Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 (December 2. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Formasi Rohani Pemimpin Muda Berdasarkan 1 Timotius 4:6-16 dan Implementasinya bagi Pemimpin Muda Era Society 5. Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. )*Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara,Ungaran. Chariswaruwu04@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Kharisda Mueleni Waruwu et al. AuFormasi Rohani Pemimpin Muda Berdasarkan 1 Timotius 4:6-16 dan Implementasinya bagi Pemimpin Muda Era Society 5. 0,Ay Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 2, no. 1 (December 03, 2. : 1, accessed December 08, 2021, https://ejurnal. id/index. php/juteolog/article/view/41. American Psychological Association 7th edition. (Waruwu et al. , 2021, p. Received: 05 September 2021 Accepted: 12 October 2021 Published: 03 December 2021 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact juniorichson1995@gmail. Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. Abstract Nowadays, there are not many churches who think about and prepare young Christian leaders in the era of society 5. 0 who have spiritual provisions and good character to be able to become the next generation of the Church's future. Awakening the spiritual formation of young leaders in the era of society 5. 0 is a good thing because it can provide innovation in Church leadership today. The purpose of this study is to provide an understanding and contribution of theological thinking from the study of 1 Timothy 4:6-16 regarding the spiritual formation of young leaders in the era of society 5. The approach used is to use a qualitative method with an exegesis approach to the spiritual formation of young leaders. From the results of the research of 1 Timothy 4:1-16, several principles of spiritual formation have been found that can be implemented for young leaders in the era of society 0, namely: rejecting the nature of the world and pursuing a pious life, always hoping for the living God, respecting oneself and being an example, always make the word as the center of life and ministry, not neglecting the responsibility as a servant. Keywords: Formation. Spiritual. Young Leaders. 1 Timothy 4:6-16. Implementation. Society 5. Abstrak Di zaman sekarang tidak banyak dijumpai Gereja yang memikirkan serta mempersiapkan pemimpin muda Kristen di era society 5. 0 yang memiliki bekal kerohanian dan karakter yang baik untuk dapat menjadi generasi penerus masa depan Gereja. Membangkitkan formasi rohani pemimpin muda di era society 5. 0 merupakan hal yang baik dikarenakan dapat memberikan inovasi dalam kepemimpinan Gereja di masa kini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan kontribusi pemikiran teologis dari kajian 1 Timotius 4:6-16 mengenai formasi rohani pemimpin muda di era society 5. Pendekatan yang dipakai ialah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegesa terhadap formasi rohani pemimpin muda. Dari hasil penelitian 1 Timotius 4:1-16 telah ditemukan beberapa prinsip formasi rohani yang dapat diimplementasikan kepada pemimpin muda di era society 5. 0 yakni: menolak sifat dunia dan mengejar kesalehan hidup, senantiasa berharap kepada Allah yang hidup, menghormati diri sendiri dan menjadi teladan, senantiasa menjadikan firman sebagai pusat hidup dan pelayanan, tidak melalaikan tanggung jawabsebagai seorang pelayan. KataKunci: Formasi. Rohani. Pemimpin Muda. 1 Timotius 4:6-16. Implementasi. Era Society 5. PENDAHULUAN Di zaman sekarang penting bagi sebuah Gereja untuk memikirkan serta mempersiapkan pemimpin muda di era society 5. 0 yang memiliki bekal kerohanian dan karakter yang baik untuk dapat menjadi generasi penerus masa depan Gereja. Seperti diungkapkan oleh Worthington dalam penelitiannya yang berjudul Spiritual Formation by Training Leaders in their Indigenous of Cultural Humility and Virtue Theory. AuBy GodAos grace and power, we have the joy of helping the indigenous pastors and other Christian leaders around the world be more equipped in the ministry of GodAos Word, to have ChristAos 98 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. mind formed within them, and to help form ChristAos mind within their communities of faith. And with relationally oriented cultural humility and virtue development, together the Christian leaders in the Majority World and in the West can realize the vision for strengthening the global church in the humble mind of ChristAy (Worthington, 2. Membangkitkan dan melatih pemimpin muda di era society 5. 0 merupakan hal yang baik dikarenakan dapat memberikan inovasi dalam kepemimpinan Gereja di masa kini. Pelayanan orang muda juga tidak terlepas dari pemberdayaan karunia yang menjawab kebutuhan dari tantangan zaman sekarang. Oleh sebab itu, penting bagi pemimpin muda yang hidup di tengah disrupsi teknologi industri untuk dibentuk dalam kerohanian dan karakter yang baik sebelum terjun menjadi seorang pemimpin muda di tengah tantangan disrupsi Apabila gereja tidak mempersiapkan generasi muda untuk turut ambil bagian dalam pelayanan di era post modern, maka gereja akan mengalami dampak dari persaingan global serta era disrupsi teknologi. Era masyarakat 5. 0 merupakan era dimana manusia dipermudah dengan perkembangan teknologi, yang sangat mendukung manusia dalam aspek pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan sebagainya. Menurut Usman dalam era ini masyarakat dituntut untuk memiliki kehidupan yang sehat jiwa, emosi, dan rohani sehingga mampu menghadapi perkembangan teknologi era masyarakat 5. 