Page 1 of 18 - Cover Page Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Bery Mokalu Revisi_3_ Jurnal-Marton_2025. Selesai_baru. Turnitin Turnitin Universitas Negeri Manado Document Details Submission ID trn:oid:::1:3430133211 12 Pages Submission Date 3,741 Words Dec 2, 2025, 8:37 AM GMT 7 24,369 Characters Download Date Dec 2, 2025, 8:46 AM GMT 7 File Name Revisi_3__Jurnal-Marton_2025. _Selesai_baru. File Size 9 KB Page 1 of 18 - Cover Page Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 2 of 18 - Integrity Overview Submission ID trn:oid:::1:3430133211 16% Overall Similarity The combined total of all matches, including overlapping sources, for each database. Filtered from the Report Bibliography Top Sources Internet sources Publications Submitted works (Student Paper. Integrity Flags 0 Integrity Flags for Review No suspicious text manipulations found. Our system's algorithms look deeply at a document for any inconsistencies that would set it apart from a normal submission. If we notice something strange, we flag it for you to review. A Flag is not necessarily an indicator of a problem. However, we'd recommend you focus your attention there for further review. Page 2 of 18 - Integrity Overview Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 3 of 18 - Integrity Overview Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Top Sources Internet sources Publications Submitted works (Student Paper. Top Sources The sources with the highest number of matches within the submission. Overlapping sources will not be displayed. Publication Amran Maher Dionizius Isu. Maglon Ferdinand Banamtuan. Yakup Lopo. "Peran GA Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet Page 3 of 18 - Integrity Overview <1% Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 4 of 18 - Integrity Overview Internet <1% Internet e-journal. <1% Internet <1% Internet iain-palangkaraya. <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Student papers Universitas Jambi <1% Internet Submission ID trn:oid:::1:3430133211 <1% Internet Page 4 of 18 - Integrity Overview <1% Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 5 of 18 - Integrity Overview Internet uin-suka. <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet tr:8080 <1% Internet <1% Internet <1% Internet stiq-amuntai. <1% Internet <1% Internet <1% Internet Submission ID trn:oid:::1:3430133211 <1% Internet Page 5 of 18 - Integrity Overview <1% Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 6 of 18 - Integrity Overview Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Internet luke-way. Page 6 of 18 - Integrity Overview <1% Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 7 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Pendidikan Agama Kristen Sebagai Pendekatan Dalam Pembentukan Karakter Siswa SMA Kristen Nehemia Galela Di Era Digital Abstract The purpose of this study is to analyze the character formation of students at Nehemia Galela Christian High School, and analyze Christian Religious Education as an Approach in character formation of students at Nehemia Galela Christian High School digitally so that students have Christian characters namely intelligent, caring, dignified, spiritually disciplined, faithful, pious to God, and responsible . Exodus 20:12. Ephesians 6:1-3. Colossians 3:. This study uses a qualitative method. Qualitative research methods are methods for investigating and interpreting humanitarian problems by involving questions, data collection mechanisms, identifying and analyzing field data and interpreting the findings descriptively. The findings are that the process of character formation of students at Nehemia Galela Christian High School is through classroom learning with Christian religious subjects, giving advice and motivation in morning and afternoon assemblies, giving students assignments to make worship journals, student council worship, choosing inspiring memorization verses, and watching spiritual videos. The obstacles experienced in the formation of student character are the lack of cooperation between teachers and parents, internal and external influences. So it can be concluded that learning tools, school