Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. PENERAPAN BERKUMUR MENGGUNAKAN LARUTAN MADU UNTUK MENGATASI MASALAH KEPERAWATAN KERUSAKAN MEMBRAN MUKOSA ORAL PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Dewi Damayanti. Zaira Chairunisa Ca Umar Akademi Keperawatan Panca Bhakti Bandar Lampung E-mail : dewi@pancabhakti. ABSTRAK Salah satu efek samping dari kemoterapi yaitu mukositis. Mukositis merupakan inflamasi dan ulseri dari dinding mukosa pada mulut klien yang menerima terapi kanker. Mukositis menyebabkan pasien mengalami nyeri, penurunan nafsu makan dan keterlambatan kemoterapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek penerapan berkumur larutan madu dalam menurunkan mukositis pada pasien kanker akibat kemoterapi. Metode dalam penelitian ini adalah metode terapan apllied research dengan desain penelitian One-Group Pretest-Postest Design. Teknik pemilihan sample pada penelitian ini menggunakan non probability sampling denganpendekatanpurposive. Dalam penelitian ini menggunakan instrument penelitian Oral Assessment Guide (OAG) untuk menilai skor mukositis. Pada peneitian ini menunjukan bahwa berkumur larutan madu dapat menurunkan skor mukositis pada kedua responden. Hasil penelitian berkumur larutan madu dapat dijadikansebagai salah satu penerapan untuk mengatasi mukositis pada pasien kanker payudara yang menjalanikemoterapi di RSAM Bandar Lampung. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya agar dilakukan penelitian dengan jumlah sample yang lebih banyak dana danya kelompok control dan kelompok yang diberi intervensi agar diperoleh hasil secara statistic dan lebih valid. Katakunci: Berkumur larutan madu. Kanker payudara. Kemoterapi. Mukositis ABSTRACT One of the side effects of chemotherapy is mucositis. Mucositis is an inflammation and ulceration of the mucous wall in the mouth of clients who receive cancer therapy. Mukositis causes patients to experience pain, decreased appetite and delay in chemotherapy. The aim of this study was to analyze the effect of applying gargling on a low solution in reducing mucositis in cancer patients due to chemotherapy. The method in this study is applied research with OneGroup Pretest-Postest Design. The sample selection technique in this study use non probability sampling with purposive approach. This study used the Oral Assessment Guide (OAG) research instrument to assess mucositis scores. This study showed that gargling of honey solution can decrease the mucositis score in both respondents. The results of gargling honey solution can be used as one application to overcome mukositis in breast cancer patients who underwent chemotherapy at RSAM Lampung Province. The recommendation for next researcher to conduct more sample size and the presence of control groups and groups who were given intervention to obtain statistical results and more valid. Keywords: Breast cancer. Chemotherapy. Gargling honey solution. Mucositis Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 PENDAHULUAN Penyakit P-ISSN : No. E-ISSN : No. juta kematian disebabkan oleh kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara. Kanker payudara merupakan penyakit kanker kematian utama di seluruh dunia, sekitar 8,2 dengan persentase kasus baru tertinggi, yaitu juta kematian disebabkan oleh kanker paru, sebesar 43,3% dan persentase kematian akibat kanker payudara sebesar 12,9%. Menurut data hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara Riskesdas . penyakit kanker pada (Globalcan, 2. Kanker merupakan suatu Indonesia adalahsebesar 1,4% atau diperkirakan sekitar 792 penderita. Pada penyakit kanker pengendalian dan mekanisme normalnya, payudara di Indonesia sebesar 0,5% atau sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Kanker Lampung penyakit kanker payudara sebesar payudara merupakan penyakit dimana sel 0,3% atau 1. 