COGNITIVE: JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN http://ejournal. org/index. php/cognitive ISSN: 3026-1686 (Onlin. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM PANDANGAN AL-FARABI Rofiki Mahasiswa Pascasarjana Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan. Indonesia paviq85@gmail. Keywords Abstract Concept. Islamic Education, alFarabi This article aims to understand the concept of education including objectives, materials, methods and processes in Islamic education from alFarabi's perspective. This article uses a library research approach with a descriptive type. The data sources used are relevant books containing alFarabi's thoughts, plus articles published in National Journals. The data analysis used is descriptive analysis which refers to the main problem of the topic presented. The result of this research is the concept of Islamic education according to al-Farabi, namely that education must lead to the perfection of life. An individual's perfection lies in the strength of the theoretical understanding he or she has mastered and this understanding is reflected in everyday life, or in other words, theoretical knowledge is perfected with practical experience. Theoretical knowledge lies in integral science without dichotomies and to obtain this knowledge requires methods that are relevant to the level of people's thinking abilities. Kata Kunci Abstrak Konsep. Pendidikan Islam, al-Farabi Artikel ini bertujuan untuk Mengenal Konsep pendidikan meliputi tujuan, materi, metode, serta proses dalam pendidikan Islam Perspektif al-Farabi. Artikel ini menggunakan pendekatan pustaka . ibrary researc. dengan jenis Sumber data yang digunakan adalah buku- buku relevan yang memuat pemikiran al-Farabi, ditambah dengan artikel yang dimuat di Jurnal Nasional. Analisis data yang digunakan adalah analisis diskriptif yang mengacu pada pokok permasalahan dari topik yang disampaikan. Kajian dari penelitian ini menyimpulkan bahwasanya pendidikan islam perspektif Farabi yaitu Pendidikan harus mengarah pada kesempurnaan hidup. Kesempurnaan individu terletak pada kekuatan pemahaman teoritis yang dikuasainya dan pemahaman tersebut terpotretkan pada kehidupan seharihari atau dengan kata lain pengetahuan teoritis disempurnakan dengan pengalaman praktis. Pengetahuan teoritis terletak pada ilmu pengetahuan yang integral tanpa dikotomi serta untuk memperoleh pengetahuan dimaksud diperlukan metode yang relevan dengan tingkat kemampuan berfikir masyarakat. ACognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is licensed under a Creative Commons Attribution 4. International License. PENDAHULUAN Pendidikan menjadi satu aspek yang sangat dibutuhkan dalam proses kehidupan karena dengan pendidikan senantiasa menjadi motor penggerak yang dominan dalam setiap aktifitas manusia. Disamping itu, menempuh jalan pendidikan sama halnya dengan memajukan satu aspek penting dari kehidupan itu sendiri. Pendidikan yang maju 67 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 2 (Desember, 2. tidak akan pernah Nampak pada satu kelompok tertentu suatu kesenjangan sumber daya Jarak atau kesenjangan yang umum terjadi di tengah masyarakat disebabkan oleh lemahnya ilmu pengetahuan antar satu individu dengan lainnya. Sehingga orang yang berfikiran maju dalam satu kelompok akan terus mendominasi terhadap kelompok Permasalahan tersebut masih belum menyentuh pada tataran normatif, pendidikan yang maju melahirkan luaran yang tidak hanya cakap di bidang kognitif Akan tetapi mampu menciptakan mnausia-manusia yang berperadaban baik dengan senantiasa bertanggung jawab terhadap diri sebagai individu merdeka dan kepada lingkungan sebagai makhluk sosial. Tidak heran Sehingga Hasbullah memberikan batasan terhadap pengertian pendidikan yaitu sebagai bentuk upaya yang dimiliki oleh pribadi maupun kelompok dalam membina dan menciptakan pribadi yang