JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT ISS INDONESIA DIVISI CLEANING SERVICE JAKATA SELATAN Eko Sudarso Universitas Pamulang, dosen02070@unpam. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. ISS Indonesia Divisi Cleaning Service. Jakarta Selatan baik secara parsial maupun secara simultan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu probability/random. Sampling menggunakan proses seleksi acak . andom sampling/ probabilit. yang memberikan setiap anggota populasi kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel dan diperoleh sampel dalam penelitian ini berjumlah 61 Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan (X. dan Motivasi Kerja (X. berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan diperoleh persamaan regresi Y = 15. 191X1 0. 386X2. Nilai koefisien korelasi atau tingkat pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat diperoleh sebesar 0. 598 artinya memiliki hubungan yang cukup erat. Nilai koefisien determinasi atau kontribusi pengaruh secara simutan sebesar 0. 357 atau 35. 7% sedangkan sisanya 3% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > Ftabel atau . > 2,. Dengan demikian H0 ditolak dan H3 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. ISS Indonesia Divisi Cleaning Service Penempatan di PT. Jakarta Land. Jakarta Selatan. Kata Kunci: Kepemimpinan. Motivasi Kerja. Kinerja Karyawan. Abstract The purpose of this study was to determine the influence of leadership and work The purpose of this study was to determine the influence of leadership and work motivation on employee performance at PT. ISS Indonesia Cleaning Service Division. South Jakarta either partially or simultaneously. method used is quantitative. The sampling technique used is probability/random. Sampling uses a random selection process . andom sampling/ probabilit. and gives each member of the population the same opportunity to be taken as a sample and the sample in this study is 61 respondents. that Leadership (X. and Work Motivation (X. have a positive effect on employee performance by obtaining the regression equation Y = 15. 191X1 0. 386X2. The value of the correlation coefficient or the level of influence between the independent variable and the dependent variable is 598, meaning that it has a strong relationship. The value of the coefficient of determination or simultaneous influence contribution is 0. 357 or 35. 7% while the remaining 64. 3% is influenced by other factors. Hypothesis testing obtained F count > Ftable or . ,106 > 2. Thus H0 is rejected and H3 is accepted. This means that there is a significant influence simultaneously between Leadership and Work Motivation on employee performance at PT. ISS Indonesia Cleaning Service Division Placement at PT. Jakarta Land. South Jakarta. Keywords: Leadership. Work Motivation. Employee Performance 110 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 PENDAHULUAN Berdasarkan beberapa pendapat ahli Perusahaan ataupun organisasi tentunya mempengaruhi perilaku orang lain agar dapat maupun tingkat pencapaian hasil. Hal ini Kepemimpinan menuntut perusahaan ataupun organisasi pendekatan setiap orang dalam memimpin mencari jalan terbaik untuk mendukung apa orang dapat berbeda tergantung karakteristik merupakan seni, karena karakteristik orang yang dipimpinnya. Berikut Sumber daya manusia merupakan satu- ini merupakan Data Kepemimpinan PT. ISS satunya sumber daya yang memiliki perasaan. Indonesia Divisi Cleaning Service Jakarta Selatan Periode 2019 Ae 2021. Berdasarkan data bahwa penilaian Perusahaan sangat membutuhkan sumber standar kepemimpinan adalah 100%, pada daya yang berkualitas untuk mencapai tujuan tahun 2019 sekor penilaian rata-rata sebanyak perusahaan yang sudah ditentukan. Pemimpin 81%, dan penilaian kepemimpinan paling yang baik dapat mengatur dan mengelola kecil yaitu penilaian dalam hal kemampuan karyawannya melakukan pekerjaan dengan pemimpin dalam memotivasi bawahanya rasa tanggung jawab dan tanpa