Evaluasi Penerapan Sistem KeselamatanA. (Mansura Feby Amanda. Samino. Khoidar Amirus, dk. Evaluasi Penerapan Sistem Keselamatan Gedung C Universitas Abulyatama Aceh Evaluation of the Implementation of Building Safety Systems at Building C. Abulyatama University. Aceh Mansura Feby Amanda1. Samino2. Khoidar Amirus2. Lensoni2. Ambia Nurdin2 Prodi Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Malahayati. Lampung. Indonesia Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati. Lampung. Indonesia Universitas Korespondensi Penulis : mansuraamanda0600@gmail. ABSTRAK Keselamatan dan kesehatan kerja (K. merupakan aspek yang tidak dapat diabaikan dalam setiap lingkungan kerja, termasuk di dalam gedung-gedung perkantoran, komersial, maupun industri. Penerapan sistem keselamatan pada peralatan K3 menjadi landasan utama dalam menjaga kondisi kerja yang aman dan produktif bagi semua penghuni Gedung. Tujuan Penelitian untuk mengetahui bagaimana evaluasi penerapan system keselamatan Gedung c universitas abulyatama aceh Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan penilaian terhadap evaluasi penerapan siitem keselamatan gedung C Universitas Aulyatama Aceh. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 6 orang narasumber. implementasi sistem keselamatan di Gedung Abulyatama Aceh belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan yang berlaku. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, ditemukan sejumlah kekurangan signifikan dalam berbagai aspek keselamatan, termasuk penempatan dan ketersediaan peralatan keselamatan, serta prosedur tanggap darurat, tetapi sekarang dari pihak Universitas Abulyatama sedang melakukan perbaikan dari berbagai aspek terhadap perlatan tersebut. Kata kunci : Evaluasi. Keselamatan Gedung. ABSTRACT Occupational safety and health (OSH) is an indispensable aspect of any work environment, including office buildings, commercial buildings, and industries. The implementation of safety systems on OSH equipment is the main foundation for maintaining a safe and productive working condition for all building occupants. The purpose of this study is to determine how the evaluation of the building safety system implementation of Building C. Aulyatama University Aceh, is carried out. This research uses a qualitative method with an assessment of the evaluation of the building safety system implementation of Building C. Aulyatama University Aceh. The number of samples used is 6 informants. The implementation of the safety system in Building C. Aulyatama University Aceh, has not fully met the applicable safety standards. Based on the evaluation results, a number of significant shortcomings were found in various safety aspects, including the placement and availability of safety equipment, as well as emergency response procedures, but now the Aulyatama University is making improvements in various aspects of the equipment. Keywords : Assessment. Structural safety. Occupational Safety and Health (OSH) PENDAHULUAN Keselamatan dan kesehatan kerja (K. merupakan aspek yang tidak dapat diabaikan dalam setiap lingkungan kerja, termasuk di dalam gedung-gedung perkantoran, komersial, maupun industri. Penerapan sistem keselamatan pada peralatan K3 menjadi landasan utama dalam menjaga kondisi kerja yang aman dan produktif bagi semua penghuni Gedung. Di banyak negara, termasuk Indonesia, peraturan dan standar terkait K3 telah ditetapkan untuk melindungi para pekerja dari risiko kecelakaan dan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 526-536 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Evaluasi Penerapan Sistem KeselamatanA. (Mansura Feby Amanda. Samino. Khoidar Amirus, dk. penyakit akibat kerja. Namun, meskipun adanya regulasi tersebut, masih sering terjadi kejadian-kejadian yang dapat dicegah jika sistem keselamatan K3 komprehensif (Widodo et al. , 2. Berdasarkan data yang ada bahwa terdapat berbagai jenis risko, dan dapat diketahui seberapa