Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Melindungi Sesama dengan Menjadikan Kesehatan Sebagai Hal yang Utama di Tengah Pandemi Covid–19 Lasman Parulian Purba*1, Paulina Prasethio2, Natalia Dessy Harijanto3, Novilita Regina Raja4, Maria Yustina Raja5, Chesya Pebriana Sunur6, Ruth Novie Paulinda7 1 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Darma Cendika 2,3,4,5 Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Katolik Darma Cendika 6,7 Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Katolik Darma Cendika Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No. 201 Surabaya, telp. (031)5914157/fax. (031)5939625 e-mail: *1lasman.parulian@ukdc.ac.id, 2realpaulina133@gmail.com, 3 nata.liadessy99@gmail.com,4 novilitaregina10@gmail.com, 5mariayustina1892@gmail.com 6 chesya.sun@gmail.com, 7ruth.paulinda@student.ukdc.ac.id Abstrak Penyebaran COVID-19 tengah mewabah di seluruh dunia termasuk Indonesia. Hal ini menyebabkan keresahan diseluruh lapisan masyarakat -tak terkecuali di tiga lokasi tempat pengabdian masyarakat dari tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) kali ini di Kota Surabaya- sehingga penting untuk memberikan edukasi dan atau dukungan kepada masyarakat terkait pentingnya tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Cara ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus COVID-19 di masyarakat sekaligus memberi semangat kepada warga masyarakat setempat bahwa tetap perlu waspada bahwa COVD-19 masih ada dan masih dapat menular apalagi jika tidak dilakukan PHBS. Masyarakat mengapresiasi usaha yang dilakukan tim Abdimas UKDC berdasarkan informasi dari para Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat setelah Abdimas dilaksanakan. Kata kunci : COVID-19, Edukasi, PHBS, Pengabdian Masyarakat 1. PENDAHULUAN Abdimas adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa [1]. Abdimas merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh dosen di Perguruan Tinggi, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Swasta (PTS) di Indonesia [2]. Universitas Katolik Darma Cendika di Kota Surabaya merupakan salah satu PTS di bawah naungan LLDIKTI VII (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Jawa Timur juga melakukan kegiatan tersebut. Abdimas kali ini dilaksanakan oleh dosen bersama sekelompok mahasiswa selama kurang lebih lima (5) bulan di tiga lokasi di Kota Surabaya setelah memperoleh ijin prinsip yang diberikan oleh para Pejabat setempat yang kebetulan merupakan tempat dimana kelompok mahasiswa peserta Abdimas berdomisili. Mengingat kondisi saat ini bahwa virus Covid-19 yang kian merebak [3] membuat masyarakat harus semakin menjaga kesehatan untuk dirinya sendiri maupun kesehatan sesama untuk mencegah penularannya termasuk di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Untuk itu memberikan edukasi dan atau dukungan kepada masyarakat terkait pentingnya tetap menjaga PHBS secara terus-menerus merupakan cara yang dipilih untuk dilaksanakan oleh sekelompok Tim Abdimas LPPM UKDC yang mana sebagian besar dilakukan secara luring (offline) dengan menjalankan Protokol Kesehatan. Strategi pilihan pencegahan penularan COVID-19 tersebut mendukung apa yang telah dilakukan oleh pemerintah sebagaimana dilaksanakan juga oleh [4] dan strategi yang dilakukan oleh Karo [5] diantara yang lainnya [6-8]. 29 Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Masyarakat menurut hasil Ansos dan konfirmasi dari para Pejabat RT setempat mengafirmasi dan menyetujui rencana pelaksanaan Abdimas oleh sekelompok tim Abdimas dari LPPM UKDC dimaksud. Tulisan ini diawali dengan pembahasan metode pelaksanaan Abdimas yakni ANSOS (Analisis Sosial) pada bagian 2. Sebagai lanjutan dari ANSOS yakni uraian mengenai hasil dan pembahasan atas hasil-hasil Abdimas yang dilakukan dipaparkan pada bagian 3 (hasil dan pembahasan). Kesimpulan tim Abdimas dilaporkan pada bagian 4 tulisan ini yakni bagian kesimpulan yang mana ditutup dengan memberikan daftar pustaka yang dirujuk sebagai dasar teori pelaksanaan Abdimas. 