JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1692-1696 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Reinterpreptasi Cerita Rakyat Putri Tangguk Dalam Ekspresi Tari Dan Musik Untuk Anak SD Tetty Barokah1. Putriana Ramadhani2. Hazeirin Astin3. Sekar Anggraini4. Naurin Julia Wati5. Novia Mahera Shafitri6. Meideka Sapriani7. Aziza Maharani8. Melanie Cynthia Negara9. Shanata Pratiwi10. Ayu Septiah Utami11. Azzahra Salmanabila Parsha12. Diska Ayu Saputri13. Latifa Ruliandari14. Putri Wulandari15. Rizki Eka S 16. Aulia Yunita Rosanti17 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17Universitas Jambi. Indonesia Email: Tettybarokah914@gmail. com, 2putriana. r2003@gmail. com, 3Arijambi57@gmail. com 4anggrainisekar136@gmail. naurinjulia@gmail. com,6noviaamahera@gmail. com, 7meidekasapriani@gmail. com, 8azizahmaharani2909@gmail. melaniesiynthia2004@gmail. com, 10sanatapratiwi02@gmail. com, 11septiaayu403@gmail. salmanabilaa055@gmail. com, 13diskaayu4268@gmail. com, 14latifaruli308@gmail. com, 15putriputriputri1414@gmail. rizkiekas561@gmail. com, 17rosantiaulia0@gmail. Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasi cerita rakyat Putri Tangguk ke dalam bentuk kesenian tari dan musik sebagai media pembelajaran seni budaya di sekolah dasar. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali pengalaman, persepsi, dan proses kreatif siswa selama pembelajaran. Reinterpretasi cerita rakyat Putri Tangguk menjadi gerakan tari menjadi fokus utama, dengan mengidentifikasi nilai-nilai moral seperti kerja keras, rasa syukur, dan penghargaan terhadap alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari dan musik Putri Tangguk tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi artistik, tetapi juga sebagai alat pendidikan yang efektif untuk menyampaikan pesan budaya dan moral. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan alat musik dan waktu pembelajaran, yang memerlukan solusi praktis agar pembelajaran tetap optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini mengindikasikan bahwa pembelajaran tari dan musik Putri Tangguk adalah metode yang efektif dalam mengembangkan kreativitas siswa dan memperkenalkan seni budaya lokal di tingkat sekolah dasar. Kata kunci: Tari dan musik. Cerita Putri Tangguk. Peserta Didik. Sekolah dasar. Reinterpretasi. Nilai-nilai moral. Abstract- This research aims to interpret the folklore of Putri Tangguk into dance and music art forms as a medium for cultural arts learning in elementary schools. Through a qualitative approach, this study explores students' experiences, perceptions, and creative processes during The reinterpretation of the Putri Tangguk folklore into dance movements is the primary focus, identifying moral values such as hard work, gratitude, and respect for nature. The results show that the dance and music of Putri Tangguk not only function as a means of artistic expression but also as an effective educational tool to convey cultural and moral messages. However, there are some obstacles in its implementation, such as limited musical instruments and learning time, which require practical solutions to keep learning optimal. Overall, this study indicates that learning the dance and music of Putri Tangguk is an effective method for developing students' creativity and introducing local cultural arts at the elementary school level. Keyword: Dance and music. Putri Tangguk Story. Students. Elementary school. Reinterpretation. Moral values. PENDAHULUAN Pendidikan seni budaya memiliki peran penting dalam pengembangan kreativitas dan karakter peserta didik di sekolah dasar. Seni tari dan musik tidak hanya menjadi sarana ekspresi diri, tetapi juga alat untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya lokal. Salah satu bentuk seni budaya yang dapat diterapkan dalam pembelajaran adalah tari dan musik Putri Tangguk, yang berasal dari Jambi. Pembelajaran seni ini dapat membantu siswa memahami nilai-nilai budaya sekaligus mengasah keterampilan mereka dalam seni pertunjukan. Selain itu, seni tari dan musik juga dapat meningkatkan aspek afektif, sosial, dan motorik anak, sehingga mereka lebih percaya diri dan mampu bekerja sama dalam kelompok (Naili. Kemendikbud . juga menegaskan bahwa pendidikan seni memiliki peran dalam membentuk identitas budaya dan karakter bangsa sejak usia dini. Tari dan musik Putri Tangguk menawarkan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi dengan gerakan dan nada musik secara kreatif. Melalui proses belajar yang interaktif, siswa dapat mengembangkan ide-ide baru dan mengekspresikan diri mereka secara bebas. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa seni tari memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan kreativitas anak, terutama ketika diberikan kebebasan untuk berimprovisasi (Angraini et al. , 2. Tari dan musik tradisional seperti Putri Tangguk juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai sosial, seperti gotong royong dan kerja sama, yang tercermin dalam gerakan tarian yang dilakukan secara berkelompok (Rahmadani & Amaliyah, 2. Namun, dalam implementasinya, terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan alat musik dan waktu pembelajaran yang kurang optimal This is an open access article under the CCAeBY-SA license Tetty Barokah. Copyright A 2025. JUMIN. Page 1692 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 27/02/2025. Accepted: 02/03/2025. Published: 05/03/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1692-1696 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin (Kadek et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus agar pembelajaran seni budaya ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pembelajaran tari dan musik Putri Tangguk dapat berkontribusi terhadap pengembangan kreativitas peserta didik di sekolah dasar. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini akan menggali pengalaman, persepsi, dan proses kreatif yang dialami oleh siswa selama pembelajaran berlangsung. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas mengenai efektivitas pembelajaran seni budaya dalam membentuk kreativitas anak serta menjadi dasar pengembangan metode pengajaran yang lebih inovatif di sekolah dasar (Retnowati et al. , 2. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pendidik dalam merancang pembelajaran seni budaya yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis studi dokumentasi untuk menelaah cerita rakyat Putri Tangguk serta penerapannya dalam gerakan tari dan lirik lagu. Pendekatan ini dipilih karena penelitian kualitatif memungkinkan eksplorasi makna, pola, dan proses secara mendalam melalui interaksi dengan sumber data (Creswell, 2. Studi dokumentasi digunakan untuk menganalisis cerita rakyat Putri Tangguk sebagai dasar dalam pengembangan gerakan tari dan irang musik yang sesuai. Metode ini berfokus pada pengumpulan, pengkajian, serta analisis dokumen yang relevan dengan objek penelitian. Dalam hal ini, dokumen yang dikaji mencakup naskah cerita rakyat Putri Tangguk berupa artikel, buku, serta penelitian sebelumnya yang membahas deskripsi cerita, nilai budaya, dan pesan moral yang terkandung di Data tersebut menjadi referensi utama dalam memahami inti cerita, karakter tokoh, konflik, serta latar budaya yang Tahap awal dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi tema utama dari cerita rakyat Putri Tangguk, seperti nilai kerja keras, bersyukur, dan menghargai . Tema-tema ini kemudian diterjemahkan ke dalam gerakan tari yang mencerminkan dinamika cerita. Analisis dokumen dilakukan untuk menemukan kata-kata atau frasa yang merepresentasikan nilai budaya lokal, termasuk adat istiadat, dan hubungan dengan alam. Iringan musik yang disusun menggunakan alat musik seperti recorder, gendang melayu, rebana, pianika, tam, kolintang, belira, tamborin agar mudah dipahami siswa. Metode dokumentasi memberikan keuntungan karena memungkinkan peneliti untuk bekerja dengan data yang telah ada dan tervalidasi sebelumnya. Dengan menjadikan dokumen tertulis sebagai sumber utama, penelitian ini dapat menjamin bahwa gerakan tari dan iringan musik tetap autentik dan sesuai dengan konteks cerita aslinya. Sebagaimana diungkapkan oleh Bowen . , studi dokumentasi memungkinkan analisis yang mendalam terhadap data tekstual guna memahami konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi subjek penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Cerita Rakyat Putri Tangguk Reinterpretasi Cerita Putri Tangguk ini diangkat dari sebuah ceita rakyat yang