Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 121-128 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24414 ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Siti Nuraisyah1. Ida Nuraida2 dan Adang Effendi3 1, 2, 3 Universitas Galuh. Ciamis. Indonesia Email: nuraisyahsiti889@gmail. ABSTRAK Kemampuan koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari. Namun, kemampuan koneksi matematis siswa masih tergolong rendah sehingga diperlukan kajian yang komprehensif terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah yang relevan mengenai koneksi matematis siswa dalam pembelajaran matematika. Proses pengumpulan data dilakukan secara elektronik melalui penelusuran artikel secara komprehensif pada database Google Scholar pada bulan Mei 2026. Artikel yang dipilih disesuaikan dengan kriteria inklusi tertentu, seperti memiliki relevansi dengan topik penelitian dan memuat hasil penelitian empiris terkait kemampuan koneksi matematis siswa. Artikel yang telah diseleksi kemudian dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi temuan-temuan utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa masih tergolong sedang dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti model pembelajaran, penggunaan konteks dalam pembelajaran, serta kemampuan awal siswa. Pembelajaran yang bersifat kontekstual dan inovatif terbukti dapat membantu meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa secara signifikan. Dengan demikian, diperlukan upaya pengembangan pembelajaran yang lebih variatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa untuk mendukung peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa secara optimal. Kata Kunci: koneksi matematis, pembelajaran matematika, systematic literature review ABSTRACT Mathematical connection ability is one of the important skills in mathematics learning because it helps students relate mathematical concepts to everyday life. However, studentsAo mathematical connection ability is still considered low, so a comprehensive review of previous studies is needed. This study aims to analyze studentsAo mathematical connection ability in mathematics learning through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The method used in this study was a Systematic Literature Review by examining various relevant scientific articles regarding studentsAo mathematical connection ability in mathematics learning. The data collection process was conducted electronically through a comprehensive search of articles in the Google Scholar database in May 2026. The selected articles were adjusted to certain inclusion criteria, such as relevance to the research topic and containing empirical research findings related to studentsAo mathematical connection ability. The selected articles were then analyzed systematically to identify the main findings. The results of the review indicate that studentsAo mathematical connection ability is still at a moderate level and is influenced by various factors, such as learning models, the use of context in learning, and studentsAo prior abilities. Contextual and innovative learning has been proven to significantly improve studentsAo mathematical connection ability. Therefore, it is necessary to develop more varied, contextual, and student-centered learning approaches to optimally support the improvement of studentsAo mathematical connection ability. Keywords: mathematical connection ability, mathematics learning, systematic literature review Dikirim: Mei 2026. Diterima: Juni 2026. Dipublikasikan: Juni 2026 Cara sitasi: Nuraisyah. Nuraida. Effendi. Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa dalam Pembelajaran Matematika: Systematic Literature Review. Proceeding Galuh Mathematics National Conference, 6. , 121128. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 121-128 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24414 PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Dalam pembelajaran matematika, siswa tidak hanya dituntut untuk mampu menghitung, tetapi juga harus mampu menghubungkan berbagai konsep matematika serta mengaitkannya dengan situasi kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan hal tersebut. Sunaryo & Nuraida . menyatakan bahwa Aumatematika memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari karena hampir setiap permasalahan yang ditemui berkaitan dengan matematikaAy. Selain itu. Sujatha & Vinayakan . menegaskan bahwa menghubungkan matematika dengan situasi kehidupan nyata memungkinkan siswa mengembangkan pemahaman konsep matematika yang lebih mendalam sekaligus memperoleh keterampilan aplikatif untuk kehidupan sehari-hari dan karier di masa depan. Kemampuan tersebut dikenal sebagai kemampuan koneksi matematis. Kemampuan koneksi matematis menjadi salah satu standar proses dalam pembelajaran matematika yang penting untuk dikembangkan karena dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih bermakna. Kemampuan koneksi matematis memungkinkan siswa untuk menghubungkan antar topik matematika, menghubungkan matematika dengan disiplin ilmu lain, serta menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan pendapat Fatharani & Azis . , kemampuan ini tidak hanya menekankan aspek perhitungan, tetapi juga kemampuan peserta didik dalam menghubungkan materi pelajaran dengan situasi nyata maupun disiplin