Evaluasi Program Bank Sampah SekarA EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH SEKAR MULYA DI DESA MULYODADI. KECAMATAN WONOAYU. KABUPATEN SIDOARJO Mela Dwi Novita Sari Program Studi S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas ilmu Sosial dan Hukum. Universitas Negeri Surabaya 21149@mhs. Suci Megawati Program Studi S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Universitas Negeri Surabaya sucimegawati@unesa. Abstrak Program Bank Sampah Sekar Mulya merupakan program yang didirikan oleh warga desa agar memiliki keterampilan dalam mengolah sampah. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan di Bank Sampah Sekar Mulya di Desa Mulyodadi Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Adapun fokus penelitian ini adalah Evaluasi Program Bank Sampah Sekar Mulya di Desa Mulyodadi Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Dengan berdasarkan 3 Indikator Evaluasi Program (Wirawan, 2. yaitu : Proses, manfaat, dan Dampak. Sumber data pada penelitian ini yaitu data primer diperoleh melalui data dari Pemerintah Desa Mulyodadi, pengurus Bank Sampah Sekar Mulya, nasabah Bank Sampah Sekar Mulya, masyarakat bukan nasabah. Data sekunder berasal dari buku, internet dan literatur yang berkaitan dengan penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah pedoman wawancara, handphone dan lembar catatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan beberapa langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan Hasil penelitian ini yaitu proses belum sepenuhnya terlibat aktif dalam program bank sampah akibat keterbatasan waktu akibat rutinitas pekerjaan, upaya terus dilakukan untuk meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah melalui bank sampah. Manfaat adalah peningkatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan menabung sampah. Hal positif ini dirasakan tidak hanya oleh warga, tetapi juga oleh para pengelola program. Dampak ini mewujudkan perubahan positif dalam masyarakat dan lingkungan, termasuk peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dan peluang ekonomi dari daur ulang sampah meningkatkan tingkat keberhasilan pelaksanaan program, disarankan agar pelaksana bank sampah melakukan sosialisasi secara mengadakan pembinaan dan pelatihan. Kata Kunci: Evaluasi. Program. Masyarakat Abstract The Sekar Mulya Waste Bank Program is a program founded by village residents to have skills in processing The research uses descriptive qualitative methods. The research was conducted at the Sekar Mulya Waste Bank in Mulyodadi Village. Wonoayu District. Sidoarjo Regency. The focus of this research is the Evaluation of the Sekar Mulya Waste Bank Program in Mulyodadi Village. Wonoayu District. Sidoarjo Regency. Based on 3 Program Evaluation Indicators (Wirawan, 2. , namely: Process, benefits and impact. The data source in this research is primary data obtained through data from the Mulyodadi Village Government, the management of the Sekar Mulya Waste Bank, customers of the Sekar Mulya Waste Bank, non-customer communities. Secondary data comes from books, the internet and literature related to research. The instruments used in the research were interview guides, cellphones and note sheets. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The data analysis technique is carried out in several steps, namely data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research are that the process of not being fully actively involved in the waste bank program due to time constraints due to work routines, efforts continue to be made to increase public participation and awareness about the importance of waste management through waste banks. The benefit is improving the community's economy through waste saving activities. This positive thing is felt not only by residents, but also by program managers. This impact creates positive changes in society and the environment, including increasing public awareness of the importance of waste management and the economic opportunities from waste recycling, increasing the success rate of program implementation. It is recommended that waste bank implementers carry out socialization evenly, provide coaching and training. Keywords: Evaluation. Program. Community Publika Volume 12. Nomor 1. Tahun 2024. PENDAHULUAN Saat ini sampah menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi sebagian besar kota-kota besar di Indonesia. Maka tidak heran jika dikatakan sampah merupakan masalah nasional. Sampah juga merupakan akibat dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk pada saat ini pengolahan sampah di sebagian besar kota masih memunculkan permasalahan yang masih sulit (Pallawa dkk. , 2. plastik 12,74% menginjak 2. 126 ton perhari. Bertambahnya tahun diperkirakan jumlah sampah terus (Rizaty, 2. Tabel 1. Data Penghasil Sampah Terbanyak Kabupaten di Jawa Timur 2021 No Kabupaten Timbulan Sampah Tahunan (To. Pacitan 104,654. Ponorogo 141,540. Trenggalek 107,293. Blitar 149,623. Kediri 194,845. Malang 350,614. Lumajang 183,048. 8 Banyuwangi 457,297. Sidoarjo 406,84 Jombang 193,583. Nganjuk 162,013. 12 Bojonegoro 195,823. Tuban 183,655. Gresik 119,984. 15 Pamekasan 100,957. Blitar 27,442. Mojokerto 24,168. Madiun 43,695. Sumber: sipsn. Tabel 1. Data Timbulan Sampah di Indonesia No Tahun Nilai/Ton/Tahun 29,198,703. 32,612,419. 30,867,391. 20,316,657. Sumber: sipsn. Data tersebut menunjukkan bahwa timbulan sampah di Indonesia mengalami fluktuasi setiap Pada tahun 2020, jumlah timbulan sampah mencapai puncak tertinggi sebanyak 32,62 juta ton per Namun, pada tahun 2022, jumlah timbulan sampah turun menjadi sekitar 20 juta ton per tahun. Data yang tertera di tahun 2022 belum mencakup seluruh provinsi di Indonesia, sehingga masih terdapat banyak wilayah yang belum tercatat dalam data tersebut. Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah menyatakan bahwa untuk memberikan manfaat ekonomi, masyarakat yang sehat, dan lingkungan yang aman, pengelolaan sampah harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dari hulu ke hilir oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dengan menggunakan pendekatan ekonomi sirkular. Pengelolaan sampah dari hulu ke hilir yang dapat dicontohkan dengan pengurangan sampah di hulu seperti mengurangi timbulan sampah sejak awal. Rumah tangga perlu melakukan pengurangan sampah dengan mengadopsi kegiatan pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang. Selain itu juga di hilir, pemerintah perlu mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang efektif, termasuk pengumpulan, transportasi, dan pemrosesan sampah. Ini melibatkan pembuatan dan peningkatan infrastruktur seperti tempat pembuangan akhir yang aman dan fasilitas daur ulang. Provinsi Jawa Timur sendiri merupakan salah satu provinsi penghasil sampah plastik yang cukup banyak salah satu penyebabnya adalah peningkatan jumlah penduduk. Pada setiap tahunnya Jawa Timur dapat menghasilkan 1,2 juta ton sampah plastik dan berjumlah hingga 17. 000 ton per hari, dimana sampah Dari data diatas dapat dilihat bahwa sepanjang tahun 2021 Provinsi Jawa Timur menghasilkan sekitar 1,28 juta ton timbulan sampah dan Kabupaten Sidoarjo menjadi kabupaten dengan urutan ketiga yang memiliki timbulan sampah tahunan paling banyak sebesar 406,84 ribu ton per tahun 2021. Hal tersebut didasari oleh beberapa faktor, termasuk tingginya timbulan sampah dari perumahan-perumahan baru yang ada di wilayah Selain itu, keberadaan sejumlah pabrik di Kabupaten Sidoarjo juga menjadi pertimbangan utama dan juga dipilih karena kedekatannya dengan Kota Surabaya, yang merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur. Tabel 2. Data Timbulan Sampah di Sidoarjo No Tahun Ton/Hari Sumber: dlhk. Evaluasi Program Bank Sampah SekarA Data tersebut menunjukkan bahwa timbulan sampah di Sidoarjo mengalami fluktuasi setiap Pada tahun 2019, jumlah timbulan sampah mencapai puncak tertinggi sebanyak 1240 ton perhari. Namun, pada tahun 2020, jumlah timbulan sampah turun menjadi sekitar 1224 ton per hari. Kabupaten Sidoarjo sendiri memiliki beberapa program mengenai pentingnya kebersihan lingkungan diantaranya Program Sidoarjo Bersih dan Hijau, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan Melalui kampanye edukasi, partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan pembersihan, dan peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah, program ini berusaha menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Sidoarjo. Berdasarkan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup No 13 Tahun 2012 mengenai pedoman pelaksanaan reduce, reuse, dan recycle melalui Bank Sampah diharapkan menjadi salah satu pedoman yang dijalankan padanstrategi pengelolaan sampah. Berbasis masyarakat tersebut mampu mengubah imajinasi sebagian banyak orang terhadap sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi. Sistem pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. hadir sebagai solusi permasalahan persampahan. Maka Dikutip dari sambutan Wakil Ketua I TP-PKK Sidoarjo Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin dalam kegiatan TP-PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarg. menyatakan bahwa pelaksanaan bank sampah merupakan salah satu bentuk rekayasa sosial . ocial engineerin. yang bertujuan untuk mengajak masyarakat dalam memilah sampah. Menyadari bahwa mengajak masyarakat untuk memilah sampah sendiri adalah tugas yang sulit, karena melibatkan kebiasaan, budaya, dan tingkat kepedulian terhadap lingkungan. Oleh karena itu, ia mengajaknmasyarakat untuk memiliki tekad dan komitmen dalam menjaga Salah satu langkah yang diambil adalah mendirikan bank sampah di tingkat RT. RW, dan bahkan desa/kelurahan. (Kominfo, 2. Dalam hal ini pemerintah perlu melakukan pengolahan secara menyeluruh dan terpadu agar memberi manfaat secara ekonomi, maupun manfaat kesehatan bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan. Salah satu cara agar masyarakat peduli dan berpartisipasi dalam menciptakan permasalahan lingkungan yang bersih adalah Bank Sampah. Selain itu, program Bank Sampah ini mendorong pendirian dan pengembangan bank sampah di Sidoarjo. Bank sampah adalah tempat di mana masyarakat dapat menukarkan sampah yang sudah dipilah dengan barang atau uang. Menurut Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 71 Tahun 2019 Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan/ atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Bank sampahnadalahntempat untuknmengumpulkan berbagai macam sampah yang telah dipisahkan sesuai dengan jenisnya untuk disetorkan ke Bank Sampah, hasil setoran sampah akan ditabung dan dapat diambil atau dicairkan dalam jangka waktu tertentu dengan mengadaptasi prinsip dari perbankan yaitu penyetor sampah akan mendapatnbuku tabungan. Bank sampah merupakan salah satu alternatif mengajak warga untuk peduli dengannsampah dan permasalahannya. Berawal dari pokok masalah tersebut, seorang warga berinisatif untuk membentuk bank sampah yang dimana inisiatif tersebut disampaikan ke pemerintah Desa Mulyodadi kemudian menginstruksikan warga untuk menghadirkan bank sampah sebagai organisasi penampungan, penanganan hingga pemanfaatan kembali sampah agar terus belajar dan mengembangkan ide yang berkesinambungan terhadap sampah rumah tangga khususnya pada jenis sampah organik seperti kayu, dedaunan kering, ranting pohon. Bank Sampah Sekar Mulya didirikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa nomor: 188/15/404. 