besarnya potensi bahaya yang akan terjadi dilapangan Maka perlu dilakukannya tindakan pengendalian risiko seperti diwajibkan untuk menggunakan alat pelindung diri. SOP, kebersihan lokasi kerja, penyediaan rambu-rambu keselamatan, diadakannya safety patrol/pengecekan, diadakannya pelatihan K3 untuk setiap safety officer, dilakukanya induction ketika pertama kali memasuki proyek (Rethyna, 2. Aceh adalah salah satu provinsi di Indonesia bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan letusan gunung Akibat kondisi geografisnya yang rawan terhadap bencana, keselamatan gedung menjadi krusial, terutama dalam menjaga nyawa dan harta benda Karena bencana, baik alam maupun man-made, pemahaman dan penerapan sistem sangatlah penting. Selain aspek bencana alam, perkembangan teknologi dan arsitektur gedung juga telah membawa Berbagai regulasi, kode bangunan, dan praktik terbaik dalam manajemen keselamatan gedung terus berkembang. Oleh karena itu. Biro Abulyatama harus selalu memastikan bahwa sistem keselamatan gedung yang diterapkan di semua proyeknya memenuhi standar terbaru dan relevan (Seni, et al. , 2. Kasus kebakaran yang terjadi pada perkuliahan/kampus perkuliahan/kampus merupakan pusat berlangsungnya proses kegiatan belajarmengajar serta kegiatan administrasi (Prasetyani et al. , 2. seperti yang kebakaran yang terjadi di aula nyak syech abulyatama aceh, gedung aula tersebut terbakar hebat sampai menghanguskan seluruh isi aula tersebut, aula tersebut Aula Bale Nyak Syeckh merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki Universitas Abulyatama Aceh. Aula ini sudah 9 tahun dilaksanakannya acara-acara penting. Seminar Internasional. Pembinaan Karakter Mahasiswa Baru. Universitas Abulyatama. Selain di pakai untuk acara-acara resmi Universitas Abulyatama, aula ini juga di pakai untuk tempat psikotes bagi calon polisi Polda Aceh, tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan lain sebagainya (Seni et al. Gedung C Universitas Abulyatama Aceh merupakan salah satu Gedung bertingkat yang sering didatangi oleh mahasiswa, dosen ataupun pegawai yang bekerja disana, maka dari itu saat di perlukanya sistem keselamatan digedung tersebut, karena di gedung tersebut semua perkuliahan dilakukan dan ada Sebagai gedung yang banyak dilakukanya aktifitas dan di perlukanya dilaksanakan menurut standar seperti adanya dimensi tangga . ebar tangga, lebar pijakan, handrai. , bahan material, dan kelengkapan lain seperti bukaan pintu darurat, ketersediaan pengeras suara, lampu, hydrant box, penunjuk arah exit dan tangga darurat, dan sprinkler , tetapi dari pengamatan awal yang dilakukan tidak adanya hydrant dan sprinkler yang terdapat pada gedung C . Gedung C pusat pusat perkuliahan yang terdapat di Universitas Abulyatama Aceh ini Gedung ini terdiri atas 4 lantai. Pada lantai pertama terdapat ruang rapat fakultas kedokteran, lab kedokteran, ruang osce mini, ruang peminjaman alat, dan beberapa ruang kuliah pakar. Pada lantai dua gedung ini terdapat ruang perkuliahan, ruangan p3t, dan juga terdapat aula kecil. Pada lantai ke tiga terdapat ruanagan komputer, juga terdapat aula nyak syech dan juga terdapar ruangan untuk OSCE, dan pada lantai ke keempat terdapat perpustakaan. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008, pada saat proses evakuasi, penghuni bangunan harus memiliki waktu yang cukup untuk meyelamatkan diri dengan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 526-536 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Evaluasi Penerapan Sistem KeselamatanA. (Mansura Feby Amanda. Samino. Khoidar Amirus, dk. aman dan meninggalkan gedung. Dalam (Kristiyanto,2. Optimasi bangunan beserta jalur evakuasinya, jumlah orang yang dievakuasi, dan beberapa elemen pendukung yang sesuai standar terkait proses evakuasi. Dengan demikian, jalur sirkulasi merupakan salah satu sarana penyelamatan jiwa yang penting saat proses evakuasi. Seperti yang terdapat pada Permen PU no. SNI 03-1746-2000, dan SNI 03-6574-2001, aspek-aspek dalam jalur sirkulasi untuk evakuasi meliputi tangga darurat, pintu darurat, tanda petunjuk arah, sarana jalan keluar, penerangan darurat, dan pengendaliaan asap, perlu menjadi perhatian dalam pemeliharaan bangunan gedung (Seni et , 2. Berdasarkan Universitas Abulayatama Aceh dianggap keselamatan gedung bangunan ditinjau dari kurangnya ketersediaan sarana springkle dan hydrant yang memadai. Hal ini perlu diterapkan mengingat bangunan gedung C Universitas Abulayatama Aceh menjadi salah satu gedung yang digunakan dalam proses perkuliahan dan fasilitas penunjang lainya. METODE Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan observasi dan evaluasi. Penelitian ini di Gedung C Universitas Abulyatama Aceh pada bulan Desember 2023 sampai Januari Teknik sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 6 orang terdiri dari Wakil Rektor 2. Kepala BAU. Penyedia Logistik. Ahli K3. Karyawan. Karyawan Listrik dan Arsitek. HASIL Hasil Wawancara Input Puskesmas Man Hasil dilaksanakan dengan informan 1 (TS) : Audisini sudah ada mba pegawai kami yang memegang K3, pegawai kami ini merangkap kerjaan sebagai kesling juga mba dan tenaga K3 kami belum mbaAy. Wawancara dengan informan 3 (YPU) : Auya saya mba tenaga kesling juga merangkap K3 mba, saya belum pernah dapat pelatihan khusus K3 mbaAy Money Hasil dilaksanakan dengan informan 1 (TS): Auuntuk anggaran dana program K3 disini belum ada mba, karena kami dulu tidak tahu pentingnya K3 ini. Setelah saya tahu kami segera membuat anggaran dananya ya mba semoga terealisasikan dan di accAy. Wawancara dengan informan 3 (YPU) : Aubelum ada anggaran dana mba untuk K3 mungkin karena banyak program yang telah didanai sehingga anggaran puskes tidak cukup untuk K3 mbaAy Material Hasil dilaksanakan dengan informan 1 (TS) : Ausarana K3 dipuskesmas belum lengkap mba masih seadanya, helm ada mba APAR juga ada tapi untuk yang tedeksi asap dan hydrant itu ga ada mba. Prasarana ruangan K3 masih bergabung dengan program lainAy. Wawancara dengan informan 3 (YPU) : Ausarana yang tersedia berupa helm . APAR, sarung tangan mba yang belum lengkap. Karena keterbatasan biaya ya mba jadi yang dipentingkan yang inti saja. Kalo ruangan saya masih gabung dengan program gizi mbaAy. Method Hasil dilaksanakan dengan informan 1 (TS) : Aukami ada mba pedoman K3 ada diruangan kesling mba, saya juga belum membaca semuanya mba nanti untuk kelanjutannya tanyakan kepada staff sayaAy. Wawancara informan 3 (YPU) : Auada mba pedoman K3 saya taruh di ruangan, tapi pelaksanaan kami belum sesuai pedoman K3 mba itu tadi karena keterbatsan SDM dan biaya di psukesmas mbaAy. Hasil Wawancara Puskesmas Proses Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 526-536 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Evaluasi Penerapan Sistem KeselamatanA. (Mansura Feby Amanda. Samino. Khoidar Amirus, dk. Kebijakan K3 Puskesmas Hasil dilaksanakan dengan informan 1 (TS) : Auuntuk kebijakan K3 disini ada ya mba berupa SK Tertulis yang kami buat dan ya rapat,bahwa K3 ini sudah resmi adanya. Tim sudah ada dan jadwal sudah terteraAy Wawancara dengan informan 3 (YPU) : Auada mba SK nya tapi ya di laptop mba. SK nya disahkan oleh kapus mba jadi ya isi SK nya resmi ya mbaAy Sarana dan Prasarana Hasil dilaksanakan dengan informan 1 (TS) : Aukami sudah menyediakan berbagai sarana dan prasarana mulai dari APAR. APD seadanya, jalur evakuasi. Untuk SOP biasanya disesuaikan dengan jenis kerjaan apa yang dilakukan. Untuk petunjuk SOP ada dalam file dokumenAy Wawancara dengan informan 3 (YPU) : Auya itu tadi mba yang saya bilang kalo sarana yang tersedia berupa helm . APAR, sarung tangan mba yang belum lengkap. Karena keterbatasan biaya ya mba jadi yang dipentingkan yang inti saja. Kalo ruangan saya masih gabung dengan program gizi mbaAy SDM Bidang K3 Hasil dilaksanakan dengan informan 1 (TS) : Audisini sudah ada mba pegawai kami yang memegang K3, pegawai kami