Vol 2 No. 4 Oktober 2025 P-ISSN : 3047-2806 E-ISSN : 3047-2075. Hal 142 Ae 149 JURNAL PADAMU NEGERI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jpn Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI:https://doi. org/10. 69714/pbedry71 PELATIHAN AKUNTANSI DASAR SEBAGAI PENDEKATAN DALAM MENINGKATKAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PENGURUS KOPERASI SIMPAN PINJAM Dicky Arisudhana a*. Sugeng Priyantob. Taqwa Putra Budi Purnomo Sidi Hiram c. Indah Rahayu Lestarid a Fakultas Ekonomi & Bisnis / Program Studi Akuntansi, dicky. arisudhana@budiluhur. Universitas Budi Luhur Jakarta Selatan b Fakultas Ekonomi & Bisnis / Program Studi Manajemen, sugeng. priyanto@budiluhur. Universitas Budi Luhur Jakarta Selatan c Fakultas Ekonomi & Bisnis / Program Studi Manajemen Bencana, taqwa. putra@budiluhur. Universitas Budi Luhur Jakarta Selatan rahayu@budiluhur. Universitas Budi Luhur Jakarta Selatan *Penulis Korespondensi : Dicky Arisudhana d Fakultas Ekonomi & Bisnis / Program Studi Akuntansi. ABSTRACT Savings and loan cooperatives play a vital Impact on enhancing the local economy, with a focus on rural and urban areas that lack adequate access to formal financial services. A major obstacle encountered by these entities is cooperatives is the need to manage their finances efficiently through a well-organized and transparent accounting system. Therefore, community service activities, including basic accounting training for partners, namely the managers of Localized cooperative financial institutions specializing in savings and credit in the neighborhood of cluster area GPE Estate. East Pamulang, are crucial for improving the managers' managerial capabilities, particularly in managing cooperative financial administration using The training implementation approach was participatory and collaborative, encompassing problem identification, field surveys, preparation of training materials, provision of training on accounting concepts and practices, and monitoring and evaluation activities. The evaluation results of the training activities showed an increase in partners' knowledge and skills in understanding and mastering accounting This was evident in the increase in the average test score of participants, from 59. 5 before the training to 79. 7 after the training. This increase indicates a significant change in participants' understanding of the material presented. This situation indicates that the training activities have a positive impact on increasing transparency in cooperative financial management. By preparing more transparent and easy-tounderstand financial reports, members gain greater trust and are encouraged to actively participate in cooperative management. This increased trust has the potential to reduce the potential for internal conflict and support the sustainability and stability of cooperative operations. Keywords: training. Abstrak Koperasi simpan pinjam memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian di tingkat lokal, khususnya di daerah yang belum memiliki akses memadai terhadap layanan keuangan formal. Salah satu tantangan utama yang dihadapi koperasi ini adalah tuntutan untuk mengelola keuangan secara efisien melalui sistem akuntansi yang rapi dan transparan. Sehubungan dengan hal tersebut, aktivitas pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam bentuk pelatihan dasar akuntansi bagi mitra yaitu pengurus koperasi simpan pinjam warga di lingkungan kompleks perumahan GPE. Pamulang Timur menjadi sangat penting untuk meningkatkan kemampuan manajerial pengurus khususnya dalam hal pengelolaan administrasi keuangan koperasi dengan menggunakan akuntansi. Pendekatan pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan secara partisipatif dan kolaboratif yang mencakup identifikasi permasalahan, survei lapangan, penyusunan materi