MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 70-79 PENGARUH PROFITABILITAS DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) Tbk YANG TERDAPAT DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2013-2021 Ade Munhiar1,Herni Herdiani2. Fahrurrazi Fahrurrazi3. Rizki Chrisulianti4. Tri S Wahyu A5 AdeMunhiar11@gmail. 1,2,3,4,5 Prodi Manajemen. Universitas Sains Indonesia ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas dan pertumbuhan penjualan terhadap financial distress pada PT Krakatau Steel (Perser. Tbk periode tahun 2013-2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif asosiatif dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah data sekunder Laporan Keuangan PT Krakatau Steel (Perser. , tbk. Sampel yang diambil menggunakan Teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling dengan kriteria tertentu yaitu laporan keuangan per-triwulan PT Krakatau Steel (Perser. Tbk tahun 2013-2021. Untuk menguji analisis pengaruh digunakan analisis korelasi pearson product moment, analisis koefisien determinasi, uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F, serta analisis regresi linear Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai korelasi profitabilitas terhadap financial distress sebesar0,261 yang termasuk ke dalam kategori rendah, dan nilai korelasi pertumbuhan penjualan terhadap financial distress sebesar -0,077 yang termasuk ke dalam kategori sangat rendah. Berdasarkan analisis determinasi yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa besarnya kontribusi dari pengaruh variabel independen (Profitabilitas dan Pertumbuhan Penjuala. terhadap variabel dependen (Financial Distres. adalah sebesar 11,9%, dan sisanya 88,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ditelitio leh Kata Kunci: Profitabilitas. Pertumbuhan Penjualan. Financial Distress,Akuntansi Keuangan. Analisis Regresi Linear Berganda ABSTRACT This research aims to determine the effect of profitability and sales growth on financial distress at PT Krakatau Steel (Perser. Tbk for the 2013-2021 period. The research method used is an associative descriptive method using multiple linear regression analysis. The population in this study is secondary data from the Financial Report of PT Krakatau Steel (Perser. , tbk. The samples were taken using a non-probability sampling technique with a purposive sampling method with certain criteria, namely the quarterly financial reports of PT Krakatau Steel (Perser. Tbk for 2013-2021. To test the influence analysis. Pearson product moment correlation analysis, coefficient of determination analysis, hypothesis testing using the t test and F test, and multiple linear regression analysis were used. Based on the analysis that has been carried out, it shows that the correlation value of profitability with financial distress is 0. which is included in the low category, and the correlation value of sales growth with financial distress is -0. 077, which is included in the very low category. Based on the determination MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 70-79 analysis that has been carried out, it shows that the contribution of the independent variables (Profitability and Sales Growt. to the dependent variable (Financial Distres. 9%, and the remaining 88. 1% is explained by other variables not examined by the researchers. Keywords: Profitability. Sales Growth. Financial Distress. Financial Accounting. Multiple Linear Regression Analysis MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 70-79 PENDAHULUAN Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk mengelola potensi alam tersebut demi kesejahteraan rakyat. Hal ini sejalan dengan amanat yang tertuang dalam Pasal 33 ayat . Undang-Undang Dasar 1945, yang menyatakan bahwa "Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan sebesar-besar kemakmuran rakyat. " Sebagai perwujudan dari amanat ini. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengelola berbagai sektor industri strategis, termasuk pengelolaan sumber daya alam. Permendag No. 110 tahun 2018 (CNBC. Kondisi ini menempatkan PT Krakatau Steel dalam situasi financial distress, yaitu kondisi di mana perusahaan mengalami kesulitan keuangan yang berpotensi menyebabkan kebangkrutan (Kristanti, 2019. Akmalia, 2. Pemerintah merespons masalah ini dengan memberikan perhatian khusus pada industri baja nasional, khususnya PT Krakatau Steel. Pada tahun 2019, dilakukan restrukturisasi utang yang melibatkan 10 bank nasional dan swasta untuk meringankan beban keuangan perusahaan dan memperkuat arus kasnya. Upaya menurunkan beban bunga dari USD 847 juta menjadi USD 466 juta dan menghasilkan penghematan sebesar USD 685 juta selama sembilan tahun (PT Krakatau Steel, 2. Sebagai hasil dari restrukturisasi tersebut. PT Krakatau Steel kembali mencatat keuntungan pada tahun 2020 sebesar USD 22,635 juta, setelah mengalami kerugian selama delapan tahun berturut-turut. Salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di sektor manufaktur baja adalah PT Krakatau Steel (Perser. Tbk, yang merupakan produsen baja terbesar di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1970. PT Krakatau Steel telah berbagai produk baja berkualitas tinggi yang digunakan di berbagai sektor industri. Pada tahun 2010, perusahaan ini melakukan penawaran umum perdana (IPO) dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode KRAS. Krakatau Steel memproduksi lembaran dingin, baja lembaran panas, baja batang kawat, serta jenis baja lain untuk keperluan industri khusus melalui anak usahanya (PT Krakatau Steel, 2. Fenomena financial distress yang dialami Krakatau Steel tantangan besar dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan di tengah persaingan pasar global dan tekanan eksternal seperti kebijakan impor baja. Untuk dapat Menurut Harahap . , perusahaan menghasilkan laba melalui berbagai sumber daya yang dimiliki. Selain itu, pertumbuhan penjualan juga menjadi faktor penting dalam mengevaluasi kinerja operasional perusahaan dan mencegah terjadinya financial distress (Harahap. Kasmir, 2. Meskipun memiliki peran yang signifikan dalam industri baja Indonesia. PT Krakatau Steel mengalami tantangan besar sejak tahun 2013 hingga 2019. Selama periode tersebut, perusahaan mencatat kerugian yang signifikan, dengan kerugian tertinggi terjadi pada tahun 2019 sebesar USD 505,39 juta (CNBC, 2. Salah satu penyebab utama dari kerugian ini adalah dampak kebijakan perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) yang memicu masuknya baja impor ke Indonesia, serta adanya kebijakan pemerintah yang mempermudah impor baja melalui Melalui pertumbuhan penjualan menggunakan metode Altman Z-Score, diharapkan PT Krakatau Steel dapat mempertahankan MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 70-79 keberlangsungan bisnisnya di masa depan dan terus bersaing di pasar global. relevan lainnya. Variabel penelitian terdiri dari variabel dependen, yaitu Financial Distress (Y), dan dua variabel independen. Metode Penelitian yaitu Profitabilitas (X. dan Pertumbuhan Penjualan (X. Profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA), sementara Pertumbuhan Penjualan diukur sebagai perubahan persentase penjualan dari tahun sebelumnya, dan Financial Distress diukur menggunakan Altman ZScore. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk mengumpulkan data terkait pengaruh Profitabilitas dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Financial Distress pada PT Krakatau Steel (Perser. Tbk. Pendekatan kuantitatif dipilih karena bertujuan untuk menguji hubungan antar variabel secara statistik dengan menggunakan regresi linier berganda. Penelitian dilakukan di PT Krakatau Steel (Perser. Tbk dengan menggunakan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan selama periode Populasi penelitian adalah laporan keuangan tahunan PT Krakatau Steel (Perser. Tbk, dan teknik purposive sampling diterapkan untuk memilih sampel laporan keuangan yang memenuhi kriteria penjualan, dan kondisi financial distress. Analisis menggunakan uji statistik deskriptif serta uji asumsi klasik yang meliputi uji Regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh parsial variabel independen terhadap variabel dependen, sedangkan uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh simultan variabel independen terhadap variabel dependen. Selain itu, koefisien determinasi (RA) dihitung untuk mengukur sejauh mana variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari publikasi resmi perusahaan atau dokumen MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: x-x Vol. No. Des 20 Hal 70-79 Penilaian Pertumbuhan Penjualan pada PT Krakatau Steel (Perser. Tbk Hasil dan Pembahasan Pertumbuhan penjualan PT Krakatau Steel (Perser. Tbk selama periode 2013-2021 juga mengalami fluktuasi. Penurunan pertumbuhan penjualan terbesar terjadi pada kuartal pertama tahun 2014 dengan nilai -36,11%, yang disebabkan oleh oversupply baja dari negaranegara seperti China, diperparah dengan implementasi kebijakan AFTA pada tahun 2019. Kondisi tersebut menyebabkan produk baja