ini merangkap kerjaan sebagai kesling juga mba belum ada pegawai lulusan ahli K3Ay. Wawancara dengan informan 3 (YPU) : Auya saya mba tenaga kesling juga merangkap K3 mba, saya belum pernah dapat pelatihan khusus K3 mbaAy Perencanaan K3RS Manajemen Resiko Hasil dilaksanakan dengan informan 1 (TS) : Auresiko bahaya sudah saya sampaikan kepada sanitarian yang juga memegang program K3 mba bahwa resiko bahaya harus berdasarkan peraturan dan juga di urutkan daro resiko bahaya ringan, sedang sampai ke beratAy. Wawancara informan 3 (YPU) : Ausaya melakukan manajemen resiko mba berdasarkan tingkat keparahan resiko tersebut, namun kami belum melakukan evaluasi manajemen resiko tersebut mba dikarenakan dipuskesmas ini kekurangan ilmu K3 itu sendiri mbaAy. Pelaksanaan K3 di Puskesmas Pelayanan Kesehatan Pekerja Hasil dilaksanakan dengan informan 1 (TS) : Auuntuk pemeriksaan pegawai ada mba rutin setiap 6 bulan sekali dilakukan pemeriksaan gula darah, asam urat, hipertensiAy. Wawancara dengan informan 3 (YPU) : Auya Kesehatan pemeriksaan kolestrol, gula darah dan Untuk Pendidikan K3 belum ada kami hanya pernah disimulasi di Dinkes jadi bisa dibicarakan dengan teman puskesmas untuk peyalanan kesehatan kerjaAy. Pencegahan Pengendalian Kebakaran Hasil dilaksanakan dengan informan 1 (TS) : Auada mba tim yang di jadwalkan berdasarkan piket, untuk pencegahan kebakaran kami hanya menyediakan APAR mba, untuk APAR tersebut terbatas mba karena ya banyak yang belum dipasanh APARnyaAy. Wawancara dengan informan 3 (YPU) : Auada mba tim code red nya terjadwal sesuai SDM yang ada, untuk APAR kami ada mba ada yang masih bagus ada juga yang sudah tidak Untuk pemetaan resiko kebakaran gak ada ya mba kami hanya menyediakan tim code redAy Pemantauan K3 Puskesmas Hasil dilaksanakan dengan informan 1 (TS) : Aupemantauan K3 ini belum dilakukan mba karena kami baru tahu bahwa K3 ini Jadi untuk selanjutnya saya akan memberi perintah kepada petugas saya untuk melakukan pemantauan K3 iniAy. Wawancara dengan informan 3 (YPU) : Aupemantauan belum ada mba karena minim nya SDM mba jadi saya sendiri tentang K3 puskesmas itu apa saja, dan pemantauan puskesmasAy Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 526-536 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Evaluasi Penerapan Sistem KeselamatanA. (Mansura Feby Amanda. Samino. Khoidar Amirus, dk. Pelaporan K3 Puskesmas Hasil dilaksanakan dengan informan 1 (TS) : Aumasalah pelaporan K3 saya kurang paham mba, nanti conba tanyakan kepada staff saya yang megang program K3Ay Wawancara dengan informan 3 (YPU) : Augak ada mba laporanan bulanan dan tahunan tentang K3 mba, karena kan belum adanya kesadaran pentingnya K3 dan minimnya pengetahuan K3 mbaAy Hasil Rencana Tindak Lanjut K3 Hasil dilaksanakan dengan informan 1 (TS) : Auuntuk tindak lanjut dari K3 ini saya akan membenahi K3 di Puskesmas kami, serta akan mengikuti berdasarkan peraturan yang berlaku mba, semoga rencana ini baikAy Wawancara dengan informan 3 (YPU) : Auharapan saya K3 dipuskesmas ini lebih baik lagi mba, dengan mengikuti peraturan yang ada K3 akan berjalan dengan baik, dan semoga rencana tindak lanjut dapat terlaksanakan kedepannyaAy PEMBAHASAN Pembahasan Input Man Petugas mendapatkan pelatihan K3. Hal ini disebabkan karena Dinas Kesehatan belum mengadakan kegiatan pelatihan yang di adakan di tingkat Kota. Permasalahan tenaga pelaksana K3 yang masih kurang adalah tidak adanya pembinaan dari dinas kesehatan ke adanya dana pembinaan. Petugas juga belum pernah mendapat pelatihan karena Dinas Kesehatan mengadakan pelatihan K3 dengan alasan tidak adanya dana pelatihan. Permasalahan rangkap diatasi dengan mengkaji ulang tentang pembagian tugas di puskesmas dengan terlebih dahulu melakukan analisis jabatan untuk perencanaan penempatan petugas. Jika beban kerja yang tinggi sehingga benar-benar mengetahui tenaga sanitasi tidak dibebankan dengan pekerjaan lain, mengingat tugas pokok dari tenaga sanitasi