equipment and strategies are neat and ideal both nationally and internally but there is no cooperation between teachers and parents and no moral awareness of students then the formation of student character which is the goal of the school will be in vain and will not succeed. Keywords: Digital. Character. PAK. Formation. Approach Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pembentukan karakter siswa di SMA Kristen Nehemia Galela, dan menganalisis PAK Sebagai Pendekatan dalam membentukan karakter siswa di SMA Kristen Nehemia Galela di digital agar siswa memeiliki karakter kristen yakni cerdas, peduli, bermartabat, disiplin rohani, beriman, bertaqwa kepada Tuhan, dan bertanggung jawab . Keluaran 20:12. Efesus 6:1-3. Kolose 3: . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kerena menyelediki dan memaknai masalah kemanusian dengan melibatkan pertanyaan, mekanisme mengumpulkan data, mengindentifikasi dan menganalisis data lapangan dan mengintepretasi hasil temuan secara deskriptif. Hasil temuannya adalah bahwa proses pembentukan karakter siswa di SMA Kristen Nehemia Galela adalah melalui pembelajaran kelas dengan mata pelajaran agama kristen, memberi nasihat dan motivasi dalam apel pagi dan siang, memberi tugas kepada siswa membuat jurnal ibadah, ibadah osis, memilih ayat hafalan yang menginspirasi, dan menonton video Kendala yang dialami dalam pembentukan karakter siswa adalah tidak ada kerjasama antara guru dengan orang tua, pengaruh internal dan eksternal. Maka dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran, perangkat sekolah dan strategi yang rapih dan ideal baik secara nasional maupun intenal sekolah tapi tidak ada kerjamasama antara guru dan orang tua dan tidak ada kesadaran moral siswa maka pembentukan karakter siswa yang adalah tujuan sekolah menjadi sia-sia dan tidak akan berhasil. Kata Kunci: Digital. Karakter. PAK. Pembentukan. Pendekatan. Page 7 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 8 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Pendidikan Agama Kristen Sebagai Pendekatan Dalam Pembentukan Karakter Siswa SMA Kristen Nehemia Galela Di Era Digital PENDAHULUAN Perkembangan teknologi mendorong transformasi digital serta membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, menciptakan akses pasar yang lebih baik kepada sektor usaha, meningkatkan daya saing masyarakat, membuka lapangan kerja baru hingga meningkatkan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat Indonesia menjadi negara maju sesuai dengan Visi Indonesia Emas 2045 termasuk dalam dunia pendidikan. 1 Qurrotul AAoyun Sufyan , dan Abdul Ghofur menjelaskan bahwa teknologi digital sekarang tidak hanya memberikan manfaat, tetapi memberikan perubahan melalui cara masyarakat berinteraksi. Akses internet yang semakin meluas ditambah inovasi yang melahirkan berbagai produk dan layanan digital menjadi faktor pendorong kreativitas tanpa batas dalam berbagai aspek kehidupan dari transformasi digital. 2 Dengan demikian era teknologi saat ini sangat mempengaruhi dunia pendidikan. Menurut Nur Azizah Pendidikan adalah upaya untuk menuntun seseorang menuju proses pendewasaan dalam berbagai aspek. Sebab itu pendidikan adalah wadah pembinaan dan penanaman nilai-nilai moral, bukan saja mentransfer ilmu pengetahuan kepada seseorang yang menerima didikan baik secara formal maupun informal. Karena itu pendidikan adalah aspek terpenting dalam kehidupan setiap manusia di era digital saat ini. 3 Menurut Anandari dalam Syahrial Ayub & Husnul Fuadi bahwa di era digital pendidikan karakter sangat penting sebab dunia digitalisasi selain memberi manfaat juga sebagai tantangan bagi pendidik dalam membimbing, menuntun, dan mengarahakan untuk mempersiapakan generasi yang memiliki karakater yang baik. Menurut Loius & Cornelius, bahwa PAK berlawanan dengan pendidikan pada umum karena dibangun atas pendekatan ateistik sehingan ada perbedaan antara pendidikan kristen dan pendidikan pada umumnya. Sebab berdasarkan pandangan Alkitab manusia diciptakan Allah untuk itu harus memuji dan mengagungkanNya melalui kehidupannya setiap hari. Untuk itu, pendidikan bukan hanya mencerdasakan, melainkan mendidik 1 Hary Budiarto, dkk. Strategi Pengembangan Masyarakat Digital Indonesia. Jakarta : Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, 2024, 2. 