Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desenber 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 ANALISIS BILIRUBIN DAN PROTEIN PADA URINE PENDERITA TB PARU PASCA PENGOBATAN 6 BULAN DI PUSKESMAS POASIA Sugireng 1. Ria Ningsih 2. Tasman3 D-IV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya Email: sugireng92@gmail. com,riahningsih43@gmail. ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TB, yang dinamakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) harus dikonsumsi selama 6-8 bulan. Akan tetapi. OAT memiliki efek samping terutama menggangu fungsi hati dan ginjal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui analisis bilirubin dan protein pada urine penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif untuk melihat bilirubin dan protein pada urine penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan. Populasi sampel pada penelitian ini yaitu penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan sebanyak 20 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin sehingga di peroleh 16 sampel. Metode yang digunakan dalam pemeriksaan bilirubin dan protein pada urine yaitu menggunakan strip carik celup. Hasil penelitian dari 16 sampel yaitu pada pemeriksaan Bilirubin Urine di dapatkan sampel normal 12 . %) dan sampel positif 4 . %). Pada pemeriksan Protein Urine di dapatkan sampel normal 11 . ,75%), sampel trace 3 . dan sampel positif 2 . ,50%). Penyebab terjadinya kenaikan Bilirubin Urine yaitu karena penderita mengkonsumsi OAT secara terus menerus tanpa disertai dengan pola hidup sehat. Dan penyebab terjadinya kenaikan Protein Urine disebabkan oleh lamanya pengobatan, yang mana salah satu efek samping dari terapi OAT yaitu rifampisin dan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemeriksaan urine pada penderita TB paru pasca 6 bulan didapatkan Bilirubin urine didapatkah hasil normal 12 . %) dan positif 4 . %). Dan pada pemeriksaan protein urine didapatkan hasil normal 11 . ,75%), trace 3 . ,75%) dan positif 2 . ,50%). Adapun saran kepada peneliti selanjutnya adalah dapat melakukan pemeriksaan bilirubin dan protein pada urine penderita TB paru pengobatan 1 bulan dan 2 bulan . engobatan fase awa. Kata Kunci : :TB Paru. Bilirubin Urine. Protein Urine, dan Pasca Pengobatan TB Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desenber 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Dinas Kesehatan Kota Kendari PENDAHULUAN Tuberkulosis (TB) adalah penyakit mencatat total pasien TB paru di Kota menular langsung yang disebabkan oleh Kendari pada tahun 2021 ditemukan kuman Mycobacterium tuberculosis, yang kasus TB sebanyak 806, kemudian masih menjadi masalah kesehatan dunia mengalami kenaikan di tahun 2022 terutama di negara yang sedang berkembang. 181 kasus dengan 25 di Angka kematian dan kesakitan akibat kuman antaranya meninggal dunia. Dari 25 Mycobacterium tuberculosis ini masih tinggi. kasus kematian TB di tahun 2022 tidak Saat ini hampir sepertiga penduduk dunia semua murni karena TB, ini biasanya terinfeksi kuman ini, dan kematian akibat ada komplikasi dengan penyakit yang tuberkulosis hampir dua juta jiwa tiap lain tetapi penyebab terbesarnya karena World Health Organization . keganasan dari bakteri TB dalam dirinya (Dinkes Kota Kendari, 2. tuberculosis di Indonesia sebesar 429 ribu Penderita TB di Puskesmas Poasia orang, dan Indonesia berada pada peringkat mengalami peningkatan tiap tahunnya. kelima dengan jumlah terbesar insiden kasus Data yang diperoleh dari Puskesmas TB di dunia (Aminah, 2. Poasia, tahun 2020 jumlah penderita TB Indonesia termasuk delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus TB di seluruh dengan kasus dengan kematian sebanyak 98. 