JPKM Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/jpkm A Corresponding Author. email address : i_luth77@yahoo. Received : 9 September 2022 Revised : 8 Oktober 2022 Accepted : 30 Oktober 2022 Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Fibroadenoma Mammae (FAM) dan Perilaku SADARI pada Wanita Usia Subur (WUS) Siti Fadhila Sepfiani Adaming & AAfi Lutfiyati Program Studi Keperawatan. Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Indonesia ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran tingkat pengetahuan tentang fibroadenoma mammae (FAM) dan perilaku SADARI pada Wanita Usia Subur (WUS) di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu desain non-eksperimen dengan rancangan cross-sectional. Populasinya adalah WUS yang ada di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta, teknik pengambilan sampel dengan kuota sampling sebanyak 40 sampel. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan FAM dan lembar observasi SADARI. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa. WUS yang ada di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta sebagian besar memiliki pengetahuan baik tentang FAM sebanyak 36 . ,0%) dan sebagian besar berada pada kategori kurang mampu melakukan SADARI sebanyak 28 . ,0%). Jadi dapat disimpulkan bahwa wanita usia subur di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik, akan tetapi untuk SADARI mayoritas kurang mampu melakukan SADARI. Kata Kunci : Fibroadenoma Mammae. SADARI. Wanita Usia Subur. Description of Knowledge Level about Fibroadenoma Mammae (FAM) and BSE Behavior (SADARI) in Women of Childbearing Age (WUS) ABSTRACT This study aims to describe the level of knowledge about mammary fibroadenoma (FAM) and BSE behavior in women of childbearing age (WUS) in the IndonesianAos College Student Family Bolaang Mongondow Yogyakarta branch. This study uses quantitative methods, namely descriptive nonexperimental design and cross-sectional approach. The population in this study was women of childbearing age in the IndonesianAos College Student Family Bolaang Mongondow Yogyakarta , the sampling technique used was quota sampling and obtained 40 samples. The data collection tool used a FAM knowledge questionnaire and a BSE observation sheet. Analysis of the data used is univariate analysis. The results of this study indicate that. WUS in the IndonesianAos College Student Family Bolaang Mongondow Yogyakarta branch are the majority 36 . 0%) have good knowledge about FAM and the majority are less able to do BSE as much as 28 . 0%). Women of childbearing age in the Yogyakarta branch of the IndonesianAos College Student Family Bolaang Mongondow the majority have good knowledge, but for BSE the majority are less able to do BSE. Keywords: Fibroaenoma Mammae. BSE. Women of Childbearing Age. DOI : 10. 47575/jpkm. 318 | VOL. 3 NO. 2 OKTOBER 2022 | ISSN (Onlin. : 2774-8502 | Page : 101-110 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Siti F. Adaming & Afi Lutfiyati. Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Fibroadenoma Mammae PENDAHULUAN Fibroadenoma adalah tumor payudara jinak atau non-kanker yang sebagian besar terjadi sebagai benjolan kecil padat di jaringan payudara berukuran kurang dari empat sentimeter. Fibroadenoma berbatas tegas, halus, kenyal, dan berbentuk bulat yang mudah bergerak di bawah kulit. Fibroadenoma payudara adalah tumor jinak unilateral yang tidak nyeri yang muncul sebagai benjolan padat, biasanya terjadi pada wanita antara usia 14 sampai 35 tahun (Ajmal & Fosen, 2. Sebagai salah satu tindakan pencegahan terhadap Fibroadenoma Mammae adalah melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara berkala (Pamungkas, 2. Data Riskesdas menyebutkan prevalensi tumor/kanker di Indonesia meningkat dari 1. per 1000 penduduk di tahun 2013 dan pada tahun 2018 menjadi 1,79 per 1000 penduduk. Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 16. 