Rika Jufriazia Manita: Layanan Story Telling Pada Layanan Anak Dan Remaja Di Era Modern LAYANAN STORY TELLING PADA LAYANAN ANAK DAN REMAJA DI ERA MODERN Rika Jufriazia Manita Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar rikajufriaziamanita@iainbatusangkar. Abstract: Story telling program is an activity of story telling or telling stories to users from groups of children. The purpose of story telling in the library is to attract children to want to visit the library and reduce children's desire to play using gadgets. This story telling activity has a positive impact on children's character development and improves children's ability to understand reading material. One of the things that must be prepared in organizing story telling activities is that the librarian must master story telling or story telling techniques so that children feel satisfied and want to always follow story telling activities in the library. Keywords: child service. story telling. Abstrak: Program story telling adalah kegiatan mendongen atau bercerita kepada pemustaka dari kelompok pengguna anak-anak. Tujuan kegiatan story telling di perpustakaan adalah untuk mengajak anak-anak agar mau mengunjungi perpustakaan juga mengurangi keinginan anak untuk bermain menggunakan gadget. Kegiatan mendongeng ini memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan karakter anak dan meningkatkan kemampuan anak dalam memahami bahan bacaan. salah satu yang harus dipersiapkan dalam menyelenggarakan kegiatan storry telling adalah pustakawan harus menguasai teknik mendongeng atau bercerita sehingga anak merasa puas dan ingin selalu mengikuti kegiatan mendongeng di perpustakaan. Kata kunci: layanan anak. story telling. Pendahuluan Perpustakaan dapat diartikan sebagai kawasan yang memiliki kegiatan penghimpunan . , pengolahan, dan penyebarluasan . segala macam informasi, baik informasi tercetak maupun informasi yang terekam dalam berbagai media seperti buku, majalah, surat kabar, film, kaset, tipe recorder, video, komputer, dan lainnya. Seluruh sumber informasi kemudian di susun berdasarkan aturan yang sudah ditetapkan, digunakan untuk memenuhi kebutuhan belajar melalui kegiatan membaca serta pencarian informasi bagi masyarakat yang memerlukannya. Perpustakaan juga merupakan pusat dalam memberikan pelayanan untuk memenuhi keinginan informasi bagi masyarakat yang pada akhirnya perpustakaan dibentuk untuk memfasilitasi terciptanya masyarakat berpendidikan, masyarakat literat dan masyarakat 1 Yusuf. Pawit M. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. (Jakarta: Prenadamedia Group, 2. , hlm. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Rika Jufriazia Manita: Layanan Story Telling Pada Layanan Anak Dan Remaja Di Era Modern yang memiliki budaya tinggi. Masyarakat yang demikian memiliki pemikiran yang luas dan terbuka untuk selalu mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan teknologi yang mengalami kemajuan cukup pesat di era modern ini menuntut perpustakaan untuk lebih mengembangkan diri sebagai sebuah bentuk Selain itu, perpustakaan memiliki jangkauan yang luas khususnya dalam merangkul pemustaka pada berbagai usia. Dimulai dari pemustaka anak, pemustaka remaja dan pemustaka dewasa. Berbagai kegiatan telah dipersiapkan oleh perpustakan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak akan informasi dimulai dari pemilihan bahan pustaka yang tepat sampai kepada jenis layanan yang disuguhkan oleh pustakawan menurut usia dan sesuai selera anak. Menurut Rahmah menjelaskan bahwa diantara jenis layanan yang bisa dimanfaatkan dan digemari oleh anak-anak ialah layanan bercerita yang mana layanan bercerita dikhususkan bagi