Ganesha Civic Education Journal Volume 6. Number 2. Oktober 2024, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index MEMBACA KECENDERUNGAN PERILAKU MAHASISWA PADA MATA KULIAH KEWARGANEGARAAN Delaviasanny Tubulau Cunha 1 * . Lelyana Nur Indah Sari 2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRAK Article history: Received 9 Juli 2024 Accepted 1 Oktober 2024 Available online 10 Oktober Penelitian ini bertujuan untuk membahas secara mendalam tentang tren perilaku yang dialami mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun karakter mahasiswa tersebut. Jenis penelitian ini adalah jenis metode Metode kualitatif adalah metode pengumpulan data dengan cara Kata Kunci: survei melalui media sosial. Kursus Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang memberikan siswa pendidikan nasional, demokratis, kecenderungan perilaku, hukum, multikultural dan kewarganegaraan untuk mendukung terwujudnya warga negara yang sadar akan hak dan kewajiban mereka. Oleh karena itu, kita sebagai penerus generasi muda bangsa Indonesia harus Keywords: cerdas dan bertingkah laku agar negara dapat diandalkan untuk civic education. membangun bangsa dan negara sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Student 1945 sesuai bidang keilmuan masing-masing. Oleh karena itu, kami dari Program Studi Keperawatan Stikes Surabaya melakukan survey untuk mengetahui perilaku mahasiswa Stikes Surabaya dalam mata kuliah Survei dilakukan melalui google dari dan disebarkan kepada siswa melalui media sosial. Melalui survei ditemukan bahwa perilaku moral mahasiswa Surabaya Stikes berada pada kriteria sedang. Ide dasar perkembangan moral ditinjau dari tingkah laku meliputi bagaimana seharusnya siswa berperilaku dalam situasi moral. ABSTRACT This study aims to discuss in depth about the behavioral trends experienced by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya students in the Citizenship Education course in building the character of these students. This type of research is qualitative. Qualitative method is a method of collecting data by means of surveys through social The Citizenship Education Course is a subject that provides students with national, democratic, legal, multicultural and civic education to support the realization of citizens who are aware of their rights and Therefore, we as the successor to the young generation of the Indonesian nation must be smart and behave skillfully so that the state can be relied on to build the nation and state according to Pancasila and the 1945 constitution according to their respective scientific fields. Therefore, we from the Nursing Study Program at Stikes Surabaya conducted a survey to determine the behavior of Stikes Surabaya students in citizenship courses. The survey was made via google from and distributed to students via social media. Through the survey, it was found that the moral behavior of Surabaya Stikes students was in moderate criteria. The basic idea of moral development in terms of behavior includes how students should behave in moral situations. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2024 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. * Corresponding author. E-mail addresses: 191141013. student@stikessurabaya. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Pendahuluan Pendidikan kewarganegaraan (PK. merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Maskota . menyatakan Pendidikan kewarganegaraan harus memberi perhatiannya terhadap pengembangan nilai, moral, dan sikap perilaku mahasiswa. Misi dari pendidikan kewarganegaraan sendiri adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan misi dari pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah untuk membantu mahasiswa untuk meneguhkan kepribadiannya, agar mahasiswa mampu mewujudkan nilai nilai dasar yang terkandung dalam pancasila. Selama ini pembelajaran pendidikan kewarganegaraan kita berjalan dengan verbal dan berorientasi semata-mata kepada penguasaan isi dari mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Sapti . menyatakan bahwa berdasarkan pengamatan terhadap praktek pembelajaran sehari-hari menunjukkan bahwa pembelajaran difokuskan agar siswa maupun mahasiswa menguasai informasi