1493 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 PENINGKATAN KEUNTUNGAN UMKM PETANI KOPI DI DESA NGLURAH. KECAMATAN TAWANGMANGU. KABUPATEN KARANGANYAR Oleh Supriyadi Wibowo1. Yulia Indah Puspitasari2. Siswanto3. Sutrima4. Santoso Budi Wiyono5. Vika Yugi Kurniawan6 1,2,3,4,5,6Universitas Sebelas Maret E-mail: 1supriyadi_w@staff. Article History: Received: 12-09-2025 Revised: 06-10-2025 Accepted: 15-10-2025 Keywords: Petani Kopi. UMKM. Pemasaran Digital. Pengolahan Kopi Abstract: Desa Nglurah (Kecamatan Tawangmangu. Kabupaten Karanganya. menyimpan potensi ekonomi yang signifikan pada komoditas kopi, ditopang oleh kondisi agroklimat serta meningkatnya minat pasar. Namun, pelaku UMKM kopi telah menghadapi serangkaian kendala terintegrasi: praktik pascapanen yang masih tradisional, kelemahan dalam manajemen usaha, keterbatasan pemasaran digital/e-commerce, serta hambatan legalitas. Program pengabdian ini telah dirancang untuk meningkatkan keuntungan UMKM kopi melalui paket intervensi komprehensif yang meliputi pelatihan terstruktur, digital/kolaboratif, dan fasilitasi perizinan. Rancangan tersebut diharapkan memperkukuh kapasitas pelaku, memperluas akses pasar, serta membangun ekosistem kopi Nglurah yang berdaya saing dan berkelanjutan PENDAHULUAN Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah terdiri dari 17 kecamatan dengan topografi beragam, dari titik terendah 80meter hingga tertinggi 2. 000 meter di atas permukaan laut. Desa ini dikenal sebagai sentra tanaman hias terbesar di Indonesia dan telah menjadi desa wisata sejak 2001, yang diresmikan sebagai Kampung Wisata Sewu Kembang pada 2022. Selain dikenal sebagai sentra tanaman hias, desa ini juga menjadi penghasil kopi, yang ditandai oleh luasnya perbukitan berisi tanaman kopi. Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan minat masyarakat terhadap kopi di Tawangmangu, khususnya di Desa Nglurah, telah menciptakan peluang ekonomi yang signifikan. Kondisi Desa Nglurah telah mendukung budidaya tanaman kopi. perawatannya relatif tidak rumit dan bernilai ekonomis tinggi. Namun demikian, perkembangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor ini masih berhadapan dengan berbagai kendala yang memerlukan pendekatan terpadu serta solusi inovatif. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 1. Kebun Kopi di Desa Nglurah Secara substansial, tantangan utama yang dihadapi meliputi: . minimnya pemahaman pengolahan biji kopi berkualitas. lemahnya manajemen usaha . encatatan, keuangan, dan penetapan harg. rendahnya pemanfaatan strategi pemasaran digital dan e-commerce. hambatan legalitas karena sebagian besar pelaku belum memiliki izin usaha. Dalam konteks ini, perizinan tidak sekadar formalitas, melainkan pintu untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah diorganisasikan ke dalam lima tahap, yaitu: . analisis situasi mitra, . tahap perumusan masalah, . tahap penentuan solusi, . metode penyelesaian, dan . Masing-masing tahapan dijelaskan sebagai Analisis Situasi Mitra Analisis situasi mitra merupakan langkah krusial dalam menyusun rencana pengabdian masyarakat yang efektif. Dalam konteks penguatan ekosistem petani kopi di Desa Nglurah. Kecamatan Tawangmangu. Kabupaten Karanganyar, telah digunakan pendekatan holistik untuk memetakan tantangan dan peluang yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari hulu . hingga hilir . ascapanen dan pemasara. Penelitian ini berfokus pada tiga mitra utama sebagai berikut. Kelompok Tani Taman Sari 3 (Produk: Kopi Nganca. Jumlah anggota 20 orang Luas lahan : 2 hektar Varietas Robusta dan Arabika Karimun Metode pascapanen : 70% honey process, 30% full wash Produk yang dijual : biji kopi mentah, biji kopi sangrai . oast bea. , dan bubuk kopi Kepemilikan mesin : 1 unit mesin huller, 1 unit mesin pulper Kondisi : belum memiliki mesin sangrai. Nomor Induk Berusaha (NIB), dan PIRT Kopi Wangsul ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Luas lahan : 800 mA Varietas Arabika dan Robusta Metode pascapanen : wash dan natural Produk yang dijual : ceri merah, green bean, roast bean, bubuk kopi, dan cascara Kondisi alat pengolahan masih menggunakan peralatan tradisional Kopi Omah Lawu Luas lahan : 8 hektar Varietas Arabika dan Robusta Metode olah : full wash Produk yang dijual : biji sangrai dan bubuk kopi Kepemilikan alat 1 mesin penggiling dan alat sangrai manual Kondisi belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan PIRT. Tahap Perumusan Masalah Berdasarkan analisis situasi mitra yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa para petani tanaman kopi di Desa Nglurah memerlukan pendekatan yang terpadu dan terfokus untuk menentukan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Permasalahan yang dapat ditemukan di antaranya yaitu mereka membutuhkan peningkatan keterampilan dalam proses pengolahan biji kopi, manajemen usaha, pengetahuan tentang pemasaran digital, serta perlunya dukungan untuk memahami proses pengajuan perizinan usaha. Gambar 2. Proses panen kopi di Desa Nglurah Secara lebih rinci, permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra di antaranya adalah sebagai berikut. Keterbatasan pemahaman pengolahan biji kopi. Sebagian besar petani kopi belum sepenuhnya memahami bahwa selain penanaman yang baik, kualitas kopi sangat ditentukan oleh pengolahan biji kopi pascapanen. Keterbatasan pemahaman manajemen usaha. Petani tanaman kopi lebih berfokus pada teknis pertanian tradisional. Keterbatasan pemasaran digital: Pelaku usaha kopi masih terbatas dalam memanfaatkan potensi pemasaran digital, sehingga akses pasar dan daya saing produk pada http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 tingkat nasional maupun internasional menjadi terbatas. Kendala perizinan usaha. Sebagian besar pelaku usaha kopi belum memahami secara memadai pentingnya kepemilikan izin usaha. Kendala perizinan menjadi penghalang pengembangan kerja sama yang lebih luas serta akses ke sektor pariwisata. Keterbatasan alat produksi. Pelaku usaha kopi masih mengandalkan mesin tradisional dalam mengolah kopi, bahkan ada yang tidak memiliki mesin sama sekali. Hal ini menjadi penghambat dalam pengembangan usaha kopi. Penentuan Solusi Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan yang dihadapi mitra, tim pengabdi telah merumuskan dan menawarkan beberapa solusi sebagai berikut. Pendekatan Pelatihan Terintegrasi Program pelatihan telah dirancang sebagai rangkaian kegiatan terintegrasi yang mencakup keterampilan pengolahan biji kopi, manajemen usaha, pemasaran digital, dan pemahaman perizinan usaha. Narasumber ahli di bidang terkait telah diundang untuk menyampaikan materi dan studi kasus yang relevan dengan budidaya kopi. Selanjutnya, petani kopi juga telah memperoleh pelatihan intensif tentang pemasaran digital, mencakup penggunaan media sosial, optimasi situs web, dan pengelolaan toko daring. Melalui kerja sama dengan profesional pemasaran digital, panduan praktis dan langkah-langkah implementasi telah disediakan agar pelaku usaha mampu menerapkan strategi tersebut secara efektif. Pendampingan Langsung Pendampingan langsung telah menjadi komponen kunci dalam rencana pengabdian masyarakat ini. Tim pendamping telah terdiri atas ahli pengolahan biji kopi, ahli manajemen bisnis, praktisi pemasaran digital, dan konsultan hukum bisnis. Mereka telah bekerja secara langsung dengan pelaku usaha, mengidentifikasi kebutuhan spesifik, serta memberikan bimbingan dan dukungan individual. Pendampingan telah mencakup sesi konsultasi