PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN SEKTOR ANEKA INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2020 Tania Pebrianti1. Mumun Maemunah2. Carolyn Lukita3 Universitas Buana Perjuangan Karawang Akuntansi. Ekonomi dan Bisnis E-mail: ak17. taniapebrianti@mhs. id 1, mumun. maeunah@ubpkarawang. id 2 , carolyn@ubpkarawang. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor fundamental terhadap harga saham perusahaan Sektor Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang kemudian dianalisis dengan aplikasi SPSS Versi 16 dan merupakan data time series. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Net Profit Margin (NPM) berpengaruh negative dan signifikan terhadap harga saham. Return on Asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga saham dan Debt to Equity Ratio berpengaruh negative dan signifikan terhadap harga saham. Serta hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa Net Profit Margin. Return on Asset, dan Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan secara simultan terhadap harga saham. Kata Kunci: Debt to Equity Ratio. Net Profit Margin. Return on Asset. Harga Saham. Abstract The purpose of this study was to determine the effect of fundamental factors on stock prices of various industrial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2017-2020 period. The method used in this research is multiple linear regression analysis. The data used in this study is secondary data which is then analyzed with the SPSS Version 16 application and is time series data. The sampling technique in this study used purposive The results showed that partially Net Profit Margin (NPM) had a negative and significant effect on stock Return on Assets (ROA) has a significant effect on stock prices and Debt to Equity Ratio has a negative and significant effect on stock prices. And the results of the research simultaneously show that Net Profit Margin. Return on Assets, and Debt to Equity Ratio have a significant effect simultaneously on stock prices. Keyword: Debt to Equity Ratio. Net Profit Margin. Return on Asset. Share Price. Pendahuluan Latar belakang Tumbuhnya perekonomian di Indonesia banyak didukung dari berbagai sektor industri. Seluruh sektor industri yang berada di Indonesia memiliki tantangannya masing-masing untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaannya, salah satu cara perusahaan untuk menjaga keberadaannya yaitu dengan berupa penanaman modal oleh investor. Penanaman modal atau investasi dapat didefinisikan sebagai pembelian saham di sebuah perusahaan di bursa saham. Adanya pasar modal yaitu sebagai penghubung antara perusahaan dengan investor dalam proses menanamkan dana dari investor. Bagi perusahaan pasar modal memiliki peran sebagai media penyedia dana dari investor, dan bagi investor pasar modal memiliki peran sebagai media investasi yang diharapkan akan mendapatkan keuntungan dari dana yang diinvestasikan. Harga saham merupakan salah satu faktor penting yang harus dipertimbangkan investor sebelum berinvestasi, karena mencerminkan prestasi perusahaan sebagai emiten. Harga saham memiliki 3 . kategori dalam pasar modal, yaitu low price . arga terenda. , high price . arga tertingg. , dan close price . arga penutupa. Pada hari pasar modal, harga terendah dan tertinggi adalah harga terendah dan tertinggi yang terjadi. Harga penutupan adalah harga di mana pasar ditutup atau paling baru dibuka. Menurut Azis . , harga saham adalah harga saham di bursa atau pasar modal yang aktif, atau harga penutupan jika bursa ditutup. Penelitian ini menekankan pada faktor internal perusahaan yang sering dipandang sebagai faktor penting untuk menentukan harga saham. Faktor internal perusahaan dalam analisis pasar modal sering disebut dengan faktor fundamental. Menurut Sutrisno . , analisis fundamental adalah analisis mengenai harga saham yang menilai kinerja perusahaan yang telah menerbitkan saham serta analisis ekonomi yang dapat memengaruhi perusahaan dimasa yang akan datang. Kinerja perusahaan mampu dilihat dari