Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Efektivitas Sistem Pengelolaan Sampah Organik di Pesantren (MAS) Daar Al Ilmi Kota Serang Ratu Dea Mada Badriyah1. Eva Safaah2. Muhammd Nazriel Zimbran3 1Tadris Bahasa Inggris. Fakultas Studi Ilmu Pendidikan. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Serang-Cilegon. Taman Kopassus. Serang. Banten 2Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Serang-Cilegon. Taman Kopassus. Serang. Banten 3Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Serang-Cilegon. Taman Kopassus. Serang. Banten ratudeamada@gmail. ABSTRAK Pesantren (MAS) Daar Al Ilmi merupakan lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada pembinaan akhlak dan ilmu agama, tetapi juga mendorong kemandirian dan kepedulian lingkungan bagi para santrinya. Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus di lingkungan pesantren adalah pengelolaan sampah, khususnya sampah organik yang berasal dari aktivitas dapur, konsumsi santri, dan sisa tanaman kebun pesantren. Permasalahan sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, munculnya bau tidak sedap, serta potensi penyebaran penyakit. Program Pengabidan Kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pendekatan partisipatif, edukatif, dan praktis, melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, santri, dan pengurus pesantren. Metode pelaksanaan dirancang untuk memastikan program pengelolaan sampah organik berjalan efektif dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran lingkungan, pengurangan volume sampah organik, pemanfaatan limbah menjadi produk bermanfaat, peningkatan kualitas lingkungan dan estetika pesantren, transfer ilmu dan keterampilan yang aplikatif, sehingga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut di masa depan secara mandiri oleh pihak pesantren. Kata kunci: Pengelolaan sampah. Pesantren Daar Al Ilmi, sampah organik ABSTRACT A Pesantren (MAS) Daar Al Ilmi is an Islamic educational institution that not only focuses on character building and religious knowledge but also encourages self-reliance and environmental awareness among its students. One issue receiving special attention within the pesantren environment is waste management, particularly organic waste from kitchen activities, student consumption, and garden plant remains. Poorly managed organic waste can lead to various negative impacts, such as environmental pollution, unpleasant odors, and the potential spread of This Community Service Program was implemented using a participatory, educational, and practical approach, involving collaboration among university students, pesantren students, and pesantren administrators. The implementation methods were designed to ensure the organic waste management program runs effectively and sustainably. The outcomes of this activity include increased environmental awareness, reduced volume of organic waste, utilization of waste into beneficial products, improved environmental quality and aesthetics of the pesantren, and the transfer of applicable knowledge and skills. This opens up opportunities for future independent development by the pesantren. Keywords: Waste management. Pesantren Daar Al Ilmi, organic waste SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Sampah secara umum didefinisikan sebagai sisa-sisa bahan yang berasal dari aktivitas manusia dan tidak lagi digunakan, sehingga dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang atau diolah Berdasarkan perundang-undangan Indonesia, khususnya Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah diklasifikasikan menjadi dua jenis utama, yaitu sampah organik dan Sampah organik merupakan sampah yang dapat terurai secara alami, seperti sisa makanan, daun, dan bahanbahan yang berasal dari makhluk hidup lainnya, sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang sulit terurai, contohnya plastik, logam, dan kaca. Pengelolaan sampah merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pengelolaan sampah sendiri mencakup