yang terkadung dalam materi pembelajaran bertujuan untuk menguasai isi dari mata pelajaran tersebut dan kemudian dapat dievaluasi seberapa jauh penguasaan ini dicapai oleh para siswa. Pembelajaran tersebut bertujuan untuk menguasai isi dari mata pelajaran tersebut. Mengetahui keterkaitan materi ajar dengan kehidupan sehari-hari dan bagaimana materi tersebut dapat digunakan untuk memecahkan problem atau masalah kehidupan. Tetapi pembelajaran seakan terlepas dari kehidupan sehari-hari , oleh karena itu siswa tidak mengetahui manfaat dari apa yang telah dipelajari, seringkali tidak tahu bagaimana menggunakan apa yang telah dipelajari dalam kehidupan. Pendidikan kewarganegaraan diberikan kepada peserta didik supaya dapat mejadikan mereka warga negara yang baik (Widiatmaka, 2. Bagaimanakah pendidikan kewarganegaraan dapat berperaan dalam pembangunan dan pengembangan karakter dalam diri setiap generasi muda, tentu saja itu dapat terjawab jika kontribusi yang diberikan oleh pendidikan kewarganegaraan berhasil menyadarkan dan mgerah para generasi muda agar dapat bergerak dan melakukan kontribusi dalam membentuk dan membangun hal-hal positiv bagi bangsa dan Nurmalisa . menyatakan di perguruan tinggi mata kuliah kewarganegaraan merupakan sebuah kelanjutan dari pembelajaran sebelumnya. Apalagi jika kita mengambil jurusan kewarganegaraan. Dasar mengapa pendidikan kewarganegaraan tetap diajarkan pada perguruan tinggi ada pada pasl 37 ayat . UU No. 20 tahun 2003 mengenai sistem Pendidikan Nasional dan menyatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan wajib dimuat di Kurikulum Pendidikan Dasar. Pendidikan Menengah dan juga Perguruan tinggi yang dimaksud untuk bisa membantu para siswa maupun mahasiswa untuk menjadi manusia yang lebih baik yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta terhadap tanah air sesuai dengan isi dari Pancasila Undang-undag Dasar Negara 1945. Berdasarkan Pasal 3 Keputusan Dirjen Dikti No. 43/Dikti/2006 mengenai rambu-rambu pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) yang sudah dirancang untuk memberi pengertian kepada siswa maupun mahasiswa tentang pengetahuan dan kemampuan dasaryang berkenan dengan hubungan antar warga negara dan juga pendidikan pendahuluan bela negara sebagai bekal agar dapat menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh Bangsa dan Negara. Risdayanti . menyatakan dalam jurusan pendidikan kewarganegaraan sendiri, mempelajari materi tentang hukum dan juga politik yang sudah ada dan sedang berkembang. Mahasiswa dianjurkan dan diharapkan agar menjadi lebih demokratis, menjadi lebih kritis terhadap masalah-masalah yang sedang terjadi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tidak hanya teori yang dipelajari, namun juga memberikan pembelajaran dan sentuhan moral dan sikap Menyaring budaya dari luar agar bisa sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesi yaitu Pancasila. Ihsan . menyatakan dengan mengerti dan memahami mata pelajaran atau mata kuliah kewarganegaraan menjadi salah satu cara atau upaya untuk bisa membangkitkan kembali semangat kebangsaan dari generasi muda, terlebih lagi para mahasiswa dapat menghadapi pengaruh globalisasi dan modernisasi yang mengukuhkan semangat bela negara. Tujuannya tak lain adalah untuk memupuk atau menanam kesadaran cinta tanah air, mengetahui tentang hak dan kewajiban kewarganegaraan Sama halnya dengan para mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya. Kewarganegaraan merupakan suatu mata kuliah wajib yang didalamnya terkandung berbagai GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. macam pengertian dimana itu menjadi landasan atau dasar agar mahasiswa lebih berkembang. Kewarganegaraan membentuk para mahasiswa agar menjadi warga negara yang menjunjung tinggi kewargananegaraannya dan memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap satu sama lain. Melalui pendidikan kewarganegaraan yang telah ditempuh para mahasiswa kita dapat melihat melalui perilaku para mahasiswa, dimana sebagian besar mahasiswa menunjukkan rasa simpati yang tinggi dalam mendukung sesama warga negara dan membantu menghadapi permasalahan yang ada, untuk hal itu kita sebagai penerus bangsa harus mempunyai karakter sifat yang