perpustakaan anak dan perpustakaan sekolah dasar. Pelayanan pada perpustakaan anak tidak memiliki sifat tetap, tetapi kegiatannya dilaksanakan berdasarkan jadwal yang sudah ditetapkan Selain itu, model pelayanan yang diterapkan tidak bersifat perseorangan . Pustakawan harus memiliki mental yang kuat serta mempunyai tingkat kepedulian yang tinggi terhadap daerah di sekitarnya untuk bisa mengajak anak-anak sehingga anak-anak memiliki minat untuk mau mengenal dan membaca buku. Agar menjadi seorang pustakawan anak yang handal maka seorang pustakawan harus mampu memasuki dunia anak tersebut, salah satu cara yang bisa diterapkan oleh pustakawan ialah dengan mengajak anak bermain. Tidak banyak anak- anak mencintai buku yang muncul dari dalam dirinya sendiri, maka harus ada orang yang bisa memancing anak tersebut agar mau masuk ke dunia bahasa tertulis. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh pustakawan agar bisa membaur dengan anak adalah dengan adanya program bercerita atau mendongeng di perpustakaan. 2 Rahmah. Elva. Akses dan Layanan Perpustakaan Teori dan Aplikasi. (Jakarta: Prenadamedia Group. , hlm. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Rika Jufriazia Manita: Layanan Story Telling Pada Layanan Anak Dan Remaja Di Era Modern Landasan Teori Defenisi Layanan Anak Misi pada layanan anak di perpustakaan umum adalah memberikan pelayanan kepada anak, selanjutnya sebagai sentral informasi, penelaahan, pengenalan keberagaman budaya daerah yang bisa diperoleh dan dapat memberikan peningkatan terhadap kemampuan anak dalam mengakses informasi, membikin program dan pemberian layanan yang cocok dengan penggunaan bahasa yang benar dengan kelompok multikultural baik untuk anak-anak, keluarga dan pengasuh mereka. Sedangkan menurut Colin, layanan anak merupakan jenis pelayanan umumnya diberikan kepada anak-anak dimulai dari anak sebelum sekolah dasar sampai tingkat selepas sekolah dasar atau setidaknya sampai tingkat sekolah dasar. Pelayanan perpustakaan anak merupakan komponen vital yang tidak dapat dipisahkan dari perpustakaan umum, yang mana mereka merupakan target tujuan dari pelayanan yang disediakan oleh perpustakan umum. Dari deskripsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwasanya perpustakaan sekolah adalah bagian dari perpustakaan anak. Sebab pada perpustakaan sekolah ini merupakan kelompok anak-anak pada usia sekolah dasar. Yang membedakan antara perpustakaan sekolah dengan perpustakaan umum khusus bagian layanan anak adalah dari segi koleksi perpustakaan dan masyarakat yang dilayani. Pada perpustakaan sekolah koleksi yang tersedia harus berdasarkan kurikulum dari sekolah tersebut serta pemustaka yang dilayani adalah guru, siswa dan sivitas akademika sekolah. Sementara itu pada perpustakaan umum bagian layanan anak koleksi yang disediakan lebih beragam dan bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak seperti buku dongeng, majalah anak, buku bergambar, buku belajar al-qurAoan dan lainnya. Disamping itu perpustakaan layanan anak ini juga dilengkapi dengan mainan edukasi yang dapat mengasah perkembangan motorik dan kreatifitas anak. 3IFLA. Guidelines For ChildrenAos Library http://archive:ifla. org/VII/s10/pubs/ChildrensGuidelines. diakses pada 26 Juli 2022, hlm. Services. 4 Colin. Ray. Library Services To Schools and Children. (Paris: Unesco, 1. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Rika Jufriazia Manita: Layanan Story Telling Pada Layanan Anak Dan Remaja Di Era Modern Kegiatan Layanan Anak Tujuan pokok . layanan anak-anak yaitu:5 Menghimpun koleksi bahan pustaka tercetak maupun tidak tercetak, pemberian penyajian yang dapat memikat minat anak dapat dapat dipahami anak dalam Pemberian pendampingan kepada anak untuk memilah sumber informasi tercetak serta koleksi pustaka lain menurut usia anak. Meningkatkan, menumbuhkan, dan memupuk kecintaan anak terhadap membaca serta memberikan pendidikan kepada anak agar anak menjadi mandiri. Mempraktikkan berbagai sumber yang disediakan oleh perpustakaan dalam menunjang pembelajaran sepanjang hayat Memberikan bantuan kepada anak untuk meningkatkan keahlian serta wawasan Memiliki mensejahterakan anak. IFLA Guidelines For ChildrenAos Library Services memberikan penjelasan bahwasanya layanan anak memiliki tujuan sebagai berikut:6 Memberikan sarana . wewenang masing-masing anak untuk: Informasi . erita, dat. Tugas fungsional, visual, literasi digital dan media Peningkatan peradaban Peningkatan membaca Pembelajaran seumur hidup / lifelong learning Kegiatan Program imajinatif di waktu luang Menyediakan portal terbuka bagi seluruh sumber daya dan sarana untuk anak Memberikan berbagai macam kegiatan bagi anak, wali serta pemerhati anak . ecinta ana. 5 Fitri dan Yusuf. Kiat Menumbuhkan Minat Baca Anak. (Kabupaten Blora: Humas KPAD, 2. , hlm. 6 IFLA. IFLA Guidelines for Library Services to Children aged 0-18, (Augus. , 1Ae19. Retrieved from https://w. org/files/assets/libraries-for-children-and-ya/publications/ifla-guidelines-for-library-servicesto children_aged-0-18. Pdf. diakses pada 26 Juli 2022, hlm. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Rika Jufriazia Manita: Layanan Story Telling Pada Layanan Anak Dan Remaja Di Era Modern Memberikan fasilitas bagi orang tua menuju komunitas Mengontrol anak dan memberikan dukungan serta keleluasaan serta keamanan Mengupayakan sebuah perdamaian dunia. Perpustakaan umum bagi anak yang pada dasarnya adalah sebagai sarana pendidikan di luar jalur sekolah. Pelayanan anak yang disediakan oleh perpustakaan umum dapat memupuk serta meningkatkan minat anak untuk membaca serta memberikan pelajaran kepada anak agar menggunakan koleksi tercetak serta mencari informasi yang dibutuhkan oleh anak. Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya kegiatan di perpustakaan bagian layanan anak yaitu dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang sudah di persiapkan dalam pemenuhan kebutuhan anak dimulai dari memilih koleksi pustaka . oleksi terceta. dengan menyuplai referensi . ahan bacaa. yang cocok dengan usia anak. Pustakawan Layanan Anak Pustakawan terbagi atas beberapa macam, diantaranya ialah pustakawan pada layanan anak. Berdasarkan pendapat Levine Clark yang dikutip oleh Suci Lestari pustakawan anak . hildrenAos libraria. merupakan pustakawan yang mempunyai tanggung jawab dalam meningkatkan serta mempersiapkan pelayanan serta menyiapkan koleksi untuk anak-anak. Pustakawan anak memiliki peran yang sangat penting dalam memilih koleksi tercetak . ahan bacaa. khusus untuk ruangan anak, membimbing dan menemani anak untuk membaca, membimbing saat anak butuh referensi, melakukan book talk, dan juga storytelling . Dari deskripsi dapat ditarik kesimpulan bahwa pustakawan yang mengelola layanan anak harus mampu mengembangkan layanan anak dan mengembangkan imajinasi anak dan juga memberikan motivasi kepada anak untuk gemar membaca salah 7 Lestari. Suci dan Nelisa Malta. Ay Peran Pustakawan Dalam Memotivasi Anak Usia Dini Memanfaatkan Layanan Anak di Badan Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat,Ay Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, 4 . http://ejournal. id/index. php/iipk/article/view/5142/4039 . diakses pada tangga/ 26 juli 2022 ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Rika Jufriazia Manita: Layanan Story Telling Pada Layanan Anak Dan Remaja Di Era Modern satunya adalah dengan menyediakan koleksi yang berkualitas, menarik perhatian anak sehingga anak-anak merasa ingin untuk membaca. Pengertian Storytelling Salah satu kegiatan pada layanan anak adalah storytelling atau bercerita. Menurut Bimo bercerita merupakan teknik komunikasi secara global yang dapat memberikan pengaruh besar bagi jiwa manusia. 