pelatihan, pemberian pelatihan mengenai konsep dan praktik akuntansi serta kegiatan pemantauan dan Hasil evaluasi kegiatan pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam pemahaman serta penguasaan praktik akuntansi. Hal ini terlihat dari kenaikan nilai rata-rata tes peserta, dari 59,5 sebelum pelatihan menjadi 79,7 setelah pelatihan. Peningkatan ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Situasi ini mencerminkan bahwa program pelatihan memiliki pengaruh yang menguntungkan terhadap peningkatan literasi manajerial Naskah Masuk 24 September 2025. Revisi 26 September 2025. Diterima 29 September 2025. Terbit 1 Oktober 2025 Dicky Arisudhana dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 142 Ae 149 di kalangan peserta dalam aspek tata kelola sumberdaya keuangan koperasi. Kegiatan pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterbukaan dalam pengelolaan keuangan koperasi. Dengan penyusunan laporan keuangan yang lebih transparan dan mudah dipahami, anggota menjadi lebih percaya dan terdorong untuk terlibat secara aktif dalam pengelolaan koperasi. Peningkatan kepercayaan tersebut berpeluang mengurangi potensi konflik internal serta mendukung keberlanjutan dan kestabilan operasional Kata Kunci: pelatihan. PENDAHULUAN Koperasi merupakan organisasi ekonomi yang kegiatannya didasarkan pada azas dan undang-undang koperasi Nomor 25 tahun 1992 yang landasan dasarnya adalah azas kekeluargaan. Termasuk dalam salah satu bentuk koperasi yaitu koperasi simpan pinjam. Koperasi simpan pinjam merupakan lembaga pembiayaan yang berfungsi dalam mengumpulkan dan mendistribusikan dana dari anggota dan untuk anggotanya. Dalam kegiatan usahanya koperasi simpan pinjam mengumpulkan sejumlah dana dari tiap anggota yang disebut sebagai simpanan anggota. Dana yang dihimpun ini selanjutnya digunakan sebagai modal yang akan dikelola oleh pihak pengurus koperasi. Dana yang dihimpun sebagai modal itu lalu dipinjamkan kepada anggota yang membutuhkan dana dengan persyaratan dan aturan yang telah disepakati. Sistem ini tidak sekedar hanya membantu anggota mencukupkan kebutuhan keuangan mereka namun juga membantu memperkuat tali silaturahmi diantara anggotanya dan menopang kemampuan anggota koperasi untuk dapat mandiri secara Disamping itu koperasi simpan pinjam turut berperan signifikan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui penyediaan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau dibandingkan lembaga keuangan pada umumnya . Koperasi simpan pinjam merupakan elemen penting dalam perekonomian lokal, terutama di wilayah pedesaan dan perkotaan yang masih minim akses terhadap layanan keuangan formal. Salah satu kendala dan permasalahan pengurus koperasi simpan pinjam adalah mereka dituntut untuk dapat mengelola keuangan secara efektif dengan akuntansi yang tertata dan transparan. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dasar akuntansi bagi pengurus koperasi simpan pinjam warga di kawasan kompleks perumahan GPE. Pamulang Timur sangat relevan dengan kebutuhan untuk memperkuat kemampuan manajerial para pengurus koperasi. Adapun tujuan pokok rangkaian pelaksanaan kegiatan pengabdian ini disajikan sebagai berikut :. Membekali pengurus koperasi dengan pengetahuan yang lebih luas terkait pentingnya akuntansi dalam manajemen keuangan koperasi. Mengedukasi penerapan akuntansi yang tepat kepada pengurus agar memiliki kemampuan untuk mendorong keterbukaan dalam pengelolaan keuangan koperasi simpan pinjam sehingga anggota dapat memantau dan memahami secara jelas pengelolaan dana mereka. Dengan memastikan pengelolaan keuangan yang baik maka diharapkan pengurus koperasi simpan pinjam dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan koperasi khususnya yang berkenaan dengan akuntansi dan keuangan sehingga mereka bisa memberikan pelayanan yang lebih efektif kepada anggota . Kegiatan pelatihan akuntansi dasar bagi mereka memberikan kontribusi yang berarti terhadap pembangunan wilayah setempat. Melalui peningkatan kompetensi pengurus koperasi maka akan menciptakan iklim keuangan yang lebih stabil dan terbuka sehingga anggota dan masyarakat dapat memperoleh akses informasi yang lebih baik terhadap layanan keuangan yang aman dan terpercaya. TINJAUAN PUSTAKA 1 Koperasi Koperasi adalah sebuah lembaga yang dibentuk atas prinsip kebersamaan dan kekeluargaan. Anggotanya dapat terdiri dari individu maupun badan hukum, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya. Pengelolaan koperasi dilakukan secara kolektif oleh para anggota, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang setara dalam proses pengambilan keputusan. Keuntungan yang diperoleh koperasi dikenal dengan istilah sisa hasil usaha (SHU). Karena koperasi sangat penting dalam perekonomian Indonesia maka perlu terus dikembangkan supaya bisa membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi bangsa. Koperasi memiliki prinsip internal dan prinsip eksternal . Adapun prinsip internal koperasi adalah : . Keikutsertaan didasarkan pada kesukarelaan dan tanpa pembatasan, . Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis, . Pembagian SHU adil sesuai dengan kontribusi anggotanya, . Imbal hasil diberikan sebatas JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2025, pp. 142 - 149 Dicky Arisudhana dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 142 Ae 149 jumlah modal yang disertakan dalam koperasi, . Koperasi harus mandiri. Sedangkan prinsip eksternal koperasi adalah : . Pendidikan dan pelatihan koperasi, . Kerjasama antar koperasi. 2 Akuntansi Akuntansi adalah sebuah proses yang meliputi pencatatan, pengelompokan, penyajian ringkasan, pelaporan, dan analisis data keuangan dalam sebuah organisasi . Sebagai sebuah disiplin ilmu, akuntansi menyediakan informasi yang diperlukan agar organisasi dapat menjalankan aktivitasnya dengan efisien serta mengevaluasi kinerjanya. Informasi yang diperoleh dari akuntansi memiliki peran penting dalam: . mendukung manajemen untuk merencanakan secara efektif, mengawasi, dan mengambil keputusan, serta . menjadi sarana yang digunakan organisasi untuk menunjukkan akuntabilitas kepada pemangku kepentingan seperti investor, kreditur dan pemerintah. Proses akuntansi yang dilakukan dengan baik dan teratur akan sangat membantu pengelola atau pengurus dalam melaksanakan tugasnya, tanggungjawab dan kewenangannya di dalam organisasi khususnya dalam menyampaikan informasi keuangan koperasi kepada para pemangku kepentingan . Pelaksanaan akuntansi tidak hanya berguna untuk menyediakan informasi mengenai laporan keuangan saja tetapi juga laporan tambahan lainnya. Akuntansi melibatkan rangkaian tahapan yang harus dijalankan oleh akuntan mulai dari tahap awal hingga penyusunan laporan keuangan. Proses kerja ini dikenal sebagai siklus akuntansi, yang mencakup berbagai langkah seperti identifikasi transaksi, membukukan transaksi ke jurnal umum, pemindahan data ke buku besar, penyusunan neraca saldo sebelum penyesuaian, penyusunan jurnal penyesuaian, penyusunan neraca lajur, pembuatan laporan keuangan, pembentukan jurnal penutup, dan pembentukan neraca saldo sesudah ditutup . 3 Prinsip-Prinsip Akuntansi Agar proses akuntansi dapat berjalan dengan baik maka akuntan atau tenaga pelaksana akuntansi di koperasi harus mengikuti beberapa prinsip penting yaitu: . Prinsip Entitas Usaha: Koperasi dianggap sebagai badan yang berdiri sendiri dan berbeda dari pemiliknya, . Prinsip Periode Akuntansi: Laporan keuangan dibuat berdasarkan periode waktu tertentu, . Prinsip Biaya Historis: Semua barang/jasa dicatat berdasarkan biaya saat pembelian, . Prinsip Satuan Moneter: Transaksi dicatat dalam bentuk moneter, . Prinsip Kesinambungan Usaha: Koperasi diasumsikan akan terus berjalan, . Prinsip Akrual: Transaksi dicatat saat terjadi, bukan saat kas masuk/keluar, . Prinsip Konservatisme: Beban dicatat segera, pendapatan dicatat jika pasti, . Prinsip Konsistensi: Metode akuntansi digunakan secara konsisten, . Prinsip Mempertemukan: Pendapatan dicatat bersamaan dengan biaya terkait, . Prinsip Pendapatan: Semua penghasilan harus dicatat, . Prinsip Biaya: Semua biaya yang dikeluarkan harus dicatat, . Prinsip Keberlanjutan: Koperasi dianggap beroperasi dalam jangka panjang . 