Oxygenius Vol. No. 2: 40-49 ISSN 2686-4649 37033/ojce. Pengembangan Aplikasi Android Berbasis Pendekatan Kontekstual pada Materi Ikatan Kimia Sebagai Sumber Belajar Mandiri Siswa SMK Yadika Manado Nindy Dwy Yanuary*a. Johny Zeth Lombokb. I Dewe Ketut Anomc *a Pendidikan Kimia. FMIPA-K. Universitas Negeri Manado. Minahasa, 95618. Indonesia INFO ARTIKEL Diterima 00 April 00 Disetujui 00 Oktober 00 Key word: Learning Media Android Application Chemical Bonding Kata kunci: Media Pembelajaran Aplikasi Android Ikatan Kimia ABSTRACT This study aims to develop chemistry learning media using a contextual approach to chemical bonding material. The development model used is Thiagarajan's 4-D model, which consists of the stages of defining, designing, developing, and disseminating. During the define stage, an initial analysis, analysis of student needs, task analysis, concept analysis, and learning objective analysis were conducted. Information from this stage was used to design the learning media. The media was designed using PowerPoint, converted to HTML5 format using HTML5Point, and converted into an APK file using Web APK 2 Builder. The result is an educational application named AuChemical BondsAy. During the development stage, validation and limited testing were conducted using assessment instruments from Sriadhi. Based on the validity test, the media received an average score of 4. 72 for content aspects and 4. 25 for media construction aspects, thereby earning the category of AuHighly SuitableAy for testing. The limited testing showed positive responses from teachers and students, with overall average scores of 4. 83 and 4. 54, respectively, falling into the AuVery HighAy acceptance During the dissemination phase, the application was shared with pharmacy chemistry teachers at SMK Yadika Manado via Google Drive and WhatsApp. Thus, the AuChemical BondingAy application is deemed suitable for use as a contextual learning medium for chemical bonding material. ABSTRAK *e-mail: nindyanuary@gmail. *Telp: 6281213789258 Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kimia dengan mengusung pendekatan kontekstual pada materi ikatan kimia. Model pengembangan yang digunakan adalah 4-D Thiagarajan dengan tahap pendefinisian . , perancangan . , pengembangan . , serta penyebaran . Pada tahap pendefinisian, dilakukan analisis awal, analisis kebutuhan peserta didik, analisis tugas, analisis konsep, serta analisis tujuan pembelajaran. Informasi dari tahap ini digunakan untuk merancang media pembelajaran. Media dirancang menggunakan PowerPont, dikonversi ke format HTML5 dengan HTML5Point, dan diubah menjadi file APK menggunakan Web APK 2 Builder. Hasilnya adalah aplikasi pembelajaran bernama AuIkatan KimiaAy. Pada tahap pengembangan, dilakukan validasi dan uji coba terbatas menggunakan instrumen penilaian dari Sriadhi. Berdasarkan uji validitas, media memperoleh skor rata-rata 4,72 untuk aspek isi materi dan 4,25 untuk aspek konstruksi media, sehingga mendapat kategori AuSangat LayakAy untuk diujicobakan. Uji coba terbatas menunjukkan respon positif dari guru dan peserta didik, dengan skor rata-rata keseluruhan masing-masing sebesar 4,83 dan 4,54 yang termasuk dalam kategori akseptansi AuSangat TinggiAy. Pada tahap penyebaran, aplikasi dibagikan kepada guru kimia farmasi di SMK Yadika Manado melalui Google Drive dan WhatsApp. Dengan demikian, aplikasi AuIkatan KimiaAy layak digunakan sebagai media