pengumpulan, pemilahan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan akhir, yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Pengelolaan sampah di lingkungan pesantren memiliki urgensi yang sangat penting untuk diperhatikan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan sekaligus tempat tinggal yang menampung banyak santri dan pengasuh dalam satu kawasan, menghasilkan limbah sampah yang tidak Jika tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut dapat menimbulkan kesehatan, seperti pencemaran udara, air, dan tanah serta munculnya berbagai vektor penyakit. Kondisi ini berpotensi keselamatan seluruh warga pesantren (Nurhayati et al. , 2. Selain aspek kesehatan, pengelolaan sampah di pesantren juga memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter dan kesadaran ekologis para santri. Penelitian oleh Riri Khariroh . menunjukkan bahwa masih banyak santri yang belum memahami perbedaan antara sampah organik dan anorganik, sehingga tingkat kesadaran dalam pengelolaan sampah di pesantren masih sangat rendah. Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang terstruktur dan berbasis pendidikan di pesantren sangat dibutuhkan untuk membangun pola hidup bersih dan ramah Lebih jauh, pesantren sebagai institusi sosial dan keagamaan memiliki peran penting dalam mendidik generasi muda lingkungan yang bertanggung jawab. Pengelolaan sampah yang efektif di pesantren bukan hanya soal menjaga kebersihan, tetapi juga sebagai wujud implementasi nilai-nilai Islam yang menekankan pemeliharaan alam dan lingkungan hidup sebagai amanah dari Allah SWT (Nu. id, 2. Dengan demikian, urgensi pengelolaan sampah di pesantren tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga filosofis dan edukatif. Pengelolaan sampah di pesantren memiliki beberapa tujuan penting yang tidak hanya berkaitan dengan aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan, tetapi juga aspek pendidikan dan sosial. Pertama, tujuan utama dari pengelolaan sampah adalah menciptakan lingkungan pesantren yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga pesantren. Lingkungan yang bersih dapat mencegah penyebaran penyakit serta meningkatkan kualitas hidup santri dan pengasuh (Nurhayati et , 2. Kedua, pesantren bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ekologis para Melalui program edukasi dan praktik langsung dalam pengelolaan sampah, para santri diajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan bagaimana cara mengelola sampah dengan baik dan benar, terutama pemilahan sampah organik dan anorganik (Riri Khariroh, 2. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi tempat pembentukan karakter peduli lingkungan. Ketiga, menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan sampah. Sampah organik yang dikelola dengan baik dapat Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk pertanian atau penghijauan, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomi (Infeb. Hal ini mendukung pesantren untuk menjadi institusi yang mandiri Keempat, tujuan pengelolaan sampah di pesantren adalah untuk mewujudkan pesantren ramah lingkungan yang sesuai nilai-nilai Islam. Islam mengajarkan manusia untuk menjaga dan merawat alam sebagai bagian dari amanah Allah SWT. Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang efektif di pesantren menjadi wujud konkret implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari (NU. id, 2. Pengelolaan sampah di lingkungan pesantren harus didukung oleh strategi yang tepat agar dapat berjalan efektif dan Strategi ini tidak hanya fokus pada aspek teknis pengelolaan sampah, tetapi juga aspek pendidikan, sosial, dan budaya yang sesuai dengan karakteristik pesantren sebagai lembaga pendidikan agama. Strategi ini mencakup: Pendidikan Pelatihan Berkelanjutan. Strategi pesantren adalah memberikan pendidikan dan pelatihan secara rutin kepada seluruh warga pesantren, terutama para santri. Pendidikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan, serta cara pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Dengan