8 Dalam Storytelling . merupakan cerita fiktif, abnormal yang terjadi pada zaman kuno. Sementara itu. Lasa Hs menjelaskan bahwa storytelling . adalah bentuk komunikasi antar pendongeng dengan segenap penonton lewat vocal. serta tindakan . gambaran komunikasi seperti ini diharapkan dapat memupuk pandangan . audien, karna pandangan . itu lebih valid daripada pengalaman. Dari kesaksian riwayat sejarahdapat dilihat bahwasanya tumbuhnya bermacam ilmu pengetahuan, konsep, serta kreasi disebabkan oleh adanya imajinasi yang valid dan juga Dengan . membangkitkan inspirasi serta membuka cakrawala berfikir anak. Dengan teknik ini maka anak mendapat: Pengetahuan atas kejadian yang dapat menimbulkan keingintahuan Mendapatkan kekuatan dalam penyelesaian masalah yang terjadi Meningkatkan keyakinan terhadap diri sendiri Memperbanyak kosakata serta meningkatkan pandangan dan pengetahuan Merasa penting sebab mempunyai materi untuk dipersembahkan buat orang lain. Penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa aktifitas storytelling . pada perpustakaan merupakan sebuah seni pertunjukan, dengan tujuan utamanya adalah memberikan hiburan kepada anak berisi pesan dan hikmah yang bisa dipetik sebagai sebuah pembelajaran bagi anak. Storytelling ini disampaikan dengan menceritakan 8 Bimo. Mahir Mendongeng. (Yogyakarta: Pro-U Media, 2. , hlm. 9 Hs Lasa. Manajemen Perpustakaan Sekolah Madrasah. (Pinus Boks Publiseher, 2. , hlm. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Rika Jufriazia Manita: Layanan Story Telling Pada Layanan Anak Dan Remaja Di Era Modern kepada anak mempergunakan alat peraga atau tidak mempergunakan alat peraga sehingga anak memiliki keinginan untu mau mendengarkan cerita tersebut. Jenis-jenis Dongeng Dongeng tradisional Dongeng kepercayaansuatu daerah umumnya berpindah pindah dari generasi ke geneasi. Dongeng tradisional ini sebagian besar berlaku sebagai hiburan serta pemupuk spirit keberanian pejuang. Lazimnya, dongeng tradisonal dilayankan sebagai pelengkap waktu luang, dipersembahkan secara romantic, sarat dengan kelucuan serta sangat mengasyikkan. Contohnya adalah malin kundang, batu ajuang batu peti calon arang, momotaro, jaka tingkir, sangkuriang, dan lainnya. Dongeng futuristic (Moder. Dongeng futuristik atau dongeng modern disebut juga dengan dongeng delusi . Dongeng Dongeng futuristic (Moder. ini lazimnya menceritakan sesuatu yang bersifat dramatis, misalkan tokohnya mendadak hilang. Dongeng futuristic dapat juga menceritakan tentang depan, misalnya bumi abad 30, to the future, dan jumanji. Dongeng pendidikan Dongeng pendidikan ialah dongeng yang memanifestasikan dengan sebuah target pendidikan bagi dunia anak-anak. contohnya mengunggah sikap hormat pada orang yang lebih tua. Fabel Fabel merupakan dongeng yang menceritakan aktivitas binatang yang dideskripsikan bisa berbicara layaknya manusia. Cerita-cerita fabel sangat menarik tujuannya adalah untuk memberikan sindiran kepada prilaku manusia tanpa membuat manusia merasa tersinggung. Misalnya: dongeng kancil, kelinci, kura-kura dan lain-lain Dongeng Sejarah Dongeng sejarah erat kaitannya dengan kejadian masa lampau . Dongeng ini memiliki tema kepahlawanan. Misalnya: kisah-kisah para sahabat ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Rika Jufriazia Manita: Layanan Story Telling Pada