2. METODE Penelitian kegiatan pengabdian masyarakat ini, berdasarkan pengamatan di lapangan secara langsung. Penelitian ini termasuk ke dalam deskriptif kualitatif. Adapun mahasiswa yang terlibat dalam melakukan pengabdian ini, terdiri dari 6 mahasiswa dari Program Studi dan Fakultas yang berbeda-beda (4 orang dari Fakultas Ekonomi berperan pertama sekali mencari data dari lokasi-lokasi dan pihak-pihak khususnya Bapak dan atau Ibu RT di lokasi setempat, 2 orang dari Fakultas Hukum memiliki peran yang sama dengan peran mahasiswa dari Fakultas Ekonomi yakni mencari data dari lokasi-lokasi dan pihak-pihak khususnya Bapak dan atau Ibu RT di lokasi setempat) didampingi seorang dosen (Fakultas Teknik, dengan peran pertama menganalisis data-data yang dikumpulkan oleh ke-6 mahasiswa dalam diskusi secara daring, kedua menyimpulkan hasil analisis bersama tim Abdimas (total 7 orang) secara daring). Mahasiswa melakukan pengumpulan data yang didapatkan melalui metode wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Walaupun dilakukan di tiga lokasi yang berbeda, Abdimas ini memakai metode yang sama. Hasil analisis sosial dari Tim kemudian dikomunikasi dengan para pihak di RT setempat (Paulina Prasethio, Chesya Pebriana Sunur, Ruth Novie Paulinda kepada pihak RT di Kebraon V; Natalia Dessy Harijanto kepada pihak RT di Kebraon Barat XV; Novilita Regina Raja, Maria Yustina Raja kepada pihak RT di lokasi Kapasari Gang 2). Setelah mendapat persetujuan dari pihak RT dengan menimbang kapasitas dari pihak Abdimas kemudian dilaksanakan program aksi kegiatan Abdimas. Metode wawancara dilakukan dengan mendatangi langsung pejabat dan warga setempat di ketiga lokasi, seperti RT maupun RW karena termasuk key informant yang mengetahui seluk beluk dari lokasi Abdimas tersebut. Selain itu, dilakukan juga wawancara kepada salah satu warga di lokasi Abdimas. Wawancara ini dilakukan bertujuan untuk menggali informasi-informasi yang terkait mengenai apa yang terjadi di setiap lokasi sehubungan dengan PHBS yang dilakukan masyarakat setempat khususnya pada bulan awal pelaksanaan Abdimas. Observasi merupakan kegiatan yang dilakukan dengan pengamatan secara langsung menggunakan seluruh alat indra. Obyek pengamatan dari tim tentu saja warga yang bertempat tinggal disana. Sedangkan, untuk kegiatan dokumentasi merupakan kegiatan pendukung dimana seluruh kegiatan yang dilaksanakan di setiap lokasi didokumentasikan melalui kamera. Selanjutnya berdasarkan informasi yang diperoleh dan beberapa penelitian pengabdian masyarakat yang telah dipublikasikan sebelumnya, kemudian menyampaikan hasilnya kepada para pihak terkait di lokasi masing-masing untuk mendapatkan persetujuan hendak melaksanakan aksi pengabdian dimaksud kepada warga masyarakat di tiga lokasi dimaksud. Kemudian menanyakan tanggapan akan pelaksanaan Abdimas seraya memberikan tali asih sederhana. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 30 Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Hasil ANSOS yang dilakukan di tiga lokasi tersebut dapat disampaikan sebagai berikut: 1. Banyak warga yang tidak menjaga jarak. 2. Banyak warga yang tidak memakai masker pada saat keluar rumah. 3. Semenjak pandemi, banyak warga yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar. 4. Kurang tersedianya tempat cuci tangan. 5. Kegiatan di Posyandu yang kurang terkendali. 6. Penjagaan yang tidak/kurang ketat di tiap kampung dalam mengawasi warga untuk melakukan protokol kesehatan. 