peningkatan pengetahuan dan kesadaran, diharapkan santri dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesantren (Riri Khariroh, 2. Implementasi Prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Pesantren dianjurkan untuk menerapkan prinsip 3R sebagai Diantaranya: Reduce . Mengurangi penggunaan bahan plastik sekali pakai. Reuse . enggunakan kembal. Memanfaatkan barang-barang yang masih layak pakai untuk mengurangi Recycle . endaur Mengolah sampah menjadi produk baru yang bermanfaat, seperti membuat kompos dari sampah organik dan kerajinan dari sampah anorganik. Penerapan prinsip ini dapat membantu pesantren dalam mengelola sampah secara efektif sekaligus pentingnya siklus pengelolaan sampah (Infeb. org, 2. Pengembangan Produk Daur Ulang Strategi lain yang efektif adalah mengembangkan produkproduk hasil daur ulang dari sampah yang ada. Pesantren dapat menginisiasi pembuatan kompos sebagai pupuk organik yang lingkungan pesantren atau dijual untuk menambah pemasukan. Selain itu, sampah anorganik seperti plastik dan kertas dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomi, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya berdampak lingkungan, tetapi juga sosial dan ekonomi (Jurnal LKDPM, 2. Penguatan Kelembagaan Kebijakan Internal Keberhasilan pengelolaan sampah juga ditentukan oleh Pengasuh menetapkan aturan dan SOP (Standard Operating Procedur. terkait pengelolaan sampah yang wajib dipatuhi oleh seluruh warga Penguatan kelembagaan ini juga mencakup Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 pembentukan tim atau unit pengelola sampah yang bertugas berkelanjutan (Scribd, 2. Keterlibatan dan Partisipasi Aktif Warga Pesantren Strategi ini menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh warga pesantren dalam pengelolaan sampah. Tidak hanya pengelola atau petugas kebersihan, tetapi seluruh santri, guru, dan staf di pesantren harus terlibat dalam pemilahan, pengumpulan, dan pengolahan sampah. Partisipasi ini memperkuat rasa tanggung jawab dan solidaritas sosial dalam kelestarian lingkungan pesantren (PPIM UIN Jakarta, 2. Kolaborasi dengan Pihak Eksternal Pesantren menjalin kerjasama dengan pihakpihak eksternal seperti pemerintah daerah. LSM lingkungan, atau sampah profesional untuk mendukung pengelolaan Kolaborasi ini dapat pengangkutan dan pembuangan akhir sampah yang sesuai standar lingkungan (NU. id, 2. Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai bagian dari tri Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan riil yang dihadapi di lingkungan mereka. Kelompok 11 dalam program KKM tahun ini memilih Pesantren (MAS) Daar Al Ilmi sebagai lokasi pengabdian. Pesantren (MAS) Daar Al Ilmi merupakan lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada pembinaan akhlak dan ilmu agama, tetapi juga mendorong kemandirian dan kepedulian lingkungan bagi para santrinya. MAS Daar Al Ilmi, sebuah lembaga pendidikan swasta di bawah naungan Kementerian Agama, berdiri kokoh di Jalan Empat Lima. Kota Serang. Provinsi Banten. Didirikan pada 15 April 1994 berdasarkan SK Pendirian Nomor WI/I/HK/008/104/94. MAS Daar Al Ilmi telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sekolah menengah atas berkualitas di Kota Serang. Komitmen MAS Daar Al Ilmi dalam tercermin dalam raihan akreditasi A yang diperoleh tahun 2021 berdasarkan SK Akreditasi Nomor 1346/BANSM/SK/2021. Hal ini membuktikan bahwa sekolah ini telah memenuhi standar nasional pendidikan yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-SM). MAS Daar Al Ilmi membuka pintu lebar bagi siswa-siswi yang ingin menimba ilmu di jenjang pendidikan menengah Dengan dukungan tenaga pengajar yang berpengalaman dan fasilitas yang memadai, sekolah ini siap membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai luhur yang diperlukan untuk menghadapi masa depan. Sebagai lembaga pendidikan yang memegang teguh nilai-nilai agama. MAS Daar Al Ilmi senantiasa berusaha menanamkan akhlak mulia dan karakter positif pada seluruh siswanya. Dengan demikian, sekolah ini tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi bangsa. Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus di lingkungan pesantren adalah pengelolaan sampah, khususnya sampah organik yang berasal dari aktivitas dapur, konsumsi santri, dan sisa tanaman kebun pesantren. Permasalahan sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, munculnya bau tidak sedap, serta potensi penyebaran penyakit. Oleh karena itu. KKM Kelompok 11 merancang program pengelolaan sampah organik melalui pembuatan pupuk lindi dan lubang Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 resapan biopori. Program ini bertujuan permasalahan sampah, tetapi juga untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi lingkungan pesantren, seperti pupuk cair organik dan peningkatan kualitas Pupuk lindi dihasilkan dari hasil terkumpul, yang kemudian diolah menjadi pupuk cair. Sedangkan biopori merupakan teknologi sederhana berupa lubang di tanah yang diisi sampah organik untuk mempercepat proses dekomposisi serta meningkatkan daya serap air tanah. Kedua metode ini dipilih karena efisien, murah, mudah diterapkan, dan memiliki manfaat ekologis serta edukatif. Program ini tidak hanya difokuskan pada implementasi teknis, tetapi juga pada aspek pendidikan lingkungan, di mana para santri dan pengurus pesantren dilibatkan dalam proses pembuatan, pemeliharaan, dan pemanfaatan hasil pengelolaan sampah. Hal ini bertujuan agar program tidak hanya berjalan selama KKM berlangsung, tetapi dapat berlanjut secara mandiri oleh pihak pesantren. Adapun tujuan dari kegiatan ini Menerapkan sampah organik yang sederhana dan efektif di lingkungan pesantren (MAS). Meningkatkan partisipasi santri serta pengurus dalam menjaga kebersihan dan kelestarian Menghasilkan lingkungan berupa pupuk cair dan kompos alami dari lubang biopori. Meninggalkan berkelanjutan bagi pesantren dalam pengelolaan limbah organik. Manfaat dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: Bagi Pesantren (MAS): Terbentuknya sistem pengelolaan sampah organik yang berfungsi jangka panjang dan menghasilkan produk bermanfaat. Bagi Santri: Meningkatnya langsung dalam program. Bagi Mahasiswa: Pengalaman lapangan dalam menerapkan ilmu secara praktis dan berkontribusi nyata kepada masyarakat. Bagi Lingkungan: Berkurangnya sampah organik dan meningkatnya kualitas tanah serta daya serap air di lingkungan pesantren. METODE PELAKSANAAN Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 11 dilaksanakan di Pondok Pesantren Daar Al-Ilmi, yang berlokasi di Jalan Empat Lima. Kota Serang. Provinsi Banten. Pesantren ini dipilih sebagai mitra utama karena memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan dan lingkungan, serta potensi untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah organik yang Waktu pelaksanaan kegiatan KKM terbagi menjadi dua fase utama: Persiapan dan Koordinasi Dilaksanakan secara daring . dan luring . dari 9 Maret 2025 hingga 22 April 2025. Kegiatan meliputi koordinasi internal kelompok, pertemuan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), survey lokasi, serta pembuatan perizinan dan persiapan logistik. Pelaksanaan di Lokasi Dimulai pada 23 April 2025 dengan pembukaan resmi oleh Gubernur Provinsi Banten di Universitas Serang Raya. Implementasi program utama . engelolaan sampah organik, pembuatan biopori, dan pupuk lind. berlangsung di Pondok Pesantren Daar Al-Ilmi dari 23 April hingga 17 Mei 2025. Kegiatan harian mencakup sosialisasi, workshop, pembuatan sampah, serta evaluasi mingguan. Tabel 1 Pelaksanaan Kegiatan KKM di Lokasi Kegiatan Tanggal Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Koordinasi Pembukaan KKM Gubernur Banten Survey lokasi dan Pembuatan biopori dan pupuk lindi Evaluasi penutupan KKM 9 Maret - 22 April 2025 April 23 April 2025 27 April - 12 Mei 2025 17 ei Metode Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 11 dilaksanakan edukatif, dan praktis, melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, santri, pengurus pesantren, dan dosen Metode pelaksanaan program pengelolaan sampah organik berjalan efektif dan berkelanjutan. Pendekatan Partisipatif Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 11 dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, edukatif, dan praktis, pesantren, dan dosen pembimbing. Metode pelaksanaan dirancang berjalan efektif dan berkelanjutan. Pendekatan Edukatif Langkah dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di pesantren, termasuk pengurus, santri, dan staf. Metode ini dipilih kepemilikan . ense of belongin. terhadap program yang dijalankan. Forum diskusi kelompok digelar untuk memahami kebutuhan dan tantangan spesifik pesantren dalam pengelolaan sampah. Misalnya, melalui dialog terbuka, tim KKM mengetahui bahwa area kebun pesantren sering tergenang air, biopori di lokasi tersebut. Pendekatan Praktis Edukasi menjadi komponen krusial dalam program ini. Tim KKM serangkaian workshop interaktif yang mencakup pemilihan sampah, teknologi sederhana dan media Tahapan awal santri diajarkan membedakan sampah organik dan anorganik serta penggunaan plastik agar mereka dapat memilah sampah. Dengan sampah yang dapat mempercepat biopori dan pupuk lindi secara langsung agar santri juga dapat mempraktikkan nya sendiri. Selain itu, video mengenai pengaruh buruknya sampah ditampilkan pada waktu luang santri dan papan organik dan anorganik. Pendekatan edukasi tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis. Santri diajak langsung mengisi lubang biopori dengan sampah organik dekomposisi agar mereka dapat bagaimana cara mengolah sampah dan membagun budaya yang bersih dan berkelanjutan . Teknik Pengumpulan Data Pelaksanaan KKM di Pesantren Daar Al-Ilmi menggunakan berbagai teknik pengumpulan data untuk memastikan program berjalan efektif Data dikumpulkan melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode berikut: Observasi Lapangan Observasi dilakukan secara langsung di lokasi Pesantren MAS Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Daar Al Ilmi untuk melihat secara berjalan, khususnya pada tahap pembuatan pupuk lindi dan Teknik observasi yang digunakan adalah: Observasi partisipatif, yaitu peneliti turut serta dalam aktivitas pengelolaan sampah agar mendapatkan gambaran detail dan kondisi sebenarnya. Observasi non-partisipatif, yaitu peneliti hanya mengamati tanpa ikut langsung dalam kegiatan. Fokus observasi meliputi: Proses pengumpulan sampah Cara pembuatan pupuk lindi. Pembuatan dan pemanfaatan Partisipasi pengurus pesantren dalam pengelolaan sampah. Kondisi dan fasilitas yang sampah organik. Wawancara Wawancara dilakukan untuk menggali informasi mendalam dari para pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah organik di pesantren, seperti pengurus, santri, dan staf kebersihan. Teknik wawancara yang digunakan adalah: Wawancara semi-terstruktur, pertanyaan panduan tetapi tetap mengemukakan jawaban secara bebas dan mendalam. Fokus pertanyaan antara lain: Persepsi dan pengetahuan tentang sistem pengelolaan sampah organik. Proses pembuatan pupuk lindi dan Kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan Dampak atau manfaat yang Saran dan harapan terkait pengelolaan sampah organik ke depan. Dokumentasi Pengumpulan data dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai bukti tertulis dan visual yang berkaitan dengan pengelolaan sampah organik di pesantren, antara lain: Foto pembuatan pupuk lindi, dan Dokumen atau catatan terkait program pengelolaan sampah Data kuantitatif seperti volume sampah organik yang dikelola, jumlah pupuk yang dihasilkan. Laporan kebijakan internal pesantren terkait pengelolaan sampah. Indikator Keberhasilan Untuk mengukur sejauh mana efektivitas pelaksanaan program KKM di Pesantren (MAS) Daar Al-Ilmi, diperlukan indikator keberhasilan yang jelas dan terukur. Indikator ini berfungsi sebagai acuan dalam mengevaluasi capaian kegiatan, baik dari sisi teknis maupun edukatif. Adapun indikator keberhasilan dalam kegiatan pengelolaan sampah organik tertera pada tabel