0 menuntut adanya kehidupan spiritual yang baik agar mampu menghadapi perkembangan teknologi tidak hanya menggunakan kecerdasan kognitif, melainkan menggunakan kecerdasan spiritual juga (Malik Usman, 2. Selain itu Ronda juga menjelaskan bahwa menghadapi perkembangan teknologi dalam revolusi industri diperlukan pendekatan spiritual untuk menangani masalah spiritualitas warga gereja (Ronda, 2. Postmodern adalah perubahan dalam arti meninggalkan cara berpikir dan pola hidup manusia modern . Salah satu ciri dari postmodern adalah mengedepankan relativisme (Darmawan, 2. Gejala post modern menarik untuk disimak dengan cirinya di mana orang akan semakin menghargai spiritualitas tanpa harus religius. "Mereka mencari keterlibatan spiritual yang lebih dalam di dunia ini tanpa terikat pada guru, medium, atau pengganti lain bagi kreatifitas individual mereka sendiri (Broymann, 1. Secara umum, spiritualitas Kristen merupakan pembentukan kerohanian sehingga terus bertumbuh hingga menjadi serupa dengan Kristus. Sidjabat menandaskan bahwa spritualitas substansinya tidak material dan Tuhan yang adalah Roh, substansinya non material (Sidjabat, 1. Sedangkan Hardjana dalam bukunya juga menjelaskan bahwa 99 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. spiritualitas berkaitan dengan roh dan identik dengan kehidupan yang taat pada Tuhan (Hardjana, 2. Wijaya dalam hal ini berpendapat bahwa kasih kepada Allah menjadi motivasi, tujuan, dan kriteria kasih bagi orang percaya untuk Allah yang dinyatakan dalam tampak luar maupun di dalam diri orang percaya (Wijaya, 2. Kemudian Brake sendiri menjelaskan bahwa pembentukan rohani Kristen bertujuan agar seorang yang menjadi semakin serupa dengan Yesus . Yoh. 3:2-. , menjalani kehidupan serupa dengan Kristus, mengalami pertumbuhan kehidupan rohaninya, menginginkan Roh Kudus memperbaharui kehidupannya secara rohani, dan menjadi seorang yang hidup sesuai dengan harapan Yesus (Brake, 2. Sementara menurut Willard, formasi spiritual merupakan sebuah proses pembentukan batiniah manusia yang digerakkan oleh Roh Kudus, sehingga orang Kristen menjadi serupa dengan Kristus (Wilard, 2. Hal ini juga dikemukakan oleh Grosse. AuKetika tidak ada disiplin rohani, arahan maupun dukungan rohani pun tidak akan diperoleh. Hasilnya justru kerohanian yang lemah, yang mudah dipengaruhi oleh berbagai hal, iman yang kurang terlatih, dan tidak mampu menghadapi kehidupan yang begitu keras dan penuh ujian (Grosse, 2. Dari beberapa penjelasan tersebut dapat dipahami adanya formasi rohani dalam diri seseorang dapat memberikan pertumbuhan yang baik didalam Kristus. Disiplin rohani sudah menjadi tanggung jawab setiap pribadi walaupun pada akhirnya bergantung pada anugerah dan karya Allah. Oleh sebab itu, seseorang yang akan menjadi pemimpin adalah seseorang yang matang dalam kerohanian, memiliki wibawa dan memiliki hati yang rela dalam berkorban, hal ini terlihat apabila seseorang telah hidup dalam formasi rohani yang baik. Tomatala dalam hal ini menegaskan bahwa formasi rohani merupakan sebuah proses dinamis yang terjadi dalam diri seorang pemimpin dalam menerima Kristus dengan iman dan menginplementasikannya dalam disiplin perilaku hidupnya dengan tidak terlepas dari Kristus dan siap menjadi saksi bagi banyak orang (Tomatala, 1. Ada persamaan antara penelitian ini dan penelitian-penelitian yang sebelumnya, yaitu pada seputar formasi rohani dan seputar Surat 1 Timotius 4:1-16. Akan tetapi, juga terdapat perbedaan pada subjek penelitian. Perbedaan pada subyek penelitian inilah yang akan menjadi celah untuk penulis dapat berkontribusi untuk menghasilkan sebuah temuan baru atau kebaharuan ilmu. Adapan hasil penelitian sebelumnya terkait topik formasi rohani pernah ditulis oleh Supriadi dengan menghasilkan beberapa prinsip spiritualitas yaitu merefleksikan spiritualitas sesuai dengan status dalam kehidupan baik secara sosial maupun secara spiritual dan hidup dalam keseimbangan spiritualitas dan kehidupan praktis (Supriadi. Sedangkan penelitian lain juga pernah diteliti oleh Manase Gulo dengan hasil temuan 100 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. bahwa spiritualitas adalah hal terpenting di dalam hidup manusia dan sekaligus merupakan sebuah kekuatan yang dapat membuat seseorang mampu menghadapi kehidupan secara baik (Gulo, 2. Sedangkan seputar topik Surat 1 Timotius 4:1-16 juga pernah diteliti beberapa orang diantaranya ialah oleh TafonaAo dengan judul Kepribadian Guru Kristen dalam Perspektif 1 Timotius 4:11-16 yang menghasilkan temuan bahwa guru agama Kristen di era digital harus dituntut supaya dapat memberikan contoh yang dapat dipraktekan dalam tindakan nyata sehari hari (TafonaAo, 2. Selain itu terkait penelitian dalam Surat 1 Timotius pasal 4 juga pernah dilakukan oleh Arifianto dengan hasil penelitian yaitu seorang pelayan Kristus yang baik harus memiliki kompetensi antara lain: terdidik dalam hal pengajaran, terlatih dalam hal bersaksi, terpandang dalam kehidupan dan terpercaya dalam pelayanan (Arifianto, 2. Dan yang selanjutnya penelitian oleh Sahartian dengan hasil penelitian yaitu pemimpin muda Kristen harus mampu menasehati jemaat dengan Firman Tuhan, selalu menjadi contoh bagi jemaat, senantiasa bertumbuh dalam kasih karunia serta selalu dapat mengawasi diri sendiri (Sahartian, 2. Berdasarkan latar belakang masalah dan gap penelitian yang ditemukan sebagaimana telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian memerlukan pertanyaan pengarah yang hendak dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana formasi rohani berdasarkan 1 Timotius 4:6-16. Bagaimana implementasi formasi rohani berdasarkan 1 Timotius 4:6-16 terhadap pemimpin muda di era society 5. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: Untuk mengetahui tentang formasi rohani berdasarkan 1 Timotius 4:6-16. Untuk mengetahui implementasi formasi rohani berdasarkan 1 Timotius 4:6-16 terhadap pemimpin muda di era society 5. Penulis juga berharap mengenai karya tulis ini, dapat menolong pembaca untuk mengerti akan pentingnya formasi rohani bagi seorang yang telah percaya kepada Allah terlebih tidak tertutup bagi mereka yang akan dipersiapkan menjadi pemimpin masa kiniAegenerasi milenial yang hidup di era society Dengan demikian, judul jurnal yang akan penulis bahas dalam karya ilmiah ini adalah Formasi Rohani Pemimpin Muda Berdasarkan 1 Timotius 4:6-16 dan Implementasinya Bagi Pemimpin Muda Era Society 5. METODE PENELITIAN Metode yang dipakai untuk membahas serta menjawab pertanyaan dan rumusan masalah dalam karya tulis ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan studi eksegesis. Ada beberapa pola studi