JPFT - volume 11, nomor 1, pp. April 2023 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnal. id/index. php/jpft ANALISIS MISKONSEPSI HUKUM NEWTON GERAK LURUS UNTUK MENGETAHUI TINGKAT PEMAHAMAN SISWA MENGGUNAKAN FOUR TIER BERBASIS LOCAL WISDOM ANALYSIS OF NEWTON'S LAW OF STRAIGHT MOTION MISCONCEPTIONS TO KNOW THE LEVEL OF UNDERSTANDING OF STUDENTS USING FOUR TIER BASED ON LOCAL WISDOM Mellina Ayu Daynuari. Bayu Stiaji Physics Education study. Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia Email: Mellinaayu. 2020@student. id , bayu. setiaji@uny. Kata Kunci Miskonsepsi Hukum Newton Gerak Lurus Four Tier Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa menggunakan metode four tier untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman soal yang di berikan pada siswa dalam materi Hukum Newton gerak lurus. Penelitian ini di lakukan, untuk memetakan seberapa paham konsep siswa terhadap materi Hukum Newton gerak lurus dengan permaianan tradisional ataupun local wisdom. Motode penelitian ini menggunajan study literature. Data penelitian diperoleh dari 14 artikel yang diseleksi melalui pembacaan abstak, lalu pembacaan isi dari artike melalui google scolar dan mandely yang terindikasi dari tahun 2018 hingga 2022. Artikel yang dipilih memiliki kesamaan jenis instrument diagnositik tes four tier dengan materi Hukum Newton gerak lurus pada peserta didik SMA dan artikel yang terintegrasi local wisdom dalam materi Hukum Newton gerak lurus. Penyebab miskonsepsi fisika pada materi hukum Newton di SMA/MA adalah kurangnya pemahaman konsep terhadap materi yang diberikan dan ada ketidaksesuain soal terhadap materi yang diberikan. Pengembangan instrument diagnostic tes four tier merupakan metode untuk mendekteksi miskonsepsi fsika yang sering dikembangkan dalam penelitian, karena dinilai lebih efektif dan lebih akurat dalam mendeteksi miskonsepsi pada peserta didik terlebih pada materi Hukum Newton gerak lurus. Keywords Misconceptions Straight Motion Four Tier Abstract This study aims to analyze the level of understanding of students using the four tier method to find out how far the level of understanding of the questions given to students in Newton's law of straight motion material. This research was conducted to map out how well students understand the concept of Newton's law of straight motion with traditional games and local Research data were obtained from 14 articles selected through abstract reading, then reading the contents of the articles via Google Scholar and Mendeley indicated from 2018 to The selected articles have the same type of four-tier test diagnostic instrument. SMA and articles that integrate local wisdom in Newton's laws of straight motion. The cause of misconceptions about physics in the subject of Newton's law in SMA is a lack of conceptual understanding of the material provided and there is an incompatibility of the questions with the material provided. The development of a four-tier diagnostic test instrument is a method for detecting misconceptions in physics that is often developed in research, because it is considered more effective and more accurate in detecting misconceptions in students, especially in Newton's law of straight motion. A2023 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 02/01/2023. Revised 12/02/2023. Accepted 05/03/2023. Available Online 30/04/2023 *Corresponding Author: fisika@yahoo. PENDAHULUAN atau wadah untuk mengembangkan seluruh potensi diri yang ada pada diri manusia. Berdasarkan Permendiknas No. 16 Tahun 2007 menyatakan bahwa guru dituntut memiliki pedagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi, soisal, dan kompetensi profesional. Salah satu dari kompetensi tersebut yaitu kompetensi profesional, menuntut seorang guru memiliki Di era endemic ini, banyak sekolah sudah melakukan pembelajar secara offline atau Pembelajaran di sekolah merupakan Undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa pendidikan adalah tempat Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online penguasaan dalam hal materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Pembelajaran peserta didik dengan pendidik . lingkungan belajar untuk mencapai tujuan guna mendapatkan Proses pembelajaran di