000 atau setara dengan 11 kematian/jam (Kemenkes RI. Berdasarkan Sulawesi Tenggara, jumlah seluruh kasus 305 kasus, kemudian menurun 168 kasus pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 3. 716 (Dinkes Sultra. Paru ditemukan sebanyak 50 orang dan tahun 2021 sebanyak 82 orang. Pada melakukan pemeriksaan sebanyak 551 orang, dengan hasil positif sebanyak 87 Selanjutnya, pada penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan terdapat 90 orang di tahun 2022 dan penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan sebanyak 20 orang dalam 3 bulan terakhir. TB sebagai penyakit kronis dapat menyebabkan beberapa komplikasi yaitu Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desenber 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Akibat lamanya mengonsumsi obat abnormalitas fungsi hepar, hipokalsemia, dan akan berpengaruh terhadap organ tubuh menimbulkan kelainan hematologi, baik sel- lainnya misalnya organ ginjal, bahkan bisa berdampak pada penyakit gagal Kelainan-kelainan tersebut sangat ginjal, dimana organ tersebut berfungsi bervariasi dan kompleks. Kelainan-kelainan sebagai alat pembuangan atau ekskresi. hematologis ini dapat merupakan bukti yang Obat-obatan tubuh baik dalam bentuk yang tidak petunjuk adanya komplikasi atau merupakan diubah oleh proses ekskresi maupun obat-obat (OAT) (Suhartati dan Alwi, 2. isoniazid, etambutol, pirazinamid, rifampicin Saturiski, 2. dan streptomisin yang harus dikonsumsi Ginjal untuk mengeluarkan obat-obatan dan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang terdiri merupakan organ yang paling penting Pengobatan TB, yang dinamakan Akan tetapi. OAT (Djasang Rifampisin dan Streptomisin dapat menyebabkan gangguan pada fungsi menggangu fungsi hati yang dapat dinilai Nephrotoxic memiliki sifat toksik atau melalui pemeriksaan kadar serum SGOT, destruktif terhadap sel-sel pada ginjal. SGPT dan bilirubin. Evaluasi fungsi hati Salah kerusakan pada ginjal adalah ditemukan kontrol sebagai mencegah efek samping dari peningkatan kandungan protein dalam OAT di Indonesia adalah SGOT. SGPT dan bilirubin (Yunita dan Dewi, 2. Ketiga proteinuria (Tangkin, dkk. OAT Kelainan pada fungsi hati dan pirazinamid merupakan obat yang dapat fungsi ginjal maupun strukturnya dapat menyebabkan hepatotoksisitas. Pada keadaan hepatotoksik terdapat kerusakan sel hati yang pemeriksaan urine. Pemeriksaan urine obstruksi di hati (Makay, dkk. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desenber 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. mengetahui sedimen urine, kimia urine Perempuan p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Total sitopatologik khusus. Dari tabel 1 di atas didapatkan jumlah METODE PENELITIAN penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk melihat di Puskesmas Poasia di Puskesmas Poasia bilirubin dan protein pada urin penderita TB yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 9 paru pasca pengobatan 6 bulan dengan orang . %) dan pada perempuan sebanyak metode dipstick . trip carik celu. 7 orang . %). HASIL Telah Usia analisis hasil pemeriksaan bilirubin dan Berdasarkan protein pada urine penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan dengan metode dipstick . trip carik celu. di Puskesmas Poasia pada berdasarkan umur: tanggal 16 - 29 Mei 2023 di laboratorium Tabel Puskesmas Poasia. Penderita TB Paru Pasca Pengobatan 6 Karakteristik responden Jenis Kelamin Distribusi Frekuensi Usia Bulan Di Puskesmas Poasia Usia 21-30 Tahun 31-40 Tahun 41-60 Tahun >60 Tahun Total Berdasarkan penelitian responden berdasarkan jenis Tabel 1. Distribusi frekuensi jenis kelamin penderita TB Paru Pasca Pengobatan 6 bulan Di Puskesmas Poasia Jenis didapatkan penderita TB paru pasca Kelamin Laki-laki Berdasarkan tabel 2 di atas pengobatan 6 bulan di puskesmas poasia menurut kategori usia, . -30 tahu. sebanyak 6 orang . %), . 