956 kasus FAM terjadi di Indonesia (Kemenkes, 2. Prevalensi kanker tertinggi adalah di provinsi DI Yogyakarta 4,86 per 1000 penduduk, disusul Sumatera Barat 2,47 79 per 1000 penduduk dan Gorontalo 2,44 per 1000 penduduk(Kemenkes. Wanita dengan fibroadenoma mammae berisiko dua kali lebih besar mengidap kanker payudara dibandingan dengan wanita yang tidak ada riwayat atau tidak menderita FAM. Pemeriksaan Payudara Sendiri adalah salah satu upaya pencegahan sekunder bersama dengan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) yang merupakan salah satu program nasional untuk menedeteksi tumor payudara serta kanker payudara. Dalam melakukan SADARI seseorang harus memiliki pengetahuan yang baik, sehingga SADARI dapat diterapkan dengan baik di kehidupan sehari-hari. Pengetahuan pada dasarnya adalah seperangkat teori dan fakta yang digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi Pengetahuan ini berasal dari pengalaman langsung atau pengalaman orang lain (Notoatmodjo, 2. Pengetahuan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku WUS saat melakukan skrining SADARI (Anggrainy, 2. Penelitian Juliana & Sari . menyebutkan sebanyak 72% responden memiliki pengetahuan yang kurang mengenai FAM dan penelitian Susanti & Pratama . , menyebutkan bahwa berdasarkan 49 responden yang diteliti terdapat 22 responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang fibroadenoma mammaeyaitu sebanyak . ,9%). Perilaku dari sudut pandang biologis adalah aktivitas satu atau lebih organisme yang Perilaku manusia pada dasarnya adalah aktivitas manusia. Maka dari itu, seseorang yang berperilaku baik biasanya mempunyai pengetahuan yang baik juga (Notoatmodjo. Studi penelitian oleh Wulandari . didapatkan bahwa 62,9% responden tidak melakukan SADARI, hal ini disebabkan oleh pengetahuan responden yang kurang. Sedangkan penelitian yang dilakukan Afriani . tentang perilaku SADARI didapatkan hasil dari 63 respoden terdapat 46 . ,0%) responden yang tidak melakukan SADARI. Penelitian dari Hasan dkk. , mengatakan bahwa sebanyak 58,8% orang memiliki pengetahuan fibroadenoma mammae yang baik dan 53,8% memiliki perilaku SADARI yang baik. Hal ini disebabkan oleh sebagian besar responden telah mendapatkan informasi mengenai FAM dan SADARI. Studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 5 Februari 2022 oleh peneliti melalui wawancara pada 5 WUS yang ada di Organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta didapatkan sebanyak 4 . %) WUS belum mengetahui tentang fibroadenoma mammae dan belum pernah melakukan SADARI. Kemudian dari hasil wawancara juga didapatkan bahwa di organisasi tersebut belum pernah dilakukan penelitian tentang fibroadenoma mammae dan SADARI. Dari data di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuGambaran Tingkat Pengetahuan tentang Fibroadenoma Mammae (FAM) dan Perilaku SADARI pada Wanita Usia SuburAy. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantatif yaitu desain noneksperimen dengan rancangan cross-sectional. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang Fibroadenoma Mammae dan perilaku SADARI pada WUS JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat, 3. 2022: 101-110 | 103 di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow (KPMIBM) cabang Yogyakarta. Wanita Usia Subur di Organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow merupakan populasi penelitian dengan populasi target . 119 orang dan populasi sumber . sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan NonProbability Sampling yaitu quota sampling. Quota sampling merupakan teknik sampling dengan cara menentukan sampel dan populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai kuota yang diinginkan (Sugiyono, 2. Sampel berjumlah 40 responden. Kriteria inklusi yang ditetapkan adalah WUS anggota penuh KPMIBM Cabang Yogyakarta dengan usia 18-25 tahun, dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi adalah WUS yang tidak dapat hadir atau tidak dapat ditemui selama penelitian. Variabel bebas yaitu tingkat pengetahuan tentang fibroadenoma mammae dan variable No. terikatnya adalah perilaku SADARI. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan FAM dan lembar observasi SADARI. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan Tabel 1 diketahui gambaran karakteristik responden sesuai dengan umur mayoritas yaitu umur 21-25 tahun sebanyak 24 . ,0%), dengan status pendidikan terakhir mayoritas SMA/SMK sebanyak 30 . ,0%). Untuk riwayat keluarga yang menderita kanker mayoritas tidak ada riwayat keluarga yang menderita kanker sebanyak 37 . ,5%). Sedangkan untuk riwayat FAM mayoritas tidak ada riwayat sebanyak 38 . ,0%). Kemudian untuk WUS mayoritas pernah mendapat informasi FAM sebanyak 22 . ,0%) dan sumber informasi mayoritas dari sosial media atau internet sebanyak 14 . ,0%). Tabel 1 Karakteristik Responden Frekuensi . Karakteristik Umur 17-20 tahun 21-25 tahun Pendidikan SMA/SMK Riwayat keluarga menderita kanker Tidak Riwayat FAM Tidak Pernah mendapat informasi FAM Pernah Tidak Sumber informasi Sosial media/Internet Penyuluhan Kesehatan Sekolah/Institusi penidikan Belum mendapat informasi TOTAL Sumber: Data Primer, 2022 Persentase (%) 104 | Siti F. Adaming & Afi Lutfiyati. Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Fibroadenoma Mammae Gambaran Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae Gambaran tingkat pengetahuan fibroadenoma mammae pada WUS di Organisasi Kelurga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta dijelaskan pada Tabel 2. Tabel 2 Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae Tingkat Frekuensi Persentase Pengetahuan . (%) Kurang Baik TOTAL Sumber: Data Primer, 2022 Berdasarkan hasil penelitian bahwa, wanita usia subur di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 36 . ,0%). Hasil ini dapat terjadi karena sebagian besar WUS sudah mendapatkan infromasi tentang FAM Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Hasan dkk. , 2. menunjukkan bahwa sebanyak 58,8% responden memiliki pengetahuan fibroadenoma mammae yang baik, hal ini disebabkan karena oleh sebagian besar responden telah mendapatkan informasi mengenai FAM. Gambaran Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae berdasarkan Umur Gambaran tingkat pengetahuan Fibroadenoma Mammae berdasarkan umur dijelaskan pada Tabel 3. Usia memiliki pengaruh yang penting terhadap kejadian FAM karena FAM biasa terjadi pada wanita muda. Rentang usia wanita usia subur dalam penelitian ini adalah 18-25 tahun. Pada penelitian ini didapatkan bahwa WUS dengan tingkat pengetahuan baik mayoritas berusia 21-25 tahun. Menurut Li dkk. , usia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya FAM yang dimana biasa terjadi pada usia remaja ataupun perempuan muda yaitu pada usia 20-30 tahun. Hal ini sejalan dengan New South Wales Breast Cancer Institute yang melaporkan>9% populasi mengalami Fibroadenoma Mammae pada umur 21 sampai 25 tahun. Menurut laporanWestern Services Alliance, lebih dari satu dari enam wanita . ekitar 16%) usia 1525 tahun mengalami FAM. Wanita>50 tahun atau wanita paska menopause juga dapat mengalami FAM, dan tentunya lebih sedikit dari usia yang lebih muda karena wanita akan mengalami kemunduran sistem tubuh seiring bertambahnya usia (Syahfitri& Budi, 2. Gambaran Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae berdasarkan Pendidikan Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa tingkat Pendidikan terakhir responden adalah SMA/SMK sebanyak 30 . ,0%) dan perguruan tinggi sebanyak 10 . ,0%). Berdasarkan tingkat pengetahuan. WUS yang pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 27 responden memiliki pengetahuan baik dan tiga responden berpengetahuan kurang. Sedangkan untuk lulusan perguruan tinggi sebanyak sembilan responden memiliki pegetahuan baik dan satu responden berpengetahuan Menurut Mubarak . , pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan seseorang agar memiliki tingkah laku yang lebih positif. Semakin tinggi tingkat Pendidikan seseorang, maka semakin baik juga pengetahuan yang dimiliki (Tabel . Tabel 3 Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae Berdasarkan Umur Tingkat Pengetahuan Umur 17-20 Tahun 21-25 Tahun Total . (%) . (%) . (%) Kurang Baik TOTAL Sumber: Data Primer, 2022 JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat, 3. 