Jurnal ICT : Information Communication & Technology Vol. N0. Juli 2025, pp. p-ISSN: 2302-0261, e-ISSN: 2303-3363 Pemodelan Strategi Pemasaran Digital untuk Wisata Bahari Berkelanjutan dengan Pendekatan SWOT-AHP dan Porter's Five Forces Model Fathorrozi Ariyanto1*. Doni Ferdiansyah2. Aang Kisnu Darmawan3 Program Studi Teknik Informatika. Universitas Islam Madura. Indonesia Program Studi Agrobisnis Perikanan. Universitas Islam Madura. Indonesia Program Studi Sistem Informasi. Universitas Islam Madura. Indonesia Email: fathorroziariyanto7@gmail. com, 2doniferdiansyah@uim. id, 3ak. darmawan@gmail. INFORMASI ARTIKEL Histori artikel: Naskah masuk, 19 Mei 2025 Direvisi, 28 Mei 2025 Diiterima, 30 Juli 2025 Kata Kunci: Pariwisata Pemasaran Digital Keberlanjutan SWOT-AHP Lima Kekuatan Porter ABSTRAK Abstract- This study aims to develop a sustainable digital marketing strategy model for marine tourism in Indonesia. The SWOT-AHP approach is used to identify and prioritize internal and external factors affecting the sector. Porter's Five Forces Analysis and the Diamond Model are applied to understand the competitive landscape and competitive advantages of Indonesia. The results of the SWOT-AHP analysis indicate that the recommended digital marketing strategies are priority educational and conservation content marketing . , social media community building . SEO/SEM . , and influencer marketing . Porter's Five Forces analysis highlights the importance of differentiation, building strong customer relationships, transparency, collaboration, and innovation. The Diamond Model analysis emphasizes the importance of natural resource utilization, improving the quality of human resources, developing knowledge and technology, strengthening infrastructure, and collaborating with stakeholders. This study makes significant contributions in two ways: theoretically by developing new theories and models for digital marketing strategies for sustainable marine tourism, refining digital marketing research methodologies, and providing empirical evidence of its Practically by providing recommendations to stakeholders and stakeholders for policy-making related to marine tourism. Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model strategi pemasaran digital yang berkelanjutan untuk pariwisata bahari di Indonesia. Pendekatan SWOTAHP digunakan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi sektor tersebut. Analisis Lima Kekuatan Porter dan Model Berlian diterapkan untuk memahami lanskap kompetitif dan keunggulan kompetitif Indonesia. Hasil analisis SWOT-AHP menunjukkan strategi pemasaran digital yang direkomendasikan adalah pemasaran konten edukasi dan konservasi prioritas. , pembangunan komunitas media sosial. SEO/SEM. dan pemasaran influencer. Analisis Lima Kekuatan Porter menyoroti pentingnya diferensiasi, membangun hubungan pelanggan yang kuat, transparansi, kolaborasi, dan inovasi. Analisis Model Berlian menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan pengetahuan dan teknologi, penguatan infrastruktur, dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam dua cara yaitu secara teoritis dengan mengembangkan teori dan model baru untuk strategi pemasaran digital untuk pariwisata bahari berkelanjutan, menyempurnakan metodologi penelitian pemasaran digital, dan memberikan bukti empiris tentang Secara praktis dengan memberikan rekomendasi kepada stakeholder dan pemangku kepentingan untuk mengambil kebijakan terkait wisata Bahari. Copyright A 2025 LPPM - STMIK IKMI Cirebon This is an open access article under the CC-BY license Penulis Korespondensi: Fathorrozi Ariyanto Program Studi Teknik Informatika. Universitas Islam Madura Jl. PP. Miftahul Ulum Bettet. Kabupaten Pamekasan. Jawa Timur Email: fathorroziariyanto7@gmail. https://ejournal. id/index. php/jict-ikmi Jurnal ICT : Information Communication & Technology Vol. N0. Juli 2025, pp. Pendahuluan Keanekaragaman hayati laut dan keindahan pesisir Indonesia menawarkan potensi yang signifikan untuk pengembangan ekowisata laut yang berkelanjutan. Penelitian menyoroti pentingnya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat. , . Studi