Layanan Anak Dan Remaja Di Era Modern Rasulullah SAW, sejarah perjuangan Indonesia, sejarah pahlawan tokoh-tokoh, dan sebagainya Dongeng Terapi (Trumatic Healin. Dongeng terapi lazimnya di persembahkan bagi anak-anak yang sedang sakit. Dongeng terapi ini tujuannya ialah untuk memberikan semangat kepada anak agar anak melupakan kesedihan dan tidak memikirkanpenyakitnya. Untuk itu, pendongeng harus memiliki tingkat kesabaran dalam menghadapi anaka-anak. Selain itu, pada waktu mendengarkan dongeng di sertai dengan memutar alunan music khusus terapi yang akan membuat anak-anak menjadi tenang dan rileks. Pembahasan Pada dasarnya kegiatan mendongeng bisa dilakukan oleh semua orang terlebih lagi pustakawan yang memang memiliki tupoksi pada pelayanan anak di perpustakaan. Pustakawan bagian layanan anak diharapkan dapat menguasai salah satu program perpustakaan anak yaitunya mendongeng. Untuk menjadi seorang pendongeng ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan ketika akan mendongeng. Cara Memilih Dongeng Adapun langkah awal yang dipersiapkan sebelum mendongeng ialah mengklasifikasikan atau menulis sebuah cerita dongeng. Cerita yang kita pilih dapat disesuaikan dengan maksud dan tujuan serta menerapkan budi pekerti yang akan diterapkan untuk anak. Contohnya kita akan menumbuhkan semangat tentang sebuah Untuk itu, dicari suatu cerita dongeng yang mengandung nilai kejujuran. Di dalam dongeng terkandung nilai-nilai positif dan negatif yang bisa diambil hikmahnya oleh anak. Untuk itu pustakawan harus bisa memilih dongeng sesuai dengan batasan usia anak. Pustakawan juga harus bisa menuntun anak agar bisa memetik hikmah dari dongeng yang sudah di ceritakan. Selain itu, pustakawan bisa menulis sendiri dongeng yang akan diceritakan kepada anak. Dengan menulis cerita sendiri maka pustakawan bisa memilah-milah dan menyesuaikan berdasarkan kebutuhan dan karakter anak sehingga pesan moral tersampaikan kepada anak. 10 Asfandiyar. Andi Yudha. Cara Pintar Mendongeng. (Jakarta: Mizan, 2. , hlm. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Rika Jufriazia Manita: Layanan Story Telling Pada Layanan Anak Dan Remaja Di Era Modern Membaca Dan Memahami Teks Dongeng Setelah cerita dongeng ditentukan selanjutnya ialah dengan melafalkan untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis dengan media kata-kata serta mendalami dongeng itu. Kegiatan ini harus dilaksanakan sebab seorang pendongeng mesti memahami dan mendalami terhadap cerita atau dongeng yang akan dipersembahkan kepada anak-anak. Pustakawan harus jeli dan pintar dalam menentukan dongeng sebelum kegiatan dongeng dilakukan. Pemahaman terhadap naskah dongeng sangat diperlukan sehingga pustakawan bisa luwes dalam mendongeng di depan anak sampai kegiatan dongeng Keberhasilan seorang pendongeng dapat dilihat dari semangat anak ketika mendengarkan dongeng sampai akhir. Didalam kegiatan dongeng pasti ada tujuan yang ingin dicapai untuk itu pustakawan harus bisa menyaring dongeng dan mengarahkan dongeng tersebut sesuai dengan konteks tujuan yang akan disampaikan kepada anak sesuai dengan tema yang diinginkan. Teknik Mendongeng Menurut Puspitasari, dkk ada beberapa macam teknik mendongeng, yaitu:12 Teknik Suara Suara merupakan bagian terpenting pada saat mendongeng, fungsinya yaitu untuk menghantarkan wasiat atau amanat kepada anak melalui suara. Voval yang bagus akan memberikan kepada anak untuk mendalami tujuan dongeng tersebut. Ada beragam versi/ gaya yang dapat dilakukan oleh pendongeng dalam mempelajari vocal sebelum mendongeng. Faedah dalam melatih vocal sebelum mendongeng adalah untuk mencontoh beragam suara. Anak-anak sangat menyukai apabila pendongeng bisa menirukan berbagai macam ragam karakter suara. Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan pendongeng dalam melatih vocal dalam mendongeng yaitu sebagai berikut: pendongeng harus melakukan pelatihan pernafasan. Pelatihan pernafasan terbagi atas latihan pernapasan dasar, latihan pernapasan perut, latihan pernapasan dada dan latihan pernapasan diafragma. 11 Puspitasari. Nur Aini, dkk. Keterampilan Mendongeng. (Jakarta Selatan: Pustaka Ranggon, 2. , hlm. 12 Puspitasari. Nur Aini, dkk. Keterampilan Mendongeng. (Jakarta Selatan: Pustaka Ranggon, 2. , hlm. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Rika Jufriazia Manita: Layanan Story Telling Pada Layanan Anak Dan Remaja Di Era Modern Melatih vokal Teknik mendongeng selanjutnya adalah melakukan pelatihan terhadap vocal. Belajar vocal ini diantaranya melakukan latihan volume atau energi . suara serta membiasakan pelatihan terhadap kejelasan pelafalan atau pengucapan. Bentuk latihan yang dapat bisa dilaksanakan yaitu berbicara dengan . suara perut diperuntukkan disaat pendongeng akan memperagakan suara besar dan bulat. Suara perut merupakan suara rendah tapi besar umumnya digunakan ketika mengucapkan percakapan hewan besar dan kuat bagaikan suara gajah, harimau dan lainnya. Berbicara menggunakan suara kepala ialah suara yang diterapkan adalah suara kecil dan tinggi. Suara kepala ini diucapkan ketika melakukan percakapan dengan tokoh hewan-hewan kecil serupa kelinci, siput dan lainnya. Intonasi ialah merupakan nada atau irama suara dalam melafalkan sebuah teks. Intonasi dapat memberikan pengucapat terhadap teks tidak seragam yang akan membuat pengucapan terhadap teks dongeng menjad akan lebih menarik. Tempo ialah cepat lambatnya Tempo memiliki fungsi untuk menekankan pengucapan kata yang diharapkan masuk ke alam bawah sadar anak. Teknik Tubuh Mendongeng tidak hanya menujukkan karakter suara bagus, akan tetapi metode/ gaya gerak tubuh yang benar juga memberikan pengaruh yang sangat besar saat mendongeng. Hal yang dapat dilaksanakan diantaranya adalah . Konsentrasi merupakan pemfokusan terhadap pikiran atau perhatian. Gerak/ gesture tubuh ialah perpindahan . fisik yang mengandung sebuah makna. Gesture juga memiliki fungsi menyampaikan pesan dengan bahasa tubuh. Seorang pendongeng wajib mendalami gerak tubuhnya biar setiap gerak yang dilakukan membaur dengan isi dongengnya. Blocking adalah tingkatan pendongeng ketika berada di Saat mendongeng seorang pendongeng wajib mencermati tempat lokasinya saat mendongeng. Tujuannya adalah supaya penonton yang lagi menyaksikan pertunjukan bisa memperhatikan setiap gerak, mimik dan gerakan tubuh kita. untuk itu diwaktu mendongeng pendongeng hendaknya mampu mengontrol tubuh supaya tidak merusak blocking. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Rika Jufriazia Manita: Layanan Story Telling Pada Layanan Anak Dan Remaja Di Era Modern Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwasanya Seorang pendongeng harus benar-benar memahami teknik-teknik mendongeng. Butuh waktu yang lama untuk bisa menjadi pendongeng professional. Butuh kesabaran yang tinggi serta tekat yang kuat untuk mewujudkannya. Kesimpulan Salah satu program perpustakaan pada layanan anak adalah adanya kegiatan storytelling . Kegiatan storytelling ini sangat disukai oleh anak-anak bahkan ditunggu-tunggu jadwal pelaksanaannya oleh anak. Layanan storytelling . memiliki tujuan yaitu untuk menumbuhkan minat baca dan kecintaan anak terhadap perpustakaan. Dengan adanya kegiatan storytelling . ini akan meningkatkan minat kunjung pemustaka anak ke perpustakaan. Selain itu, perpustakan juga harus menyediakan berabagai macam koleksi terbaru. DAFTAR PUSTAKA