telah tercerminkan sesuai aturan yang berlaku. Saputra . memandang mata kuliah kewarganegaraan telah mengambil andil dalam setiap prosses pembentukan diri dan karakter setiap mahasiswa. Kewarganegaraan telah menjadi mata kuliah dasar yang menuntun setiap mahasiswa menjadi pribadi yang bisa menghormati, memiliki rasa toleransi, simpati dan pri kemanusiaan. Pendidikan kewarganegaraan merupakan landasan terbentuknya jati diri seorang warga negara yang baik dan memiliki tanggung jawab atas norma dan moralnya. Beragam sifat dan perilaku yang tertera jelas oleh setiap mahasiswa yang menekuni mata kuliah tersebut, misalnya saling menghormati dan menghargai walaupun dalam lingkungan kampus semua mahasiswa datang dari suku, bangsa, kalangan,agama dan bahasa yang berbeda, tapi itu tidak mengurangi rasa toleransi dan menghormati setiap hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Pendidikan kewarganegaraan telah mengambil andil cukup luas dalam terbentuknya warga negara yang baik dan memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme yang tingi. Dalam lingkungan kita di perguruan tinggi terutama di Stikes Surabaya pendidikan kewarganegaraan telah membentuk sebuah pondasi yang kokoh untuk membangun setiap warga negara menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kegiatan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sangat penting dalam mengoptimalkan kesadaran kewarganegaraan mahasiswa, karena jika didasarkan pada tujuanya kewarganegaraan ini mempunyai fungsi dan peran sebagai pedoman warga indonesa. Dalam buku kurikulim kewarganegaraan materi materi yang termuat didalamnya diharapkan akan memberi pemahaman dan contoh kepada mahasiswa mengenai informasi kewarganegaraan, dan akhirnya dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa dan mendorong mahasiswa ikut berperan serta dalam kegiatan kewarganegaraan dalam lingkungan kampus maupun lingkup luas seperti halnya di lingkungan masyarakat. Pendidikan kewarganegaraan ini pada hakikatnya sebuah bentuk pendidikan untuk generasi penerus bangsa dan negara yang bertujuan agar mahasiswa menjadi lebih berpikir krisis, sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia. Hak dan kewajiban warga negara biasanya memuat dalam berbagai perundang-undangan yang telah ditetapkan oleh negara. Fungsi dan tujuan kewarganegaraan adalah untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang baik. Nah apa yang dimaksud dengan warga negara yang baik ? warga negara yang baik adalah warga yang taat aturan dan melaksanakan perintah yang sudah ditetapkan oleh Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajinan suatu warga negara agar setiap hal yang di kerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak melenceng dari apa yang di harapkan. Karena di nilai penting, pendidikan ini sudah di terapkan sejak usia dini di setiap jejang pendidikan mulai dari yang paling dini hingga pada perguruan tinggi agar menghasikan penerus Aepenerus bangsa yang berompeten dan siap menjalankan hidup berbangsa dan bernegara. Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa yang sedang dan mengkaji dan akan menguasai imu pengetahuaan dan teknologi serta Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. Dalam perguruan tinggi tentunya mempelajari Pendididkan Kewarganegaraan bagi sebagian orang merupakan hal yang membosankan, karena merasa telah mempelajari mata pelajaran atau mata kuliah tersebut sedari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Tetapi itu tetap diharuskan karena mengingat pendidikan kewarganegaran merupakan mata pejaran atau mata Delaviasanny Tubulau Cunha. Lelyana Nur Indah Sari. / Membaca Kecenderungan Perilaku Mahasiswa Pada Mata Kuliah Kewarganegaraan Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. kuliah yang juga bisa membentuk seorang individu dari dasar agar bisa mengerti dan memahami lebih baik tentang pendidikan kewarganegaraan. Ada pula tujuan lain dari pendidkan kewarganegaraan yakni membuat setiap individu mengetahui tentang geostrategi dan lokasi geografis negara kita sendiri. Dari pendidikan kewarganegaraan kita bisa mengetahui tatanan pemerintahan di negara kita, batas-batas lokasi daerah dan negara kita, dan juga bisa memiliki rasa