Volume 1 Nomor 2 . Desember GENITRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN E-ISSN: 2964-7010 Sosialisasi Diversifikasi Makanan pada Kader Desa Pondok Dalem. Semboro. Jember Socialization of Food Diversification to Pondok Dalem Village Cadres. Semboro. Jember Dewi Setyowati1*. Astika Gita Ningrum1. Budi Prasetyo1. Noorlaila Ainunnissa1. Dian Shalma Kartika1. Fransiska Niken Hapsari1 Program Studi Kebidanan. Fakultas Kedokteran. Universitas Airlangga Jl. Mayjen. Prof. Dr. Moestopo No. 47 Surabaya. Indonesia *Corresponding author: Dewi Setyowati. Program Studi Kebidanan. Fakultas Kedokteran. Universitas Airlangga e-mail: dewi. setyowati@fk. ABSTRAK Data dari UPTD Puskesmas Semboro menyebutkan bahwa pemeriksaan kadar hemoglobin (H. di Puskesmas Semboro. Jember belum rutin dilakukan. Hal tersebut karena program pemeriksaan antenatal care (ANC) terpadu belum sepenuhnya dilakukan dan tenaga kesehatan di Puskesmas Semboro masih terbatas. Pengetahuan terkait diversifikasi makanan merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk melakukan upaya pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil. Salah satu bentuk kegiatan yang mendukung tujuan tersebut adalah pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan diversifikasi pemberian PMT. Sehingga diperlukan suatu kegiatan pendidikan kesehatan terkait diversifikasi makanan pada ibu kader di Semboro. Jember. Jawa Timur. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Semboro khususnya di Pondok Dalem. Semboro berupa edukasi kesehatan terkait pelatihan diversifikasi bahan pangan pada kader. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah melakukan edukasi terkait diversifikasi makanan melalui video Kegiatan ini dilakukan pre-test dan posttest untuk mengetahui tingkat pemahaman kader. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader untuk mencegah anemia pada ibu hamil. Kata Kunci: sosialisasi. diversifikasi makanan. ibu kader. ABSTRACT Data from the UPTD of the Semboro Health Center stated that the examination of hemoglobin (H. levels at the Semboro Health Center. Jember had not been routinely carried out. This is because the integrated antenatal care (ANC) examination program has not been fully implemented and the health workers at the Semboro Health Center are still limited. Knowledge related to food diversification is an important thing that must be done to make efforts to prevent it. One form of activity that supports this goal is community empowerment through training on the diversification of PMT provision. So we need a health education activity related to food diversification for female cadres in Semboro. Jember. East Java. Community service activities are carried out in the Work Area of the Semboro Health Center, especially in Pondok Dalem. Semboro in the form of health education related to food diversification training for cadres. The method used in this activity is a training approach, namely by providing food diversification modules for the Puskesmas and the local community. The method used in this activity is to educate about food diversification through animated videos. This activity was carried out through pre-test and posttest to determine the level of understanding of cadres. This activity aims to determine the level of knowledge of cadres to prevent anemia in pregnant women Keywords: socialization. food diversification. kader mother. Copyright @2022 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ PENDAHULUAN Indonesia sebagai negara berkembang memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap kebutuhan pangan. Hal tersebut menjadikan Indonesia rentan terhadap kerawanan bahan Indonesia sudah membuat kebijakan program diversifikasi makanan sejak tahun 1974 untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat (Budijanto S, 2. Diversifikasi makanan merupakan cara alternatif masyarakat karbohidrat dari jenis tumbuhan selain beras (Umanailo, 2. Berdasarkan kajian penelitian di Afrika menunjukkan bahwa diversifikasi memiliki peran penting dalam memastikan ketahanan pangan dan menstabilkan produksi pangan (Waha et al. , 2. Variasi konsumsi makanan di Indonesia bertujuan sebagai pengurangan konsumsi beras yang diimbangi dengan peningkatan konsumsi non-beras. Salah satu alasan pentingnya diversifikasi pangan adalah mengurangi ketergantungan impor beras (Suyastiri, 2. Sampai sejauh ini, upaya diversifikasi yang paling berhasil adalah program pengenalan tepung terigu (Budijanto S, 2. Ketersediaan pangan dalam skala rumah pertanian, terlepas dari ukuran lahan, kepemilikan ternak, dan pendapatan off-farm, tetapi hanya sampai tingkat keragaman tertentu (Waha et al. , 2. Penyusunan menu sehat yang baik dan seimbang perlu disiapkan untuk menunjang status gizi balita dan lansia (Masrochah et al. Adapun untuk monitoring status gizi masih sebatas pada pengukuran untuk melihat gizi baik, gizi