7. Tidak adanya poster mengenai protokol kesehatan. Dalam kalimat yang lebih ringkas dapat disebutkan bahwa kepedulian masyarakat kurang dalam mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Masyarakat cenderung menyepelekan karena merasa bahwa kondisi Covid-19 ini tidak kunjung selesai sehingga cenderung tidak peduli terhadap kesehatan diri dan sesama. Dari permasalahan tersebut, tim Abdimas telah mendiskusikan dengan pejabat setempat dan karenanya setelah menimbang pendapat dari para pejabat dimaksud dan juga keterbatasan kapasitas tim, maka diberikanlah solusi dan target yang akan dilakukan di 3RT Kota Surabaya dimaksud. Berikut adalah beberapa solusi dan target yang dilakukan oleh tim Abdimas (beberapa hasil dokumentasi utama ditunjukkan pada gambar 1, 2, dan 3; pelaksanaan program ditunjukkan pada Tabel 1), yaitu : 1. Memberikan sosialisasi tentang bahayanya tidak menjaga jarak (Social Distancing) pada masa pandemi COVID-19 dengan membagikan dan menempel poster/banner untuk mengingatkan kembali pada masyarakat tentang bahaya COVID-19 dilokasi yang strategis (pintu keluar-masuk) Gang. 2. Membagikan masker di setiap rumah warga. Pembagian masker ini bertujuan agar warga yang masih tidak menggunakan masker, dapat mulai menggunakan masker sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dan tetap menjaga PHBS. 3. Membagikan handsanitizer, dengan tujuan agar warga dapat membersihkan tangan setelah melakukan kegiatan, agar tetap terjaga kebersihannya. 4. Membagikan bibit tanaman sayur atau buah, dengan tujuan agar lokasi dapat lebih sejuk, asri, dan terasa segar serta meningkatkan nutrisi pada tubuh dengan adanya tambahan asupan dari sayuran atau buah-buahan juga untuk menjaga imun tubuh. 5. Membantu dalam kegiatan posyandu. Kegiatan yang dilakukan adalah membantu pendataan bayi dan balita di setiap bulan di tanggal 4. Pendataan dilakukan dengan memasukkan semua nama bayi dan balita. 6. Mengecat tembok di kampung dengan warna yang cerah sehingga menarik untuk dipandang dan membuat suasana baru sehingga warga lebih bersemangat di masa pandemi yang menimbulkan kekuatiran. Gambar 1. Pertemuan Perwakilan Tim dengan Pejabat RT setempat (Kiri) 31 Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X dan kegiatan Tim Abdimas di Kebraon Gang V (Kanan) Gambar 2. Kegiatan Tim Abdimas di Griya Kebraon Barat XV Kota Surabaya: membantu mendata Bayi dan Balita (Kiri), membagikan masker serta bibit tanaman sayur dan buah (Kanan) Gambar 3. Kegiatan Tim Abdimas di Kapasari Gang 2 Kota Surabaya: mengecat tembok (Kiri), membagikan masker kepada seorang Warga (Kanan) No. 1 2 Tabel 1. Kegiatan Aksi dan Waktu Pelaksanaan Aksi Nama Kegiatan Waktu Pelaksanaan Sosialisasi 3M ke penduduk setempat Pembagian Masker dan Handsanitizer 32 Tanggal 11 April 2021 Tanggal 04 April, 11 April, 18 April, 25 April 2021, 12 Juni 2021 Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 3 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X 4 Pemasangan Poster dan Banner Mengenai Protokol Kesehatan Kerja Bakti 5 Pembagian Bibit Tanaman 6 Mendata Nama Bayi dan Balita di Posyandu 7 Mengecat Tembok Tanggal 11 April dan 21 April 2021 Setiap 1 bulan sekali, pada hari Minggu Minggu akhir sebelum masa Abdimas berakhir Setiap bulan selama 5 bulan Tanggal 28 Maret 2021 dan 04 April 2021 Dari data-data atas analisa, solusi dan target yang telah dilakukan, tim Abdimas mampu memberikan hasil kepada warga di 3 wilayah, untuk dapat menyadari pentingnya untuk saling melindungi sesama dan diri sendiri serta terus berupaya PHBS dilakukan. Dengan adanya program pemasangan poster dan banner di wilayah Kebraon Durian 5 (ditunjukkan pada Gambar 1) yang diikuti dengan program sosialisasi terkait dengan pentingnya penggunaan masker dan Program 3M. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan pembagian masker dan handsanitizer, beberapa warga juga mulai meminimalisir kegiatan diluar rumah kecuali jika memang diperlukan. Warga setempat perlahan mulai menggunakan masker pada saat keluar rumah dan sering mencuci tangan dengan menggunakan handsanitizer untuk menjaga kebersihan agar terhindarkan dari virus COVID. Selama melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Griya Kebraon Barat XV (ditunjukkan pada Gambar 2), terdapat beberapa perubahan yang tampak terhadap warga setempat. Melalui program pertama, yaitu pembagian masker, warga setempat perlahan mulai menggunakan masker ketika sedang beraktivitas di luar rumah. Anak- anak yang selalu berkumpul bersama untuk bermain juga mulai berkurang. Sedangkan melalui program kedua, yaitu mendata bayi dan balita untuk membantu data posyandu, menunjukkan bahwa data yang sebelumnya terlihat sangat berantakan dan berceceran kini sudah tertata dengan baik. Data setiap anak telah diisi secara lengkap dimulai dari data berat badan, tinggi badan, data orang tua dan yang lain sebagainya. Pihak Ibu RT juga merasa telah terbantu karena sebelumnya merasa bingung dalam mencari data bayi dan balita yang terdaftar di posyandu. Sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19 ini, tim Pengabdian Masyarakat di Jalan Kapasari Gang 2 dan 3 (ditunjukkan pada Gambar 3), melaksanakan kegiatan antara lain: pengecatan tembok agar terlihat lebih bagus dan bersih, membagikan masker, memasang poster 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan), dan juga membagikan hand sanitizer. Kegiatan tersebut diusahakan agar dapatnya mengurangi penyebaran virus Covid-19 dan mendukung pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan. Secara keseluruhan dokumentasi ringkasan kegiatan Abdimas kali ini ditunjukkan pada Gambar 1, Gambar 2, Gambar 3, Tabel 1, Laporan Akhir Pengabdian Masyarakat [9] dan video [10] . Berdasarkan program kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan terhadap 3 wilayah di Kota Surabaya, yaitu di Jalan Kebraon Gang 5, Jalan Griya Kebraon Barat, dan Jalan Kapasari Gang 2, diperoleh hasil survei melalui wawancara kepada pejabat setempat, secara langsung didapatkan berbagai respon yang bervariasi. Dari respon yang diberikan oleh pejabat setempat adalah rata-rata warga sangat puas dengan diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini mengenai upaya pencegahan Covid-19 yaitu dengan cara melakukan kegiatan sosialisasi 3M kepada warga setempat, pembagian masker dan sanitizer, pemasangan poster dan banner mengenai protokol kesehatan, kerja bakti, pembagian bibit tanaman dan pot, mendata nama bayi dan balita di Posyandu, serta mengecat tembok. Respon yang diberikan khususnya dari warga melalui Pengurus RT setempat pada saat kunjungan (pelaksanaan abdimas secara luring) tim abdimas maupun kunjungan perwakilan tim abdimas di tiap-tiap lokasi pada saat menyampaikan kesan dan pesan tali asih secara umum pengetahuan (sosial) bertambah dan diikuti dengan tindakan warga yang sedikit bertambah bersemangat penting 33 Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X dalam menjaga PHBS dimulai dari masing-masing individu (kesehatan menjadi hal yang utama). 