ilmu lainnya. Pentingnya kemampuan koneksi matematis terletak pada kemampuannya dalam mengubah persepsi siswa terhadap matematika yang selama ini dianggap abstrak menjadi lebih bermakna. Siswa yang memiliki kemampuan koneksi matematis yang baik cenderung lebih mudah dalam memecahkan masalah kompleks karena mampu melihat keterkaitan antar berbagai konsep matematika (Herdiana et al. , 2. Namun, pada kenyataannya kemampuan koneksi matematis siswa masih tergolong rendah hingga sedang. Rahmadhani et al. menyatakan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa masih rendah, khususnya dalam menghubungkan konsep matematika dengan bidang studi lain maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Secara internasional, hasil Programme for International Student Assessment (PISA, 2. menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa masih tergolong rendah. Rata-rata skor matematika mengalami penurunan dibandingkan siklus sebelumnya dan sekitar satu dari empat siswa berusia 15 tahun dikategorikan sebagai siswa berkemampuan rendah dalam matematika. Rendahnya skor PISA tersebut salah satunya disebabkan oleh lemahnya kemampuan literasi dan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal-soal Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengatasi rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa, namun hasil penelitian yang ada masih bersifat parsial dan belum memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai tren penelitian, faktor penghambat, maupun strategi pembelajaran yang efektif. Penelitian Nopriana et al. juga menyatakan bahwa siswa SMA masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan ide-ide matematika serta memahami hubungan antar konsep matematika secara menyeluruh. Sejalan dengan Nurhayati et al. siswa masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari sehingga kemampuan koneksi matematis siswa masih perlu ditingkatkan. Selain itu, belum terdapat kajian Systematic Literature Review (SLR) yang secara khusus mengintegrasikan temuan-temuan penelitian mengenai kemampuan koneksi matematis siswa pada berbagai jenjang pendidikan dan strategi pembelajaran yang digunakan. Penelitian-penelitian sebelumnya juga cenderung membahas kemampuan koneksi matematis secara terpisah sehingga belum memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai faktor-faktor yang memengaruhi serta upaya peningkatannya. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang lebih komprehensif melalui Systematic Literature Review (SLR) untuk mengintegrasikan berbagai hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 121-128 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24414 bertujuan untuk: . menganalisis tren penelitian kemampuan koneksi matematis siswa, . mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan koneksi matematis siswa, dan . menganalisis strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah Systematic Literature Review (SLR). Systematic Literature Review merupakan proses penelitian yang dilakukan secara transparan, sistematis, dan dapat direplikasi untuk menghasilkan sintesis pengetahuan yang komprehensif mengenai suatu bidang kajian (Cabrera et al. , 2. Pendekatan ini dipilih karena mampu membantu peneliti dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, serta menginterpretasikan berbagai hasil penelitian secara sistematis dan terstruktur. Melalui metode SLR, peneliti melakukan penelaahan mendalam dan sintesis data terhadap berbagai artikel ilmiah yang membahas kemampuan koneksi matematis siswa dalam pembelajaran matematika. Artikel yang dikaji dibatasi pada publikasi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, yaitu dari tahun 2017 hingga 2025, dengan tujuan untuk memetakan perkembangan penelitian, faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan koneksi matematis, serta strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan tersebut. Data penelitian diperoleh melalui penelusuran berbagai artikel ilmiah secara daring pada database Google Scholar yang dilakukan pada bulan Mei 2026. Cabrera et al. menyatakan bahwa pemilihan kata kunci dan database merupakan langkah penting dalam proses SLR karena menentukan kualitas dan relevansi artikel yang diperoleh. Kata kunci yang digunakan dalam bahasa Indonesia yaitu AuKemampuan Koneksi MatematisAy. AuPembelajaran MatematikaAy, sedangkan dalam bahasa Inggris menggunakan istilah AuMathematical Connection AbilityAy dan AuMathematics LearningAy. Penggunaan kombinasi kata kunci tersebut bertujuan untuk memperluas cakupan pencarian literatur tanpa mengurangi kesesuaian artikel terhadap fokus penelitian. Untuk menjamin kualitas dan relevansi artikel yang dianalisis, penelitian ini menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi secara jelas. Kriteria inklusi meliputi: . artikel diterbitkan dalam rentang tahun 2016Ae2025. artikel berasal dari jurnal nasional terindeks maupun jurnal internasional. penelitian berfokus pada analisis atau upaya peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa. penelitian menggunakan metode kualitatif, kuantitatif, maupun mixed method. Sementara itu, artikel yang diterbitkan di luar rentang waktu tersebut, berupa skripsi, buku, prosiding seminar, maupun artikel konseptual tanpa data empiris dikeluarkan dari kajian penelitian ini. Penetapan kriteria inklusi dan eksklusi ini sejalan dengan pendapat Cabrera et al. yang menyatakan bahwa kriteria seleksi diperlukan untuk memastikan artikel yang digunakan benar-benar relevan dan sesuai dengan tujuan penelitian. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 121-128 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24414 Tahapan seleksi artikel dilakukan dengan mengadaptasi protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. yang meliputi tahap identifikasi, screening, eligibility, dan included. Cabrera et al. menjelaskan bahwa penggunaan PRISMA dalam SLR bertujuan untuk meningkatkan transparansi proses pencarian dan seleksi artikel sehingga penelitian dapat direplikasi dengan lebih baik. Pada tahap identifikasi, seluruh artikel yang diperoleh melalui proses pencarian dikumpulkan dan dicatat. Selanjutnya dilakukan tahap screening berdasarkan kesesuaian judul dan abstrak serta penghapusan artikel yang terduplikasi. Artikel yang lolos kemudian dianalisis lebih lanjut melalui pembacaan teks lengkap . ull-text revie. untuk memastikan kesesuaiannya dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan hingga diperoleh sejumlah artikel final yang layak untuk dianalisis. Proses seleksi artikel menggunakan protokol PRISMA disajikan pada Gambar 1. Gambar 1. Diagram Alur Seleksi Artikel Menggunakan PRISMA HASIL DAN PEMBAHASAN Kemampuan koneksi matematis dapat dipahami sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi yang menuntut siswa untuk memahami dan mengaitkan konsep-konsep dalam matematika, baik secara internal antar topik maupun secara eksternal dengan bidang ilmu lain dan konteks kehidupan sehari-hari (Angelina & Effendi, 2. Kemampuan ini tidak hanya menekankan aspek perhitungan, tetapi juga bagaimana peserta didik mampu menghubungkan materi pelajaran yang diberikan guru dengan situasi nyata atau dengan disiplin ilmu lainnya (Fatharani & Azis, 2. Melalui kemampuan ini, siswa diharapkan mampu melihat matematika sebagai bagian yang terintegrasi dengan dunia nyata, sehingga dapat memahami manfaat matematika dalam berbagai aspek kehidupan baik di sekolah maupun di luar sekolah (Warih et al. , 2. Berbagai penelitian telah merumuskan indikator kemampuan koneksi matematis, yang secara umum dapat dibagi menjadi tiga fokus utama: koneksi internal . ntar topik matematik. , koneksi eksternal . ntar bidang ilmu dan dunia nyat. , dan koneksi representasional . leksibilitas konse. Menurut Hadin et al. menekankan bahwa kemampuan koneksi matematis tercapai ketika siswa mampu menghubungkan satu topik matematika dengan topik lainnya. Selain itu, siswa juga harus mampu mengaitkan konsep matematika dengan subjek ilmu lain dan dengan situasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Senada dengan itu. Apipah & Kartono . menyimpulkan indikator dalam tiga kategori integratif dan aplikatif: Menghubungkan antar topik dalam matematika. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 121-128 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24414 menghubungkan konsep matematika dengan disiplin ilmu lain, menghubungkan konsep matematika dengan konteks dunia nyata atau aplikasi sehari-hari. Berdasarkan hasil pencarian literatur melalui database Google Scholar menggunakan kata kunci yang telah ditentukan, diperoleh sejumlah artikel yang berkaitan dengan kemampuan koneksi matematis siswa. Setelah dilakukan proses seleksi berdasarkan kesesuaian judul, abstrak, isi artikel, serta kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh lima artikel yang relevan untuk dianalisis lebih lanjut. Artikel-artikel tersebut berasal dari jurnal nasional terindeks dan dipublikasikan pada rentang tahun 2017 hingga 2025. Berdasarkan hasil kajian, penelitian mengenai kemampuan koneksi matematis siswa dalam kurun waktu 2017Ae2025 didominasi oleh penelitian pada jenjang SMP dan MTs dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan mixed method. Fokus penelitian sebagian besar membahas analisis kemampuan koneksi matematis siswa serta pengaruh model pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan tersebut. Selain itu, materi yang paling banyak diteliti adalah statistika, geometri, dan Hal ini menunjukkan bahwa penelitian mengenai kemampuan koneksi matematis masih berfokus pada pengembangan kemampuan siswa dalam menghubungkan konsep matematika dengan konteks kehidupan sehari-hari. Hasil sintesis dari artikel-artikel tersebut menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa secara umum masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Penelitian Andriani & Aripin . menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematik siswa SMP masih tergolong rendah, khususnya pada indikator menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Persentase kesalahan siswa pada indikator tersebut mencapai 83,78%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep matematika dengan situasi nyata. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa siswa lebih mampu memahami hubungan antar topik matematika dibandingkan menerapkan konsep matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian Hadin et al. menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis dipengaruhi oleh tingkat self regulated learning siswa. Siswa dengan kemandirian belajar tinggi cenderung melakukan kesalahan yang lebih sedikit dalam menyelesaikan soal koneksi matematis dibandingkan siswa dengan kemandirian belajar rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan mengatur proses belajar secara mandiri berperan penting dalam membantu siswa memahami keterkaitan antar konsep matematika maupun hubungan matematika dengan bidang lain dan kehidupan sehari-hari. Faktor lain yang memengaruhi kemampuan koneksi matematis adalah gaya belajar siswa. Penelitian Apipah & Kartono . menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan koneksi matematis yang lebih tinggi dibandingkan siswa dengan gaya belajar auditori dan kinestetik. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menghubungkan konsep matematika dapat dipengaruhi oleh cara siswa menerima dan mengolah informasi selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan model pembelajaran yang digunakan, penelitian Mataheru . menunjukkan bahwa aktivitas Math Trail mampu membantu siswa membangun koneksi matematis internal dan eksternal melalui pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan nyata. Siswa dapat memahami konsep kesebangunan melalui pengamatan dan pengukuran objek secara langsung di lingkungan Namun demikian, penelitian tersebut juga menemukan beberapa kendala yang dihadapi siswa, seperti kesulitan visualisasi objek, keterbatasan alat ukur, serta pengaruh kondisi lingkungan saat pembelajaran berlangsung. Selain model pembelajaran, bentuk evaluasi juga berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian Oktaviani et al. menunjukkan bahwa siswa yang diberikan tes berbentuk esai memiliki kemampuan koneksi matematis yang lebih baik dibandingkan siswa yang diberikan tes pilihan ganda. Tes esai memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 121-128 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24414 proses berpikir dan hubungan antar konsep matematika secara lebih mendalam sehingga kemampuan koneksi matematis dapat terlihat dengan lebih baik. Berdasarkan hasil kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa masih perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual. Rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih cenderung berfokus pada hafalan rumus dan penyelesaian prosedural dibandingkan pengembangan pemahaman konsep. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan model pembelajaran yang mampu mengaitkan matematika dengan kehidupan nyata, seperti Problem Based Learning (PBL). Realistic Mathematics Education (RME), maupun pembelajaran berbasis kontekstual seperti Math Trail. Selain itu, diperlukan pula penggunaan instrumen evaluasi yang mampu mengukur kemampuan berpikir siswa secara mendalam agar kemampuan koneksi matematis siswa dapat berkembang secara KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR), penelitian mengenai kemampuan koneksi matematis siswa dalam kurun waktu 2017Ae2025 didominasi oleh penelitian pada jenjang SMP dan MTs dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mixed method, dan kuasi eksperimen. Fokus penelitian sebagian besar membahas analisis kemampuan koneksi matematis siswa serta pengaruh model pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa masih berada pada kategori rendah hingga sedang, terutama dalam menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti self regulated learning, gaya belajar, disposisi matematis, model pembelajaran, dan bentuk evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, penggunaan aktivitas Math Trail terbukti mampu membantu meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa karena dapat menghubungkan konsep matematika dengan situasi nyata secara lebih bermakna. REKOMENDASI Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan agar guru matematika lebih sering menerapkan model pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa. Pembelajaran seperti Problem Based Learning (PBL). Realistic Mathematics Education (RME), dan aktivitas berbasis konteks nyata seperti Math Trail dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran karena mampu membantu siswa menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, penggunaan instrumen evaluasi berbentuk esai juga direkomendasikan agar kemampuan berpikir dan koneksi matematis siswa dapat terukur secara lebih mendalam. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian mengenai kemampuan koneksi matematis pada jenjang pendidikan, materi, dan pendekatan pembelajaran yang lebih beragam sehingga diperoleh hasil penelitian yang lebih luas dan komprehensif. Penelitian selanjutnya juga dapat mengembangkan kajian mengenai hubungan kemampuan koneksi matematis dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi lainnya, seperti kemampuan pemecahan masalah, penalaran matematis, dan literasi matematika. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 121-128 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24414 UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Allah Swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Galuh yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan penelitian ini. Selain itu, penulis mengucapkan apresiasi kepada seluruh penulis artikel dan jurnal yang menjadi sumber kajian dalam penelitian ini serta kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, motivasi, dan bantuan selama proses penyusunan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA