The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Peran Layanan Digitalisasi Perpustakaan di Lingkungan Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Kota Bandung Ahmad Husni Hamim Widyaiswara Adm. BDK Bandung. ahmadhusnihamim@kemenag. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 01 No 1 January 2022 Hal : 27-38 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 5 Januari 2022 Accepted: 15 Januari 2022 Published: 31 Januari 2022 Keywords: Digitalization Library Service. PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Copyright: A 2023 by the authors. Submitted publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) Abstract : Digitalization is the process of transferring media from a printed form to a digital form. Digitalization is done to create digital archives, photocopying, and for digital library collections. The development of library information technology in educational and training institutions is endeavored by an exellent service for the users, this is not enough in the conventional way. Currently the latest development is very remarkable related to digital libraries . igital librar. which has advantages in the speed of management or accessing oriented to digital data and computer network media . Abstrak : Digitalisasi adalah proses alih media dari bentuk tercetak ke bentuk Digitalisasi dilakukan untuk membuat arsip dokumen bentuk digital, menfotokopi, dan untuk membuat koleksi perpustakaan Pengembangan teknologi informasi perpustakaan di lingkungan lembaga pendidikan dan pelatihan diupayakan layanan yang memuaskan . xellent Servic. bagi para pemustaka, ini tidak cukup dengan cara konvensional. Saat ini perkembangan mutakhir sangat luar biasa terkait perpustakaan digital . igital librar. yang memiliki keunggulan dalam kecepatan pengelolaan atau pengaksesan yang berorientasi pada data digital dan media jaringan komputer . ttps://creativecommons. org/licenses/by -sa/4. Kata kunci : Layanan Perpustakaan Digitalisasi. Vol 01 No 1 January 2022 | 27 Peran Layanan Digitalisasi Perpustakaan Di Lingkungan Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Kota Bandung Ahmad Husni Hamim Pendahuluan Eksistensi perpustakaan bagian cermin bagi sebuah organisasi, dan indikator kemajuan sebuah bangsa. Untuk melihat performa atau budaya kerja sebuah bangsa, organisasi, biasanya dilihat dari sisi bagaimana perlakuannya terhadap perpustakaan. Perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari peradaban dan budaya umat manusia. Tinggi rendahnya peradaban dan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimiliki. Perpustakaan menyimpan khazanah budaya bangsa atau masyarakat tempat perpustakaan berada dan juga meningkatkan nilai dan apresiasi budaya masyarakat sekitar melalui proses penyediaan bahan Bacaan (Suwarno, 2007: Dibeberapa lembaga pendidikan masih ada yang belum menjadikan perpusatakaan sebagai sumber belajar atau istilah lain perpustakaan tidak dijadikan sebagai sentra atau jantung lembaga pendidikan, khusus di lembaga pendidikan dan pelatihan . di lingkungan keagamaan. Ini artinya perpustakaan masih dipandang sebelah mata yang menimbulkan daya tarik ke perpustakaan kurang. Citra perpustakaan dianggap sebagai gudang buku, lebih-lebih dengan kesan pengelola perpustakaan atau pustakawan yang berperan hanya sebagai penjaga buku. Tidak memiliki program yang jelas, tidak cerdas dan inovatif untuk menciptakan perpustakaan atau ketertarikan ke perpustakaan. Apabila melihat fenomena saat ini sesungguhnya secara umum perpustakaan belum seperti yang diinginkan. Oleh karena itu perpustakaan diupayakan harus memiliki sistem pengelolaan dan pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan pemustaka, sehingga perpustakaan memiliki fungsi utama untuk