eksegesis yang telah dikembangkan oleh para ahli biblika. Salah 101 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. satunya ialah yang dikemukakan oleh Milton S. Terry dalam bukunya Biblical Hermeneutics. Studi eksegesis yang akan dipakai dalam penelitian ini ialah analisa leksikal, analisa gramatikal, analisa konteks, dan analisa historis (Terry, 1. Prinsip dasar inilah yang penulis terapkan dalam menganalisa teks 1 Timotius 4:1-16, khusus yang berkaitan dengan Kitab Perjanjian Baru seperti yang dikemukakan oleh Gordon D. Fee dalam bukunya New Testement Exegesis (Fee, 2. Pandangan pandangan D. A Carson dalam bukunya yang berjudul Exegetical Fallcies (D. A Carson, 1. , juga akan menjadi pola bagi penulis dalam melakukan analisis dalam teks yang sudah ditentukan dalam penelitian ini. Oleh karena itu dapat ditegaskan kembali bahwa penulisan artikel ilmiah ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan studi eksegesis yaitu menggali serta mengeluarkan arti kata dari sebuah tulisan. AuAkata tersebut berarti membaca atau menggali arti tulisan-tulisan ituAAy (Hayes & Holladay, 2. PEMBAHASAN Dalam bagian pembahasan ini akan diuraikan tentang beberapa penjelasan mengenai kajian teologis tentang formasi pemimpin muda berdasarkan 1 Timotius 4:6-16. Dalam mengeksegesa ayat dalam kontek 1 Timotius 4:6-16 penulis memakai beberapa prinsip dalam hermeneutic dengan menggunakan analisa leksikal, analisa gramatikal, analisa konteks dan analisa historis. Selain itu dalam mengembangkan dan memperdalam analisa penulis juga perbandingan ide, gagasan penemuan dalam jurnal atau buku ilmiah sebelumnya, serta hal baru yang penulis temukan. Pembahasan Tentang Formasi Rohani Pemimpin Muda Berdasarkan Teks 1 Timotius 4:6-16 Berdasarkan teks 1 Timotius 4:6-16. Paulus sangat menekankan kepada Timotius untuk hidup menjadi teladan bagi orang yang dipimpinnya . Timotius 4:. dan selain itu penulis juga menemukan pola formasi rohani yang harus dimiliki seorang pemimpin muda di dalam menghadapi tantangan masa kini yang Paulus sampaikan berdasarkan teks 1 Timotius 4 yang sangat penting dibangun bagi seorang pemimpin muda sebelum melayani. Untuk lebih jelas penulis akan menjelaskan tentang formasi rohani yang mesti dimiliki oleh pemimpin muda berdasarkan teks 1 Timotius 4:6-16. 102 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. Menjauhi Takhayul bebh,louj kai. graw,deij mu,qouj paraitou/. Kata AutakhayulAy berasal dari kata bebh,louj . merupakan bentuk kata adjektif akusatif maskulin jamak dari akar kata be,bhloj yang berarti Aunafsu yang rendahAy, orang duniawi, tak suci, tak bertuhan (Sahartian & Septiadi, 2. Dalam NIV yang digunakan adalah kata Myths yang artinya AumitosAy. Kata adjektif adalah kata sifat dengan kasus akusatif yaitu kasus yang digunakan untuk menyatakan objek langsung dari kata kerja kalimat tersebut. Jumlah adalah jamak yang merupakan unsur kata kerja, jenis maskulin . atau orang-orang lain. Jadi, dapat disimpulkan bahwa takhayul merupakan sifat duniawi, cerita-cerita atau mitos-mitos yang tidak berguna. paraitou/ dari akar kata paraite,omai . merupakan kata kerja kini aktif imperatif orang ke 2 tunggal artinya menolak, menjauhi. Kini aktif imperatif merupakan kata perintah yang melarang. Digunakan dalam 1 Timotius 4:7. 5:11. 2 Timotius 2:23 dan Titus 3:10. Dalam terjemahan King James Version AuBut refuse profane and old wivesAo fables,AAy kata yang dipakai ialah refuse artinya menolak. Jadi, arti parai te,omai . yang digunakan Paulus ialah AumenolakAy. Dalam konteks ayat ini, berkaitan dengan ayat sebelumnya . yat 1-. Timotius telah diperingatkan terhadap asketisme palsu, banyak orang saat ini yang menentang penafsiran yang tidak wajar atas perkataan Kristus, tidak berkompromi dengan ajaran yang akan membuat baik laki-laki maupun perempuan dalam kehidupan yang praktis atau menjerumuskan ke hal duniawi. Yonatan dalam karyanya juga mengemukakan bahwa Paulus menasihatkan untuk menjaga diri dari godaan yang menarik dari perkataan para nabi Yahudi yang tidak lagi mengutamakan Tuhan tetapi lebih kepada penyembahan berhala. Setiap pengajaran yang disampaikan agar benar-benar di saring dengan hati-hati. Memilah mana pengajaran yang benar dan yang salah. Dan yang lebih penting hidup dalam kebenaran meninggalkan atau tidak percaya kepada takhayul dan dongeng (Arifianto, 2. Oleh karena itu. Timotius sebagai pemimpin mengajarkan jemaat Efesus untuk menolak mitosmitos atau cerita-cerita yang tidak berguna . Melatih Diri Beribadah Gu,mnaze de. n pro. j euvse,beian\ Kata AulatihlahAy dalam Yunani Gu,mnaze dari akar kata gumna,zw merupakan bentuk kata kerja kini aktif imperatif orang ke 2 tunggal yang berarti perintah untuk melatih. Dalam terjemahan KJV kata latihlah memakai exercise yang menunjuk kepada olahraga pribadi atau latihan fisik. Metafora AyberlatihAy dikutip dari dunia 103 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. olahraga yang sangat popular pada masa itu. Para atlet giat berlatih dengan disiplin menjelang pertandingan. Latihan atletik adalah contoh yang sangat baik dari usaha keras dan dedikasi untuk ditiru sebagai orang Kristen di dunia spiritual . Korintus 9:24-27, 2 Timotius 2:5. 