menilai kesesuaian berbagai wilayah pesisir untuk kegiatan laut seperti snorkeling, menyelam, dan berperahu, menekankan perlunya infrastruktur dan peraturan yang tepat. , . Kearifan lokal memainkan peran penting dalam pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan, seperti yang ditunjukkan oleh komunitas Bajo Mola di Taman Nasional Wakatobi. Penelitian juga menunjukkan bahwa fasilitas pariwisata, atraksi, dan jumlah pengunjung berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat setempat. Namun, ekosistem pulau kecil rentan terhadap dampak pariwisata, sehingga memerlukan pertimbangan cermat tentang daya dukung dalam rencana pembangunan. Selain itu, ekosistem laut menghadirkan peluang untuk ekowisata, yang mendukung keanekaragaman hayati laut dan perlindungan pesisir. Pemasaran digital telah menjadi hal yang krusial dalam mempromosikan destinasi wisata, khususnya di sektor maritim, yang memungkinkan interaksi langsung dengan calon wisatawan dan menciptakan pengalaman yang dipersonalisasi. , . Penggunaan saluran digital, seperti media sosial dan situs pemesanan daring, telah terbukti efektif dalam menjangkau khalayak yang lebih luas dan meningkatkan kinerja bisnis pariwisata. , . Namun, penerapan strategi pemasaran digital dalam pariwisata maritim memerlukan pendekatan yang strategis dan terpadu, dengan mempertimbangkan karakteristik unik sektor tersebut dan pentingnya menyeimbangkan tujuan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Pergeseran dari pemasaran tradisional ke pemasaran digital menghadirkan tantangan dan peluang bagi bisnis pariwisata, termasuk perlunya adaptasi terhadap kemajuan teknologi dan pengembangan konten yang menarik. , . Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model strategi pemasaran digital pariwisata bahari di Indonesia yang komprehensif dan berkelanjutan. Model ini akan membantu pelaku industri pariwisata bahari untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang pemasaran digital secara optimal, sekaligus memastikan bahwa kegiatan pariwisata tidak merusak lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan SWOT (Strengths. Weaknesses. Opportunities. Threat. dan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran digital pariwisata bahari. Analisis SWOT akan membantu mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh sektor ini, sedangkan AHP akan digunakan untuk memprioritaskan faktor-faktor tersebut dalam mengembangkan strategi pemasaran. Selain itu, penelitian ini juga akan menggunakan Porter's Five Forces Model untuk menganalisis daya saing industri pariwisata bahari di Indonesia. Model ini akan membantu memahami bagaimana kekuatan-kekuatan seperti ancaman pendatang baru, daya tawar pembeli dan pemasok, ancaman produk atau layanan pengganti, dan p-ISSN: 2302-0261 e-ISSN: 2303-3363 persaingan antara pesaing yang ada mempengaruhi potensi pemasaran digital dan keberlanjutan pariwisata bahari. Selanjutnya. Porter's Diamond Model akan digunakan untuk menganalisis keunggulan kompetitif Indonesia dalam pariwisata bahari. Model ini akan mengevaluasi kondisi faktor, kondisi permintaan, industri terkait dan pendukung, strategi, struktur, serta persaingan perusahaan dalam konteks Dengan mengintegrasikan pendekatan SWOT-AHP. Porter's Five Forces Model, dan Porter's Diamond Model, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan strategi pemasaran digital yang efektif dan berkelanjutan untuk pariwisata bahari di Indonesia. Model yang dihasilkan akan membantu meningkatkan daya saing industri, menarik lebih banyak wisatawan, dan memastikan bahwa pariwisata bahari memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat Indonesia. Penelitian tentang pemasaran digital untuk wisata bahari di Indonesia masih memiliki banyak celah atau gap penelitian, seperti kurangnya fokus pada wisata bahari, kurangnya kontekstualisasi, minimnya penelitian empiris dan kolaboratif, serta kurangnya fokus pada Hal ini menyebabkan kurangnya strategi yang efektif dan kontekstual untuk meningkatkan daya saing wisata bahari Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat mengisi celah tersebut dengan