melestarikan hasil budaya umat manusia, khususnya yang berbentuk dokumen karya cetak dan karya rekam lainnya, serta menyampaikan gagasan, pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan umat manusia itu kepada generasigenerasi selanjutnya. Sasaran dari pelaksanaan perpustakaan fungsi ini adalah terbentuknya masyarakat yang mempunyai budaya membaca dan belajar sepanjang hayat (Sinaga, 1997: . Perpustakaan di lingkungan pendidikan dan pelatihan (Khususnya di lingkungan Balai Diklat Keagamaan Kota Bandun. , ini harus difungsikan sebagai pendukung dalam system penyelenggaraan pendidikan dan 28 | Vol 01 No 1 January 2022 Peran Layanan Digitalisasi Perpustakaan Di Lingkungan Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Kota Bandung Ahmad Husni Hamim Perpustakaan merupakan pusat sumber informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, dan kebudayaan. Perpustakaan Balai Pendidikan dan Pelatihan (Dikla. Keagamaan wajib memberikan layanan kepada peserta pendidikan dan pelatihan . di lingkungan Balai Diklat Keagamaan, dan diharapkan ke depannya mampu mengembangkan layanan perpustakaan berbasis Teknologi informasi dan komunikasi, yakni Digitalisasi Perpustakaan. Digitalisasi Perpustakaan, bertujuan untuk membuka akses seluas-luasnya terhadap informasi yang sudah dipublikasikan. Tujuan perpustakaan digital menurut Association of Research Libraries (ARL, 1. sebagaimana dikutip oleh Winy Purtini . yang dimuat dalam IDLN adalah sebagai berikut: . Untuk melancarkan pengembangan yang sistematis tentang cara mengumpulkan, menyimpan, dan mengorganisasi informasi dan pengetahuan dalam format digital . Untuk mengembangkan pengiriman informasi yang hemat dan efisien di semua sector . Untuk mendorong upaya kerjasama yang sangat mempengaruhi investasi pada sumber-sumber penelitian dan jaringan komunikasi . Untuk memperkuat komunikasi dan kerjasama dalam penelitian, perdagangan, pemerintah, dan lingkungan pendidikan . Untuk mengadakan peran kepemimpinan internasional pada generasi berikutnya dan penyebaran pengetahuan ke dalam wilayah strategis yang penting . Untuk memperbesar kesempatan belajar sepanjang hayat. Sedangkan Chisenga sebagaimana dikutip oleh Achmad . adalah: . Penambahan koleksi lebih cepat dengan kualitas lebih baik . Dapat mempercepat akses sehingga informasi yang dibutuhkan dapat segera dimiliki dan dimanfaatkan oleh pengguna . Lebih bebas dan dapat memotong mata rantai administrasi untuk memperoleh informasi . Dapat diakses dimana saja, kapan saja asal ada komputer yang terkoneksi dengan jaringan . Pengguna dapat mengakses bukan hanya dalam format cetak tapi juga format suara, gambar, video dll. Implementasi perpustakaan digital terhadap kegiatan pelayanan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam upaya pencapaian tujuan proses belajar Tujuan pengajaran yang dirumuskan dengan baik dan benar, selayaknya diupayakan pencapaiannya secara maksimal. Pemaksimalan pencapaian tujuan pelayanan tersebut dapat dilakukan antara lain dengan penyediaan dan pelayanan perpustakaan yang memadai. Dengan adanya pengelolaan perpustakaan digital yang Vol 01 No 1 January 2022 | 29 Peran Layanan Digitalisasi Perpustakaan Di Lingkungan Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Kota Bandung Ahmad Husni Hamim lebih maju akan membantu pengunjung dalam pengaksesan sumber-sumber informasi yang dicari dengan mudah, cepat dan berkualitas. Untuk tercapainya hal tersebut (SDM) Maka amatlah penting bagi perpustakaan yang ada di lingkungan Pendidikan dan Pelatihan . memiliki tenaga yang Profesional dengan di dukung oleh latar belakang pendidikan . ack groun. atau Diklat pengelola perpustakaan, sehingga akan memiliki kinerja yang serta bermotivasi tinggi. Selanjutnya Perpustakaan itu sebagai sistem informasi dengan fungsi menyimpan pengetahuan dalam berbagai bentuk dokumen serta pengaturannya sedemikian rupa sehingga informasi yang diperlukan dapat ditemukan kembali dengan cepat dan tepat (Departemen Agama RI Badan Litbang Agama Dan Diklat Keagamaan Puslitbang Lektur Keagamaan Proyek Pengkajian Dan Pengembangan Lektur Pendidikan Agama, 2003:. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan dalam berbagai sektor, termasuk dunia perpustakaan. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana dalam meningkatkan kualitas layanan dan operasional telah membawa perubahan yang besar di perpustakaan. Perkembangan dari penerapan informasi dan komunikasi dapat diukur dengan telah diterapkannya sebagai sistem informasi manajemen (SIM) perpustakaan dan perpustakaan digital . igital librar. Sedangkan mengenai perpustakaan digital atau digital library, seperti yang dikatakan Zaenal A. Hasibuan . 5: . , digital library atau sistem perpustakaan digital merupakan konsep menggunakan internet dan teknologi informasi dalam manajemen perpustakaan. Sedangkan menurut Ismail Fahmi . mengatakan bahwa perpustakaan digital adalah sebuah sistem yang terdiri dari perangkat hardware dan software, koleksi elektronik, staf pengelola, pengguna, organisasi, mekanisme kerja, serta layanan dengan memanfaatkan berbagi jenis teknologi informasi(Kailani Er. , 1. Pengembangan perpustakaan digital atau e-library bagi tenaga pengelola perpustakaan dapat membantu pekerjaan di perpustakaan melalui fungsi sistem otomasi perpustakaan, sehingga proses pengelolaan perpustakaan lebih efektif dan Bagi pengguna perpustakaan dapat membantu mencari sumber-sumber informasi yang diinginkan dengan menggunakan catalog on-line yang dapat diakses 30 | Vol 01 No 1 January 2022 Peran Layanan Digitalisasi Perpustakaan Di Lingkungan Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Kota Bandung Ahmad Husni Hamim melalui internet maupun intranet, sehingga pencarian informasi dapat dilakukan kapanpun dan di mana pun ia berada. Sebagai implementasinya, pengembangan sebuah perpustakaan dari bentuk konvensional ke bentuk digitalisasi koleksi perpustakaan memerlukan biaya yang tidak sedikit karena untuk men-digitalisasi sebuah dokumen dari bentuk cetak ke bentuk digital diperlukan beberapa tahap, dari mulai proses scanning, proses editing, dan seterusnya. Dengan dikembangkan perpustakaan yang berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi baik dalam sistem informasi manajemen (SIM) perpustakaan maupun digital library, maka dapat memberikan kenyamanan kepada anggota perpustakaan/pemustaka, juga memberikan kemudahan kepada tenaga pustakawan dan pengelola perpustakaan baik dalam layanan maupun pengelolaan dan strategi-strategi perpustakaan serta dapat meningkatkan citra dalam memberikan layanannya terhadap pemakai di lingkungannya. Bahan dan Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menurut Bodgan dan Taylor . yang dikutip oleh Lexy J. Moelong, metodologi kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati (Lexy J. Moleong, 2010: . Sedangkan metodenya dengan metode deskriptif analitik. Lokasi penelitian ini berada di Balai Diklat Kementrian Agama Kota Bandung. Adapun pengumpulan datanya dengan tehnik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber datanya terdiri dari: Kepala BDK, petugas perpustakaan dan pengunjung. Adapun Teknik analisis datanya mengacu pada model Miles dan Huberman yaitu dilakukan melalui tiga langkah, yaitu reduksi data, display data, penarikan kesimpulan (Sugiyono, 2008: . Diskusi/Pembahasan Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan pada BAB V disebutkan bahwa layanan perpustakaan dijelaskan dipasal 14 ayat . : layanan perpustakaan dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka. setiap perpustakaan menerapkan tata cara layanan Vol 01 No 1 January 2022 | 31 Peran Layanan Digitalisasi Perpustakaan Di Lingkungan Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Kota Bandung Ahmad Husni Hamim perpustakaan berdasarkan standar nasional perpustakaan. setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. layanan perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat . dikembangkan melalui pemanfaatan sumber daya perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. layanan perpustakaan diselenggarakan sesuai dengan standar nasional perpustakaan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada pemustaka. layanan perpustakaan terpadu diwujudkan melalui kerja sama antarperpustakaan. layanan perpustakaan secara terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat . dilaksanakan melalui jejaring telematika. Sebelum membahas lebih lanjut tentang perpustakaan digital terlebih dahulu kita bahas konsep perpustakaan. Secara umum pengertian perpustakaan disebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. (UU No. 43/2007 Bab I pasal 1 ayat . Kemudian pengertian perpustakaan menurut Sulistyo Basuki . bahwa perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual. (Sulistyo-Basuki, 1. Pada dasarnya perpustakaan digital sama saja dengan perpustakaan biasa, perbedaanya adalah perpustakaan konvensional menggunakan koleksi berbasis tercetak sedangkan perpustakaan digital memakai prosedur kerja berbasis komputer dan sumber daya digital. Secara definitif bahwa perpustakaan digital adalah perpustakaan yang mengelola semua atau sebagian yang substansi dari koleksikoleksinya dalam bentuk komputerisasi sebagai bentuk alternatif, suplemen atau pelengkap terhadap cetakan konvensional dalam bentuk mikro material yang saat didominasi koleksi perpustakaan. Berikut ini dijelaskan definisi perpustakaan digital sebagai berikut, menurut Borgman dalam Teed . disebutkan bahwa: Digital libraries are set of electronic resources and associated technical capabilities for creating, searching and using information. In this sence they are an extension and enhancement of information storage and retrieval systems that manipulate digital data in any medium . ext, images, sounds A) and exist in distributed networks. 32 | Vol 01 No 1 January 2022 Peran Layanan Digitalisasi Perpustakaan Di Lingkungan Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Kota Bandung Ahmad Husni Hamim Dalam pendapat diatas disebutkan bahwa perpustakaan digital merupakan kumpulan koleksi sumberelektronik . -resource. yangmemungkinkan aktivitas untuk penciptaan, penelusuran dan akses sumber elektronik. Kemudian dalam upaya pengembangannya bahwa dalam penyimpanan, penelusuran informasi serta mamanipulasi data dalam media teks, gambar, suara atau gambar yang dapat didistribusikan melalui jaringan . Implementasi perpustakaan digital juga berhubungan dengan aksesibilitas informasi, bahwa konsep aksesibilitas adalah derajat kemudahan dicapai oleh orang, terhadap suatu objek, pelayanan maupun lingkungan. Dalam konsep aksesibilitas informasi menyangkut empat dimensi yaitu aksesibilitas inti, aksesibilitas informasi, kehandalan sistem dan kemudahan memahami bahasa kontrol. Konsep tersebut tidak berhenti hanya sampai pada tersedianya koleksi digital yang melimpah. Hal ini dapat terwujud apabila pemustaka dapat mengakses koleksi yang disediakan dengan utuh Dengan demikian, dapat digaris bawahi bahwa aksesibilitas koleksi digital merupakan usaha untuk dapat memberikan kemudahan pemustaka untuk mendapatkan informasi digital secara penuh, utuh, mudah, cepat dan dapat Aksesibilitas koleksi digital perpustakaan digital tidak hanya terbatas pada dokumen elektronik pengganti bentuk cetak, ruang lingkup koleksinya harus