saluran II sebesar Rp740,00 dan saluran i 733,33. Margin Rp5000,00, saluran II sebesar Rp6. 500,00 dan saluran i sebesar Rp 7. 667,00 Sementara farmer share pada saluran I sebesar 85,7, saluran II sebesar 71,1 dan saluran i Kontribusi pendapatan usahatani cabai merah keriting sebesar 89,66 persen, dengan kriteria terglong DAFTAR PUSTAKA