paksaan dalam dimana penilaian hanya sebanyak 70% dalam melakukan pekerjaannya, guna meningkatkan satu tahun. Pada tahun 2020 sekor penilaian kinerja karyawan secara efisien, dan efektif rata-rata kerja di dalam suatu perusahaan. kepemimpinan paling kecil yaitu penilaian Menurut . , dalam hal kemampuan pemimpin dalam kepemimpinan adalah kemampuan seorang mendelegasikan tugas dan wewenang dimana dalam sebuah organisasi untuk meyakinkan penilaian hanya sebanyak 70% dalam satu orang lain sehingga dapat dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan tugas sesuai kepemimpinan tahun 2021 sebanyak 79%, dengan tujuan organisasi. dan penilaian kepemimpinan paling kecil Menurut Sunarsi Swasto Dan Skor rata-rata menciptakan suasana lingkungan kerja yang sehat dimana masing penilaianya efektifitas menggerakkan, dan mengarahkan tindakan- kinerjanya hanya sebanyak 75% dalam satu tindakan seseorang atau sekelompok orang dalam situasi tertentu dan untuk mencapai terhadap kondisi kesehatan mental karyawan suatu tujuan tertentu. dan lingkungan kerja. dimana beberapa 110 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 karyawan sering mendapat perlakuan tidak menerima reward baik dari rekan kerjanya seperti penindasan karyawan penerima reward best employee atau bullying dan kata-kata kotor yang yang diambil dari karyawan yang berprestasi dilontarkan oleh beberapa karyawan yang dan 1 penerima reward golden heart yang tentunya ini menyebabkan kesehatan mental diambil karena kejujuran seorang karyawan karyawan menurun dan lingkungan kerja dalam bekerja, lalu mengalami kenaikan pada tidak sehat dan tidak terkontrol. Tahun 2021 dari 61 karyawan ada 9 penerima Dengan reward yaitu 7 karyawan penerima reward kepemimpinan setiap tahunya mengalami best employee dan 2 karyawan penerima naik turun tidak optimal dan tidak pernah reword golden heart. Lalu menurun Kembali di tahun 2022 yaitu dari 61 karyawan ada 7 Dengan demikian penulis menyimpulkan penerima reward yaitu 4 karyawan penerima bahwa kepemimpinan di perusahaan PT. ISS reward best employee dan 3 karyawan Indonesia penerima reward golden heart. Divisi Cleaning Service Penempatan di PT. Jakarta Land. Jakarta Selatan tersebut belum maksimal. terdiri dari 4 Selanjutnya variabel Y atau variabel yang di pengaruhi oleh variabel X1 dan X2 Selain variable kepemimpinan peneliti adalah variabel Kinerja, berikut ini adalah juga mengangkat variable X2 yaitu Motivasi. data kinerja karyawan PT. ISS Indonesia dapat diketahui bahwa motivasi merupakan Divisi Cleaning Service penempatan di PT. kekuatan yang menggerakan perilaku yang Jakarta Selatan. Jakarta Selatan yang dilihat memberi arah pada perilaku dan mendasari kecenderungan untuk tetap menunjukkan pencapaian target perusahaan dari tahun 2019 perilaku tersebut. PT ISS Indonesia setiap 3 sampai dengan tahun 2021 dapat dilihat pada bulan sekali mengadakan acara penerimaan tabel berikut ini: reward untuk karyawan yang berprestasi. Tabel 1. Data Kinerja Karyawan PT. ISS Indonesia Divisi Cleaning Service Penempatan di PT. Jakarta land. Jakarta Selatan Periode 2020 Ae 2022 Dari data dapat disimpulkan bahwa penerimaan reward pada Tahun 2020 - 2022 dari 61 karyawan cleaning service menerima reward dalam kurun waktu 3 Tahun terakhir mengalami kenaikan dan penurunan, hal ini dikarnakan pimpinan kurang objektif dan kurang memperhatikan penilaian kinerja Aspek Kualitas Kuantitas Efektivitas Total Penilaian Kinerja 2020 2021 2022 Target Sumber : PT. ISS Indonesia. Jakarta Selatan Berdasarkan data di atas bisa di lihat bahwa kinerja Karyawan masih kurang dari standar penilaian perusahaan. Pada tahun penghargaan/reward sebagaimana mestinya, 2020 rata-rata penilaian kinerja sebanyak 70% pada Tahun 2020 hanya ada 5 karyawan yang atau kurang dari 100%. Pada tahun 2021 rata- 111 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 rata penilaian kinerja sebanyak 65% atau dengan tujuan organisasi. kurang dari 100%. Dan Pada tahun 2022 rata- Menurut George