2 Qurrotul AAoyun Sufyan , dan Abdul Ghofur. Pemanfaatan Digitalisasi Pendidikan Dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik. Mubtadi: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah. Vol. 4 No. Juli Ae Desember 2022. P Ae Issn : 2715 Ae 7067 . E Ae Issn : 2720 Ae 8850, 63. 3 Nur Azizah. Perilaku Moral dan Religiusitas Siswa Berlatar Belakang Pendidikan Umum dan Agama. Jurnal Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Volume 33. No. 2, 1 Ae 16 ISSN: 0215-8884, 4 Syahrial Ayub & Husnul Fuadi. Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Generasi Z di Era Digital. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan. Volume 9. Nomor 4. November 2024 . ISSN (Prin. : 2502-7069. ISSN (Onlin. : 2620-8326, 3064 Page 8 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 9 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen seseorang agar berperilaku baik dan berintegritas. sesuai dengan panggilan Allah. 5 Tutuk Ningsih menjelaskan bahwa perkembangan pendidikan di era modern ini Indonesia mengalami dinamika bertalian dengan tujuan pendidikan nasional. Implementasi kurikulum berbasis kompetensi berhasil mendorong dan mengalami kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi moral dan karakter terabaikan. Artinya proses pendidikan saat ini hanya berfokus pada kebutuhan pasar tetapi moralitas karakter diabaikan. Menurut Sania Amaliyah lembaga pendidikan anak di rumah itu keluarga. Artinya, pendidikan anak dalam keluarga menentukan ketika anak masuk pada pendidikan formal . dan keberadaannya dalam lingkungan masyarakat. 7 Jantje Haans, dkk menjelaskan bahwa Indonesia telah merumuskan tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga. Didefenisikan bahwa keluarga merupakan tempat pertama anak belajar yang diberikan oleh orang tua atau mama dan papa sesuai dengan UU No 52 Tahun Namun, kenyataan menunjukkan bahwa perilaku peserta didik di SMA Kristen Nehemia Galela dalam memanfaatkan teknologi saat ini menimbulkan keresahan dikalangan para dewan guru dan orang tua. Salah satu kasus yang terjadi antara siswa dan dalam memanfaatkan teknologi adalah mereka saling mengajak melalui chatting untuk berkelahi sehingga salah satu siswi menjadi korban kekerasan dan penyelesaiannya dilakukan oleh pihak pemerintah Desa. Fakta lain menunjukkan bahwa siswa bermain game online bahkan offline di sekolah, sedangkan di rumah anak . bermain game sampai larut malam oleh siswa SMA Kristen Nehemia Galela. Aktivitas siswa di luar jam sekolah ini sangat memprihatinkan karena pendidikan orang tua terhadap anak-anak tidak berjalan dengan baik atau mungkin orang tua tidak peduli dengan anak-anak mereka yang menggunakan gadget sebagai alat komunikasi, dan sebai sumber belajar, melaingkan menggunakan gadget dengan bermain game baik di siang hari saat keluar sekolah mapun pada malam hari. Mereka bermain di sekitar rumah warga yang memiliki usah Internet (WiF. , dan jika memiliki pulsa data mereka bermain di depan rumah sampai larut malam. Salah satu akibat atau dampak dari pemanfaatan teknologi yang tidak tepat adalah main game sampai larut malam, tidak pergi ibadah seperti ibadah bidang Remaja, pemuda, ibadah rumah tangga, ibadah usbuh dan ibadah minggu. Perkembangan 5 Louis Berkhof dan Cornelius Van Til. Dasar Pendidikan Kristen : Ceramah-ceramah kepada guru- guru Kristen. Surabaya: Momentum, 2022, v-vi. Tutuk Ningsih. Pendidikan Karakter: Teori & Praktik. Purwokerto Selatan: CV. Rumah Kreatif Wadas Kelir, 2021,1. 7 Sania Amaliyah. Konsep Pendidikan Keluarga Menurut Ki Hadjar Dewantara. Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 1766-1770, 1770. 