mengembangkan strategi pemasaran digital yang lebih efektif, kontekstual, dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing wisata bahari Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaku industri pariwisata bahari, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan dan menerapkan strategi pemasaran digital yang berkelanjutan. Dengan demikian, pariwisata bahari di Indonesia dapat berkembang secara optimal. Metode Penelitian Metode penelitian dengan analisis SWOT-AHP dan Porter's Five Force & Diamond Model dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini. Gambar 1. Metode Penelitian dengan SWOT-AHP dan . Porter's Five Force & Diamond Model https://ejournal. id/index. php/jict-ikmi Jurnal ICT : Information Communication & Technology Vol. N0. Juli 2025, pp. 1 Penjelasan Diagram Alur Analisis SWOT-AHP Pada Identifikasi Faktor-Faktor Wisata Bahari mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi wisata Bahari di Indonesia. Kemudian dilanjutkan analisis SWOT dengan membangun matriks SWOT untuk menganalisis faktorfaktor yang telah diidentifikasi. Selanjutnya dilakukan Pembentukan Kriteria dan Sub Kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi strategi pemasaran digital. Setelah analisis SWOT dilakukan maka dilakukan proses perhitungan AHP(Analytic Hierarchy Proces. untuk memprioritaskan dari hasil analisis SWOT tersebut. Analisis Sensitivitas dilakukan setelah perhitungan AHP untuk menguji keandalan hasil AHP. Langkah terakhir dalam analisis SWOT-AHP yaitu membuat kesimpulan dan Rekomendasi berdasarkan hasil analisis SWOTAHP. Penjelasan Diagram Alur Analisis Porter's Five Force dan Diamond Model Langkah pertama pada alur Analisis Porter's Five Force yaitu melakukan identifikasi kekuatan persaingan diantara yaitu ancaman pendatang baru, daya tawar menawar pemasok, daya tawar menawar pembeli, ancaman produk atau jasa pengganti, dan persaingan antar perusahaan yang ada. Selanjutnya melakukan analisis dampak kekuatan dengan menganalisis dampak dari masing-masing kekuatan Porter terhadap industri wisata bahari. Langkah terakhir pada Analisis Porter's Five Force yaitu membuat kesimpulan dan rekomendasi berdasarkan analisis PorterAos Five Forces Model yang telah Selanjutnya untuk alur analisis Diamond Model Langkah awal dilakukan proses identifikasi faktor keunggulan dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada keunggulan kompetitif industri wisata bahari berdasarkan Diamond model yaitu kondisi faktor, strategi Perusahaan, struktur, dan persaingan, serta faktor domestik dan faktor Internasional. Kemudian Langkah selanjutnya lakukan analisis keunggulan kompetitif dengan menganalisis bagaimana faktor-faktor Diamond Model berkontribusi pada keunggulan kompetitif industri wisata bahari. Dan Langkah terakhir membuat Kesimpulan dan Rekomendasi berdasarkan analisis Diamond Model. Strategi pemasaran digital yang direkomendasikan mengutamakan pemasaran konten edukasi dan onservasi serta membangun komunitas interaktif melalui media sosial. Konten berkualitas tinggi tentang ekosistem laut, panduan perjalanan yang sesuai ketentuan, dan kisah sukses konservasi akan didistribusikan melalui situs web, blog, media sosial, dan email. Media sosial akan membangun komunitas, mendorong interaksi, dan berbagi pengalaman Strategi ini juga didukung oleh SEO/SEM untuk meningkatkan visibilitas daring, serta kolaborasi dengan para influencer dan pemasaran berdasarkan pengalaman untuk memperkuat pesan-pesan konservasi dan menciptakan pengalaman wisatawan yang bermakna. Hasil dan Pembahasan Berikut ini adalah hasil analisis yang diperoleh setelah menyelesaikan langkah-langkah yang diuraikan p-ISSN: 2302-0261 e-ISSN: 2303-3363 pada bagian sebelumnya tentang metodologi penelitian: 1 ldentifikasi Potensi dan Tantangan Wisata Bahari Observasi lapangan, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion dengan orang-orang yang terlibat mengidentifikasi potensi dan tantangan wisata bahari. Untuk melakukan identifikasi tersebut, setiap proses dikelompokkan menurut model SWOT, yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, untuk mengetahui faktor internal