pembelajaran kontekstual pada materi ikatan kimia. Pendahuluan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah memberikan pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan memberikan transformasi signifikan dalam pengelolaan serta pelaksanaan pembelajaran di kelas . Peran teknologi dalam dunia pendidikan tidak hanya terbatas pada penggunaan perangkat keras, namun juga mencakup media pembelajaran yang dapat mendukung kualitas dan efektivitas proses belajar-mengajar . Dalam pembelajaran kimia, yang terdiri dari banyak istilah dan konsep bersifat abstrak, penggunaan media pembelajaran yang tepat sangat dibutuhkan. Penyampaian materi kimia melalui buku teks kerap dianggap kurang menarik dan sulit dipahami oleh siswa, sehingga menyebabkan rendahnya motivasi belajar . Salah satu materi yang cukup abstrak dan menantang bagi siswa adalah materi ikatan kimia, yang mencakup teori pembentukan ikatan ion, kovalen, hingga ikatan logam . Rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran juga dipengaruhi oleh dominasi teks dalam buku pelajaran yang minim visualisasi . Untuk menjawab permasalahan tersebut, guru perlu memanfaatkan sumber belajar berbasis teknologi yang inovatif dan menarik. Salah satu bentuk media pembelajaran yang kini berkembang pesat adalah mobile learning, khususnya aplikasi berbasis Android. Aplikasi Android menyajikan materi melalui kombinasi teks, gambar, warna, hingga video animasi, sehingga membantu siswa lebih memahami materi secara visual dan interaktif . Selain itu, pendekatan kontekstual dalam pembelajaran dapat menjadi strategi efektif dalam mengaitkan materi kimia dengan kehidupan nyata siswa, serta meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mereka . Berdasarkan uraian tersebut, maka diperlukan pengembangan aplikasi mobile learning berbasis pendekatan kontekstual pada materi ikatan kimia. Pemanfaatan aplikasi berbasis Android dengan pendekatan ini diharapkan mampu menjadi sumber belajar mandiri yang efektif dan menarik bagi siswa. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk AuPengembangan Aplikasi Android Berbasis Pendekatan Kontekstual pada Materi Ikatan Kimia sebagai Sumber Belajar Mandiri Siswa. Ay Metode Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Developmen. yang dilaksanakan pada bulan Januari 2025 hingga April 2025 di SMK Yadika Manado. Jl. Raya Mapanget-Talawaan. Kec. Talawaan. Kab. Minahasa Utara. Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran dalam bentuk aplikasi android serta menguji keefektifan dan kelayakan produk tersebut . Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Semmel, dan Semmel, yang terdiri atas empat tahap, yaitu define . , design . , develop . , dan disseminate . Tahap define mencakup lima kegiatan utama, yaitu analisis ujung depan, analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep, dan perumusan tujuan Tahap design meliputi penyusunan tes acuan patokan, pemilihan media pembelajaran . alam hal ini aplikasi androi. , pemilihan format tampilan media, dan perancangan awal produk berupa rancangan aplikasi. Pada tahap develop, dilakukan validasi ahli yang melibatkan dua ahli media dan dua ahli materi guna menilai kelayakan produk. Setelah revisi dari masukan ahli, dilakukan uji coba terbatas terhadap satu guru dan sepuluh siswa untuk memperoleh data respon pengguna terhadap produk yang dikembangkan. Terakhir, tahap disseminate atau penyebaran dilakukan dalam bentuk sosialisasi terbatas kepada dua orang guru kimia karena keterbatasan waktu dan biaya pelaksanaan . Objek penelitian ini adalah aplikasi dikembangkan dalam materi ikatan kimia. Subjek penelitian terdiri dari satu guru kimia dan sebelas siswa kelas X jurusan farmasi pada tahap analisis, empat validator . ua ahli media dan dua ahli mater. pada tahap validasi, serta satu guru dan sepuluh siswa kelas X jurusan farmasi untuk uji coba terbatas. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah validasi dan penyebaran angket. Validasi dilakukan untuk memperoleh data mengenai kelayakan media pembelajaran berdasarkan penilaian dari ahli media dan ahli materi. Skor penilaian menggunakan skala lima poin, yaitu Tabel 1. Pedoman Penilaian Media Pembelajaran Skor Penilaian Keterangan 85% O X O 100% Sangat Baik 75% O X O 85% Baik 65% O X O 75% Kurang Baik 55% O X O 65% Tidak Baik 0% O X O 55% Sangat Tidak Baik Hasil dan Pembahasan Pendefinisian (Defin. Pada langkah ini dilakukan penetapan dan pendefinisian syarat-syarat pembelajaran. Tahap-tahap pendefinisian ini meliputi: Analisis Ujung Depan Analisis mewawancarai satu orang guru pelajaran kimia di sekolah mengenai penggunaan smartphone berbasis android. Berikut ini kesimpulan hasil analisis ujung depan oleh guru: Tabel 3. Kesimpulan Hasil Analisis Ujung Depan Oleh Guru Indikator Materi Ikatan Kimia Langkah berikutnya, skor jawaban dari setiap butir instrumen dari setiap aspek akan Skor rerata jawaban akan dihitung menggunakan rumus dari Sriadhi . dalam AuInstrumen Penilaian Multimedia PembelajaranAy sebagai berikut: x = ( X)/n Dengan keterangan: x = skor rerata X = skor setiap butir n = jumlah butir setiap aspek Selanjutnya, untuk menilai kelayakan materi dan media secara keseluruhan, dilakukan cara yang sama dengan melibatkan semua skor item pada seluruh aspek penilaian berdasarkan rumus: Xt = ( X. /N Dengan keterangan: Xt = skor rerata keseluruhan aspek Xi = skor keseluruhan aspek N = jumlah butir keseluruhan aspek Jika skor rerata keseluruhan aspek sudah diperoleh, maka akan diinterpretasikan dengan tabel interpretasi sebagai berikut: Tabel 2. Interpretasi Kelayakan Materi dan Konstruksi Media Pembelajaran Skor Penilaian 1,00 Ae 2,49 2,50 Ae 3,32 3,33 Ae 4,16 4,17 Ae 5,00 Proses Pembelajaran Kimia Berbasis Kontekstual Pemanfaatan Sumber Belajar dalam Proses Pembelajaran Keterangan Tidak Layak Kurang Layak Layak Sangat Layak Kesimpulan Hasil Analisis Ujung Depan oleh Guru Peserta mempelajari materi ikatan kimia, berkaitan dengan kehidupan seharihari. Peserta didik merasa kesulitan dalam mempelajari ikatan kimia karena konsep ikatan dalam kimia bersifat Peserta didik mempunyai kendala dalam mempelajari ikatan kovalen. Kegiatan diterapkan dalam pembelajaran ikatan Peserta didik menanggapi dengan baik ketika guru menerapkan pembelajaran pembelajaran ikatan kimia. Sumber belajar yang digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran adalah buku teks. LKPD, situs web, aplikasi pembelajaran, serta alat bantu Guru sudah pernah memanfaatkan aplikasi android dalam kegiatan pembelajaran kimia. Penggunaan aplikasi android dalam membantu peserta didik dalam memahami materi ikatan kimia dengan Guru berharap agar materi yang disajikan dalam aplikasi android mudah dipahami oleh peserta didik. Selain itu, guru juga berharap bahwa tampilan aplikasi menarik. Analisis Kebutuhan Peserta Didik Analisis kebutuhan peserta didik dilakukan untuk menelaah