8 Jantje Haans, dkk. Membangun Keluarga Kristen yang Bahagia dan Sehat. Formosa Journal of Multidisciplinary Research. Vol. No. 5, 2022, 1305. Observasi awal karena penulis tinggal disekitar sekolah SMA Kristen Nehemian Galela, 2025. Page 9 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 10 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Pendidikan Agama Kristen Sebagai Pendekatan Dalam Pembentukan Karakter Siswa SMA Kristen Nehemia Galela Di Era Digital teknologi sangat mempengaruhi spiritualitas dan karakter Kristen yaitu menjadi siswa yang bertaqwa dan beriman kepada Tuhan. Hal ini merupakan sebuah kesenjangan yang terjadi terkait dengan pola pendidikan atau pembinaan anak di sekolah dan di rumah dalam perkembangan perilakunya di era teknologi digital yang merupakan suatu tantangan bagi Sekolah dan orang tua. Maka penting untuk dikaji guna menemukan makna baru terkait dengan pendidikan agama kristen sebagai untuk membentuk moral dan karakter siswa sma kristen nehemia galela di era digital. METODOLOGI Penelitian ini dipakai metode kualitatif kerena menyelediki serta memaknai masalah kemanusian dengan melibatkan pertanyaan, mekanisme mengumpulkan data, mengindentifikasi dan menganalisis11 data lapangan dan mengintepretasi hasil temuan secara deskriptif. Dengan dasain studi kasus dimana peneliti mengeksplorasi masalah di lapangan terkait dengan kejadian, proses, program dan kegiatan seseorang. Maka peneliti akan melihat langsung pembentukan karakter siswa sma kristen nehemia galela di era digital melalui mata pelajaran pendidikan agama kristen. 13 Data utama penelitian ini berupa teks, foto-foto, simbol-simbol, dan dokumen, tetapi tidak menutup kemungkinan data tambahan berupa angka. Sedangkan sumber datanya dari para responden yaitu kepala sekolah, dewan guru, secara guru Agama kristen, orang tua siswa dan siswa yang dapat memberikan informasi terkait dengan pembentukan karakter siswa sma kristen nehemia galela di era digital melalui mata pelajaran agama kristen. Untuk mendapatkan data yang lebih akurat maka instrument penelitian ini adalah peneliti14 dengan teknik pengumpulan data adalah memilih sampel dari semua unsur populasi secara acak. 15 teknik mengumpulkan datanya adalah peneliti observasi lapangan, melakukan wawancara terstuktur, dan studi dokumen. Menganalisis data penelitian ini secara interaktif. Menurut Miles dan Haberman bahwa analisis data dilakukan selama penelitian berlangsung. Analisis data secara interaktif Observasi awal karena penulis tinggal disekitar sekolah SMA Kristen Nehemian Galela, 2025. 11 John W. Creswell. Research Design: Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif, dan Mixed, (Yogyakarta: Pustaka Pelaja. , 2015, 352 12 Sugiono. Metode Penelitian Kombinasi, (Bandung: ALFABETA), 2014, 12. John W. Creswell. Research Design: Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif, dan Mixed, (Yogyakarta: Pustaka Pelaja. , 2015, 15. Sugiono. Metode Penelitian Kombinasi, (Bandung: ALFABETA), 2014, 305 Sugiyono, 122 Sugiyono, 122 Page 10 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 11 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen dimaksud adalah menganalisis aktivitas dengan langkah-langkah yaitu mereduksi data, mendisplay data, dan memverifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pembentukan Karakter Siswa di SMA Kristen Nehemia Galela Sejalan dengan masalah yang dikaji maka penelitian difokuskan pada PAK sebagai pendekatan untuk membentuk karakter siswa SMA Nehemia Kristen Galela di era digital. Ketika proses penelitian berlangsung penulis melihat langsung kegiatan peserta didik di sekolah, dan kegiatan anak di rumah terkait dengan perilakunya dalam perkembangan teknologi di era digital ini menunjukkan bahwa siswa/anak mengalami dampak negatif atau terpapar oleh perkembangan teknologi. Dampak teknologi tersebut mempengaruhi karakter siswa dimana siswa ketika sudah bermain game tidak mempedulikan lagi siapa yang ada disampingnya, bahkan diberi salam pun siswa tidak membalasnya. Dalam konteks ini siswa tidak menghormati, dan tidak menghargai orang lain yang ada disekitarnya. Perilaku tersebut terjadi di sekolah, dan rumah. Menurut Mohamad Mustari bahwa dampak negative teknologi, antara lain: seseorang mulai individualis, merosotnya moral, anti sosial, perubahan komunikasi, dan pergeseran budaya lokal misalnya gaya berpakaian, dan gotong royong. 