Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi https://journal. id/index. php/psikosains EKSPLORASI KECERDASAN EMOSI DAN ADAPTABILITAS KARIER MAHASISWA Damian Mahesa Nurwandono 1*. Miftakhul Jannah 2. Lusia Estu Ariningtyas 3 Fakultas Psikologi. Universitas Negeri Surabaya Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan. Universitas Negeri Surabaya Article Info Article History Submitted: 2th July Final Revised: 27th August 2025 Accepted: August 2025 Abstract Background: The development of industry and technology will continue to advance rapidly, students as the next generation are required to have selfpreparation in facing career challenges including the world of work in this case career adaptability is very necessary for students. Career transition in students occurs from the world of students . to the world of work . , students who have mature emotional intelligence can display career adaptability as future planning. Emotional intelligence is the ability to manage and recognize the feelings of others, so emotional intelligence is needed to face future career Objective: This research was conducted with the aim of seeing the relationship between emotional intelligence and career adaptability in students. Method: Quantitative is the method used in this study which was carried out by distributing questionnaires, the sample was taken using purposive sampling techniques with certain criteria, 118 respondents were obtained at Faculty X. University Y who were doing an internship using a correlation test. Result: The r result of 0. 708 means that there is a relationship between emotional intelligence and students career adaptability. Conclusion: High emotional intelligence in students increases career adaptability. Keywords: Emotional Intelligence. Career Adaptability. Students This is an open access article under the CC-BY-SA license Copyright A 2025 by Author. Published by Universitas Muhammadiyah Gresik Abstrak Latar Belakang: Perkembangan industri dan teknologi akan terus melaju pesat, mahasiswa sebagai generasi penerus dituntut untuk memiliki kesiapan diri dalam menghadapi tantangan karier termasuk ketidakpastian dunia kerja dalam hal ini adaptabilitas karier sangat diperlukan bagi mahasiswa. Transisi karier pada mahasiswa terjadi dari dunia pelajar . menuju dunia kerja (Pekerjaa. , mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosi yang matang dapat menampilkan adaptabilitas karier sebagai perencanaan masa depan. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan untuk mengelola dan mengenali perasaan orang lain, sehingga kecerdasan emosi diperlukan untuk menghadapi tantangan karier Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan dapat melihat adanya hubungan antara kecerdasan emosi dengan adaptabilitas karier pada Metode: Kuantitatif adalah metode pada penelitian ini yang dilakukan penyebaran kuesioner, sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu, didapatkan responden sebanyak 118 pada Fakultas X Universitas Y yang sedang magang dengan menggunakan uji korelasi. Hasil: Hasil r sebesar 0,708 artinya didapatkan hubungan antara kecerdasan emosi dengan adaptabilitas karier mahasiswa. Kesimpulan: Tingginya kecerdasan emosi pada mahasiswa membuat adaptabilitas kariersemakin meningkat. Kata kunci: Kecerdasan Emosi. Adaptabilitas Karier. Mahasiswa Psikosains. Vol. No. Agustus 2025, hal 237-245 p-ISSN 1907-5235 e-ISSN 2615-1529 *email : damianmahesaa@gmail. Fakultas Psikologi. Universitas Negeri Surabaya Jl. Lidah Wetan. Surabaya PENDAHULUAN Kemajuan pesat dalam bidang industri dan teknologi menuntut mahasiswa untuk selalu siap menghadapi kompleksitas dunia kerja yang penuh tantangan. Persaingan yang semakin ketat di pasar tenaga kerja diiringi dengan kebutuhan pekerja yang bekualitas. Masih