kebutuhan peserta didik sebagai gambaran untuk mendesain media Berikut ini kesimpulan hasil analisis peserta didik: Tabel 4. Kesimpulan Hasil Analisis Kebutuhan Peserta Didik Indikator Materi Ikatan Kimia Proses Pembelajaran Kimia Berbasis Kontekstual Pemanfaatan Sumber Belajar dalam Proses Pembelajaran Capaian Pembelajaran Peserta reaksi kimia dan menerapkan hukum-hukum dasar kimia. mempelajari sifat, struktur dan struktur atom dan aplikasinya dalam nanoteknologi. Keterampilan Proses Proses melakukan penelitian yang dimulai dari mengamati, dan melakukan penyelidikan, memproses dan menganalisis mengomunikasikan hasil. Tabel 6. Analisis Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Menemukan elektron dengan kestabilan atom dan akibat dari terjadinya ikatan sifat-sifat beberapa gaya sifatsifat suatu zat. Materi Pokok Definisi atom ikatan ionik, sifat senyawa kovalen, dan sifat senyawa dalam kehidupan sehari-hari. mengamati, menyelidiki, dan membentuk berbagai senyawa Berdasarkan hasil analisis awal, tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berupa aplikasi android berbasis kontekstual untuk membantu siswa memahami materi ikatan kimia. Analisis Tugas Analisis menganalisis capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, dan materi pokok sehingga indikator pembelajaran dapat dirumuskan: Tabel 5. Analisis Capaian Pembelajaran Pemahaman Kimia pemanasan global. Kesimpulan Hasil Analisis Kebutuhan Peserta Didik Peserta didik tertarik untuk mempelajari materi ikatan kimia, karena materi tersebut banyak sehari-hari. Peserta didik merasa kesulitan dalam mempelajari ikatan kimia karena konsep ikatan dalam kimia bersifat abstrak dan kompleks, sehingga menjadi sulit untuk Peserta didik mempunyai kendala dalam mempelajari ikatan kovalen serta ikatan dalam senyawa. Sebagian besar peserta didik tidak mengulang kembali materi yang telah disampaikan. Peserta didik mampu mengaitkan materi ikatan kimia dengan kehidupan sehari-hari. Sumber belajar yang paling banyak digunakan adalah buku teks serta situs web. Menurut peserta didik, sumber belajar yang digunakan sudah Sumber belajar yang digunakan sudah membantu mereka untuk memahami materi ikatan kimia dengan baik. Menurut menarik, karena dapat membantu peserta didik untuk memahami materi dengan baik. Elemen Membuat Membuat molekul dari Indikator Pembelajaran A Mampu tidak stabil. A Mampu ikatan ionik. A Mampu sifat senyawa A Mampu A Mampu sifat senyawa A Mampu kovalen polar dan nonpolar. A Mampu atom-atom yang tersedia melalui simulasi PhET. atom yang PhET. molekul dari atom-atom yang tersedia simulasi PhET. Analisis Konsep Analisis konsep merupakan proses mengidentifikasi konsep-konsep inti dari materi yang akan dikembangkan. Dalam penelitian ini, konsep utama mencakup ikatan kimia, seperti atom stabil dan tidak stabil, pembentukan dan sifat senyawa ionik serta kovalen . olar dan nonpola. , serta simulasi pembentukan molekul melalui PhET. Analisis Tujuan Pembelajaran Berdasarkan dirumuskan tujuan pembelajaran sebagai dasar pengembangan media. Tujuannya yaitu agar peserta didik mampu memahami konsep atom stabil dan tidak stabil, proses pembentukan dan sifat ikatan ionik serta kovalen . ermasuk senyawa polar dan nonpola. , serta dapat membuat molekul melalui simulasi PhET. Gambar 2. Tampilan Test dalam Liveworksheet Pada akhir tes disediakan kunci jawaban dan umpan balik sebagai sarana evaluatif untuk membantu peserta