pertumbuhan perusahaan, laporan posisi keuangan serta laporan laba rugi komprehensifnya, proyeksi usaha dan rencana perluasan dan kerjasama. Umumnya jika kinerja perusahaan tumbuh dengan baik, maka harga saham akan meningkat. Pentingnya menganalisis mengenai pengaruh faktor fundamental dari kinerja perusahaan karena untuk mengetahui pola perilaku harga saham pada suatu entitas . Nilai perusahaan yang ditunjukkan pada nilai kapitalisasi atau pendanaan perusahaan akan tinggi apabila kinerja perusahaan tersebut baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh faktor fundamental terhadap harga saham yang diukur dengan rasio keuangan, seperti net profit margin, return on assets, dan debt to equity ratio. Tabel 1. Perkembangan NPM. ROA dan DER Sektor Aneka Industri Periode 2017-2020 Tahun NPM . ROA DER Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai NPM. ROA dan DER dari tahun 2017-2020 mengalami fluktuasi. NPM mengalami penurunan pada tahun 2019 yaitu sebesar 6,98, kemudian pada tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 1,95 akan tetapi masih tetap negatif senilai -5,03. Hal ini bertentangan dengan asumsi yang mengatakan bahwa jika nilai NPM tinggi maka perusahaan akan lebih produktif. ROA menilai seberapa baik perusahaan mengelola asetnya untuk menghasilkan keuntungan. Semakin besar nilai ROA maka akan semakin besar pula laba yang didapatkan. Perhitungan ROA dari laporan keuangan tahun 20172020 menunjukkan hasil 1,73 . , 1,16 . , 0,95 . , -0,46 . ROA menunjukkan penurunan selama 4 tahun. DER menilai kemampuan perusahaan untuk membayar kembali pinjamannya. Jika nilai DER menghasilkan nilai yang tinggi, berarti pembiayaan perusahaan berasal dari kreditur, dan bukan dari modal perusahaan sendiri. DER dilihat dari hasil perhitungannya pada tahun 2017-2020 sebesar 52,46 . , 109,27 . , 54,37 . , 173,03 . DER menunjukkan hasil yang berfluktuasi selama 4 tahun. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan pasar modal akhir tahun 2017, sektor aneka industri naik sebesar 2,77% memimpin delapan dari sepuluh indeks sektoral sehingga membuat indeks sektoral menguat. (Kumparan. com, 2. Dan IHSG pada tahun 2020 pada penutupan perdagangan sesi I, tujuh sektor penopang IHSG mengalami kenaikan. Dimana, sektor aneka industri naik paling tinggi diantara sektor lainnya yaitu sebesar 2,5%. (Economy. com, 2. Rumusan Masalah Apakah Net Profit Margin (NPM) berpengaruh signifikan terhadap harga saham Perusahaan Sektor Aneka Industri yang terdaftar di BEI periode 2017-2020? Apakah Return On Assets (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga saham Perusahaan Sektor Aneka Industri yang terdaftar di BEI periode 2017-2020? Apakah Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap harga saham Perusahaan Sektor Aneka Industri yang terdaftar di BEI periode 2017-2020? Apakah Net Profit Margin (NPM). Return On Assets (ROA), dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh secara simultan terhadap harga saham Perusahaan Sektor Aneka Industri yang terdaftar di BEI periode 2017-2020? Tujuan Peneltian Untuk menganalisis pengaruh signifikan Net Profit Margin terhadap harga saham Perusahaan Sektor Aneka Industri periode 2017-2020. Untuk menganalisis pengaruh signifikan Return On Assets terhadap harga saham Perusahaan Sektor Aneka Industri periode 2017-2020. Untuk menganalisis pengaruh signifikan Debt to Equity Ratio terhadap harga saham rasio Perusahaan Sektor Aneka Industri periode 2017-2020. Untuk menganalisis pengaruh Net Profit Margin. Return On Assets, dan Debt to Equity Ratio secara simultan terhadap harga saham Perusahaan Sektor Aneka Industri periode Tinjauan Pustaka Signalling Theory Signalling theory atau teori sinyal pertama kali dikemukakan oleh Spence pada tahun 1973 yang mengemukakan bagaimana perusahaan memberikan sinyal yang dapat dimanfaatkan oleh pihak penerima atau pengguna laporan keuangan. Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk memberikan sinyal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik di masa yang akan datang . ood new. sehingga investor tertarik untuk berinvestasi. Informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan merupakan unsur penting bagi pelaku bisnis maupun pihak investor karena informasi yang didapat memberikan pengaruh terhadap keputusan investasi pihak di luar perusahaan. Harga Saham Harga saham merupakan harga yang terjadi di bursa pada waktu tertentu. Harga saham bisa berubah naik atau pun turun dalam hitungan waktu yang bergitu cepat. Hal tersebut dimungkinkan karena tergantung dengan permintaan dan penawaran antara pembeli saham dengan penjual saham. (Darmadji & Fakhrudin, 2012:. Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Harga Saham Faktor fundamental perusahaan berperan penting dalam proses pengambilan keputusan untuk memilih saham pada suatu emiten. Menurut Kasmir . , analisis rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Net Profit Margin (NPM) diperoleh dengan membandingkan besarnya laba bersih perusahaan dengan penjualannya. Semakin tinggi nilai rasio ini, menunjukkan bahwa profitabilitas perusahaan semakin baik sehingga investor tertarik untuk menanamkan modalnya (Jumingan, 2014:. Return on Asset (ROA) mencerminkan seberapa besar return yang dihasilkan atas setiap rupiah uang yang dikeluarkan atau ditanamkan dalam bentuk aset. Semakin tinggi ROA, maka akan semakin baik (Murhadi, 2015:. Debt to Equity Ratio atau rasio hutang dengan modal sendiri merupakan imbangan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini berarti modal sendiri semakin sedikit dibandingkan dengan hutangnya (Sutrisno, 2017:. Kerangka Pemikiran Penelitian ini menggunakan tiga variabel independen dan satu variabel dependen dimana dapat dinyatakan dalam satu bentuk gambar kerangka pemikiran seperti di bawah ini: Gambar 1. Kerangka Pemikiran Keterangan : : Pengaruh Parsial : Pengaruh Simultan Berdasarkan gambar kerangka pemikiran di atas, dapat dijelaskan bahwa variabel bebas . dalam penelitian ini adalah Net Profit Margin (NPM) sebagai ycU1 . Return on Asset (ROA) sebagai ycU2 dan Debt to Equity Ratio (DER) sebagai ycU3 , yang akan memengaruhi variabel terkait . yaitu Harga Saham sebagai Y baik secara parsial maupun simultan. Hipotesis Berdasarkan kerangka pemikiran, maka peneliti dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai : Net Profit Margin (NPM) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham : Return on Asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham : Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham : Net Profit Margin. Return on Asset, dan Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Harga Saham Metode Penelitian Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif. Menurut Sugiyono . , metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Populasi. Sampel, dan Teknik Sampling Berikut disajikan hasil seleksi penelitian dengan menggunakan purposive sampling. Tabel 2. Kriteria Pemilihan Sampel Jumlah Kriteria Perusahaan Total perusahaan Sektor Aneka Industri yang terdaftar di BEI Perusahaan Sektor Aneka Industri yang tidak mem-publish laporan keuangan di BEI pada tahun 2017-2020 Perusahaan Sektor Aneka Industri yang tidak konsisten terdaftar di BEI selama periode 2017-2020 Jumlah sampel Tahun pengamatan Jumlah sampel selama periode 2017-2020 Data outlier yang dikeluarkan untuk memenuhi normalitas . Total data penelitian setelah outlier Metode Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif: Menurut Ghozali . , statistik deskriptif memberikan gambaran atau menguraikan suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, varian, maksimum, sum, range, kurtosis dan skewness . emencengan distribus. tentang data setiap variabel-variabel penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini. Uji Normalitas: Uji normalitas adalah pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen maupun dependen mempunyai distribusi yang normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah regresi yang distribusi normal. (Ghozali, 2018:. Dalam mengambil keputusan dilihat dari hasil uji Kolmogorov-Smirnov, jika nilai profitabilitas signifikansi > 0,05 maka data terdistribusi secara normal. Sebaliknya, jika nilai profitabilitas signifikansi < 0,05 maka data tersebut tidak terdistribusi secara normal. Uji Multikolinearitas: Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah antar variabel bebas ditemukan adanya kolerasi. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi di antara variabel bebas. (Ghozali . Uji Autokorelasi: Menurut Sunyoto . uji autokolerasi bertujuan untuk mengetahui persamaan regresi tersebut baik atau tidak, apabila baik maka tidak terjadi autokolerasi. Masalah autokolerasi ada jika terdapat kolerasi secara linear antara kesalahan pengganggu periode t dengan kesalahan pengganggu periode t-1 . Uji Heteroskedastisitas: Uji heteroskesdastisitas adalah varian residual yang bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda antar satu pengamatan dengan pengamatan lain maka disebut dengan heteroskesdastisitas. (Ghozali, 2018:. Analisis Regresi Linier Berganda Menurut Ghozali . , analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui arah dan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Persamaan analisis regresi linear berganda adalah: ycU = yca yca1 ycu1 yca2 ycu2 yca3 ycu3 yce Analisis Koefesien Determinasi Uji koefisien determinasi pada intinya bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai dari koefisien determinasi terletak pada 0 dan 1. Klasifikasi koefisien kolerasi yaitu 0 . idak ada koleras. , 00,49 . olerasi lema. , 0,50 . olerasi modera. , 0,51-0,99 . olerasi sempurn. Nilai yayccycycycycyceycc ycI2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel independen yang diteliti memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2018:. Uji Hipotesis Uji Hipotesis Hubungan Parsial (Uji . Uji statistik t digunakan untuk menguji pengaruh signifikan variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen (Ghozali, 2. Uji Hipotesis Hubungan Simultan (Uji F) Pada pengujian signifikansi secara simultan akan diuji pengaruh semua variabel independen penelitian ini secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Uji statistik yang digunakan pada pengujian simultan adalah uji F atau yang biasa disebut dengan Analysis of varian (ANOVA). Menurut Sugiyono . pengujian hipotesis dapat menggunakan rumus signifikan kolerasi ganda sebagai berikut: yaEa = ycI2/yco . Oe ycI. cu Oe yco Oe . Pembahasan Statistik Deskriptif Tabel 3. Uji Statistik Deskriptif setelah Outlier Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation NPM ROA DER Harga Saham Valid N . Berdasarkan tabel di atas, maka hasil yang diperoleh dan dapat dijelaskan adalah: Berdasarkan uraian tersebut maka diketahui dari 75 data sampel nilai Net Profit Margin (NPM) minimum atau terendah dalam penelitian ini adalah -0,09 yang mana dapat dikatakan bahwa nilai NPM PT. Ever Shine Textile Industry Tbk tahun 2019 tersebut kurang baik. Sedangkan nilai NPM maximum atau tertinggi dalam penelitian ini yang dimiliki oleh PT. Ateliers Mecaniques D'Indonesie Tbk pada tahun 2019 sebesar 0,12 dimana nilai tersebut dapat dikatakan baik dan investor akan tertarik untuk berinvestasi. Kemudian mean atau rata-rata nilai NPM dalam penelitian ini sebesar 0,017 dan memiliki standar deviasi sebesar 0,046. Dapat diketahui dari 75 data sampel nilai Return on Asset (ROA) terendah atau minimum sebesar -0,05 maka dapat dikatakan ROA PT. Garuda Metalindo Tbk pada tahun 2020. PT. Ever Shine Textile Industry Tbk pada tahun 2019, dan PT. Asia Pacific Fibers Tbk pada tahun 2019 tersebut kurang baik karena perusahaan tersebut tidak menghasilkan profit melainkan loss atau rugi. Sedangkan nilai ROA tertinggi atau maximum dalam penelitian ini sebesar 0,12 maka dapat dikatakan ROA PT KMI Wire and Cable Tbk pada tahun 2017 baik, karena semakin tinggi nilai ROA maka akan semakin baik perusahaan tersebut. Kemudian mean atau rata-rata ROA dalam penelitian ini sebesar 0,019 dan memiliki standar deviasi sebesar 0,039. Diketahui dari 75 data sampel penelitian nilai Debt to Equity Ratio (DER) terendah atau minimum sebesar -1,26 maka dapat dikatakan nilai DER PT. Asia Pacific Fibers Tbk pada tahun 2018 dan 2019 baik karena aktivitas perusahaan tidak banyak dibiayai oleh liabilitas. Sedangkan nilai tertinggi . DER sebesar 3,66 maka dapat dikatakan DER PT. Ricky Putra Globalindo Tbk pada tahun 2020 menunjukkan bahwa kewajiban . lebih besar dari pada ekuitas. Kemudian rata-rata . DER dalam penelitian ini sebesar 1,202 dan memiliki standar deviasi sebesar 1,052. Diketahui dari 75 data sampel yang memiliki harga saham terendah . atau dikatakan termurah dalam penelitian ini yaitu yang dimiliki PT. Primarindo Asia Infrastructure Tbk pada tahun 2019 sebesar Rp50 maka batas auto rejection-nya sebesar lebih dari 35% auto rejection atas atau kurang dari 7% auto rejection bawah acuan harga saham yang artinya kenaikan harga saham maksimal pada perusahaan tersebut sebesar Rp67,5 dan jika harga saham turun maka penurunan paling dalam sebesar Rp46,5. Sedangkan harga saham maksimum atau dapat dikatakan mahal dalam penelitian ini yaitu sebesar Rp840 maka batas auto rejection-nya sebesar lebih dari 25% auto rejection atas atau kurang dari 7% auto rejection bawah acuan harga saham yang dimiliki PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk pada tahun 2017 dan PT. Garuda Metalindo Tbk pada tahun 2019 yang artinya kenaikan harga saham maksimal pada kedua perusahaan tersebut sebesar Rp1. 050 dan jika harga saham turun maka penurunan paling dalam sebesar Rp781,2. Ratarata . nilai harga saham dalam penelitian ini sebesar Rp310,75 dan memiliki standar deviasi sebesar 202,641. Uji Normalitas Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas dengan uji Kolmogorov Smirnov sebagai berikut: Jika nilai profitabilitas signifikansinya > 5% atau 0,05 maka data terdistribusi secara Jika nilai profitabilitas signifikansinya > 5% atau 0,05 maka data tersebut tidak terdistribusi secara normal. Tabel 4. Uji Normalitas setelah Outlier One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Berdasarkan tabel uji normalitas di atas, diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. yaitu sebesar 0,103 > 0,05 yang menunjukkan bahwa data terdistribusi normal. Sehingga data tersebut sudah memenuhi asumsi normalitas karena setelah dikeluarkannya data outlier nilai signifikansi yang dihasilkan yaitu sebesar 0,103 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,05. Uji Multikolinearitas Pengambilan keputusan untuk mengetahui data yang bebas dari multikolinearitas yaitu sebagai berikut: Jika nilai VIF < 10 dan angka tolerance > 0,1 berarti tidak terjadi multikolinearitas dalam model regresi. Jika nilai VIF > 10 dan tolerance < 0,1 berarti terdapat gejala multikolinearitas dalam model regresi. Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF NPM ROA DER Dependent Variable: Harga Saham Hasil uji multikolinearitas diatas diperoleh nilai tolerance pada masing-masing variabel independen yaitu lebih dari 0,1 maka dapat dikatakan bahwa data terbebas dari Nilai tolerance NPM sebesar 0,122 > 0,1. Nilai tolerance ROA sebesar 0,124 > 0,1. Kemudian nilai tolerance DER sebesar 0,960 > 0,1. Begitupun nilai VIF pada masingmasing variabel independen lebih kecil dari 10 yaitu nilai VIF NPM sebesar 8,172 < 10, nilai VIF ROA sebesar 8,071 < 10, dan nilai VIF DER sebesar 1,042 < 10. Sehingga dapat dikatakan bahwa penelitian ini terbebas dari multikolinearitas. Uji Autokorelasi Menurut Ghozali . , dasar pengambilan keputusan ada atau tidaknya autokolerasi dengan uji Durbin Watson (DW) yang memiliki ketentuan sebagai berikut: Jika nilai 0 < d < dL maka terdapat autokolerasi positif. Jika nilai dL < d < dU maka hasilnya tidak dapat disimpulkan. Jika nilai dU < d < 4 Ae dU maka tidak terdapat autokolerasi. Jika nilai 4 Ae dU < d < 4 Ae dL maka hasilnya tidak dapat disimpulkan. Jika nilai 4 Ae dL < d < 4 maka terdapat autokolerasi negatif. Tabel 6. Uji Autokolerasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Lag_X3. Lag_X2. Lag_X1 Dependent Variable: Lag_Y Berdasarkan hasil pengujian diatas, diperoleh nilai Durbin-Watson (DW) sebesar 2,056. Selanjutnya mencari nilai dL . atas bawah Durbin-Watso. dan dU . atas atas Durbin-Watso. pada tabel Durbin-Watson. Diketahui k = 3 dan a = 0,05 serta n = 75, maka didapatkan nilai dL sebesar 1,5432 dan nilai dU sebesar 1,7092. Kemudian nilai DW dibandingkan dengan nilai yang terdapat pada pengambilan keputusan ada atau tidaknya autokolerasi, posisi nilai DW berada diantara dU dan 4 Ae dU atau 1,7092 < 2,056 < 2,2908 yang mana nilai 2,2908 didapatkan dari 4 Ae 1,7092. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data tersebut tidak terdapat Uji Heteroskedastisitas Dasar pengambilan keputusan dalam uji heteroskedastisitas dengan menggunakan uji glejser yaitu sebagai berikut: Apabila nilai signifikansinya > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Apabila nilai signifikansinya < 0,05 maka terjadi gejala heteroskedastisitas. Tabel 7. Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. LnX1 LnX2 LnX3 Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: ABS_RES Berdasakan hasil pengujian diatas, terlihat bahwa nilai signifikan LnX1 atau Net Profit Margin (NPM) sebesar 0,226 > 0,05. Nilai signifikan untuk LnX2 atau Return on Asset (ROA) sebesar 0,051 > 0,05 dan untuk nilai signifikan LnX3 atau Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0,092 > 0,05. Maka berdasarkan nilai signifikan ketiga variabel dapat dikatakan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas. Uji Regresi Linear Berganda Tabel 8. Hasil Regresi Liniear Berganda Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. NPM ROA DER Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Harga Saham Adapun hasil analisis regresi linear berganda dapat diketahui sebagai berikut: Harga Saham = 351,811 Ae 3. 440,478 NPM 4. 389,618 ROA Ae 53,747 DER Melalui persmaan regresi linear berganda tersebut dapat diketahui hal-hal berikut: Nilai konstanta . sebesar 351,811 dengan arah hubungannya positif menunjukkan bahwa apabila Net Profit Margin (X. Return on Asset (X. , dan Debt to Equity Ratio (X. dianggap konstan atau nol maka harga saham (Y) mengalami peningkatan sebesar 351,811. Nilai koefisien regresi NPM (X. 440,478 dengan arah hubungannya negatif menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 satuan variabel NPM, maka akan menurunkan variabel harga saham (Y) sebesar -3. 440,478 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan. Nilai koefisien regresi ROA (X. 389,618 dengan arah hubungan positif. Hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan ROA sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan variabel harga saham (Y) sebesar 4. 389,618 dengan asumsi variabel independen lainnya konstan. Nilai koefisien regresi DER (X. sebesar -53,747 dengan arah hubungan negatif. Hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan DER sebesar 1 satuan maka akan diikuti oleh penurunan harga saham sebesar -53,747 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan. Analisis Koefisien Determinasi Tabel 9. Analisis Koefisien Determinasi Model Summaryb Model Adjusted R Std. Error of the Square Estimate R Square Predictors: (Constan. DER. ROA. NPM Dependent Variable: Harga Saham Berdasarkan tabel analisis koefisien determinasi di atas, maka dapat dilihat hasil uji koefisien kolerasi secara keseluruhan. Nilai R Square . cI2 ) sebesar 0,161 artinya pengaruh Net Profit Margin (X. Return on Asset (X. , dan Debt to Equity Ratio (X. terhadap harga saham (Y) sebesar 16,1% sedangkan sisanya sebesar 83,9% harga saham dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Nilai Adjusted ycI2 dari hasil uji yaitu sebesar 0,125. Nilai Adjusted ycI 2 berada diantara 0-0,49 sehingga dapat dikatakan kolerasi lemah. Uji Parsial (Uji . Tabel 10. Uji t Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error NPM ROA DER Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Harga Saham Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa pengaruh parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen yaitu sebagai berikut: Hipotesis pertama adalah net profit margin (NPM) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Berdasarkan tabel 4. 