tersebut sudah cukup banyak mencakup kegiatan dalam dan luar gedung. Dari hasil analisis jabatan yang dilakukan, jika memang ada selanjutnya dapat mengajukan usulan ke Dinas Kesehatan untuk menambah tenaga dengan dasar dan data yang jelas, sehingga tenaga yang diusulkan benarbenar sesuai dengan kebutuhan. Money Kebutuhan dana operasional di puskesmas cempaka dan puskesmas ulak rengas tidak diusulkan dan Hal kegiatan-kegiatan lain yang ada di Puskesmas, seperti Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STMB). TempatTempat Umum (TTU), dan Tempat Pengolahan Makanan (TPM) ,KIA-KB. HIV. Gizi. UKSKG. Home Care, dan Imunisasi. Program K3 dipuskesmas masih dianggap belum penting, yang seharusnya sesuai dengan (Permenkes Fasilitas Kesehatan wajib menerapkan Sistem Manjemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasyankes tersebut. Sama dengan penelitian (Rina, 2. untuk menerapkan K3 sesuai dengan arahan UU No. 52 Tahun 2018. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa internal (Man. Money. Material. Machine, dan Metho. dan unsur eksternal penerapan K3 yaitu dukungan dinas kesehatan. Berdasarkan seharusnya puskesmas cempaka dan mengusulkan dan mulai menganggarkan di tahun- tahun yang akan datang semua kegiatan yang berhubungan dengan K3 bersumber dana BOK dan disesuaikan dengan kebutuhan dan rencana kegiatan K3 pada tahun Material Puskemas puskesmas ulak rengas telah memiliki ruangan konseling K3 dan lengkap dengan alat bantu penyuluhan namun ruangan masih bergabung dengan Menurut Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 526-536 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Evaluasi Penerapan Sistem KeselamatanA. (Mansura Feby Amanda. Samino. Khoidar Amirus, dk. pelaksanaan program klinik sanitasi Ditjen PPM & PL Depkes RI 2000, puskesmas harus memiliki ruangan sebagai tempat pelaksana kegiatan program K3, sebaiknya ruangan harus terpisah dengan ruangan program lainnya agar kegiatan terlaksana dengan Terlihat di puskesmas cempaka dan puskesmas ulak rengas yang sarana dan prasarananya kurang memadai, menurut peneliti mestinya pimpinan puskesmas mulai mengalokasikan dana untuk pengadaan sarana K3 jika dana puskesmas belum mencukupi untuk tersebut, pimpinan puskesmas bisa Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara untuk bisa memfasilitasi dukungan dana untuk pengadaan sarana atau prasarana K3 Puskesmas. Method Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas tentang metode yang dijalankan sesuai pedoman K3 pada puskesmas cempaka dan puskesmas ulak rengas masih terfokus pada kegiatan yang lain dalam gedung, hal ini disebabkan petugas mempunyai beban tugas rangkap, sehingga bukan hanya pelaksanaan K3 tetapi juga bertanggung jawab dengan kegiatan atau program puskesmas lainnya, kurangnya tenaga di administrasi yang membuat pimpinan mengambil kebijakan untuk memberikan memberdayakan tenaga yang ada. Berdasarkan penelitian Maringka, 2019 teknis serta sop merupakan kunci keberhasilan metode yang digunakan di fasilitas pelayanan Kesehatan. Menurut meminta kepada Dinas Kesehatan tenaga K3 agar metode pedoman K3 dapat terlaksana jika beban kerja tidak banyak. Pembahasan Proses Kebijakan K3 Kebijakan K3 merupakan input awal dalam sistem manajemen K3 di Puskesmas. Ada beberapa hal yang membentuk dari penerapan kebijakan K3 yaitu adanya komitmen penerapan K3, penyediaan sarana dan prasana K3 dan penyediaan SDM yang professional dalam bidang K3 (Kemenkes RI, 2. Komitmen Penerapan K3 menjelaskan tentang adanya kekuatan relative di setiap individu sebuah organisasi, komitmen dapat pelaksanaan program K3 yang telah Komitmen K3 yang diterapkan di Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas dibuktikan dengan adanya komitmen pada Kepala Puskesmas dan seluruh karyawan di Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas. Berdasarkan pernyataan pimpinana Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas bahwa adanya K3 untuk keselamatan karyawan dan adanya K3 itu sudah menjadi hal wajib diterapkan sesuai regulasi yang Penelitian yang di lakukan oleh Fitria di Puskesmas Kabupaten Pekalongan komitmen K3 harus dibuktikan SK Kepala Puskesmas dan kepatuhan pegawai tentang K3 di Puskesmas harus di lakukan (Fitria, 2. Menurut peneliti mengenai sebaiknya disosialisasikan dengan berbagai cara seperti diperkuatnya budaya K3 di Puskesmas dari kalangan pimpinan hingga karyawan, diberikannya sanksi tegas kepada siapa saja yang melanggar kebijakan K3, dan pimpinan akan lebih baik langsung kepada seluruh karyawan. Sarana dan Prasarana K3 Sarana dan prasarana K3 termasuk dalam bentuk penerapan kebijakan K3 di Puskesmas. Sarana dan prasarana K3 wajib disediakan guna menunjang penerapan K3 di Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak perlengkapan sarana dan prasarana baik APD, peralatan pengendalian Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 526-536 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Evaluasi Penerapan Sistem KeselamatanA. (Mansura Feby Amanda. Samino. Khoidar Amirus, dk. kebakaran, rambu rambu K3. SOP bahkan SDM itu sendiri menjadi sarana penerapan K3. Penelitian Ibrahim di RSUD Haji Makassar bahwa pihak K3RS bekerja sama IPRS (Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Saki. untuk mengidentifikasi, memantau, melengkapi, menjaga dan memperbaharui sarana dan prasarana K3 yang diperlukan. (Ibrahim, 2. Perencanaan K3 Perencanaan bagian proses dalam sistem manajemen Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas. Ada beberapa hal yang membentuk dari penerapan perencanaan K3 yaitu perancangan manajemen resiko dan program K3 (Permenkes RI, 2. Manajemen Resiko Identifikasi Resiko Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas dalam melakukan identifikasi, evaluasi dan pengurangan resiko K3 mengimplimentasikan program K3. Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas belum melakukan identifikasi bahaya potensial. Petugas hanya mengidentifikasi resiko bahan kimia yang tumpah, salah peletakan, suhu ruangan dan limbah B3. Namun, kekurangan dalam proses identifikasi resiko Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas melakukan pengukuran lingkungan kerja sebagai bagian dari identifikasi bahaya potensial, berdasarkan dari hasil observasi dan pernyataan dari Kepala Bagian Sanitasi dan K3 bahwa Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas hanya mengukur dengan perkiraan saja oleh komite atau orang yang bertanggung jawab ketika melakukan identifikasi resiko K3. Analisis Resiko Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas dalam menganalisis keparahan dan tingkat kemungkinan resiko ini terjadi. Penentuan tingkat keparahan dan tingkat kemungkinan di nilai dari besar dan lamanya bahaya terpapar kepada pekerja, beban kerja, perilaku bekerja dan higine perorangan Evaluasi Resiko Evaluasi Risiko komparasi antara tingkat risiko yang telah dinilai dengan kriteria standar yang telah ditentukan. Pada tahapan ini, tingkat risiko yang telah dinilai dibandingkan dengan standar yang Namun, berdasarkan hasil wawancara dan hasil telaah dokumen Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas bahwa puskes tersebut tidak melakukan evaluasi resiko tersebut. Pengendalian Resiko Menurut Permenkes No 66 Tahun Prinsip pengendalian risiko meliputi 5 hierarki, yaitu: Menghilangkan . Menggantikan dengan sarana/peralatan lain yang tingkat risikonya lebih rendah/tidak ada . Rekayasa engineering/pengendalian secara . Pengendalian secara administrasi . Alat Pelindung Diri (APD) Berdasarkan pernyataan Petugas K3 bahwa pengendalihan resiko hanya berfokus pada penggunaan APD dan bagian CS saja. Hal ini berarti pengendalian resiko dilakukan dari pengendalian yang paling lemah yaitu pengendalian dari alat pelindung diri. Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas melakukan pengendalian resiko dari level yang paling lemah yaitu level 5 alat pelindung diri (APD) dan level 4 pengendalian administrasi. Pelaksanaan K3 Pelaksanaan bagian proses dalam sistem manajemen Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas. Ada beberapa hal yang membentuk dari penerapan Pelaksanaan K3, pada penelitian ini berfokus pada pelayanan kesehatan kerja Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 526-536 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Evaluasi Penerapan Sistem KeselamatanA. (Mansura Feby Amanda. Samino. Khoidar Amirus, dk. Pelayanan Kesehatan Kerja Penerapan kerja bertujuan guna meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan mental, sosial dan fisik yang setinggitingginya untuk pekerja di seluruh jenis pekerjaan (Kemenkes RI, 2. Menurut Kepmenkes 1087/Menkes/SK/Vi/2010, bentuk pelayanan kesehatan kerja yang perlu dilakukan yaitu: Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas belum kepada seluruh SDM dengan kesehatan/pemeriksaan . Pemeriksaan kesehatan berkala Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas telah Menurut Kepmenkes 1087/Menkes/SK/Vi/2010. Pemeriksaan untuk SDM Kesehatan dilakukan minimal sekali dalam 1 tahun . Melakukan surveilans pekerja. Berdasarkan hasil wawancara dan telaah dokumen yang dilakukan tidak ditemukan catatan dan laporan hasil surveilans pekerja dan ini membuktikan bahwa Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas tidak Surveilans Penerapan pelaksanaan K3RS pekerja sejalan dengan penelitian (Ibrahim, 2. di RSU Haji Makassar menerapkan aktivitas pemeriksaan pemeriksaan secara berkala setiap enam bulan. Akan tetapi proses pencatatan dan pelaporan tidak tercatat dengan baik. Menurut dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Permenkes Tahun 2018 tentang Sistem Manjemen K3 di Fasilitas Kesehatan. Pencegahan Pengendalian Kebakaran Penerapan pengendalian kebakaran dilakukan untuk memastikan SDM, pasien, pendamping pasien, pengunjung, asset/property aman dan selamat dari asap dan api. (Permenkes RI, 2. Menurut Permenkes, no 52 tahun 2018 jenis kegiatan pencegahan dan pengendalian kebakaran berupa : Identifikasi area beresiko bahaya kebakaran dan ledakan. Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas dalam identifikasi area beresiko. Namun, dalam wawancara kepada Kepala Bagian Sanitasi&K3 menyatakan identifikasi area beresiko tersebut hal ini menunjukkan adanya dalam identifikasi area beresiko. Pemetaan area beresiko tinggi kebakaran dan ledakan Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas dalam wawancara dengan Kepala Bagian Sanitasi&K3 menyatakan bahwa tidak melakukan pemetaan area beresiko tersebut dan telaah dokumen yang telah dilakukan dilakukannya pemetaan beresiko . Pengendalian kebakaran Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas dalam kebakaran telah dilakukan 75% pengendalian kebakaran. Hal ini Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas telah berjalan cukup baik. Sosialisasi Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas telah Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 526-536 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Evaluasi Penerapan Sistem KeselamatanA. (Mansura Feby Amanda. Samino. Khoidar Amirus, dk. melakukan sosialisasi tentang kebakaran baik itu pengetahuan Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas telah melakukan simulasi kebakaran yang seharusnya setiap tahun dan terakhir kali dilakukan tahun Penerapan tentang pencegahan dan pengendalian kebakaran juga sejalan dengan penelitian (Yudi Santoso, 2. di RSUD Bangkinang memiliki kebijakan pengendalian, pencegahan kebakaran berupa disaster plan yang didalamnya terdapat SOP, pemetaan area beresiko, jalur evakuasi, denah lokasi dan titik Menurut peneliti penerapan pencegahan dan pengendalian kebakaran dilaksanakan menurut peraturan yang berlaku di Permenkes Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pencegahan dan pengendalian kebakaran harus ditangani dan diawasi langsung pimpinan puskesmas dan petugas K3. pemantauan dilaksanakan disetiap unit kerja yang beresiko seperti rambu-rambu yang dipasang jatuh ataupun untuk lantai yang licin dipasang rambu rambu Auawas lantai licinAy di sekitaran lantai. Menurut peneliti pemantauan K3 di Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas dilaksanakan terjadwal dengan harapan K3 di Puskesmas berjalan lancar. Pemantauan K3RS Penerapan pemantauan K3 bertujuan kemajuan dari program K3 agar dapat ditingkatkan kembali secara signifikan dengan resiko yang telah diidentifikasi (Permenkes RI, 2. penerapan pemantauan di tempat kerja dilakukan dengan syarat, antara lain: Inspeksi tempat kerja dan cara kerja Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas melakukan pemantauan dilaksanakan secara teratur sesuai jadwal yang telah disepakati. Daftar periksa . heck lis. tempat kerja telah disusun untuk digunakan Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas tidak memiliki daftar periksa tersebut. Laporan inspeksi dilakukan oleh orang yang bertanggung jawab di bidang K3. Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas membuat dan tidak memiliki laporan tertulis tersebut. Penerapan pemantauan K3 ini sejalan dengan penelitian (Maringka, 2. di RS Robert Wolter Manado Rencana Tindak Lanjut Penerapan Tindak Lanjut K3 digunakan untuk memantau tindak lanjut dari halhal yang perlu dilakukan oleh petugas K3 di Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas. Rencana tindak lanjut Pemenuhan sasaran dan program K3 Membuat laporan bulanan dan tahunan K3 Sosialisasi kepada semua pegawai puskesmas tentang K3 Melakukan pelatihan K3 untuk Pengajuan dana untuk kelengkapan sarana dan prasarana K3 Pelaporan K3RS Menurut Permenkes No 52 Tahun 2018 bahwa pelaporan K3 adalah tahap wajib yang dilakukan untuk mengetahui hasil dari penerapan K3 yang telah dilakukan. Namun. Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas tidak memiliki laporan bulanan dan laporan tahunan K3 yang dimana sebagai hasil keluaran dari tahap pelaporan K3. Menurut peneliti puskesmas harus melaporkan K3 baik kejadian akibat K3 maupun Penyakit Akibat Kerja (PAK) sesuai dengan Permenkes 2018, dan laporan dapat bulanan dan laporan tahunan. KESIMPULAN Man (SDM/Tenag. Telah terpenuhi di Puskesmas Cempaka terdapat 1 orang dan Puskesmas Ulak Rengas terdapat 1 orang namun belum pernah mengikuti pelatihan kegiatan K3. Money (Anggaran dan. Dana operasional dan transport petugas untuk kegiatan K3 di Puskesmas cempaka dan Puskesmas ulak rengas tidak ada. Material (Sarana/Prasaran. ketersediaan ruangan untuk program K3 sudah ada, namun masih bergabung Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 526-536 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Evaluasi Penerapan Sistem KeselamatanA. (Mansura Feby Amanda. Samino. Khoidar Amirus, dk. dengan Program Gizi. Method (Metod. Pelaksanaan program K3 di Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas sudah mempunyai buku pedoman dan buku petunjuk pelaksanaan K3 tetapi pada pelaksanaannya belum sesuai dengan buku pedoman dan buku petunjuk pelaksanaan K3 tersebut. Hasil pelaporan K3 sebagai hasil dari penerapan SMK3 di Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas yaitu laporan K3 bulanan dan laporan tahunan K3 Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas tidak ada. Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Ulak Rengas akan melakukan Rencana tindak lanjut berupa : Pemenuhan sasaran dan program K3. Membuat laporan bulanan dan tahunan K3. Sosialisasi puskesmas tentang K3. Melakukan SARAN Puskesmas Cempaka Puskesmas Ulak Rengas diharapkan pencatatan dan pelaporan dokumen dari segala jenis kegiatan K3/program K3 agar selanjutnya dan melakukan penerapan surveilans kesehatan pekerja. Terhadap peneliti selanjutnya, diharapkan untuk melakukan penelitian yang mengarah kepada penerapan pencatatan dan pelaporan K3 dan surveilans kesehatan pekerja di Puskesmas. DAFTAR PUSTAKA