mengenai pengolahan biji kopi dan implementasi konsep manajemen modern. Tim pendamping telah membantu penyusunan rencana pemasaran, pengelolaan keuangan, dan pengoptimalan operasional harian. Selain itu, pendampingan telah memfasilitasi proses perizinan usaha, mulai dari pemahaman dokumen yang diperlukan hingga interaksi dengan instansi terkait. Tim juga telah membantu pembangunan dan pengelolaan keberadaan daring, pemilihan platform e-commerce yang sesuai, serta memberikan arahan praktis untuk meningkatkan daya tarik produk secara daring. Inisiatif Pemasaran Daring Bersama Kolaborasi antarpelaku usaha kopi telah diinstitusikan melalui inisiatif pemasaran daring bersama. Dalam kerangka ini, para pelaku telah diajak membentuk kemitraan dan menggabungkan sumber daya dalam kampanye pemasaran daring. Upaya tersebut telah meliputi pembentukan platform bersama, kehadiran pada situs web yang didedikasikan, dan kolaborasi dalam kampanye promosi daring. Tim pendamping telah memberikan panduan penyusunan strategi bersama, pengelolaan kolaborasi, dan pengukuran hasil. Sosialisasi Proses Perizinan Sejalan dengan identifikasi kendala perizinan usaha, sesi sosialisasi mendalam mengenai proses perizinan telah diselenggarakan. Kegiatan ini telah mencakup penjelasan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 terperinci tentang jenis-jenis izin yang diperlukan, langkah-langkah untuk memperolehnya, dan manfaat dari setiap izin. Seorang konsultan hukum bisnis telah memimpin sesi untuk memberikan pemahaman yang jelas serta mengklarifikasi setiap pertanyaan atau ketidakpastian yang dimiliki para pelaku usaha. Dalam hal ini, panduan tertulis dan alur kerja yang mudah diakses juga telah disediakan sebagai referensi setelah pelatihan. Monitoring dan Evaluasi Sistem pemantauan dan evaluasi yang cermat telah dibangun untuk melacak kemajuan para pelaku usaha. Kriteria evaluasi telah disusun, mencakup perkembangan manajemen usaha, peningkatan pemasaran digital, dan pencapaian perizinan usaha. Tim pendamping telah melakukan evaluasi berkala, yang memungkinkan penyesuaian dan perubahan rencana bila diperlukan. Selain itu, sesi umpan balik rutin dengan para pelaku usaha telah membantu memahami dampak langsung program terhadap perkembangan bisnis mereka. Melalui implementasi poin-poin tersebut, rencana pengabdian masyarakat ini diharapkan memberikan dukungan yang nyata dan berkelanjutan bagi pengembangan UMKM tanaman kopi di Desa Nglurah. Metode Penyelesaian Pengabdian masyarakat yang efektif memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang cermat untuk memastikan dampak positif dan berkelanjutan. Dalam konteks rencana pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan omzet UMKM tanaman kopi di Desa Nglurah, telah dirancang serangkaian metode yang terstruktur dan berkesinambungan. Pendekatan Partisipatif Pertama-tama, pendekatan partisipatif yang melibatkan seluruh komunitas petani, pelaku usaha, pemangku kepentingan lokal, dan ahli terkait telah diterapkan. Langkah awal ini berupa pertemuan kolaboratif untuk mendiskusikan kebutuhan, tujuan, dan harapan Dalam forum tersebut, setiap pihak telah memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pandangan, memberikan masukan, dan berkontribusi pada perencanaan rencana pengabdian masyarakat. Identifikasi Masalah dan Kebutuhan Melalui diskusi dan kerja sama dengan komunitas petani serta pelaku usaha, identifikasi masalah dan kebutuhan yang spesifik telah dilakukan. Kegiatan ini mencakup analisis mendalam atas tantangan yang dihadapi pelaku usaha tanaman kopi. Survei, wawancara, dan sesi diskusi kelompok telah digunakan untuk memperoleh gambaran yang holistik dan terperinci dari para pelaku usaha. Desain Program Pelatihan Terstruktur Berdasarkan