Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Madinah. JSI by IAI TABAH is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Naskah masuk Direvisi Diterbitkan 15 April 2024 24 Mei 2024 10 Juni 2024 DOI : https://doi. org/10. 58518/madinah. REVOLUSI KAMPUS: WAJAH BARU ISLAM DI AMERIKA Musrifah Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah. Lamongan. Indonesia Email: musrifahmedkom99@gmail. ABSTRAK: Serangan brutal Israel di tanah Palestina terus berlanjut. Lebih dari 35 ribu warga sipil Palestina meninggal dunia. Sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak. Genosida yang dilakukan Israel dan didanai Amerika Serikat (AS) ini tak henti-hentinya menuai kecaman warga dunia. Menariknya, gelombang protes besar-besaran justru dilakukan mahasiswa kampus-kampus ternama di AS. Negara sekutu Israel ini menerjunkan aparat kepolisian dalam jumlah besar untuk menghentikan aksi mahasiswa. Lebih dari 1000 mahasiswa dari berbagai kampus di AS ditangkap polisi setempat. Namun, aksi tidak berhenti dan justru meluas hingga ratusan kampus. Gerakan sosial mahasiswa AS menegaskan teori gerakan sosial yang dikomandoi pemuda dan mahasiswa, tidak terbantahkan. Aksi solidaritas mahasiswa AS telah meletus menjadi revolusi kampus yang menempatkan mahasiswa sebagai aktor utama dan agent of change. Revolusi kampus di AS berhasil memberikan warna baru demokrasi AS yang meleburkan sekat-sekat ideologi. Revolusi kampus di AS juga sekaligus menampilkan wajah baru Islam di negeri Pamansam yang didominasi kaum muda dan cendekia. Kata kunci: Amerika. Islam. Mahasiswa. Solidaritas. Palestina ABSTRACT: Israel's brutal attacks on Palestinian land continue. More than 35,000 Palestinian civilians have been killed. Most of the victims are women and children. The genocide committed by Israel and funded by the United States (US) has been condemned by the world. Interestingly, a massive wave of protests was carried out by students on prominent campuses in the US. This ally of Israel deployed a large number of police officers to stop student action. More than 1000 students from various campuses in the US were arrested by local police. However, the action did not stop and actually expanded to hundreds of campuses. The US student social movement confirms the theory of social movements led by youth and students, which is undeniable. The US student solidarity action has erupted into a campus revolution that places students as the main actors and agents of change. The campus revolution in the US has succeeded in giving a new color to US democracy that melts ideological barriers. The campus revolution in the US also presents a new face of Islam in the land of Pamansam, which is dominated by young people and scholars. 142 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Keywords: America. Islam. Students. Solidarity. Palestine PENDAHULUAN Sejak agresi besar-besaran Israel pada Palestina bulan Oktober 2023, aksi protes warga dunia mengecam Israel sebagai negara penjajah terus berlangsung di banyak negara. Tidak terkecuali di Amerika Serikat. Hingga saat ini, ketika negara-negara barat seperti Jerman. Perancis, dan Inggris perlahan secara signifikan mengurangi keterlibatannya. Amerika Serikat justru bertahan dan masih menjadi mitra tunggal Israel dalam memborbardir Palestina. Sebagai pemasok dana dan senjata pada militer Israel yang utama. Amerika Serikat menuai kecaman masif dan tanpa henti dari warganya sendiri. 1 Protes terbuka terus bermunculan, baik dari warga sipil, artis papan atas, serta tentara, dan mantan veteran. Belakangan, aksi protes besar-besaran justru datang dari kalangan muda yang tidak terduga. Aksi protes itu kini meluas bukan hanya dilakukan oleh masyarakat sipil, tapi juga dari kalangan akademisi, yakni mahasiswa dan dosen. Aksi protes masif dari massa akademisi justru di komandoi kampus-kampus ternama di Amerika Serikat. 