banyak lulusan perguruan tinggi yang belum terserap dalam dunia kerja maupun belum mampu menciptakan peluang usaha sendiri, yang menunjukkan adanya hambatan dalam transisi dari pendidikan ke dunia kerja (Azhar dan Aprilia, 2. Dalam konteks ini, mahasiswa sebagai calon tenaga kerja dan pemimpin masa depan dituntut memiliki kesiapan menghadapi dinamika karier, seperti ketidakpastian pekerjaan, perkembangan teknologi yang cepat, serta meningkatnya standar kompetensi. Menurut Syamsu dan Satrianta . pentingnya pembekalan keterampilan yang sesuai dengan bidang keilmuan dan kompetensi mahasiswa. Untuk mempersiakan lulusan yang dapat bersaing perlu adanya peran dan strategi dalam menghadapinya. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencerminkan persentase angkatan kerja dari total penduduk usia yang bekerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pada agustus 2024, terjadi peningkatan TPAK sebesar 1,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini dikenal sebagai bonus demografi, yaitu situasi ketika mayoritas penduduk berada dalam usia produktif, yang berpotensi mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi (Purwati dan Prasetyanto, 2. Namun, bonus demografi hanya akan memberikan manfaat maksimal apabila dibarengi dengan kualitas penduduk yang memadai. Tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana meningkatkan kapasitas dan kompetensi individu agar mampu bersaing di tengah perkembangan industri. Menurut Qomariyah dkk . pendidikan memegang peran kunci dalam menghadapi tantangan bonus demografi. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai bagian dari kelompok usia produktif perlu dibekali dengan keterampilan praktis yang relevan sehingga memiliki daya saing tinggi dalam dunia kerja yang semakin kompetitif. Untuk mempersiapkan mahasiswa agar mempunyai kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, pelaksanaan program magang menjadi salah satu langkah strategis. Hal ini diperkuat melalui Permendikbudristek No. 63 Tahun 2024 yang mengatur tentang penyelenggaraan magang mahasiswa sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengalaman di lingkungan profesional dalam jangka waktu tertentu. Program MBKM salah satu kebijakan pemerintah yang dirancang untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat mereka. Program magang ini bertujuan mencetak lulusan yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan industri, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat (Rahman dkk. , 2. Menurut Lisdiantini dkk . mahasiswa yang mengikuti program magang dapat melakukan praktik secara langsung dari materi yang telah diperoleh di perguruan tinggi sekaligus memahami dinamika dunia industri secara Mahasiswa yang mengikuti program magang memiliki pengalaman yang dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan di bidang tertentu sehingga memiliki gambaran saat memasuki dunia profesional setelah lulus (Tanjung dkk. , 2. Menurut Nugraheni dkk . masa transisi dari perguruan tinggi ke dunia kerja merupakan fase penting yang dapat mendorong mahasiswa untuk menggali potensi diri serta belajar mengelola emosi secara mandiri. Gohae . menegaskan bahwa pengalaman kerja selama magang dapat mempercepat proses adaptasi di dunia Eksplorasi Kecerdasan Emosi Dan Adaptabilitas Karier Mahasiswa Damian Mahesa Nurwandono. Miftakhul Jannah. Lusia Estu Ariningtyas Menurut Chairunissa dan Rahmayanti . magang merupakan alternatif strategis bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan sebelum terjun ke dunia profesional. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri untuk menghadapi dan mempersiapkan karier sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan adaptabilitas karier. Kemampuan beradaptasi pada individu dengan perubahan dan dinamika yang terjadi di lingkungan kerja merujuk pada adaptabilitas karier (Arta dkk. , 2. Savickas dan Porfeli . menyebut adaptabilitas karier merupakan kekuatan psikologis seseorang dalam menanggapi tuntutan serta perubahan yang muncul dalam konteks pekerjaan. Bagi mahasiswa yang sedang menjalani masa magang, kemampuan sesuai bidang keahliannya sebagai bentuk kesiapan sehingga ini menjadi sangat penting untuk terjun langsung pada dunia kerja. Nugraheni dkk . menjelaskan bahwa adaptabilitas karier mencerminkan kesiapan individu dalam menghadapi berbagai tugas dan peran kerja, serta dapat menyesuaikan diri pada kondisi kerja yang tidak pasti. Mahasiswa yang sedang di pada masa transisi sebelum ke dunia kerja perlu mengembangkan adaptabilitas karier agar lebih percaya diri dalam menghadapi ketidakpastian karier. Penelitian oleh Agustini . mengungkapkan adaptabilitas karier memiliki salah satu faktor yang dapat mempengaruhi yaitu kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi menjadi aspek penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan masa transisi menuju dunia kerja. Kemampuan seseorang dalam memahami dan mengenali perasaan diri sendiri serta orang lain, sekaligus mampu mengelola emosi dalam berbagai situasi, baik secara personal maupun sosial disebut dengan kecerdasan emosi (Paradita dan Sawitri, 2. Individu yang mampu mengelola emosinya dengan baik menunjukkan tingkat kecerdasan emosi yang tinggi (Nugraheni dkk. , 2. Menurut Maulidina dan Wibowo . Kemampuan untuk mengenali perubahan emosi serta mengelola perasaan dalam diri secara adaptif disebut kecerdasan emosi. Kemampuan ini sangat penting bagi mahasiswa, terutama dalam memahami kondisi emosional diri sendiri. Kecerdasan emosi juga berperan dalam mendukung kesiapan adaptabilitas karier individu (Paradita dan Sawitri. Kecerdasan emosi yang matang mempunyai kemampuan untuk mengatur diri secara emosional, sehingga lebih mampu menunjukkan fleksibilitas dan kesiapan dalam merencanakan masa depan karier (Paradita dan Sawitri, 2. Kemampuan untuk memotivasi diri, mengendalikan dorongan emosional, bertahan dalam situasi sulit, serta mengelola suasana hati merupakan cakupan kecerdasan emosi (Deliati dkk. , 2. Dalam menghadapi dunia kerja yang dinamis dan penuh tantangan, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan emosional yang memadai untuk menyesuaikan diri dengan perubahan, mengelola tekanan, dan membangun hubungan interpersonal. Menurut Azhar dan Aprilia . menyatakan bahwa individu dengan tingkat rendah pada kecerdasan emosi cenderung mengalami kesulitan dalam memutuskan arah karier. Program magang diperlukan untuk memberikan gambaran pada mahasiswa pada masa transisi ke dunia kerja dari dunia pendidikan. Dengan adanya penelitian ini untuk melihat hubungan kecerdasan emosi dengan adaptabilitas karier pada mahasiswa. Diharapkan penelitian ini memiliki manfaat untuk perencanaan bagi mahasiswa untuk memiliki kemampuan kecerdasan emosi maupun kemampuan adaptabilitas karier. Psikosains. Vol. No. Agustus 2025, hal 237-245 p-ISSN 1907-5235 e-ISSN 2615-1529 METODE PENELITIAN Pendekatan kuantitatif dilakukan pada penelitian ini. Menurut Jannah . tujuan dari penelitian korelasi untuk mengungkapkan dan mengetahui hubungan dari variabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan intrumen dan analisis data yang memiliki sifat statistik dengan melakukan uji pada hipotesis yang sudah ditetapkan, penelitian ini memiliki variabel bebas (X) yaitu kecerdasan emosi, serta variabel terikat (Y) yaitu adaptabilitas karier. Sampel atau Populasi Keseluruhan unit yang terdiri dari karakteristik penelitian disebut populasi (Abdullah 2. Penelitian ini memiliki populasi mahasiswa aktif di Fakultas X pada Universitas Y dengan memiliki jumlah sampel 118 mahasiswa. Purposive sampling merupakan teknik dalam mengambil data pada penelitian ini. Purposive sampling dapat diartikan sebagai pengambilan data dengan kriteria tertentu (Jannah 2. Pada penelitian ini mengunakan sampel Mahasiswa aktif di Fakultas x pada Universitas y angkatan 2021 dan 2022 sedang magang di suatu instansi dengan rentang usia 20-24 Tahun Teknik Pengumpulan Data Metode penyebaran angket sebagai pengumpulan data pada penelitian ini. Metode penyebaran angket dengan menggunakan instrument penelitian skala linkert yang terdapat lima alternatif Alternatif jawaban pada penelitian ini diantaranya yaitu Sangat Tidak Sesuai (STS). Tidak Sesuai (TS). Cukup (C). Sesuai (S). Sangat Sesuai (SS). Instrumen penelitian pada skala kecerdasan emosi yaitu Assesing Emotional Scale (AES) ini mengadopsi alat ukur dari Idriyani . dengan jumlah 33 aitem. Instrument penelitian pada variabel adaptabilitas karier yaitu Career Adapt Abilities Scale Short Form (CAAS-SF) dengan versi Indonesia yang mengadopsi dari Panjaitan dan Sahrah . dengan jumlah 12 aitem. Uji reabilitas menggunakan CronbachAos Alpha apabila nilai lebih dari 0,7 maka instrumen reliabel dan cukup andal untuk mengukur variabel, sementara membandingkan nilai r hitung dengan r tabel merupakan uji validitas. Teknik Analisis Data Uji korelasi digunakan untuk pengolahan data. Pada uji normalitas, data memiliki distribusi normal jika mencapai signifikansi >0,05 (Nurhaswinda dkk. , 2. Apabila uji normalitas didapatkan data berdistribusi secara normal dapat dilanjutkan dengan menggunakan uji parametrik, jika didapatkan data memiliki distribusi tidak normal maka dilakukan uji non parameterik. Pada uji linearitas digunakan dengan melihat signifikansi pada suatu penelitian bersifat linear maupun tidak Asumsi penelitian ini mencakup uji normalitas, uni linearitas dan uji korelasi dengan menggunakan aplikasi SPSS. HASIL Penelitian ini memiliki subjek mahasiswa aktif Fakultas X Universitas Y dengan memiliki jumlah responden sebanyak 118 dan telah menyetujui sebagai responden penelitian, dengan rentang usia 20-21 tahun sebanyak 76 responden, rentang 22-23 sebanyak 41 responden, dan 24 tahun sebanyak 1 responden. Eksplorasi Kecerdasan Emosi Dan Adaptabilitas Karier Mahasiswa Damian Mahesa Nurwandono. Miftakhul Jannah. Lusia Estu Ariningtyas Tabel 1 . Karakteristik Responden Karakteristik Jumlah . Persentase Kelompok Umur 20-21 Tahun 22-23 Tahun 24 Tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Bidang Perusahaan Pendidikan 46 Orang Jasa 26 Orang Perindustrian 24 Orang Lainnya 22 Orang Berdasarkan karakteristik responden pada tabel 1, pada karakteristik jenis kelamin pada responden laki-laki sejumlah 31 orang memiliki persentase 26% dan responden perempuan sejumlah 87 orang dengan persentase 74%. Responden perempuan memiliki jumlah lebih banyak. Berdasarkan bidang perusahaan responden yang sedang magang diapatkan bahwa pendidikan memiliki responden terbanyak 46 orang diikuti dengan jasa 26 orang. Perindustrian 24 orang dan responden yang menjawab lainnya sebanyak 22 orang. Tabel 2. Uji Validitas dan Reabilitas Variabel Kecerdasan Emosi dan Adaptabilitas Karier CronbachAos Jumlah Variabel r tabel r hitung Keterangan Alpha Item Kecerdasan Emosi Valid Adaptabilitas Karier Valid Pada tabel no 2 dilihat dari CronbachAos alpha pada variabel kecerdasan emosi dan adaptabilitas karier p > 0,7 dengan nilai p= 0,891 dan p= 0. 898 maka kedua variabel dikatakan reliabel. Uji validitas kecerdasan emosi dengan jumlah item 33 item memenuhi standar uji validitas dengan nilai signifikansi 5% yang memiliki r tabel senilai 0. Pada variabel adaptabilitas karier dengan memiliki 12 item sesuai standar uji validitas dengan melihat perbandingan r hitung denga r tabel. Dari uji yang dilakukan ditemukan variabel kecerdasan emosi dan adaptabilitas karier seluruh aitem dikatakan valid sebab r hitung lebih besar dari r tabel . Tabel 3. Uji Normalitas Variabel Nilai Sig. Kecerdasan Emosi Adaptabilitas Karier Uji normalitas digunakan untuk melihat data memiliki distribusi normal atau tidak. Pada uji normalitas ini menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Kriteria data dapat dikatakan pada hasil uji normalitas jika sudah mencapai signifikansi > 0. 05 data berdistribusi normal dan sebaliknya Psikosains. Vol. No. Agustus 2025, hal 237-245 p-ISSN 1907-5235 e-ISSN 2615-1529 (Nurhaswinda dkk. , 2. Hasil uji yang dilakukan variabel kecerdasan emosi memiliki nilai 200 lebih besar dari 0. 05 maka dikatakan data memiliki distribusi normal. Pada variabel adaptabilitas karier tidak memiliki distribusi normal dengan nilai signifikasi 0. 000 lebih kecil dari 05 maka data tidak memiliki distribusi tidak normal. Tabel 4. Uji Linearitas Variabel Deviation From Linearity Kecerdasan Emosi dengan Adaptabilitas Karier Uji linearitas pada tabel 4 yang dimana signifikasni antara kecerdasan emosi dengan adaptabilitas karier memiliki nilai sebesar 0. 138, dapat diartikan nilai signifikansi > 0,05 maka antara variabel kecerdasan emosi dengan adaptabilitas karier terdapat hubungan linear. Maka uji asumsi linearitas dapat terpenuhi. Variabel Kecerdasan Emosi Adaptabilitas Karier Tabel 5. Uji Korelasi Koefisien Korelasi Nilai Sig Uji korelasi pada tabel 4 menggunakan uji nonparametrik dengan spearman rho dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0. 708 dengan memiliki Tingkat hubungan yang kuat anatara kecerdasan emosi dengan adaptabilitas karier. Hasil nilai signifikasnsi sebesar 0. 000 sehinggap lebih kecel dari 05 memiliki hubungan yang signifikan, sehingga variabel antara kecerdasan emosi dengan adaptabilitas karier menunjukan positif dan kuat anatara kedua variabel. PEMBAHASAN Penelitian mengenai kecerdasan emosi dan adaptabilitas karier adalah untuk mengetahui dan memahami hubungan kedua variabel tersebut pada mahasiswa. Kecerdasan emosi dipandang sebagai aset psikologis utama yang memungkinkan individu mengembangkan perilaku adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan karier mereka. Adaptabilitas karier sendiri merujuk pada kompetensi untuk mengantisipasi serta menyelesaikan permasalahan karier, baik yang telah diperkirakan maupun yang muncul secara tiba-tiba dan tetap menunjukkan kesiapan dalam menjalankan tugas-tugasnya pada individu (Ramdhani dkk. , 2. Individu yang memiliki tingkat kecerdasan emosi yang tinggi cenderung mempunyai kemampuan untuk mengelola emosi secara Mereka lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, tidak mudah diliputi keraguan, serta mampu menjadikan situasi negatif sebagai pemicu untuk bertumbuh. Dalam menghadapi keputusan penting terkait karier, mereka cenderung melihatnya sebagai peluang pengembangan diri, bukan sebagai hambatan (Farnia dkk. , 2. Mahasiswa yang mengikuti program magang memiliki kesempatan untuk secara langsung memahami proses dan dinamika dunia kerja, yang dapat menjadi bekal penting dalam melatih keterampilan untuk digunakan setelah lulus dari perguruan tinggi (Tanjung dkk. , 2. Pada masa menuju dunia professional dari dunia pendidikan, program magang menjadi langkah strategis yang membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi tuntutan karier. Dalam konteks ini, kemampuan adaptabilitas karier sangat dibutuhkan, karena memungkinkan individu untuk Eksplorasi Kecerdasan Emosi Dan Adaptabilitas Karier Mahasiswa Damian Mahesa Nurwandono. Miftakhul Jannah. Lusia Estu Ariningtyas menjalankan peran dan tugas pekerjaan secara fleksibel, terutama dalam situasi yang tidak terduga (Nugraheni dkk. , 2. Salah satu aspek penting yang turut memengaruhi adaptabilitas karier adalah kecerdasan emosi. Bagi mahasiswa, kecerdasan emosi memainkan peran krusial dalam pengembangan karier ke depan. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan dalam mengelola emosi dan perasaan diri untuk mengarahkan pikiran dan perilaku secara konstruktif (Pambudy dan Handayati, 2. Kecerdasan emosi perlukan dimiliki mahasiswa yang sedang menjalani magang sebagai persiapan menghadapi transisi dunia kerja. Di sisi lain, adaptabilitas karier juga penting agar mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan menghadapi berbagai tuntutan profesional secara efektif. Kecerdasan emosi memiliki peran dalam membentuk adaptabilitas karier seseorang, khususnya di tengah perubahan dan tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Kemampuan untuk memahami, mengenali serta mengelola secara efektif emosi diri dan orang lain sehingga dapat meningkatkan kesiapan individu dalam menghadapi berbagai situasi karier, termasuk dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan permasalahan. Selain itu, kecerdasan emosi juga mendorong individu untuk lebih bertanggung jawab terhadap pilihan karier yang diambil. Individu dengan tingkat kecerdasan emosi yang baik cenderung lebih mampu menghadapi hambatan secara konstruktif dan menjadikannya sebagai peluang untuk berkembang. Dengan demikian, kecerdasan emosi tidak hanya berfungsi sebagai aspek pendukung, tetapi menjadi elemen fundamental dalam membangun kemampuan adaptif yang diperlukan untuk menghadapi dinamika dan ketidakpastian di dunia kerja. Hasil penelitian yang dilakukan adanya hubungan antara kecerdasan emosi dan adaptasi karier pada mahasiswa yang positif. Mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosi yang tinggi umumnya mampu menghadapi tekanan, menjaga kestabilan emosional, serta dapat menyesuaikan diri terhadap berbagai tuntutan maupun perubahan di lingkungan kerja. Penelitian yang dilakukan oleh Paradita dan Sawitri . menunjukan hasil positif kecerdasan emosi dengan adaptabilitas karier pada siswa kelas XII SMA Santa Ursula Jakarta. Penelitian lain yang dilakukan pada mahasiswa yang baru lulus dilakukan oleh Azhar dan Aprilia . ditemukan adanya hubungan kecerdasan emosi dengan adaptabilitas karier dengan hasil positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosi bukan sekadar aspek keterampilan sosial, tetapi juga merupakan landasan utama dalam membangun kesiapan seseorang dalam menghadapi dunia karier. Penelitian yang sudah dilakukan terdapat saran untuk penelitian selanjutnya, seperti memiliki latar belakang keragaman yang luas mencakup variasi institusi Pendidikan maupun variasi program studi sehingga data dapat mempresentasikan populasi heterogen. Untuk memiliki keterampilan kecerdasan emosi dan adaptabilitas karier pada mahasiswa, maka perlu adanya kolaborasi baik dari perguruan tinggi dan mahasiswa seperti menyediakan program keterampilan, workshop maupun program coaching di luar jam perkuliahan agar mahasiswa dapat mempersiapan tujuan kedepannya. KESIMPULAN Hubungan antara kecerdasan emosi dengan adaptabilitas karier didapatkan mempunyai hubungan yang mengarah positif dan kuat. Hal ini dapat diartikan bahwa adanya signifikansi hubungan kecerdasan emosi dengan adaptabilitas karier pada mahasiswa. Korelasi positif yang kuat mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosi seorang mahasiswa, semakin tinggi juga kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan perubahan dan tantangan dalam perjalanan karier. Psikosains. Vol. No. Agustus 2025, hal 237-245 p-ISSN 1907-5235 e-ISSN 2615-1529 semakin rendah kecerdasan emosi maka semakin rendah juga adaptabilitas karier. Saran keterbaruan pada penelitian selanjutnya bisa menggunakan sampel yang lebih besar lagi seperti universitas atau karyawan yang sedang mengalami transisi karier. DAFTAR PUSTAKA