AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 IMPLEMENTASI ALAT MUSIK DALAM KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI TK RA-AZAHRA Azizah Zein. Dinda Asri Ramadhani. Jihan Fadiyah Fithri Siregar. Hilda Zahra Lubis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email: azizahzein08@gmail. Abstract This research is based on initial observations of musical activities taking place at this school. This can improve aspects of early childhood development, such as children's social-emotional This research will use descriptive qualitative research techniques. Using data collection techniques that use observation and documentation of supporting data. Research conducted by Jl. It happened at Az Zahra Kindergarten. Done. SPP Junction. Jaharun A Village. Kechi. Galant, taxi. North Sumatra. Deli Serdan Province. The subjects of this research were kindergarten children. Az Zafra. This study shows that playing music can improve the social and emotional skills of children at this school. This is evident when making music, when children express all kinds of expressions about themselves. And by playing this music, children are taught directly to work together and interact with each other. And based on the results of this research, music can improve children's social-emotional intelligence and help teachers and parents discover their children's interests and talents. Keywords:Tool. Music. Social. Emotional. Abstrak Penelitian ini didasarkan pada pengamatan awal kegiatan musik yang terjadi di sekolah ini. Hal ini dapat meningkatkan aspek perkembangan anak usia dini, seperti perkembangan sosialemosional anak. Penelitian ini akan menggunakan teknik penelitian kualitatif deskriptif. Menggunakan teknik pengumpulan data yang menggunakan observasi dan dokumentasi data Penelitian dilakukan oleh Jl. Itu terjadi di TK Az Zahra. Dilakukan. SPP Junction. Desa Jaharun A. Kechi. Galant, taksi. Sumatera Utara. Provinsi Deli Serdan. Subjek penelitian ini adalah anak-anak TK. Az Zafra. Studi ini menunjukkan bahwa bermain musik dapat meningkatkan keterampilan sosial dan emosional anak-anak di sekolah ini. Ini terbukti ketika membuat musik, ketika anak-anak mengekspresikan semua jenis ekspresi tentang diri mereka Dan dengan memainkan musik ini, anak-anak diajarkan langsung untuk bekerja sama dan berinteraksi satu sama lain. Dan berdasarkan hasil penelitian ini, musik dapat meningkatkan kecerdasan sosial-emosional anak dan membantu guru dan orang tua menemukan minat dan bakat anak-anaknya. Kata kunci: Alat. Musik. Sosial. Emosional. Anak. PENDAHULUAN (PAUD) Pendidikan pra-sekolah mencakup anak-anak dari usia 1 tahun hingga 6 Ini termasuk program perkembangan yang ditujukan untuk anak-anak hingga usia Tujuannya adalah untuk mempersiapkan anak-anak untuk sekolah berikutnya dengan memberi mereka rangsangan pendidikan yang mendukung perkembangan fisik dan mental mereka. Pada dasarnya, pendidikan anak usia dini dirancang untuk mendukung perkembangan anak di berbagai bidang, termasuk keterampilan motorik, keterampilan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan sosial dan emosional, seni, dan prinsip-prinsip moral dan agama. AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 171 Azizah Zein, etc. Implementasi Alat Musik Dalam Kemampuan Sosial A Usia dini adalah peringkat sensitif anak, yang bermaksud bahawa anak dengan mudah menerima berbagai stimuli dari persekitaran mereka. Maka usia dini adalah usia perkembangan yang sangat penting untuk diasahACItulah sebabnya para ahli pendidikan anak menganggap usia dini sebagai masa emas, atau golden age, kerana ia tidak dapat diulang dan hanya terjadi sekali dalam setiap usia. Kecerdasan musikal adalah kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dengan menggunakan alat musik sederhana. (Agsriyani, 2. Pembelajaran adalah proses di mana siswa berinteraksi dengan guru dan sumber belajar dalam lingkungan belajar. Pembelajaran adalah bantuan yang diberikan oleh pendidik untuk memungkinkan pemerolehan pengetahuan dan pengetahuan, penguasaan keterampilan dan tabiat, dan pembentukan sikap dan kepercayaan pada siswa. Menurut Hidayati dan Darmuki, pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk menarik dan memberi informasi kepada siswa. Dengan begitu, guru dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman mengubah tingkah laku. Untuk mengubah tingkah laku, belajar memerlukan motivasi atau dorongan untuk berubah dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak tahu menjadi tahu. (Agsriyani, 2. Musik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pendidikan Utamanya, endidikan Anak Usia Dini Atau Taman Kanak Kanak. Hampir semua aktivitas selalu terjadi atau diakhiri bersamaan dengan melakukan aktivitas bernanyi. Selain kegiatan Baris sebelum masuk kelas, selalu terdapat kegiatan yang berhubungan dengan musik setelah masuk kelas, diskusi kelas, mengacu pada kegiatan kelas sebelumnya, dan diakhiri dengan pembubaran kelas. Oleh karena itu, para guru di Pusat Pendidikan Anak Usia Dini memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengajar musik dan memahami musik tradisional agar dapat secara efektif mengajarkan konten terkait musik kepada siswa mereka. Kecerdasan musikal adalah salah satu keterampilan yang harus dikembangkan sejak kecil. Kecerdasan musikal sangat penting untuk dikembangkan karena memberi banyak manfaat kepada anak. Salah satu manfaat ialah kecerdasan musikal membantu perkembangan anak-anak dalam beberapa aspek dan kecerdasan lainnya. Menurut Sheppard dalam Yeni, musik dapat meningkatkan fungsi dan pertumbuhan otak, koordinasi mental dan fisik, daya ingat, kemampuan bahasa, pemahaman ruang, kreativitas, keterampilan sosial, dan kesehatan anak. (Mahmudah & Pamungkas, 2. Kegiatan belajar prasekolah agar anak menikmati pengalaman yang bermakna, ia harus dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan. Bermain adalah salah satu cara untuk belajar musik dan gerak. Pembelajaran gerak dan musik adalah salah satu kegiatan yang merangsang perkembangan anak yang beragam dalam pendidikan prasekolah. Oleh karena itu, guru harus dapat memberi anak kesempatan untuk tumbuh dan berkembang 172 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Azizah Zein, etc. Implementasi Alat Musik Dalam Kemampuan Sosial A melalui aktivitas gerak dan musik, anak kecil memerlukan aktivitas yang dapat membantu mereka menyalurkan baat, minat dan energinya. Pendidikan anak usia dini menjadi sangat penting dikala dewasa ini. Model pembelajarannya fokus pada pengembangan berbagai aspek manusiawi, seperti intelektual dan daya pikir, emosional, perseptual, kreativitas, imajinatif, sikap sosial, pengembangan fisikal yang fokus pada pengolahan otot halus dan kasar, pengembangan kognitif, dan pengembangan estetikal. (Kurniawati et al. , 2. Menurut Maimunah Hasan. Pendidikan Anak Usia Dini, fokus utama dalam PAUD adalah untuk membuat dasar berikut: Perkembangan dan pertumbuhan fisik, antara motorik halus dan motorik kasar. Kecerdasan termasuk pembangunan daya pikir atau kecerdasan intelegensi, kemampuan kreatif, kecerdasan emosional, dan kecerdasan Sosioemosi termasuk sikap dan perilaku, agama, bahasa, dan komunikasi, yang disesuaikan dengan unik dan tahap perkembangan anak usia dini. Musik, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah karya . yang seimbang dan terpadu yang mengatur nada, bunyi, kombinasi, dan hubungan temporal dengan cara yang seimbang. Ini adalah ilmu pengetahuan yang hanya menghasilkan suara untuk menciptakan ritme dan harmoni. (Sukandar & Astika, 2. Pendidikan kesenian dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan kehidupan pribadi anak. Musik merupakan salah satu bentuk ekspresi manusia yang difasilitasi dengan penggunaan harmoni, ritme, melodi, dan tempo untuk menghasilkan suara yang harmonis. Menciptakan berbagai peran musik, peka terhadap ritme, ketukan, melodi, atau timbre suatu karya musik, memiliki suara yang melodis, dan sangat mudah diingat dalam puisi. Kepekaan terhadap ritme, ketukan, melodi, atau timbre suatu karya Hubungan antara musik dan perkembangan disleksia pada masa kanak-kanak telah lama menjadi topik diskusi dan analisis bagi orang tua dari anak-anak yang terkena Pembelajaran musik PAUD dapat dijadikan salah satu alternatif pengembangan keterampilan seni anak usia dini, karena anak dapat belajar musik melalui pembelajaran musik untuk anak. (Mahmudah & Pamungkas, 2. Pembelajaran berbasis kreativitas dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan tujuan pembelajaran musik. Pembelajaran berbasis kreativitas ini memungkinkan anakanak mengeksplorasi alat musik sesuai dengan minat dan bakatnya. Dengan cara ini, mereka dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam bidang musik. Jika memberi anak kebebasan untuk meneroka sesuatu yang baru dan sesuai dengan minat mereka, ini akan membantu mereka mengekalkan perhatian mereka selama proses belajar. Rasa ingin tahu mereka membuat mereka tidak mudah menyerah dalam kesulitan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak bermain alat musik, menggali potensi minat dan 173 |AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Azizah Zein, etc. Implementasi Alat Musik Dalam Kemampuan Sosial A bakat anak dalam bidang musik, dan menampilkan bakat anak. (Sukandar & Astika. Bahkan hanya dengan bernyanyi dan bertepuk tangan, guru dan anak bisa mendapatkan pemahaman secara tidak langsung tentang musik. Anak-anak dapat memperoleh manfaat besar dari mempelajari musik dengan berbagai cara. Mempelajari musik dapat membantu anak memahami angka dan maknanya. Guru biasanya mengajarkan konsep melalui lagu pendek atau nyanyian yang mereka ciptakan. Alasan dibuatnya lagu adalah karena lagu membantu anak-anak menyerap pelajaran yang diajarkan dengan lebih baik dan memudahkan anak. Sebagai contoh, perhatikan tugas belajar berhitung di lembaga pendidikan anak usia dini, guru biasanya mendemonstrasikan pembelajaran berhitung atau membilang dengan bernyanyi dan bertepuk tangan. Tindakan ini dilakukan guru untuk memastikan siswa lebih mudah menyerap pembelajaran dan tidak merasa bosan atau kelelahan saat belajar. Otak anak dapat dilatih melalui pendidikan musik agar sinkron dengan komponen tubuhnya. (Resource, 2. Konsep-konsep teori musik yang seharusnya dimiliki oleh anak kelahiran luar negeri hendaknya dilaksanakan berdasarkan pengalaman anak dan sesuai dengan perkembangan dan pendewasaan anak. Bernyanyi terlibat dalam pertunjukan musik dan merupakan faktor penting dalam perkembangan diri seorang anak. Tujuan utama mengajar musik kepada anak-anak bukanlah untuk mengajari mereka cara memainkan alat musik, tetapi untuk mengembangkan imajinasi yang ramah anak. Keterampilan anak yang lebih besar lebih maju dibandingkan mereka yang belum belajar Output mesin tinggi dan daya konsentrasi . sangat rendah karena mesin tidak diperlukan. Menggunakan musik sebagai alat pengajaran melalui strategi vokal dan instrumental juga dapat meningkatkan kecerdasan emosional. Melalui pemanfaatan musik sejak dini. (Rahman, 2. Ada beberapa aspek perkembangan anak, salah satunya ialah aspek sosialemosional. Strategi guru untuk