AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Pemanfaatan Limbah Pasir Sandblasting Sebagai Material Perkerasan Kaku * Samuel Layang1. Thathit Suprayogi 2. Wiratno 1. Okta Meilawaty3. Renna Jessica Sihombing1. Frans Putra Ganesa1 1Prodi. Pendidikan Teknik Bangunan. FKIP. Universitas Palangka Raya. Palangka Raya, 2Prodi. Fisika. Universitas Palangka Raya, 3Jurusan Teknik Sipil. Universitas Palangka Raya *)samuel. layang@ptb. Abstract This study aims to determine the compressive strength and flexural strength of concrete using Sandblasting Sand waste and to determine whether concrete using Sandblasting Sand waste can be used as a rigid pavement material. To achieve these objectives, experimental research was carried out in the laboratory using 10 beam specimens. The coarse aggregate used was a combination of Banjarmasin Gravel and Merak Gravel with a proportion of 50% each. There are two variations of the mixture, namely a concrete mixture using Tangkiling Sand and a concrete mixture using Sandblasting Sand. From the test results, it was obtained that the concrete mixture using Tangkiling Sand had an average compressive strength of 22. 57 MPa and a flexural strength . 33 kg/cm2. The concrete mixture using Sandblasting Sand has an average compressive strength of 26. 55 MPa and flexural strength . 40 kg/cm2. Concrete mixtures with proportions of 50% Banjarmasin Gravel and 50% Merak Gravel, both using Tangkiling Sand and Sandblasting Sand do not meet the requirements for use as rigid pavement because they do not meet the minimum flexural strength of 45 kg/cm2 as required. Keywords: Sandblasting Sand. Rigid Pavement. Compressive Strength. Flexural Strength Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan dan kuat lentur beton yang menggunakan limbah Pasir Sandblasting dan untuk mengetahui apakah beton yang menggunakan limbah Pasir Sandblasting dapat digunakan sebagai material perkerasan Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan benda uji balok yang berjumlah 10 buah. Agregat kasar yang digunakan merupakan gabungan dari Kerikil Banjarmasin dan Kerikil Merak dengan masing-masing proporsi 50%. Terdapat dua variasi campuran yaitu campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling dan campuran beton yang menggunakan Pasir Sandblasting. Dari hasil pengujian diperoleh campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 22,57 MPa dan kuat lentur . 36,33 kg/cm2. Campuran beton yang menggunakan Pasir Sandblasting mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 26,55 MPa dan kuat lentur . 39,40 kg/cm2. Campuran beton dengan proporsi 50% Kerikil Banjarmasin dan 50% Kerikil Merak, baik yang menggunakan Pasir Tangkiling dan Pasir Sandblasting tidak memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai perkerasan kaku karena tidak memenuhi kuat lentur minimal 45 kg/cm2 sebagaimana yang disyaratkan. Kata Kunci: Pasir Sandblasting. Perkerasan Kaku. Kuat Tekan. Kuat Lentur PENDAHULUAN Pembangunan dengan pendekatan konsep bangunan ramah lingkungan . reen buildin. dan konstruksi ramah lingkungan . reen constructio. menjadi hal penting dan terus dikembangkan oleh pemerintah. Bangunan ramah lingkungan menerapkan prinsip pengoperasian dan pengelolaannya dan aspek penting dalam penanganan dampak perubahan iklim (Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Kriteria Dan Sertifikasi Bangunan Ramah Lingkungan, 2. dan tentunya tidak membahayakan lingkungan (Ayuningtyas et al. , 2. Konstruksi ramah lingkungan menerapkan konsep