menggambaran suasana pedesaan. Dimana pada zaman dahulu kala ada sebuah negeri yang disebut Negeri Bunga Tanjung. Kecamatan Danau kerinci. Di sana hiduplah Putri Tangguk beserta suami dan ketujuh anaknya Putri Tangguk dan suami bekerja sebagai petani yang mengurus sawah mereka setiap hari. Sawahnya memang hanya seluas tangguk, tetapi padi yang dihasilkan sangat banyak dan dapat dipanen dalam waktu yang singkat. Setiap hari mereka pergi ke sawah. Selalu saja ada kegiatan yang mereka lakukan untuk mendapatkan hasil panen yang banyak. Karena terlalu sibuk bekerja di sawah, mereka tak punya waktu yang cukup untuk merawat anak-anak dan mengunjungi sanak keluarga. Apalagi, untuk berkumpul dengan penduduk desa. Mereka tidak punya waktu untuk melakukan itu. Pada suatu malam. Putri Tangguk berkata pada suaminya. AuOh. Abang, pokoknya kita harus mengerjakan sawah hingga ketujuh lumbung padi penuh. Kita tidak perlu bersusah payah bekerja lagi. Kita bisa memiliki banyak waktu untuk merawat anak-anakAy. Suaminya pun setuju dengan ucapan Putri Tangguk. Keesokan harinya, pasangan itu mula bekerja tanpa henti di sawah agar ketujuh lumbung padi milik mereka terisi peruh. Pagi hari setelah hujan lebat. Putri Tangguk hendak memeriksa sawah bersama suami dan anak-anaknya. Jalan yang dilalui Putri Tangguk untuk menuju sawahnya sangat licin dan becek hingga la pun terpeleset. Putri Tangguk marah. Ia bergegas menuju lumbung padi dan menyeret beberapa karung menuju jalan licin tempat ia terpeleset. Putri Tangguk menghamburkan padi di sepanjang jalan hingga tidak licin lagi Putri Tangguk merasa puas karena telah memiliki padi yang sangat banyak. Ia bahkan enggan untuk sekedar memeriksa sawah. Putri Tangguk mulai melakukan pekerjaan baru, yakni menenun dan mengurus anak-anak. Suatu hari Putri Tangguk asyik menenun hingga lupa masak. Hingga pada malam hari. This is an open access article under the CCAeBY-SA license Tetty Barokah. Copyright A 2025. JUMIN. Page 1693 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 27/02/2025. Accepted: 02/03/2025. Published: 05/03/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1692-1696 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin satu persatu anaknya bangun karena kelaparan. Namun. Putri Tangguk tidak bisa menanak nasi karena persediaan beras di rumah telah habis. Ia juga sangat malas menumbuk padi di malam hari. Oleh sebab itu, anak-anaknya pun tidur kembali. Keesokan harinya. Putri Tangguk segera pergi ke lumbung untuk menumbuk padi. Namun, betapa kagetnya la karena melihat seluruh padi di dalam lumbung tidak tersisa sebiji pun. Dari lumbung padi. Putri Tangguk berlari menuju sawah untuk memeriksa keadaannya. Ternyata, padi di sawah juga telah berubah menjadi rerumputan liar. Saat melewati jalan tempat la menghamburkan padi. Putri Tangguk teringat dan tersadar bahwa seharusnya tidak berbuat buruk dengan menyia-nyiakan padi yang ia miliki. Pada malam harinya. Putri Tangguk bermimpi bertemu seorang kakek yang berkata bahwa la dan keluarganya akan sengsara di masa mendatang karena telah menyia-nylakan padi. Ternyata, di antara padi yang dihamburkan dulu ada Raja Padi. Perbuatan Putri Tangguk ini telah menyebabkan Raja Padi ini sangat murka. Akibatnya. Putri Tangguk tidak akan mendapatkan keberkahan padi lagi. Saat terbangun. Putri Tangguk tidak berhenti menangis. Ia menyesali perbuatannya yang tidak terpuji. Cerita Rakyat Putri Tangguk ini mengandung moral antara lain yaitu: Nilai karaker kerja keras Nilai ini ditemukan dalam cerita Kisah Putri Tangguk menggambarkan kegiatan yang dikerjakan secara sungguhsungguh tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum target kerja tercapai dan selalu mengutamakan atau memperhatikan kepuasan hasil pada setiap kegiatan yang dilakukan. Terlihat dari hasil sawah yang melimpah. Rasa Syukur dan Tidak Sombong Putri Tangguk dikenal sebagai seorang yang kaya dan memiliki sawah yang luas. Namun, dalam beberapa versi cerita, ia menjadi sombong dan kurang bersyukur atas rezeki yang diberikan. Akibatnya, ia mengalami kemalangan sebagai pelajaran untuk tidak meremehkan berkah yang telah diterima. Nilai ini mengajarkan bahwa manusia harus selalu bersyukur dan tidak sombong dengan apa yang dimilikinya. Menghargai Alam dan Tidak