2022: 101-110 | 105 Tabel 4 Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Tingkat Pengetahuan SMA/SMK PERGURUAN TINGGI Total . (%) . (%) . (%) Kurang Baik TOTAL Sumber: Data Primer, 2022 Tabel 5 Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae berdasarkan Riwayat Keluarga yang Menderita Kanker Tingkat Pengetahuan Riwayat Keluarga yang Menderita Kanker Tidak Total . (%) . (%) . (%) Kurang Baik TOTAL Sumber: Data Primer, 2022 Tabel 6 Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae Berdasarkan Riwayat Fibroadenoma Mammae Riwayat Fibroadenoma Mammae Tingkat Pengetahuan TIDAK Total . (%) . (%) . (%) Kurang Baik TOTAL Sumber: Data Primer, 2022 Gambaran Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae Berdasarkan Riwayat Keluarga yang Menderita Kanker Gambaran tingkat pengetahuan Fibroadenoma Mammae berdasarkan Riwayat keluarga yang menderita kanker dijelaskan pada Tabel 5. Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa tingkat Pendidikan terakhir responden adalah SMA/SMK sebanyak 30 . ,0%) dan perguruan tinggi sebanyak 10 . ,0%). Berdasarkan tingkat pengetahuan. WUS yang pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 27 responden memiliki pengetahuan baik dan tiga responden berpengetahuan kurang. Sedangkan untuk lulusan perguruan tinggi sebanyak sembilan responden memiliki pegetahuan baik dan satu responden pada kategori Menurut Mubarak . , pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan seseorang agar memiliki tingkah laku yang lebih positif. Semakin tinggi tingkat Pendidikan seseorang, maka semakin baik juga pengetahuan yang dimiliki. Gambaran Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae Berdasarkan Riwayat FAM Gambaran tingkat pengetahuan Fibroadenoma Mammae berdasarkan Riwayat FAM dijelaskan pada Tabel 6. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden tidak memiliki riwayat FAM sebanyak 38. ,0%) dan terdapat dua . ,0%) responden yang memiliki riwayat FAM. Berdasarkan tingkat pengetahuan FAM, mayoritas responden dengan Riwayat FAM Siti F. Adaming & Afi Lutfiyati. Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Fibroadenoma Mammae memiliki pengetahuan baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Alini & Widya . , disimpulkan bahwa sesorang dengan riwayat FAM berisiko enam kali lipat dapat mengalami FAM jika dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki riwayat FAM. Gambaran Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae Berdasarkan Pernah Mendapat Informasi FAM Gambaran tingkat pengetahuan Fibroadenoma Mammae berdasarkan pernah mendapatkan informasi FAM disajikan pada Tabel 7. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian responden telah mendapatkan informasi FAM sebanyak 22 . ,0%) dan mayoritas responden yang pernah mendapatkan informasi FAM memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 22 responden. WUS yang pernah mendapat informasi FAM tidak hanya mendapatkan dari sekolah/institusi Pendidikan dan penyuluhan Kesehatan, tetapi WUS juga mendapatkan informasi dari luar dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Berdasarkan teori Mubarak . , bahwa kemudahan untuk memperoleh informasi dapat membantu mempercepat seseorang memperoleh pengetahuan yang baru. Gambaran Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae Berdasarkan Sumber Informasi Hasil analisis menunjukan bahwa sebagian responden telah mendapatkan informasi FAM sebanyak 22 . ,0%) (Tabel . Sumber informasi yang didapatkan mayoritas dari sosial media atau internet sebanyak 14 . ,0%), penyuluhan Kesehatan sebanyak empat . ,0%) dan sekolah atau institusi pendidikan sebanyak empat . ,0%). Hal ini dapat Tabel 7 Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae Berdasarkan Pernah Mendapat Informasi FAM Pernah mendapat Informasi FAM Tingkat Pengetahuan Pernah Tidak Total . (%) . (%) . (%) Kurang Baik TOTAL Sumber: Data Primer, 2022 Tabel 8 Tingkat Pengetahuan Fibroadenoma Mammae Berdasarkan Sumber Informasi Tingkat Sumber Informasi Pengetahuan Sosial Media Penyuluhan Sekolah/Institusi Belum mendapat Total /Internet Kesehatan Pendidikan . (%) . (%) . (%) . (%) . (%) Kurang 4 10,0 Baik 36 90,0 TOTAL Sumber: Data Primer, 2022 Tabel 9 Gambaran Perilaku SADARI Perilaku SADARI Frekuensi . Persentase (%) Kurang Mampu Melakukan SADARI Cukup Mampu Melakukan SADARI Mampu Melakukan SADARI TOTAL Sumber: Data Primer, 2022 JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat, 3. 