pengelolaan proyek konstruksi yang meminimalkan dampak terhadap Konstruksi ramah lingkungan diharapkan efisien dalam penggunaan energi, material yang dapat didaur ulang . , digunakan kembali . dan mengurangi penggunaan material secara berlebihan (Maulidianti et al. , 2. Pemanfaatan limbah sebagai material konstruksi merupakan salah satu upaya untuk mendukung konstruksi ramah lingkungan. Salah satu limbah yang dapat digunakan sebagai bahan konstruksi adalah pasir sandblasting. Pasir FITRAYUDHA/PEMANFAATAN A. /1425 - 1431 sandblasting adalah pasir silika hasil proses blasting. Proses blasting digunakan untuk perawatan dan pembersihan peralatan yang terbuat dari logam (Kang et al. , 2. Proses ini digunakan oleh perusahaan galangan kapal dalam pemeliharaan kapal dengan tujuan menghilangkan impurities . arat dan ca. yang ada di material dengan cara menyemprotkan pasir silika bertekanan tinggi untuk membersihkan karat dan biota laut yang menempel pada kapal (Rudawska et al. , 2. Proses sandblasting menghasilkan pasir silika yang sudah bercampur dengan beragam impurities yang kemudian dikategorikan sebagai limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahay. Kandungan logam berat dan jumlah limbah sandblasting yang besar akan mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu teknologi yang dapat dilakukan untuk mengolah dan meminimasi dampak pencemaran limbah B3 adalah Teknik ini memadatkan massa limbah menjadi padat dengan menggunakan bahan pengikat seperti semen, kapur, atau gipsum, untuk membentuk blok padat (Niu et , 2. , sehingga mengurangi mobilisasi kontaminan yang terkandung di dalamnya (Alifiadi & Slamet, 2. Pozzolan yang terkandung dalam semen merupakan bahan yang umum digunakan untuk mengikat kontaminan dalam Pozzolan adalah bahan alami atau buatan yang AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 sebagian besar terdiri dari silika dan alumina atau keduanya (Anrozi & Trihadiningrum, 2. Pozzolan terkandung dalam semen Portland. Semen portland merupakan material utama dalam pembuatan beton yang bersifat aktif ketika bereaksi dengan air. Penggunaan beton sangat luas dalam pekerjaan konstruksi antara lain jalan, jembatan, gedung, bendungan, bandara, pelabuhan, terowongan, tanggul (Van Damme. Beton merupakan bahan utama dalam perkerasan kaku . igid pavemen. jalan raya. Perkerasan kaku merupakan konstruksi perkerasan yang mana lapisan atas digunakan pelat beton yang terletak di atas pondasi atau di atas tanah dasar pondasi atau langsung di atas tanah dasar . yang memiliki umur layanan hingga 40 tahun (Maharani & Wasono, 2. Jenis perkerasan ini digunakan pada jalan yang dengan lalu lintas yang cukup padat dan memiliki distribusi beban yang besar, seperti jembatan layang . ly ove. jalan tol, maupun pada persimpangan bersinyal (Rahmat et al. , 2. Perkerasan kaku memiliki keunggulan dibandingkan perkerasan lentur diantaranya biaya pemeliharaan yang lebih rendah karena memiliki kekuatan lentur yang tinggi untuk mencegah kerusakan permukaan (Tahir et al. , 2. Selain itu perkerasan kaku memiliki umur yang lebih Panjang disbanding perkerasan lentur (Rasol et al. , 2. Penelitian ini menggunakan dua jenis agregat kasar, yaitu Kerikil Banjarmasin dan Kerikil Merak dengan prosentasi masing-masing agregat kasar sebesar 50%. Penggunaan agregat kasar gabungan dengan alasan untuk menghemat biaya karena Kerikil Merak harganya mahal dibandingkan dengan Kerikil Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan dan kuat lentur beton yang menggunakan