148 penderita. Dari data RSUD kanker yang ganas terdeteksi dalam jaringan Abdul muluk didapatkan sejumlah 120 kasus payudara,sel Ae sel kanker ini kemudian dengan rincian 20 kasus . ,5%) kanker payudara pada tahun 2009,7 kasus . ,8%) menyebar di dalam jaringan atau organ tubuh kanker payudara pada tahun 2010, 25 kasus dan kebagian tubuh yang lain (Kartikaswati, . ,7%) meningkat menjadi 49 kasus . ,5%) kanker payudara pada 2013. Menurut data World Health Organization (WHO,2. kasus kejadian penyakit kanker Pasien yang signifikan. Kasus kanker pada tahun 2002 terdata 4,2 jutakasus, 12,7 juta kasus Kemoterapi. Kemoterapi di seluruh dunia terus mengalami peningkatan pada tahun 2008 dan pada tahun 2012 terjadi 14,1 kasus kanker baru, dengan 8,2 juta kematian akibat kanker dan 32,6 juta orang upaya untuk membunuh sel Ae sel tumor yang hidup dengn kanker. Menurut Global dengan mengganggu fungsi dan reproduksi Burden Cancer (Globalcan, 2. penyakit kanker merupakan salah satu penyebab Kemoterapi penyembuhan, pengontrol dan paliatif. Efek kematian utama di seluruh dunia, sekitar 8,2 Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 mengalami mukositis oral yang dilakukan payudara yaitu mual, muntah, mucositis, perawatan madu untuk mengurangi mukositis Penelitian ini menunjukkan bahwa P-ISSN : No. E-ISSN : No. tulang(Smeltzer and Bare, 2. mengurangi mukositis yaitu . =0,. Mukositis yaitu suatu lesi eritema dan ulseri di mukosa oral yang terjadi pada pasien Menurut penelitian Simanoraet all . , dengan kanker yang menjalani kemoterapi di yang dilakukan di RSUP H. Adam Malik dan daerah yang berdekatan denganr ongga mulut RSUD DR. Pirngandi di Medan dengan 76 (Taringan dan Wimardhani, 2. Sekitar responden yang diberikan perawatan mulut 40% darisemuapasienkanker yang menjalani kemoterapi mengalami mukositis,75% pasien yang mengalami mukositis akibat kemoterapi mengalami komplikasi nyeri mulut. Nyeri terhadap penurunan derajat mukositis yaitu yang dirasakan adalah nyeri sedang sampai harike i . =0,. danharike VI . =0,. Hal ini menunjukkan bahwa perawatan mulut ditangani akan mengakibatkan gangguan yang dilakukan secara Teratur memberikan lebihlanjut, yaitu gangguan keseimbangan pengaruh positif terhadap penurunan derajat nutrisi dan pada akhirnya mengakibatkan Bila penurunan kualitas hidup pasien kanker Menurut Sutari et all . , yang dilakukan (Simamoraet all, 2. di RSUP Sanglah dengan 24 responden yang mengalami disfungsi rongga mulut yang Menurut Al Jaouniet all . , yang diberikan perawatan systemic oral care dilakukan di King Abdulaziz University dengan madu. Menurut hasil uji statistic Hospital pengaruh systemic oral care dengan madu. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. dengan uji pairred sample t-test diperolehnilai applied reseach bertujuan untuk menerapkan, p=0,000 . <0,. , maka menunjukkan ada menguji dan mengevaluasi kemampuan suatu pengaruh signifikan teori, yang di terapkan dalam memecahkan dengan madu terhadap disfungsi rongga mulut masalah-masalah praktis (Sugiyono, 2. akibat kemoterapi yaitu p=0,000 . <0,. Penerapan penelitian applied reseach umum diantaranya metodee ksperimen dan survey Madu sering digunakan dalam pengobatan karna dalam aplikasi pelaksanaannya peneliti modern karena memiliki efek terapeutik, yaitu mendapatkan data dari tempat-tempat tertentu memiliki ph rendah, mengandung zat antioksi . ukan dan, antiinflamasi, zat stimulant pertumbuhan, melakukan perlakuan dalam mengumpulkan asam