R. Terry dalam rata penilaian kinerja sebanyak 60% atau Sedarmayanti . Kepemimpinan kurang dari 100%. adalah suatu proses dalam mempengaruhi Tujuan Penelitian aktifitas dalam sebuah kelompok dalam upaya Adapun tujuan yang hendak di capai dalam perumusan dan pencapaian tujuan organisasi. penelitian ini adalah : Untuk Berdasarkan beberapa pendapat ahli Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. ISS Indonesia Divisi mempengaruhi perilaku orang lain agar dapat Cleaning Service. Jakarta Selatan. Untuk mengetahui pengaruh motivasi Kepemimpinan merupakan seni, karena kerja terhadap kinerja karyawan PT. ISS pendekatan setiap orang dalam memimpin Indonesia orang dapat berbeda tergantung karakteristik Divisi Cleaning Service Penempatan di PT. Jakarta Land. Jakarta Selatan. karakteristik orang yang dipimpinnya. Untuk Kepemimpinan Pengaruh ISS Indonesia Divisi Cleaning Service. Motivasi berasal dari kata motif yang merujuk pada suatu dorongan kebutuhan dalam diri pegawai yang perlu dipenuhi agar pegawai tersebut dapat menyesuaikan diri Jakarta Selatan. Motivasi didefinisikan sebagai suatu kecenderungan KERANGKA TEORI untuk beraktivitas, dimulai dari dorongan Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan salah satu dimensi kompetensi yang sangat menentukan terhadap kinerja atau keberhasilan organisasi. Esensi pokok kepemimpinan adalah cara untuk memengaruhi orang lain agar menjadi efektif tentu setiap orang bisa berbeda dalam dalam diri dan diakhiri dengan penyesuaian Motivasi merupakan suatu proses yang psikologis atau kebutuhan yang menimbulkan suatu dorongan dengan maksud mencapai suatu tujuan atau insentif. Pengertian proses motivasi ini dapat dipahami melalui hubungan Menurut Motivasi Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Sunarsi kepemimpinan adalah kemampuan seorang dalam sebuah organisasi untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan tugas sesuai antara kebutuhan, dorongan dan insentif . Menurut Hafidzi . pemberian daya penggerak yang menciptakan 112 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 kegairahan kerja seseorang agar mereka menurut peneliti adalah hasil kerja yang telah mampu bekerjasama, bekerja efektif, dan terintegritas dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. Motivasi adalah berdasarkan atas standarisasi atau ukuran dan suatu yang pokok yang menjadikan dorongan bagi seseorang untuk bekerja. Menurut pekerjaannya dan sesuai dengan norma dan Sedarmayanti etika yang telah ditetapkan. internal dan eksternal posotif atau negarif. METODOLOGI PENELITIAN Populasi atau tidak yang pada hakikatnya ada secara seseorang untuk melakukan suatu tindakan dorongan/semangat penelitian adalah karyawan PT. ISS Indonesia Divisi Cleaning Service Penempatan di PT. Jakarta Land sebanyak 61 orang. Dalam pengambilan sampel dapat menggunakan kerja/pendorong semangat kerja. sampling jenuh. Menurut Sugiyono . Kinerja Kinerja sangat erat kaitannya dengan keunggulan kompetitif suatu perusahaan. Kinerja perusahaan sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan-karyawan atau sumber daya berpendapat Ausampling jenuh adalah teknik sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampelAy sehingga sampelnya menjadi 61 orang. manusia yang ada di dalamnya. Kinerja yang PEMBAHASAN Hasil Penelitian efektivitas, dan produktivitas. Kinerja menurut Rivai . Uji Validitas Menurut Sugiyono, . , adalah perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapat Menurut validitas menunjukan derajat ketepatan Bangun dikumpulkan oleh peneliti. Hasil mengatakan kinerja adalah hasil pekerjaan persyaratan-persyaratan persyaratan biasa disebut dengan standar kerja, yaitu tingkat yang diharapkan suatu pekerjaan tertentu untuk dapat diselesaikan hitung semua lebih besar dari r tabel yaitu dengan = 5% sebesar 0. 444 dan nilai signifikan <0. 05 untuk ketiga variabel. Hal ini berarti butir pernyataan dinyatakan dan diperbandingan atas tujuan atau target yang ingin dicapai. Sedangkan kesimpulan 113 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 Uji Reliabilitas Berdasarkan hasil pengujian pada tabel diatas, diperoleh nilai signifikansi = 0. untuk menguji suatu kuesioner reliabel atau dimana nilai tersebut lebih besar dari nilai = handal atau tidak. Menurut Ghozali . 0,050 atau . ,200 > 0,. Dengan demikian AuUji Reliabilitas adalah alat untuk mengukur maka asumsi distribusi persamaan pada uji ini suatu kuesioner yang merupakan indikator adalah normal. Uji normalitas juga dilakukan dari variabel atau konstruk. dengan menggunakan grafik probability plot Pengujian Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas dimana residual variabel dapat dideteksi Cronbatch Standar Alpha Cronbatch Keputus Alpha Reliabel Variabel Kepemimpinan dengan melihat penyebaran titik-titik residual mengikuti arah garis diagonal, dan hal itu Motivasi Kerja Reliabel sesuai dengan hasil diagram penyebaran yang Kinerja Karyawan Reliabel diolah dengan SPSS Versi 26 seperti pada Berdasarkan hasil pengujian pada table gambar dibawah ini: Kepemimpinan (X. Motivasi Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) dinyatakan reliabel, hal itu dibuktikan dengan masingmasing variabel memiliki nilai Chronbath Alpha lebih besar dari 0,600. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk menguji Gambar 1. Grafik P-P Plot Uji Normalitas Pada gambar di atas dapat dilihat berdistribusi normal atau berdistribusi tidak menunjukkan pola grafik yang normal. Hal ini Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Dengan Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardi Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. terlihat dari titik yang menyebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal. Oleh karena ini dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinieritas Uji mutlikolinearitas untuk meyakini bahwa antar variabel bebas tidak memiliki multikolinearitas atau tidak 114 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 memiliki hubungan korelasi antara variabel autokorelasi, hal ini dibuktikan dengan nilai Durbin- Watson sebesar 1. 953 yang berada diantara interval 1. 550 Ae 2. Tabel 4. Uji Multikolinieritas Coefficients Standardi Unstandard Coefficie Collinearity Coefficients Statistics Std. Erro Model Beta VIF 1 (Constan. Kepemimp . inan (X. 16 18 81 Motivasi Kerja (X. 05 00 81 Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan multikolinieritas pada tabel di atas diperoleh nilai tolerance masing-masing variabel bebas yaitu kepemimmpinan sebesar 0,881 dan Motivasi Kerja sebesar 0,881, dimana kedua Uji Heteroskedastisitas Pengujian dimaksudkan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians residual. Tabel 6. Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Unstandardize Standardized d Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta 1 (Constan. Kepemimpina n (X. Motivasi Kerja (X. Dependent Variable: RES2 nilai tersebut kurang dari 1, dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) Sig. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, glejser test model pada variabel Kepemimpinan sebesar 1. 136 serta Motivasi Kepemimpinan Kerja sebesar 1. 136 dimana nilai tersebut probability signifikansi (Sig. ) sebesar 0. kurang dari 10. Dengan demikian model dan Motivasi Kerja (X. diperoleh nilai regresi ini tidak ada multikolinearitas. probability signifikansi (Sig. ) sebesar 0. Uji autokorelasi dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan 0,05. Dengan demikian regression model pada Model Summaryb Std. Error of Adjusted DurbinModel Square R Square Estimate Watson Predictors: (Constan. Motivasi Kerja (X. Kepemimpinan (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Analisis Regresi Linier Sederhana Uji regresi ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y. Dalam Penelitian ini adalah Kepemimpinan (X. dan Motivasi Berdasarkan hasil pengujian pada tabel ini layak dipakai sebagai data penelitian. Tabel 5. Uji Autokorelasi heteroskesdastisitas, sehingga model regresi korelasi antar anggota sampel. dimana keduanya nilai signifikansi (Sig. ) > Uji Autokorelasi (X. Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) baik secara parsial maupun secara simultan. 115 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 Tabel 7. Hasil Pengujian Regresi Linier Sederhana Variabel Kepemimpinan (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta Sig. 1 (Constan. Kepemimpinan (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi Y = 20. 472X2. Dari persamaan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 20. 76 diartikan bahwa jika variabel Motivasi Kerja (X. Sumber: Data Primer Diolah 2022 tidak ada maka telah terdapat nilai Kinerja Karyawan (Y) sebesar 20. Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi Y = 26. 293X1. Dari Nilai koefisien regresi Motivasi Kerja persamaan di atas maka dapat disimpulkan (X. 472 diartikan apabila sebagai berikut: konstanta tetap dan tidak ada perubahan Nilai konstanta sebesar 26. 107 diartikan pada variable Kepemimpinan (X. , bahwa jika variabel Kepemimpinan (X. maka setiap perubahan 1 unit pada tidak ada maka telah terdapat nilai variable Motivasi Kerja (X. akan Kinerja Karyawan (Y) sebesar 26. mengakibatkan terjadinya perubahan pada Kinerja Karyawan (Y) sebesar Nilai koefisien regresi Kepemimpinan 472 point. (X. 293 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variable Motivasi Kerja (X. , maka setiap perubahan 1 unit pada variabel Kepemimpinan (X. pada Kinerja Karyawan (Y) sebesar 293 point. Coefficientsa Standardize Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sumber: Data Primer Diolah 2022 Uji regresi ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y. Dalam Penelitian ini adalah Kepemimpinan (X. dan Motivasi Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) baik secara parsial maupun secara simultan. Tabel 8. Hasil Pengujian Regresi Linier Sederhana Variabel Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Model 1 (Constant Motivasi Kerja (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Analisis Regresi Linier Berganda Sig. Tabel 9. Pengujian Regresi Linier Berganda Model 1 (Constan. Coefficientsa Standardize Unstandardize Coefficient d Coefficients Std. Error Beta Kepemimpin an (X. Motivasi Kerja (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Sig 116 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 Berdasarkan hasil analisis perhitungan regresi berganda pada tabel di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi Y = 15. Tabel 10. Hasil Analisis Koefisien Korelasi Secara Parsial Antara Kepemimpinan (X. Terhadap Kinerja Karyawan Kerja (Y) 0. 191X1 0,386X2. Dari persamaan di atas Correlations maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai kepemipinan (X. dan Motivasi Kerja (X. tidak ada maka telah terdapat nilai Kinerja Karyawan (Y) sebesar 15. Nilai Kepemimpinan (X. Kepemimpinan (X. Kinerja Karyawan (Y) Kepemimpinan Pearson (X. Correlation Sig. Kinerja Pearson Karyawan (Y) Correlation Sig. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber:Data Primer diolah,2022 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di lingkungan kerja (X. , maka setiap atas, diperoleh nilai Koefisien korelasi sebesar 434 artinya kedua variabel memiliki tingkat Kepemimpinan (X. hubungan yang rendah. mengakibatkan terjadinya perubahan pada kinerja karyawan (Y) sebesar 191 point. Nilai Motivasi Kerja (X. sebesar 0,386 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel Kepemimpinan (X. , maka setiap perubahan 1 unit pada variabel Motivasi Kerja (X. akan perubahan pada Kinerja Karyawan (Y) sebesar 0,386 point. Correlations Motivasi Kinerja Kerja Karyawan (X. (Y) Motivasi Kerja Pearson (X. Correlation Sig. -taile. Kinerja Pearson Karyawan (Y) Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber:Data Primerdiolah,2022 Berdasarkan pada hasil pengujian pada tabel diatas, diperoleh nilai Koefisien Analisis Koefisien Korelasi . Analisis Tabel 11. Hasil Analisis Koefisien Korelasi Secara Parsial Antara Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) korelasi sebesar 0. 536 artinya kedua variabel mempunyai tingkat hubungan yang cukup erat. independen terhadap variabel dependen. Hasil pengolahan data sebagai berikut: 117 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 Tabel 12. Hasil Analisis Koefisien Korelasi Secara Simultan Antara Kepemimpinan (X. dan Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Model Summary Adjusted Std. Error of Model Square R Square the Estimate Predictors: (Constan. Motivasi Kerja (X. Kepemimpinan (X. disimpulkan bahwa variabel Kepemimpinan Karyawan sebesar 18. Tabel 14. Hasil Analisis Koefisien Determinasi Secara Persial Antara Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Model Summary Sumber:Data Primerdiolah,2022 diatas diperoleh nilai Koefisien korelasi Adjusted R Model R Square Square Predictors: (Constan. Motivasi Kerja (X. 598 artinya variabel Kepemimpinan Sumber:Data Primerdiolah,2022 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel Kinerja Std. Error of the Estimate (X. dan Motivasi Kerja (X. mempunyai Berdasarkan pada hasil pengujian pada tingkat hubungan yang cukup erat terhadap tabel di atas, diperoleh nilai Koefisien Kinerja Karyawan (Y). 0,287 disimpulkan bahwa variabel Motivasi Kerja Analisis Koefisien Determinasi Analisis dimaksudkan untuk mengetahui persentase independen terhadap variabel dependen baik (X. dan Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y). Berikut ini hasil perhitungan koefisien determinasi yang diolah dengan program SPSS Versi 26, sebagai berikut: Tabel 13. Hasil Analisis Koefisien Determinasi Secara Persial Antara Kepemimpinan (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Kinerja Karyawan sebesar 28. Tabel 15. Hasil Analisis Koefisien Determinasi Secara Simultan Antara Kepemimpinan (X. dan Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) secara parsial maupun simulta. , dalam penelitian ini adalah variabel Kepemimpinan Model Summary Std. Error of Adjusted R Model Square Square Estimate Predictors: (Constan. Motivasi Kerja (X. Kepemimpinan (X. Sumber: Data Primer Diolah 2022 Berdasarkan pada hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai Koefisien disimpulkan bahwa variabel Kepemimpinan Model Summary Adjusted Model R Square R Square Predictors: (Constan. Kepemimpinan (X. Std. Error of the Estimate Sumber:Data Primer diolah,2022 dan Motivasi Kerja berpengaruh terhadap variabel Kinerja Karyawan karyawan sebesar 7% sedangkan sisanya sebesar 64. dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak Berdasarkan pada hasil pengujian pada dilakukan penelitian. tabel di atas, diperoleh nilai Koefisien 118 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 PENGUJIAN HIPOTESIS Coefficientsa Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji Pengujian Kepemimpinan (X. dan Motivasi Kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) dilakukan dengan uji t . ji secara parsia. Dalam Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta Sig. 1 (Constan. Motivasi Kerja (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) penelitian ini digunakan kriteria signifikansi Berdasarkan pada hasil pengujian pada 5% . dengan membandingkan t hitung tabel di atas diperoleh nilai t hitung > t tabel atau dengan t tabel yaitu sebagai berikut: 872 > 2. Hal tersebut juga diperkuat dengan nilai A value < Sig. 0,05 atau . ,000 < Jika nilai t hitung < t tabel : berarti H0 diterima dan H1 ditolak Jika nilai t hitung > t tabel 0,. Dengan demikian maka H0 ditolak dan : berarti H0 ditolak dan H1 diterima. H2 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang yang signifikan secara Tabel 16. Uji t parsial antara Motivasi Kerja terhadap kinerja Coefficientsa Standa Unstandardized Coeffi Coefficients Std. Model Error Beta Sig. 1 (Constan. Kepemimpinan (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) karyawan pada PT. ISS Indonesia Divisi Cleaning Service Penempatan di PT. Jakarta Land. Jakarta Selatan. Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Untuk pengujian pengaruh variabel Kepemimpinan dan Motivasi Kerja secara simultan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Berdasarkan pada hasil pengujian pada ISS Indonesia Divisi Cleaning Service tabel di atas diperoleh nilai t hitung > t tabel atau Penempatan di PT. Jakarta Land. Jakarta . 697 > 2. Hal tersebut juga diperkuat Selatan dilakukan dengan uji statistik F . ji dengan nilai A value < Sig. 0,05 atau . ,000 < simulta. dengan signifikansi 5%. Dalam 0,. Dengan demikian maka H0 ditolak dan penelitian ini digunakan kriteria signifikansi H1 diterima, hal ini menunjukkan bahwa 5% . yaitu membandingkan antara nilai terdapat pengaruh yang signifikan secara F hitung dengan F tabel dengan ketentuan sebagai parsial antara Kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT. ISS Indonesia Divisi diterima dan H3 ditolak Cleaning Service Penempatan di PT. Jakarta Land. Jakarta Selatan. Jika nilai F hitung < F tabel: berarti H0 Jika nilai F hitung > F tabel: berarti H0 ditolak dan H3 diterima Untuk menentukan besarnya Ftabel dicari dengan ketentuan df = . -2-. , maka 119 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 diperoleh . -2-. = 58, jadi Ftabel = 2,760 Dengan demikian H0 ditolak dan Kriteria dikatakan signifikan jika nilai F hitung H1 diterima artinya terdapat pengaruh > F tabel atau A value < Sig. 0,05. Tabel 17. Uji F ANOVA Sum of Squares Indonesia Mean Square nilai koefisien korelasi sebesar 0. artinya kedua memiliki tingkat hubungan yang cukup erat dengan koefisien determinasi sebesar 28. Uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . Dengan demikian maka H0 ditolak dan H3 2,. Dengan demikian H0 ditolak dan diterima, hal ini menunjukan bahwa terdapat H2 diterima artinya terdapat pengaruh pengaruh yang signifikan secara simultan antara Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Motivasi Kerja terhadap kinerja karyawan (Y) di PT. ISS terhadap kinerja karyawan pada PT. ISS Indonesia Service Divisi Cleaning Service Penempatan di PT. Jakarta Land. Jakarta Penempatan di PT. Jakarta Land. Jakarta Selatan. Selatan. Kepemimpinan Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil analisis serta Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kepemimpinan berpengaruh signifikan karyawan dengan persamaan regresi Y = 666 0. 191X1 0. 386X2. Nilai koefisien korelasi diperoleh sebesar 598 artinya variabel bebas dengan kinerja karyawan, sebagai berikut: persamaan regresi Y = 20. 472X 2 dengan A value < Sig. 0,05 atau . ,000 < 0,. Service Motivasi Kerja berpengaruh signifikan . 106 > 2,. , hal ini juga diperkuat Cleaning Selatan. tabel di atas diperoleh nilai F hitung > F tabel atau Cleaning Divisi Penempatan di PT. Jakarta Land. Jakarta Berdasarkan pada hasil pengujian pada Divisi Kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di PT. ISS Model Sig. 1Regressi Residual Total Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Predictors: (Constan. Motivasi Kerja (X. Kepemimpinan (X. Indonesia persamaan regresi Y = 26. 293X1, nila koefisien korelasi sebesar 0. artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang rendah dengan koefisien determinasi sebesar 18. Uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . hubungan yang cukup erat dengan koefisien determinasi atau pengaruh dipengaruhi faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . > 2,. Dengan demikian H0 ditolak 120 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 Artinya antara Kepemimpinan dan Motivasi Manahan P. Tampubolon. Manajemen Operasi dan Rantai Pemasok. Penerbit Mitra Wacana Media. Jakarta. Kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Noor, pengaruh signifikan secara simultan ISS Indonesia Divisi Cleaning Service Penempatan di PT. Jakarta Land. Jakarta Selatan. Pabundu Tika. Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja Karyawan. Jakarta : Bumi Aksara. DAFTAR PUSTAKA