3 Hal ini terasa unik mengingat Amerika Serikat telah puluhan tahun menjadi sekutu dan mitra setia penjajah Israel. Penulis menganggap penting melakukan analisis ilmiah terhadap aksi solidaritas mahasiswa AS untuk Palestina bukan hanya karena aksi tersebut didominasi kalangan akademisi, tapi juga karena aksi tersebut dapat memiliki dampak sosio kultural bagi gerakan mahasiswa hingga iklim sosio politik dunia. Mengingat artikel ini bertujuan mendeskripsikan kronologi aksi mahasiswa dan menguak factor pendukung yang menjadi penyebab meluasnya aksi, maka kajian pustaka adalah metode yang tepat. Hasil kajian dapat memberikan gambaran terbaru dinamika aksi mahasiswa di AS khususnya, dan mahasiswa dunia yang terdampak pada umumnya, serta berkontribusi pada ilmu sosial dan METODE Artikel ini menggunakan kajian pustaka sebagai metode pengumpulan data. Data primer berupa berita dari media massa dalam dan luar negeri. Sedangkan data sekunder dari sejumlah artikel terkait. Penulis melakukan pemetaan dan klasifikasi terhadap pemberitaan aksi solidaritas Palestina yang dilakukan mahasiswa untuk mendapatkan data berupa motivasi aksi, aktivitas aksi, 1https://w. com/berita/3773772/ribuan-orang-berunjuk-rasa-di-new-york- dukung-palestina https://internasional. id/berita/scuhcy488/ratusan-penangkapan-warnai-demopro-palestina-di-kampus-amerika 3 https://w. id/berita/dunia/1709306-daftar-deretan-kampus-besar-di-amerika-serikatyang-demo-dukung-palestina https://w. com/detail-news/33730/sejarah-panjang-hubungan-as-israelsekutu-militer-hingga-ekonomi 143 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah tuntutan, peserta aksi, serta reaksi yang didapat dari kampus dan aparat. Data kemudian dianalisis dengan merujuk pada sejarah aksi mahasiswa AS yang terdapat di sejumlah jurnal serta menganalisis korelasinya dengan teori pergerakan sosial dan fenomena terkini untuk mendapatkan faktor pendukung yang menjadi penyebab meluasnya aksi. HASIL DAN PEMBAHASAN Media independen Al Jazeera menyebut aksi mahasiswa kampus-kampus di Amerika Serikat sebagai Revolusi Kampus. Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus elit di Amerika Serikat menduduki gedung-gedung penting di Tuntutan mereka sama, yakni: . menuntut gencatan senjata permanen antara Israel-pejuang Palestina, . penarikan dana kampus dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pembuatan senjata dalam praktik genosida Israel, . memutuskan hubungan kerjasama dengan perguruan tinggi Israel, dan . mendukung berdirinya negara Palestina merdeka. Aksi mahasiswa Amerika Serikat ini adalah terbesar untuk pertama kalinya setelah gelombang protes mahasiswa anti-rasisme di tahun 2020. Dalam tuntutannya, mahasiswa AS melakukan aksi damainya dengan cara mendirikan tenda-tenda di lingkungan kampus sebagai bentuk simbolisasi tenda-tenda pengungsi Palestina di Rafah, perbatasan Mesir-Palestina yang juga tidak luput dari bomardir Israel. Mahasiswa juga melakukan aksi turun ke jalan . ong marc. dengan memakai kafiyah . ain khas Palestina bermotif daun zaitu. serta membawa bendera Palestina. Mahasiswa juga mendirikan perpustakaan atas nama penyair dan penulis martir Palestina. Rifaat Al-Arair, seperti yang dilakukan mahasiswadi Universitas Amerika UCSI. Dengan semua atribut itu para mahasiswa berorasi di lingkungan kampus meneriakkan fakta-fakta penindasan yang dialami Palestina selama 76 tahun di jajah Israel serta pembantaian dan kehancuran besar-besaran Palestina sejak agresi Israel Oktober 2023 yang lalu hingga saat ini. Gambar 1. Mahasiswa di Universitas George Washingtin mendirikan perkemahan di kampus serta memasang kafiyah dan bendera Palestina di patung presiden pertama AS. George Washington. Menariknya, aksi mahasiswa ini dilakukan serempak oleh mahasiswa lintas Baik mahasiswa muslim, kristen, maupun yahudi turut serta dalam aksi Kegigihan mahasiswa berhasil menarik simpati para aktivis HAM, artis, 144 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah mantan veteran, dan kelompok-kelompok anti perang untuk turut serta dalam unjuk rasa. Peserta aksi dengan latar belakang yang berbeda-beda tersebut membuktikan bahwa aksi mahasiswa tidak bermuatan anti yahudi atau anti semitisme sebagaimana yang dituduhkan pada mereka. Gambar 2. Stein, kandidat Presiden AS yang ikut serta dalam demonstrasi mahasiswa di Universitas Washington serta Sejumlah besar dosen dan professor turut bergabung dalam aksi solidaritas mahasiswa AS untuk Palestina. Meskipun mendapat ancaman drop out dari kampus, mahasiwa tetap bertekad melanjutkan aksinya. Pemerintah AS turun tangan dengan menerjunkan aparat kepolisian di setiap kampus. 5 Mereka melakukan tindakan represif berupa penangkapan paksa aktifis mahasiswa, membubarkan aksi damai dengan dalih mengganggu ketertiban umum, dan merobohkan tenda-tenda solidaritas di halaman kampus. Mahasiswa Universitas Columbia di Manhattan adalah gelombang pertama yang menjadi lokomotif gerakan mahasiswa pro Palestina di Amerika Serikat. Mereka beraksi dengan berdiri bergandengan tangan membentuk rantai manusia dan menduduki Hamilton Hall, sebuah gedung legendaris di Universitas Columbia. Di gedung itu mahasiswa mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan yel-yel diantaranya: AuBebaskan Palestina,Ay serta ,AyRakyat bersatu tidak akan bisa dikalahkan. Ay Mahasiswa Universitas Columbia juga memasang poster dengan tulisan besar AuHindAos HillAy dengan maksud mengubah nama gedung Hamilton Hill. Nama Hind mereka ambil dari nama Hind Rajab, gadis kecil Palestina berusia 6 tahun yang tewas oleh tank Israel. https://w. id/baca/internasional/2024/05/01/polisi-serbu-berbagai-kampusamerika-serikat 145 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Gambar 3. Polisi menahan mahasiswa peserta aksi solidaritas Palestina di Universitas Columbia di Manhattan . dan Universitas Texas di Austin. Texas . , 24 April 2024 . ia REUTERS/Jay Janner/USA Today Networ. Di Universitas Texas di Austin, konfrontasi mahasiswa dengan polisi juga tidak terhindarkan. Hampir seratus mahasiswa telah ditangkap polisi karena menolak membubarkan aksinya di tenda-tenda. Puluhan polisi juga berusaha membubarkan perkemahan mahasiswa pengunjuk rasa di depan kantor rektor Universitas Utah. Polisi menyeret tangan dan kaki para mahasiswa serta mematahkan tiang-tiang yang menahan tenda dan mengikat mereka yang menolak untuk membubarkan diri. Setidaknya 17 mahasiswa Universitas Utah telah ditangkap polisi setempat. Di Universitas Southern California, para mahasiswa pengunjuk rasa juga mendirikan perkemahan. Mereka berhasil membuat rektor universitas. Carol Folt untuk duduk mendengar tuntutan mereka selama sekitar 90 menit pada hari Senin, 21 April. Sedangkan di Universitas Harvard, mahasiswa menentang penangguhan Komite Solidaritas Palestina Sarjana Harvard di universitas Akibatnya, pihak kampus Harvard mengunci sebagian besar gerbang di Harvard Yard. Namun, mahasiswa melanjutkan aksinya dengan melakukan long march besar-besaran. Di Universitas New York di mana mahasiswa tak hanya mendirikan tenda perkemahan AuZona PembebasanAy di Gould Plaza di NYU Stern School of Business pada 22 April 2024, tetapi juga mengadakan aksi berdoa bersama untuk Palestina. NYPD telah menangkap lebih dari 100 demonstran di New York University (NYU) termasuk para dosen pada Senin malam . /4/2. kemarin menurut laporan dari Time. Di Universitas Yale di mana mahasiswa memblokir persimpangan College Street dan Grove Street, di luar Woolsey Hall, di New Haven. Connecticut. pada 22 April 2024 146 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Gambar 4. Daftar universitas-universitas di AS yang telah bergerak untuk solidaritas Palestina. Foto: CAIR California. Aksi mahasiswa Amerika Serikat tidak berhenti sampai di situ. Mereka bahkan berani menyuarakan kebebasan Palestina di acara seremoni wisuda. Rebecca Bamidele, wisudawan