kepemilikan atas negara kita sendiri. Kompetensi yang diharapkan dari mata kuliah pendidikan kewarganegaraan antara lain agar mahasiswa mampu menjadi warga negara yang memiliki pandangan dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi dan HAM. Agar mahasiswa mampu berpartisipasi dalam upaya mencegah dan menghentikan berbagai tindak kekerasan dengan cara cerdas dan damai agar mahasiswa memiliki kepedulian dan mampu berpartisipasi dalam upaya menyelesaikan konflik dimasyarakat dengan dilandasi nilai-nilai moral, dan agama agar mahasiswa mampu berpikir kritis dan objektif terhadap persoalan kenegaraan. HAM, dan demokrasi. Agar mahasiswa mampu memberikan kontribusi dan solusi terhadap berbagai persoalan kebijakan publik, agar mahasiswa mampu meletakkan nilai-nilai dasar secara bijak. Kita semua tahu bahwa Pendidikan Kewarganegaraan mengajarkan bagaimana warga negara itu tidak hanya tunduk dan patuh terhadap negara, tetapi juga mengajarkan bagaimana sesungguhnya warga negara itu harus toleran dan mandiri. Pendidikan ini membuat setiap generasi baru memiliki ilmu pengetahuan, pengembangan keahlian, dan juga pengembangan karakter publik. Pengembangan komunikasi dengan lingkungan yang lebih luas juga mencakup dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Meskipun pengembangan tersebut bisa dipelajari tanpa menempuh Pendidikan Kewarganegaran, akan lebih baik lagi jika Pendidikan ini di manfaatkan untuk pengambangan diri seluas-luasnya. Metode Metode penilitian pada jurnal ini menggunakan metode penilitian kualitatif yang artinya adalah lebih mengarah kepada suatu pemahaman yang mendalam terhadap suatu permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku mahasiswa pada mata kuliah kewarganegaraan yang diselenggarakan di Prodi Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya. Penelitian ini terlebih dahulu dilakukan survey kepada mahasiswa mengenai perilaku mahasiswa pada mata kuliah kewarganegaraan . Survey tersebut dibuat menggunakan google from dan disebarkan melalui whatsapp. Ada beberapa mahasiswa yang sudah merespon from Dari jawaban mahasiswa yang sudah mengisi from tersebut rata- rata sudah paham mengenai kewarganegaraan dan sudah melaksanakan tugas sebagai warga negara yang baik sesuai materi yang dipelajari. Dan tujuan penelitian ini sebagai gambaran untuk penerus bangsa supaya menjadi lebih baik lagi. Dalam teknik penelitian yang bersifat kualitatif ini, jenis penulisan pada jurnal ini adalah jenis penelitian yang dipakai oleh penulis yang berupa deskriptif. Maka, hal ini sudah menjadi penulisan yang sesuai kriteria. Tujuan dari metode penulisan ini adalah untuk memahami sesuatu pemahaman secara terperinci terhadap suatu masalah. Metode kualitatif ini berfungsi untuk memberikan golongan subtantif dan hipoptesi penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif ini lebih cenderung menggunakan teknik dengan cara mengkaji masalah secara bertahap atau secara satu persatu per masalahan karena metode ini bersifat masalah satu berbeda dengan masalah yang lainnya. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian ini diperoleh bahwa perilaku moral mahasiswa kurang baik. Hal ini didasarkan pada mahasiswa yang masih saja melakukan perilaku yang kurang baik seperti melakukan kecurangan, tidak patuh tata tertib dan seringnya melanggar hukum yang telah dibuat. Ide dasar peningkatan moral dalam hal perilaku yang memuat bagaimana mahasiswa tersebut sebaiknya berperilaku dengan situasi yang lebih baik. Dari segi perilaku yang kurang baik ini bertautan dengan kecurangan akademik yang dimana dapat dilihat dengan kondisi ruang lingkup yang menghasilkan perilaku yang kurang baik. Hal ini berarti baik kurangnya aspek perilaku moral ditentukan oleh sikap mahasiswa dalam menentukan dan menegakkan perilaku yang jujur atau cenderung untuk saling mengabaikan tindak kecurangan akademik yang terjadi. Semakin GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. banyak pelaku kecurangan akademik semakin berkurang pula kesadaran untuk berperilaku secara moral. Dari penelitian yang kami peroleh terdapat aspek moral yang terdapat pada penetapan Ide dasar peningkatan moral ini dalam hal pandangan mencakup bagaimana pandangan mahasiswa