Volume 4 Number 1 . January-June 2026 Page: 51-60 E-ISSN: 2986-6502 DOI: 10. 37680/ssa. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Kitab Klasik (Fiqih dan Akidah Akhla. di SMPIslam Nahdatussubban Pacitan Muhammad Faisal. Muhammad Rohmad Abdan. Fithri Hidayati Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama Pacitan. Indonesia Received: 01/03/2026 Revised: 25/03/2026 Accepted: 27/04/2026 Abstract Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah formal pada umumnya masih berorientasi pada buku teks sehingga kurang mampu memberikan pemahaman yang mendalam terhadap sumber ajaran Islam. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam memahami dalil, praktek ibadah, serta internalisasi nilainilai ahlak dalam kehidupan sehari-hari. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisi pembelajaran PAI berbasis kitab kalsik yang meliputi Fiqih (Fathul Qori. dan Akidah Ahlak di SMP Islam Nahdatussubban Pacitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kitab klasik mampu memperkuat pemahaman fiqih siswa, membentuk karakter ahlak yang lebih baik, serta menanamkan nilai-nilai Aswaja sebagai dasar moderasi beragama. Dengan demikan, pembelajaran ini relevan dengan tujuan PAI karena mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara holistik. Kata Kunci PAI. Kitab Klasik. Fiqih. Ahlak Corresponding Author Nama depan Muhammad Nama belakang Faisal Sekolah Tinggi Nahdaltul Ulama Pacitan. Indonesia. faisalbagus780@gmail. PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas belajar dan mengajar. Istilah pembelajaran sering disamakan dengan instruction atau pengajaran, dimana ia merupakan proses pendidikan yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap dan perilaku religius peserta didik (Abuddin Nata, 2010. Samsul Nizar, 2. Namun, dalam praktiknya. A 2026 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of Creative Commons Attribution International License (CC BY) . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Published by Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo. Indonesia Social Science Academic pembelajaran PAI di sekolah formal masih didominasi oleh penggunaan buku paket sebagai sumber utama pembelajaran, sehingga cenderung bersifat teoritis dan kurang menyentuh aspek pemahaman mendalam terhadap sumber ajaran Islam (Abdul Majid, 2012. Siti Aminah, 2. Secara konseptual, pembelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan yang dapat menghasilkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik (E. Mulyasa, 2. Perubahan tersebut meliputi aspek kognitif, afektif, dan Sejalan dengan itu. Skinner menjelaskan bahwa belajar adalah proses adaptasi tingkah laku yang berlangsung secara progresif melalui pemberian stimulus dan penguatan (Muhibbin Syah, 2. Oleh sebab itu, pembelajaran yang efektif harus dirancang secara sistematis dan mampu memberikan motivasi serta rangsangan belajar yang tepat bagi peserta didik. Pembelajaran yang baik memiliki karakteristik tertentu, seperti direncanakan secara sistematis, mampu menumbuhkan perhatian dan motivasi, menyediakan bahan ajar yang menarik, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif (Darsono. Tujuan pembelajaran sendiri adalah membantu peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang meliputi pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai yang membentuk sikap dan perilaku. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Dalam konteks pendidikan Islam, pembelajaran memiliki dimensi yang lebih luas karena tidak hanya menekankan aspek intelektual, tetapi juga spiritual dan Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan upaya sadar dan terencana untuk membimbing peserta didik agar memiliki kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam serta menjadikannya sebagai pedoman hidup . ay of lif. (Abuddin Nata. Pembelajaran PAI bertujuan membentuk manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia melalui proses internalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Author 1. Author 2 / Article Title Pembelajaran PAI sebagai bagian dari sistem pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Proses pembelajaran ini melibatkan interaksi antara guru, peserta didik, dan sumber belajar yang didukung oleh metode, media, dan lingkungan yang kondusif (Abdul Majid, 2. Salah satu pendekatan yang berkembang dalam pembelajaran PAI adalah pembelajaran berbasis kitab klasik. Kitab klasik sebagai warisan intelektual Islam memiliki peran penting dalam mentransmisikan ilmu keislaman dan membentuk karakter religius peserta Dalam konteks pendidikan modern, integrasi pembelajaran berbasis kitab klasik ke dalam lembaga pendidikan formal menjadi sebuah inovasi yang relevan. Pendekatan ini tidak hanya mempertahankan tradisi keilmuan Islam, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman melalui pengembangan kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta didik (Kodir,2. Model pembelajaran ini dapat diterapkan dengan berbagai metode, baik tradisional seperti halaqah dan sorogan, maupun metode modern seperti discovery learning, inquiry learning, dan problem based learning. Berdasarkan hasil observasi awal di SMP Islam Nahdlatussubban Pacitan, ditemukan bahwa sebagian siswa mampu memahami materi PAI secara konseptual, tetapi mengalami kesulitan ketika diminta menjelaskan dasar hukum atau dalil dari suatu praktik ibadah. Selain itu, terdapat kecenderungan bahwa nilai-nilai akhlak belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku sehari-hari siswa (Rohman, 2021. Husni Mubarak, 2. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pembelajaran PAI yang bersifat kognitif dengan kebutuhan pembelajaran yang lebih aplikatif dan kontekstual. Permasalahan tersebut menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran PAI yang mampu mengintegrasikan antara pengetahuan, pemahaman, dan praktik Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah pembelajaran berbasis kitab klasik . , yaitu penggunaan kitab-kitab karya ulama klasik sebagai sumber belajar utama (Zamakhsyari Dhofier, 2011. Azyumardi Azra, 2. Social Science Academic Dalam penelitian ini, kitab yang digunakan meliputi Fathul Qorib sebagai rujukan fiqih, dan Akidah Akhlak sebagai rujukan pembentukan akhlak. Penggunaan kedua kitab ini memiliki relevansi yang kuat dengan PAI karena mencakup dua aspek utama dalam pendidikan islam, yaitu ibadah . dan pembentukan karakter . Islam (Abuddin Nata, 2010. Ahmad Tafsir, 2. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kitab kuning memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman keagamaan siswa (A. Hafid, 2022. Anwar, 2. Namun, sebagian besar penelitian tersebut masih berfokus pada konteks pesantren dan belum banyak mengkaji implementasinya di sekolah formal (M. Yusuf, 2021. Kholid, 2. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengkaji pembelajaran berbasis kitab klasik secara komprehensif dalam konteks sekolah formal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami fenomena pembelajaran PAI berbasis kitab secara mendalam dalam konteks yang alami (Miles & Huberman. Penelitian dilaksanakan di SMP Islam Nahdlatussubban Pacitan. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, serta siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis kitab. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode utama yaitu observasi, wawancara, serta dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung proses pembelajaran PAI berbasis kitab di kelas. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah serta guru PAI untuk memperoleh informasi mengenai perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan kegiatan Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles Author 1. Author 2 / Article Title dan Huberman yang meliputi tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Pembelajaran PAI Berbasis Kitab Klasik dan Relevansinya dengan Kurikulum Perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kitab klasik di SMP Islam Nahdlatussubban Pacitan dilakukan secara sistematis melalui penyusunan perangkat pembelajaran seperti Program Tahunan (Prot. Program Semester (Prose. Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam proses perencanaan tersebut, guru tidak hanya mengacu pada kurikulum nasional, tetapi juga mengintegrasikan kitab klasik sebagai sumber belajar utama, yaitu Fathul Qorib untuk materi fiqih, dan Akidah Akhlak untuk pembentukan akhlak. (E. Mulyasa. Zainuddin, 2. Integrasi ini menunjukkan adanya model kurikulum yang bersifat integratif antara kurikulum formal dengan tradisi keilmuan Islam klasik. Guru tidak hanya menyampaikan materi dari buku paket, tetapi memperdalamnya dengan merujuk langsung pada kitab klasik sehingga siswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan berbasis dalil (Abuddin Nata, 2010. Ahmad Tafsir, 2. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan spiritual dalam proses pembelajaran (Samsul Nizar, 2. Dari hasil wawancara dengan guru PAI, diketahui bahwa penggunaan kitab Fiqih (Fathul Qori. membantu siswa memahami hukum ibadah secara lebih sistematis, sementara Akidah Akhlak menjadi pedoman dalam membentuk perilaku siswa sehari-hari. Dengan demikian, perencanaan pembelajaran ini memiliki relevansi yang kuat dengan tujuan PAI karena mampu mengintegrasikan materi fiqih, akhlak, dan akidah dalam satu kesatuan pembelajaran (Azyumardi Azra, 2. Social Science Academic Secara mencerminkan pendekatan deep learning dalam pendidikan, di mana siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memahami sumber keilmuan Islam secara Hal ini menjadi keunggulan dibandingkan pembelajaran konvensional yang cenderung bersifat tekstual dan kurang mendalam (M. Yusuf, 2. Pelaksanaan Pembelajaran PAI Berbasis Kitab Klasik Pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis kitab klasik di SMP Islam Nahdlatussubban Pacitan dilakukan dengan mengombinasikan metode tradisional pesantren dan metode pembelajaran modern. Metode tradisional seperti bandongan dan sorogan digunakan untuk membantu siswa memahami teks kitab yang berbahasa Arab, sedangkan metode modern seperti diskusi, tanya jawab, dan problem based learning digunakan untuk meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa (Ahmad Fauzan, 2020. Fathurrahman, 2. Dalam praktiknya, guru memulai pembelajaran dengan membaca teks dari kitab Fathul Qorib, kemudian menjelaskan makna dan kandungan hukumnya secara Setelah itu, guru mengaitkan materi dengan praktik ibadah sehari-hari seperti wudhu dan shalat. Pada pembelajaran akhlak, kitab Akidah Akhlak digunakan untuk menanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, sopan santun, dan tanggung jawab. Penggunaan metode diskusi dan tanya jawab memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat serta mengembangkan kemampuan berpikir Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru, tetapi juga melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran (Rahmat Hidayat. Selain itu, pendekatan kontekstual yang digunakan guru membantu siswa memahami relevansi materi kitab dengan kehidupan sehari-hari. Secara analitis, pelaksanaan pembelajaran ini mencerminkan transformasi metode tradisional menjadi lebih adaptif dan inovatif. Pembelajaran berbasis kitab klasik tidak hanya mempertahankan tradisi keilmuan Islam, tetapi juga mampu menyesuaikan dengan kebutuhan pendidikan modern yang menekankan pada Author 1. Author 2 / Article Title pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah (Kholid, 2. Dengan demikian, pembelajaran ini memiliki keunggulan dalam menggabungkan kekuatan tradisi dan inovasi dalam satu proses pembelajaran. Evaluasi dan Dampak Pembelajaran terhadap Siswa Evaluasi PAI SMP Islam Nahdlatussubban Pacitan dilakukan secara komprehensif melalui teknik tes dan nontes. Evaluasi tes digunakan untuk mengukur aspek kognitif siswa melalui ujian tertulis dan lisan, sedangkan evaluasi non-tes dilakukan melalui observasi sikap dan praktik ibadah siswa dalam kehidupan sehari-hari (Budi Santoso, 2. Pendekatan evaluasi ini menunjukkan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada hasil belajar, tetapi juga pada proses dan perubahan perilaku siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kitab klasik memberikan dampak yang signifikan terhadap siswa dalam tiga aspek utama. Pertama, pada aspek kognitif, siswa mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi PAI karena mereka mempelajari langsung sumber keilmuan Islam melalui kitab Fathul Qorib. Kedua, pada aspek afektif, terjadi peningkatan sikap religius siswa seperti kedisiplinan dalam ibadah dan sikap sopan santun, yang diperoleh melalui pembelajaran kitab Akidah Akhlak. Ketiga, pada aspek psikomotorik, siswa menunjukkan peningkatan dalam praktik ibadah seperti shalat dan wudhu (A. Hafid. Husni Mubarak, 2. Secara analitis, dampak pembelajaran ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kitab klasik memiliki karakteristik holistik karena mampu mengembangkan seluruh aspek kompetensi siswa secara seimbang. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kepribadian (Zubaedi, 2. Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah formal. Social Science Academic KESIMPULAN Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kitab klasik di SMP Islam Nahdlatussubban Pacitan yang menggunakan kitab Fathul Qorib dan Akidah Akhlak, terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI secara signifikan. Pembelajaran ini tidak hanya memperkuat aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter religius dan meningkatkan keterampilan praktik ibadah siswa. Integrasi kitab klasik sebagai sumber belajar utama menjadikan pembelajaran lebih mendalam, kontekstual, dan relevan dengan tujuan pendidikan Islam. Oleh karena itu, pengembangan pembelajaran PAI di sekolah formal. REFERENSI