dan eksternalnya. Data hasil identifikasi faktor internal dan eksternal dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini. Analisis SWOT faktor pengembangan strategi pemasaran digital wisata bahari. Tabel 1. ldentifikasi Potensi dan Tantangan Wisata Bahari Dimensi Kekuatan Analisis SWOT Keanekaragaman Havati Laut yang Tinqqi Wisata Bahari Potensi Yang Memiliki Belum Dikembangkan Seoenuhnva Meningkatkan Kesadaran Berkelanjutan Pariwisata Pengembangan Teknologi Digital Kelemahan Infrastruktur dan Aksesibilitas Terbatas Kurangnya Keterangan Indonesia hayati laut yang luar biasa. menjadi dava tarik utama baqi Banyak destinasi wisata bahari di Indonesia yang belum terjamah belum dikelola secara optimal. potensi yang sangat baik. Semakin banyak perjalanan yang jawab yang berdampak positif lingkungan dan Meningkatnya akses internet dan media sosial di Indonesia membuka peluang pemasaran digital yang efektif. Beberapa destinasi wisata bahari di Indonesia masih sulit dijangkau yang belum Banyak https://ejournal. id/index. php/jict-ikmi Jurnal ICT : Information Communication & Technology Vol. N0. Juli 2025, pp. Kesadaran dan Pemahaman tentang Konservasi Sumber Daya Manusia Keterbatasan Ketergantungan Platform Digital Asing Peluang Meningkatnya Permintaan Pembangunan Berkelanjutan Wisata bahari Pemerintah Dukungan untuk Berkelanjutan Pariwisata Perkembanaan Perkembangan Teknologi Digital Baru Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan masyarakat lokal dan pelaku pariwisata yang masih belum lingkungan laut. Kurangnya tenaga kerja pariwisata dan konservasi yang terampil oariwisata bahari Banyak pelaku pariwisata di Indonesia masih platform digital yang dapat risiko keamanan data dan Tren global permintaan untuk pariwisata yang jawab yang berdampak positif lingkungan dan masyarakat lokal. Pemerintah Indonesia telah kebijakan dan program untuk Realitas virtual (VR) dan realitas tertambah (AR) dapat digunakan wisata bahari yang lebih menarik dan Kolaborasi antara setempat, pelaku bisnis, dan lembaga swadaya masyarakat dapat p-ISSN: 2302-0261 e-ISSN: 2303-3363 Ancaman Degradasi Lingkungan Laut Bencana Alam Persaingan Global Perubahan Konsumen Perilaku wisata bahari Polusi, penangkapan ikan berlebihan, dan perubahan iklim ekosistem laut dan daya tarik Indonesia merupakan daerah yang rawan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi, yang dapat sektor pariwisata. Destinasi wisata bahari di negara lain pun turut bersaing menarik Indonesia perlu daya saingnya. Perubahan tren dan preferensi wisatawan dapat permintaan wisata Analisis SWOT mengidentifikasi faktor internal . ekuatan & kelemaha. dan eksternal . eluang & ancama. yang memengaruhi strategi pemasaran digital pariwisata Indonesia memiliki kekuatan dalam sumber daya alam dan potensi pariwisata yang belum dimanfaatkan, tetapi juga memiliki kelemahan dalam infrastruktur dan kesadaran Peluang terletak pada tren pariwisata berkelanjutan dan teknologi digital, sementara ancaman berasal dari degradasi lingkungan dan persaingan global. Model pemasaran digital alternatif berfokus pada pendidikan, keterlibatan, visibilitas daring, kolaborasi influencer, dan pengalaman wisatawan. Model-model ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konservasi, membangun masyarakat, menarik wisatawan, dan menciptakan pengalaman yang bermakna sesuai dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Daftar dan Kodifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Model Pemasaran Digital. Model Pemasaran Digital Alternatif Untuk Strategi Wisata Bahari Berkelanjutan Model Pemasaran Digital Alternatif Untuk Strategi Pariwisata Bahari Berkelanjutan dapat dilihat pada tabel 2 dibawah ini : https://ejournal. id/index. php/jict-ikmi Jurnal ICT : Information Communication & Technology p-ISSN: 2302-0261 Vol. N0. Juli 2025, pp. e-ISSN: 2303-3363 Tabel 2. Strategi Wisata Bahari Berkelanjutan Analisis Proses Hirarki Analitis (AHP) Analisis SWOT-AHP menunjukkan bahwa Model Keterangan Keunggulan kekuatan internal. lebih signifikan dibandingkan faktor Pemasaran eksternal. , dengan potensi wisata bahari yang belum Digital