menekankan pada isi informasi, jenis dokumen sampai pada hasil penelusuran. Koleksi bagi perpustakaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk terselenggaranya layanan perpustakaan dengan baik. Dalam karakteristik perpustakaan digital dalam lingkungan perpustakaan sebagaimana Siregar . disebutkan sebagai berikut. Akses terhadap perpustakaan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu serta dapat diakses dari mana dan kapan saja. Koleksi dalam bentuk elektronik akan terus meningkat dan koleksi dalam bentuk cetak akan menurun. Koleksi dapat berbentuk teks, gambar, atau . Penggunaan informasi elektronik akan terus meningkat dan penggunaan bahan tercetak akan menurun. Pengeluaran anggaran informasi akan beralih dari kepemilikan kepada pelanggan dan lisensi. Pendanaan untuk peralatan dan infrastruktur akan meningkat. Penggunaan bangunan akan beralih dari ruang koleksi ke ruang studi. Pekerjaan, pelatihan, dan rekruitmen akan berubah. Vol 01 No 1 January 2022 | 33 Peran Layanan Digitalisasi Perpustakaan Di Lingkungan Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Kota Bandung Ahmad Husni Hamim Secara teknis bahwa pengadaan koleksi digital digitalisasi adalah sebuah proses yang mengubah sinyal analog menjadi bentuk digital. Proses digital dapat dilakukan terhadap berbagai bentuk bahan pustaka, seperti peta, naskah kuno. Karya seni patung, audiovisual, atau lukisan. Proses digital pada karya seni patung dilakukan dengan menggunakan kamera digital, sehingga menghasilkan foto digital atau gambar bergerak dalam format digital. Foto atau gambar bergerak tersebut selanjutnya dapat disimpan dalam server, sehingga dapat diakses secara bersama-sama di dalam sebuah jaringan komputer. Proses digital bertujuan melestarikan dokumen . Untuk naskah yang sudah sangat rapuh dibutuhkan proses laminating dengan plastik khusus sebelum dokumen tersebut dipindai atau difoto. Proses digital dapat dibedakan menjadi tiga kegiatan utama, yaitu: . Pemindaian (Scannin. yaitu proses memindai dokumen dalam bentuk cetak dan mengubahnya dalam bentuk berkas digital . isalnya PDF), . Pengeditan (Editin. yaitu proses mengolah berkas PDF di dalam komputer dengan cara memberikan password, watermark, catatan kaki, daftar isi, hyperlink, dan sebagainya. Kebijakan mengenai hal-hal yang perlu diedit dan dilindungi di dalam berkas tersebut disesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan Proses OCR (Optical Character Recognitio. dikategorikan pula dalam OCR adalah sebuah proses yang mengubah gambar menjadi bentuk teks. Dan . Pengunggahan (Uploadin. adalah proses pengisian metadata dan mengunggah berkas dokumen tersebut ke perpustakaan digital. Proses pengembangan koleksi digital dapat digambarkan sebagaimana gambar di bawah ini: 2 Proses Digitalisas. Selanjutnya adalah konversi ke koleksi digital proses memindai dokumen ke dalam sistem pencitraan disebut sebagai konversi dokumen, konversi backfile, atau sering disederhanakan sebagai konversi saja. Ada empat hal utama yang harus diperhatikan dalam merencanakan konversi, yaitu: dokumen-dokumen apa saja yang 34 | Vol 01 No 1 January 2022 Peran Layanan Digitalisasi Perpustakaan Di Lingkungan Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Kota Bandung Ahmad Husni Hamim akan dikonversi, bagaimanakah dokumen-dokumen tersebut akan diorganisasikan dan diindeks, siapa yang bertanggung jawab terhadap kinerja konversi tersebut, dan di mana serta kapan sebaiknya konversi akan dilakukan. Data-data yang dikonversi meliputi: . kartu katalog, . shelflist, . informasi peminjaman, . cantuman kendali majalah, . sitasi indeks, . data peminjam dan berkas-berkas . ile-fil. yang berhubungan, . teks-teks buku dan artikel, . gambar, ilustrasi, grafik, dan tabel, . data tentang