Notrheastern University di Boston, mendapatkan sorakan dari rekan-rekannya saat menyerukan perdamaian untuk Gaza. Beberapa mahasiswa lain pun tampak dengan berani mengibarkan bendera Palestina. Padahal sebelumnya, polisi setempat telah menangkap sekitar 100 mahasiswa Northheastern University sekaligus membubarkan perkemahan yang didirikan mahasiswa dalam rangka aksi damai mereka mendukung Palestina. Aksi yang lebih fenomenal lagi dilakukan mahasiswa wisudawan Michigan University. Seperti yang dilakukan Rawan Antar, wisudawan berusia 21 tahun itu bernyanyi dengan suara keras untuk mendukung warga Palestina pada Upacara Pembukaan Musim Semi 2024 Universitas Michigan di Stadion Michigan di Ann Arbor. Michigan, pada hari Sabtu, 4 Mei yang lalu. Di seremoni wisuda itupun tidak sedikit mahasiswa yang tampak menonjol dan menjadi pusat perhatian ketika membentangkan bendera Palestina dan meneriakkan pesan-pesan menuntut kemerdekaan Palestina. Salah satu mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan. AuTidak ada universitas tersisa di Gaza. Ay Meskipun sejumlah wisudawan melakukan 'aksi', upacara berdurasi dua jam yang dihadiri puluhan ribu orang itu tetap berjalan lancar. Hal tersebut menunjukkan bahwa aksi wisudawan Michigan University seperti kampuskampus lain di Amerika Serikat, adalah aksi damai dan bukan aksi kekerasan. Meskipun aksi mereka mendapat penjagaan ketat ratusan petugas keamanan. 147 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Aksi wisudawan Michigan University di Upacara Pembukaan Musim Semi di Stadion Michigan - Ann Arbor. Michigan, pada hari Sabtu . /5/2. Foto: Katy Kildee/Detroit News via The Associated Press Mahasiswa: Agent of Change Dinamika politik negara-negara di dunia tidak lepas dari peran signifikan Sebagai kelompok kalangan menengah, mahasiswa memiliki kelebihan yang unik. Disamping kedekatannya pada dunia intelektual dan akademis, mahasiswa juga dianggap sebagai kelompok yang terdepan membela rakyat dan kaum tertindas. Mahasiswa kerap disebut sebagai agen perubahan . gent of chang. , mereka memiliki karakter kritis dan mandiri, kelompok mahasiswa di berbagai negara senantiasa menjadi pelopor transformasi sosial-politik, mendobrak kemapanan status quo menuju sistem politik terbuka dan egaliter. Hampir di setiap negara peran mahasiswa selalu menjadi lokomotif Di Eropa Timur di awal tahun 1990-an, mahasiswa bersama kekuatan civil society berhasil menggulung sistem Marxisme-Komunisme, sukses memasukkan ideologi kiri itu ke dalam museum peradaban. 7 Sedangkan di Amerika Serikat, kekuatan muda progresif melibatkan diri ke dalam berbagai gerakan hak-hak sipil antara tahun 1950-an dan 1960-an, mereka menuntut penghapusan diskriminasi rasian serta anti perang Vietnam (Albach, 1. Bukti-bukti otentik sejarah tersebut menunjukkan besarnya kekuatan dari gerakan sosial mahasiswa. Mereka selalu tampil terdepan menyuarakan keberpihakannya pada rakyat dan semua kaum yang tertindas serta memperjuangkan keadilan untuk mereka. Gerakan sosial sendiri didefinisikan sebagai perilaku kolektif yang terorganisir dengan baik, dimana para partisipan mempunyai kesadaran serta pertimbangan tertentu, ketika melibatkan diri dalam gerakan perlawanan, 6 Sanit. Arbi. Politik Mahasiswa di Antara Ideologi dan Institusionalisasi Politik atau Kekuasaan. Albach. Phliliph G . Politik dan Kekuasaan Perspektif dan Kecenderungan Saat Ini. Jakarta. Pustaka Gramedia. 7 Sanit. Arbi. Pergolakan Melawan Kekuasaan. Gerakan Mahasiswa Antara Aksi Moral dan Politik. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. 8 Albach. Philiph G. Dari Revolusi ke Apati Gerakan Mahasiswa Amerika Serikat pada Tahun 1970-an. Albach. Phliliph G . Politik dan Kekuasaan Perspektif dan Kecenderungan Saat Ini. Jakarta. Pustaka Gramedia. 