4:7. Ibrani 12:1-. Kata AuberibadahAy dari kata euvse,beian merupakan kata benda akusatif feminim tunggalyang berarti kesalehan, agama . Beribadah berarti menyatakan takut dan kasih akan Allah sebagai perwujudan dari ketaatan seseorang kepada-Nya. Dalam KJV AueusebeiaAy diterjemahkan sebagai AugodlinessAy yang artinya menghormati, kesalehan kepada Tuhan. Makna dari kata AuibadahA lebih menunjuk pada pengertian cara hidup yang bercirikan kehidupan Kristen sejati. tidak hanya sekedar apa yang dilakukan di dalam tempat ibadah . yat 7-. Oleh sebab itu, kalimat latihlah dirimu beribadah artinya pikiran untuk selalu menjalankan ibadah. Tujuan Paulus kepada Timotius dalam konteks ayat ini ialah dimana harus melatih diri untuk hidup saleh dihadapan Tuhan supaya tidak dianggap remeh oleh orang lain. Perintah untuk Aumelatih diri beribadahAy Paulus tegaskan karena dalam ibadah ada perjumpaan dengan Tuhan yang membawa seseorang bisa berubah dan semakin mengenal kehendak Tuhan dalam hidupnya yaitu melalui doa. Doa merupakan sebuah aktivitas yang memiliki hubungan yang erat dengan kekristenan sehingga muncul ungkapan bahwa doa adalah nafas kehidupan orang percaya. Kegiatan doa bukanlah hanya sebatas rutinitas, melainkan doa merupakan pusat dari kehidupan seseorang dalam menjalani kehidupannya itu sendiri (Sutoyo, 2. Didalam ibadah, orang yang telah percaya kepada Allah akan melakukan sesuatu pekerjaan yang terbaik dan cara rohani orang percaya terhubung dengan Tuhan (Montegomery, 2. Dengan demikian, ibadah adalah hal yang terpenting yang merupakan salah satu cara jemaat untuk berhubungan dengan Pencipta secara dramatissimbolis (Luni, 2. Ibadah memiliki hubungan yang erat relasi antara Allah dan manusia . dan manusia dengan sesama . , yang hanya memiliki fokus kepada YesusKristus yang menjadi pusat dari segalanya. Menaruh Harapan Kepada Allah Yang Hidup Dalam terjemahan KJV ayat 10b Aubecause we trust in the living GodAy (Bibleworks, 2. yang artinya Aumenunggu keselamatan dengan penuh sukacita dan keyakinanAy. Kata AuharapanAy dalam bahasa Yunani ialah hvlpi,kamen dari kata evlpi,zw merupakan kata verb indicative perfect activeorang ke 1 jamak artinya harapan kepada. Modus indikatif menjelaskan tindakan itu sungguh-sungguh terjadi dari sudut pandang pembicara/penulis. 104 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. Kala perfek menjelaskan tindakan yang terjadi diwaktu lampau. Analisa gramatika ayat ini menggunakan kata kerja aktif. Kata hvlpi,kamen dengan akhiran en yang artinya AkitaA orang ke 1 jamak. AuKitaAy dalam konteks ini adalah Paulus dan Timotius. Jadi, hvlpi,kamen artinya kita telah selesai berharap kepada Allah yang hidup. AuHidupAy dalam bahasa Yunani zw/nti (Bibleworks, 2. merupakan bentuk kata kerja partisip kini aktif datif maskulin tunggal dari akar kata za,w sangat kontras dengan berhala bodoh dan tak bernyawa yang dikuduskan di kuil Efesus yang terkenal. Seharusnya orang-orang percaya di Efesus menyembah Allah yang hidup, namun karena pengajar-pengajar yang sesat yang telah mengajarkan ajaran yang tidak sehat sehingga orang-orang Efesus terpengaruh lebih pecaya, menaruh harapan dan menyembah kepada dewi Artemis dan berhala yang ada di kuil Efesus. Jadi. Aumenaruh harapan kepada AllahAy dalam ayat ini berarti Paulus dan Timotius telah selesai menaruh harapan kepada Allah yang hidup dimasa lalu, namun tidak hanya berhenti disitu melainkan bersifat aktif artinya terus berkelanjutan, terus berharap hanya kepada Allah yang hidup. Paulus dan Timotius menyadari bahwa dimasa lalu telah menaruh harapan kepada Allah, karena Allah adalah juruselamat bagi semua orang secara khusus bagi orang yang percaya (Wenggi, 2. Jemaat Efesus menaruh harapannya kepada berhala. Oleh karena itu. Paulus menasihatkan anak rohaninya Timotius terus menaruh harapan kepada Allah dalam kondisinya sebagai pelayan Allah dan sebagai pemimpin memiliki tanggung jawab menyampaikan kepada jemaat Efesus karena cenderung melupakan hal-hal dari Tuhan. Tidak Menganggap Diri Rendah Mhdei,j neo,thtoj kata fronei,tw (Ayat 12 AuJangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau mudaA. Kata muda menggunakan neo,thtoj . merupakan kata benda genetif feminim tunggal dari akar kata neo,thj artinya pria yang lebih muda, masa muda (Vine & Bruce, 1. Muda dalam hal ini adalah mengenai tingkatan usia. Istilah AymudaAy dalam budaya Romawi dan Yunani dapat merujuk pada seseorang sampai usia 40 tahun. Kata kata f ronei,tw . merupakan bentuk kata kerja kini aktif imperatif orang ke 3 tunggal dari akar kata katafrone,w artinya memandang Kata ini merupakan kata kerja imperative yang berarti menghina, mencemooh, meremehkan (B. F Drewes. Wilfrid Haubeck, 2. Paulus menegaskan kepada Timotius dalam ayat ini bahwa Aujangan seorangpun menghina masa mudamuAy. Karena itu Paulus 105 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. menasihatkan Timotius untuk tidak menganggap dirinya rendah, supaya Timotius hidup dengan segala kesungguhan dan kecermatan diri sehingga mendatangkan rasa hormat bagi dirinya meskipun Timotius masih muda. Timotius merupakan pengganti apostolik Paulus. Paulus berharap untuk memberikan pengaruh baik atas jemaat yang dipimpin dan berhati-hati agar masa mudanya yang komparatif membuktikan tidak menjadi batu sandungan. Paulus menyampaikan pesan ini kepada Timotius, dikarenakan anak rohaninya yang memiliki sifat takut dan pemalu karena usianya yang masih muda. NASB mengartikan ayat 12 dengan Aulet no one look down on your youthfulness, but rather ini specch, conduct, love, faith and purity, show your self an example oh those who believe. Ay(Bibleworks, 2. Kata let no one look down on your youthfulness adalah sebuah kalimat present tense aktif imperative yang telah dirangkaikan dengan partikel negatif. Dalam tata bahasa Yunani dengan present tense aktif imperative dengan partikel negatif, maka arti dari kalimat tersebut yaitu memiliki tujuan untuk menghentikan suatu tindakan. Paulus mengawali ayat 12 dengan sebuah kata peringatan yaitu AujanganAy dalam bahasa Yunani Mhdei,j. dimana kata ini menunjuk kepada laki-laki. Jika dibandingkan dengan Strong, kata Mhdei,j yang digunakan tidak hanya kepada laki-laki namun juga kepada perempuan, dimana kata ini artinya AuapapunAy (Strong, 1981, p. Sehingga pemakaian kata AujanganAy di ayat ini adalah sangat dalam dan luas sehingga Paulus benar-benar memperingatkan Timotius supaya tidak satupun yang merendahkannya, baik itu laki-laki maupun perempuan atau benda sekalipun. Ayat ini menjadi kata kunci dalam pelayanan Timotius dengan berkata jangan seorangpun menganggap engkau rendah, karena didalam diri Timotius memiliki potensi dan kualitas yang banyak dan potensi itulah yang menutupi kemudaannya didalam melayani sebagai gembala dijemaat Efesus. Menjadi Teladan Rachmani mengungkapkan bahwa Kekristenan tidak lagi mewujudkan buah bagi Tuhan dikarenakan banyak orang Kristen tidak lagi hidup didalam ketaatan terhadap kebenaran firman Tuhan (Rachmani, 2. Menjadi teladan yang dipaparkan