berkembang. sebagai faktor utama. Kekuatan dan keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas. sebagai Fokus Bual dan Meningkatkan kelemahan utama. Peluang yang paling signifikan adalah Pemasaran kesadaran wisatawan kolaborasi dengan stakeholder. , sedangkan degradasi Konten akan pentingnya lingkungan laut. merupakan ancaman utama. Hasil ini menjaga lingkungan menekankan pentingnya memanfaatkan potensi wisata yang Pendidikan tinggi . rtikel, laut, membangun citra belum optimal, mengatasi keterbatasan infrastruktur, destinasi yang positif, berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan, dan Konservasi infografi. yang dan menarik wisatawan yang mempunyai minat mengutamakan pelestarian lingkungan dalam strategi khusus terhadap pemasaran digital untuk wisata bahari yang berkelanjutan. tentang wisata Tabel 3. Bobot dan Skor Faktor SWOT Bahari konservasi, dan pariwisata yang lnteraktif dan Komunitas Berbasis Media Sosial Pemasaran Memanfaatkan platform media sosial untuk online dan melalui konten yang menarik, untuk berbagi Meningkatkan keterlibatan wisatawan, membangun hubungan emosional dengan destinasi, menciptakan pemasaran dari mulut ke mulut yang positif, dan memperluas jangkauan pemasaran. Optimasi Mesin Pencari (SEO) dan Pemasaran Mesin Pencari (SEM) yang Bertarget Kami konten situs web dan tujuan agar ditemukan di mesin pencari, kata kunci yang relevan dan kampanye iklan berbayar di mesin pencari. Meningkatkan visibilitas destinasi di dunia maya, menarik wisatawan yang aktif mencari informasi, dan mengukur efektivitas kampanye pemasaran. Pemasaran Influencer Berkolaborasi Pariwisata Pelaku Berkolaborasi influencer atau yang tertarik pada wisata bahari dan Memanfaatkan pengaruh dan kredibilitas influencer untuk menjangkau audiens yang lebih luas, meningkatkan wisatawan,menciptakan konten yang kreatif. Alternatif Model Pemasaran Digital Pemasaran Konten Berfokus Pendidikan Konservasi Pemasaran Media Sosial Berbasis Komunitas Optimasi Mesin Pencari (SEO) dan Pemasaran Mesin Pencari (SEM) Bertarget Influencer Marketing Jalin Kerjasama Pelaku Pariwisata Total Dari hasil penghitungan perbandingan berpasangan antara keempat model pemasaran digital, yang menunjukkan preferensi relatif masing-masing model terhadap faktor SWOT. Pemasaran konten dinilai sebagai yang paling penting secara keseluruhan. Hasil perhitungan AHP, juga menunjukkan bahwa pemasaran konten yang berfokus pada pendidikan dan konservasi memiliki prioritas tertinggi. , sosial. Optimasi mesin pencari(SEO) yang Ditargetkan. dan pemasaran mesin pencari(SEM) dan yang terakhir pemasaran influencer yang berkolaborasi https://ejournal. id/index. php/jict-ikmi Jurnal ICT : Information Communication & Technology Vol. N0. Juli 2025, pp. dengan pelaku industri wisata. Hasil analisis ini menyoroti pentingnya konten berkualitas dan interaksi sosial dalam memasarkan wisata bahari berkelanjutan. Strategi pemasaran yang efektif harus memprioritaskan pendidikan dan konservasi melalui konten yang menarik dan membangun komunitas serta keterlibatan melalui media sosial. 4 Pengembangan Strategi Pemasaran Digital Berikut adalah strategi pemasaran digital yang direkomendasikan untuk wisata bahari yang Tabel 4. Strategi Pemasaran Digital untuk Wisata Bahari Berkelanjutan Strate Utama Tujuan Targ Konten Pemas Berfok Pendid Konser Meningka Pentingny Tentang ng jawab. Mereka yang aktif an mereka Pecint Alam. Kelua tif dan Masya s sosial Pecint Dan Pemas Salura Situs Media Dan Isi Pertunju Artikel , dan n media Menarik ,hidup , dan Menarik ,hidup , dan Nomor an dan n konten. Strategi pemasaran digital yang direkomendasikan memprioritaskan pemasaran konten edukasi dan konservasi serta membangun komunitas interaktif melalui media sosial. Konten berkualitas tinggi tentang ekosistem laut, kiat perjalanan yang sesuai ketentuan, dan kisah sukses konservasi akan didistribusikan melalui situs web, blog, media sosial, dan email. Media sosial akan membangun komunitas, mendorong interaksi, dan berbagi pengalaman wisatawan. Strategi ini juga didukung oleh SEO/SEM untuk meningkatkan visibilitas online, serta kolaborasi dengan influencer dan pemasaran eksperiensial untuk memperkuat pesan konservasi dan menciptakan https://ejournal. id/index. php/jict-ikmi p-ISSN: 2302-0261 e-ISSN: 2303-3363 pengalaman wisatawan yang bermakna. 