buku dan bahan-bahan pustaka dan . data laporan keuangan. Kondisi Perpustakaan di Balai Diklat Bandung Dalam upaya mengembangkan perpustakaan adalah melalui kerjasama Sebagai bentuk upaya membangun layanan perpustakan dengan penggunaan koleksi secara bersama . esource sharin. Upaya tersebut dilakukan oleh Balai Diklat dan pelatihan Kementrian Agama Kota Bandung dengan adanya kompleksitas dalam membangun layanan perpustakaan. Dalam upaya peran pelayanan perpustakaan yang lebih baik, maka Rekruitmen tenaga Pustakawan dan Peningkatan Kompetensi SDM dilakukan langkah dengan menjaring Calon pegawai Perpustakaan/Pustakawan yaitu Berdasarkan latar belakang Pendidikan/Disiplin ilmu Perpustakaan serta Peningkatan Kompetensi Pegawai Perpustakaan/Pustakawan melaui Pelatihan Tenaga Pustakawan reguler dan online/Webinar Zoom Meeting Perpustakaan Daerah atau Perpustakaan Nasional dan lembaga lain. Pustakawan juga ikut menjadi anggota organisasi Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Wilayah Propinsi Jawa Barat, yaitu untuk sharing Ilmu Pengetahuan terbaru atau isu-isu terkait dengan Perpustakaan untuk peningkatan kompetensi Pustakawan. Adapun SDM/Petugas di Perpustakaan BDK Bandung sekarang berjumlah 2 orang, yaitu: Pustakawan Ahli Pertama Atas Nama Widi Tigaras. Sos. dan Pustakawan Ahli Muda Atas Nama Yuly Rusmariani. SE. Adapun Jumlah buku cetak sejumlah 1000 judul dan sebanyak 3000 eksamplar terdiri dari Buka Agama. Buku Pendidikan. Buku Manajemen dan Bimbingan Pelatihan. Sedangkan Jumlah non cetak/E-book 100 Judul terdiri: Buku Agama. Terjemahan Al-Quran. Koleksi AlHadits dan Buku Pendidikan dan Pelatihan. Pelayanan digital yang dilakukan oleh BDK kementrian Agama Kota Banung, yaitu: Layanan Online Publik Akses Catalog (OPAC) dengan Aplikasi Slim senayan 9 bulian Vol 01 No 1 January 2022 | 35 Peran Layanan Digitalisasi Perpustakaan Di Lingkungan Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Kota Bandung Ahmad Husni Hamim aplikasi yang terbaru dan Layanan yang terhubung melalui komputer atau Hand Phone (HP) dan terhubung dengan jaringan internet. Adapun pelayanan sirkulasi terdiri dari layanan Sirkulasi. Referensi. OPAC disedikan Komputer. Layanan Multi Media, yaitu untuk mencari bahan Pustaka yg ditelusur dari youtube, kepentingan ngeprint referensi, dll dan Layanan koran cetak dan majalah, dengan langganan koran Pikiran Rakyat (PR) dan Bahan Pustaka dari Badan Penelitian dan Pengembangan Keagamaan dan Balai Diklat Keagaman yang lain dari seluruh Indonesia di lingkungan Kementerian Agama berupa jurnal dan Laporanlaporan. Sedangkan Pengelolaan/Inventarisis Buku dilakukan Melalui Buku Induk Soft file di Excel, dan buku dicetak, di stempel cap Perpustakaan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Bandung, selanjutnya diinput ke sistem Slim dan bisa dicetak untuk No. Klasifikasi dan barcode buku. Selanjutnya hasil print out no. Klasifikasi di tempel di punggung Bukun dan Buku di selfing . ijajarkan di rak/lemar. yang susunannhya disesuaikan dengan No. Klasifikasi Pengunjung yang datang ke perpustakaan BDK Kementrian Agama Kota Bandung terdiri dari Pegawai internal BDK Bandung yaitu para Widyaiswara untuk mencari bahan referensi mengajar dalam waktu per-hari 3 sd. 5 0rang karena kondisi ada Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH) dan Melakukan akses online Perpustakaan sebanyak 10 orang per-hari yaitu Widyaiswara dan peserta Diklat(Suwarno Wiji, 2. Sistem Digitalisasi di Balai Diklat Bandung Berikut adalah sistem otomasi perpustakaan di Balai diklat Kementrian agama Kota Bandung dengan fitur-fitur yang mengakomodasi kebutuhan perpustakaan secara lengkap, dari pengadaan, pengolahan, penelusuran, serta manajemen anggota dan sirkulasi. Diharapkan contoh sistem yang ditampilkan