4 Laporan Keuangan Koperasi Sesuai dengan Permen KUKM No. 04/Per/M. KUKM/VII/2012, laporan keuangan adalah laporan yang dibuat oleh pengurus koperasi tiap periode untuk menunjukkan bagaimana kondisi keuangan dan kinerja koperasi . Laporan ini penting buat anggota koperasi, orang atau lembaga lain yang berhubungan dan memiliki kepentingan serta harus diterbitkan paling lambat sebulan sebelum Rapat Anggota Tahunan (RAT). Laporan keuangan ini mencakup beberapa jenis laporan, yaitu: . Neraca: Menunjukkan kondisi keuangan koperasi, seperti aset . , kewajiban . , dan ekuitas . , . Perhitungan Hasil Usaha: Menjelaskan berapa pendapatan yang masuk dan biaya yang digunakan dalam kurun waktu tertentu, . Laporan Perubahan Ekuitas: Menggambarkan perubahan modal koperasi selama periode itu, apakah naik atau turun, . Laporan Arus Kas: Menginformasikan tentang uang yang masuk dan keluar dari koperasi, diklasifikasikan berdasarkan kegiatan usaha utama, penanaman modal, dan perolehan dana, . Catatan Atas Laporan Keuangan: Berisi penjelasan tambahan tentang angka-angka di laporan keuangan serta hal-hal yang mungkin tidak sesuai standar akuntansi . METODOLOGI PENELITIAN Sebagai unsur yang tidak dapat dipisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) memiliki peran penting khususnya dalam hal yang terkait dengan penerapan ilmu pengetahuan guna membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat khususnya pengurus koperasi simpan pinjam. Sebanyak 10 orang anggota pengurus koperasi dilibatkan secara aktif sebagai peserta dalam pelaksanaan kegiatan melalui metode partisipatif. Lokasi pengabdian difokuskan di koperasi simpan pinjam warga kompleks perumahan GPE Pamulang Timur Pamulang Tangerang Selatan. Sebelum melakukan kegiatan pengabdian, dibuatkan terlebih dahulu kerangka metode pelaksanaan kegiatannya sebagai berikut : Pelatihan Akuntansi Dasar sebagai Pendekatan dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Pengurus Koperasi Simpan Pinjam (Dicky Arisudhana Dicky Arisudhana dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 142 Ae 149 Tabel 1. Kerangka Metode Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Keadaan sekarang Pengetahuan masih kurang baik Pengetahuan akuntansi masih rendah. Peserta masih Strategi Guna Memecahkan Masalah Penyampaian materi, dialog tanya jawab, dan pembahasan mengenai arti serta nilai penting Penyampaian materi, sesi tanya mengenai bagaimana cara keuangan dengan akuntansi. Penyajian materi, tanya jawab, diskusi terkait pengelolaan dengan penerapan akuntansi. Hasil yang Diinginkan Peserta mendapatkan pemahaman mengenai arti dan pentingnya Meningkatkan pemahaman dan mengelola keuangan koperasi dengan akuntansi. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana mengelola keuangan koperasi secara baik dan transparan dengan menggunakan Berdasarkan kerangka metode pelaksanaan kegiatan pengabdian, kemudian disusun tahapan-tahapan pelaksanaannya dengan menggunakan beberapa referensi secara sistematis sebagai berikut: 1 Identifikasi Kebutuhan dan Permasalahan yang Dihadapi Mitra Langkah pertama dalam kegiatan pengabdian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh pengurus koperasi terkait dengan pengelolaan keuangan koperasi melalui proses akuntansi. Langkah ini diawali dengan studi awal yang meliputi wawancara bersama pengurus koperasi, telaah terhadap dokumen transaksi, data keuangan dan informasi keuangan yang tersedia serta pengamatan langsung terhadap praktik pengelolaan keuangan yang sedang berjalan. Terdapat beberapa masalah yang terindentifikasi yaitu kurangnya literasi tentang proses akuntansi, ketidakmampuan pengurus koperasi menerapkan proses akuntansi dan transparansi dalam mengelola dana koperasi yang berasal dari anggota . 2 Pengembangan Model Pelatihan Sesuai identifikasi kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi mitra, pengembangan model pelatihan dibuat dengan maksud guna mengatasi permasalahan yang ada di mitra. Pengembangan model pelatihan ini meliputi beberapa hal yaitu : Materi pelatihan : materi pelatihan disusun secara komprehensif, relevan dan padat sistematis sehingga diharapkan peserta memperoleh pemahaman yang baik dalam transfer knowledge. Adapun materi pelatihannya adalah meliputi : . konsep dasar akuntansi, . pentingnya akuntansi dalam pengelolaan organisasi, . prosedur pencatatan transaksi, . penyusunan dan pembuatan laporan keuangan yang transparan, . aspek pengawasan dan kontrol di pengelolaan keuangan koperasi menggunakan akuntansi . Metode penyuluhan . : Agar efektif dan tepat sasaran metode penyuluhan . yang disampaikan disesuaikan dengan latar belakang dan kemampuan peserta melalui ceramah, diskusi tanya jawab dan kombinasi antara studi kasus dengan praktik langsung. Rentang waktu pelaksanaan . pelatihan : Rentang waktu ditentukan dengan secara memadai sehingga dapat mencakup keseluruhan materi yang sudah direncanakan dengan tetap menjaga kenyamanan peserta. 3 Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Kegiatan pelaksanaan pelatihan diselenggarakan yang disesuaikan dengan : Jadwal yang sudah ditentukan Lokasi pelatihan di salah satu rumah pengurus koperasi Peserta yang diikut sertakan yakni para pengurus koperasi JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2025, pp. 142 - 149 Dicky Arisudhana dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 142 Ae 149 Jadwal dan durasi waktu penyuluhan dan pelatihan selama satu hari penuh 4 Evaluasi dan Penilaian Hasil Pelatihan Pengamatan . Pengamatan . langsung dimaksudkan untuk melihat dan mengukur adanya partisipasi dan respon peserta selama mengikuti pelatihan. Pre-test dan post-test. Evaluasi ini dilakukan guna mengukur seberapa besar perubahan pemahaman dan pengetahuan peserta sebelum mengikuti dan setelah menyelesaikan pelatihan. Evaluasi terhadap kepuasan peserta. Evaluasi ini dimaksudkan agar mendapatkan tanggapan dari peserta sehubungan dengan kepuasan peserta terhadap muatan materi, metode serta cara penyuluhan & pelatihan dan penyelenggaraan keseluruhan rangkaian acara pelatihan. Penilaian hasil pelatihan. Penilaian terhadap hasil kegiatan pelatihan dilakukan melalui pembandingan antara hasil nilai pre-test dan post-test dari setiap peserta guna menentukan sampai seberapa jauh perubahan pemahaman pengetahuan peserta antara masa pra-pelatihan dan pasca-pelatihan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Kemajuan Pemahaman dan Pengetahuan Peserta Kegiatan Pengabdian yang dilaksanakan bersama pengurus koperasi simpan pinjam memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kapasitas mitra terutama dalam hal pencatatan transaksi keuangan hingga penyusunan laporan keuangan. Hal ini turut mendukung terciptanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan koperasi. Hasil dari penilaian terhadap pre-test yang dilakukan sebelum pelatihan dan post-test setelah pelatihan kepada peserta menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai konsep dasar akuntansi, pentingnya akuntansi dalam pengelolaan organisasi, prosedur pencatatan transaksi, penyusunan dan pembuatan laporan keuangan yang transparan dan aspek pengawasan & kontrol di pengelolaan keuangan koperasi menggunakan akuntansi. Ini tercermin dari peningkatan jumlah nilai tes rata-rata sebelum pelatihan sebesar 59,5 dan setelah pelatihan sebesar 79,7. Hal ini memberikan gambaran bahwa terjadi perubahan peningkatan yang berarti dalam tingkat kemampuan peserta dalam memahami materi pelatihan. Disamping memberikan pemahaman konseptual berdasarkan teori, pelatihan ini juga ditujukan agar para peserta memiliki peningkatan kemampuan dalam pengelolaan administrasi keuangan menggunakan akuntansi sehari-hari di koperasi yang mereka kelola. Peserta dilatih ketrampilannya dengan menggunakan cara-cara yang dapat diaplikasikan secara langsung dalam melakukan pencatatan transaksi harian, mempersiapkan laporan keuangan, dan melakukan analisa keuangan untuk evaluasi kinerja keuangan koperasi sehingga prinsip transparansi dan akuntabilitas dapat diwujudkan oleh pengurus koperasi . Gambar 1. Perbandingan Hasil Penilaian Pre-Test & Post-Test 2 Hasil Evaluasi Terhadap Kepuasan Peserta Pelatihan Akuntansi Dasar sebagai Pendekatan dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Pengurus Koperasi Simpan Pinjam (Dicky Arisudhana Dicky Arisudhana dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 142 Ae 149 Penilaian dan evaluasi mengenai kepuasan serta harapan peserta kegiatan dilakukan dengan cara membagikan lembar pernyataan yang harus diisi oleh para peserta. Data yang dikumpulkan dari jawaban peserta pada lembar tersebut kemudian digunakan sebagai bahan untuk menilai, memberikan masukan, dan melakukan Hasil survei kepuasan yang dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi program menandakan bahwa kebanyakan peserta memberikan respon positif terhadap isi pelatihan, metode penyampaian materi, serta keseluruhan penyelenggaraan kegiatan. Para peserta menilai materi yang disampaikan bermanfaat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan koperasi. Selain itu, umpan balik yang diperoleh memberikan masukan berharga untuk perbaikan program ke depan, termasuk usulan agar lebih banyak sesi praktik langsung disediakan serta pendalaman pada topik-topik tertentu. Berikut ini adalah hasil rekapitulasi terkait penilaian kepuasan dan harapan peserta kegiatan: Tabel 2. Hasil Penilaian Kepuasan Peserta Pernyataan Materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan Kegiatan pelatihan dilaksanakan sejalan dengan harapan dan keinginan peserta. Isi materi disajikan dengan jelas sehingga mudah untuk Durasi waktu yang dialokasikan memadai untuk penyampaian materi pelatihan. Narasumber memberikan respons dan solusi yang baik terhadap setiap keluhan, pertanyaan, atau masalah. Peserta memperoleh manfaat secara langsung melalui pelatihan yang dijalani. Kegiatan pelatihan mampu meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan peserta. Peserta akan menggunakan materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Secara keseluruhan, peserta merasa puas dengan pelaksanaan pelatihan. Skala penilaian (Orang Pesert. Sangat Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Setuju 3 Manfaat Yang Diperoleh Dari Pelatihan Akuntansi Dasar Koperasi Manfaat yang diperoleh dari pelatihan akuntansi dasar koperasi adalah sebagai berikut : Perbaikan terhadap performa keuangan koperasi Dampak langsung dari meningkatnya pemahaman dan keterampilan di bidang akuntansi adalah terbukanya peluang untuk memperkuat kinerja keuangan mitra. Melalui penerapan praktik akuntansi yang lebih efektif, koperasi berpotensi meningkatkan keberlanjutan finansial, meminimalkan risiko kerugian, serta memperluas ketersediaan modal guna memberikan layanan keuangan yang lebih optimal kepada para anggotanya . Kualitas perbaikan tata kelola keuangan koperasi yang transparan dan akuntabel yang Pelatihan ini turut berperan dalam memperbaiki keterbukaan pengelolaan keuangan koperasi. Melalui penyusunan laporan keuangan yang lebih