2022: 101-110 | 107 dilihat bahwa sumber informasi paling banyak didapatkan melalui sosial media/internet, dizaman teknologi yang sudah canggih ini WUS tentunya tidak sulit untuk menemukan informasi tentang FAM. Dengan layanan internet yang tersedia mampu mendapatkan informasi dengan lebih mudah, baik dalam bentuk video, gambar dan wacana (Harnianti , 2. Gambaran Perilaku SADARI Berdasarkan hasil penelitian wanita usia subur di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mogondow Cabang Yogyakarta kurang mampu dalam melakukan SADARI sebanyak 28 . ,0%) responden (Tabel . Responden dikatakan kurang mampu me-lakukan SADARI karena hanya melakukan beberapa langkah dari total 15 langkah yang harus dilakukan, bahkan ada responden yang benar-benar tidak bisa melakukan seluruh langkah-langkah SADARI. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Susmini & Supriyadi . didapatkan hasil bahwa dari 28 responden, 16 . ,1%) responden tidak mampu melakukan SADARI. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Hadrianti, 2. juga menunjukan bahwa mayoritas responden tidak mampu melakukan SADARI sebanyak 98 . %). Berdasarkan teori Akhmat Sudarajat bahwa setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam melakukan suatu tindakan, kemampuan akan mempengaruhi potensi yang ada dalam individu tersebut, dan proses pembelajaran yang mampu untuk mengoptimalkan suatu kemampuan yang berada dalam diri individu. Perubahan perilaku seseorang itu ada beberapa tahap yaitu mulai dari pengetahuan menjadi sikap dan menjadi perilaku (Notoatmodjo, 2. Gambaran Perilaku SADARI Berdasarkan Umur Hasil analisis Tabel 10 didapatkan hasil bahwa mayoritas WUS yang ada di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta mayoritas kurang mampu melakukan SADARI, berdasarkan umur mayoritas WUS berusia 2125 tahun sebanyak 16 responden dan usia 1720 tahun sebanyak 12 responden. Al Amin & Juniati, . menuliskan bahwa klasifikasi usia berdasarkan Kemenkes . Masa balita. 0-5 tahun, . Masa kanakkanak: 5-11 tahun, . Masa remaja awal: 1216 tahun, . Masa remaja akhir: 17-25 tahun. Tabel 10 Perilaku SADARI Berdasarkan Umur Umur Perilaku SADARI 17-20 Tahun 21-25 Tahun . (%) . (%) Kurang mampu melakukan SADARI Cukup mampu melakukan SADARI Mampu melakukan SADARI TOTAL Sumber: Data Primer, 2022 Tabel 11 Perilaku SADARI berdasarkan Pendidikan Pendidikam Perilaku SADARI SMA/SMK PERGURUAN TINGGI . (%) . (%) Kurang mampu melakukan SADARI Cukup mampu melakukan SADARI Mampu melakukan SADARI TOTAL Sumber: Data Primer, 2022 Total . (%) Total . (%) 28 70,0 10 25,0 108 | Siti F. Adaming & Afi Lutfiyati. Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Fibroadenoma Mammae Tabel 12 Perilaku SADARI Berdasarkan Riwayat Keluarga yang Menderita Kanker Riwayat Keluarga yang Menderita Kanker Perilaku SADARI TIDAK Total . (%) . (%) . (%) Kurang mampu melakukan SADARI Cukup mampu melakukan SADARI Mampu melakukan SADARI TOTAL Sumber: Data Primer, 2022 . Masa dewasa awal: 26-35 tahun, . Masa dewasa akhir: 36-45 tahun, . Masa lansia awal: 46-55 tahun, . Masa lansia akhir: 56-65 tahun dan . Masa manula: >65 tahun. Umur WUS dalam penelitian ini termasuk dalam kategori masa remaja akhir yaitu 17-25 tahun. Umur merupakan salah satu faktor perubahan perilaku, dimana seiring bertambahnya usia maka seseorang dapat berfikir secara logis dan dapat melakukan hal-hal yang postif. Tidak hanya sebatas teori, tetapi juga berperilaku untuk melakukan hal-hal positif (Notoatmodjo. Gambaran Perilaku SADARI Berdasarkan Pendidikan Hasil pada penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas WUS yang ada di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta kurang mampu melakukan SADARI dan mayoritas menempuh Pendidikan terakhir di jenjang SMA/SMK sebanyak 21 responden. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas responden telah menempuh Pendidikan menegah atas, sehingga responden lebih mampu menerima informasi tentang SADARI. Sebagimana menurut Mubarak . menyebutkan bahwa semakin tinggi tingkat Pendidikan seseorang akan semakin mudah menerima informasi sehingga semakin banyak pula pengalaman yang dimiliki, dalam hal ini khususnya tentang kemampuan melakukan SADARI. Gambaran Perilaku SADARI Berdasarkan Riwayat Keluarga yang Menderita Kanker Pada penelitian ini didapatkan bahwa WUS yang ada di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta kurang mampu melakukan SADARI, berdasarkan Riwayat keluarga yang menerita kanker mayoritas tidak ada Riwayat keluarga sebanyak 25 responden. Riwayat keluarga dengan kanker merupakan salah satu faktor resiko yang bisa menyebabkan terjadinya fibroadenoma mammae (Hendrawanto, 2. Memiliki keluarga atau kerabat dengan riwayat kanker mempengaruhi perilaku wanita untuk melakukan SADARI. Pada kasus seperti ini wanita cenderung mencari tahu upaya pencegahan, hal tersebut sesuai dengan penelitian di Turki yang menunjukan bahwa kerabat dekat yang memiliki riwayat kanker payudara meningkatkan jumlah wanita untuk melakukan perilaku SADARI (Adrahan dkk. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah dibuat, maka dapat ditarik kesimpulan antara lain. Gambaran tingkat pengetahuan fibroadenoma mammae didapatkan bahwa WUS yang ada di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiwa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta memiliki pengetahun yang baik sebanyak 36. ,0%). Gambaran tingkat penegtahuan fibroadenoma mammae berdasarkan umur didapatkan bahwa WUS di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiwa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta yang memiliki pengetahuan baik mayoritas berusia 21-25 tahun sebanyak 22 . ,0%). Gambaran tingkat penegtahuan fibroadenoma mammae berdasarkan pendidikan didapatkan bahwa WUS di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiwa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta memiliki pengetahuan baik dengan mayoritas Pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 27 . ,5%). Gambaran tingkat penegtahuan JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat, 3. 2022: 101-110 | 109 fibroadenoma mammae berdasarkan Riwayat keluarga yang menderita kanker didapatkan bahwa WUS di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiwa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta yang memiliki pengetahuan baik, mayoritas tidak memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker sebanyak 33 . ,7%). Gambaran tingkat penegtahuan fibroadenoma mammae berdasarkan riwayat FAM didapatkan bahwa WUS di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiwa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta yang memiliki penegtahuan baik, mayoritas tidak memiliki Riwayat FAM sebanyak 34 . ,0%). Gambaran tingkat penegtahuan fibroadenoma mammae berdasarkan pernah mendapatkan informasi FAM didapatkan bahwa WUS di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiwa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta yang memiliki pengetahuan baik, mayoritas pernah mendapat informasi FAM sebanyak 22 . ,0%). Gambaran tingkat penegtahuan fibroadenoma mammae berdasarkan sumber infromasi didapatkan bahwa WUS di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiwa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta yang berpengetahuan baik, mayoritas sudah pernah mendapat informasi FAM dan sumber infornasi bersumber pada sosial media/internet sebanyak 14 . ,0%). Gambaran kemampuan SADARI didapatkan bahwa WUS yang ada di organisasi Keluarga Pelajar Mahasiwa Indonesia Bolaang Mongondow cabang Yogyakarta mayoritas WUS kurang mampu dalam melakukan langkah-langkah SADARI sebanyak 28 . ,0%), mayoritas berusia 21-25 tahun sebanyak 16 . ,0%), dengan pendidikan terakhir mayoritas SMA/SMK sebanyak 21 . ,5%) dan tidak memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker sebanyak 25 . ,5%). Afriani. Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri dengan Perilaku Memeriksa Payudara Sendiri (Sadar. di SMP Negeri 02 Oku Tahun 2018. Cendekia Medika, 3. , 3Ae8. PUSTAKA ACUAN