didik menilai capaian hasil Gambar 3. Tampilan Umpan Balik Tes dalam Liveworksheet Perancangan (Desig. Tahap perancangan menghasilkan desain media pembelajaran kimia dalam bentuk aplikasi Android yang mengusung pendekatan kontekstual pada materi ikatan kimia. Perumusan Tes Penilaian Tes dirancang sebagai penghubung antara tahap pendefinisian dan perancangan untuk mengukur pengetahuan peserta didik. Dalam media pembelajaran, tes disaji an melalui menu "Latihan Soal" yang terhubung ke web Liveworksheet, berbentuk pilihan ganda lima opsi dengan satu jawaban benar, serta dilengkapi umpan balik setelah pengerjaan. Pemilihan Media Pemilihan menentukan sarana yang sesuai dalam penyampaian materi. Peneliti menetapkan aplikasi Android sebagai media pembelajaran, dengan menetapkan batasan spesifikasi minimum perangkat dan sistem operasi smartphone yang digunakan. Tabel 7. Spesifikasi Ponsel yang dapat Digunakan Spesifikasi Memori RAM Prosesor Memori Penyimpanan (ROM) Sistem Operasi Batas Minimum 1 GB 3 GHz 40 MB Android 5. 0 (Lollipo. atau yang lebih baru Pemilihan Format Pada tahap ini, peneliti menentukan format yang sesuai untuk desain media pembelajaran, meliputi pemilihan jenis dan ukuran huruf, ikon, gambar, animasi pendukung, sumber Font yang digunakan adalah Lazydog . kuran 140,. untuk tampilan awal, serta Handy Casual . untuk Gambar 1. Tampilan Test dalam Menu AuLatihan SoalAy bagian lainnya. Ikon dan gambar diperoleh dari situs id. Canva, serta berbagai sumber daring sebagai pendukung visual materi ikatan kimia. Tabel 8. Sumber Gambar Gambar Berikut ini gambar cuplikan dari animasi dan video beserta sumbernya. Tabel 9. Sumber Animasi dan Video Gambar Sumber Sumber https://youtu. be/SdfzBWXlqIw?si= nr7Vp5jN4aNCLsSU https://w. id/baca/uta ma/2018/12/10/diagnosis-fungsijantung-dengan-kit-mibi https://youtu. be/UEcgx0Octac?si= V_y9gjgF-3lX4-w5 https://w. com/heliox-therapy/ https://youtu. be/AlXOlEi5uYQ?si= qWhW5wzHWB57RvBc https://w. u/electrolytes/ https://youtu. be/pLPShBbR3N0?si =8mBbV8BZl8ogpf_d https://id. com/free-pngvectors/infus-wanita https://youtu. be/_5nSMhE5PA?si=gqt5Gd3dcQpthnF4 https://w. com/id/ image-vector/ions-aqueoussolution-infographic-diagramshowing-1073656799 https://youtu. be/EfVLBAzjqB0?si= FYyu-MeazHxcCyCN https://edurev. in/t/249001/Bondin g-Substance-Properties https://youtu. be/rqYBsqwNdks?si =oN9KqeD5P-r8ljUZ https://saintschemistry10. om/ionic-bonding. https://youtu. be/HDt9QhbQN9M? si=ct3NdMTrq1IhmZ2X https://w. /structure-and-bonding-ofcarbon-aqa https://youtu. be/6irCqKSfDFM?si= 5F9EhzAnjBsC9HV2 https://w. /structure-and-bonding-ofcarbon-aqa https://youtu. be/43GtftXVtLs?si=F 6RSDHKm6ZyBJCSu Animasi dan video yang disajikan disesuaikan dengan materi yang diperoleh dari Gambar 5. Konversi File Powerpoint ke dalam Format HML5 https://youtu. be/0fCUwiwLudE?si =Kb6GTkhcZWhzliBg Pengembangan (Develo. Tahap menghasilkan media pembelajaran yang valid dan praktis agar dapat digunakan secara efektif dalam proses belajar peserta didik. Uji Validitas Media Pembelajaran Data diperoleh dari penilaian dua orang ahli media dan dua orang ahli materi. Berikut ini disajikan hasil dari validasi. Tabel 10. Hasil Penelitian Validitas Domain Konten atau Materi Sumber penelitian ini meliputi penggunaan perangkat lunak Microsoft PowerPoint yang terintegrasi dengan HTML5Point serta Website 2 APK Builder untuk mendukung proses pembuatan media pembelajaran. Desain Awal Desain