148 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah memiliki durasi waktu relatif lama dalam memperjuangkan keyakinan politiknya (Sukmana, 2. Karakter khas mahasiswa yang kritis, mandiri, dan bebas dari afiliasi politik membuatnya memiliki kekuatan yang besar dalam gerakan sosial. Karakter ini tumbuh dari pendidikan yang relatif tinggi serta mapan secara ekonomi sehingga dapat bebas mengakses informasi, memfilternya, dan pada akhirnya menunjukkan arah gagasannya yang jernih dan jauh dari kepentingan kelompok, golongan, dan juga penguasa. Arifuddin mengutip pandangan Christopher Rootes menulis, gerakan mahasiswa sesungguhnya sebuah fenomena modern yang memiliki sejarah panjang dalam setiap aksi revolusi di berbagai belahan dunia misalnya di Amerika. Prancis. Spanyol, dan Indonesia. Gerakan ini lazimnya mengkritik kebijakan, melawan elite, dan menumbangkan kekuasaan rezim otoriter yang telah mengalami krisis legitimasi dan otoritas moral. Gerakan ini menjadi lokomotif perubahan sosial dan terkadang respons terhadap perubahan kebijakan politik pemerintah atau respons terhadap situasi internasional. Menurut jajak pendapat terbaru Universitas Harvard, lebih dari 51% warga Amerika berusia 18-29 tahun mendukung gencatan senjata permanen di Palestina. Partai Demokrat dan orang-orang dengan pendidikan tinggi adalah kelompok yang paling mendukung isu gencatan senjata. Dalam survey Universitas Harvard tersebut juga menunjukkan hanya 16% warga AS berusia 18-29 tahun yang mendukung bantuan AS ke Israel. Sebaliknya, sebagian besar generasi muda AS menginginkan gencatan senjata permanen di Palestina. Setidaknya ada lima faktor yang membuat aksi solidaritas Palestina yang 9 Sukmana. Oman. Konsep dan Teori Grakan Sosial. Malang. Intrans Publishing. 149 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah dilakukan mahasiswa AS semakin membesar dan meluas di kampus-kampus terkemuka di Amerika Serikat: Pertama, prinsip kemanusiaan. Latar belakang gerakan solidaritas mahasiswa AS adalah prinsip kemanusiaan. Prinsip ini tidak lahir dalam ideologi sosialisme, liberalisme, fasisme, maupun yang lain yang mungkin dimiliki mahasiswa dari berbagai latar belakang kelompok agama dan sosial ini. Semua sekat dalam ideologi itu menjadi lebur ketika prinsip kemanusian tersentuh dan Pada titik inilah kemudian prinsip kemanusiaan itu lahir dan mendapat dukungan luar biasa besar melintasi sekat-sekat primordial. Bahasa kemanusiaan telah menjadi bahasa pemersatu universal dalam kegigihan mereka membela Palestina. Kedua, melesatnya informasi dari teknologi digital. Meskipun Mark Zuckerberg sebagai CEO Meta yang bermitra dengan Israel dan AS telah berupaya keras membungkam akun-akun yang menampilkan konten Palestina, tetap tidak sulit bagi warga dunia mengakses berita-berita terbaru dari Palestina. Terlebih bagi mahasiswa yang memiliki akses luas terhadap arus informasi. Protes besar-besaran warga di depan kantor redaksi The New York Times karena kerap menyiarkan berita-berita bohong untuk memfitnah pejuang Palestina dan menutupi kekejian Israel juga telah membuka mata mahasiswa. Belum lagi banyaknya rekayasa berita channel ternama seperti BBC dan CNN yang terbongkar oleh karyawan mereka sendiri membuat mahasiswa AS tampaknya semakin muak dengan pemberitaan sepihak media-media AS. Disamping itu tidak sedikit juga influencer dari kalangan muda AS yang secara terang-terangan menampilkan dalam akun medsosnya menolak suap militer Israel untuk menjadi penyambung lidah Israel. Betapapun upaya Israel membungkam akun-akun konten Palestina, akun-akun yang tumbang pun kembali lahir dan terus melanjutkan kontennya. Begitu pula kegigihan para jurnalis Palestina, meskipun ratusan rekan mereka telah tewas oleh militer Israel, para jurnalis yang tersisa tetap konsisten mengabarkan semua fakta di lapangan secara live di akun Instagram mereka yang segera mendapat follow and share dari warga dunia tidak terkecuali mahasiswa. Ketiga, identitas personal pembela Palestina semakin tegas ditampakkan warga dunia. Dari hari ke hari semakin