impor membanjiri pasar domestik. Sebaliknya, pertumbuhan penjualan tertinggi tercatat pada kuartal kedua tahun 2021 sebesar 83,04%. Secara keseluruhan, pertumbuhan penjualan perusahaan menunjukkan perbaikan di setiap Deskripsi Data dan Penilaian Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan PT Krakatau Steel (Perser. Tbk. Sampel yang digunakan adalah data laporan keuangan triwulan PT Krakatau Steel (Perser. Tbk dari tahun 2013 hingga 2021, yang meliputi laporan Income Statement dan Balance Sheet. Penilaian Profitabilitas pada PT Krakatau Steel (Perser. Tbk Berdasarkan tabel dan grafik yang telah disajikan, profitabilitas PT Krakatau Steel (Perser. Tbk menunjukkan tren yang fluktuatif selama periode 2013-2021. Profitabilitas terendah tercatat pada kuartal ke-4 tahun 2019 dengan nilai -15,37%. Penurunan tersebut sebagian besar disebabkan oleh beban utang jangka pendek dan jangka panjang yang tidak dapat ditutup oleh laba perusahaan. Pada periode yang sama. PT Krakatau Steel (Perser. Tbk mengalami kerugian sebesar USD -505. Penilaian Financial Distress pada PT Krakatau Steel (Perser. Tbk Berdasarkan analisis financial distress, kondisi keuangan PT Krakatau Steel (Perser. Tbk juga menunjukkan tren yang fluktuatif selama periode 2013-2021. Kondisi terburuk terjadi pada kuartal kedua tahun 2019, di mana perusahaan masuk ke zona bahaya dengan nilai Z sebesar 1,764. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya beban utang yang tidak dapat ditutupi oleh laba yang dihasilkan. Namun, setelah restrukturisasi utang pada tahun 2020, kondisi keuangan perusahaan membaik dengan nilai Z tertinggi sebesar 17,234 pada kuartal pertama Hingga akhir tahun 2021. PT Krakatau Steel (Perser. Tbk berhasil berada di zona aman. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan melakukan restrukturisasi utang pada periode Hasil restrukturisasi mulai terlihat pada kuartal pertama tahun 2020, di mana PT Krakatau Steel (Perser. Tbk berhasil mencatatkan profitabilitas tertinggi sebesar 2,74%, dengan laba sebesar USD 80. Meskipun demikian, secara keseluruhan, profitabilitas perusahaan mengalami fluktuasi dengan tren penurunan selama periode yang MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: x-x Vol. No. Des 20 Hal 70-79 Hasil Uji Analisis Data Hubungan Pertumbuhan Penjualan (X. terhadap Financial Distress (Y) Uji Asumsi Klasik Hasil uji normalitas menunjukkan nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,183 > 0,05, yang berarti data residual berdistribusi normal dan memenuhi asumsi kenormalan. Hasil analisis menunjukkan korelasi negatif sebesar -0,077, yang termasuk dalam kategori sangat rendah. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan memiliki hubungan negatif dan sangat lemah dengan financial Uji Multikolinearitas Koefisien Determinasi Nilai tolerance untuk variabel profitabilitas (X. dan pertumbuhan penjualan (X. adalah 0,781 (> 0,. , dan nilai VIF untuk kedua variabel adalah 1,281 (< 10,. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas dalam model regresi. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,119 menunjukkan bahwa variabel independen . rofitabilitas dan pertumbuhan penjuala. berkontribusi sebesar 11,9% terhadap financial distress, sementara 88,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti, seperti likuiditas, solvabilitas, leverage, dan faktor lainnya. Uji Normalitas Uji Heteroskedastisitas Uji Hipotesis Nilai signifikansi variabel profitabilitas (X. sebesar 0,700 dan pertumbuhan penjualan (X. sebesar 0,648 (> 0,. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami heteroskedastisitas. Uji t (Pengujian Secara Parsia. Pengaruh Profitabilitas terhadap Financial Distress Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap financial distress dengan nilai thitung sebesar 2,060 > ttabel 2,03452, dan signifikansi sebesar 0,047 < 0,05. Hipotesis diterima. Uji Autokorelasi Hasil uji autokorelasi dengan nilai Durbin Watson sebesar 1,864 berada dalam rentang 1,5872 < 1,864 < 2,4128, yang menunjukkan bahwa tidak terjadi autokorelasi dalam penelitian ini. Pengaruh Pertumbuhan Penjualan terhadap Financial Distress Pertumbuhan penjualan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap financial distress dengan nilai thitung sebesar -1,381 < ttabel 2,03452, dan signifikansi sebesar 0,176 > 0,05. Hipotesis Analisis Korelasi Hubungan Profitabilitas (X. terhadap Financial Distress (Y) Berdasarkan uji korelasi Pearson, terdapat korelasi positif antara profitabilitas dan financial distress dengan nilai