awal merupakan hasil integrasi seluruh tahapan yang telah dilaksanakan. Android. Pengembangannya mencakup tiga tahap: perancangan tampilan media menggunakan Microsoft PowerPoint, konversi ke format HTML5, dan pembuatan aplikasi dalam bentuk APK. Konten aplikasi, meliputi teks, gambar, audio, dan animasi, disusun secara sistematis dan interaktif, disertai navigasi, tata letak visual, dan transisi antar slide. Pandu Infor Kont Mat Med Evalu Tot Total skor Mean skor 4,62 4,79 4,75 4,72 Sangat Layak Sang Laya Sang Laya Sangat Layak Aspek Media Peni Peni Gambar 4. Pembuatan Tampilan Media Pembelajaran Tahap PowerPoint ke format HTML5 menggunakan perangkat lunak HTML5Point, sehingga slide dapat ditampilkan sebagai halaman web Format ini dipilih karena fleksibel dan mendukung pengembangan aplikasi lintas Juml Juml Juml Juml Hasil Penilaian Mean Penila 4,46 (Sang Layak 4,95 (Sang Layak Tabel 11. Hasil Penelitian Validitas Domain Konstruksi Media Pembelajaran Aspek Media Pen Jum Jum Kine Prog Sistem Estetik a, dan Prinsip Rekabe Pand Infor Mean Penil 4,07 (Laya Jum Pen Jum Total skor Mean skor Hasil Penilaian 4,16 4,45 Sang Laya 4,14 4,25 Layak Sangat Layak Layak untuk memberikan penilaian, komentar, dan saran terhadap aplikasi yang diuji. Tabel 13 Hasil Angket Responden Guru pada Tahap Uji Coba 4,43 (Sang Laya Aspek Media Panduan Informasi Materi Media Evaluasi Desain dan Fasilitas Media Efek Pedagogi Total Revisi Komentar dan saran dari validator terhadap aplikasi media pembelajaran yang Tabel 12. Revisi Media Pembelajaran Validator Ahli Media I Ahli Materi I Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi 4,83 Sangat Tinggi Materi Media 4,55 penulisan yang baik dan Evaluasi 4,58 Desain dan Fasilitas Media Efek Pedagogi Perhatikan Aplikasi Sangat Tinggi layak digunakan dalam Ahli Materi II 4,91 Panduan dan Informasi Tombol navigasi diberi dapat dibedakan. Sangat Tinggi Mean Skor ikon yang sesuai agar Ahli Media II Aspek Media Hasil Akseptansi Tabel 14 Hasil Angket Responden Peserta Didik pada Tahap Uji Coba Komentar dan Saran Warna Mean Skor Aplikasi sudah layak Total 4,49 4,54 Hasil Akseptansi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sebelum direvisi Penyebaran (Disseminat. Langkah akhir yang dilakukan peneliti adalah tahap penyebaran, yang disederhanakan dalam bentuk sosialisasi terbatas kepada guru kimia di SMK Yadika Manado melalui distribusi tautan unduhan via WhatsApp. Setelah direvisi Gambar 6. Contoh Tampilan Layar Sebelum direvisi dan Setelah Direvisi Pembahasan Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa aplikasi Android pada m ateri menggunakan model 4-D (Define. Design. Develop. Disseminat. Karena keterbatasan waktu dan biaya, penelitian hanya dilakukan sampai tahap Develop. Pendefinisian (Defin. Tahapan ini meliputi lima analisis utama. Analisis ujung depan dilakukan melalui wawancara guru dan studi literatur, menunjukkan bahwa meskipun materi Uji Coba Setelah uji validitas dilakukan, tahap uji coba dilaksanakan di SMK Yadika Manado dengan melibatkan satu guru kimia dan dua belas siswa kelas X jurusan farmasi. Peneliti terlebih dahulu memberikan penjelasan singkat mengenai instalasi dan penggunaan aplikasi. Selanjutnya, responden menggunakan aplikasi secara mandiri, kemudian mengisi angket dan dua ahli media menggunakan instrumen dari Sriadhi . Aspek materi divalidasi mencakup informasi, konten, dan evaluasi, memperoleh rata-rata skor 4,72 . Aspek media meliputi informasi, kinerja, estetika, dan desain, mendapat skor 4,25 . angat laya. Masukan dari validator digunakan untuk revisi konten dan tampilan. Uji coba terbatas dilakukan kepada satu guru dan 10 siswa di SMK Yadika Manado. Lima aspek dinilai, yaitu informasi, materi, evaluasi, desain, dan efek pedagogi. Guru memberi skor rata-rata 4,83 dan siswa 4,54, keduanya dalam kategori AuSangat TinggiAy. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi sangat membantu dalam pemahaman konsep dan menarik digunakan. Temuan referensi penelitian serupa yang pembelajaran berbasis Android. Penyebaran (Disseminat. Tahap ini dilakukan secara terbatas karena Distribusi aplikasi dilakukan melalui tautan WhatsApp kepada dua guru kimia dengan file disimpan di Google Drive. Proses unggah ke Play Store tidak dilakukan karena keterbatasan dana dan administrasi. ikatan kimia dianggap menarik, siswa mengalami kesulitan khususnya pada konsep abstrak seperti ikatan kovalen. Pendekatan kontekstual dan penggunaan aplikasi Android disarankan untuk mengatasi hambatan tersebut. Analisis berdasarkan angket menunjukkan bahwa siswa berminat mempelajari ikatan kimia, tetapi mengalami kesulitan memahami konsep abstrak. Mereka juga merasa sumber belajar yang ada belum cukup membantu dan mengharapkan media belajar visual seperti aplikasi. Analisis tugas dilakukan berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) menentukan kompetensi dan indikator yang harus dicapai, yang kemudian ditampilkan dalam aplikasi. Analisis konsep memetakan konsepkonsep utama ikatan kimia yang disusun secara kontekstual dan disertai contoh aplikatif seperti cairan infus dan minuman isotonik agar lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari. Analisis tujuan pembelajaran menghasilkan rumusan tujuan dan indikator keberhasilan perubahan perilaku dan pemahaman peserta didik setelah menggunakan Perancangan (Desig. Tahapan ini menghasilkan prototipe awal Perumusan tes penilaian berupa soal pilihan ganda dalam liveworksheet untuk mengukur pemahaman siswa. Pemilihan menggunakan platform Android minimal 0 karena jangkauan luas dan fitur Pemilihan format dilakukan dengan menyiapkan aset visual dari Canva. Pinterest, dan video YouTube, dengan tetap memperhatikan hak cipta Desain awal dilakukan melalui PowePoint yang dikonversi ke HTML5 lalu dikemas menjadi APK menggunakan Web2APK Builder. Aplikasi dikembangkan secara mandiri dengan perangkat lunak versi gratis yang memiliki keterbatasan teknis namun tetap fungsional. Pengembangan (Develo. Validasi ahli dilakukan oleh dua ahli materi Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa: Aplikasi AuIkatan KimiaAy menggunakan model pengembangan 4-D dari Thiagarajan, yang terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate. Media Microsoft PowerPoint, dikonversi ke format HTML5 melalui HTML5Point lalu diubah menjadi file APK dengan Website 2 APK Builder. Berdasarkan memperoleh skor rata-rata 4,72 untuk aspek isi materi dan 4,25 untuk aspek konstruksi media, sehingga mendapat AuSangat LayakAy Uji coba terbatas menunjukkan respon positif dari guru dan peserta didik, dengan skor rata-rata keseluruhan masing-masing sebesar 4,83 dan 4,54 yang termasuk dalam kategori akseptansi AuSangat TinggiAy. Secara keseluruhan, aplikasi ini memenuhi kriteria kelayakan sebagai media pembelajaran dan dapat membantu siswa memahami konsep ikatan kimia dengan lebih baik. Daftar Pustaka