bertambah banyak orang-orang dan kelompok terkemuka di dunia menyatakan secara terbuka pembelaannya terhadap Palestina. Dari kalangan artis, olahragawan, pendeta dan pemuka agama, dokter, pengacara, kalangan militer. Baik sendiri maupun beramai-ramai mereka menyuarakan keberpihakannya pada Palestina dan menuntut keadilan untuk mereka. Aksi mereka bahkan seringkali fenomenal dan dengan cara melakukan pengorbanan yang besar. Kenyataan ini membuat mahasiswa AS semakin percaya diri dalam menjalankan aksi solidaritasnya karena telah mendapat simpati dan dukungan banyak kelompok masyarakat di dunia. Keempat, gerakan sosial mahasiswa AS sebenarnya bukan hal yang baru. Gerakan ini sudah menjadi tradisi mahasiswa AS dari masa ke masa. Amerika Serikat sejak tahun 60-an telah memiliki tradisi gerakan sosial yang kritis dan 150 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah umumnya berangkat dari kampus. Misalnya Gerakan Anti-perang Vietnam. Gerakan Anti-Nuklir. Gerakan Perempuan. Gerakan Hak Sipil. Gerakan Pendudukan Wallstreet #OWS, Gerakan Anti-Globalisasi. Gerakan #BlackLivesMatter dan sebagainya. Di negara maju seperti AS dengan kematangan demokrasi yang baik, aksi protes mahasiswa jamaknya terjadi untuk merespons kebijakan negara yang tidak demokratis atau situasi internasional yang terkoneksi dengan rezim AS. Misalnya tahun 1960-an di Amerika, terjadi aksi protes terhadap perang Vietnam dan aksi protes untuk memperjuangkan hak sipil warga Afro-Amerika. Yang paling inspiratif adalah aksi protes untuk kebebasan berbicara . reedom of speec. di University of Berkeley pada tahun 1964, yang mendorong aksi mahasiswa di berbagai kampus di Amerika. Gelombang dahsyat aksi kontemporer ini telah mengubah perspektif gerakan mahasiswa AS secara total yang dulunya ekslusif-ideologis kini menjadi lebih inklusif-populis. Tren baru gerakan mahasiswa AS saat ini telah berhasil mendobrak sekat-sekat ideologi. Bukan hanya berbagai kelompok agama dan sosial mahasiswa yang terlibat, namun mahasiswa pengunjuk rasa melalui jejaring media sosial yang sudah dikelola secara profesional berhasil mengajak warga sipil dan berbagai kalangan masyarakat untuk mendukung aksi mereka. Gerakan mereka pun terasa lebih populis-progresif. Semua kelas sosial berhasil terkoneksi. Hasilnya, kebenaran dan kemanusiaan tak dapat disembunyikan. Perubahan tak bisa dielakkan. Mahasiswa di AS berhasil kembali mencatat sejarah sebagai pioneer gerakan sosial yang kali ini fokus pada perjuangan mereka melawan kebrutalan Israel dan pemerintah AS sendiri yang menjadi mitra Israel. Kelima, meningkatnya jumlah warga AS yang memeluk Islam. Hal ini memang bukan kabar baru. The New York Times melaporkan, sejak tragedi WTC 11 September 2001, ada sekitar 25 ribu warga AS telah beralih agama dan menyatakan memeluk Islam. Dalam rentang 2002 sampai 2010. Islam di Amerika tumbuh 2,6 juta. Ini menunjukkan kenaikan 67 persen dan menjadikannya sebagai agama dengan pertumbuhan tercepat di Amerika. Efeknya ganda, sebagaimana diungkap Profesor Ihsan Bagby dari Universitas Kentucky. AuAtmosfer anti-Islam telah membuat Muslim menjadi lebih religius. Ay Peristiwa agresi Israel ke Palestina sejak Oktober 2023 hingga hari ini menjadi isu sentral yang membuat meningkat pesatnya jumlah mualaf di AS. Ketabahan warga Palestina yang teguh dalam keimanannya dan bertahan di tanah airnya adalah alasan utama warga AS memilih masuk Islam dan menekuni Al Quran. Di banyak toko buku di AS. Al Quran kini menjadi barang yang paling banyak dicari. Mualaf AS tanpa ragu beramai-ramai memposting interaksinya dan kekagumannya pada Al Quran secara terbuka di media sosial, hingga media internasional TRTWorld mengangkat isu AuSocial media users have started exploring the Holy Quran. Ay Dikarenakan mereka takjub melihat apa yang terjadi di Palestina beberapa bulan terkahir. Bagaimana orang-orang Palestina itu begitu kuat, gagah berani sekaligus sabar menghadapi tragedi kemanusiaan yang menimpanya. 