mengembangkan sikap intelektual, sosial dan emosional yang diperlukan bagi anak-anak untuk beradaptasi dengan teman-teman dan pembelajaran mereka, serta guru yang membimbing anak-anak dan merangsang keinginan mereka. Anak-anak perlu memperoleh informasi tentang perkembangan kemampuan sosial dan emosional anak mereka. Anak dengan usia 5 hingga 6 tahun, sudah mempunyai keterampilan sosial dan emosional, mendukung teman sebayanya, memperlihatkan intoleransi, menunjukkan emosi dalam situasi yang berbeda, dan sadar akan norma sosial juga budaya yang membenahi tingkah laku mereka. Dalam hal ini, pendidik memegang peranan penting sebagai agent of change. Selain itu, perilaku sehari- 174 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Azizah Zein, etc. Implementasi Alat Musik Dalam Kemampuan Sosial A hari yang dilatih secara konsisten membentuk karakter yang kuat pada anak. (Wiflihani. Kurangnya pengendalian diri pada individu dapat menyebabkan berbagai masalah sosial dan emosional antar pribadi. Jika permasalahan sosial-emosional ini tidak diatasi maka tumbuh kembang anak akan berdampak negative, sehingga mengakibatkan timbulnya tekanan tak terduga dan berbicara tentang diri sendiri yang negative. Hal ini akan menyebabkan permasalahan menjadi lebih luas dan rumit. (Khadijah, 2. Tujuan utamanya adalah membantu anak belajar tentang dirinya sendiri, termasuk ciri-ciri kepribadian seperti tawa, lelucon, senyum dan rasa ketakutan. Meningkatkan emosi sosial penting dalam mengarahkan anak pada stres dan ledakan emosi. Hal ini dapat dicapai dengan menyibukkan anak dalam aktivitas sehari-hari membantu mengembangkan hubungan emosional yang erat dengan keluarga, teman, dan lingkungan, serta membantu anak dalam mencari teman yang dapat diajak berbagi kesulitan dan keluh kesah. (Khadijah, 2. Hurlock mendefinisikan bermain sebagai setiap tindakan yang dilakukan demi kepentingannya sendiri, tanpa memikirkan hasilnya. Tidak ada tekanan, kewajiban, atau paksaan dari luar saat bermain, hal ini dilakukan dengan sukarela. Bermain dalam pengertian Triharso adalah setiap kegiatan yang menggunakan atau tidak menggunakan teknologi untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, berbagi informasi, dan kesejahteraan anak. Keterampilan komunikasi anak-anak dapat ditingkatkan dan pengetahuan berpikir mereka dapat sangat terbantu dengan menonton mereka bermain baik secara aktif maupun pasif. Harlock membagi aktivitas game menjadi dua kategori berdasarkan jenis: bermain aktif dan bermain pasif, yang umumnya disebut sebagai "hiburan" Ini disebut. Semua jenis aktivitas permainan mendukung pertumbuhan sosial dan pribadi. Ketika anak-anak menciptakan musik untuk bersenang-senang, misalnya dengan menyanyi atau memainkan alat musik, atau ketika mereka menggunakan musik untuk membantu aktivitas bermain lainnya, seperti menari, hal itu dianggap sebagai permainan aktif. Di sisi lain, mendengarkan musik yang dimainkan dengan instrumen atau disuarakan oleh orang lain yang membuat Anda senang adalah jenis permainan atau hiburan pasif. Anak-anak mengenal jenis alat-alat musik dan lagu-lagu adalah salah satu cara untuk mengetahui bahwa mereka memiliki bakat dalam musik. Alat pendukung yang dibutuhkan guru untuk pembelajaran pelaksanaan seni musik adalah ruang bermusik, electronic support . , tape recorder, gendang, ketipung, dan alat musik Kegiatan pembelajaran seni musik mungkin meningkatkan kemampuan anak untuk mengenal hitungan/ketukan, bentuk geometri, dan membaca simbol ritme dalam permainan musik, syair, dan bentuk lagu. (Khotimah, 2. 