limbah Pasir Sandblasting dan untuk mengetahui apakah beton yang menggunakan limbah Pasir Sandblasting dapat digunakan untuk perkerasan kaku. METODE Penelitian dan pengujian dilakukan di Laboratorium Beton Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya dan UPT Laboratorium Bahan Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Tengah. Bahan yang digunakan dalam penelitian meliputi Semen yang digunakan adalah semen portland pozzolan (PCC) yang diproduksi PT. Semen Gresik Superplasticizer yang digunakan jenis polycarboxylate Dynamon NRG 1030 produksi MAPEI Agregat kasar batu batu pecah yang digunakan terdiri dari dua jenis yaitu Batu Merak dan Batu Banjarmasin Agregat halus yang digunakan terdiri dari dua jenis yaitu pasir silika hasil proses blasting PT Barito Galangan Nusantara (BGN) Banjarmasin dan Pasir Tangkiling Dalam penelitian ini, mutu beton . yang disyaratkan sebesar 30 MPa yang diperoleh dari pengujian silinder ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm yang akan diuji pada umur 28 hari. Penelitian ini menggunakan benda uji yang berbentuk silinder . dan balok . Benda uji silinder digunakan untuk mengetahui mutu beton yang dihasilkan dan benda uji balok untuk FITRAYUDHA/PEMANFAATAN A. /1425 - 1431 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. digunakan untuk mengetahui kuat lentur. Terdapat 2 jenis campuran yaitu campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling dengan tambahan superplasticizer dan campuran beton menggunakan limbah Pasir Sandblasting Penggunaan superplasticizer dapat mengurangi rasio void dalam beton, sehingga dapat meningkatkan kuat tekan (Andrade et al. Superplasticizer juga dapat meningkatkan ketahanan beton terhadap karbonasi, serangan ion klorida serta meningkatkan impermeabilitas air (Andrade et al. , 2. Perencanaan campuran beton . ix desig. berdasarkan ACI 211. 1-91 (Standard Practice for Selecting proportions for Normal. Heavyweight, and Mass Concreret. Data-data perencanaan didasarkan pada hasil pengujian sifat fisik agregat kasar dan halus. Perawatan benda uji dilakukan dengan merendam benda uji silinder dalam bak rendaman yang terisi air. Perawatan dilakukan selama 28 hari, hal ini untuk menjamin pengeringannya dapat merata sehingga mengurangi retak awal pada benda uji (Wang et al. , 2. Selain itu dapat menghambat proses hidrasi pada saat awal pengikatan. Kuat tekan beton . ditentukan dengan benda uji berbentuk silinder . iameter 150 mm dan tinggi 300 m. yang dinyatakan dalam satuan N/mm2 (BSI, 2. Ec = . Ec = kuat tekan beton (MP. = besar beban (N) A = luas penampang . Kuat lentur dirumuskan sebagai berikut (SNI 4431, 2. Jika bidang patah terletak di daerah pusat . aerah 1/3 jarak titik perletakan bagian tenga. ditunjukkan pada gambar 1, maka kuat lentur beton dihitung dengan Gambar 1. Patah pada 1/3 Bentang Tengah El = . Jika bidang patah terletak di luar pusat . aerah 1/3 jarak titik perletakan bagian tenga. ditunjukkan pada gambar 2, maka kuat lentur beton dihitung dengan persamaan 3 Gambar 2. Patah di Luar 1/3 Bentang Tengah AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. El = . El = kuat lentur benda uji (N/mm. P = beban maksimum (N) L = jarak antara tumpuan . b = lebar tampang lintang patah arah horizontal . h = lebar tampang lintang patah arah horizontal . a = jarak rata-rata antara tampang lintang patah dan tumpuan luar yang terdekat, diukur pada 4 tempat pada sudut dari bentang . Hubungan kuat tekan dan kuat tarik lentur beton dapat dihitung dengan persamaan 