1 Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desenber 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. 40 tahu. sebanyak 4 orang . %), . -60 p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 positif dengan persentase 12,50 %, 3 orang tahu. sebanyak 3 orang . %) dan (>60 memiliki hasil protein urine trace dengan tahu. sebanyak 3 orang . %). persentase 18,75 % dan sebanyak 11 orang Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Pemeriksaan Bilirubin Pada Urine Penderita TB dengan kadar persentase 68,75 %. Paru Pasca Pengobatan 6 Bulan Di Puskesmas PEMBAHASAN Poasia Interpretasi Morbiditas dan mortalitas penyakit Hasil TB merupakan permasalahan yang serius. Positif Normal Total Pada terutama akibat munculnya efek samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Sebagian besar penderita merasa tidak tahan terhadap responden yang pasca pengobatan 6 bulan didapatkan sebanyak 4 orang dengan bilirubin urine positif dengan persentase 25 % dan sebanyak 12 orang dengan bilirubin efek samping OAT yang dialami selama Sebanyak 69,01 % penderita mengalami efek samping OAT (Sinha dkk, urine normal dengan persentase 75 %. Tabel Distribusi pemeriksaan Protein Pada Urine Penderita TB Paru Pasca Pengobatan 6 Bulan Di Menurut Kemenkes RI bahwa pasien dapat saja mengalami efek samping yang Efek Puskesmas Poasia tersebut antara lain. tidak ada nafsu makan. Interpretasi Hasil Postif 12,50 mual, muntah, sakit perut, pusing, sakit Trace 18,75 kepala, gatal-gatal, nyeri Sendi, kesemutan. Normal 68,75 Total pendengaran, warna kemerahan pada air Pada tabel 4 terlihat dari 16 responden yang pasca pengobatan 6 bulan didapatkan sebanyak 2 orang memiliki hasil protein urine seni . (Kemenkes RI, 2. Hasil penelitian berdasarkan jenis Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desenber 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 ini diakibatkan karena pada kelamin pada penderita Tuberkulosis Paru dapat dilihat dari tabel 1. Berdasarkan hasil penderita TB paru lebih banyak terjadi pada laki-laki . mencerminkan prevalensi. Menurut Arifa, . %). Hal ini sesuai dengan Responden yang berjenis kelamin laki-laki pernyataan Hiswani yang dikutip oleh WHO berisiko 1,783 kali lebih besar terkena . , bahwa penderita TB paru cenderung lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan dengan responden yang berjenis kelamin dengan perempuan. Pada jenis kelamin laki- laki, kemungkinan penyakit ini lebih tinggi mempunyai risiko mengalami penyakit karena perbedaan perilaku merokok dan ginjal kronik 2 kali lebih besar dari pada Hal ini dimungkinkan karena Secara laki-laki penurunan pada sistem pertahanan tubuh dan lebih mudah terpapar kuman TB paru di kesehatan dan menjaga pola hidup sehat bandingkan dengan perempuan. dibandingkan laki-laki, sehingga laki-laki Bilirubin positif pada lebih mudah terkena penyakit ginjal mengkonsumsi OAT dijumpai pada sebagian Perempuan lebih patuh dibandingkan laki- besar penderita yang berjenis kelamin laki- laki dalam menggunakan obat karena Menurut Ismah dan Novita . jenis perempuan lebih dapat menjaga diri kelamin dapat mempengaruhi peningkatan bilirubin urine. Menurut Kemenkes 2020, tentang pemakaian obat. jumlah kasus tuberkulosis pada laki-laki lebih tinggi 1,3 kali dibanding perempuan. Hal ini dapat dipicu karena laki- laki berperan lebih banyak melakukan aktivitas, serta pola hidup yang tidak sehat seperti merokok dan minum peningkatan bilirubin urine. Hasil yang tidak Hasil berdasarkan usia pada penderita TB paru pasca pengobatan 6 bulan dapat dilihat pada tabel 2. berdasarkan kelompok umur 21-30 tahun yaitu 6 sampel . ,5 %) penderita, kelompok umur 31-40 tahun Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desenber 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 yakni 4 sampel . %) penderita, sedangkan . untuk kelompok umur 41-60 tahun sebanyak 3 sampel . %) penderita dan kelompok umur ginjal akibat mengkonsumsi OAT secara >60 tahun yakni 3 sampel . %) penderita. terus menerus paling banyak berumur 40-45 Hal ini dapat dilihat untuk kelompok umur 21- tahun dengan tingkat kesembuhan gangguan 30 tahun lebih banyak penderita tuberkulosis ginjal antara 83 Ae 96%. Namun, pada pasien paru, ini terjadi karena pada umur produktif dengan umur lebih dari 65 tahun tingkat sangat berbahaya dan pada umur ini mudah kesembuhan pada gangguan ginjal akibat berinteraksi dengan orang lain, mobilitas yang mengkonsumsi OAT sangat rendah. Hal ini tinggi dan memungkinkan untuk menularkan dikarenakan pada umur yang sudah lanjut ke orang lain serta lingkungan sekitar tempat perbaikan pada sel-sel ginjal sulit untuk Selain itu di usia produktif mayoritas orang banyak menghabiskan waktu untuk Hasil beraktifitas sehingga membutuhkan tenaga pemeriksaan bilirubin urine pada penderita yang besar dan ditambah lagi dengan istirahat TB paru pasca pengobatan 6 bulan dapat yang kurang juga dapat menyebabkan daya dilihat pada tabel 3. Didapatkan hasil tahan tubuh menurun dan rentan terkena bilirubin normal sebanyak 12 orang . %) penyakit TB. dan bilirubin yang positif sebanyak 4 orang Bilirubin urine yang positif ditemukan . %). Penelitian ini sejalan dengan pada penderita yang masih berusia muda . - Novitasari, 40 tahu. Menurut (Kosasih dkk, 2. Berdasarkan masa pengobatan, sebagian selain faktor usia ada beberapa faktor lain besar pasien yang mengalami bilirubinuria yang dapat mempengaruhi bilirubin urine berdasarkan hasil pemeriksaan billirubin menjadi positif yaitu pasien yang terus urine metode carik celup secara kualitatif adalah pasien pengobatan pada tahap awal dibarengi dengan pola hidup yang sehat, . , yaitu sebanyak 5 dari 9 pasien serta adanya kemungkinan bilirubin urine . %) dengan jumlah kadar kecil . yaitu positif 1 ( . , sedangkan pada tahap OAT mengkonsumsi OAT. Pada penelitian yang dilakukan oleh Putri lanjutan, yaitu sebanyak 1 dari 11 pasien . %) yang dapat dilihat dari pengukuran Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desenber 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. kadar billirubin urine dengan metode carik p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Hepatotoksik adalah keadaan dimana sel celup secara semi kuantitatif. hati mengalami kerusakan karena zat-zat Peningkatan billirubin urin yang tidak terlalu signifikan pada penelitian ini tidak kimia yang bersifat toksik (Juliarta,dkk. terlalu berbeda dengan penelitian Sari, dkk Hasil . yang menemukan hanya 10 dari 59 pemeriksaan protein urine pada penderita pasien . ,7 %) yang mengalami hepatotoksik TB paru pasca pengobatan 6 bulan dapat akibat terapi OAT berdasarkan nilai SGOT, dilihat pada tabel 9. Didapatkan hasil dan hanya 7 dari 62 pasien . ,3 %) yang protein urine normal sebanyak 11 orang mengalami hepatotoksik akibat terapi OAT . ,75%), hasil protein urine trace sebanyak SGPT. Bilirubinuria 3 orang . ,75%) dan hasil positif 1 sebanyak 2 orang . Penelitian ini pengobatan pada tahap awal . yaitu sejalan dengan Tangkin, dkk . bahwa bulan I dan II, karena pengobatan pertama atau hasil protein urin pada pasien tuberkulosis tahap awal selama 2 bulan harus dievaluasi paru sebagian besar menunjukkan hasil Anti negatif . ,3%). Sedangkan hasil trace Tuberkulosis yang dikomsumsi yaitu 4 obat terdapat pada 3 orang . %) dan hasil sekaligus oleh penderita tuberkulosis dan positif atau proteinuria pada 11 orang . ,7%). Obat Hasil (Nursidika, dkk. Selain itu, 4 obat pada menandakan adanya suatu perburukan pada tahap awal . terdiri dari Isoniazid. Rifampisin. Pyrazinamide, dan Ethambutol protein urin dapat juga disebabkan karena adanya pengaruh dari penyakit penyerta rifampisin, dan pirazinamid merupakan obat seperti diabetes melitus, hipertensi, asam yang dapat menyebabkan hepatotoksisitas urat dan penyakit penyerta pada pasien TB yang dapat menyebabkan kerusakan hati. OAT Peningkatan Hepatotoksisitas yang diinduksi dalam gangguan pada ginjal. proteinuria atau hasil OAT mengakibatkan efek pada hati yang dipstik protein positif adalah penyakit ginjal mengalami kerusakan secara meluas dan . ,3%), permanen jika tidak dideteksi secara dini. diabetes melitus . ,0%) dan yang terakhir . ,0%). Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desenber 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. ,3%). Proteinuria p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 pengkonsumsi OAT, manifestasi klinis paling umum pada penyakit Proteinuria tidak hanya menunjukkan konsumsi obat obatan, infeksi saluran tanda kerusakan ginjal, tetapi juga memberikan kemih, darah tinggi pada ibu hamil, gambaran penyakit ginjal kerusakan ginjal (Venkat, 2. Selain itu, hasil protein urin positif Adanya protein di dalam urine ditemukan pada pasien dengan pengobatan fase merupakan salah satu efek samping dari lama pengobatan dapat berpengaruh Streptomisin. Rifampisin adalah salah satu Pada Rifampisin obat anti tuberkulosis yang paling sering nefrotoksisitas terjadi setelah >2 bulan terapi. Walaupun jarang . ,1 % dari meskipun reaksi awal juga dapat muncul dalam OAT. Sedangkan streptomisin, resiko nefrotoksik meningkat pada ginjal akut. Insiden lama pengobatan >10 hari. Semakin meningkat nephrotoxic bervariasi sekitar 1,8 % - 16 % dari semua kasus gagal ginjal akut. Efek peningkatan kandungan protein urin akibat samping nefrotoksik ini biasanya muncul penurunan fungsi ginjal (Tangkin, dkk. pada pasien yang mengonsumsi rifampisin Berdasarkan hal tersebut, hasil protein positif secara intermiten. Pasien yang pernah putus dapat dipengaruhi oleh lamanya pengobatan. obat kemudian melanjutkan pengobatan Pada analisis protein dalam penelitian ini kembali setelah interval waktu tertentu didapatkan pula hasil trace. Hasil trace ini lebih beresiko mengalami efek samping merupakan ditemukannya protein di urine dalam jumlah yang sangat sedikit dan jika perlu berkisar antara 5 bulan - 11 tahun dapat dilakukan pemeriksaan ulang. Dimana pada menyebabkan gagal ginjal dan manifestasi penelitian ini didapatkan 3 orang yang termasuk awal terjadi pada 10 Ae 20 hari setelah dalam trace. Protein trace berarti menandakan pengobatan ulang. Mekanisme reaksi ini adanya ketidak normalan di dalam urin yang dimana protein di temukan samar. Adapun beberapa hal yang dapat menyebabkan protein imun . nti-rifampicin Interval memproduksi respon Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desenber 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 . Pemeriksaan Leukosit Esterase (Kemenkes RI, 2. Cairan Asites untuk Deteksi Dini Peritonitis Bakterial Spontan pada Sirosis Hati. KESIMPULAN Berdasarkan Majalah Nusantara: dilakukan dapat di simpulkan bahwa. Kedokteran The Journal Medical School, 52. , 165-170. Pada pemeriksaan Bilirubin didapatkan Aminah. Perbedaan Kadar Sgot, hasil normal 12 orang . %) dan positif 4 Sgpt. Ureum. Dan Kreatinin Pada orang . %), sehinga dapat dapat ditarik Penderita Tb Paru Setelah Enam kesimpulan bahwa sebagian besar pasien Bulan Pengobatan. Jurnal Analis TB paru pasca pengobatan 6 bulan Kesehatan, 2. , 260-269. memiliki hasil bilirubin urin negatif. Pada pemeriksaan protein didapatkan Andri. Febriawati. Randi. Harsismanto. , & Setyawati. normal 11 orang . ,75 %), trace 3 orang . ,75 %) dan Positif 2 . ,50 %), sehinga Jurnal Kesmas Asclepius, 2. , sebagian besar pasien TB paru pasca pengobatan 6 bulan memiliki hasil protein Bili. Telly. , & Tanaem. urine negatif . DAFTAR PUSTAKA