175 |AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Azizah Zein, etc. Implementasi Alat Musik Dalam Kemampuan Sosial A Di sisi lain, penting untuk diingat bahwa, menurut Montessori, anak-anak adalah manusia istimewa yang berkembang sesuai dengan bakat mereka. Anak usia dini pada anak-anak bukan hanya periode yang sangat formatif, tetapi juga periode yang paling penting untuk perkembangan fisik, mental dan spiritual. Selain itu, anak-anak paling mudah menerima belajar dan berlatih selama periode ini. (Fitri & Nurhafizah, 2. Di antara keterampilan dasar yang diperoleh anak-anak di taman kanak-kanak adalah perkembangan emosi, yang sama pentingnya dengan keterampilan lainnya. Kegiatan yang ditujukan untuk mengembangkan ekspresi diri, kemandirian, rasa ingin tahu, dan kepercayaan diri merupakan salah satu sumber latihan pengembangan emosi. (Aulia et al. , 2. Anak-anak tetap fokus, termotivasi untuk belajar, dan tidak pantang menyerah jika mereka merasa bosan atau kesulitan, permainan alat musik disusun menjadi kumpulan kecil yang sesuai dengan minat dan bakat anak-anak. Hal ini sesuai dengan penelitian yang sebelumnya yang mengatakan bahwa minat dan bakat merupakan faktor dalam variabel psikologis untuk memotivasi seseorang dalam melakukan sesuatu dengan Menurut Wicaksono, ketika anak-anak diberi kebebasan untuk memilih alat musik mereka sendiri, minat mereka untuk belajar musik meningkat. Anak akan lebih tertarik untuk belajar lebih banyak alat musik setelah mereka merasa mampu. Dalam hari-hari mereka melakukan kegiatan, anak-anak telah menguasai alat musik yang mereka pilih dan menunjukkan minat dan keinginan untuk mempelajari alat musik. Penelitian sebelumnya telah banyak membahas tentang hubungan musik dan aktivitas motorik terhadap tumbuh kembang anak, terutama dalam kaitannya dengan aspek fisik, motorik, kognitif, dan sosial-emosional. Diharapkan bahwa guru akan mengenali pentingnya belajar musik dan gerakan untuk meningkatkan perkembangan anak-anak. Oleh karena itu, pertanyaan dalam penelitian ini adalah bagaimana guru menerapkan pengenalan seni musik pada pendidikan anak usia dini. METODE PENELITIAN Penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menguraikan permasalahn yang ada di lapangan. Penelitian kualitatif merupakan penelitian untuk menghasilkan suatu data yang berupa pernyataan dari suatu kejadian yang terjadi berupa kata-kata tertulis dan lisan, serta deskripsi perilaku orang dan sumber yang diamati. Penelitian melihat berdasarkan fakta di lapangan kemudian dianalisa atau dideskripsikan Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan sebagai data pendukung menggunakan dokumentasi. Penelitian dilakukan di TK. Az-Zahra yang terletak di Jl. Simpang SPP. Desa Jaharun A. Kec. Galang. Kab. Deli Serdang. Sumber data diperoleh dari objek penelitian yaitu anak-anak di TK. Az-Zahra. Kemudian data 176 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Azizah Zein, etc. Implementasi Alat Musik Dalam Kemampuan Sosial A yang telah diperoleh melalui observasi dari proses bermain musik pada sekolah ini akan Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif, yakni analisis data dimulai dengan menelaah pengumpulan datasampai seluruh data Data tersebut direduksi berdasarkan masalah yang diteliti, diikuti penyajian data dan terakhir penyimpulan atau verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu ketika seseorang memainkan musik atau ketukan berirama, otak seseorang tersebut mencerna pola memetik yang dipelajari dan menyesuaikannya dengan memetik tangan sesuai dengan pola memetik yang disajikan. Pembelajaran musik bagi anak usia dini biasanya hanya mempelajari bernyanyi,bertepuk tangan dan belajar instrumen ritmis. Belajar musik merupakan sebagian dari pembelajaran otak kanan, akan tetapi ada keterbatasan yakni karena guru masih mengalami kekurangan dalam hal musik, jadi belajar musik