4 (Pd T-14-2003 Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen, 2. fct = K. c A)0,5 (MP. fct = 3,13. c A)0,5 . g/cm. fcAo = kuat tekan beton (MPa atau kg/cm. fct = kuat Tarik lentur beton (MPa atau kg/cm. K = konstanta . ,7 untuk agregat tidak pecah dan 0,75 untuk agregat peca. HASIL DAN PEMBAHASAN Sifat Fisik Agregat Pengujian sifat fisik agregat kasar dan halus dilakukan untuk mendapatkan data dukung yang diperlukan dalam perhitungan proporsi campuran . ix desig. Pemeriksaan sifat fisik meliputi pemeriksanaan gradasi butiran . nalisa saringa. , kadar air, berat jenis dan Masing-masing parameter pengujian tersebut dilakukan sebanyak 2 kali kemudian diambil nilai rata-rata. Hasil pengujian sifat fisik agregat dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Hasil Pengujian Sifat Fisik Agregat Parameter Berat jenis SSD Penyerapan (%) Kadar Air (%) Modulus Ukuran Kerikil Banjarmasin 2,70 0,75 1,06 Kerikil Merak 2,57 1,06 3,97 Pasir Tangkiling 2,66 0,70 6,43 Pasir Sandblasting 2,78 1,08 0,28 6,78 7,33 2,51 2,52 19 mm 19 mm Berdasarkan data pada tabel 1, berat jenis kondisi SSD . aturated surface dr. kerikil Banjarmasin lebih besar dibanding Batu Merak. Sebaliknya nilai penyerapan . dan kadar air kerikil Merak lebih besar dibanding Kerikil Banjarmasin. Hal ini disebabkan karena kondisi Kerikil Merak pada saat dilakukan pengujian mengandung banyak abu batu yang menempel pada kerikil sehingga menyebabkan penyerapan dan kadar air menjadi lebih Dalam hal ini abu batu yang menempel pada Kerikil Merak tidak dibersihkan terlebih dahulu agar sama dengan kondisi dilapangan. Kerikil Merak memiliki ukuran yang sama dengan Kerikil Banjarmasin yang mana ukuran maksimum kedua agregat tersebut tertahan pada saringan AAy . Menurut ASTM C. 33, nilai modulus kehalusan agregat kasar 7,49 Ae 9,55. Berdasarkan hasil pengujian nilai modulus kehalusan Kerikil Banjarmasin dan Kerikil Merak tidak memenuhi syarat. Berat jenis kondisi SSD . aturated surface dr. dan penyerapan Pasir FITRAYUDHA/PEMANFAATAN A. /1425 - 1431 Sandblasting lebih besar dibanding Pasir Tangkiling. Sebaliknya nilai kadar air Pasir Tangkiling lebih besar dibanding Pasir Sandblasting. ASTM mensyaratkan nilai modulus kehalusan pasir 2,3 Ae 3,1 (ASTM C33/C33M Oe 18. Berdasarkan ketentuan ini Pasir Tangkiling dan Pasir Sandblasting memenuhi syarat untuk digunakan sebagai agregat halus. Perencanaan Campuran Beton Perencanaan campuran beton berdasarkan pedoman standar untuk beton normal, beton berat, dan beton massal (ACI 211. 1-91, 2. Data-data perencanaan didasarkan pada hasil pengujian sifat fisik agregat kasar dan Campuran beton direncanakan dengan mutu 30 MPa. Hasil perencanaan campuran beton untuk 1 m3 dapat dilihat pada tabel 2 dan 3. Tabel 2. Campuran Beton dengan Pasir Tangkiling PC . Kr. Bjm . Kr. Merak . Pasir Tangkiling . Air . Superplasticizer . 3,10 Berdasarkan hasil perhitungan, campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling mempunyai kandungan semen (PC) sebesar 690 kg/m3. Jumlah air sebesar 160 kg/m3 sehingga memiliki nilai faktor air semen (FAS) sebesar 0,232. Kerapatan beton segar sebesar 2420 kg/m3 sehingga dapat dikategorikan sebagai beton normal. Tabel 3. Campuran Beton dengan Pasir Sandblasting PC . Kr. Bjm . Kr. Merak . Pasir Sandblasting . Air . Superplasticizer . 