4. KESIMPULAN Berdasarkan ANSOS dilanjutkan dengan aksi kegiatan pengabdian masyarakat ini, jelas membuktikan bahwa sekalipun mengadakan pengabdian masyarakat saat pandemi, masih memiliki banyak manfaat serta tetap dapat menggambarkan wujud dari adanya pengabdian kepada masyarakat. Hal ini didukung dengan adanya sosialisasi terkait dengan 3M, membagikan masker serta handsanitizer, melakukan penempelan poster dan banner, serta membuat lokasi pengabdian masyarakat menjadi lebih bersih dan sehat, yang kesemuanya mendukung PHBS khususnya dilokasi setempat. Sekalipun dilaksanakan pada saat pandemi, Abdimas oleh sekelompok mahasiswa dan dosen UKDC tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan cara membatasi dan menaati aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 5. SARAN Saran dalam pelaksanaan program Abdimas kedepannya yaitu bahwa keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan dari pemerintah setempat dan partisipasi warga masyarakat. Saran untuk penelitian selanjutnya agar dapatnya untuk melihat hasil penelitian dengan ditinjau dari berbagai perspektif yang lain, misalnya menambah dan atau membuat tempat cuci tangan (wastafel) non kontak, dan lain sebagainya. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami sampaikan kepada Universitas Katolik Darma Cendika yang telah memberikan bantuan financial demi kelancaran jalannnya kegiatan Abdimas di ketiga lokasi RT yang berbeda di Kota Surabaya. DAFTAR PUSTAKA [1] PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2020 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI, Jakarta, 2020. [2] Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, 2020, PANDUAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT EDISI XIII TAHUN 2020, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional Gedung B.J. Habibie Lantai 19, Jl. MH. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat. http://simlitabmas.ristekdikti.go.id [3] Center for System Science and Engineering at Johns Hopkins University, csse_covid_19_daily_reports_us, https://github.com/CSSEGISandData/COVID19/blob/master/csse_covid_19_data/csse_covid_19_daily_reports_us/01-01-2021.csv, diakses tgl 23 Juni 2021. [4] Latifah, U., Baroroh, U., Fitrianingsih, D., 2021, Penggunaan Masker Dan Cuci Tangan Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 Di Kota Tegal, Jurnal Abdimas PHB, No.1, Vol.4, 78-84, : https://ejournal.poltektegal.ac.id/index.php/abdimas/article/download/2084/1312/20847352-1-PB.pdf. 34 Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X [5] Karo, M. B., 2020. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Strategi Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19, Prosiding Seminar Nasional Hardiknas 30 Mei. http://proceedings.ideaspublishing.co.id/index.php/hardiknas/article/view/1, 2020, Gorontalo, 7 Mei. [6] Khuzaiyah, S., Izzah, N., Setianto, T. G., 2021, Model Pembentukan Relawan Pendidik Covid-19 Secara Daring dan Berjenjang: Sebuah Upaya Pencegahan Covid-19 Berbasis Masyarakat, Jurnal Abdimas PHB, No.1, Vol.4, 95-102, : https://ejournal.poltektegal.ac.id/index.php/abdimas/article/view/2230/1322/2230-7414-1 PB.pdf. [7] Julianti, R., Nasirun, H. M., Wembrayarli., 2018, PELAKSANAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI LINGKUNGAN SEKOLAH, Jurnal Ilmiah Potensia, No.2, Vol.3, 11-17, : https://ejournal.unib.ac.id/index.php/potensia/article/view/2960/2681/2960-9278-2PB.pdf. [8] Wati, P. D. C. A., Ridlo, I. A., 2020, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Masyarakat di Kelurahan Rangkah Kota Surabaya, Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 8 No. 1 (2020) 47-58, : https://www.ejournal.unair.ac.id/PROMKES/article/download/10106/10223/10106-70111-2-PB.pdf. [9] Purba, L. P., Sunur, C. P., Paulinda, R. N., Prasethio, P., Harijanto, N. D., Raja, N. R., Raja, M. Y., 2021, Melindungi Sesama dengan Menjadikan Kesehatan Sebagai Hal yang Utama di Tengah Pandemi Covid – 19, Laporan Pengabdian Masyarakat, Universitas Katolik Darma Cendika, Surabaya. [10] KKN Universitas Katolik Darma Cendika 2021 https://youtu.be/Mz0VVVVH0cc, diakses 21 Juni 2021. 35 - Kelompok 19,