sebagian besar sekunder, tetapi belajar musik itu penting. Karena belajar musik selalu menjadi bagian dari pembelajaran. Karena belajar musik adalah belajar. " pada saat melakukan kegiatan bermain,bersenang-senang,dan bernyayi, sebagai guru harus mampu memaksimalkan dan menyeimbangkan otak kanan dan kiri dalam pembelajarannya. Walaupun pada otak kanan lebih dominan dalam sosial dan kognitif tetapi dengan adanya belajar musik dapat meningkatkan beberapa aspek perkembangan pada anak. Pembuatan musik adalah permainan di mana seseorang memainkan alat musik untuk mengekspresikan emosi. Dalam kasus anak-anak, instrumen yang digunakan tentu saja instrumen sederhana seperti instrumen perkusi. Tujuannya agar memudahkan anak Memainkan alat musik adalah alat untuk mengekspresikan emosi dengan Dengan memainkan alat musik, anak dapat dengan mudah mengekspresikan emosi seperti marah, sedih, dan gembira dengan memainkan alat musik sesuai emosinya. Studi ini menemukan bahwa anak-anak yang bermain musik bebas untuk mengekspresikan emosi mereka. Beberapa anak bersenang-senang memainkan instrumen mereka sambil bernyanyi sesuka hati mereka, sementara yang lain menari dan menari sambil memainkan instrumen mereka. Hal ini menunjukkan bahwa bermain musik dapat mempengaruhi perkembangan emosi sosial pada AUD. Perkembangan ini bisat berlangsung sempurna bila insentif untuk belajar beragam dan guru kreatif menciptakan suasana belajar. Hal ini memungkinkan guru dan wali murid untuk mengasah minat, bakat Peneliti menyarankan agar orang tua dapat mendorong anaknya untuk memberikan stimulasi yang baik. Untuk membantu anak dalam mendapatkan hasil maksimal dari itu, kami dapat menyarankan pelajaran musik yang akan dinikmati anak Anda. 177 |AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Azizah Zein, etc. Implementasi Alat Musik Dalam Kemampuan Sosial A Upaya yang dapat dilakukan guru dalam pembelajaran di sekolah konsisten dengan temuan penulis. Aktivitas membuat musik juga mendorong perkembangan sosial dan emosional. Hal ini terbukti dari kegiatan di TK Az Zahra. Anak-anak diajarkan untuk memainkan beberapa alat musik sederhana secara bersamaan, dan aktivitas seperti ini melatih anak untuk saling bekerja sama sambil memainkan alat musik sederhana tersebut. Kegiatan semacam ini menciptakan kolaborasi antara menyanyi, menari dan produksi Demonstrasi adalah pendekatan panyajian pelajaran yang melibatkan menunjukkan kepada siswa suatu proses, keadaan atau objek tertentu. ini boleh menjadi nyata atau hanya sekadar simulasi. Menurut Sudjana, metode demonstrasi adalah cara mengajar yang menunjukkan bagaimana suatu proses terjadi. Jadi, metode demonstrasi adalah metode mengajar yang sangat baik karena membantu siswa mencari jawaban dan melakukan usaha sendiri berdasarkan fakta yang mereka lihat. Sagala menyatakan bahwa metode demonstrasi adalah menunjukkan suatu proses atau objek sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar peserta didik dapat mengetahui dan memahaminya secara langsung. Peragaan proses dapat dilakukan oleh guru sendiri atau dengan bantuan beberapa peserta didik, atau oleh kelompok peserta didik. Belajar dan permainan musik seperti menyanyi memungkinkan anak-anak berinteraksi dengan cara yang mudah dimengerti dan menyenangkan. Dengan cara ini, anak-anak mengembangkan keterampilan penting yang akan berguna dalam kehidupan mereka di masa depan. Pengalaman latar belakang bermain alat musik dan musik dapat meningkatkan gerak motorik anggota tubuh dan motivasi untuk semangat belajar anak. Banyak pengalaman yang diperoleh oleh anak usia dini dan meningkat selama kegiatan seni, serta menggambarkan berbagai kemampuan dasar, karena: Hampir selalu, kegiatan seni musik memerlukan pengamatan. Contohnya, seorang anak melihat bunga, mengambil gambarnya, dan kemudian menyanyikan lirik yang berkaitan dengan bunga, nyanyian dan puisi, anak-anak mudah mengingat banyak perkara, seperti memperkaya perbendaharaan kata dan bahasa, suara dan nada, mewarnai, anak-anak belajar mengenal pasti pelbagai jenis warna dan dapat membezakan antara menggambar di pasir dan di (Ulfah et al. , 2. Pendidikan prasekolah berbasis musik memungkinkan anak mempelajari dan mengidentifikasi suara dan melodi yang berasal dari alat musik, sekaligus mendorong mereka untuk berinteraksi dengan makhluk hidup serta menyusun, mengeksplorasi, dan memodifikasi benda yang ada. Oleh karena itu, solusi terbaiknya adalah memastikan bahwa melalui pendidikan musik lebih lanjut, anak-anak mampu: Mendorong mereka untuk menirukan suara alat musik, membuat kebiasaan dengan gerakan suara alat musik yang telah mereka pernah mainkan. Bereaksi terhadap suara dan suara, atau bernyanyi 178 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Azizah Zein, etc. Implementasi Alat Musik Dalam Kemampuan Sosial A melalui gerakan. Melalui aktivitas menyanyi, ia menciptakan suara dari nada ketinggian yang berbeda. Bereksperimenlah dengan suara yang berbeda. Ia memainkan dan mengenali tidak hanya pola suara alat musik dan lagu, tetapi juga meniru dan mengenali berbagai suara yang didengarnya. (Panji Ramadan & Arobbi, 2. KESIMPULAN Hal ini menunjukkan bahwa bermain musik dapat mempengaruhi perkembangan emosi sosial pada AUD. Perkembangan ini juga berlangsung sempurna jika insentif untuk belajar beragam dan guru kreatif menciptakan suasana belajar. Hal ini memungkinkan guru dan wali murid untuk mengetahui minat juga bakat anak-anak. Peneliti menyarankan agar wali murid dirumah dapat mendorong anak-anak mereka untuk memberikan rangsangan yang baik. Kami dapat memberikan pelajaran musik yang dinikmati anak sehingga mereka dapat mencapai kemampuan sempurna pada diri mereka. Dan berdasarkan hasil penelitian ini, musik dapat meningkatkan kecerdasan sosial-emosional anak dan membantu guru dan wali murid dalam menggali minat juga bakat anak mereka. Pembelajaran berasaskan aktivitas memperbanyak mengenalkan musik pada anak usia dini mungkin menjadi pilihan untuk melaksanakan pembelajaran aktif dengan memberi kebebasan anak-anak untuk mengeksplorasi minat dan bakat agar mencapai hasil yang optimal pada pembelajaran musik. Dalam penelitian ini terbukti bahwa pembelajaran kreativ musik hal ini disebabkan oleh fakta bahawa anak-anak diberi kebebasan untuk memilih alat musik apa yang paling mereka sukai untuk dimainkan. Pembelajaran kreatif bermain alat musik juga memberi mereka ruang untuk bereksperimen dengan salah satunya, seperti memegang alat musik gendang, kerincingan dan ketipung. Dengan memberi anak-anak ruang dan kebebasan selama proses belajar, mereka juga dapat mengontrol dan mempertahankan atensi mereka, yang membantu mereka tetap bersemangat meskipun bosan atau menemukan kesulitan. Seni menunjukkan hasil dari proses pembelajaran melalui latihan setiap hari. Pendidikan musik dan musik tradisional keduanya harus diprioritaskan dalam pendidikan anak usia dini. Pada Pendidikan Anak Usia Dini, pendeketan musik tradisional masih kurang dikenalkan. Anak memahami potensi kebudayaannya, musik tradisional harus dikenalkan sejak kecil. Secara musikalitas melalui basis tradisi anakanak akan dikenalkan dengan upaya untuk saling berkolaborasi dan meningkatkan kreatifitasnya, penerepannya, musik dikembangkan sampai mereka memainkan instrumen tradisional sambil bernyanyi. 179 |AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Azizah Zein, etc. Implementasi Alat Musik Dalam Kemampuan Sosial A DAFTAR PUSTAKA