tersebut mengenai masalah-masalah yang meraka perbuat dilingkungan kampus. Contohnya dalam hal kecurangan akademik, dapat dilihat dari rasa bersalah yang akan diterima mahasiswa tersebut sehingga menolak untuk melakukan tindakan kecurangan. Baik kurangnya aspek perasaan moral ditentukan oleh masalah yang dirasakan setelah melakukan tindakan kecurangan akademik. Faktor aspek moral yang mempengaruhi perilaku kecurangan akademik dapat dilihat dari aspek moral yang terdapat dalam kriteria sedang cenderung tinggi. Hasil presentase ini yang diperlihatkan dari kriteria sedang cenderung seimbang dengan presentase kriteria tinggi. Hal ini menunjukkan tanda-tanda bahwa sebagian mahasiswa yang memiliki aspek moral yang sedang dan sebagian juga mahasiswa memiliki aspek moral yang tinggi dimana dalam menentukan kecenderungan perilaku kecurangan akademik. Mahasiswa dengan aspek moral yang tinggi menunjukkan sebagai manusia yang berperilaku baik sesuai dengan ajaran pendidikan kewarganegaraan untuk menjalin hubungan antar mahasiswa/ warga negara yang baik dalam hal tolong menolong serta tidak melanggar aturan seperti melakukan kecurangan, menipu, dan mencuri dalam hal ini kaitannya dengan perilaku kurang baik. Mahasiswa dengan aspek moral sedang menunjukkan sebagai mahasiswa yang kurang baik sesuai dengan ajaran pendidikan kewarganegaraan untuk menjalin hubungan antar mahasiswa /warga negara dengan kecenderungan suka membantu orang atau masih keberatan untuk dimintai bantuan serta masih labil dalam hal melakukan perbuatan yang baik maupun kurang baik seperti suka berbohong dalam memberikan jawaban, berperilaku kurang sopan dan mencuri informasi saat ujian. Dari penelitian awal menunjukkan bahwa presentase peningkatan perkembangan moral mahasiswa tertautkan dengan aspek perilaku kurang baik. Perilaku kurang baik adalah perilaku negatif, peningkatan perkembangan moral yang kurang baik dikaitkan dengan tingkat aspek perilaku yang tidak baik. Penelitian ini menghasilkan ketaatan pendidikan kewarganegaraan dan mengurangi jumlah peningkatan dari masalah kecurangan yang mahasiswa lakukan. Terdapat efek langsung dalam kurikulum studi pendidikan kewarganegaraan yang telah melanggar hukum yang sudah ditentukan, efek dari masalah ini adalah penyebab berkurangnya motivasi dalam kelas, dan pada akhirnya menyebabkan perilaku yang melanggar hukum semakin bertambah. Masih tingginya peningkatan perilaku yang kurang baik diperguruan tinggi contohnya mahasiswa sering melakukan yang melanggar aturan kampus, sering melakukan kecurangan,dll. Kecurangan dikampus disebut kecurangan akademik. Kecurangan akademik ini adalah perbuatan yang dilakukan mahasiswa sebagai contoh menyontek. Para pendidik atau mahasiswa memiliki kewajiban mengenai aspek moral untuk mengurangi perilaku moral yang kurang baik. Dengan hal ini adalah penting bahwa pendidik atau mahasiswa tidak harus fokus pada faktor-faktor eksternal dengan mengorbankan faktor-faktor internal. Dalam penelitian ini kami melakukan penelitian secara acak dengan metode survey melalui google from dan disebarkan kepada mahasiswa melalui whatsapp yang dimana mahasiswa tersebut tidak menjurus kepada jurusan yang dipilihnya. Sekitar 40% mahasiswa berpendapat bahwa pendidikan kewarganegaraan ini mempengaruhi dalam sikap nasionalisme. Sebagian 55% mahasiswa juga berpendapat bahwa pendidikan kewarganegaraan sangat penting karena pendidikan kewarganegaraan mempelajari nilai-nilai pancasila secara terperinci. Selanjutnya 5% mahasiswa berpendapat bahwa mata kuliah pendidikan kewarganegaraan adalah mata kuliah yang sangat penting karena semakin meningkat tingkat pendidikan kewarganegaraan semakin sulit dan mata kuliah pendidikan kewarganegaraan cenderung membosankan. Selanjutnya sebagai aspek moral yang berkarekter ini merupakan cerminan dari kepribadian secara utuh dari seseorang. Putri & Nurhayati . menyatakan secara umum berbagai karekter dirumuskan sebagai nilai bersama yang berdasarkan atas kerja sama, toleransi, kebebasan, kejujuran, dan tanggung jawab. Karakter ini berdasarkan pada sikap ( atitud. perilaku ( behaviors ) motivasi dan keterampilan. Menciptakan karakter ini dipercayai jauh lebih Delaviasanny Tubulau Cunha. Lelyana Nur Indah