hasil identifikasi masalah, program pelatihan terstruktur yang mencakup berbagai aspekAipengolahan biji kopi, manajemen usaha, pemasaran digital, dan pemahaman perizinan usahaAitelah dirancang. Setiap sesi pelatihan disusun secara terintegrasi agar pelaku usaha memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengoptimalkan bisnis. Workshop dan Pelatihan Langsung Pelaksanaan rencana pengabdian masyarakat telah mencakup serangkaian workshop dan pelatihan langsung. Workshop pengolahan biji kopi dan manajemen usaha telah melibatkan ahli kopi, manajemen bisnis, dan pertanian guna memberikan pemahaman mengenai konsep pengolahan biji kopi, manajemen modern, teknik pemasaran yang efektif, http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 serta praktik keuangan yang baik. Sesi pemasaran digital telah melibatkan praktisi pemasaran daring untuk memberikan panduan penggunaan media sosial, optimasi situs web, dan pengelolaan toko daring. Pendampingan Praktis Sebagai metode lanjutan, pendampingan praktis telah diberikan kepada pelaku usaha. Tim pendamping, yang terdiri dari ahli kopi, ahli manajemen bisnis, pemasaran digital, dan konsultan hukum bisnis, telah memberikan bimbingan serta dukungan langsung. Mereka telah bekerja secara intensif dengan pelaku usaha, membantu penerapan konsep dan strategi yang telah dipelajari dalam konteks bisnis masing-masing. Gambar 3. Proses pengeringan biji kopi Gambar 4. Proses pemilihan biji kopi Gambar 5. Proses penggilingan biji kopi Sosialisasi Proses Perizinan Dalam rangka mengatasi kendala perizinan usaha, sesi sosialisasi yang mendalam telah diselenggarakan. Kegiatan ini telah melibatkan konsultan hukum bisnis yang memberikan penjelasan rinci mengenai proses perizinan, dokumen yang diperlukan, dan manfaat dari setiap izin. Sesi tersebut telah memberikan pemahaman yang jelas serta mengatasi ketidakpastian yang mungkin dimiliki para pelaku usaha. Monitoring dan Evaluasi Tim pengabdian masyarakat telah menerapkan sistem pemantauan dan evaluasi Evaluasi telah mencakup pemantauan kemajuan pelaku usaha dalam menerapkan konsep dan strategi yang dipelajari. Selaras dengan umpan balik dan hasil evaluasi, rencana telah disesuaikan guna memastikan program memberikan dampak yang positif dan Dokumentasi Seluruh rangkaian kegiatan telah didokumentasikan dengan baik, termasuk proses pelatihan dan capaian peserta. Dokumentasi ini telah dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi sekaligus referensi untuk kegiatan pengabdian masyarakat di masa mendatang. Selain itu. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 hasil program telah dipublikasikan melalui media lokal dan akademik untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman. HASIL Pelaksanaan program pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan hasil yang sangat positif, baik dari segi partisipasi masyarakat maupun dari dampak yang dihasilkan. Beberapa hasil dari kegiatan ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Terbitnya NIB dan SPP-IRT 2 Kelompok Tani Dari hasil pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini, dua kelompok tani yang menjadi mitra, yaitu kelompok tani Kopi Ngancar dan Kopi Omah Lawu telah memperoleh Nomor Izin Berusaha (NIB) dan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Gambar 6. PIRT Kopi Ngancar dan Kopi Omah Lawu http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 7. NIB Kopi Ngancar dan Kopi Omah Lawu Kegiatan Pelatihan Pengolahan Kopi Kegiatan pelatihan pengolahan kopi ini dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2025 di lapangan Desa Nglurah. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu yang ada di Desa Nglurah yang berjumlah 30 orang. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah kopi menjadi minuman yang bervariasi dan meningkatkan nilai jual olahan kopi itu sendiri. Kegiatan ini dilakukan dengan melatih peserta untuk mengolah dan meracik kopi menjadi minuman yang lebih bervariasi sehingga nilai jualnya pun menjadi naik sehingga dapat menaikkan perekonomian warga Desa Nglurah. Gambar 8. Pelatihan Pengolahan Kopi Workshop Mengenal Biji kopi Workshop dilakukan untuk memberikan pemahaman mendalam terkait pengolahan biji kopi, mulai dari pra panen hingga pasca panen kepada 30 orang petani kopi yang ada di Desa Nglurah. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 18 Juli 2025 dengan mendatangkan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 narasumber untuk memberikan materi terkait pemilihan biji kopi, perawatan hingga penyimpanan hasil panen. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas produksi petani kopi yang ada di Desa Nglurah. Gambar 9. Workshop Mengenal Biji kopi Penyerahan Alat Roasting dan Sosialisasi Olahan Limbah Kulit Kopi Pada tanggal 11 Agustus 2025 dilakukan penyerahan alat roasting biji kopi serta sosialisasi terkait manfaat olahan limbah kulit kopi. Penyerahan alat roasting ini ditujukan untuk tiga kelompok tani yang menjadi mitra, yaitu kelompok tani Kopi Ngancar. Kopi Omah Lawu, dan Kopi Wangsul. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan kualitas olahan biji kopi serta upaya pengoptimalisasian limbah kulit kopi yang selama ini hanya sekadar menjadi limbah. Gambar 10. Penyerahan Alat Roasting http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 11. Sosialisasi Olahan Limbah Kulit Kopi Pendampingan Peningkatan Kualitas Kemasan Produk Pendampingan juga dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas kemasan produk dari olahan biji kopi. Pendampingan ini diberikan untuk ketiga kelompok tani kopi yang menjadi mitra. Yang menjadi fokus utama adalah bagaimana produk kopi yang dihasilkan dapat dikemas dengan baik dan menarik sehingga dapat bersaing di pasar. Selain sebagai upaya meningkatkan nilai jual, kemasan kopi ini juga menjadi salah satu syarat dalam mengajukan SPP-IRT. Gambar 12. Kemasan Produk Kopi Wangsul dan Omah Kopi Lawu Pembuatan Akun E-Commerce Sebagai bentuk upaya optimalisasi pemasaran produk olahan kopi, ketiga kelompok tani mitra juga diarahkan untuk membuat akun penjualan produk di e-commerce, salah satunya yaitu di platform Shopee. Dengan adanya akun penjualan di e-commerce ini diharapkan dapat memperluas jangkauan penjualan produk olahan kopi. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 13. Akun Shopee Milik Kopi Wangsul KESIMPULAN Pelatihan pengolahan biji kopi dan pemasarannya yang dilaksanakan pada di Dusun Nglurah. Tawangmangu telah berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan keuntungan UMKM petani kopi. Lebih lanjut, para petani kopi juga telah memperoleh SPPIRT dan NB sebagai bentuk keseriusan petani kopi dalam meningkatkan nilai jual hasil olahan kopi, serta merambah pasar digital melalui penjualan di e-commerce. Petani kopi juga telah memperoleh sosialisasi tentang bagaimana mengolah limbah kopi yang juga dapat meningkatkan penghasilan dari limbah kopi yang selama ini hanya menjadi sampah. Dengan demikian, peningkatan keuntungan UMKM dari olahan biji kopi ini telah berhasil Dampak dari pelatihan ini cukup signifikan, terlihat dari diperolehnya SPP-IRT dan NB sebagai bentuk lolosnya produk sesuai standar pemasaran yang ada. Para petani kopi juga mampu meningkatkan nilai jual dengan mendesain kemasan sedemikian rupa sehingga tampak jauh menarik untuk selanjutnya dipasarkan melalui e-commerce. Para petani kopi juga sangat antusias dalam mengolah limbah kopi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, baik untuk ternak mereka sendiri maupun