13/2015 memutuskann7 poin yg berisi tentang penetapan lokasi, pengurus, tugas-tugas,nperhitungan harga, peraturan, pelaporan, hingga pendanaan maupunnpendapatan. Bank Sampah AuSekar MulyaAy Desa Mulyodadi di resmikan pada 3 Desember 2015. Masyarakat desa melihat sampah dimana-mana yang akhirnya bergerak mendirikan bank sampah. Bank Sampah Sekar Mulya sampai sekarang jumlah nasabah sekitar 352 nasabah. Bank Sampah Sekar Mulya juga merupakan satusatunya bank sampah yang ada di Kecamatan Wonoayu sehingga dengan hadirnya bank sampah ini tidak hanya berfokus menangani masalah sampah tetapi juga untuk menyadarkan masyarakat pentingnya berkontribusi dalam mengatasinmasalah sampah melalui bank Gambar 1. Jumlah Nasabah Bank Sampah Sekar Mulya Sumber: dokumentasi penelitian . Publika Volume 12. Nomor 1. Tahun 2024. Dari data diatas terlihat bahwa terlihat bahwa partisipasi masyarakat di Desa Mulyodadi meningkat secara signifikan setiap tahun. Hal ini telah berhasil mengubah kondisi Desa Mulyodadi yang sebelumnya kumuh dan lingkungannya yang kotor menjadi desa yang berperan aktif dalam menjaga kebersihan Meskipun demikian, masih ada sebagian warga yang belum terlibat dalam kegiatan program bank Keberhasilan Desa Mulyodadi mengubah perilaku masyarakat untuk lebih peduli akan lingkungan juga berhasil menghantarkan Desa Mulyodadi mengikuti lomba yaitu Sidoarjo Education Expo dan Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) provinsi Jawa Timur tahun 2017. Bank Sampah Sekar Mulya didirikan melalui partisipasi sukarela masyarakat dan bertujuan untuk memberikan pendidikan tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah rumah tangga agar memiliki nilai Bank Sampah ini telah menghasilkan berbagai produk dari daur ulang sampah, termasuk pakaian untuk lomba lingkungan, batako yang terbuat dari kertas, sabun yang dihasilkan dari minyak jelantah, dan pupuk. Namun, saat ini kemampuan untuk mengelola dan memproses sampah menjadi barang daur ulang masih terpusat pada pengurus atau pengelola bank sampah. Mayoritas masyarakat di desa belum sepenuhnya memiliki kemampuan untuk melakukan pengelolaan sampah menjadi produk daur ulang. Di samping itu, masih terdapat masyarakat yang mengelola sampah dengan cara dikumpulkan kemudian dibuang atau dibakar. Hal tersebut terjadi karena memiliki pekerjaan dan aktivitas sehari-hari yang tinggi merasa sulit menyisihkan waktu untuk memilah Memilah sampah secara teratur dan menyimpannya dalam bank sampah bisa dianggap merepotkan dan memakan waktu. Sumber data pada penelitian ini yaitu data primer diperoleh melalui data dari Pemerintah Desa Mulyodadi, pengurus Bank Sampah Sekar Mulya, nasabah Bank Sampah Sekar Mulya, masyarakat bukan Data sekunder berasal dari buku, internet dan literatur yang berkaitan dengan penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah pedoman wawancara, handphone dan lembar catatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan beberapa langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kegiatan Identitas Bank Sampah Pentingnya membentuk sebuah nama untuk bank sampah juga karena merupakan elemen pembeda dari bank sampah lainnya. Selain itu, nama tersebut juga bertujuan untuk menjadi lebih menarik, unik, dan memudahkan dalam administrasi. Contohnya, seperti Bank Sampah Sekar Mulya yang merupakan bank sampah yang berlokasi di Desa Mulyodadi, tercakup dalam Kecamatan Wonoayu. Kabupaten Sidoarjo. METODE Penelitian menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan di Bank Sampah Sekar Mulya di Desa Mulyodadi Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo (Anggraini & Kurniawan, 2. Adapun fokus penelitian ini adalah Evaluasi Program Bank Sampah Sekar Mulya di Desa Mulyodadi Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Dengan Indikator Evaluasi Program (Wirawan,2. sesuai rencana, dan mencapai tujuan yang Manfaat Kegunaan suatu keluaran terhadap hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan atau program. Evaluasi ini membantu mengetahui apakah kegiatan atau program tersebut berhasil mencapai tujuan yang diinginkan dan memberikan manfaat yang diharapkan. Dampak Perubahan jangka panjang yang terjadi sebagai akibat dari suatu kegiatan atau program. Evaluasi ini membantu mengetahui apakah kegiatan atau program tersebut memberikan dampak positif atau negatif dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Gambar 2. Logo Bank Sam Proses Urutan pelaksanaan, langkah-langkah atau tahapan yang dilakukan dalam suatu kegiatan atau Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa proses pelaksanaan berjalan dengan baik. Sumber: dokumentasi penelitian . Evaluasi Program Bank Sampah SekarA Penentuan Tempat Setelah susunan pengurus terbentuk dan nama telah dipilih, langkah berikutnya adalah menentukan Tempat ini memiliki fungsi utama dalam mengatur administrasi antara anggota dan pengurus, juga berperan sebagai area penampungan sementara dan tempat penimbangan sampah yang diantar oleh anggota. Pendirian tempat Bank Sampah Sekar Mulya terletak berdekatan dengan Kantor Balai Desa Mulyodadi, sebuah lokasi yang diberikan sebagai hibah oleh Pemerintah Desa sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif Bank Sampah Sekar Mulya. sampah ke bank sampah dan juga untuk mengkoordinasikan pengangkutan sampah dari rumahrumah oleh pengurus bank sampah. Evaluasi Program Bank Sampah Sekar Mulya Penciptaan Program Bank Sampah merupakan hasil dari tanggapan yang kuat terhadap kekhawatiran yang muncul sehubungan dengan meningkatnya