151 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Aksi Solidaritas Mahasiswa Indonesia Di Indonesia sendiri, gerakan mahasiswa juga bukan hal yang baru. Dalam sejarah, tidak sulit menemukan aksi-aksi keberanian mahasiswa di Indonesia. Kemerdekaan Indonesia dan berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia tidak lepas dari keterlibatan para mahasiswa. Peristiwa paling heroik dan menjadi cikal bakal reformasi adalah gerakan mahasiswa menduduki gedung DPR MPR di Dalam peristiwa tersebut mahasiswa merupakan motor penggerak reformasi yang kemudian merubah pola poitik status quo yang berlangsung puluhan tahun di Indonesia. Aksi solidaritas mahasiswa-mahasiswa AS pada akhirnya juga mampu membuat mahasiswa di Indonesia terinspirasi dengan melakukan hal yang sama. Diawali oleh UI. UGM, lalu sejumlah kampus lainnya melakukan aksi solidaritas yang sama. Sejumlah pengamat menilai aksi mahasiwa di Indonesia adalah terlambat mengingat Indonesia memiliki jejak hubungan sejarah dengan Palestina yang lebih kuat daripada AS. Tercatat dalam sejarah dimana Palestina adalah negara pertama yang mengakui Indonesia sebagai sebuah negara merdeka. Pengakuan dari negara merdeka lain adalah syarat mutlak berdirinya sebuah negara. tahun 1944, seorang mufti besar Palestina. Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dan saudagar kaya Palestina Muhammad Ali Taher memberi dukungan penuh untuk kemerdekaan Indonesia. Sebagai balas budi yang besar ini, presiden Sukarno menolak keikutsertaan Israel dalam konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 dan Bung Karno mengundang mufti besar Palestina. Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, untuk mewakili kepentingan Palestina. Selain itu pada saat penyisihan Piala Dunia tahun 1957. Bung Karno meminta timnas Indonesia untuk mundur dikarenakan Indonesia tidak berkenan satu grup dengan tim Israel. Bung Karno juga kembali mendukung Palestina dengan menolak kontingen Israel ikut serta dalam Asian Games IV di Indonesia tahun 1962. Gambar 6. Perangko Indonesia-Palestina tahun 1978. Foto: Facebook/Asia-Pacific Community for Palestine Hubungan hangat Indonesia-Palestina juga tercermin secara simbolik dengan terbitnya perangko keluaran PT POS Indonesia tahun 1978 bergambar masjid Al Aqsha, kiblat pertama umat Islam yang berdiri di Yerusalem, ibukota https://nasional. co/read/1829630/5-gerakan-mahasiswa-indonesia-terbesar-sepanjangsejarah-dan-pemicunya 152 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Palestina. Disamping itu, jauh sebelum Republik Indonesia lahir, umat Islam di negeri ini telah membangun nilai-nilai moralitas yang tinggi melalui pendidikan di pesantren-pesantren. Nurcholis Madjid dalam bukunya. AuBilik-bilik PesantrenAo, menuliskan. AuSeandainya negeri kita ini tidak mengalami masa penjajahan, mungkin pertumbuhan sistem pendidikannya akan mengikuti jalur-jalur yang ditempuh pesantren. Sehingga perguruan-perguruan tinggi yang ada sekarang ini tidak akan bernama UI. ITB. UGM. UNAIR, dan yang lainnya, akan tetapi mungkin Namanya Universitas Tremas. Universitas Krapyak. Universitas Tebuireng, dan lain-lain. KESIMPULAN Hingga hari dimana artikel ini dikirimkan, aksi solidaritas Palestina yang dilakukan mahasiswa di kampus-kampus AS terus berlangsung. Aksi serupa bahkan meluas hingga ke Eropa seperti di Belanda. Perancis. Inggris, dan Finlandia. Aksi solidaritas juga terjadi di Asia seperti di Jepang dan Korea Selatan. Sikap Israel yang bersikeras menolak gencatan senjata dan terus memborbardir Rafah serta mempersulit masuknya bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina menjadi penyebab semakin meluasnya aksi mahasiswa di berbagai belahan dunia. Meluasnya aksi disebabkan oleh lima faktor pendukung. Yakni . prinsip kemanusiaan yang menjadi bahasa pemersatu, . melesatnya teknologi informasi, . semakin terbukanya warga