Paulus ialah teladan dalam berkata, bertingkah laku, kasih, kesetiaan, kekudusan . Timotius 4:. Kata menjadi dalam bahasa Yunani adalah gi,nou dari akar kata gi,nomai merupakan bentuk kata kerja kini aktif imperatif orang ke 2 tunggal yang artinya untuk menjadi, menjadi. Kata teladan dalam bahasa Yunani adalah tu,poj merupakan kata benda nominatif maskulin tunggal yang berarti teladan, contoh, tanda, pola (Budiman, 2. Ini salah satu syarat yang 106 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. harus dimiliki pemimpin Kristen. Secara leksikal kata tupos ini memiliki arti Auan exampleAy. Kata tu,poj . memiliki pengertian as struck, a stamp or scar, by anal: a shape, statue, style or resemblance. spec, a sampler . , a model . or imitatio. or instance . or warnin. : example, fashion, figure, form, manner, pattern, print (Strong, 1. Inilah kunci bagi seorang Timotius yang diberikan Paulus kepadanya di dalam ia melayani dimasa mudanya supaya tidak dianggap remeh karena kemudaannya yaitu Aumenjadi teladan atau menjadi contohAy. Berkaitan dalam penggunaan kata tu,poj dalam Perjanjian Baru oleh pengarang lain memakai istilah AuprintAy Jhon 20:25. AufigureAy Act 7:43. AufashionAy Act 7:43. AumannerAy Act 23:25 (Winter, 1. Sedangkan penggunaannya dalam Perjanjian Baru dalam surat-surat Paulus yang lain diantaranya Ro. 5:14 Aufigure,Ay Ro. 6:17 Auform,Ay AuexampleAy 1 Co. 10:6, 1 Ti. 4:12. Auensamples,Ay 1 Co. 10:11, 1 Th 1:7, 1 Pet. 5:3. Auensample,Ay Phi. 3:17, 2Th. 3:9, AupatternAy Heb. 8:5 (Winter, 1. Berkaitan dengan hal itu juga Paulus memberikan unsurunsur yang harus diteladani dalam diri seorang Timotius. Paulus menggunakan kata evn . sebanyak lima kali. Kata evn merupakan preposisi atau kata depan yang artinya di dalam, di. Kata depan atau preposisi evn memiliki kasus datif yang menerangkan tentang orang atau benda yang menerima tindakan secara tidak langsung dari kata kerja transitif yaitu katakerja yang memiliki objek (Pandensolang, 2. Penggunaan evn dalam berbagai jenis diantaranya tempat/lokasi, waktu, kausal dan berbagai penggunaan lainnya. Teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, serta kesucian harus secara menyeluruh terlihat atau terpancar dalam diri seorang pemimpin secara khusus dalam surat ini ialah Timotius yang masih muda, teladan berdasarkan firman-Nya. Dalam surat-suratnya itu. Paulus meminta agar keteladanan menjadi ciri khusus dan karakter yang kuat sebagai kepribadian dalam kehidupan berjemaat maupun menjadi contoh bagi orang dunia dan teladan bagi orang-orang yang berada disekitar mereka (Samarenna & Siahaan, 2. Hal senada juga dikatakan Koamesakh yaitu perkataan yang verbal keluar dari mulut dalam setiap pengajaran maupun mendidik orang harus menjadi teladan dan membawa kebaikan bagi pendengar dan memicu orang percaya untuk menjadi pelaku firman Tuhan (Koamesakh, 2. Dapat disimpulkan bahwa keteladanan yang Paulus minta bagi jemaat merupakan sarana atau alat untuk mencerminkan atau mengkomunikasikan secara tidak langsung kesaksian hidup terhadap Injil Kristus kepada orang yang belum mengenal Tuhan ataupun hidup dalam 107 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. Bertekun Dalam Membaca Alkitab Ayat 13 Aue. j rcomai pro,sece th/| avnagnw,sei( th/| paraklh,sei( th/| didaskali,a |. Ay . ampai aku datang pusatkanlah perhatianmu kepada pembacaan, pemberian nasihat. Kata AubertekunAy dalam interlinear memakai kalimat pusatkanlah perhatianmu (Sutanto, 2. Kata Yunani yang digunakan dalam istilah AubertekunAy ialah pro,sece . yang merupakan kata kerja kini imperative dan bersifat aktif orang ke 2 tunggal yang diterjemahkan memperhatikan, berjaga-jaga, berdedikasi. Modus adalah unsur kerja yang menghubungkan gagasan tindakan realitas dengan sikap yang dimaksudkan (Pandensolang, 2. Modus imperatif yaitu modus yang menekankan pada perintah Modus ini tidak ada pernyataan untuk memastikan, kemungkinan besar atau kemungkinan kecil, namun lebih cenderung kepada adanya suatu keinginan untuk orang lain . iri Sutanto mengungkapkan bahwa bertekun dalam ayat ini merupakan sebuah kata kerja perintah untuk menyatakan suatu kegiatan yang dilakukan sekarang untuk selamanya atau mengarahkan objek untuk melanjutkan tindakan yang sedang berlangsung (Susanto, 2. Dalam hal ini Budiman menuturkan bahwa semua harus dimulai dari diri sendiri untuk bertekun membaca kitab-kitab suci dikarenakan dalam kondisi jemaat yang dilayani sudah terpengaruhi dengan ajaran yang tidak sehat. Namun pada saat itu Perjanjian Baru belum lengkap (R. Budiman. Secara leksikal kata pro,sece berasal dari kata prose,cw yang memiliki arti Auto turn to,Ay Auto bring to,Ay bring near. AyYang artinya memperhatikan dengan baik-baik, memegang, menyerahkan diri (JR, 2. Kata AubertekunAy yaitu dengan tekun, dengan rajin, keras hati dan bersungguh-sungguh, kekerasan dan kesungguhan hati (Kamus Umum Bahasa Indonesia, 2. Dapat disimpulkan bahwa Paulus memberikan perintah kepada Timotius yang secara terus-menerus membaca firman Tuhan tanpa henti. Bertekun merupakan ketetapan, kesungguhan hati, ketekunan atau rajin melakukan kegiatan tersebut dari sekarang dan seterusnya. Kata AumembacaA dalam bahasa Yunani adalah avnagnw,sei . dari akar kata OC . dengan bentuk kata benda datif feminim tunggal yang berarti Terjemahan KJV memakai kata to reading artinya membacakan, tetapi dalam terjemahan NIV memakai kata to public reading of scripture artinya membacakan kitab suci kepada orang banyak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui surat Paulus ini memerintahkan Timotius secara tidak langsung untuk bertekun membacakan Alkitab tanpa 108 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. batas waktu. Hal ini berarti pada waktu itu, harus memahami dan mengucapkan, menyampaikan kebenaran kepada jemaat di Efesus. Dalam bukunya. Bruggen mengatakan bahwa, orang yang membaca namun tetap menjadi orang Kristen yang belum dewasa adalah orang yang tidak membaca dengan baik. Terlebih sebagai orang yang percaya harus membuka mulut untuk menjadi sebagai pembaca yang selalu segar (Bruggen, 2. Venema menuliskan: AuOrang