11 dapat diketahui bahwa nilai ycEaycnycycycuyci sebesar -2,507 sedangkan nilai ycycycaycayceyco sebesar 1,994 dan nilai signifikansi sebesar 0,014. Maka berdasarkan nilai mutlaknya ycEaycnycycycuyci 2,507 > ycycycaycayceyco 1,994 dan nilai signifikan 0,014 < 0,05 maka ya0 ditolak dan yayca diterima. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa net profit margin (NPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham dan itu berarti hipotesis pertama terdukung. Hipotesis kedua adalah return on asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga Berdasarkan tabel 4. 11 dapat diketahui bahwa nilai ycEaycnycycycuyci sebesar 2,769 sedangkan nilai ycycycaycayceyco sebesar 1,994 dan nilai signifikansinya sebesar 0,007. Maka ycEaycnycycycuyci 2,769 > ycycycaycayceyco 1,994 dan nilai signifikan 0,007 < 0,05 maka ya0 ditolak dan yayca Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa return on asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga saham dan artinya hipotesis kedua terdukung. Hipotesis ketiga adalah debt to equity ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Berdasarkan tabel 4. 11 dapat diketahui bahwa nilai ycEaycnycycycuyci sebesar -2,514 sedangkan nilai ycycycaycayceyco sebesar 1,994 dan untuk signifikansinya sebesar 0,014. Maka berdasarkan nilai absolutnya ycEaycnycycycuyci 2,514 > ycycycaycayceyco 1,994 dengan nilai signifikansi 0,014 < 0,05 maka ya0 diterima dan yayca ditolak. Sehingga dapat dikatakan bahwa debt to equity ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham dan artinya hipotesis ketiga terdukung. Uji Simultan (Uji F) Tabel 11. Uji Simultan ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Predictors: (Constan. DER. ROA. NPM Dependent Variable: Harga Saham Berdasarkan hasil pengujian di atas terlihat bahwa nilai signifikansi hasil uji F sebesar 0,006 dimana nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 maka yayca diterima. Kemudian membandingkan nilai yaEaycnycycycuyci dengan yaycycaycayceyco dimana pada hasil uji F diketahui bahwa nilai yaEaycnycycycuyci sebesar 4,537 sedangkan untuk yaycycaycayceyco sebesar 3,126 maka yaEaycnycycycuyci 4,537 > yaycycaycayceyco 3,126. Nilai yaycycaycayceyco diperoleh dari tabel F . ccyce1 = k Ae 1 dan yccyce2 = n Ae k Ae 1 serta yu = 0,. sehingga yccyce1 = 3-1 = 2, yccyce2 = 75-3-1 = 71 dan yu = 0,05 maka diperoleh nilai sebesar 3,126. Sehingga menunjukkan bahwa net profit margin (X. , return on asset (X. , dan debt to equity ratio (X. berpengaruh signifikan secara simultan terhadap harga saham perusahaan Sektor Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020. Pembahasan Pengaruh X1. X2, dan X3 terhadap Y Pengaruh Net Profit Margin (NPM) terhadap Harga Saham Net Profit Margin (NPM) secara statistik menunjukkan nilai ycEaycnycycycuyci -2,507 > ycycycaycayceyco 1,994 dan nilai signifikan 0,014 < 0,05. Berdasarkan nilai absolut ycEaycnycycycuyci yaitu sebesar 2,507 dengan tanda negatif yang berarti memiliki pengaruh negatif. Dengan demikian secara parsial net profit margin (NPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan Sektor Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020. Besar kecilnya rasio ini dapat mempengaruhi harga saham. NPM yang kecil menunjukkan bahwa tingkat efisiensi dan efektivitas pengelolaan penjualan perusahaan kurang baik. Oleh karena itu. NPM yang kecil dapat memberikan suatu sinyal buruk . ad new. bagi pasar, sehingga respon yang ditunjukkan oleh pasar akan menurunkan harga saham, maka NPM memiliki pengaruh yang negatif terhadap harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Yuliana dan Rini . serta hasil penelitian Anggraeni dan Indra . Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa NPM berpengaruh negatif terhadap harga saham. Pengaruh Return on Asset (ROA) terhadap Harga Saham Return on Asset (ROA) secara statistik menunjukkan nilai ycEaycnycycycuyci 2,769 > ycycycaycayceyco 1,994 nilai signifikan 0,007 < 0,05. Dengan demikian secara parsial return on asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan Sektor Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020. Pengunaan teori sinyal mengenai informasi tingkat ROA atau besarnya pengembalian terhadap aset yang digunakan untuk menghasilkan laba yang Jika nilai ROA tinggi maka menunjukkan kinerja perusahaan tersebut baik sehingga investor akan tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Nilai ROA yang tinggi menunjukkan prospek perusahaan tersebut baik, sehingga investor akan merespon sinyal tersebut dengan positif dan nilai perusahaan akan meningkat. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Yuliana dan Rini . serta penelitian yang dilakukan oleh Ria dan Indra . Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif secara signifikan terhadap harga saham. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham Debt to Equity Ratio (DER) secara statistik menunjukkan nilai ycEaycnycycycuyci -2,514 > ycycycaycayceyco 1,994 dengan nilai signifikan 0,014 < 0,05. Berdasarkan nilai absolut ycEaycnycycycuyci yaitu sebesar 2,514 dengan tanda negatif yang berarti memiliki pengaruh negatif. Sehingga secara parsial debt to equity ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan Sektor Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020. Nilai DER tinggi maka akan menunjukkan aktivitas perusahaan lebih banyak dibiayai oleh hutang, dan akan menyebabkan tingginya beban bunga yang harus dibayar sehingga informasi tersebut merupakan sinyal yang buruk . ad new. bagi investor. Dengan demikian, investor akan menilai bahwa keuntungan yang didapat akan berkurang dan mengurangi minat investor terhadap saham perusahaan tersebut. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Erick . serta Nuraini dkk . Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa DER tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Pengaruh Net Profit Margin (NPM). Return on Asset (ROA), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham Hasil uji secara simultan . ersama-sam. pengaruh NPM. ROA, dan DER terhadap harga saham diperoleh nilai yaEaycnycycycuyci 4,537 > yaycycaycayceyco 3,126. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa NPM. ROA, dan DER berpengaruh signifikan secara simultan terhadap harga saham perusahaan Sektor Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Hasil statistik dari pengujian koefisien determinasi menunjukkan bahwa persentase NPM. ROA, dan DER secara simultan terhadap harga saham yakni sebesar 16,1% sedangkan sisanya sebesar 83,9% harga saham dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kesimpulan Net Profit Margin (NPM) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Besar kecilnya rasio ini dapat mempengaruhi harga saham. NPM yang kecil menunjukkan bahwa tingkat efisiensi dan efektivitas pengelolaan penjualan perusahaan kurang baik. Oleh karena itu. NPM yang kecil dapat memberikan suatu sinyal kurang baik bagi pasar, sehingga respon yang ditunjukkan oleh pasar akan menurunkan harga saham. Return on Asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. ROA menunjukkan bagaimana efektivitas manajemen dalam mengelola aset yang dimiliki oleh perusahaan untuk menghasilkan profit atau laba yang optimal. Perusahaan yang menghasilkan profit yang tinggi diharapkan akan mampu memberikan dividen yang besar untuk para investor atau pemegang sahamnya. Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Apabila DER tinggi maka akan menunjukkan aktivitas perusahaan lebih banyak dibiayai oleh hutang, dan akan menyebabkan tingginya beban bunga yang harus dibayar sehingga keuntungan bagi investor akan berkurang dengan demikian hal tersebut akan menjadi sinyal buruk bagi investor serta akan mengurangi minat investor terhadap saham perusahaan tersebut. Net Profit Margin. Return on Asset, dan Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan secara simultan terhadap harga saham perusahaan Sektor Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020. Saran