beorientasi pada nilai-nilai kearifan masyarakat dan budaya sosial serta lingkungan. Secara aplikatif, pendidikan dipahami sebagai proses bimbingan yang diberikan secara sengaja oleh individu terhadap individu atau kelompok yang lain bertujuan untuk mendewasakan prilaku dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan lahir dengan tujuan mulai bagi tatanan kehidupan manusia. Maskipun dewasa ini istilah pendidikan lebih dispesifikan oleh para ahli berdasarkan tingkat keahlian mereka seperti lahirnya istilah pendidikan Islam dan lain sebagainya. Pada dasarnya, pendidikan yang dimaksud adalah sama yaitu untuk melahirkan manusia yang layak disebut sebagai manusia dengan prilaku sesuai dengan fitrah menusia itu Seperti yusuf Qardhawi menjelaskan tentang Pendidikan Islam sebagai upaya menciptakan manusia seutuhnya, baik dari aspek Lahir maupun Bathin. Aqliyah maupun Rohaniyah. Akhlaqiyah dan Kecapakan (Al-Abrasyi, 1. Perbedaannya hanyalah karena pola pendidikan tersebut bersumber dari dogma ajaran Islam dengan nilai-nilai universal yang terkandung di dalamnya yang senantiasa mempertimbangkan pengembangan fitrah manusia atau potensi-potensi yang dimiliki manusia selaku Kenyataannya adalah pendidikan dimaksud sama yaitu melahirkan peradaban yang baik melalui manusia-manusia yang cakap baik secara lahir maupun batin. Sementara itu Langgulung merumuskan pendidikan Islam sebagai suatu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan Rofiki - Konsep Pendidikan Islam 68 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 2 (Desember, 2. nilainilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat (Langgulung, 1. Pendidikan Islam dapat juga diartikan dengan pengembangan pikiran manusia dan penataan tingkah laku serta emosinya berdasarkan Agama Islam, dengan maksud merealisasikan tujuan Islam dalam kehidupan individu dan masyarakat yakni dalam seluruh lapangan kehidupan (AnNahlawi, 1. Konsep pendidikan Islam yang dicetuskan oleh beberapa ahli diatas merupakan turunan dari berbagai konsep yang telah dikaji oleh pemikir-pemikir Islam tempo dulu. Secara umum, pemikir pendidikan Islam dapat dipetakan menjadi tiga bagian yaitu relius konservatif, pragmatis instrumental dan yang terakhir adalah religious rasional (Kurniawan, 2. Aliran konvensional dan pragmatis memiliki corak yang paling hal menarik disini adalah aliran ketiga yang mencoba menengahi kedua aliran sebelumnya yaitu Religius rasional. Aliran ini diadopsi oleh salah satu pemikir Islam yaitu ibnu khaldun yang dilanjutkan dengan model pemikiran serupa oleh alFarabi menyikapi konsepsi dan argumentasi perihal pendidikan. Umum Diketahui, al-Farabi dalam khazanah ke Islaman lebih dikenal sebagai filosof dibandingkan seorang pendidik. Ketenaran al-Farabi di bidang filsafat mengantarkan dirinya dengan predikat AuGuru KeduaAy dalam dunia filsafat modern setelah aristoteles. Predikat disematkan kepada beliau dikarenakan kemampuan dan kecakapannya dalam mempertemukan dan mempertalikan pemikiran filasafat berbasis politik yunani dengan agama serta mampu menyederhanakannya menjadi narasi yang mudah dipahami dari sudut pandang agama. (Zar, 2. Meskipun demikian, bukan berarti al-Farabi tidak memiliki sumbangsih pemikiran terkait dunia pendidikan. Tidak sedikit buah pemikirannya melahirkan pola pendidikan Islam yang lebih terkonstruk serta praktis. Memang kepopulerannya tidak sebesar dalam dunia filsafat. Namun berkat kejeniusannya. Intisari Pemikiran terkait pola pendidikan Islam menstimulus para ahli pendidikan masa kini mengkaji lebih seperti Abdul Majid menyatakan bahwasanya konsepsi al-Farabi dalam dunia pendidikan Islam sangat menarik. ciri khas dari pemikiran farabi adalah perpaduan dan Artinya, al-Farabi dalam melihat pendidikan Islam harus tersusun dengan berbagai sumber keilmuan baik bersifat naturalisme, nativisme dan empirisme. Beliau sangat mempercayai potensi manusia