di bawah Tabel 2. Indikator Keberhasilan No. Aspek Keberha Tersedian 1. ya Sarana Pengelola Sampah Pesantren Indikator Jumlah tempat sampah organik dan anorganik yang tersedia sesuai dengan standar Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Memadai Kondisi sarana pengelolaan . empat sampah, komposter, alat pengelolaa. dalam keadaan baik dan berfungsi Persentase sarana yang terawat dan rutin dilakukan perawatan minimal sekali dalam satu Persentase santri yang mengikuti pelatihan atau pengelolaan sampah Peningkat 2. Peningkatan skor pengetahuan santri Pengetah tentang pengelolaan uan dan sampah organik Kesadara berdasarkan pre-test n Santri dan post-test. Jumlah kampanye atau edukasi tentang pengelolaan sampah yang dilakukan dalam periode Persentase warga pesantren . antri, pengurus, gur. yang terlibat langsung dalam kegiatan pengelolaan sampah. Jumlah kegiatan pengelolaan sampah Partisipas organik yang i Aktif Warga partisipasi warga Pesantren dalam satu periode. Frekuensi pengumpulan dan pengelolaan sampah organik yang dilakukan secara rutin oleh warga Lingkung 1. Persentase area pesantren yang Pesantren bebas dari sampah organik yang tidak Lebih Bersih Penurunan volume sampah organik yang Tertata tidak terkelola di Dukunga 2. n dari Pihak Pesantren Terkump Dokumen Seluruh Kegiatan Baik pesantren setiap Tingkat kebersihan berdasarkan hasil survei atau Jumlah kebijakan atau peraturan pesantren yang pengelolaan sampah Alokasi anggaran pesantren untuk pengelolaan sampah Tingkat keterlibatan dan dukungan pengurus pesantren dalam pelaksanaan program pengelolaan Kelengkapan kegiatan pengelolaan sampah . oto, laporan kegiatan. Ketersediaan arsip kegiatan yang dapat diakses dan Frekuensi pembaruan dan kegiatan pengelolaan sampah secara HASIL DAN PEMBAHASAN Pengelolaan sampah organik di menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UNSERA Kelompok 11 mengelola Sampah organik berupa sisa Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 makanan, daun, dan limbah pertanian menjadi sumber daya bermanfaat bagi pesantren seperti pupuk organik . upuk lind. dan biopori yang dapat membantu resapan air. Berikut ini adalah rincian pola pengelolaan sampah yang diterapkan selama kegiatan KKM di Pesantren (MAS) Daar Al-Ilmi: Pemilahan Sampah Tersedia tempat sampah terpilah di setiap kelas dan area umum . rganik dan anorgani. , dengan warna dan label yang berbeda. Cairan hasil proses fermentasi yang keluar dari komposter disebut pupuk lindi, yang kaya nutrisi dan bisa digunakan Pupuk lindi disaring dan disimpan dalam wadah tertutup, kemudian diencerkan sebelum disiramkan ke tanaman. Gambar 3. Pupuk Lindi Gambar 1. Tempat Sampah Terpilah Pengumpulan Sampah Petugas mengumpulkan sampah setiap hari, (TPS) Gambar 2. Pengumpulan Sampah Pengolahan Sampah Organik menjadi Pupuk Lindi Sampah organik yang telah dipisahkan dimasukkan ke dalam tempat komposter tertutup atau tong kompos. Proses mikroorganisme pengurai (EM. Pengolahan Sampah Organik menjadi Biopori Biopori dibuat dengan cara kedalaman sekitar 60 cm di area berjumlah sebanyak 7 titik. Lubang biopori diisi dengan sampah organik kasar seperti daun, ranting kecil, dan sisa Biopori berfungsi sebagai resapan air hujan sekaligus tempat penguraian sampah organik yang Biopori membantu mengurangi genangan air dan memperbaiki kualitas tanah. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 4. Pembuatan Biopori Program Edukatif Sosialisasi memilah sampah melalui media visual, pembelajaran melalui PowerPoint, serta video lingkungan. sehingga program dapat berjalan dengan UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih tak terhingga penulis sampaikan kepada pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini, terutama kepada LPPM Universitas Serang Raya. Kelompok KKM 11 tahun 2025, dan Kepala MA Daar Al Ilmi Kota Serang yaitu Bapak Tb Miftahul Jannah Ag. , beserta jajarannya yang telah memberikan izin untuk melaksanakan kegiatan ini. Gambar 5. Sosialisasi Pengolahan sampah DAFTAR PUSTAKA