5 Porter's Five Forces Model Analisis Porter's Five Forces Model diterapkan pada industri wisata bahari di Indonesia, dengan fokus pada dampaknya terhadap potensi dan keberlanjutan pemasaran digital. Analisis ini mengidentifikasi lima kekuatan kompetitif yang membentuk industri, termasuk ancaman dari pesaing baru, pendatang baru, daya tawar pembeli, pemasok, ancaman produk atau jasa pengganti, dan persaingan di antara pesaing yang ada. Hambatan untuk masuk meliputi investasi modal besar, skala ekonomi, diferensiasi produk, akses ke saluran distribusi, dan kebijakan pemerintah. Pembeli memiliki daya tawar yang lebih besar karena jumlah wisatawan potensial, biaya peralihan, ketersediaan informasi, sensitivitas harga, dan kualitas layanan. Pemasok memiliki daya tawar yang lebih besar karena keunikan dan ketersediaannya. Layanan pengganti dapat menarik wisatawan dengan menawarkan harga yang lebih rendah atau pengalaman yang lebih baik. Persaingan di antara pesaing yang ada semakin tinggi karena pertumbuhan industri dan diferensiasi produk. Strategi pemasaran harus berfokus pada diferensiasi, membangun hubungan yang kuat, transparansi dan kepercayaan, kolaborasi dan kemitraan, serta inovasi dan adaptasi. Dengan memahami kekuatan-kekuatan tersebut, pelaku industri wisata bahari dapat mengembangkan strategi pemasaran digital yang efektif dan berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan daya saing tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan laut Indonesia. Dengan memahami dinamika tersebut, pelaku industri wisata bahari dapat mengembangkan strategi pemasaran digital yang efektif dan berkelanjutan yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan laut Indonesia. lmplikasi Utama untuk Pemasaran Digital dan Keberlanjutan:. Diferensiasi: Ciptakan pengalaman wisata bahari yang unik dan berkelanjutan untuk menarik wisatawan dan membedakan diri dari pesaing. Gunakan pemasaran digital untuk menonjolkan nilai keberlanjutan dan penawaran wisata yang unik. Hubungan yang Kuat: Bangun hubungan yang kuat dengan pelanggan melalui pemasaran digital untuk meningkatkan loyalitas dan mengurangi sensitivitas harga. Konten yang relevan dan menarik serta interaksi personal dapat membantu. Transparansi: Menyediakan informasi yang transparan dan akurat tentang keberlanjutan praktik untuk membangun kepercayaan dan menarik wisatawan yang sadar lingkungan. Kolaborasi: Bekerja dengan pemangku kepentingan lain untuk memperkuat posisi dan meningkatkan dampak positif terhadap lingkungan. lnovasi: Terus berinovasi dan beradaptasi dengan tren terbaru dalam industri wisata dan teknologi digital agar tetap relevan dan kompetitif. lndustri wisata bahari di Indonesia berfokus pada pengembangan strategi kompetitif berdasarkan analisis Lima Kekuatan Porter. Strategi ini meliputi diversifikasi produk pariwisata, personalisasi pengalaman, pengembangan destinasi baru, dan pembuatan paket wisata tematik. Peningkatan kualitas layanan melibatkan pemberian pelatihan kepada staf dan pemandu wisata, peningkatan infrastruktur dan fasilitas, serta penerapan standar layanan. Memanfaatkan teknologi digital untuk efisiensi dan kualitas layanan, pemasaran digital yang efektif, serta pemanfaatan big data dan analitik juga dapat bermanfaat. Kolaborasi dan kemitraan sangat penting untuk wisata bahari yang berkelanjutan. Pemerintah, masyarakat setempat, akademisi, dan industri terkait dapat berkolaborasi untuk mengembangkan kebijakan Jurnal ICT : Information Communication & Technology Vol. N0. Juli 2025, pp. dan peraturan, meningkatkan infrastruktur destinasi, dan mempromosikan produk wisata. Praktik keberlanjutan, seperti pengelolaan limbah, konservasi energi, dan penggunaan sumber daya alam yang baik, dapat diterapkan. Program pendidikan dan kesadaran lingkungan dapat meningkatkan kesadaran tentang pelestarian lingkungan Pemberdayaan masyarakat setempat melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan, dukungan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan kesejahteraan masyarakat juga menjadi hal yang krusial. Dengan menerapkan strategi tersebut secara konsisten dan terpadu, wisata bahari dapat berkembang dengan pesat. 