sejak lahir yang tersemat dalam diri. Namun Rofiki - Konsep Pendidikan Islam 69 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 2 (Desember, 2. beliau juga meyakini lingkungan berpengaruh besar membentuk keberhasilan Jadi, guru, pengajar dan lingkungan pendidikan harus melakukan segala proses pembelajaran yang mengarah pada perkembangan potensi diri sehingga dapat menemukan jati diri. (Majid, 2. Lahir dengan nama Abu Nashr Muhammad ibn Muhammad ibn Tarkhan ibn Auzalagh al-Farabi atau yang biasa disebut dengan al-Farabi dikenal sebagai tokoh filusuf dan cendekiawan Islam yang memiliki kecemerlangan dalam berpikir terkait konsep pendidikan Islam (Harahap, 1. Telaah ilmiah terkait pemikiran al-Farabi telah banyak dilakukan. Namun umumnya lebih banyak ditekankan pada kajian filsafat Islam. Sehingga berangkat dari fenomina ini, peneliti tertarik mengupas pemikiran alFarabi dalam menuangkan ikhtiar Tadabbur-nya dalam konsepsi pendidikan Islam. Penelitian ini menekankan dua hal yaitu Pertama. Mengenal lebih jauh sosok al-Farabi dalam khasanah Sejarah ke-Islaman. Kedua. Mengenal Konsep pendidikan meliputi tujuan, materi, metode, media dalam pendidikan Islam Perspektif al-Farabi. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka atau sering disebut dengan library research yaitu merupakan pendekatan penelitian yang tersusun dari serangkaian kegiatan penelitian meliputi metode pengumpulan data pustaka, membaca dan menulis serta mengolah hasil data pustaka tersebut secara mendalam tanpa diharuskan turun lapangan. Jenis penelitian ini membutuhkan alat bukti yang relevan seperti foto, karya tulis akademik yang telah dianggap kredibel (Sugiyono, 2. Tahapan Kajian Pustaka dilakukan melalui pengumpulan data atau informasi yang bersumber dari pemikiran-pemikiran, ide-ide dan gagasan baru sebagai bahan analisa kritis kreatif untuk menghasilkan ide, pandangan atau gagasan yang lebih dianggap relevan dengan problematika penelitian yang berkembang. Model penelitian ini sangat membutuhkan kekayaan literasi, atau karya-karya monumental tertulis dengan berbasis pustaka karena melalui perangkat tersbeut peneliti memperoleh informasi dan data yang dibutuhkan. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yang dimaksud berupa buku-buku terkait yang memuat pemikiran al-Farabi berkenaan dengan konsep pendidikan Islam. Sedangkan sumber data sekunder adalah kajian dan pembahasan yang dimuat di beberapa naskah artikel terpercaya. Rofiki - Konsep Pendidikan Islam 70 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 2 (Desember, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Dasar Pendidikan Islam dalam Pandangan Al-Farabi Pendidikan Islam menurut al-Farabi memiliki peranan penting dalam melanjutkan kehidupan manusia. Praktik dari proses pendidikan adalah integralitas antara kemampuan individu dalam lingkup teoritis dan praktis. Berbeda dengan pemikir lainnya semisal al-Ghazali yang melihat pendidikan sebagai modal perbaikan moral masyarakat (Rusn, 1. Al-Farabi melihat tidak sekedar itu. Menurutnya. Pendidikan harus mengarah pada kesempurnaan hidup. Kesempurnaan individu terletak pada kekuatan pemahaman teoritis yang dikuasainya dan pemahaman tersebut terpotretkan pada kehidupan sehari-hari atau dengan kata lain pengetahuan teoritis disempurnakan dengan pengalaman praktis (Sam, 2. Dari paparan di atas dipahami bahwasanya pendidikan harus melahirkan kesempurnaan hidup manusia. Kesempurnaan hanya dapat diperoleh melalui penyatuan kegiatan pendidikan yang menyelebuh antara ranah teoritis, praktis dan prilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Sampai disini, al-Farabi meletekkan pendidikan sebagai wadah pengaplikasian diri menuju identitas manusia sesunguhnya yang tidak kosong dan hampa dari konsep teoritis keilmuan. Tujuan pendidikan khususnya ke Islaman yang menurut al-Farabi harus diselaraskan dengan materi ilmu