Sari. / Membaca Kecenderungan Perilaku Mahasiswa Pada Mata Kuliah Kewarganegaraan Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. sulit dan membutuhkan waktu yang lebih kama. Situasi dan kondisi saat ini karakter bangsa yang sedang memilukan ini. Sehingga, dapat mendorong pemerintah untuk mengambil langkah untuk mementingkan pembangunan karakter bangsa. Pembangun karakter bangsa ini dijadikan untuk generasi utama pembangunan nasional. Keadaan ini tercantum arti bahwa setiap cara pembangunan harus selalu memfokuskan untuk memberi dampak positif terhadap pengembangan karakter. Lusevia . menyatakan Lemahnya kedisiplinan di negara Indonesia ini adalah keadaan yang sangat memilukan dan memprihatinkan. Karena pendidikan kita belum mampu menciptakan warga negara atau mahasiswa di Indonesia yang mampu mentaati Lebih mengawatirkan lagi ketidaktaatan itu semakin banyak dan semakin diangaap hal yang lumrah atau biasa. Pada intinya dari hasil penelitian yang telah kami lakukan kami mendapatkan hasil yakni, hanya sebagian besar mahasiswa saja yang menganggap pentingnnya mata kuliah Sebagian besar mahasiswa masih terlalu acuh akan keadaan sekitar dan pendidikan kewarganegaraan yang telah dipelajari. Akan tetapi itu tidak menutup kemungkinan untuk kita bia merubah bangsa kita menjadi lebih baik lagi, karena semua itu tergantung juga dari sistem pendidikan di negara kita. Jika sistem pendidikan kita bisa lebih baik lagi dan terutama bagi para pendidik yang menjadi contoh bagi para pelajar, maka tidak akan diragukan lagi jika para pelajar atau generasi muda bangsa ini bisa menjadi generasi yang baik dan inovativ serta bisa membangun dan membawa bangsa dan negara kita lebih maju dan dikenal lebih luas lagi oleh Di Stikes Surabaya. MataKuliah Kewarganegaraan merupakan suatu mata kuliah wajib yang didalamnya terkandung berbagai macam pengertian dimana itu menjadi landasan atau dasar agar mahasiswa lebih berkembang. Pendidikan Kewarganegaraan membentuk para mahasiswa agar menjadi warga negara yang menjunjung tinggi kewargananegaraannya dan memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap satu sama lain. Melalui pendidikan kewarganegaraan yang telah ditempuh para mahasiswa kita dapat melihat melalui perilaku para mahasiswa, dimana sebagian besar mahasiswa menunjukkan rasa simpati yang tinggi dalam mendukung sesama warga negara dan membantu menghadapi permasalahan yang ada, untuk hal itu kita sebagai penerus bangsa harus mempunyai karakter sifat yang telah tercerminkan sesuai aturan yang berlaku Kegiatan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sangat berperan penting dalam mengoptimalkan kesadaran seluruh mahasiswa di Stikes Surabaya, karena jika didasarkan pada tujuanya pendidikan kewarganegaraan ini mempunyai fungsi dan peran sebagai pedoman seluruh warga indonesia. Terdapat dalam buku kurikulim kewarganegaraan materi materi yang termuat didalamnya diharapkan akan memberi pemahaman dan contoh kepada mahasiswa mengenai informasi kewarganegaraan, dan akhirnya dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa dan mendorong mahasiswa ikut berperan serta dalam kegiatan kewarganegaraan dalam lingkungan kampus maupun lingkup luas seperti halnya di lingkungan masyarakat. Dalam perguruan tinggi tentunya mempelajari Pendididkan Kewarganegaraan bagi sebagian orang merupakan hal yang membosankan, karena merasa telah mempelajari mata pelajaran atau mata kuliah tersebut sedari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Tetapi itu tetap diharuskan karena mengingat pendidikan kewarganegaran merupakan mata pejaran atau mata kuliah yang juga bisa membentuk seorang individu dari dasar agar bisa mengerti dan memahami lebih baik tentang pendidikan kewarganegaraan Menurut sudut pandang kami. Mata Kuliah Kewarganegaraan telah banyak mengambil andil dalam setiap prosses pembentukan diri dan karakter setiap mahasisa. Mata Kuliah Kewarganegaraan telah menjadi mata kuliah dasar yang menuntun setiap mahasiswa menjadi pribadi yang bisa menghormati, memiliki rasa toleransi, simpati dan pri kemanusiaan Dari penelitian yang kami peroleh terdapat aspek moral yang terdapat pada penetapan sesuatu. Ide dasar peningkatan moral ini dalam hal pandangan mencakup