Boros Dalam cerita ini, ada bagian di mana Putri Tangguk menyia-nyiakan padi dengan membuangnya begitu saja di jalan. Hal ini mengajarkan bahwa kita harus menghargai hasil bumi dan tidak boleh membuang-buang makanan. Sikap boros dapat membawa kesulitan di masa depan, sehingga kita harus bijak dalam memanfaatkan sumber daya yang Rendah Hati dan Tidak Meremehkan Orang Lain Putri Tangguk belajar bahwa kesombongan dapat membawa kesulitan. Dalam kehidupan sehari-hari, rendah hati adalah sikap yang penting agar kita dapat hidup rukun dengan orang lain. Kesuksesan seharusnya tidak membuat seseorang merasa lebih tinggi dari orang lain. Konsekuensi dari Perbuatan Cerita ini juga mengajarkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensinya. Ketika Putri Tangguk mengabaikan nilai-nilai baik seperti rasa syukur dan hemat, ia harus menghadapi akibat dari perbuatannya. Ini menjadi pelajaran bahwa kita harus berpikir sebelum bertindak agar tidak mengalami penyesalan di kemudian hari. Reinterpretasi Cerita Putri Tangguk ke dalam Gerakan Tari Cerita rakyat Putri Tangguk mengandung nilai-nilai moral yang mendalam, terutama mengenai pentingnya menghargai rezeki. Dalam proses reinterpretasi cerita ini ke dalam gerakan tari, langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan data relevan, menganalisis alur cerita dan mengidentifikasi momen-momen kunci yang dapat divisualisasikan. Proses ini bertujuan menciptakan gerakan yang artistik dan menyampaikan nilai-nilai moral serta budaya dari cerita. Misalnya, konflik yang dialami Putri Tangguk akibat kelalaian dalam menghargai padi menjadi fokus utama. Momen ketika Putri Tangguk menghamburkan padi dapat diinterpretasikan sebagai simbol kehilangan, sementara adegan introspeksi yang mencerminkan penyesalan dapat diterjemahkan ke dalam gerakan yang menggambarkan refleksi diri. Setelah momen-momen kunci diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah merancang gerakan tari yang mencerminkan nilai-nilai budaya lokal. Gerakan menjatuhkan padi dapat divisualisasikan melalui gestur tangan terbuka yang melambangkan kehilangan, sedangkan gerakan kepala menunduk mencerminkan rasa penyesalan. Inspirasi gerakan diambil dari elemen gerak tradisional masyarakat Kerinci, yang menonjolkan keluwesan tubuh dan ritme harmonis. Dalam proses ini, penting untuk mempertimbangkan kemampuan siswa sekolah dasar, sehingga gerakan yang dirancang tetap sederhana namun sarat makna, dengan pola repetitif yang mudah diingat dan diikuti. Implementasi gerakan tari dilakukan melalui simulasi dengan siswa, yang menunjukkan bahwa mereka mampu memahami cerita melalui gerakan. Siswa melakukan tari imitasi yang diiringi musik, dan proses ini tidak hanya mengajarkan mereka tentang cerita Putri Tangguk, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, reinterpretasi cerita ke dalam gerakan tari tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi artistik, tetapi juga sebagai alat pendidikan yang efektif untuk menyampaikan pesan budaya dan moral kepada generasi muda. Reinterpretasi Cerita Putri Tangguk ke dalam Musik This is an open access article under the CCAeBY-SA license Tetty Barokah. Copyright A 2025. JUMIN. Page 1694 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 27/02/2025. Accepted: 02/03/2025. Published: 05/03/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1692-1696 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Dalam proses reinterpretasi cerita ini ke dalam seni musik, langkah pertama yang dilakukan adalah menganalisis alur cerita dan mengidentifikasi elemen-elemen kunci yang dapat diungkapkan melalui komposisi musik. Dalam sebuah pementasan cerita rakyat Putri Tangguk, musik memainkan peran penting dalam membangun suasana dan memperkuat emosi yang ingin disampaikan. Seperti pada bagian awal yaitu dengan alunan musik yang mengalun perlahan, alunan musik yang lembut dan tenang mengiringi gambaran sawah yang luas dan subur. Suara recorder yang mendayu, berpadu dengan dentingan alat musik lainnya, menciptakan kesan damai, menggambarkan kehidupan desa yang tenteram dan penuh dengan hasil panen yang melimpah. Dilanjutkan dengan nada-nada yang mengundang rasa penasaran, langsung membawa pendengar memasuki dunia cerita Putri Tangguk, seorang wanita