sekolah, akan di sesuiakan dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia. pada saat ini Indonesia sedang mengalami pergantian kurikulum, yaitu dari kurikulum 2013 revisi, menjadi kurikulum Walaupun menggunakan kurikulum merdeka ini, tetapi pemerintah yang telah di tetapkan. Fisika disebut sebagai ilmu dasar memiliki karakteristik yang mencakup bangun ilmu yang terdiri atas fakta, konsep, prinsip, hukum, postulat, dan teori serta metodologi keilmuan. Fisika adalah ilmu yang terbentuk melalui prosedur baku atau biasa disebut sebagai metode ilmiah (Mundilarto 2010: . Fisika perilaku dan struktur benda (Giancoli, 1998: . Dari beberapa materi mata pelajaran fisika yang memungkinkan terjadinya miskonsepsi mekanika fluida. Miskonsepsi akan sangat menghambat pada proses penerimaan dan asimilasi pengetahuan-pengetahuan baru dalam diri siswa, sehingga akan meng-halangi keberhasilan siswa dalam proses belajar lebih lanjut (Klammer, 1998: . Miskonsepsi yang sering terjadi di sekolah menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik, karena akan sangat menggangu pemahaman konsep dalam diri siswa, dan cenderung akan menyebabkan tergangunya keberhasilan siswa dalam capaian Paul Suparno . mengungkapkan bahwa untuk mengatasi miskonsepsi ada tiga langkah yang harus dilakukan, yaitu: mencari atau menemukan bentuk-bentuk miskonsepsi, mencari penyebab terjadinya miskonsepsi, dan memilih metode yang sesuai untuk mengatasi miskonsepsi tersebut. Dalam penelitian kali ini, peneliti akan meneliti mengenai miskonsepsi pada materi Hukum Newton pada gerak lurus di sekolah. Hukum Newton terdiri dari tiga hukum, yaitu Hukum I Newton. Hukum II Newton, dan Hukum i Newton. Untuk terjadinya miskonsepsi pada materi Hukum Newton menggunakan metode four tier. Four-tier diagnostic test . es diagnostik empat tingka. merupakan pengembangan dari tes diagnostic pilihan ganda empat tingkat. Vol. No. 1, pp. April 2023 Pengembangan ditambahkannya tingkat keyakinan siswa dalam memilih jawaban maupun alasan. Tingkat pertama merupakan soal pilihan ganda dengan empat pengecoh dan satu kunci jawaban yang harus dipilih siswa, tingkat kedua yaitu tingkat keyakinan jawaban, tingkat ketiga yaitu alasan dari jawaban, dantingkat keempat yaitu tingkat keyakinan dalam memberi alasan (Luqman. Berdasarkan hal ini, tujuan dari penelitian yaitu menganalisis tingkat pemahaman siswa mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman soal yang di berikan pada siswa dalam materi Hukum Newton gerak lurus. Penelitian ini di lakukan, untuk memetakan seberapa paham konsep siswa terhadap materi Hukum Newton gerak lurus dengan permaianan Nekeran dan boi-boian. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian literature atau study pustaka. Pengumpulan berbgai dokumen, jurnal, atau artikel dilkukan penggunaan kearifan local nekeran terhadap materi Hukum Newton pada gerak lurus. Tabel 1. Keywords Author No. Kata Kunci Miskonsepsi Hukum Newton gerak lurus di SMA Pengembangan metode Four tier dalam miskonsepsi Hukum Newton di SMA Kearifan local dalam Hukum Newton gerak lurus Penelitian dilakukan secara tidak langsung berupa data meta data. Data diperoleh melalui artikel yang relevan pada data base berikut : google scolar, mandeley, scopos, dan sinta, dalam rentang waktu 5 tahun terakhir . dan diperolel 14 yang sesuai dengan tujuan Pengumpulan data dilakukan 5 November dengan alur kegiatan seperti disajikan oleh Gambar 1. Metode pengumpulan data Pengumpulan data melalui perangkat google scolar dan mandely dengan batasan 20172022 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Vol. No. 1, pp. April 2023 Deskripsi tentang informasi tersebut terhadap setiap artikel untuk mendapatkan penjelasan sesuai tujuan. Artikel dan berbagai jurnal diidentifikasi melalui meta data dan memperoleh meta data awal yaitu 1028 HASIL DAN PEMBAHASAN Artikel dan jurnal sudah di saring agar terhindar dari duplikasi adalah 425 Hasil Penelitian Pencarian artikel dilakukan melalui aplikasi google scolar untuk publikasi terbatas pada Pencarian komprehensif 1028 artikel dari 3 kata kunci Pengumpulan sebelumnya diperoleh 14 karya ilmiah, yang terdiri dari miskonsepsi pada hukum newton dengan four tier test dan local wisdom pada materi