yang hanya membaca satu bab atau beberapa kata saja dari salah satu buku, tidak bisa dikatakan bahwa ia telah membaca buku itu. Demikian juga mengenai Alkitab, orang yang hanya membacanya secara selektif, belum membaca Alkitab. Pembaca seperti itu tidak berhak memberi tafsiran, penilaian, atau tanggapan terhadap Alkitab (Venema, 2. Bertekun Dalam Pengajaran Rasul Paulus juga berkata dalam ayat 13 supaya Timotius melakukan Auketekunan dalam memberikan pengajaranAy. Kata yang digunakan ialah didaskali,. yang berasal dari kata dasar EC yang memiliki pengertian an instructor . : doctor, master, teacher (Strong, 1. Menurut Susanto kata ini mengandung pengertian teaching, either. Merupakan kata kerja datif feminim tunggal artinya perbuatan mengajar, mengajar (Susanto. Penggunaan kasus datif selalu berkenaan dengan benda atau orang atau pribadi lain. Kasus tersebut bersifat adverbial, karena memiliki peran dalam menjelaskan kata kerja, baik yang berkaitan dengan aspek objek tidak langsung, lokatif maupun instrument. Datif selalu dipertegas oleh preposisi yang mengikutinya. Kata dasar dari kata AumengajarAy adalah AuajarAy dimaksudkan dengan kata ajar ialah suatu petunjuk yang diberikan kepada seseorang supaya diketahui . AuMengajarAy mempunyai arti proses, perbuatan, peringatan . entang pengalama. , peristiwa yang dialaminya serta dilihatnya (Haryono, 2. Sedangkan mengajar ialah memberi pelajaran, melatih. Terjemahan KJV memakai kata Auto doctrineAy artinya mengajar. NIV memakai kata to teaching artinya mengajar. Menurut Douglas menuliskan dalam bukunya bahwa, didalam Perjanjian Baru AumengajarAy memiliki dua Pertama, adalah didaskalia mencakup banyak pekerjaan mengajar maupun ajaran itu sendiri. Istilah ini mengajar untuk orang farisi. Kedua, adalah didache kata ini berarti baik pekerjaan mengajar maupun ajaran itu sendiri. Didache mengacu kepada ajaran Tuhan Yesus (R. Nixon, 1. Dapat simpulkan bahwa kata mengajar yang dimaksudkan Paulus dalam ayat 13 ialah mengajar tentang keselamatan yang dari Kristus. Kata mengajar memiliki bentuk datif 109 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. menunjukkan perintah rasul Paulus kepada Timotius untuk secara terus-menerus bertekun membaca Alkitab agar dapat mengajarkan kepada yang akan dilayani. Dalam ayat ini. Timotius harus melakukan pengajaran kepada jemaat-jemaat di Efesus, pengajaran yang sehat yaitu yang tidak bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan untuk memberikan pemahaman yang baik kepada jemaat Efesus sebagai instruksi. Mengajar atau teaching . selalu diterjemahkan sebagai AudoktrinAy. Namun, tindakan mengajar disini seperti tindakan membaca, tindakan menasehati. Bertekun dalam membangun . araklh,se. yang berarti memberikan dorongan. Perbedaan antara teaching . dan membangun . araklh,se. yang pertama akan mengungkapkan Auajaran doktrinalAy yang terakhir memohon untuk mempercayai yang satu dan mempraktikkan yang lain (Kis 11:. Mempergunakan Karunia Rohani Dalam buku Sutanto berkata Mh. avme,lei tou/ evn soi. cari,smatoj( . evdo,qh soi dia. profhtei,aj meta. evpiqe,sewj tw/n ceirw/n tou/ presbuteri,ou . anganlah menjadi lalai dalammu karunia yang telah diberikan kepadamu melalui pesan Allah dengan penumpangan tangantangan majelis penatu. (Sutanto, 2. ) Kataavme,lei dari kata AAO artinya to becarelessof, be negligent . elalaikan, mengabaika. yang merupakan bentuk kata kerja kini imperatif aktif orang ke 2 tunggal. Artinya ialah tidak memiliki perhatian, menganggap sesuatu sebagai sesuatu yang tidak penting, tidak turut merasakan. Kini imperatif berkenaan dengan tindakan yang tengah berlangsung. Paulus telah meninggalkan Timotius di Efesus untuk melanjutkan pelayanannya. Ditengah pelayanannya yang sedang berlangsung. Paulus menasihatkan Timotius dengan berkata Mh. avme,lei artinya Aujangan lalaiAy. Paulus menggunakan Mh. yang merupakan keterangan untuk menyatakan AujanganA atau AuhentikanA. Paulus menggunakan Imperatif Prohibitif yang merupakan larangan terhadap suatu tindakan tertentu atau perintah ingkar janji. Imperatif prohibitif ini merupakan larangan untuk suatu tindakan yang sedang berlangsung. Kini Aktif merupakan suatu kata kerja yang terus Larangan Paulus kepada Timotius untuk tidak melalaikan tanggung jawabnya sebagai pelayan Tuhan dikarenakan Timotius masih usia muda. Dapat disimpulkan bahwa AAO . ini menunjukkan kepada sikap seseorang yang telah mengabaikan melalaikan atau dengan tidak kesungguhan hati di dalam tugas yang diberikan kepadanya. Dalam konteks ayat ini, rasul Paulus menginginkan supaya Timotius tidak boleh mengabaikan karunia yang telah ia terima. Walaupun tugas yang sedang 110 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. dikerjakannya merupakan hal yang berat bagi Timotius karena usianya yang masih muda. Dengan itulah Paulus berkata Aujangan lalaiA mengerjakan tugasmu sebagai seorang pelayan Kristus. Oleh sebab itu. Paulus menginginkan Timotius anak rohaninya sungguh-sungguh untuk melayani dan mempertanggungjawabkan dengan baik tugas yang sedang diembannya serta mengembangkan karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, karena itu merupakan kekuatan yang telah Roh Kudus berikan dalam melakukan pekerjaan Allah. Menghidupi Panggilan Ayat 15. Paulus memberikan perintah kepada Timotius untuk menghidupi Istilah i. merupakan kata kerja kini aktif imperatif orang ke 2 tunggal dari akar kata eivmi,. Secara literal kata isthi diartikan sebagai be thou yang artinya Aujadilah dirimuA. Sedangkan Sutanto mengartikan kata isthi dengan AuhiduplahAy. Kata ini berasal dari kata A digunakan hanya ketika ada penegasan. Isthi dapat diartikan bahwa Timotius harus membuat dirinya menjadi satu dengan semua hal yang telah Paulus perintahkan dan semuanya itu harus menjadi pola hidup keseharian. Sedangkan dalam konteks ini Wijaya menekankan untuk memajukan pelayanan . Timotius 4:. yaitu dengan meneladani Yesus Kristus menderita dan mati bagi semua orang berdosa, menjadi penyelamat bagi semua orang yang percaya kepada karya-Nya dikayu salib (Wijaya, 2. Pandensolang menyebutkan bahwa kata AukemajuanA