kurang dan gizi buruk. Semua kegiatan posyandu sangat tergantung pada partisipasi dan keaktifan kader posyandu. Peran dan kapasitas kader posyandu sangat berperan untuk mendukung keterampilan dan upaya peningkatan kesehatan (Ngaisyah & Adiputra, 2. Pendekatan berbasis pangan telah diklasifikasikan sebagai salah satu program paling efektif untuk memerangi atau mengurangi prevalensi kekurangan zat gizi mikro dan anemia. Meskipun perlu waktu lebih lama dalam proses perbaikan konsumsi pangan, namun program ini bersifat lebih Formulasi rekomendasi berbasis Linear Programming (LP) telah dinilai lebih efektif dan obyektif dibandingkan metode tradisional yang mengharuskan tahapan proses berulang Pendekatan LP memungkinkan kita untuk mengembangkan diet yang dioptimalkan untuk target populasi serta dapat mendeteksi masalah gizi yang terjadi di suatu daerah (Putri. Netta Meridianti, 2. Dalam rangka untuk melakukan upaya pencegahan terhadap kondisi anemia pada ibu hamil di Kabupaten Jember, khususnya di Pondok Dalem. Semboro. Maka diperlukan peran semua pihak, termasuk melibatkan kader untuk membantu pendampingan ibu hamil. Upaya pencegahan anemia ibu hamil perlu mendapat dukungan dari Pemerintah Desa, karena lebih dekat dengan masyarakat dan sehari-hari interaksinya berada pada lingkungan desa (Ramadhanintyas et al. , 2. Kegiatan yang berbasis masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tingkat pengetahuan masyarakat merupakan tolak ukur dan langkah penting dalam memperbaiki kualitas hidup agar masyarakat hidup lebih sehat dan sejahtera. Salah satu bentuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dapat dilakukan berupa kegiatan sosialisasi dan pelatihan guna membentuk masyarakat yang memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat (Ratna & Wati, 2. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader untuk mencegah anemia pada ibu hamil METODE Kegiatan dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari 3 dosen, beberapa mahasiswa prodi Kebidanan. Metode pelaksanaan kegiatan ini melakukan edukasi terkait diversifikasi makanan melalui video Kegiatan ini dilakukan pre-tes dan post-test. Kegiatan ini merupakan serangkaian dari sosialisasi yang diberikan pada ibu hamil mengenai edukasi pencegahan anemia ibu hamil dan upaya untuk pemanfaatan sumber daya alam sebagai bahan makanan masyarakat. Copyright @2022 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ Input Ibu hamil belum sepenuhnya ANC terpadu Ibu hamil dengan anemia Output Advokasi Komunikasi Mobilisasi sosial Proses Adanya dukungan dari pemerintah Kelurahan dan kader kesehatan untuk mensosialisasikan pentingnya diversifikasi makanan Hasil Meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya kader kesehatan Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya diversifikasi Dampak Tidak ada ibu hamil yang Kegiatan dilaksanakan berupa pelatihan diversifikasi makanan pada kader kesehatan Pondok Dalem. Semboro Kabupaten Jember pada 28 Oktober 2022 dengan jumlah 25 peserta. Sebagai hasil pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pengisian pre-test dan post-test pada sebelum dan sesudah pemberian materi pelatihan. Gambar 1. Dokumentasi sosialisasi pelatihan diversifikasi pangan HASIL DAN PEMBAHASAN Dokumentasi pelatihan diversifikasi makanan sebagai Copyright @2022 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ Adapun untuk hasil pre-test dan posttest yang diberikan pada ibu kader, didapatkan hasil sebagaimana pada gambar berikut: Nilai Pre dan Post Test Kelas KaderDiversifikasi Makanan Pretest Postest Gambar 2. Gambaran sebaran nilai pre-test dan post-test diversifikasi makanan Keterangan: X-axis: Nilai Y-axis: Frekuensi munculnya nilai Dari gambar tesebut dapat disimpulkan bahwa sosialisasi kesehatan berupa pelatihan diversifikasi makanan yang dilakukan pada ibu kader bisa meningkatkan pengetahuan. Nilai pre-test pada ibu hamil paling rendah yakni 28,5 namun setelah dilakukan edukasi nilai terendah yakni 71 sehingga edukasi kesehatan dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan di masyarakat khususnya ibu kader. Pada hasil pre-test yang mendapat nilai kurang dari 50 poin menunjukkan jumlah 7 orang dengan rincian nilai 28,5 sebanyak 5 orang dan nilai 43 sebanyak 2 orang. Adapun untuk hasil post-test menunjukkan kemajuan lumayan signifikan dengan adanya 15 orang yang mendapat nilai genap 100. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sosialisasi pelatihan diversifikasi makanan pada ibu kader dapat meningkatkan tingkat pengetahuan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ngaisyah dan Putra . di Desa Kanigoro. Gunungkidul bahwa pelatihan dengan narasumber untuk membekali para kader posyandu dan penyuluhan untuk monitoring stunting serta meningkatkan motivasi kader. Hal ini menunjukkan bahwa para mitra mampu menjalankan peran dan aktif dalam kegiatan di posyandu untuk meningkatkan status kesehatan balita (Ngaisyah & Adiputra, 2. Diversifikasi pangan secara sederhana didefinisikan sebagai upaya peningkatan keanekaragaman konsumsi pangan ke arah yang sesuai prinsip atau kaidah gizi seimbang dengan tujuan kualitas pangan masyarakat menjadi semakin baik. Salah satu ukuran untuk mengetahui tingkat diversifikasi pangan dikenal dengan konsep Pola Pangan Harapan (PPH). Semakin tinggi skor PPH menunjukkan makna konsumsi pangan semakin beragam dan bergizi seimbang . (Hardono, 2. Setiap daerah memiliki pola berbedabeda dalam konsumsi pangan sesuai dengan potensi dan budaya setempat. Pola konsumsi di Indonesia mayoritas biji-bijian, terutama beras, yang ditunjukkan dengan rasio bahan pokok bahan dasar tepung yang lebih tinggi. Masyarakat ketergantungan yang tinggi terhadap beras sebagai sumber karbohidrat. Upaya untuk mengurangi ketergantungan tersebut perlu dilakukan dengan menggali potensi lokal non beras untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat (Suyastiri, 2. Desa Pondok Dalem merupakan daerah pedesaan di wilayah kerja Puskesmas Semboro. Adapun Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah di Jawa Timur dengan angka kematian ibu dan angka kematian bayi yang tinggi. Permasalahan gizi di perkotaan tidak mengkonsumsi makanan yang sehat. Hal ini dikarenakan zat gizi mikro dapat terpenuhi dengan mudah dengan adanya penjualan secara bebas berbagai macam suplemen. dan kesadaran masyarakat untuk konsumsi susu yang mempunyai kandungan Fosfor dan Kalsium yang tinggi. Sedangkan di pedesaan, tidak semua anak yang selepas ASI mengkonsumsi susu dan tidak ada yang mengkonsumsi suplemen (Sukesi & Shinta, 2. Perbedaan menunjukkan pola konsumsi yang terbagi menjadi tiga, yakni PNS dan polisi umumnya mengkonsumsi beras sebagai bahan pokok stuktur wiraswasta maupun wirausaha menjadikan beras sebagai bahan pangan primer. serta petani juga masih menjadikan beras sebagai bahan konsumsi primer dalam kehidupan sehari-hari (Umanailo, 2. Adanya ketergantungan masyarakat terhadap beras masih tinggi dan menurunnya tingkat partisipasi konsumsi mengakibatkan Copyright @2022 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ upaya mengalami stagnansi. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut dan saling berkaitan satu sama lain. Hal yang mendasari berasal dari faktor sosial, budaya, ekonomi, pengetahuan merupakan penyebab yang mempengaruhi diversifikasi konsumsi pangan. Hal ini juga identik dengan penyebab yang mempengaruhi konsumsi pangan masyarakat Selain itu, ketersediaan sumberdaya alam untuk sumber pangan lokal tidak diikuti dengan pola pengembangan dan pola konsumsi Ada banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya pengetahuan dan informasi terkait pangan lokal sebagai sumber konsumsi sehari-hari. Sehingga kondisi tersebut mengakibatkan masyarakat kurang peduli terhadap keberadaan sumber pangan lokal yang ada. Kondisi seperti ini menyebabkan kerentanan pangan akibat ketergantungan masyarakat terhadap beras (Umanailo, 2. Materi modul yang diberikan pada ibu kader dan Puskesmas diharapkan dapat menjadi acuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya ibu hamil untuk pemenuhan nutrisi Sebagaimana penelitian yang dilakukan pada diversifikasi ikan, materi yang telah disampaikan mampu meningkatkan pengetahuan semua peserta terkait dengan pembuatan biscuit. Hal ini menunjukkan pentingnya asupan protein ikan untuk anakanak dan pentingnya diversifikasi pangan untuk bahan olahan ikan sebagai pemanfaatan sumberdaya alam daerah (Junianto et al. Tindakan sosialisasi pelatihan pada ibu kader diharapkan dapat memberikan kontribusi Sebagaimana pemanfaatan dadih untuk meningkatkan motivasi pada ibu hamil sebagai makanan tambahan yang tinggi nilai gizi baik protein, lemak dan probiotik. Pemenuhan nutrisi ibu hamil merupakan salah satu upaya peningkatan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (Susmiati et al. , 2. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil masalah di wilayah kerja Puskesmas Semboro, didapatkan bahwa ibu hamil belum sepenuhnya melakukan pemeriksaan ANC Terpadu dan belum diketahui kadar hemoglobin (H. Sebagai langkah preventif dan alternatif yang dapat dilakukan berupa diversifikasi makanan pada ibu kader. Hasil peningkatan pengetahuan ibu kader. Saran untuk kegiatan selanjutnya agar memberikan edukasi yang lebih bervariasi untuk memudahkan ibu kader dalam menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya pada ibu hamil di Semboro. Jember. Jawa Timur. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada pihak Puskesmas Semboro. Jember. Jawa Timur dan ibu kader yang sudah berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Harapannya temuan dari hasil kegiatan ini dapat menjadi rekomendasi untuk program penurunan AKI dan AKB di Jawa Timur, khususnya di wilayah Jember. DAFTAR PUSTAKA