dapat dijadikan studi kasus dalam pengembangan sistem otomasi perpustakaan sebagai berikut. Otentikasi Sistem Sistem akan melakukan pengecekan apakah username dan password yang dimasukkan adalah sesuai dengan yang ada di database. Kemudian juga mengatur tampilan berdasarkan previlege pemilik account, apakah dia sebagai pengguna atau admin dari sistem. Menu Utama 36 | Vol 01 No 1 January 2022 Peran Layanan Digitalisasi Perpustakaan Di Lingkungan Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Kota Bandung Ahmad Husni Hamim Menampilkan berbagai menu pengadaan, pengolahan, penelusuran, anggota dan sirkulasi, katalog peraturan, administrasi dan security. Menu ini dapat di setting untuk menampilkan menu sesuai dengan hak akses user . , misal kita bisa hanya mengaktifkan menu penelusuran untuk pengguna umum, dsb. Administrasi. Security dan Pembatasan Akses Fitur ini mengakomodasi fungsi untuk menangani pembatasan dan wewenang user, mengelompokkan user, dan memberi user id serta password. Juga mengelola dan mengembangkan serta mengatur sendiri akses menu yang diinginkan Pengolahan Bahan Pustaka Fitur ini mengakomodasi proses pemasukkan data buku/majalah ke database, penelusuran status buku yang diproses, pemasukkan cover buku/nomer barcode, pencetakan kartu katalog, label barcode, dan nomor punggung buku . all numbe. Penelusuran Bahan Pustaka Penelusuran atau pencarian kembali koleksi yang telah disimpan adalah suatu hal yang penting dalam dunia perpustakaan. Fitur ini harus mengakomidasi penelusuran melalui pengarang, judul, penerbit, subyek, tahun terbit, dsb. Manajemen Anggota dan Sirkulasi Ini termasuk jantungnya sistem otomasi perpustakaan, karena sesungguhnya disinilah banyak kegiatan manual yang digantikan oleh komputer dengan jalan Didalamnya terdapat berbagai fitur diantaranya: pemasukan dan pencarian data anggota perpustakaan, pencatatan peminjaman dan pengembalian . engan pengembalian buku, dan pemesanan peminjaman buku. Pelaporan (Reportin. Sistem reporting yang memudahkan pengelola perpustakaan untuk bekerja lebih cepat, di mana laporan dan rekap dapat dibuat secara otomatis, sesuai dengan parameterparameter yang dapat kita atur. Sangat membantu dalam proses analisa aktifitas perpustakaan, misalnya kita tidak perlu lagi membuka ribuan transaksi secara manual untuk melihat transaksi peminjaman koleksi dalam satu kategori, atau mengecek aktifitas seorang pengguna perpustakaan dalam 1 tahun. Vol 01 No 1 January 2022 | 37 Peran Layanan Digitalisasi Perpustakaan Di Lingkungan Balai Pendidikan Dan Pelatihan Keagamaan Kota Bandung Ahmad Husni Hamim Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa perpustakaan semestinya mendapat perhatian secara serius dan jangan dianggap bahwa perpustakaan sebagai pelengkap saja. Jika melihat perkembangan teknologi informasi saat ini perpustakaan semestinya diharapkan lebih tertata dan telah melakukan layanan Perpustakaan Digitalisasi. Perpustakaan dimaksud yaitu Perpustakaan yang berdasarkan Standar Nasional dengan berpedoman dan kekuatan dari undang-undang perpustakan yang Maka untuk ke depan setiap perpustakaan khususnya setiap tempat pendidikan dan pelatihan atau Balai Pendidikan Pelatihan Keagamaan (BDK) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia Kota bandung harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional. Dalam pelayanan tidak hanya pada kemampuan melayani, akan tetapi tidak kalah pentingnya, yaitu perpustakaan yang mampu menyiapkan bahan pustaka yang cukup dan sesuai kebutuhan pemustaka, mempermudah penelusuran Bahan Pustaka, penyusunan bahan pustakanya melalui pengembangan minat baca bagi para peserta Pendidikan dan Pelatihan . harus selalu diupayakan untuk ditingkatkan dengan memakai aplikasi digitalisasi. Referensi