dalam bahasa Yunani merupakan Kata Benda Nominatif Feminim Tunggal artinya kemajuan. Kata benda . ialah kata yang digunakan untuk menyebut nama tempat, manusia, yang berfungsi sebagai subjek atau objek kalimat (Pandensolang, 2. Kasus nominatif adalah kasus penamaan. Fungsi utamanya ialah untuk menunjukkan subjek kalimat atau klausa AuKemajuanmuA dalam Yunani diikuti dengan ar t ike lh` dari oA yang bertindak untuk mengkhususkan kata benda yang dipakai. hA prokoph. AukemajuanmuAy tertuju kepada pribadi Timotius sendiri. Artinya adanya kemajuan atau pengembangan dalam pelayanannya yang dapat dilihat oleh banyak orang, kemajuan dalam hal pengembangan karakter atau kedewasaan rohani, sesuai dengan kepenuhan Kristus. Dari uraian diatas dapat dipahami yakni Timotius harus memberikan perhatian tanpa henti kepada jemaat di Efesus dan melihat adanya kemajuan atau pertumbuhan dalam kepemimpinannya didalam pengalaman dan kehidupan Kristen. Kemajuan yang Paulus inginkan ialah membuat kemajuan ke hal yang lebih baik, membawa kebaikan bagi jemaat Efesus dan terlebih semua orang artinya memiliki buah dalam pelayanan. Hal ini berlaku 111 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. dalam kehidupan pelayanan Timotius, menyerahkan diri sepenuhnya kepada pelayanan yang telah diterimanya. Timotius dikenal sebagai orang yang bijaksana, namun haruslah tetap maju dan menunjukkan bahwa ia bertumbuh dalam pengetahuan yang benar sekalipun ia harus memimpin dalam usianya yang masih belia. Hal serupa juga ditegaskan Suhadi bahwa sebagai seorang pemimpin Kristen atau sebagai gembala haruslah menunjukkan sikap yang memberikan diri sepenuh hati di dalam hal seperti ini, memprioritaskan pelayanan atau visi Allah. Terlebih hal itu didasari dari kepemimpinan melayani yang berasal dari teladan Yesus Kristus (Suhadi & Arifianto, 2. Mengawasi Pribadi dan Ajaran pece seautw/| kai. th/| didaskali,. Kata AawasilahA berasal dari kata e. merupakan kata kerja kini imperatif aktif orang ke 2 tunggal dari kata evpe,cw artinya AumenatapA atau Aumenaruh perhatianA. Sedangkan dalam NIV memakai kata your life yang artinya AuhidupmuAy (Bibleworks, 2. Kata ajaranmu berasal dari kata didaskali,a . erupakan kata benda datif feminim tunggal yang berarti perintah atau pengajaran. Frasa dalam kalimat ini. Paulus maksudkan bahwa Timotius harus tetap memperhatikan dirinya secara pribadi dan apajuga yang diajarkan supaya tetap dalam kebenaran tanpa menyimpang (Maxwell, 1. Keselamatan diri: AuAwasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu, bertekunlah dalam semuanya itu karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkauAy . Tim 4:. Kata menyelamatkan (EOO. yang artinya menyelamatkan, menolong, membebaskan, menyembuhkan, dirimu (EAIEI. dan semua orang yang mendengar engkau (EI. Maksudnya ialah AumenolongAy Timotius dan jemaat tetap berada dalam kebenaran sehingga tidak terpengaruh oleh pengajaran sesat yang ada (Sahartian, 2. Dalam ayat ini. Paulus mengajar dan menasihatkan anak didiknya Timotius untuk mengawasi diri sendiri terlebih dahulu sebelum mengawasi diri orang lain. Terdengar AuselfishAy atau mementingkan diri, bagaimana seseorang menuntun orang kepada jalan yang benar apabila masih berada dijalan yang tidak benar. Dalam konteks ayat ini, berbicara bahwa seseorang harus mengawasi diri atau jiwanya karena berhubungan dengan keselamatan yang kekal. Dimana perikop ini berbicara bagaimana seorang yang masih muda yaitu Timotius menghadapi ajaran Aeajaran sesat, harus memiliki tanggung jawab kepada pemilik domba-domba tersebut, dan tidak membiarkan domba-domba tersebut berjalan 112 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. Implementasi Formasi Rohani Pemimpin Muda Berdasarkan Teks 1 Timotius 4:1-16 Terhadap Pemimpin Muda Di Era Society 5. Penulis telah menjelaskan pembahasan tentang formasi rohani pemimpin muda berdasarkan 1 Timotius 4:1-16 yang terdiri dari menjauhi takhayul, melatih diri beribadah, menaruh harapan kepada Allah yang hidup, tidak menganggap diri rendah, menjadi teladan, bertekun dalam membaca Alkitab, bertekun dalam pengajaran, mempergunakan karunia rohani, menghidupi panggilan, mengawasi pribadi dan ajaran. Berdasarkan penafsiran Alkitabiah mengenai ajaran Paulus tentang formasi rohani bagi seorang hamba Tuhan yang terdapat dalam Surat 1 Timotius 4:1-16, terdapat beberapa prinsip kebenaran yang terkandung dalam pembahasan tersebut sebagai implementasi teologis bagi pemimpin muda di era society 5. Menolak Sifat Dunia Dan Mengejar Kesalehan Hidup Perkembangan pola kehidupan saat ini, juga dapat membuat para pemimpin muda yang telah terjun dalam ladang pelayanan terjerumus dengan sifat dunia yang semakin buruk. Banyak perilaku yang tidak sesuai dengan firman Allah yang ditonjolkan sebagai kepribadian manusia duniawi dan memiliki ciri manusia yang masih menyukai akan kesenangan dunia yang ditawarkan. Oleh karena itulah, sebagai seorang pemimpin muda di era society 5. harus memiliki kematangan secara rohani sehingga hasilnya tidak mudah kompromi dengan sifat dunia, yang menghancurkan pelayanan. Formasi rohani harus dimiliki oleh seorang pemimpin muda masa kini, karena kehidupan rohani inilah yang menentukan bagaimana seseorang dapat disebut sebagai orang yang telah matang spiritual. Paulus perintahkan Timotius, dalam pelayanan agar menolak sifat dunia yang dapat menjatuhkan kesuksesan Kehidupan pemimpin muda haruslah menunjukkan perubahan hidup dan juga memiliki tujuan pertumbuhan rohani yang terus-menerus setiap hari dikerjakan. Senantiasa Berharap Kepada Allah Yang Hidup Hal mendalam yang perlu dipahami oleh seorang pemimpin muda di era society 5. ialah selalu memiliki pengharapan kepada Allah melalui formasi rohani yang dibangun kepada Allah yang hidup. Oleh sebab itulah, berharap kepada Allah adalah sebuah kekuatan, sebuah power ilahi yang memungkinkan manusia melangkah dengan terarah sesuai visi Allah. Memiliki optimisme ditengah realisme penderitaan kehidupan. Pemimpin muda yang 113 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. memiliki kerohanian yang baik, selalu kembali hanya kepada