amino, vitamin, enzim, dan mineral data dengan kuisoner, test dan wawancara (Bognadov, 2. Dari teori yang dinyatakan terstruktur (Sugiyono, 2. bahwa larutan madu dapat menurunkan tindakan efektif untuk menurunkan mukositis Dipenelitian ini peneliti juga menganalisis pada pasien Ca mamae yang menjalani treatment . tertentu pada responen kemoterapi, maka penulis tertarik untuk penelitian applied reseach atau penelitian menerapkan program tersebut pada pasien Ca terapan juga bertujuan untuk menemukan mamae yang sedang menjalani pengobatan untuk kanker nyauntuk menurunkan derajat diaplikasikan, walau punkadang penelitian mukositis yang dialami pasien. Sampel tidak dipilih secara METODOLOGI Metode random dan tidak adanya variable kontrol. motede penelitian terapan atau disebut dengan BentukPree AeEksperimen yang digunakana applied reseach. Penelitian terapan atau dalahOne-Grup Pretest-Posttest Design. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. Dalam penelitian ini sebelum perlakuan Subjek pada penelitian ini yaitu Asuhan diberikan terlebih dahulu subjek di beripretest Keperawatan Dengan Ca Mamae Yang . dan diakhiri perlakuan subjek diberi Menjalani posttest . Desain ini digunakan Masalah Keperawatan Gangguan Membran sesuai dengan dengan tujuan yang hendak Mukosa Oral (Mukositis Ora. Di Ruang dicapai yaitu mengetahui dan mengevaluasi Raflesia proses intervensi berkumur larutan madu Provinsi Lampung. Adapun kriteria inklusi apakah mampu mengatasi gangguan membran partisipan yang dilibatkan pada penelitian ini mukosa oral . ukositis ora. mukositis pada Kemoterapi Rumah Untuk Sakit Mengatasi Abdul Moeloek pasien kanker payudara yang menjalani Pasien Berikut payudara yang menjalani kemoterapi 5 DesainPenelitian One Grup Pretest Posttest Design (Sugiyono, 2. Pasien Tabel 1. mukositis primer yang ditandai dengan Rancangan penelitian One Group Posttest ulkus afrosa . Design padapasien kanker yang menjalani Pretest Pretest Pasien dengan mukositis oral dengan Perlakuan Perlakuan Posttest Posttest stadium 2 dan 3 Pasien : Tes awal . skala mukositis sebelum diberikan : Tesakhir . mukositis sesudah diberikan Subjek Hal Pasien pada usia produktif 18 Ae 45 tahun karena pasien lebih kooperatif Pasien dengan kesadaran penuh mengalami muksitis dengan jumlah minimal penyakit diabetes millitus (DM) Pasien dengan diagnosa kanker payudara persyaratan dalam penyusunan karya tulis ini. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 Mampu berbahasa Indonesia dengan baik P-ISSN : No. E-ISSN : No. penerapan dilakukan menggunakan skala OAG (Oral Assessment Guid. yaitu pada Kemampuan partisipan dalam berbahasa tanggal 28 Mei 2018 dan 30 mei 2018: Indonesia dan berkomunikasi dengan Tabel 2. Hasil Skor Mukositis Dengan Skala OAG (Oral Assessment Guid. Pada Responden Sebelum DilakukanPenerapan Intervensi Berkumur Larutan MaduDi Ruang Raflesia Di RSUD Abdoel Moeloek Provinsi LampungPada Tahun 2018 . memahami maksud dan berkomunikasi dengan baik, akan memudahkan peneliti disampaikan oleh responden Adapun kriteria eksklusi dalam penelitian ini Nama Responden Ny. Skor Mukositis Ny. adalah pasien tidak kooperatif dan tidak Keterangan Derajat Mukositis Sedang Derajat Mukositis Sedang Teknik Menurut data diatas sebelum dilakukan pemilihan sample pada penelitian inervensi berkumur larutan madu untuk Ini menggunakan non probability sampling menurunkan kerusakan membran mukosa oral dengan pendekatan purposive atau teknik . ukositis ora. pada pasien kanker payudara pengambilan sample dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa klien berada dalam derajat pengambilan sample dengan menggunakan mukositis sedang ,hal ini dapat dilihat dari keseluruhan jumlah populasi yang ada. rentang nilai yang didapatkan yaitu 9 16. Skor untuk klien pertama yaitu 14 dan HASIL klien kedua dengan skor 13. Berikut ini Berikut ini merupakanskor mukositis pada merupakanskor mukositis pada klien sesudah klien sebelum diberikan penerapan intervensi diberikan penerapan intervensi berkumur larutan madu: re-tes. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. Tabel 3. dan Sesudah Dilakukan Penerapan Intervensi Hasil Skor Mukositis Dengan Skala OAG (Oral Assessment Guid. Pada Responden SesudahDilakukan Penerapan Intervensi Berkumur Larutan Madu Di Ruang Raflesia Di RSUD Abdoel Moeloek Provinsi Lampung Pada Tahun 2018 . Berkumur Larutan Madu Di Ruang Raflesia Keterangan Derajat Mukositis Sedang Derajat Mukositis Sedang Nama Responden Ny. Skor Mukositis Ny. Di RSUD Abdoel Moeloek Provinsi Lampung pada tahun 2018 . dibandingkan dengan tinjauan teori dan menurunkan kerusakan membran mukosa oral evidence basedyang dapat menjawab tujuan . ukositis ora. pada pasien kanker payudara Sesudah Pada penelitian ini penulis akan menjelaskan penerapan berkumur larutan madu untuk Sebelum PEMBAHASAN Menurut data diatas sesudah dilakukan Nama Responden Ny. Ny. khusus pada penelitian ini. Karakteristk Responden selama 3 hari didapatkan bahwa hasill Dilihat dari karakteristik responden pada penilaian pada Ny. P skor mukositis 12 penelitian iniNy. P berada pada usia 39 tahun sedangakan Ny. M skor mukositis 11. dan Ny. M pada usia 43 tahun sehingga Berikut ini merupakan perbandingan skor dilihat dari rata Ae rata kedua responden berada mukositis pada klien sebelum dan sesudah pada rentang usia > 39 tahun. Dilihat dari diberikan penerapan intervensi berkumur jenis kelamin kedua responden sama Ae sama larutan madu: berjenis kelamin perempuan. Pendidikan pada Tabel 4. Ny. P SD sedangkan Ny. M SMA, keduanya Perbandingan Hasil Skor Mukositis Sebelum sama-sama beragama Islam. Pada dan Sesudah Dengan Skala OAG (Oral Assessment Guid. Pada responden Sebelum stadium 3 B, dan menjalani kemoterapi Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. Kemoterapi merupakan terapi tambahan setelah terapi utama . Tujuannya adalah untuk Usia klien merupakan usia dengan prevalensi mendapatkan penyembuhan yang sempurna insidensi kejadian kanker payudara tertinggi. Menurut Firasi dan Yudhanto. wanita Adjuvant kemoterapi menurunkan diatas usia 35 tahun yang memiliki resiko 25% mortalitas kanker payudara. Kemoterapi lebih tinggi terjadinya kanker payudara. Neoadjuvant Semakin tinggi usia, semakin tinggi resiko kemoterapi pada penderita kanker dengan terkena kanker payudara. Selain itu, pada high grade malignancy dan belum pernah wanita diatas 40 tahun terutama yang masih mendapat tindakan loco-regional dengan mengalami masa reproduksi, setiap bulan Tujuannya akan mengalami menstruasi, namun tidak memperkecil ukuran tumor . hrinkage tumo. dan kontrol mikrometastasis, disamping itu progesteron yang dihasilkan tidak cukup neoadjuvant dapat memberikan informasi menangkal hormon estrogen yang merupakan pemicu terjadinya kanker payudara. Kemoterapi primer . diberikan pada Kedua . tadium IV), perempuan, kanker payudara tidak hanya mengendalikan gejala yang ditimbulkan oleh diderita wanita, namun bisa saja diderita penyakit kanker. Tujuannya adalah untuk kaum laki Ae laki. Di dunia, kanker payudara mempertahankan kualitas hidup yang baik, dialami oleh 99% wanita dan 1% laki Ae laki kontrol progresi tumor, dan memperlama . evina et all, 2. harapan hidup. Menurut Suyatno dan Pasaribu . jenisjenis kemoterapi ada 3 yaitu kemoterapi Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 Faktor