jumlah sampah yang terakumulasi setiap harinya. Kondisi ini mengakibatkan tumpukan sampah yang semakin tinggi dan berdampak pada penciptaan bau yang tidak menyenangkan di sekitar lingkungan kita. Fenomena ini menjadi pemicu utama untuk melahirkan Program Bank Sampah sebagai upaya konkret dalam mengatasi permasalahan sampah yang semakin meruncing. Dengan adanya Program Bank Sampah, masyarakat dan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah strategis dalam mengurangi timbulan sampah dengan cara mengumpulkan, memilah, dan mendaur ulang bahan-bahan yang dapat diolah kembali. Program ini bukan hanya tentang mengatasi tumpukan sampah, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku masyarakat terhadap sampah. Dengan menyadari betapa pentingnya pengelolaan sampah yang baik bagi lingkungan dan kesehatan, masyarakat diharapkan akan lebih responsif dan berkontribusi aktif dalam proses pengumpulan dan pengolahan sampah. Melalui pendekatan yang komprehensif dan terpadu. Program Bank Sampah menjembatani kesenjangan antara kesadaran akan dampak negatif sampah dan implementasi praktik berkelanjutan dalam pengelolaan sampah. Selain itu. Program Bank Sampah juga merangsang inovasi dalam mengelola sampah, seperti mengubah sampah menjadi barang bernilai seperti kerajinan atau produk daur ulang. Dengan demikian, program ini memiliki potensi untuk menciptakan manfaat ekonomi dan sosial, selain dari manfaat lingkungan yang jelas. Melalui upaya kolaboratif antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak terkait. Program Bank Sampah menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dengan menjawab tantangan dari kondisi sampah yang tidak terkendali, program ini menjadi tonggak penting dalam upaya membangun kesadaran lingkungan dan perubahan perilaku menuju arah yang lebih Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengevaluasi Program Bank Sampah Sekar Mulya di Desa Mulyodadi Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo yang dilaksanakan berdasarakan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup No 13 Tahun Bekerjasama dengan Pengepul Setelah pengurus bank sampah terbentuk, kerjasama telah dijalin untuk memungkinkan komunikasi dengan para pengepul sampah dan mengubah sampah menjadi sejumlah uang. Sebagai contoh. Bank Sampah Sekar Mulya telah menjalin kerjasama dengan para pengepul yang beroperasi di Desa Mulyodadi. Harga penawaran untuk sampah yang disimpan di bank sampah akan mengikuti harga yang ditawarkan oleh pengepul. Alat Operasional Alat operasional yang dimaksud berperan sebagai elemen pendukung utama dalam pelaksanaan tahapan pemilahan serta penimbangan, dengan tujuan untuk memfasilitasi kelancaran kerja dari Bank Sampah Sekar Mulya. Alat-alat tersebut mencakup sejumlah perangkat seperti timbangan, gunting, sapu, buku catatan, peralatan tulis, karung, dan lain sebagainya. Administrasi Manajemen bank sampah juga mengharuskan adanya pencatatan yang terperinci dalam proses pengelolaan dan administrasi. Pencatatan di Bank Sampah Sekar Mulya melibatkan informasi tentang anggota seperti nama, alamat, dan nomor telepon. Melalui proses administratif ini, kita dapat memantau nilai uang yang terkait dengan proses penimbangan di Bank Sampah Sekar Mulya. Catatan ini tercermin dalam buku tabungan yang anggota setorkan kepada bendahara bank sampah. Menentukan Jadwal Kegiatan Dengan merancang agenda pelaksanaan kegiatan operasional bank sampah, maka dapat mengoptimalkan pengelolaan sampah dengan lebih terstruktur dan Bank Sampah Sekar Mulya mengadakan kegiatan operasional setiap hari Kamis dari pukul 7 pagi hingga 12 siang. Jadwal ini ditetapkan untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan setoran Publika Volume 12. Nomor 1. Tahun 2024. 2012 mengenai pedoman pelaksanaan reduce, reuse, dan recycle melalui Bank Sampah. Program Bank Sampah telah diterapkan di sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya terletak di Kabupaten Sidoarjo, dengan lokasi khusus di Desa Mulyodadi. Kecamatan Wonoayu. Lahirnya Bank Sampah Sekar Mulya diawali oleh keprihatinan seorang pendiri, yang saat ini menjadi ketua Bank Sampah, terhadap praktik pembuangan sampah yang sembarangan di sekitar halaman rumahnya maupun tetangga-tetangga Motivasi mengemukakan dari keprihatinan ini adalah untuk mengubah pola pikir pengolahan sampah dan lingkungan, agar menjadi lebih bersih dan memiliki manfaat yang lebih besar. Dari semangat pendiri bank sampah tersebut inilah muncul ide untuk mengolah sampah-sampah tersebut menjadi barang yang memiliki nilai guna, serta upaya mencoba menjualnya. Pergerakan nyata atas keprihatinan ini dimulai pada tahun 2015, ketika Bank Sampah Sekar Mulya resmi berdiri. Tujuan mendirikan bank sampah ini mendasari arahan untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap sampah, dari bahan yang tidak bernilai menjadi sesuatu yang memiliki manfaat yang lebih besar dan tidak hanya diarahkan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui transformasi ini, program ini berusaha menciptakan lingkungan yang lebih bersih, lebih lestari, dan memberikan dampak positif yang lebih luas pada masyarakat dan wilayah sekitarnya. Bank Sampah Sekar Mulya merupakan organisasi tepatnya berada di wilayah Kecamatan Wonoayu. Peran utamanya adalah sebagai pengumpul dan penyimpan sampah dari warga di lingkungan desa Bank sampah ini memulai aktivitas operasionalnya sejak bulan Desember 2015, dengan tekad kuat untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas layanannya. Pada saat pendiriannya. Bank Sampah Sekar Mulya bertekad untuk mengoptimalkan perannya dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan kontribusi positif yang lebih besar pada masyarakat sekitar. Dengan semangat tersebut, bank sampah ini terus berupaya untuk memajukan diri dan memberikan manfaat yang lebih signifikan bagi Desa Mulyodadi dan sekitarnya. sumber: dokumentasi peneliti, 2023 Bank Sampah Sekar Mulya telah melalui sejumlah tahapan yang signifikan, melibatkan keterlibatan aktif baik dari pelaksana maupun sebagian masyarakat yang turut berkontribusi sebagai sukarelawan dalam menjalankan program bank sampah. Dalam perjalanan ini, hasil yang diperoleh cukup menggembirakan, dengan beragam manfaat yang dapat dirasakan oleh berbagai pihak. Dampak positif yang telah tercipta pun tidak dapat diabaikan, di antaranya adalah transformasi menjadi desa yang semakin bersih dan terbebas dari masalah sampah. Program Bank Sampah Sekar Mulya merupakan program yang sudah cukup lama dijalankan, hingga saat ini terhitung program bank sampah telah diimplementasikan sekitar A 8 . tahun yang diharapkan seiring berjalannya waktu dapat memberikan hasil. Untuk mengetahui hasil dari suatu kebijakan atau program dapat dilakukan dengan tahapan Evaluasi. Namun, evaluasi terhadap suatu kebijakan atau program tidak hanya berhenti pada Evaluasi hasil, perlu dilakukan juga Evaluasi proses dan juga manfaat guna megetahui apakah suatu kebijakan atau program memberikan perubahan kepada kelompok sasaran. Untuk mengetahui keberhasilan suatu kebijakan atau program dan mengacu pada tujuan Program Bank Sampah Sekar Mulya, maka Evaluasi kebijakan yang dilakukan pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori menurut Wirawan . Uraian evaluasi Program Bank Sampah Sekar Mulya sesuai Wirawan akan dipaparkan sebagai berikut: Proses Proses evaluasi secara spesifik merincikan berbagai kegiatan yang harus dijalankan guna menyelesaikan program yang telah dirancang. Pelaksanaan Bank Sampah Sekar Mulya awalnya bermula dari konsep yang muncul dari seorang warga yang saat ini menjadi Ketua Bank Sampah. Ketua tersebut mengajak warga yang memiliki keinginan untuk menjadi sukarelawan dalam mengubah sampah menjadi barang yang memiliki nilai. Inisiatif tersebut Gambar 3. Bank Sampah Sekar Mulya Berdiri Tahun 2015 Evaluasi Program Bank Sampah SekarA kemudian berkembang dan memunculkan ide untuk mengadakan sosialisasi. Acara sosialisasi ini diadakan di area teras rumah salah satu warga, sebagai wujud kolaborasi antara anggota masyarakat. Dukungan yang diterima dari masyarakat dalam acara sosialisasi ini mengindikasikan semangat dan animo yang tinggi dalam menghadapi program bank Melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam acara sosialisasi, langkah selanjutnya adalah mempresentasikan gagasan ini kepada Pemerintah Desa Mulyodadi. Dengan dukungan dari warga dan antusiasme yang semakin besar, gagasan tersebut secara resmi diajukan kepada pihak pemerintah desa. Pada tahap awal, langkah ini dimulai dengan melaksanakan sosialisasi kepada sasaran yaitu masyarakat, dengan memberikan pemahaman dan dasar pengetahuan mengenai konsep bank sampah. Tahapan sosialisasi ini merupakan bank sampah dalam hal pengelolaan bank sampah, peran masyarakat sebagai nasabah memiliki peranan penting, karena merekalah yang akan melibatkan diri dalam proses mekanisme pengelolaan bank sampah. Kegiatan sosialisasi Bank Sampah yang dilakukan oleh Desa Mulyodadi mendapat respon positif dari masyarakat dan menjadi langkah awal keberhasilan program pengelolaan Bank Sampah Sekaar Mulya. Selanjutnya, melihat kondisi Bank Sampah Sekar Mulya yang berdiri sejak tahun 2015, masalah pemilihan sampah sudah mulai membaik setelah berdirinya bank sampah tersebut. Saat ini. Bank Sampah Sekar Mulya sedang mengembangkan layanan pengangkutan sampahnya sendiri untuk memfasilitasi pengoperasian bank sampah dan mengatasi masalah yang dihadapi dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah. Gambar 4. Masyarakat yang Membakar Sampah Bahkan. Bank Sampah Sekar Mulya telah berhasil mendapatkan dukungan layanan pengangkutan sampah yang disumbangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Sidoarjo. Namun demikian, dalam pelaksanaannya, masih ada beberapa warga yang belum terlibat aktif dalam program bank sampah. Beberapa dari mereka terkendala oleh rutinitas pekerjaan yang sibuk, sehingga kurang memiliki waktu luang untuk memilah sampah. Meskipun demikian, langkah-langkah telah diambil untuk terus meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah melalui bank sampah. Manfaat Evaluasi manfaat ditujukan untuk merinci dan menganalisis kegunaan suatu keluaran terhadap hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan atau program. Evaluasi ini membantu mengetahui apakah kegiatan atau program tersebut berhasil mencapai tujuan yang diinginkan dan memberikan manfaat yang diharapkan. Yang dihasilkan oleh keberadaan dan operasional suatu program, meliputi aspek-aspek yang meliputi lingkungan, aspek sosial, dan ekonomi. Melalui evaluasi manfaat dapat memahami secara mendalam sejauh mana program telah mampu memberikan hal positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Jadi, dalam proses evaluasi manfaat akan dilihat bagaimana program bank sampah, sebagai contoh, telah mampu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, serta mengurangi polusi dan pencemaran lingkungan. Aspek ekonomi, evaluasi akan melihat kontribusi program terhadap peningkatan pendapatan melalui penjualan sampah yang didaur ulang, manfaat program Bank Sampah terhadap ekonomi di Desa Mulyodadi cenderung memberikan manfaat yang cukup banyak. Manfaat ekonomi dalam bank sampah tidak hanya dirasakan oleh nasabah atau peserta aktif dalam program bank sampah, tetapi juga oleh bank sampah itu sendiri. Gambar 5. Hasil Daur Uang Sampah Sumber: dokumentasi peneliti, 2023 Sesuai dengan uraian diatas, terlihat bahwa dalam pelaksanaannya. Bank Sampah Sekar Mulya telah memiliki jadwal pengangkutan sampah yang telah ditentukan oleh pengurus atau pengelola bank sampah. Sumber: dokumentasi peneliti, 2023 Publika Volume 12. Nomor 1. Tahun 2024. Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan jika salah satu manfaat yang dapat diperoleh adalah peningkatan taraf ekonomi warga, karena mereka memiliki peluang untuk mendapatkan pendapatan tambahan melalui partisipasi dalam program menabung Aspek lingkungan, dalam Evaluasi ini manfaat bank sampah dalam aspek lingkungan merujuk pada hal yang dirasakan oleh masyarakat maupun bank sampah itu sendiri terhadap kondisi dan kualitas lingkungan. Program ini memberikan dampak positif terhadap aspek lingkungan dan Salah satu manfaat yang dirasakan adalah meningkatkan ekonomi warga, dimana mereka dapat memperoleh pendapatan tambahan melalui kegiatan menabung sampah. Selain itu, para pengurus program bank sampah juga mendapatkan manfaat dari program ini, termasuk pendapatan dari proses daur ulang sampah yang dilakukan. Sumber: dokumentasi peneliti, 2023 . Dampak Sosial. Dampak sosial merujuk pada perubahan atau konsekuensi yang terjadi dalam masyarakat sebagai akibat dari keberadaan dan operasional Bank Sampah. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh Ibu Tyas sebagai Ketua Bank Sampah Sekar Mulya. Salah satunya adalah keinginan untuk melibatkan seluruh warga dalam upaya daur ulang sampah, bukan hanya anggota pengurus. Meskipun program ini telah mengalami perkembangan yang signifikan, masih ada kendala dalam memotivasi sebagian besar warga untuk secara aktif terlibat dalam kegiatan daur ulang sampah. Ibu Tyas ingin agar semua warga desa tidak hanya menyisihkan sampah, tetapi juga memiliki kesadaran dan keterampilan untuk mendaur ulang sampah menjadi barang yang bernilai. Oleh karena itu, upaya sosialisasi dan edukasi yang lebih intensif mungkin diperlukan untuk membangkitkan semangat dan partisipasi aktif dari seluruh warga dalam usaha ini. Dampak positif yang dihasilkan oleh Bank Sampah Sekar Mulya sudah dirasakan oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Mulyodadi, anggota Bank Sampah, dan pengurus Bank Sampah itu sendiri. Dampak tersebut meliputi perubahan yang terjadi pada lingkungan sekitar, di mana lingkungan menjadi lebih bersih dan terjaga. Selain itu, wawasan dan pengetahuan tentang pengolahan sampah juga telah meningkat, terutama dalam hal mengubah sampah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi. Namun, meskipun dampak positif sudah dirasakan, masih terdapat harapan yang ingin diwujudkan oleh Ketua Bank Sampah Sekar Mulya. Salah satu harapannya adalah untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman tentang pengolahan sampah serta cara mendaur ulang sampah yang lebih Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam jangka panjang dan mendorong partisipasi yang lebih aktif dari masyarakat dalam usaha Dampak Dampak adalah hasil dari efek jangka panjang yang melibatkan perubahan signifikan dalam aspekaspek seperti sosial, lingkungan, dan keberlanjutan jangka panjang yang muncul dari pelaksanaan kegiatan atau program penanganan sampah. Tujuan dari program ini adalah untuk mengatasi permasalahan sampah di desa dan menjadikan dampak-dampak tersebut sebagai wujud nyata dari perubahan positif dalam masyarakat dan lingkungan. Jadi, dampak yang timbul dari keberadaan bank sampah melibatkan efek jangka panjang yang mengakibatkan perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan keberlanjutan jangka Dampak ini muncul secara langsung sebagai hasil dari pelaksanaan berbagai kegiatan dan program penanganan sampah yang diinisiasi oleh bank sampah itu sendiri. Sasaran utama dari program ini adalah mengatasi masalah serius yang berkaitan dengan persoalan sampah di wilayah Desa tersebut. Dampak lingkungan, dampak menjadi indikator nyata yang menggambarkan berhasilnya program bank sampah dalam mencapai tujuannya, dan secara nyata mencerminkan perubahan positif yang terjadi dalam masyarakat serta lingkungan Gambar 6. Warga Gotong Royong Membersihkan Lingkungan Evaluasi Program Bank Sampah SekarA pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini. Kebijakan Indonesia mengatasi kerusakan lingkungan dan pemanfaatan lingkungan yaitu dengan menyusun rencana aksi pengelolaan sampah dalam pemanfaatan sampah sebagai sumber daya. Program ini merupakan manifestasi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 mengenai Pedoman Pelaksanaan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. melalui bank sampah. Program Bank Sampah merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah. Program Bank Sampah merupakan inisiatif nasional yang dirancang untuk mendorong keterlibatan masyarakat dan partisipasi aktif semua pihak dalam inisiatif lokal untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah berbasis ekonomi, yang mengubah sampah menjadi sumber daya yang berharga, dan dampak yang ditimbulkannya. Hal ini akan memungkinkan semua pihak untuk mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan perubahan menuju lingkungan yang bersih dan sehat serta mendukung inisiatif pemanfaatan Pelaksanaan Program Bank Sampah Sekar Mulya dikembangkan pada wilayah minimal setingkat Dusun/Dukuh/RW Desa/Kelurahan dengan cara melakukan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah Desa Mulyodadi. Desa Mulyodadi setelah melalui proses yang panjang. Program Bank Sampah Sekar Mulya pada tahun 2017 program tersebut diikutsertakan dalam Sidoarjo Education Expo dan Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) provinsi Jawa Timur tahun 2017. Dari keberhasilan itu membuat para warga Desa Mulyodadi semakin bersemangat dalam melaksanakan Program Bank Sampah di lingkungannya. Program tersebut juga mengalami kendala seperti masih ada warga yang belum semua yang mengikuti program ini, namun dengan adanya Program Bank Sampah Sekar Mulya tersebut diharapkan mampu membantu menaikkan kesadaran Setelah kebijakan di implementasikan maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan evaluasi Menurut Muhadjir dalam Widodo (Widodo, 2. evaluasi kebijakan adalah merupakan langkah terakhir dari suatu proses kegiatan untuk meinlai seberapa jauh kebijakan dapat membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan antara hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target kebijakan publik yang telah Tujuan evaluasi kebijakan Program Bank Sampah Sekar Mulya adalah untuk melihat pelaksanaan tersebut berhasil atau gagal, yang ditinjau dari 3 . indikator yang diungkapkan oleh Wirawan sebagai Pembahasan Proses Dalam Evaluasi Proses dalam pelaksanaan Bank Sampah Sekar Mulya secara detail menguraikan serangkaian tindakan yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan program yang telah dirancang. Pada tahap awal, langkah ini dimulai dengan mengadakan kegiatan sosialisasi kepada sasaran, yaitu masyarakat, dengan tujuan memberikan pemahaman dan dasar pengetahuan tentang konsep bank sampah. Proses sosialisasi ini memiliki peranan penting dalam pengelolaan bank sampah, di mana peran masyarakat sebagai nasabah memiliki signifikansi yang sangat Mereka akan terlibat secara aktif dalam proses mekanisme pengelolaan bank sampah, sehingga tahap sosialisasi ini memegang peranan utama dalam menginformasikan tentang pengelolaan bank sampah dan peran aktif masyarakat dalam proses (Iskandar et al. , 2. Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah warga yang belum sepenuhnya terlibat secara aktif dalam program bank sampah. Beberapa di antara mereka menghadapi kendala karena kesibukan rutinitas pekerjaan yang padat, yang mengakibatkan keterbatasan waktu untuk melibatkan diri dalam aktivitas pemilahan Meskipun demikian, upaya telah dilakukan untuk terus meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah melalui bank sampah. Manfaat Evaluasi manfaat merupakan langkah yang ditujukan untuk menganalisis hasil yang diperoleh oleh suatu kegiatan atau program terhadap hasil yang telah Melalui evaluasi ini, tujuan utama adalah untuk memahami apakah kegiatan atau program tersebut berhasil mencapai sasaran yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat yang telah diantisipasi. Hasil yang timbul dari pelaksanaan dan eksistensi program ini meliputi berbagai aspek, seperti hasil yang dirasakan terhadap lingkungan dan implikasi ekonomi yang Evaluasi manfaat ini memainkan peran kunci dalam memahami secara mendalam sejauh mana program telah berhasil memberikan hasil positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat yang terlibat. Program ini telah memberikan hal positif yang signifikan terhadap lingkungan dan ekonomi. Salah satu keuntungan yang dihasilkan adalah peningkatan dalam aspek ekonomi masyarakat, di mana warga dapat meningkatkan pendapatan mereka melalui kegiatan menabung sampah. Tidak hanya warga, tetapi para pengelola program juga merasakan manfaat dari Publika Volume 12. Nomor 1. Tahun 2024. program ini, termasuk mendapatkan pendapatan dari kegiatan daur ulang sampah yang dilakukan. mencapai tujuan program yang telah direncanakan. Tahap awal dimulai dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai target utama, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang konsep bank Proses sosialisasi ini memiliki peran penting dalam pengelolaan bank sampah, terutama dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat sebagai Meski masih terdapat sebagian warga yang belum sepenuhnya terlibat aktif dalam program bank sampah akibat keterbatasan waktu akibat rutinitas pekerjaan, upaya terus dilakukan untuk meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah melalui bank sampah. Manfaat dalam bank sampah bertujuan untuk menganalisis hasil yang dicapai oleh program atau kegiatan terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Melalui evaluasi ini, kita dapat memahami apakah program berhasil mencapai tujuan dan memberikan manfaat yang Manfaat yang dirasakan pada program ini melibatkan aspek lingkungan, interaksi sosial, dan implikasi ekonomi. Program ini telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan dan Salah satu manfaat yang dihasilkan adalah peningkatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan menabung sampah. Hal positif ini dirasakan tidak hanya oleh warga, tetapi juga oleh para pengelola program. Dampak, pada dasarnya, adalah hasil dari efek jangka panjang yang membawa perubahan yang signifikan dalam aspek sosial, ekonomi, dan Dampak ini muncul akibat pelaksanaan program penanganan sampah, dengan tujuan utama untuk mengatasi masalah sampah di tingkat desa. Dampak ini mewujudkan perubahan positif dalam masyarakat dan lingkungan, termasuk peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dan peluang ekonomi dari daur ulang sampah. Kesimpulannya. Bank Sampah Sekar Mulya telah berhasil memberikan dampak nyata dan positif dalam berbagai aspek kehidupan. Walaupun dampak positif sudah dapat dirasakan, tetap terdapat harapan yang ingin diwujudkan oleh Ketua Bank Sampah Sekar Mulya. Salah satu dari harapannya adalah untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman tentang pengolahan sampah serta cara mendaur ulang sampah yang lebih efektif. Harapan ini diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih besar dalam jangka panjang dan mendorong partisipasi yang lebih aktif dari masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini. Dampak Dampak merupakan hasil yang muncul dari konsekuensi jangka panjang yang melibatkan perubahan yang substansial dalam berbagai aspek, seperti aspek sosial serta lingkungan. Dampak ini muncul sebagai hasil dari pelaksanaan kegiatan atau program penanganan sampah, dan tujuan utama dari program tersebut adalah untuk mengatasi permasalahan terkait sampah di tingkat desa. Lebih dari sekedar efek sementara, dampak-dampak ini menjadi aksi nyata dari perubahan positif yang terjadi dalam lingkungan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, dampak yang ditimbulkan oleh adanya bank sampah melibatkan perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti aspek sosial di mana masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah. Dalam aspek sosial proses menabung sampah juga menciptakan peluang bagi warga untuk berkumpul dan berinteraksi dengan sesama anggota bank sampah dan masyarakat lainnya. Serta aspek lingkungan dengan terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Selain itu, dampak tersebut juga berpengaruh terhadap aspek keberlanjutan jangka panjang, di mana perubahan positif ini diharapkan dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Namun, meskipun dampak positif sudah dirasakan, masih terdapat harapan yang ingin diwujudkan oleh Ketua Bank Sampah Sekar Mulya. Salah satu harapannya adalah untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman tentang pengolahan sampah serta cara mendaur ulang sampah yang lebih Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam jangka panjang dan mendorong partisipasi yang lebih aktif dari masyarakat dalam usaha pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini. Program bank sampah dapat memberikan dampak positif pada banyak aspek kehidupan. Kepopuleran bank sampah tentu tidak terlepas dari peran mereka dalam mencapai tujuan bersama. Dalam pola pengelolaan bank sampah yang disiplin, hal ini dapat memberikan dampak yang luar biasa. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disusun oleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan Bank Sampah Sekar Mulya, langkah-langkah yang telah dijabarkan secara terperinci menggambarkan usaha untuk SARAN Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian di atas, peneliti memberikan beberapa Evaluasi Program Bank Sampah SekarA saran yang dapat digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan Program Bank Sampah Sehar Mulya. Dalam rangka meningkatkan tingkat keberhasilan pelaksanaan program, disarankan agar pihak pelaksana bank sampah melakukan sosialisasi secara merata, khususnya kepada seluruh warga Desa Muryodadi. Hal ini bertujuan untuk mendorong kesadaran warga lebih menyeluruh agar lebih mandiri dalam menjaga kelangsungan program Bank Sampah Sekar Mulya. Selanjutnya, kemandirian warga. Bank Sampah Sekar Mulya diharapkan segera mengadakan pembinaan dan Tujuan dari langkah ini adalah mewujudkan manfaat nyata dari pengolahan sampah, yaitu mengubah sampah menjadi barang berharga dan memberikan kemampuan kepada warga untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomis. Dengan melakukan pelatihan ini, diharapkan warga dapat mengoptimalkan potensi sampah dan mengubahnya menjadi produk yang dapat dijual, sehingga dapat meningkatkan nilai Diharapkan program Bank Sampah Sekar Mulya dapat mencapai tingkat keberhasilan yang lebih baik melalui peningkatan kesadaran dan kemandirian warga, serta optimalisasi nilai ekonomis dari pengelolaan sampah. Iskandar. Sumartono. , & Domai. Evaluasi Program Pembinaan Dan Pengembangan Industri Kecil Dan Menengah Di Kabupaten Ponorogo. JPSI (Journal of Public Sector Innovation. , 1. , https://doi. org/10. 26740/jpsi. Islamy. Prinsip-Prinsip peneraoan Kebijakan Negara. Bumi Aksara. Kominfo. TP-PKK Sidoarjo Dorong Anggotanya Bentuk Bank Sampah. https://w. id/tp-pkk-sidoarjodorong-anggotanya-bentuk-bank-sampah Pallawa. Maharani. , & Irwan. Analisis Pelaksanaan Program Gerakan Makassar TaAo Tidak Rantasa di Kota Makassar. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 7. , 63Ae74. http://journal. id/index. php/government/ article/viewFile/1257/pdf_1 Rizaty. Ini Daerah Penghasil Sampah Terbanyak Jawa Timur. Databoks. https://databoks. id/datapublish/2022/ 05/31/ini-daerah-penghasil-sampah-terbanyak-dijawa-timur#::text=Kabupaten Sidoarjo memiliki timbulan sampah,ribu ton sampah UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam proses penyusunan artikel ilmiah ini, diantaranya: Seluruh dosen S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Universitas Negeri Surabaya. Ibu Dr. Suci Megawati. IP. Si selaku Dosen Pembimbing. Ibu Dr. Tjitjik Rahayu. Si. dan Ibu Indah Prabawati. Sos. Si. selaku Dosen Penguji. Seluruh pihak yang turut memberikan dukungan dan bantuan sehingga penulisan artikel ilmiah ini dapat terselesaikan. Widodo. Analisis Kebijakan Publik: Konsep dan Aplikasi Analisis Proses Kebijakan Publik. Bayu Media Publishing. Wirawan. Evaluasi : teori, model, standar, aplikasi, dan profesi. Contoh Aplikasi Evaluasi Program: Pengembangan Sumber Daya Manusia. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan. Kurikulum. Perpustakaan, dan Buku Tes. PT. Rajagrafindo Persada. Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Sampah Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup No 13 Tahun 2012 Mengenai Pedoman Pelaksanaan Reduce. Reuse. Dan Recycle Melalui Bank Sampah DAFTAR PUSTAKA