yang awalnya dikenal rajin dan taat. Saat cerita mulai berkembang, musik semakin hidup, mengikuti ritme kehidupan di desa. Seperti halnya di saat alur cerita sudah memasuki masa panen yang melimpah, di mana keangkuhan mulai merayap dalam dirinya, tiba-tiba terdengar suara seperti burung yang berasal dari recorder dan juga pianika yang mendukung sehingga menjadi tajam dan menusuk, memecah keheningan dan menciptakan ketegangan yang mencekam, seolah-olah pertanda bahwa malapetaka akan segera Dan benar saja. Putri Tangguk yang murka karena terpeleset, dalam kemarahannya yang membara dan kesombongan yang meluap, dengan gerakan kasar dan tanpa pertimbangan, menghamburkan padi yang berharga begitu saja. Alunan musik yang tadi diawali dengan suara seperti burung yang berasal dari recorder berujung menjadi irama musik yang semakin meredup, dengan melodi sedih yang merayap perlahan, menciptakan kesan penyesalan yang mendalam dan abadi, seolah-olah setiap nada adalah air mata yang jatuh, menyuarakan kesia-siaan dan kekecewaan yang tak terucapkan, serta menyadarkan kita akan konsekuensi dari keserakahan dan kesombongan. Putri Tangguk, yang telah menyia-nyiakan hasil panennya, akhirnya menyadari kesalahannya. Musik yang sedih semakin memperkuat momen ini, membuat pendengar merasakan kepedihan dan penyesalan yang dirasakan oleh sang putri. Penggunaan alat musik tradisional, seperti serunai atau gendang, dapat memberikan nuansa yang lebih autentik dan Dengan iringan musik yang tepat, cerita rakyat Putri Tangguk tidak hanya menjadi kisah yang diceritakan, tetapi juga pengalaman emosional yang lebih mendalam bagi para pendengarnya. Adapun untuk mengimplementasikan komposisi musik dilakukan melalui latihan bersama siswa, yang menunjukkan bahwa mereka mampu memahami cerita melalui melodi dan lirik yang diciptakan. Dalam proses ini tidak hanya mengajarkan mereka tentang cerita Putri Tangguk, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya dan juga penting untuk mempertimbangkan kemampuan siswa sekolah dasar, sehingga komposisi yang dirancang tetap sederhana namun sarat makna, dengan struktur yang mudah diingat dan dinyanyikan. Dengan demikian, reinterpretasi cerita ke dalam seni musik tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi artistik, tetapi juga sebagai alat pendidikan yang efektif untuk menyampaikan pesan budaya dan moral kepada generasi muda. KESIMPULAN Studi tentang "Reinterpretasi Cerita Rakyat Putri Tangguk dalam Seni Tari dan Musik untuk Anak SD" menunjukkan bahwa integrasi cerita rakyat dalam pembelajaran seni budaya memberikan manfaat yang signifikan bagi pengembangan kreativitas dan karakter peserta didik. Dengan mengadaptasi nilai-nilai moral dari cerita rakyat ke dalam gerakan tari dan komposisi musik, siswa dapat memahami makna budaya sekaligus meningkatkan keterampilan ekspresif mereka. Cerita rakyat Putri Tangguk mengajarkan nilai-nilai penting seperti kerja keras, rasa syukur, rendah hati, dan penghargaan terhadap hasil Dalam reinterpretasi cerita ini, gerakan tari dikembangkan untuk mencerminkan alur cerita dan pesan moral, sementara iringan musik digunakan untuk memperkuat suasana dan emosi yang terkandung di dalamnya. Alat musik tradisional seperti recorder, pianika, kolintang, dan rebana digunakan agar siswa lebih merasakan nuansa budaya yang autentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik, afektif, dan sosial anak-anak. Melalui simulasi tari dan musik, siswa dapat memahami serta menginternalisasi nilai-nilai budaya dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif. Pembelajaran seni budaya berbasis cerita rakyat ini juga terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa serta mengasah kemampuan kerja sama mereka dalam kelompok. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam penerapan metode ini di sekolah dasar, seperti keterbatasan waktu dan sarana pendukung. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih inovatif dalam perancangan pembelajaran seni budaya agar tetap menarik, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Reinterpretasi cerita rakyat dalam bentuk tari dan musik dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai budaya lokal serta mengembangkan kreativitas anak sejak usia dini. REFERENCES