resiko P-ISSN : No. E-ISSN : No. terjadinya kanker payudara dapat meningkatkan resiko kejadian kanker diantaranya meliputi adanya riwayat kanker payudara terutama yang memiliki riwayat payudara pada keluarga, obesitas, kebiasaan kanker pada keluarga. Adanya hubungan merokok, konsumsi alkohol, pemakaian alat kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu payudara disebabkan karena riwayat keluarga yang lama, paparan radiasi, tidak pernah atau keturunan memungkinkan akan terjadi melahirkan atau melahirkan anak pertama pada usia lebih dari 35 tahun, serta tidak berikutnya dan kadang timbulnya secara tiba menyusui, menopause yang terlambat, yaitu Ae tiba tanpa gejala sehingga penanganan yang pada usia > 50 tahun, dan diberikan terlambat (Nasution. et all, 2. menstrusi pertama pada usia < 12 tahun Pada penelitian ini faktor yang berhubungan (Depkes RI, 2. Sedangkan menurut (Housseinzadeh et all, 2. faktor resiko responden Ny. P klien pernah menjalani terapi kanker lebih besar disebabkan oleh faktor hormonal. Ny. P memiliki riwayat KB hormonal selama 10 tahun dengan jenis pil. Faktor Ae faktor kejadian kanker Pada responden Ny. M sedang menjalani KB -10%), -95%) hormonal selama 7 tahun dengan jenis suntik. disebabkan faktor lingkungan termasuk pola Kedua 30-35%, 25-30% penggunaan terapi hormonal jangka panjang konsumsi alkohol 4-6% (Suyanto & Pasaribu, yaitu diatas 5 tahunMenurut (Nasution. Jadi menurut data Ae data diatas faktor all, 2. penggunaan kontrasepsi hormonal lingkungan dan gaya hidup yang dapat memicu terbesar kanker payudara. keseimbangan hormon estrogen dalam tubuh Kurangnya aktifitas fisik dan gaya hidup yang sehingga mengakibatkan sel yang normal tidak sehat dalam kehidupan sehari Ae hari menjadi tidak normal. Dari faktor diatas Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. faktor yang tidak berhubungan pada pada pasien mengalami nyeri, penurunan konsumsi Ny. P yaitutidak pernah merokok dan minum nutrisi dan cairan, infeksi, malabsorpsi, diare. Ae minuman alkohol, didalam keluarga juga keterlambatan kemoterapi. tidak ada yang menderita penyakit kanker payudara, klien pertama kali menstuasi pada Pada umur 15 tahunmelahirkan anak pertama pada menggunakan agen kemoterapi 5-FU yang usia lebih dari 23 tahun. Klien menyusui anak nya, klien juga tidak memiliki riwayat tumor kemoterapi seperti 5-FU memiliki resiko jinak dan kanker sebelumnya. Sedangkan tinggi terhadap kejadian mukositis . %- pada Ny. M klien tidak merokok, minum- 50%), mukositis merupakan dampak buruk minuman alkohol, menstruasi pertama umur utama dari pemberian terapi jenis infuse 14 tahun, keluarga klien tidak ada yang intravena 5-FU terutama diberikan bersaman menderita kanker payudara, melahirkan anak dengan leucovorin. Lesi oral yang diakibatkan pertama pada usia 21 tahun, klien menyusui dapat membuat pasien nyeri sehinga merasa anaknya, kien juga tidak memiliki riwayat tidak nyaman yang akhirnya berdampak pada tumor jinak dan kanker sebelumnya. penurunan intake nutrisi serta berefek pada Obat penurunan kualitas hidup pasien juga. Penerapan Intervensi Berkumur Larutan Madu Pada Menurut Black dan Hawks . salah satu mengalami mukositis pada seminggu setelah efek samping dari kemoterapi yaitu mukositis. Menurut Mukositis merupakan inflamasi dan ulseri (Tarigan Wimardhani, 2. Mukositis oral yang dari dinding mukosa pada mulut, inflamasi terjadi akibat kemoterapi biasanya terjadi yang terlihat di mulut juga terdapat sepanjang pada mukosa berkeratin tipis seperti pada saluran pencernaan dari klien yang menerima leteral lidah, mukosa bukal dan palatum terapi kanker. Mukositis dapat