untuk selanjutnya dijual. Keberhasilan ini tidak terlepas dari metode pelaksanaan yang partisipatif dan komprehensif, dengan dukungan penuh dari semua pihak yang terlibat. Hal ini tentu dapat dicapai secara berkelanjutan dengan adanya komitmen para petani kopi untuk terus melanjutkan hasil pelatihan ini serta meningkatkan kualitas seiring dengan perkembangan yang ada. ACKNOWLEDGEMENT Kami ucapkan terimakasih kepada Universitas Sebelas Maret (UNS) yang telah mendanai kegiatan ini melalui skema Penelitian PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT HIBAH GRUP RISET (PKM HGR-UNS) dengan Nomor Perjanjian Penugasan Penelitian : 370/UN27. 22/PT. 03/2025 Tahun Anggaran 2025. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 DAFTAR REFERENSI Afiatan. Arbina Satria. Eka Adi Supriyanto. Farchan Mushaf Al Ramadhani. Dwiki Firmansyah. AuAnalisis Kesesuaian Lahan Tanaman Kopi Arabika Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan. Ay Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN). Vol. No. 3 (Agustus 2. : 1759Ae1770. Andriyani. Idah. Mohammad Makhrus Ubaidillah. Elida Novita. AuPenilaian Indikasi Geografis Pegunungan Hyang Argopuro dan Kesesuaian Lahannya untuk Budidaya Kopi. Ay agriTECH. Vol. : 131Ae146. Arlius. Feri. Moh. Agita Tjandra. Delvi Yanti. AuAnalisis Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Komoditas Kopi Arabika di Kabupaten Solok. Ay Jurnal Teknologi Pertanian Andalas. Vol. No. 1 (Maret 2. : 70Ae78 . Hapsari. Djuwendah. , dan Yusup. AuPemberdayaan Kelompok Tani Hutan Melalui Pengembangan Agribisnis Kopi. Ay Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. Vol. No. (Nopember 2. : 51Ae56. Hidayah. Ikhsan. AuPembangunan Desa Wisata Ketep Magelang: Studi Proses dan Hasil Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal. Ay Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan. Vol. 2, no. : 287Ae306. Karyani. Djuwendah. Syamsiah N. , dan H. Hapsari. AuPenguatan Kelembagaan Koperasi Produsen Kopi Java Preanger dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Bisnis dan Pendapatan Petani Kopi. Ay Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. Vol. No. (Desember 2. : 228Ae233. Komariah. Neneng. Pawit Yusup. Encang Saepudin. Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal. Ay Jurnal Pariwisata Pesona. Volume 03 No. 2 (Desember 2. 158Ae174. Maulana. Indra. Muchammad Chusnan Aprianto. AuStrategi Pengembangan Ekowisata Berbasis Ekonomi Kearifan Lokal: Sebuah Kasus Di Kampung Tajur. Purwakarta. Ay Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 1 (September 2. : 50Ae58. Ramdhani. Hafid. Soni Akhmad Nulhaqim, dan Muhammad Fedryansah. AuPeningkatan Kesejahteraan Petani dengan Penguatan Kelompok Tani. Ay Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Vol. 2 No. 3 (November 2. : 301Ae444. Rijal. Syamsu. Budirman Bachtiar. Chairil A. Try Ardiansah. AuPengembangan Agroforestry Kopi Di Kabupaten Jeneponto. Ay Jurnal Hutan dan Masyarakat. Vol. (Desember 2. : 151Ae162. Rohmah. Miftah. Yoesdiarti. AuAnalisis Kelayakan Usaha Pengolahan Kopi Robusta (Coffea Canephor. Pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Cibulao Hijau. Ay Jurnal Agribisains. Vol. 6 No. 1 (April 2. : 29Ae34. Wicaksono. Galih. Tree Setiawan Pamungkas. AuPelatihan Manajemen Usaha dan Pengelolaan Keuangan pada Kelompok Tani Kopi Desa Solor Kabupaten Bondowoso. Ay ABDIMAS Mahakam Journal. Vol. 4 No. 1 (Januari 2. : 78Ae83. Widagdo. Yohanes Martono. AuTata Kelola Budidaya Kopi Sebagai Upaya Peningkatan Produk Kearifan Lokal di Kampung Wisata Sewu Kembang Nglurah. Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Ay EDUABDIMAS: Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 3 (Juli 2. : 172Ae178. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI