EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 2. Juli 2023 DOI: https://doi. org/10. 31933/eej. Received: 01/12/2023. Revised: 10/12/2023. Publish: 13/12/2023 MENERAPKAN KEGIATAN SUPERVISI KELAS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU YANG MENGAJAR DI KELAS 8 MELAKSANAKAN MODELAe MODEL PEMBELAJARAN DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI (MTSN) KOTA PADANG PANJANG Firmawati Anwar MTSN Kota Padang Panjang. Padang Panjang Sumatera Barat, firmawatianwar72@gmail. Abstrak Dalam melaksanakan proses pembelajaran disekolah seorang guru hendaknya mampu memilih dan mendayagunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi Pada umumnya guru jarang mengunakan model pembelajaran dalam setiap proses pembelajaran, karena kurangnya pemahaman guru terhadap model-model pembelajaran yang dapat memudahkan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di Sebenarnya ada banyak model pembelajaran yang bisa dipakai oleh setiap guru dalam proses pembelajaran. Dengan mengunakan model-model pembelajaran yang sesuai, tentunya siswa akan termotivasi dalam belajar, dan ini akan berdampak positif pada hasil Pokok masalah dalam penelitian, yaitu AuApakah penerapan modelmodel pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas dapat meningkatkan kemampuan guru yang mengajar di kelas 8 MTSN Kota Padang Panjang?Ay. Penerapan model-model pembelajaran melalui supervisi oleh kepala sekolah terbukti berhasil meningkatkan kemampuan guru yang mengajar di kelas 8 MTSN Kota Padang Panjang dalam mengelola proses pembelajaran, bukan saja proses belajar siswa semakin bermakna tetapi juga hasil belajarnya meningkat. Kata kunci: Supervisi. Kemampuan Guru. Model-model Pembelajaran. PENDAHULUAN Sekolah merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu khususnya orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Sekolah memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka Semua fungsi sekolah tersebut tidak akan efektif apabila komponen dari sistem Page 131 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 2. Juli 2023 sekolah tidak berjalan dengan baik, karena kelemahan dari salah satu komponen akan berpengaruh pada komponen yang lain yang pada akhirnya akan berpengaruh juga pada jalannya sistem itu sendiri. Salah satu dari bagian komponen sekolah adalah guru. Guru dituntut untuk mampu menguasai kurikulum, menguasai materi, menguasai metode, dan tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu mengelola kelas sedemikian rupa sehingga pembelajaran berlangsung secara aktif, inovatif dan menyenangkan. Namun umumnya guru masih mendominasi kelas, siswa pasif . atang, duduk, nonton, berlatih, dan Guru memberikan konsep, sementara siswa menerima bahan jadi. menurut Erman Suherman, ada hal yang menyebabkan siswa tidak menikmati . untuk belajar, yaitu kebanyakan siswa tidak siap terlebih dahulu dengan . membaca bahan yang akan dipelajari, siswa datang tanpa bekal pengetahuan seperti membawa wadah kosong. Lebih parah lagi, siswa tidak menyadari tujuan belajar yang sebenarnya, tidak mengetahui manfaat belajar bagi masa depannya nanti. Berdasarkan pengamatan penulis di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Kota Padang Panjang, terdapat beberapa kendala pada pembelajaran selama ini antara lain : Siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep. Siswa kurang aktif / siswa pasif dalam proses pembelajaran. Siswa belum terbiasa untuk bekerja sama dengan temannya dalam belajar. Guru kurang mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Hasil nilai ulangan / hasil belajar siswa pada pembelajaran rendah. KKM tidak tercapai. Pembelajaran tidak menyenangkan bagi siswa. Kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran. Sebagai pendidik, penulis melihat pembelajaran menjadi kurang efektif karena hanya cenderung mengedepankan aspek intelektual dan mengesampingkan aspek pembentukan Hal ini tentu suatu hambatan bagi guru. Namun penulis ingin mengubah hambatan tersebut menjadi sebuah kekuatan dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Untuk menjawab hal itu, penulis mencoba memberi solusi kepada guru yang mengajar di kelas 8 (Delapa. untuk menerapkan model-model pembelajaran melalui kegiatan supervisi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Kota Padang Panjang dengan menyusun berbagai perangkat pembelajaran yang dibutuhkan seperti : RPP, alat peraga, teknik pengumpulan data, dan instrumen yang dibutuhkan untuk membantu guru dalam mengelola kelas dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan. METODE PENELITIAN Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (School Action Researc. Penelitian Tindakan Sekolah dikembangkan dari Penelitian Tindakan Kelas ( PTK). Menurut Zainal Aqib ( 2009:. PTK pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi social Amerika yang bernama Kurt Lewin pada tahun 1946 sedangkan di Indonesia baru dikenal pada ahkir decade 80-an Zainal Aqib . menyebutkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas merupakan Page 132 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 2. Juli 2023 terjemahan dari Classroom Action Reseach yaitu satu Action Reseach yang dilkakukan Sedangkan Penelitian Tindakan Sekolah menurut Depdiknas . adalah penelitian tindakan sebagai salah satu jenis penelitian kualitatif di bidang pendidikan yang dilaksanakan disekolah untuk memperbaiki proses pembelajaran dan manajemen sekolah. Penelitian Tindakan yang dilakukan adalah menerapkan kegiatan supervisi kelas dalam meningkatkan kemampuan melaksanakan model-model pembelajaran guru yang mengajar di kelas 8 (Delapa. di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Kota Padang Panjang. PEMBAHASAN Setelah melakukan refleksi terhadap peningkatan kemampuan guru-guru yang mengajar di kelas 8 (Delapa. di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Kota Padang Panjang dalam mengelola proses pembelajaran pasca dilakukan supervisi kelas oleh kepala sekolah dengan menerapkan model-model pembelajaran yang diupayakan, diperoleh gambaran untuk pembahasan, yakni: Pentingnya supervisi kelas oleh kepala sekolah guru yang mengajar di kelas 8 (Delapa. di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Kota Padang Panjang, yang di dalamnya bermuatan daya upaya yang akurat guna meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran. Kemampuan kepala sekolah dalam mendayagunakan antar komponen penting terkait dengan model-model pembelajaran, merupakan modalitas mendasar berlangsungnya proses transformasi kemampuan ini kepada guru yang mengajar di kelas 8 (Delapa. di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Kota Padang Panjang Meningkatnya kemampuan guru yang mengajar di kelas 8 (Delapa. di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Kota Padang Panjang dalam mengelola proses pembelajaran yang berlandaskan pada model-model pembelajaran yang diterapkan, tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran kepala sekolah untuk luruh di dalamnya secara bertanggung jawab, yang diaktualisasikan pada tindakan-tindakan nyata yang bersifat preventif . , membimbing, mengarahkan, dan menjadi rekan sejawat nan bijak dalam memenuhi setiap kebutuhan guru dan siswa dalam rangka mencapai suatu perubahan yang diinginkan. Dengan berkembangnya perilaku-perilaku baik seperti di atas, maka terjadilah suatu perubahan ke arah yang dinginkan oleh masing-masing. Meski untuk berubah itu beresiko, baik kepala sekolah maupun guru yang mengajar di kelas 8 (Delapa. di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Kota Padang Panjang, tetap mengambil strategi ini. Ketimbang tidak berubah sama sekali, mereka merasa yakin jauh akan lebih beresiko. Kepiawaian kepala sekolah dalam memilih tingkat resiko, baik secara ekonomis maupun material, dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pemborosan, lebih meluangkan waktu, tenaga, dan pemikiran. Termasuk masalah yang kompleks dan tidak mudah dalam menyelesaikan kasus pengelolaan proses pembelajaran. Terlebih lagi ketika masalah itu berkaitan dengan kualitas pengelolaan proses pembelajaran. Sudah menjadi rumus yang baku untuk bisa berlangsungnya hal itu diperlukan segala sesuatunya yang berkualitas, baik SDM guru, material, maupun proses berlangsungnya. Dalam rangka mengupayakan kualitas ini, peran serta kepala sekolah Page 133 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 2. Juli 2023 akan sangat mewarnai peran serta guru dan siswa. Supervisi merupakan bagian integral dari kemampuan profesional kepala sekolah yang berkualitas. Tanpa berkemampuan melakukan supervisi, mustahil kepala sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Kota Padang Panjang berhasil meningkatkan kualitas kemampuan guru dalam mengelola proses Berikut rekapitulasi Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran Selama Penelitian Tabel. 4: 47 Rekapitulasi Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran Siklus I Siklus II Nama Guru Skor Rata2 Skor Rata2 Dra. Dwi Fidriani Z 3,22 Miko Liasman. 3,11 38,89 Fitriy Haslinda. 3,22 Drs. Nasrullah 3,11 38,89 Erma Dewita. 3,22 Nova Rahmi. 2,78 3,67 Arisman. Pd. 2,67 3,56 Yanti Yunefa. 3,22 Aswarniati,S. 3,22 Teguh Kurniawan. 2,67 3,56 Nur Fuadatun Neldis, 2,67 3,56 Jumlah skor/Persentase Rata-rata skor/Persentase Dari tabel diatas dapat dilihat pada gambar/grafik diagram batang dibawah ini. Page 134 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 2. Juli 2023 Gambar Diagram Batang 1: Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran Pada siklus I kepala sekolah dalam melakukan supervisi kelas belum sesuai harapan dengan rata Ae rata penilaian kemampuan merencanakan pembelajaran yang dinilai adalah 75,28% terlaksana. Dari komponen yang dinilai masih terdapat kelemahan dalam melakukan kegiatan supervisi kelas pada siklus I ini. Setelah dilakukan refleksi terhadap kelemahan pada siklus I terjadi peningakatan yang signifikan dalam melakukan supervisi kelas untuk meningkatkan penilaian kemampuan merencanakan pembelajaran pada siklus II menjadi 95,71% terlaksana. Terjadi peningkatan sebesar 20,43%. Pada siklus II ini kepala sekolah (Penelit. ini sudah sangat baik dalam melakukan supervisi kelas. Jika dilihat dari indikator keberhasilan pada penelitian ini yaitu 85% atau >85% maka penelitian ini sudah berhasil. Tabel. 4: 48 Rekapitulasi Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran. Evaluasi, dan Menindaklanjuti Hasilnya Siklus I Siklus II Nama Guru Skor Rata Skor Rata2 1 Dra. Dwi Fidriani Z Miko Liasman. Fitriy Haslinda. Drs. Nasrullah Erma Dewita. Nova Rahmi. Arisman. Pd. Yanti Yunefa. Aswarniati,S. Page 135 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 10 Teguh Kurniawan. Volume 3. Issue 2. Juli 2023 Jumlah skor/Persentase Rata-rata skor/Persentase Nur Fuadatun Neldis. Dari tabel diatas dapat dilihat pada gambar/grafik diagram batang dibawah ini. Gambar Diagram Batang 2 : Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran. Evaluasi, dan Menindaklanjuti Hasilnya Pada siklus I kepala sekolah dalam melakukan supervisi kelas belum sesuai harapan dengan rata Ae rata kemampuan melaksanakan pembelajaran, evaluasi, dan menindaklanjuti hasilnya yang dinilai adalah 68,85% terlaksana. Dari indikator kemampuan melaksanakan pembelajaran, evaluasi, dan menindaklanjuti hasilnya yang dinilai masih terdapat kelemahan dalam melakukan kegiatan supervisi kelas pada siklus I ini. Setelah dilakukan refleksi terhadap kelemahan pada siklus I terjadi peningakatan yang signifikan dalam melakukan supervisi kelas untuk meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran, evaluasi, dan menindaklanjuti hasilnya pada siklus II menjadi 93,90% terlaksana. Terjadi peningkatan sebesar 24,45%. Pada siklus II ini kepala sekolah (Penelit. ini sudah sangat baik dalam melakukan supervisi kelas. Jika dilihat dari indikator keberhasilan pada penelitian ini yaitu 85% atau >85% maka penelitian ini sudah berhasil. KESIMPULAN Penerapan model-model pembelajaran melalui supervisi kelas oleh kepala sekolah terbukti berhasil meningkatkan kemampuan guru yang mengajar di kelas 8 (Delapa. di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Kota Padang Panjang dalam mengelola proses pembelajaran. Page 136 EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 3. Issue 2. Juli 2023 Dengan meningkatnya kemampuan guru yang mengajar di kelas 8 (Delapa. di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Kota Padang Panjang dalam mengelola proses pembelajaran, selain proses belajar siswa lebih bermakna juga hasil belajarnya pun turut meningkat. REFERENSI