mudah dipahami oleh anggota, koperasi mampu meningkatkan kepercayaan serta keterlibatan anggota dalam pengelolaan secara menyeluruh . Dengan naiknya tingkat kepercayaan anggota tersebut berpotensi mengurangi pertentangan internal dan memperkuat keberlangsungan dan keseimbangan dalam organisasi koperasi. Dan disamping itu, dalam kurun waktu panjang pelatihan ini memberikan kontribusi positif terhadap terwujudnya keberlanjutan dalam penerapan praktik akuntansi yang baik di koperasi. Dengan menjaga dan terus menerapkan konsep-konsep akuntansi secara konsisten yang telah dipelajari oleh pengurus koperasi selama pelatihan diharapkan akan memberikan manfaat dalam waktu jangka panjang dan meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Situasi ini akan membangun dasar yang kokoh untuk pertumbuhan ekonomi koperasi sekaligus meningkatkan peran mereka dalam pembangunan ekonomi khususnya wilayah lokal di Pamulang Tangerang Selatan . JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2025, pp. 142 - 149 Dicky Arisudhana dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 142 Ae 149 Gambar 2. Materi Pelatihan KESIMPULAN DAN SARAN Pada hari Sabtu, 6 September 2025 diadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mencakup penyuluhan, pelatihan, serta simulasi kasus mengenai akuntansi dasar koperasi. Kegiatan ini ditujukan bagi pengurus koperasi simpan pinjam warga di kompleks perumahan GPE Pamulang Timur Pamulang Tangerang Selatan dan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses pelaksanaan berjalan lancar tanpa kendala, beberapa hal yang dapat disimpulkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah : . Sebelum penyuluhan dimulai, pengurus koperasi belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai konsep dasar akuntansi serta pentingnya akuntansi bagi koperasi sehingga pengurus koperasi tidak melakukan pengelolaan administrasi keuangan koperasi secara tepat, transparan dan akuntabel, . Antusiasme dan partisipasi aktif para peserta tampak jelas selama penyampaian materi oleh narasumber. Hal ini tercermin dari tingginya frekuensi interaksi dua arah, yang terlihat melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara tim pemateri dan peserta selama berlangsungnya kegiatan pelatihan, . Setelah pelatihan peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang signifikan terkait konsep dasar akuntansi, peran penting akuntansi dalam pengelolaan organisasi, prosedur pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan yang transparan, serta aspek pengawasan dan kontrol dalam pengelolaan keuangan koperasi berbasis akuntansi. Peningkatan ini tercermin dari kenaikan skor rata-rata tes, dari 59,5 sebelum pelatihan menjadi 79,7 setelah pelatihan. Data tersebut mengindikasikan adanya perubahan positif yang signifikan dalam pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan, . Hasil penilaian dan evaluasi pelatihan dengan menggunakan skala likert pada aspek kepuasan, kualitas layanan kegiatan, dan harapan peserta menunjukkan bahwa seluruh peserta memberikan respons sangat puas dan puas terhadap semua indikator yang dinilai. Dalam pengembangan program pelatihan di waktu yang akan datang hendaknya dapat diupayakan untuk menitikberatkan pada peningkatan kontinuitas pelaksanaan pelatihan, memperluas ragam materi agar mencakup topik-topik yang lebih mendalam, serta mempererat sinergi antara koperasi, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan. Upaya ini bertujuan untuk menjamin keberlanjutan manfaat pelatihan dan memperbesar kontribusi positifnya dalam jangka panjang. Dengan demikian, program ini telah membangun dasar yang kuat untuk pengembangan selanjutnya dalam memperkuat koperasi simpan pinjam sehingga menjadi lebih mandiri dan berpotensi memberikan dampak positif yang besar pada perkembangan ekonomi di tingkat lokal. DAFTAR PUSTAKA