menyebabkan Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. Ulseri biasanya muncul dalam 2 secara terus menerus dapat menurunkan berat minggu awal dimulainya kemoterapi badan klien menurun dan dapat menghambat proses kemoterapi. Hasil penelitian pada Ny. P mengatakan Berdasarkan hasil penelitian didapati skala kemoterapi pertama kali jadi klien sudah berkumur larutan madu untuk menurunkan mengalami mukositis selama 2 minggu dan mukositis pada pasien kanker payudara yang klien mengatakan selama menderita mukositis menjalani kemoterapi pada Ny. P yaitu derajat nafsu makan klien menurun dikarenakan nyeri sedang dengan skor 14 dan Ny. M yaitu saat mengunyah dan menelan. dan Ny. derajat sedang dengan skor mukostis 13, hal ini dapat dilihat dari rentang nilai yang menjalani kemoterapi yang kedua kali. Klien didapati 9-16 mukositis sedang. Setelah mengatakan nafsu makan klien menurun dilakukan intervensi berkumur larutan madu pada Ny. P dan Ny. M selama 3 hari dan Menurut (Simamora et all, 2. sekitar 40% dari semua pasien kanker yang menjalani mukositisyaitu pada Ny. P 12 . erajat kemoterapi mengalami mukositis, 75% pasien mukositis sedan. dan Ny. M skor mukositis yang mengalami mukositis akibat kemoterapi 11. erajat mukositis sedan. Hal ini sesuai mengalami komplikasi nyeri mulut. Nyeri yang dirasakan adalah nyeri sedang sampai Nurhidayahet all, . yaitu rata Ae rata Bila pasien yang menjalani kemoterapi menderita ditangani akan mengakibatkan gangguan mukositis dengan skor mukositis diatas 12. lebih lanjut, yaitu gangguan keseimbangan dan pada akhirnya mengakibatkan Pada Ny. saat hari pertama setelah penurunan kualitas hidup pasien kanker. dilakukan pemberian intervensi berkumur Sehingga jika mukositis pada klien dibiarkan larutan madu skor mukositis 14 . erajat Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. mukositis sedan. sedangkan pada hari ketigasetelah dilakukan pemberian intervensi menyebabkan madu mampu mengekstrak dan berkumur larutan madu mengabsorpsi air dari sel bakteri sehigga klien mengalami derajat mukositis sedan. Pada Ny. M saat hari pertama setelah dilakukan pemberian pertumbuhan bakteri terhenti dan akhirnya intervensi berkumur larutan madu bakteri akan mati. Ph madu yang asam mukositis 13 . erajat mukositis sedan. berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri sedangkan pada hari ketiga setelah dilakukan dengan menciptakan lingkungan asam pada pemeberian intervensi berkumur larutan madu luka sehingga mencegah bakteri melakukan klien mengalami penurunan skor mukositis penetrasi dan kolonisasi (Iqbal, 2008 dalam menjadi 11 ( derajat mukositis sedan. ,yang Simamora et all, 2. penurunan skor mukositis menjadi 12, ( Akibatnya penurunan skor mukositis tetapi masih tetap Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian pada kategori stadium mukositis sedang. Hal Simamora et all . ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan menggunakan madu menunjukkan pengaruh (Nurhidayatun, 2. yang mengatakan tidak yang signifikan dalam penurunan derajat ada perbedaan pada perubahan stadium mukositis pada hari ke 3 dan ke 6 jika mukositis antara hari pertama dan hari ketiga dilakukan secara teratur. Madu lebih efektif dilakukan intervensi. menurunkan derajat mukositis sebesar 4. kali dibandingkan dengan chlorhexidine 0,2 Madu mengandung berbagai jenis komponen Dari hasil penelitian didapatkan hasil kimia dan mirobiologis yang dapat digunakan skor mukositis pada klien kanker payudara Kandungan perawatan mulut yang menjalani pengobatan kemoterapi terjadi perubahan yang cukup bermakna setelah Kadar Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. dilakukan pemberian intervensi berkumur KEPUSTAKAAN