pengetahuan sehingga kesempurnaan hidup dapat terealisasikan. Selanjutnya, al-Farabi memandang perlu memasukan materi atau ilmu pengetahuan sebagai bagian penting dari konsep pendidikan Islam. Kecakapan teoritis bersumber dari ilmu pengetahuan. Ilmu dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu metafisik, matematik dan ilmu alam (Kartanegara, 2. Pembahasan tentang pengetahuan metafisik, al-Farabi mengikuti pendahulunya yaitu al-kindi. Sebagai dasar keilmuan filosofis, al-Farabi berbicara tentang pengetahuan metafisika. Dalam hal ini adalah agama dan akal. Menurutnya, antara wahyu dan rasionalitas tidak dapat Rofiki - Konsep Pendidikan Islam 71 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 2 (Desember, 2. Keberadaan keduanya terintegral dalam bentuk keharmonisan antara agama dan filsafat. Dasar yang dipakainya untuk itu dua. Pertama pengadaan keharmonisan antara filsafat Aristoteles dan Plato sehingga ia sesuai dengan dasar-dasar Islam dan kedua, pemberian tafsir rasional terhadap ajaran-ajaran Islam (Nasution, 1. Al-Farabi juga berpandangan bahwa penguasaan matematika tidak dapat dikesampingkan dalam upaya memiliki pengetahuan yang tepat mengenai pengetahuanpengetahuan spiritual (Liputo, 1. Menurut al-Farabi dibagi menjadi tujuh cabang, yaitu: aritmatika, geometri, astronomi, musik, optika, ilmu tentang gaya, alat-alat Selain itu, ilmu alam juga tidak kalah penting. Menurut al-Farabi keberadaannya mampu mengilustrasikan dan mengetahui eksistensi alam semesta. Eksistensi dimaksud adalah studi dan penyelidikan terhadap benda-benda langit dan bumi serta yang terletak di antara keduanya. Menurut Mulyadi bahwasanya al-Farabi meyakini bahwasanya ilmu alam memiliki tingkat kecakupan yang luar seperti berkaitan dengan tumbuhan atau masuk pada kategori Botani, atau spesies Binatang (Zoolog. berkaitan dengan kimia. Geologi dan Metalurgi yang umum disebut dengan Minorologi termasuk ke dalam katagori ini adalah: . Psikologi yang membahas daya-daya tumbuhan, hewan dan . Kedokteran yang berbicara tetang manusia dari sudut sehat atau sakitnya (Kartanegara, 2. Dapat dipahami bahwasnya al-Farabi menekankan keluasan ilmu pengetahuan yang harus dimiliki oleh manusia. Tidak lebih menspesialisasikan satu bidang ilmu terhadap ilmu pengetahuan lainnya. Ketiga klasifikasi ilmu diatas memiliki sumber yang sama yaitu tuhan. Dengan kata lain, mendikotomi satu bidang ilmu hanya akan menyempitkan laju kemajuan peradaban ummat manusia. Integralitas keilmuan Rofiki - Konsep Pendidikan Islam 72 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 2 (Desember, 2. merupakan pokok pikiran al-Farabi dalam menjabarkan suatu ilmu pengetahuan. Ilmu metafisika tidak akan pernah bertentangan dengan nilai-nilai rasional manusia yang membedakan adalah tingkat kemampuan manusia menyerap pesan di dalamnya maka untuk memperoleh hal tersebut diperlukan berbagai ilmu pengetahuan sebagai modal penambahan wawasan berfikir. Arah Baru Pendidikan Islam dalam Pandangan Al-Farabi Demi ketercapaian illmu pengetahuan kepada masyarakat umum, al-Farabi menekankan adanya suatu metode yang digunakan dan relevan dengan tingkatan kehidupan masyarakat. Menurutnya, penting terlebih dulu melihat tingkat sosial, budaya dan pola pikir masyarakat setempat sebelum menyampaikan suatu pesan dan pengetahuan (Zuhdi, et. al, 2. Al-Farabi memperkenalkan dua metode dasar yang dapat digunakan yaitu metode persuasive, demonstratif dan dialog. Metode persuasif, menurut al-Farabi diperuntukan bagi masyarakat secara umum yang tingkat pemikirannya tergolong sederhana. Ciri khas dari metode ini adalah bujukan dan rayuan dengan modal rasionalitas sehingga kebenaran logis dapat diserap oleh pendengar. Metode demonstrative tergolong bersifat paparan dari pesan yang ingin Menurut al-Farabi, metode ini umum digunakan untuk menjelaskan halhal yang niscaya di tengah masyarakat sehingga tidak