bagaimana pandangan mahasiswa tersebut mengenai masalah-masalah yang meraka perbuat dilingkungan kampus. Contohnya dalam hal kecurangan akademik, dapat dilihat dari rasa bersalah yang akan diterima mahasiswa tersebut sehingga menolak untuk melakukan tindakan kecurangan. Baik kurangnya aspek perasaan moral ditentukan oleh masalah yang dirasakan setelah melakukan tindakan kecurangan GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Pendidkan Kewarganegaraan merupakan landasan terbentuknya jatidiri sebagai bagian dari warrga bernegara yang berperilaku baik dan harus mempunyai tanggung jawab yang tinggi atas norma dan moralnya. Pendidikan Kewarganegaraan telah mengambil andil cukup luas dalam terbentuknya warga bernegara yang bijak dan mempunyai rasa nasionalisme dan patriotisme yang tingi. Didalam lingkungan kita di perguruan tinggi terutama di Stikes Surabaya pendidikan Kewarganegaraan telah membentuk sebuah fondasi yang kokoh untuk membangun setiap warga negara menjadi pribadi yang lebih baik la Metode penilitian yang digunakan pada jurnal ini ialah dengan metode penilitian kualitatif yang artinya adalah lebih mengarah kepada suatu pemahaman yang mendalam terhadap suatu permasalahan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui perilaku mahasiswa pada mata kuliah kewarganegaraan yang diselenggarakan di Prodi Keperawatan Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya. Pada saat melakukan penelitian ini kami terlebih dahulu melakukan survey kepada mahasiswa mengenai perilaku mahasiswa pada mata kuliah kewarganegaraan. Dari survey tersebut dibuat menggunakan google from dan disebarkan melalui whatsapp. Ada kurang lebih 20 mahasiswa yang sudah merespon from Dari jawaban mahasiswa yang sudah mengisi from tersebut rata-rata sudah paham mengenai kewarganegaraan dan sudah melaksanakan tugas sebagai warga negara yang baik sesuai materi yang dipelajari. Melalui pendidikan kewarganegaraan yang telah ditempuh para mahasiswa kita dapat melihat melalui perilaku para mahasiswa, dimana sebagian besar mahasiswa menunjukkan rasa simpati yang tinggi dalam mendukung sesama warga negara dan membantu mengahadapi permasalahan yang ada. Didapatkan dari hasil penelitian maka menunjukan bahwa mahasiswa Stikes Surabaya memiliki perilaku moral berada dalam kriteria sedang. Pandangan dasar perkembangan bermoral dalam hal perilaku meliputi bagaimana mahasiswa seharusnya berperilaku yang baik dalam situasi bermoral. Didapat juga bahwa ada unsur spiritual yang dapat mempengaruhi kecurangan akademik dilihat dari segi perilaku mahasiswa yang berada diposisi kriteria sedang cenderung tinggi, dimana persentase yang ditunjukkan dari kriteria sedang cenderung seimbang dengan persentase kriteria tinggi. Dalam hal itu didapatkan bahwa ada beberapa mahasiswa yang memiliki perilaku yang sedang dan sebagian mahasiswa memiliki perilaku yang tinggi dalam menentukan kecenderungan perilaku kecurangan akademik Dalam penelitian ini kami melakukan penelitian secara acak dengan metode survey melalui google from dan disebarkan kepada mahasiswa melalui whatsapp yang dimana mahasiswa tersebut tidak menjurus kepada jurusan yang dipilihnya. Sekitar 40% mahasiswa berpendapat bahwa pendidikan kewarganegaraan ini mempengaruhi dalam sikap nasionalisme. Sebagian 55% mahasiswa juga berpendapat bahwa pendidikan kewarganegaraan sangat penting karena pendidikan kewarganegaraan mempelajari nilai-nilai pancasila secara terperinci. Selanjutnya 5% mahasiswa berpendapat bahwa mata kuliah pendidikan kewarganegaraan adalah mata kuliah yang sangat penting karena semakin meningkat tingkat pendidikan kewarganegaraan semakin sulit dan mata kuliah pendidikan kewarganegaraan cenderung membosankan. Simpulan dan Saran Melalui pendidikan kewarganegaraan yang telah ditempuh para mahasiswa kita dapat melihat melalui perilaku para mahasiswa, dimana sebagian besar mahasiswa menunjukkan rasa simpati yang tinggi dalam mendukung sesama warga negara dan membantu dalam lingkungan kampus maupun lingkup luas seperti halnya dilingkungan masyarakat dan menghadapi permasalahan yang ada, untuk hal itu kita sebagai penerus bangsa harus mempunyai karakter sifat yang telah tercerminkan sesuai aturan yang berlaku. Menurut sudut