19 Perilaku yang dinampakkan oleh siswa di SMA Kristen Nehemia Galela di atas serupa dengan apa yang dikemukakan Mustari bahwa dampak negatif yang dialaminya sangat mempengaruhi keimanan, dan karakter yaitu siswa tidak menghormati, menghargai, peduli, tidak memiliki etika-moral dalam berkomunikasi karena dimana siswa disapa atau diberi salam ia hanya fokus pada G menyatakan bahwa ketika proses belajar mengajar berlangsung ada siswa bermain game, dan membuka buka aplikasi komunikasi lainnya seperti Facebook. Whatsap, dan Messenger dalam hal ini siswa tidak fokus belajar, sehingga ia berkesimpulan bahwa era digitalisasi ini sangat mempengaruhi karakter siswa. 20 Dengan demikian perkembangan teknologi saat ini sangat mempengaruhi karakter siswa . dan bisa menjadi anti sosial atau lebih fokus berkomunikasi melalui game dan mengabaikan teman dan guru yang ada disampingnya atau di depan kelas sementara melaksanakan tugas mengajar. Binsen S. Sidjabat menjelaskan secara umum orang mengenal dua jenis karakter yakni memiliki rasa Sugiyono, 334 Observasi oleh penulis tanggal, 17 April 2025 di SMA Kristen Nehemia Galela. 19Mohamad Mustari. Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Manajemen Pendidikan. Bandung: Gunung Djati Publishing, 2023, 8-11. Wawancara, 22 April 2025. Page 11 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 12 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Pendidikan Agama Kristen Sebagai Pendekatan Dalam Pembentukan Karakter Siswa SMA Kristen Nehemia Galela Di Era Digital hormat dan tidak hormat, jujur tidak jujur, disiplin dan tidak tertib, bertanggung jawab dan tidak bertamggung jawab, peduli dan tidak peduli. Dua jens sifat di atas dapat dirubah melalui proses pendidikan. Pembentukan karakter yang dilakukan di sekolah adalah berpedoman pada visi, misi, dan tujuan sekolah yakni menjadi sekolah unggul yang membentuk generasi berkarakter kristiani, cerdas, dan siap menghadapi tantangan globalAy. Melalui visi ini ada tiga rumusan penting untuk membentuk karakter siswa adalah menanamkan nilai kristiani dalam aspek pembelajaran di sekolah, yaitu membina karakter dan integritas siswa, agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama, dan menyiapkan siswa menghadapi dunia global melalui penguasaan teknologi di Era Revolusi Industri. 22 Visi ini juga diintergasikan dalam kurikulum merdeka belajar dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dengan tujuan membentuk generasi bernalar kritis, bertanggung jawab, berintegritas, beriman, bertakwa kepada Tuhan, dan kreatif23, serta PAK bertujuan yakni membangun karakter dan moralitas untuk mengamalkan nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai religius untuk mengenal kasih Allah dalam Yesus Kristus serta mengimaninya. Sistem Pendidikan Nasional mengembangkan potensi akademik dan non-akademik peserta didik yaitu cerdas, berilmu, kreatif, cakap, membentuk watak, bermartabat, bertaqkwa kepada Tuhan, beriman, akhlak mulia, mandiri, sehat, dan bertanggung jawab tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003. 25 Perangkat sekolah baik tingkat nasional maupun internal sekolah terintegrasi dengan sangat baik tetapi fakta yang terjadi di sekolah terkait pendidikan karakter siswa dalam perkembangan teknologi saat ini untuk membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dan menjadikan manusia beriman melalui proses pendidikan dan pembelajaran tidak sesuai harapan negara dan dewan guru secara khusus di sma kristen nehemia galela. W, dan D. E, menyatakan bahwa mereka telah melaksanakan tugas sebagai pengajar dan sebagai pendidik dalam membimbing dan mengarahkan setiap siswa agar menjadi cerdas dan memiliki perilaku yang baik, serta mempraktekkan nilai-nilai kekristen. Namun, dengan perkembangan teknologi digital di era modern ini guru menghadapi banyak tantangan dalam proses pendidikan. 26 Y. G mengatakan bahwa beberapa tantangan yang dihadapi adalah siswa dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat, perkembangan teknologi, pihak sekolah dan orang tua tidak saling mendukung, dan mungkin implementasi undang- Binsen S. Sidjabat, membangun pribadi unggul: suatu pendekatan teologis terhadap pendidikan karakte. Yogyakarta: ANDI, 2021, 3 Dokumen SMA Kristen Nehemia Galela, 2022. 23 M. Rizky Satria, dkk. Panduan Pengembangan P5. Badan Standar. Kurikulum. Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia, 2024, 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti: buku. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017, 10. 25 Undang-Undangn No. 20 Tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3. 26 W. Wodek. Wawancara, 22 April 2025. Page 12 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 13 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen undang perlindungan anak. 27 A. B, menegaskan bahwa ketika siswa ditegur secara lisan siswa terus melakukan seolah menguji kesabaran dan emosi para guru. Dengan kata lain, bahwa siswa malas atau acuh tak acuh dengan didikan atau nasihat yang diberikan oleh guru, maka guru memberikan teguran secara fisik pada siswa dengan harapan bahwa siswa hidup sopan, dan tertib sebagi wujud dari imannya. Ketika teguran seperti kontak fisik dilakukan guru siswa melapor kepada orang tua, dan orang tua datang kesekolah memarahi guru yang melakukan kontak fisik sebagai proses pembinaan. 28 Kasus-kasus seperti ini bukan saja dialami guru di sma kristen nehemia galela tetapi juga guru dibeberapa daerah di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian di atas, menggambarkan secara jelas bahwa guru-guru menghadapi tantangan yang luar biasa di era digitalisasi saat ini dalam mengajar dan mendidik untuk membentuk karakter siswa agar memiliki watak yang baik dalam menjaga komunitas yang bermartabat, bertanggung jawab serta beriman. Alkitab mengajarkan tentang kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5: 22-. 30, hormatilah ayahmu dan ibu . eluaran 20:12. Efesus 6:1-3. Kolose 3: . ini merupakam karakter kristen yang harus dimiliki oleh setiap siswa diamalkan dalam keluarga, sosial-kemasyarakatan, dan dalam kehidupan beragama. Lerah menjelaskan bahwa nilai-nilai karakter kristen dalam Alkitab ini telah diajarkan pada siswa melalui tema-tema pembelajaran dalam mata pelajaran pendidikan agama kristen agar siswa memiliki karakter kristen. 31 Tutuk Ningsih menegaskan bahwa pendidikan saat ini keluar dari pinsip dan makna mendidik dan mengajar sebagaimana tujuan pendidikan nasional yakni mempersiapkan generasi berkarakter, bermoral bahkan nurani yang baik, beriman kepada Tuhan, taat menjalankan ajaran agamanya, memiliki hati yang bersih dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Janse Belandina Non-Serrano menjelaskan bahwa Pendidikan Agama Kristen ada sejak manusia diciptakan dan dipanggilan melalui Abraham. Hal ini kemudian dilanjutkan sampai pada masa Perjanjian Baru. Sinagoge orang Yahudi merupakan pusat kegiatan Dalam alkitab perjanjian lama Allah memberi perintah kepada orang israel agar mengajarkan anak-anak berulang-ulang pada setiap waktu untuk percaya dan mengasihi Allah (Ulangan 6: 4-. dalam Amsal 22: 6 merupakan perintah untuk mendidik orang muda agar tidak menyimpang dari ajaran Tuhan sampai ia tuaAy. Dalam alkitab perjanjian baru 27 Y. Wawancara, 22 April 2025. 28 A. Wawancara, 22 April 2025. Berita online Metro TV, https://w. com/watch?v=EVfwfnt2dOM. Siswa merokok ditampar guru, 2025. 30 Alkitab. Terjemahan Baru, 2014. Lerah. Wawancara, 22 April 2025 Tutuk Ningsih. Pendidikan Karakter: Teori & Praktik. Purwokerto Selatan: CV. Rumah Kreatif Wadas Kelir, 2021, 8. Page 13 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 14 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Pendidikan Agama Kristen Sebagai Pendekatan Dalam Pembentukan Karakter Siswa SMA Kristen Nehemia Galela Di Era Digital Yesus memberikan amanat kepada orang percaya mengajarkan kasih Allah kepada semua orang dan berjanji untuk menyertai mereka (Matius 28:19-. Jadi. PAK itu bersumber dari alkitab, untuk meneguhkan kepercayaan dan ketaatan umat kepada Tuhan, menghormati serta menghargai semua manusia dengan segala persamaan dan perbedaannya. 33 Dengan demikian inti PAK adalah peserta didik mengerti dan menghayati kebaikan Allah didalam Yesus Kristus dan roh kudus serta mewujudkan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari melalui sesama dan lingkungan hidupnya. Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan adalah membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antarumat beragama termuat dalam Pasal 2 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007. Peraturan perundang-undangan ini dan perangkat sekolah tersusun rapih, guru yang berdedikasi tinggi dalam memberikan didikan dan arahan bahkan secara profesional dalam melaksanakan tugas tidak dihidupi oleh para siswa, acuh tak acuh serta orang tua tidak mendukung pihak sekolah maka tidak mungkin mencapai visi-misi, dan tujuan lembaga pendidikan secara internal maupun secara nasional dalam perkembangan teknologi saat ini. 2 PAK Sebagai Pendekatan Pembentukan Karakter Siswa di SMA Kristen Nehemia Galela di Era Digital Menurut Janse Belandina Non-Serrano bahwa tujuan Mata pelajaran Agama Kristen adalah menanamkan pemahaman tentang kasih Allah agar menghasilkan umat beriman dan bertanggungjawab dalam komunitas masyarakat yang majemuk. L dan J. S menjelaskan bahwa strategi pendidikan agama kristen yang dipraktekkan dalam pembentukan perilaku siswa di SMA kristen Nehemia Galela yakni menjadi siswa beriman, bertanggungjawab, dan disiplin selain melalui proses pembelajaran dengan tema-tema yang telah ditetapkan dalam kurikulum pendidikan nasional adalah : Siswa diberi arahan untuk memilih satu ayat alkitab yang menginspirasi disetiap harinya sesuai tema bahasan dan diberi motivasi untuk mempraktekkan dari ayat Mengingatkan siswa untuk melibatkan diri dalam persekutuan-persekutuan ibadah baik di sekolah . badah osi. maupun di rumah atau di luar sekolah. Sebagai bukti atas keterlibatan siswa dalam persekutuan ibadah di luar sekolah adalah siswa membuat jurnal harian atau mingguan. 33 Janse Belandina Non-Serrano. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021, 11. 34 Janse Belandina Non-Serrano, 22-23. 35 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Nomor 55 Tahun 2007 Tentang Pendidikan Agama Dan Pendidikan Keagamaan. Janse Belandina Non-Serrano, 33-37. Page 14 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 15 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Pembelajaran yang teringrasi dalam setiap tema pembelajaran baik kelas 1 sampai dengan kelas 3 sebagaimana buku refensi PAK. Merekomendasikan video kristen ditonton oleh siswa sebagai proses pembentukan karakter siswa dengan memanfaatkan teknologi digital dan jaringan Strategi pembentukan karakter siswa di atas dapat dikatakan sangat baik, dengan harapan bahwa siswa mengalami perubahan perilaku atau terjadi pembentukan karakter pada siswa menjadi siswa yang beriman, bertanggungjawab, disiplin, dan jujur serta menghormati dan menghargai guru, orang tua maupun orang lain dari setiap proses pembelajaran yang dilakukan dan diikuti siswa. Menurut Ella Tesalonika Mbeo, dan Andreas Bayu Krisdiantoro guru harus memberikan teladan yang baik dan terpuji karena perilaku guru tidak bisa dipisahkan dari peserta didik disekolah maupun di luar sekolah. Artinya, pembentukan karakter siswa tidak terlepas dari teladan guru bukan saja mentransfer ilmu 38 Arozatulo Telaumbanua menjelaskan tanggung jawab guru agama kristen adalah memberikan dampak baik secara bertanggung jawab bagi pertumbuhan iman anak yang berkualitas di sekolah. Berdasarkan peran guru dan tanggung jawab sebagai pendidik agama kristen dalam menggapai tujuan pendidikan secara umum, dan tujuan mata pelajaran agama kristen di atas, maka guru melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara serius dan harus memberi dampak pada pertumbuhan iman, dan pembentukan karakter dalam mempraktekkan nilai kekristenan sudah diajarkan. Baik melalui proses pembelajaran agar siswa memiliki iman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, disiplin rohani serta bertanggungjawab atas ilmu pengetahuan yang didapatkannya serta jujur atas tugas-tugas yang dikerjakan. Untuk itu, dalam Pembentukan Karakter Siswa agar bertanggungjawab, jujur, menghormati serta menghargai orang lain pada SMA Kristen Nehemia Galela di Era Digital melalui mata pelajaran PAK adalah: Integrasi Nilai-Nilai Kristiani dengan Teknologi Digital Pemanfaatan Media Digital : Gunakan aplikasi Alkitab digital, video renungan, podcast rohani, dan platform pembelajaran daring untuk memperkenalkan nilai-nilai Kristiani secara relevan. Konten Kreatif: Buat konten visual dan interaktif . nfografis, video pende. berdasarkan ajaran Kristus. Kurikulum yang Kontekstual dan Relevan 37 O. Lerah dan J. Sadouw. Wawancara, 22 April 2025 Ella Tesalonika Mbeo, dan Andreas Bayu Krisdiantoro. Pembinaan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pendidikan Karakter Peserta Didik Di Sekolah. Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Volume 3 Nomor 1 (Desember 2. : 17-29, 17. DOI: 10. 55076/didache. Arozatulo Telaumbanua. Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Karakter Siswa. Jurnal Fidei. Vol. 1 No. 2 (December 2. :219-231. ISSN: 2621-8135. , 222-223. Page 15 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 16 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Pendidikan Agama Kristen Sebagai Pendekatan Dalam Pembentukan Karakter Siswa SMA Kristen Nehemia Galela Di Era Digital Pengajaran Tematik: Hubungkan pelajaran Alkitab dengan isu-isu masa kini seperti cyberbullying, penyalahgunaan media sosial, dan toleransi beragama. Studi Kasus: Gunakan contoh nyata di dunia digital untuk membahas bagaimana siswa dapat menerapkan iman dalam kehidupan sehari-hari secara Pemberdayaan Guru dan Orang Tua Pelatihan Digital Literasi Rohani: Latih guru dan orang tua untuk memahami tantangan digital dan cara mendampingi siswa secara spiritual. Kolaborasi Rumah dan Sekolah: Bangun komunikasi yang aktif antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter Kristiani yang konsisten. Penerapan Pembelajaran Karakter Aktif : Proyek Aksi Sosial Digital: Dorong siswa membuat kampanye digital tentang nilai-nilai Kekristenan. Mentoring dan Pemuridan Online: Buat kelompok kecil virtual untuk refleksi rohani, saling mendoakan, dan diskusi karakter Kristus. Penguatan Spiritualitas Pribadi adalah menyediakan waktu Ibadah dengan memanfaatkan teknologi digital berdoa dan membaca Alkitab dengan target pembentukan karakter. Pendidikan karkter kristen bagi siswa dapat dilakukan dengan langkah-langkah tersebut diatas, namun perlu memastikan falisitas dan kesediaan bahkan keseriusan siswa dalam mengikuti kegiatan yang diciptakan atau disiapkan pihak sekolah yang dikordinir oleh guru mata pelajaran agama agar dapat memastikan keberhasilan proses pendidikan karakter siswa yang bertaqwa, beriman, dan bertanggung jawab. KESIMPULAN Setelah menganalisis hasil penelitian terkait dengan PAK sebagai pendekatan dalam membentukan karakter siswa SMA Kristen Nehemia Galela di Era Digital ada beberapa temuan bahwa orang tua tidak mendukung pihak sekolah membina dan pembentukan karakter siswa. Pihak sekolah telah berupaya keras dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar, dimana sekolah telah menginterasikan proses pendidikan karakter atau proses pembentukan karakter siswa melalui tema mata pelajaran secara khusus mata pelajaran agama kristen agar melahirkan generasi yang cerdas, peduli, bermartabat, disiplin rohani, beriman, bertaqwa kepada Tuhan, dan bertanggung jawab. Pendidikan karakter juga terintegrasi dalam pengembangan kurikulum merdeka belajar melalui pembelajaran di sekolah dengan P5 tujuannya membentuk generasi cerdas, peduli, bermartabat, disiplin rohani, beriman, bertaqwa kepada Tuhan, dan bertanggung jawab. Pendidikan agama kristen dengan tujuan membangun karakter dan moralitas anak bangsa untuk mengamalkan nilainilai pancasila dan nilai-nilai religius. Page 16 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Page 17 of 18 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3430133211 Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Walaupun demikian, ada beberapa kendala sebagai tantangan dalam proses pendidikan karakter bagi siswa di SMA Kristen Nehemia Galela yaitu dampak negatif dari perkembangan teknologi digital seperti game, dan pergaulan bebas. Secara spesifik tantangan atau kendala yang dihadapi pihak sekolah dalam proses pembentukan karakter adalah pengaruh lingkungan ekternal . ari lua. maupun internal dimana siswa acuh tak acuh dengan didikan dan pengajaran yang diberikan oleh setiap guru sehingga siswa sebagian besar tidak mengalami perubahan perilaku. Dengan demikian pengajaran diberikan sekolah adalah siasia. DAFTAR PUSTAKA