Allah ia menanti dan kepadaNya ia percaya. Dalam posisi pelayanan atau pekerjaan apapun, sebagai pemimpin muda harus memiliki rasa takut akan Tuhan dan belajar untuk mengandalkan Tuhan karena hanya Allah yang dapat memenuhi janji-Nya itulah yang menjadi landasan harapan. Pemimpin Kristen yang berpaut kepada Allah, memiliki kerohanian yang matang tidak boleh tunduk kepada perubahan situasi pelayanan atau perkembangan dunia. Tuhan Allah kekal adanya. Ia tidak tunduk kepada arus perkembangan zaman tersebut. Menghormati Diri Sendiri Dan Menjadi Teladan Perkembangan zaman semakin pesat dan hal itu tidak dapat dihindari oleh siapapun. Sebagai pemimpin muda, harus respect terhadap diri sendiri itulah bentuk mencintai diri. Menghormati diri sendiri berarti menunjukkan kedewasaan dalam kerohanian kepada orangorang yang percaya maupun belum percaya. Sebagai generasi pemimpin muda haruslah mampu menjadi teladan, menjadi contoh dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan. Susunan kerohanian ini harus hidup dalam diri seorang pemimpin, supaya dampak positif dalam pelayanan dapat terpancar. Artinya menunjukkan bahwa menjadi seorang pemimpin harus benar-benar hidup dalam karakter Kristus yang dapat dilihat dan diteladani oleh orang banyak. Senantiasa Menjadikan Firman Sebagai Pusat Hidup dan Pelayanan Setiap orang yang menjadikan Kristus sebagai pusat aktivitas kehidupannya adalah orang yang mau dikendalikan sepenuhnya oleh Penciptanya. Pemimpin muda tidak dapat menjauhkan diri dari perenungan akan firman Allah dan menghidupnya setiap hari. Pelayanan yang dimulai dengan hubungan yang baik dengan Allah dan mendasarinya dengan firman Allah adalah pelayanan yang selalu melibatkan Tuhan dalam segala hal, dan akan terlihat buahnya. pusat dari pelayanan seorang pelayan Tuhan adalah Alkitab yang adalah firman Allah sendiri. Sebagai generasi pemimpin muda haruslah menjadikan firman Allah sebagai aspek sentral dan fundamental dalam hidup kepemimpinan. Firman Allah menjadi titik berangkat karena sejatinya otoritas kepemimpinan bersumber dari Allah. Tidak Melalaikan Tanggung Jawab Sebagai Seorang Pelayan Berdasarkan analisa 1 Timotius 4:1-16. Paulus memberikan perintah kepada Timotius untuk tidak melalaikan sedikitpun tanggung jawabnya sebagai pelayan Allah yang 114 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. dipercayakan di jemaat Efesus. Timotius harus menggunakan karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, menghidupi panggilan Allah serta mengawasi setiap ajaran dan pribadi sendiri. Pemimpin muda Kristen harus mengerjakan pelayanan dengan tuntas. Dalam kehidupan formasi rohani pemimpin muda tidak boleh melalaikan tanggung jawab sebagai pelayan, tetapi mempergunakan karunia dengan baik, menghidupi panggilan, dan mengawasi setiap ajaran yang diberitakan. Pemimpin Kristen yang menghidup panggilan Allah serta mengawasi ajaran haruslah diperhatikan baik oleh seorang pemimpin muda. Oleh karena itu, sebagai pemimpin muda yang telah dipercayakan dalam melayani, tidak hanya sebatas untuk menyandang nama, kedudukan semata, namun dalam melayani haruslah hidup dalam panggilan Allah dan menuntaskan visi Allah yang telah Ia karuniakan. REKOMENDASI PENGEMBANGAN PENELITIAN Melalui pembahasan dan hasil yang telah diperoleh dalam karya ilmiah ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi dan sekaligus referensi bagi berbagai pihak secara khusus bagi Gereja dalam mempersiapakan para pemimpin muda yang memiliki formasi rohani yang baik di era society 5. Pastinya di dalam proses pembuatan artikel ilmiah ini, masih terdapat kekurangan atapun kelemahan dari beberapa unsur kepenulisan. Oleh sebab itu penulis memberikan rekomendasi bagi penulis selanjutnya untuk mengkritisi artikel ini mapun dapat melakukan citasi untuk mengembangkan atau sekaligus menemukan celah untuk menghasilkan sebuah kebaharuan ilmu dengan sebuah metode yang berbeda. KESIMPULAN Dalam bagian ini penulis akan menguraikan penjelasan sebagai kesimpulan dari uraian yang diperoleh dalam hasil analisa yang sudah dilakukan. Berdasarkan analisa 1 Timotius 4:1-16. Paulus memberikan perintah kepada seorang anak rohaninya Timotius untuk memiliki kerohanian yang matang dalam melayani. Paulus tidak hanya sekedar memberikan nasihat kepada Timotius, namun Paulus juga memberikan alasan mengapa hal itu harus dilakukan. Jelas sekali hal ini berhubungan dengan situasi dan kondisi pelayanan yang Timotius hadapi dimana jemaat Efesus adalah jemaat metropolitan yang telah mengalami kemajuan namun kurang mengutamakan Tuhan, menyembah berhala dan terpengaruh dengan pengajaran sesat . jaran gnosti. Pengajar gnostik disebut sebagai guruguru palsu karena mereka mengajarkan ajaran yang tidak benar atau berlainan dengan ajaran rasul Paulus. Ajaran ini menyebabkan beberapa jemaat Efesus mengalami kerohanian yang 115 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 December 2021 Kharisda Mueleni Waruwu. Sugiono. Fransius Kusmanto. tidak sehat. Berkenaan dengan hal tersebut, maka sebagai pemimpin muda dalam konteks era society 5. 0 dirasa penting untuk memiliki kehidupan formasi rohani yang sehat guna menaklukan tantangan di tengan disrupsi teknologi. Sebagai seorang hamba Tuhan harus terus-menerus melakukan firman Tuhan sehingga serupa dengan Kristus dan dapat diteladani oleh orang lain tanpa diremehkan karena usia yang masih muda. Berdasarkan kajian teologis 1 Timotius 4:1-16, penulis memaparkan formasi rohani yang dapat diimplementasikan bagi kehidupan pemimpin muda di era society 5. 0 yang dapat dijadikan sebuah prinsip dan modal BIODATA Sugiono. Th. Lahir di desa Sidorejo, kelurahan Genting. Kecamatan Cepogo. Kabupaten Boyolali. Jawa Tengah. Penulis merupakan Dosen Tetap Program Studi STT Kanaan Nusantara Ungaran (Homebas. Pernah menjabat sebagai Waka i. Bidang Kemahasiswaan di STT Kanaan Nusantara . Pada saat ini sedang menjabat sebagai Ketua LPPM di STT Kanaan Nusantara . Penulis saat ini sedang menyelesaikan Studi lanjut Program Doktoral (S. di STTJF Makasar dengan kosentrasi Teologi Biblika. Sugiono. Surel: panjhisugiono@gmail. DAFTAR PUSTAKA