sebesar 0,261, yang termasuk dalam kategori rendah. MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: x-x Vol. No. Des 20 Hal 70-79 KeSimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Pengaruh Profitabilitas dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Financial Distress pada PT Krakatau Steel (Perser. Tbk periode 2013-2021, serta melalui analisis statistik yang dilakukan, berikut kesimpulan yang dapat diambil: Financial Distress: Perusahaan berada dalam zona bahaya pada kuartal II tahun 2019 dengan nilai Z sebesar 1,764, dan berada dalam zona aman tertinggi pada kuartal I tahun 2020 dengan nilai Z sebesar 17,234. Rata-rata kondisi perusahaan berada di zona abu-abu . , namun mulai menunjukkan perbaikan sejak tahun 2020 hingga 2021. Dari penelitian terhadap variabel profitabilitas, pertumbuhan penjualan, dan financial distress, diperoleh hasil sebagai berikut: Profitabilitas: Profitabilitas mengalami nilai terendah sebesar 15,37% pada kuartal IV tahun 2019, dan nilai tertinggi sebesar 2,74% pada kuartal I tahun 2020. Salah satu faktor yang membantu perusahaan memperoleh kembali laba setelah 8 tahun mengalami kerugian adalah mengurangi beban perusahaan dan Secara mengalami perkembangan fluktuatif dengan tren menurun di setiap Pertumbuhan Penjualan: Pertumbuhan penjualan mencatat nilai terendah sebesar -36,11% pada kuartal I tahun 2014, dan nilai tertinggi sebesar 83,04% pada kuartal II tahun 2021. Pertumbuhan penjualan terhambat oleh kebijakan impor baja yang membanjiri pasar nasional, menyebabkan perusahaan sulit bersaing di pasar lokal maupun Meskipun demikian, secara keseluruhan pertumbuhan penjualan menunjukkan peningkatan di setiap Pengaruh Profitabilitas Financial Distress: Profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap financial distress, dengan nilai koefisien regresi sebesar 33,503. Artinya, setiap kenaikan profitabilitas sebesar 1 poin akan meningkatkan Z-Score sebesar 33,503 distress pada perusahaan. Pengaruh Pertumbuhan Penjualan Financial Distress: Pertumbuhan pengaruh negatif terhadap financial distress, dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,025. Ini berarti, setiap kenaikan pertumbuhan penjualan sebesar 1 poin akan menurunkan Z-Score sebesar 0,025 poin, yang juga mengurangi kemungkinan financial distress. Pengaruh Simultan Profitabilitas dan Pertumbuhan Penjualan Financial Distress: Secara simultan, profitabilitas dan pertumbuhan penjualan memiliki pengaruh lemah terhadap financial distress, dengan kontribusi sebesar 11,9%. Sisanya, 88,1%, dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti likuiditas, solvabilitas, leverage, profit MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Jounal e- ISSN: x-x Vol. No. Des 20 Hal 70-79 margin, kapasitas operasional, arus kas, debt to equity ratio, dan lainnya. Pertumbuhan Penjualan: Pertumbuhan penjualan juga sangat penting bagi PT Krakatau Steel (Perser. Tbk disarankan untuk meningkatkan strategi penjualan serta menyesuaikan kualitas produk agar dapat terus bersaing dan diminati baik di pasar lokal maupun Faktor Lain: Mengingat pengaruh profitabilitas dan pertumbuhan penjualan terhadap financial distress hanya sebesar 11,9%, perusahaan disarankan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang lebih dominan mempengaruhi financial distress, seperti DER. LDER. ROE, arus kas, leverage, dan faktor lainnya. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh, peneliti memberikan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat: Profitabilitas: Profitabilitas PT Krakatau Steel (Perser. Tbk masih relatif rendah, meskipun restrukturisasi utang dan transformasi bisnis telah mempercepat pemulihan kinerja keuangan. Mengingat pembangunan infrastruktur di Indonesia yang memerlukan baja dalam jumlah meningkatkan strategi pemasaran dan kualitas produksi untuk memanfaatkan peluang peningkatan pendapatan yang Pertumbuhan Penjualan: Pertumbuhan penjualan PT Krakatau Steel (Perser. Tbk yang cenderung membaik masih Salah penyebabnya adalah kebijakan impor Oleh karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan kualitas produk dengan harga yang kompetitif agar dapat bersaing di pasar global dan lokal. Financial Distress: Kondisi financial berkembang menjadi tantangan bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja keuangan agar tidak kembali masuk ke zona abu-abu atau bahkan zona Profitabilitas: Profitabilitas memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan dan kepercayaan Disarankan agar Perusahaan Terus Daftar Pustaka