AS menunjukkan identitas diri sebagai pendukung Palestina, . mengulang kesuksesan tradisi gerakan sosial di AS dari masa ke masa, serta . meningkat pesatnya jumlah warga AS yang mememluk Islam. Revolusi kampus besar-besaran yang terjadi di berbagai negara ini menunjukkan masih kuatnya teori pergerakan sosial dan kebenaran peran mahasiswa sebagai agent of change. Disamping itu, yang tidak dapat dipungkiri adalah bahwa aksi mahasiswa besar-besaran ini juga memiliki dampak besar terhadap dinamika politik negara-negara serta wajah baru Islam di dunia. Islam bukan lagi dipandang sebagai agama teroris sebagaimana framing media-media Islam di Amerika dan Eropa khususnya kini lebih dikenal sebagai agama yang secara rasional menyuarakan keadilan dan memperjuangkan hak-hak dasar kehidupan semua manusia. BIBLIOGRAFI Afriyanti. Wina, dkk. Aksi Solidaritas Civitas UI: Bela Palestina Bukan Soal Agama. Melainkan Kemanusiaan. 4 Mei 2024. https://suaramahasiswa. Albach. Philiph G. Dari Revolusi ke Apati Gerakan Mahasiswa Amerika Serikat pada Tahun 1970-an. Albach. Phliliph G . Politik dan Kekuasaan Perspektif dan Kecenderungan Saat Ini. Jakarta. Pustaka Gramedia. https://w. id/2021/05/16/kisah-solidaritas-indonesia-palestinadari-perangko-hingga-bangun-masjid-istiqlal 153 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Argenti. Gili. Gerakan Mahasiswa Pro Palestina di Amerika Serikat. Republika, 8 Mei https://retizen. id/posts/304061/ gerakanmahasiswa-pro-palestina-di-amerika-serikat. Arifuddin. Muhammad Thaufan. Amerika Serikat. Media Sosial, dan Gerakan Mahasiswa Untuk Palestina. Kumparan, 28 April 2024. Astuti. Uttiek M. Panji. Student Spring Protests. 2 Mei 2024. https://w. com/share/p/U6No743fKJ7EgoB7/?mibextid=oFDk Astuti. Uttiek M. Panji. Gemerlap Cahaya dari Palestina. 1 November 2023. https://w. com/share/p/zV1MBTHP6vhng3Wy/?mibextid=oF Dknk Indiraphasa. Nuriel Shlami. Gelombang Solidaritas Mahasiswa Internasional Untuk Palestina Menguat. Tuntutan Aksi Menyebar ke Seluruh Dunia. 9 Mei http://nu. Khalik. Subehan. Sejarah Perkembangan Islam di Amerika. Jurnal Al Daulah Vol. No. 2 Desember 2015. Kristeva. Nur Sayyid Santoso. Analisis Sosial Membentuk Kesadaran Kritis. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Sanit. Arbi. Politik Mahasiswa di Antara Ideologi dan Institusionalisasi Politik atau Kekuasaan. Albach. Phliliph G . Politik dan Kekuasaan Perspektif dan Kecenderungan Saat Ini. Jakarta. Pustaka Gramedia. Sanit. Arbi. Pergolakan Melawan Kekuasaan. Gerakan Mahasiswa Antara Aksi Moral dan Politik. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Sukmana. Oman. Konsep dan Teori Grakan Sosial. Malang. Intrans Publishing. Antaranewscom. Mahasiswa Berbagai Kampus di Negara-negara Barat Kian Luas Tunjukkan Simpati Kepada Rakyat Palestina. Mei https://w. com/p/C6xuYXRySR2/?igsh=MWx2OWhqNW4w MXRhZw== https://w. com/berita/3773772/ribuan-orang-berunjuk-rasa-dinew-york-dukung-palestina https://internasional. id/berita/scuhcy488/ratusan-penangkapanwarnai-demo-pro-palestina-di-kampus-amerika https://w. id/berita/dunia/1709306-daftar-deretan-kampus-besar-diamerika-serikat-yang-demo-dukung-palestina https://w. com/detail-news/33730/sejarah-panjanghubungan-as-israel-sekutu-militer-hingga-ekonomi https://w. id/2021/05/16/kisah-solidaritasindonesia-palestina-dari-perangko-hingga-bangun-masjid-istiqlal Harian The New York Times, edisi 22 Oktober 2001. Mediasabili. Abu Ubaidah Pun AuHadiriAy Dmeo Kampus Top Dunia. 3 Mei https://w. com/p/C6gIYKCrazD/?igsh=MXV5bzI0YWx pM3Jibw== 154 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Narasi Newroom. Menyala Mahasiswa Mendukung Palestina. 11 Mei 2024. https://w. com/reel/C62kiVIh7rU/?igsh=bno1ZXc5aTdpazcx https://w. com/eye. palestine?igsh=MW9xNHEyY2ExZmlrYw= https://w. com/aljazeeraenglish?igsh=MTdtM245c252MGc3Nw== https://w. com/palestineredcrescent?igsh=cXhwOWE2cHhnaDd1 155 Musrifah Revolusi Kampus. Wajah.