pandang kami. Mata Kuliah Kewarganegaraan telah banyak mengambil andil dalam setiap prosses pembentukan diri dan karakter setiap mahasisa. Mata Kuliah Kewarganegaraan telah menjadi mata kuliah dasar yang menuntun setiap mahasiswa menjadi pribadi yang bisa menghormati, memiliki rasa toleransi, simpati dan pri kemanusiaan. Saran untuk mahasiswa diharapkan dapat menjalankan dengan konsisten perilaku baik dan jujur sesuai dengan Pendidikan Kewarganegaraan baik dalam kehidupan sehari-hari atau kehidupan dibidang akademiknya maupun dalam lingkungan sekitar seperti bermasyarakat. Delaviasanny Tubulau Cunha. Lelyana Nur Indah Sari. / Membaca Kecenderungan Perilaku Mahasiswa Pada Mata Kuliah Kewarganegaraan Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Kunci dari kebiasaan berperilaku baik dapat diaplikasikan dengan melihat dari unsur kognitif. Unsur kognitif ialah dengan cara lebih membiasakan dari sejak dini untuk berperilaku yang baik dan menekankan keyakinan kemampuan agar dalam mendapatkan prestasi akademik tidak melalu jalan yang tidak baik seperti melakukan kecurangan. Untuk para dosen diharapkan agar terhindar dan lebih memperhatikan terhadap perilaku mahasiswa yang kurang baik dan melenceng dari ajaran materi pendidikan kewarganegaraan seperti mencontek atau melakukan hal kecurangan dan yang lainnya,dan disarankan lebih baik sesekali dosen memberlakukan ujian lisan untuk mata kuliah yang diampuhnya. Mengadakan ujian lisan sendiri dapat memiliki beberapa kelebihan yang dimana mahasiswa tidak mempunyai pilihan untuk melirik atau bertanya jawaban ujian pada orang lain sehingga dengan sendirinya mahasiswa akan mempersiapkan diri dengan belajar yang tekun dan akan mengkurangi bahkan tidak ada perilaku mahasiswa yang. melakukan kecurangan seperti mencotek dan lain sebagainya. Bagi fakultas diharapkan dapat membangun karakter yang selanjutnya akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, kondisi, didalam ruang lingkup kampus itu sendiri agar sesuai dengan kondisi kebangsaan dalam menghadapi tantangan dan mencerminkan karakteristik bangsa. Jika pada saat ujian berlangsung agar pengawas lebih selektif dalam proses mengawasi mahasiswa saat ujian sedang berlangsung,agar mahasiswa tidak melakukan hal kecurangan dan jika perlu diberlakukan sistem mencatat nama atau nomor induk mahasiswa yang terlibat perilaku kecurangan agar memberi efek jera pada mahasiswa. Daftar Rujukan Ihsan. Kecenderungan Global Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Di Sekolah. Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 2. , 49Ae58. https://doi. org/10. 24269/v2. Lusevia. Yudana. , & Landrawan. Penanaman Nilai-Nilai Karakter Melalui Mata Pelajaran PPKn dalam Membentuk Sikap Disiplin Siswa di SMP 2 Sawan. Ganesha Civic Education Journal, 6. , 47-53. https://doi. org/10. 23887/gancej. Maskota. Perkembangan Moral Individu Yang Di Lingkungan Lokalisasi. https://lib. id/28640/ Nurmalisa. Mentari. , & Rohman. Peranan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Civic Conscience. Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori Dan Praktik Pendidikan PKn, 7. , 34Ae46. https://doi. org/10. 36706/jbti. Putri. Siswanto. , & Nurhayati. Anticipating Radical Understanding In Children: Strategies Of Parents In Developing Pluralism Character. Ganesha Civic Education Journal, 5. , 76-82. https://doi. org/10. 23887/gancej. Risdayanti. Peran Guru Terhadap Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Membentuk Nilai Karakter Disiplin Dan Demokratis Siswa di SMP Negeri 6 Singaraja. Ganesha Civic Education Journal, 6. , https://doi. org/10. 23887/gancej. Sapti. Kemampuan Koneksi Matematis (Tinjauan Terhadap Pendekatan Pembelajaran Sav. Kemampuan Koneksi Matematis (Tinjauan Terhadap Pendekatan Pembelajaran Sav. , 53. , 1689Ae1699. Saputra. Peran Pendidikan kewarganegaraan dalam membangun karakter bangsa. Journal of Chemical Information and Modeling, 53. , 1689Ae1699. Widiatmaka. Kendala Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun karakter peserta didik di dalam proses pembelajaran. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 13. , 188Ae198. https://doi. org/10. 21831/civics. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304