3,10 Untuk campuran beton yang menggunakan limbah Pasir Sandblasting mempunyai kandungan semen (PC) dan jumlah air yang sama dengan campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling. Kuat Tekan Beton Pengujian benda uji silinder menggunakan alat uji tekan seperti ditunjukkan pada gambar 3. Gambar 3. Pengujian Benda Uji Silinder AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Hasil pengujian benda uji silinder dapat dilihat pada tabel 4. Hasil pengujian menunjukkan bahawa hanya terdapat satu benda uji yang mendekati kuat tekan rencana 30 MPa, sedangkan benda uji lainnya mempunyai kuat tekan kurang dari 30 MPa. Kuat tekan rata-rata sebesar 25,41 MPa, dengan kata lain kuat tekan rata-rata benda uji hanya mencapai 85% dari kuat tekan rencana. Tabel 4. Kuat Tekan Beton (Pasir Tangkilin. Benda Uji Berat Benda Uji . Rata-rata 12,40 12,70 12,70 12,50 12,40 12,54 Beban Maksimum . N) 530,00 420,00 400,00 435,00 460,00 Kuat Tekan (MP. 29,99 23,77 22,64 24,62 26,03 25,41 Tabel 5 menunjukkan hasil pengujian benda uji yang menggunakan limbah Pasir Sandblasting. Kuat tekan yang dihasilkan masing-masing benda uji kurang dari kuat tekan rencana . MP. , dengan kuat tekan rata-rata 18,33 MPa atau hanya sekitar 61% dari kuat tekan rencana. Tabel 5. Kuat Tekan Beton (Pasir Sandblastin. Benda Uji Berat Benda Uji . Rata-rata 11,80 11,90 11,90 12,00 11,80 11,88 Beban Maksimum . N) 425,00 287,00 305,00 295,00 308,00 Kuat Tekan (MP. 24,05 16,24 17,26 16,69 17,43 18,33 Ada beberapa faktor yang mempengaruhi mutu beton, salah satunya adalah ukuran agregat kasar yang Berdasarkan hasil analisis saringan, modulus kehalusan Kerikil Banjarmasin . dan Kerikil Merak . tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang disyaratkan oleh ASTM C. 33 dengan nilai modulus agregat kasar 7,49 Ae 9,55. Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Amelia dkk . yang menyatakan bahwa besar butiran agregat kasar mempengaruhi nilai kuat tekan beton yang dicapai baik untuk beton berbentuk kubus maupun agregat kasar yang memiliki ukuran butir maksimum lebih besar memiliki nilai kuat tekan yang besar daripada agregat kasar yang memiliki ukuran lebih kecil (Amelia et al. , 2. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar nilai modulus kehalusan agregat kasar memenuhi persyaratan adalah dengan mencampurkan agregat kasar yang memiliki ukuran yang lebih besar. Faktor lain yang dapat mempengaruhi mutu beton adalah kualitas air yang digunakan dalam campuran Dalam penelitian ini tidak dilakukan pengujian kimia sehingga tidak diketahui apakah ada kandungan kimia atau organis yang dapat mempengaruhi mutu beton. Selain itu Semen yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis Portland Composite Cement (PCC) karena jenis semen ini yang banyak tersedia di Kota Palangka Raya. Penelitian yang dilakukan oleh Firnanda dkk . memberikan hasil bahwa kuat tekan beton yang menggunakan Ordinary Portland Cement (OPC) tipe I menghasilkan kuat tekan FITRAYUDHA/PEMANFAATAN A. /1425 - 1431 yang lebih besar dibanding PCC (Firnanda et al. , 2. Hal ini terjadi akibat perbedaan unsur penyusun. PCC menggunakan tambahan bahan anorganik (Intara, 2. sedangkan OPC tidak menggunakan bahan anorganik. Dari tabel 4 dan 5, dapat pula diketahui kerapatan . beton dengan menggunakan data berat masingmasing benda uji. Campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling mempunyai berat rata-rata 12,54 kg untuk volume silinder 0,0053 m3. Sehingga dapat diketahui nilai rata-rata kerapatan beton sebesar 2365 kg/m3. Pada Campuran beton yang menggunakan Pasir Sandblasting mempunyai berat rata-rata 11,88 kg dengan nilai rata-rata kerapatan beton sebesar 2241 kg/m3. Kerapatan campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling dan Pasir Sandblasting berkisar antara 2200-2400 kg/m3 sehingga dapat disimpulkan termasuk dalam beton normal. Kuat Lentur Balok Beton Kuat lentur balok diperoleh dari pengujian balok berukuran panjang 600 mm, lebar 150 mm, tinggi 150 mm berdasarkan SNI 4431:2011 tentang cara uji kuat lentur beton normal dengan 2 titik pembebanan. Hasil pengujian balok ditunjukkan pada tabel 6 dan 7. Dari hasil uji lentur, semua benda uji balok baik campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling dan Pasir Sandblasting, patah terjadi pada 1/3 bentang tengah sehingga untuk menghitung kuat lentur balok menggunakan persamaan 2. Tabel 6. Kuat Lentur Beton (Pasir Tangkilin. Benda Uji Beban Maksimum . N) 27,00 26,90 26,40 26,80 26,50 Rata-rata Kuat Lentur (MP. 3,60 3,59 3,52 3,57 3,53 3,56 Berdasarkan tabel 6 diketahui bahwa kuat lentur balok beton yang menggunakan Pasir Tangkiling berkisar antara 3,52 Ae 3,60 MPa dengan nilai rata-rata kuat lentur 3,56 MPa. Hasil pengujian kuat lentur untuk campuran beton yang menggunakan Pasir Sandblasting ditunjukkan pada table 7. Dari tabel ini dapat diketahui bahwa kuat lentur balok beton yang menggunakan Pasir Sandblasting berkisar antara 3,81 Ae 3,93 MPa dengan nilai rata-rata kuat lentur 3,86 MPa. Tabel 7. Kuat Lentur Beton (Pasir Sandblastin. Benda Uji Beban Maksimum . N) 29,50 28,80 28,60 29,10 28,90 Rata-rata Kuat Lentur (MP. 3,93 3,84 3,81 3,88 3,85 3,86 Pengujian lentur balok ditunjukkan pada gambar 4. AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. yang lebih besar disbanding campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling. Secara teori kuat lentur berbanding lurus dengan kuat tekan. Semakin besar kuat tekan, semakin besar pula kuat lentur, demikian pula Dalam hal ini, paling tidak ada dua kemungkinan penyebabnya. Pertama, distribusi agregat kasar pada benda uji silinder dan benda uji balok tidak sama selama proses pemadatan. Kemungkinan kedua adalah pengaruh keandalan alat ukur. Karakterisasi Construction Gambar 4. Pengujian Lentur Balok Beton Hubungan Kuat Tekan dan Kuat Lentur Hubungan antara kuat tekan dan kuat tarik lentur beton ditentukan berdasarkan Pd T-14-2003 tentang Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen. Perhitungan konversi kuat lentur menggunakan persamaan 4. Tabel 8. Konversi Kuat Lentur . ke Kuat Tekan . Benda Kuat Lentur Kuat Lentur Kuat Tekan (MP. Uji (MP. g/cm. Campuran Beton yang Menggunakan Pasir Tangkiling 3,60 36,71 23,04 3,59 36,57 22,87 3,52 35,89 22,03 3,57 36,44 22,70 3,53 36,03 22,19 Rata-rata 36,33 22,57 Campuran Beton yang Menggunakan Pasir Sandblasting 3,93 40,11 27,50 3,84 39,16 26,21 3,81 38,89 25,85 3,88 39,57 26,76 3,85 39,29 26,40 Rata-rata 39,40 26,55 Berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 . mutu beton untuk perkerasan kaku dinyatakan dalam flexural strength . atau kuat lentur, dengan kuat lentur minimal 45 kg/cm2 atau setara dengan 4,5 MPa. Dari tabel 8 dapat diketahui bahwa semua benda uji memiliki nilai fs kurang dari 45 kg/cm2. Dengan demikian campuran beton dengan proporsi 50% Kerikil Banjarmasin dan 50% Kerikil Merak, baik yang menggunakan Pasir Tangkiling dan Pasir Sandblasting tidak memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai perkerasan kaku. Campuran beton yang menggunakan Pasir Sandblasting memiliki kuat lentur yang lebih besar dibanding beton yang menggunakan Pasir Tangkiling. Kuat tekan yang diperoleh dari hasil pengujian silinder . abel 4 dan . memiliki kecenderungan yang berbeda dari nilai kuat tekan yang diperoleh dari hasil konversi kuat lentur. Kuat tekan dari pengujian silinder beton yang menggunakan Pasir Tangkiling memiliki kuat tekan yang lebih besar dibanding campuran beton yang menggunakan Pasir Sandblasting. Namun kuat tekan hasil konversi dari kuat lentur, campuran beton yang menggunakan Pasir Sandblasting mempunyai kuat tekan FITRAYUDHA/PEMANFAATAN A. /1425 - 1431 Limbah Dukungan Green Pemanfaatan limbah Pasir Sandblasting sebagai substitusi agregat halus merupakan upaya nyata dalam mendukung konsep green construction. Namun, mengingat limbah ini dikategorikan sebagai limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahay. karena mengandung impurities dan logam berat, validasi kelayakan penggunaannya harus dilengkapi dengan analisis komposisi kimia. Analisis . isalnya, menggunakan XRF atau EDS) dari Pasir Sandblasting sangat diperlukan untuk: Mengukur Potensi Pozzolanik: Menentukan kandungan Silika (SiO. dan Alumina (Al2O. dalam Jika kandungannya tinggi, ini akan menjelaskan peningkatan kuat tekan dan kuat lentur yang lebih baik dibandingkan Pasir Tangkiling . ,55 MPa vs 22,57 MP. 11, karena limbah dapat berfungsi sebagai material pozzolan, bereaksi dengan CaOH2 hasil hidrasi semen. Mendukung Klaim Solidifikasi: Memberikan indikasi bahwa kontaminan logam berat dari proses blasting telah terikat . secara efektif dalam matriks beton. Solidifikasi adalah teknik utama untuk meminimasi dampak pencemaran limbah B3 KESIMPULAN Campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 22,57 MPa dan kuat lentur rata-rata 36,33 kg/cm2 Campuran beton yang menggunakan Pasir Sandblasting mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 26,55 MPa kuat lentur rata-rata 39,40 kg/cm2 Campuran beton dengan proporsi 50% Kerikil Banjarmasin dan 50% Kerikil Merak, baik yang menggunakan Pasir Tangkiling dan Pasir Sandblasting tidak memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai perkerasan kaku karena tidak memenuhi kuat lentur minimal 45 kg/cm 2 sebagaimana yang disyaratkan. Berdasarkan fakta bahwa campuran beton Pasir Sandblasting memiliki kuat lentur tertinggi . ,40 kg/cmA) namun masih di bawah persyaratan minimal perkerasan kaku . kg/cmA), maka saran untuk penelitian selanjutnya adalah: AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 Optimasi Agregat Kasar: Melakukan uji coba dengan meningkatkan porsi agregat kasar yang lebih . Kerikil Mera. menggabungkannya dengan agregat kasar yang modulus kehalusannya memenuhi syarat ASTM 33 untuk meningkatkan interkunci dan kekuatan beton secara keseluruhan. Penyesuaian FAS dan Workability: Mengurangi kandungan semen (PC) atau sedikit menaikkan FAS hingga batas maksimal yang diizinkan untuk semen PCC, dan menyesuaikan dosis superplasticizer untuk meningkatkan workability. Hal ini bertujuan untuk menghindari anomali pemadatan yang menyebabkan kuat tekan silinder rendah . ,33 MP. Penggunaan Aditif Pozzolan Tambahan: Menambahkan material aditif pozzolan yang terbukti aktif secara kimia, seperti abu terbang . ly as. atau silica fume, ke dalam campuran. Kombinasi limbah sandblasting dan fly ash berpotensi menghasilkan kekuatan lentur yang dibutuhkan, karena keduanya menyediakan kandungan silika yang tinggi Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya yang telah memberi dukungan dana untuk kegiatan penelitian ini. Kepala Laboratorium Bahan dan Konstruksi Provinsi Kalimantan Tengah yang telah memberikan bantuan untuk pengujian. DAFTAR PUSTAKA