6 Analisis Model Porter's Diamond Analisis Model Porter's Diamond untuk wisata bahari di Indonesia mengungkap potensi negara tersebut untuk wisata bahari yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Model tersebut berfokus pada empat atribut utama: Kondisi Faktor. Kondisi Permintaan, lndustri Terkait dan Pendukung. Strategi Perusahaan. Struktur, dan Persaingan. Sumber daya alam Indonesia yang melimpah, sumber daya manusia yang terampil, pengetahuan dan teknologi, modal, dan infrastruktur sangat penting untuk mengembangkan wisata bahari yang menarik. Pertumbuhan kelas menengah dan meningkatnya kesadaran lingkungan dapat menciptakan permintaan domestik yang kuat untuk wisata bahari. Memahami preferensi wisatawan dan tren wisata global dapat membantu mengembangkan produk wisata yang tepat. lndustri terkait dan pendukung meliputi perhotelan, transportasi, peralatan, dan konservasi laut. Strategi perusahaan, struktur, dan kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi daya saing industri. Persaingan yang sehat di antara para pelaku industri wisata bahari dapat mendorong inovasi dan meningkatkan kualitas layanan. Struktur industri yang kompetitif dengan banyak pemain kecil dan menengah dapat mencegah dominasi pasar oleh perusahaan besar. Namun, pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan sangat penting untuk melestarikan ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat setempat. Kesimpulan dan Saran Penelitian ini berhasil mengembangkan model strategi pemasaran digital untuk wisata bahari berkelanjutan di Indonesia. Analisis SWOT-AHP mengidentifikasi potensi pariwisata yang belum dimanfaatkan dan kesadaran pariwisata berkelanjutan sebagai kekuatan utama, sedangkan keterbatasan infrastruktur merupakan kelemahan utama. Strategi pemasaran yang direkomendasikan berfokus pada pemasaran konten edukasi dan konservasi, serta membangun komunitas melalui media sosial, didukung oleh SEO/SEM, influencer marketing, dan experiential marketing. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata bahari, menjaga kelestarian lingkungan, dan memberdayakan masyarakat lokal. Analisis Lima Kekuatan Porter menyoroti pentingnya diferensiasi, membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, transparansi, kolaborasi, dan inovasi. Sementara itu. Model Berlian Porter menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan infrastruktur, serta berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait. Untuk saran https://ejournal. id/index. php/jict-ikmi p-ISSN: 2302-0261 e-ISSN: 2303-3363 kedepannya pada peneliti selanjutnya adalah di era pascapandemi, promosi lokasi wisata menjadi hal yang penting, dan pemasaran digital memainkan peran penting. Dalam konteks wisata bahari, proses transformasi digital sangat penting untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Untuk itu disarankan keterlibatan aktif para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) serta generasi muda dalam konteks wisata bahari menjadi target berikutnya khususnya dalam upaya mengembangkan serta mengenalkan wisata bahari di daerahnya masing- masing. Selanjutnya strategi pemasaran digital untuk wisata bahari menghadapi berbagai kendala yang serius dan kompleks seperti terbatasnya pengelolaan masyarakat lokal, kurangnya keterampilan teknologi dan promosi, lemahnya koordinasi, serta masalah budaya, literasi, dan kesadaran masyarakat. Untuk itu disarankan peneliti selanjutnya melakukan kajian terkait pengelolaan Masyarakat lokal serta upaya peningkatan keterampilan teknologi bagi Masyarakat lokal. Dengan mengikuti rekomendasi-rekomendasi ini, diharapkan penelitian berikutnya dapat membantu para pemangku kepentingan mengembangkan strategi pemasaran yang sesuai untuk mempromosikan wisata bahari yang berkelanjutan, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus melestarikan keindahan dan keanekaragaman hayati laut. DAFTAR PUSTAKA