Hukum Newton gerak lurus. Sumber data yang sudah dipiih, akan ditinjau lebih lanjut sehingga memperoleh informasi sebagai Artikel dan jurnal yang disaring untuk di seleksi dalam abstarknya adalah 40 Tahapan artikel dan jurnal yang diperoleh Dari analisis tersebut, diperoleh beberapa informasi, seperti kontribusi penulis dan jurnal, jumlah kutipan artikel, metode diagnostik, metode untuk mengatasi miskonsepsi, dan Tabel 2. Hasil Analisis artikel materi yang digunakan sesuai artikel yang Judul Artikel Tujuan Metode Hasil DEVELOPM The purpose Four Tier The of Fatni ENT of this study Mufit dan FOUR-TIER research shows that Syamsidar MULTIPLE teachers use more CHOICE TEST reliable Fourlearning which has INSTRUME Tier Multiple Choice Test IDENTIFY STUDENTS' on NewtonAos Meanwhile. CONCEPT Laws UNDERSTA students experience NDING OF NEWTON'S Furthermore. LAW MATERIAL validation are: first, the validity aspect of the instrument 56 to 0. 79 which are in the valid Second, the reliability scores of the instrument is 0,90 which is in the very high category. ANALISIS This study Four Tier Based the Chelyka MISKONSEPSI aims data Yerni PESERTA the Manurung DIDIK PADA the . Haratua MATERI and causes is Tiur M. HUKUM of students' item Erwina Penyebab Penggunaan Prasangka,ber fikir asosiatif. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online NEWTON DI SMA NEGERI 7 PONTIANAK Newton's Law material SMA Negeri Pontianak Analisis Pemahaman Konsep Sikap Siswa Terhadap Belajar Fisika Pada Materi Hukum Newton Tentang Gerak The aims of . Newton's motion, . physics and . g of physics concepts in Newton's motion and Four tier number 12 with 42 students and the misconception is in item number 1 with 16 students. Based on the results of interviews, it was causes of students' thinking, students' methods that are not correct. The showed that the Newton's concepts was very The majority of students Newton's second, and third Newton Based students' attitudes, it was found that. 29% students who do not like physics not interested in Then. Correlation between studentAos physics concept and the result showed correlation value of 0,420. Which both variable has a correlation with a Vol. No. 1, pp. April 2023 Oktaviant Nur Ifani Rizkita. Fatni Mufit Kurangnya konsep materi Newton gerak Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Vol. No. 1, pp. April 2023 positive direction. PENGEMBANG TES DIAGNOSTIK HUKUM NEWTON BERBENTUK FOUR-TIER MULTIPLE CHOICE UNTUK PESERTA DIDIK SMA/MA SINGKAWAN Analisis Miskonsepsi Hukum Newton pada Siswa Kelas XI MIA 1 di SMA Katolik Santo Andreas Palu Hukum Newton untuk siswa SMA Singkawang. Four tier Jadi, disana ada 11 tingkat yang dapat miskonsepsi siswa. DEVI HARDIYA NTI Pengembanga kesukuran tes atau soal Miskonsepsi Hukum Newton MIA 1 SMA Katolik Santo Andreas Palu. CRI Kesimpulan adalah siswa kelas XI MIA 1 di SMA Katolik Santo Andreas Palu dengan rata- rata persentase adalah 40,30%. Maya Kristanti Landusa. Syamsu. Muhamma d Ali Kesalahan konsep pada Identifikasi Pemahaman Level Miskonsepsi Siswa Materi Kinematika Menggunakan Instrumen Four Tier Diagnostic Test Penelitian ini konsep dan Four Tier Jasmi Rosa Kurangnya Diagnostic Test Four-Tier Physics Learning: Case Misconception NewtonAos Law Material This uses the R & which aims n detection and produce products in the form of R dan D Four Tier Siswa kelas X MIPA MAN Batam materi kinematika Pemahaman siswa berada pada level rendah sementara miskonsepsi siswa berada pada level The quality of the tested by testing the validity of the test questions in the form of validity and reliability tests. The question with valid criteria is 9 moderate reliability. For the feasibility of Maharani. Rahayu. E Amaliah . R Rahayu Saregar Kurangnya konsep dalam Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Analyzing StudentsAo Misconception NewtonAos Laws through Four-Tier Newtonian Test (FTNT) Analisis Kualitas Pengembanga n Four Tier Test Mengetahui Profil Kemampuan Metakognisi Siswa Tingkat SMA EksKaresidenan Pati n detection and see the feasibility of the product. This NewtonAos Laws Four-Tier Newtonian Test (FTNT). The research Newton's Law material based on a four-level the quality of ability of the n profile in Vol. No. 1, pp. April 2023 the instrument, the percentage is 84% with very decent Four Tier Newtonia Test (FTNT) R and D Four Tier From the research, it can be concluded that FTNT can be used in analyzing misconceptions on NewtonAos Laws concepts and more effective than using the two-tier test. Teachers NewtonAos Laws that designing diagnostic test and developed for other physics The results showed abilities, 31% of 'factual abilities were in the category, 28% of conceptual abilities were categorized as 32% of students 'conceptual abilities were categorized as 14% of students' category. In the research results for the ability indicator as high as 17%, and the evaluation indicator as much as 6% of students were categorized as Students Ida KANIAWA TI, Nuzulira Janeusse FRATIWI. Agus DANAWA Iyon SUYANA, Achmad SAMSUDI Endi SUHENDI Adanya Niken Tri Widayati . Wiyanto Wiyanto. Bambang Subali Metakognisi Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Eksplorasi Konsep Fisika Tari Dhadak Merak Reog Ponorogo PEMBELAJARA FISIKA MENGINTEGR ASIKAN ETNOSAINS PERMAINAN TRADISIONAL Penelitian ini konsep fisika Indonesia. Dimana pada penelitian ini momen gaya pada teknik merak dalam Reog Ponorogo Narrative review ini Deskriptif Narrative understanding have the highest on the indicator of factual ability, while the lowest is on the The resulted that the four-tier evaluation tool was high schools to be able to explore the profile of students' Menurut kesetimbangan dan momen gaya dalam Tarian Dhadak Merak, dengan pendekatan etnosains memiliki pembelajaran untuk pembelajaran fisika sains siswa serta melatih siswa untuk berpikir kreatif. Hasil dari narrative literature review ini menunjukan bahwa pembelajaran fisika konsep dan prinsip fisika, pembelajaran fisika sangat erat Vol. No. 1, pp. April 2023 Nur Iva Wulansari Setyo Admoko Pendekatan fisika karena melatih siswa untuk berpikir Azmi Asra. Festiyed. Fatni Mufit. Asrizal peserta didik dapat memiliki berpikir logis kritis dengan cara interaksi dan bermain Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online IDENTIFIKASI KONSEP FISIKA PADA KEARIFAN LOKAL ANYAMAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Penelitian ini Bertujuan konsep fisika Analisis Konsep Fisika Permainan Tradisional Ketapan Kereweng Sebagai Untuk konsep fisika Deskriptif sehari-hari, pembelajaran fisika meningkatkan hasil didik serta kearifan lokal dalam bentuk cepat dan familiar pada peserta didik, seperti permainan didik dengan rasa berpikir logis dan didik yang lain saat Hasil Menunjukkan anyaman terdapat konsep fisika untuk materi gaya dan Hukum Newton. Oleh Karena itu, dalam Konsep Pengumpulan data Penelitian Vol. No. 1, pp. April 2023 Vivi Elvi Rosanti Husin dan Agsen Hosanty Billik Membangun proses sains, n sikap ilmiah. Dina Afkarina . Sudarti Menjelaskan konsep fisika Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Bahan Fisika Ajar Analisis Konsep Fisika Permainan Tradisional Gasing Bahan Ajar Fisika Local wisdom can be done by games into The analyze the game as a Vol. No. 1, pp. April 2023 kerapan kereweng keterkaitan dengan gaya dan gerak. Adanya ini diharapkan dapat menjelaskan konsep fisika pada tradisional kerapan kereweng sehingga sebagai bahan ajar This illustrates that the game is related to physics, especially the concept of force and motion. The existence of this expected to explain physics in gasing traditional game so that it can be used as physics teaching Pembahasan sebagai bahan Irnin Agustina Dwi Astuti. Yoga Budi Bhakti Menjelaskan konsep fisika sebagai bahan memahami materi. Pada artikel 3,5,6,7, dan 8 miskonsepsi terjadi karena adanya kesalahan konsep terhadap materi Hukum Newton, yang terjadi pada siswa. Pada artikel ke 4, instrument tes four tier dengan menggunakan soal dengan kategori yang tersedia. Untuk artikel yang ke 9 yaitu mengenai metakognisi siswa, yaitu pemberian soal degan indicator tiggat tinggi untuk memecahkan suatu masalah pada soal. Untuk 5 artikel selanjutnya yaitu membahas mengenai local wisdom atau kaarifan local yang teredapat dalam Hukum Newton. Pada artikel ke 10 menggunakan local wisdom Tari Dhadak Merak Reog Ponorogo, untuk membantu siswa dalam berfikir kreatif dalam pembelajaran. untuk artikel ke 11 merupakan literature review yang berintegrasi dalam local wisdom agar peserta didik dapat memiliki keterampilan berpikir logis dan berfikir kritis dengan cara interaksi dan bermain dengan permainan Hasil seleksi pada tabel 2 memberikan informasi metode four tier yang telah di kembangkan oleh para peneliti. Terdapat 14 artikel yang memenuhi keyword dari peneliti. Pada 9 artikel diantaranya yaitu penggunaan instrument tes Four Tier untuk miskonsepsi dan 5 diantara nya membahas mengenai local widom yang digunakan untuk pemahaman Hukum Newton Gerak Penggunaan instrument four tier ini di anggap dikembangkan sebelumnya. Karena instrument ini dapat melihat seberapa kuat peserta didik dalam memahami konsep materi pada materi Pada artikel 1 dan 2 membahas terjadinya digunakan masih secara konvensional. Pada artikel ke 2 miskonsepsi juga terjadi karena Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Pada artikel ke 12, menyatkan bahawa penggunaan local wisdom anyaman mengembangkan keterampilan proses sains, dan menumbuhkan sikap ilmiah. Dan untuk artikel ke 13 dan 14 menyatakan permainan kereweng dan gangsing untuk menjelaskan konsep fisika pada permainan tradisional gasing sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar Fisika. Penyebab dari miskonsespsi fisika pada peserta didik dapat di ketahui dari tabel 2 yang menunjukan adanya miskonsespi pada siswa diagnostic four tier. Penyebab dari miskonsespi adalah kurangnya pemhaman siswa terhadap materi yang di sampaikan dan adanya perbedaan antara soal dan materi yang telah di Penyebab kurangnya pemhaman siswa tersebut dapat diakibatkan oleh peserta didik yang memiliki pemikiran dan pengalaman dalam kehidupan sehari- hari yang berbeda dengan apa yang di contohkan dalam penerapan Hukum Newton tersebut. Hal ini akan menimbulkan peserta didik mengalami perbedaan konsep. Sehingga hal ini dapat dikurangi dengan menggunakan local wisdom yang ada pada daerah tersebut. Dengan adanya penerapan local wisdom membayangkan sebuah materi. Dapat di contohkan pada materi Hukum newton gerak lurus, yaitu dengan berbagai permainan tradisional yang mudah dan dapat di mainkan, siswa akan jauh lebih mengerti mengenai konsep yang diajarkan. Soal yang akan berintegrasi dengan local wisdom yang ada. Dan juga soal yang diberikan harus sesui dengan indicator yang telah di susun oleh pendidik dan di ajarkan kepada siswa. Hal ini dilakukan agar siswa mampu memahai dan menjawab setiap soal yang ada. Setiap memempunyai kekurangan dan kelebihan dalam mengidentifikasi miskonsepsi. Sehingga akan terus terjadi pengembangan instrument tes diagnostic dengan mengkombinasikan berbagai penelitian. Salah satunya yaitu dengan menggabungkan metode yang dipilih dengan metode Certainty of response index (CRI) yang merupakan metode untuk mengukur tingkat kepercayaan atau kepastian masing-masing responden dalam menjawab berbagai soal atau Instrument ini dapat di manfatkan untuk mengembangkan instrumen tes dan mengidentifikasi informasi yang relefan dari Vol. No. 1, pp. April 2023 KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan, dengan topik penelitian miskonsespi pada materi Hukum Newton gerak lurus dengan instrument tes four tier yang Dapat disimpulkan bahwa miskonsespi pada Hukum Nwton masih sering terjadi pada peserta didik SMA/MA. Penyebab dari miskonsepsi tersebut adalah kurangnya pemahan konsep terhadap materi yang ada serta ketidaksesuaian materi dengan soal yang diberikan. Instrument tes four tier merupakan instrument yang sering di kembangkan dalam penelitian fisika untuk karena instrument ini dapat mengetahui lebih kuat dalam identifikasi pemahaman konsep. Instrument four tier ini mengintegrasikan local wisdom dari sebuah daerah agar lebih mudah di pahami oleh siswa. Bagi guru maupun calon guru fisika disarankan untuk mengembangkan tes four tier ataupun multiple-tier untuk menjadi instrument diagnosis dalam mengidentifikasi miskonsespsi. Guru menggabungkan metode multiple-tes dengan CRI, agar dapat memperoleh keyakinan dari siswa dari setiap jawaban yang diberikan. Guru mengintegrasikan local wisdom yang ada pada miskonsespi yang ada, dengan cara parktik pemberian soal yang berintegrasi dalam local widom yang ada. DAFTAR PUSTAKA