diperlukan tingkat rasionalitas yang tinggi (Zuhdi, et. al, 2. Sedangkan al-Farabi sendiri lebih sering menggunakan metode ketiga yaitu dialog, diskusi, debat atau argumentatif. Menurut al-Farabi, metode ini relevan digunakan bagi masyarakat yang memiliki tingkat argumentasi sendiri dan dirasa memiliki kebenaran yang mutlak. Metode ini berjalan dengan mengadu rasionalitas terhadap satu masalah tertentu. Dewasa ini, metode argumentasi lebih digunakan sebagai cara memutus kekukuhan argumen seseorang melalui rasionalitas pemikiran yang berlawanan. Pertemuan dua arah argument yang tidak sama menyebabkan jatuhnya salah satu argumen yang dianggap lebih lemah secara Rofiki - Konsep Pendidikan Islam 73 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 2 (Desember, 2. Dengan demikian al-Farabi secara komprehensif mampu memberikan kontribusi pemikiran terkait pendidikan. Pendidikan harus mampu membentuk suatu perubahan bagi seseorang. Perubahan dimaksud adalah kehidupan yang mengarah pada tatanan yang sempurna. Konsep pendidikan yang ditawarkan oleh al-Farabi tidak hanya pada tataran Konseptual. Al-Farabi memperkenalkan materi atau ilmu pengetahuan sebagai bagian dari konsep suatu pendidikan. Ilmu tidak pernah bisa di dikotomi antara satu dengan yang lainnya. Prinsip tersebut didasari pada asumsi bahwasanya semua yang lahir di dunia baik berbentuk fisika maupun metafisika bersumber dari satu yaitu tuhan. Maka membedakan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya hanya akan menyempitkan eksistensi ilmu pengetahuan itu sendiri. KESIMPULAN Konsep pendidikan islam menurut al-Farabi adalah integralitas antara kemampuan individu dalam lingkup teoritis dan praktis. Pendidikan harus mengarah pada kesempurnaan hidup. Kesempurnaan individu terletak pada kekuatan pemahaman teoritis yang dikuasai dan tertarjamahkan dalam aktifitas di tengah masyarakat. Pemahaman teoritis bersumber dari ilmu pengetahuan baik pengetahuan Metafisika. Matematika maupun ilmu Alam. Berbagai ilmu pengetahuan tersebut tersampaikan dengan metode yang relevan dan dapat diterima oleh tingkat kemampuan masyarakat secara umum. DAFTAR RUJUKAN Al-Abrasyi. Muhammad Atiyah. Dasar-Dasar Pendidikan Islam. Terj. Tasirun Sulaiman. Ponorogo: PSIA, 1991. An-Nahlawi. Abdurrahman. Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam. Penerjemah Herry Noer Ali. Bandung: CV. Diponegoro, 1989. Rofiki - Konsep Pendidikan Islam 74 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 2 (Desember, 2. Harahap. Anwarudin. Posisi Abu Nasr Al Farabi dalam Dunia Islam , skripsi sarjana. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia , hal. HTTP://id. wiki/alFarabi#cite_ note-a-0 1981 akses 01 Desember 2023. Kartanegara. Mulyadhi. Integrasi Ilmu dalam Perspektif Filsafat Islam. Tangerang Selatan: UIN Jakarta Press, 2003. Kurniawan. Fajar. Pengembangan Teori Pendidikan Islam, at-TaAolim: Media Informasi Pendidikan Islam vol 18 no 01 P-ISSN 2621-1955. Langgulung. Hasan. Beberapa Pemikiran tentang Pendidikan Islam. Bandung: AlMa`arif, 1980. Liputo. Yuliani. Tauhid dan Sains Esai-esai tentang Sejarah dan Filsafat Sains Islam. Jakarta: Pustaka Hidayah, 1994. Majid. Abdul. AuFilsafat Al-Farabi Dalam Praktik Pendidikan IslamAy. Manarul QurAoan: Jurnal Ilmu Studi Islam Vol. No. Nasution. Harun. Akal dan Wahyu dalam Islam. Jakarta : UI Press, 1986. Nurdin Zuhdi, et. AuKonsep Pendidikan Menurut Al-Ghazali dan Al-FarabiAy. Tarbawiyah. Vol. No. 1, (Januari-Juni, 2. Rusn. Abidin Ibnu. Pemikiran Al-Ghazali tentang Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998. Sam. Aziz. Pendidikan Menurut Al-Farabi, http://aziz-sam. id/2012/12/ pendidikan-menurut-al-Farabi. html, akses 01 Desember 2023. Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Banndung: Alfabeta, 2016. Zar. Sirajuddin. Filsafat Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004. Rofiki - Konsep Pendidikan Islam