Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam Volume 7 No. ISSN: 2338-4131 (Prin. 2715-4793 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 37542/1ebgvy22 Pengaruh Pembiasaan Tadarus Dhuha Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran QurAoan Hadits Di Mts Gunung Putri Bogor Mufassirul Alam,1 Wildan Alwi,2 Muhamad Sarif 3 Universitas PTIQ Jakarta1,2,3 mufassirulalam@ptiq. Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, sedangkan pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, artinya objektivitas desain penelitian dilakukan dengan menggunakan pengolahan statistik angka, struktur dan eksperimen terkontrol. Dilihat dari populasi dan sempel, penelitian ini merupakan penelitian populasi, karena melibatkan semua subjek penelitian yaitu kelas Vi. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi penyebaran Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik kuantitatif. Pembiasaan Tadarus Dhuha Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran QurAoan Hadits Di Mts Gunung Putri Bogor Tahun Pelajaran 2023/2024. Dalam kategori baik. Hal ini terlihat dari analisis Pembiasaan Tadarus Dhuha Siswa Kelas Vi Di MTs Gunung Putri Bogor Tahun Pelajaran 2023/2024 dengan kategori baik. Berdasarkan sebaran gaya angket yang dilakukan peneliti terhadap analisis kuantitatif korelatif hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara Pembiasaan Tadarus Dhuha terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran QurAoan Hadits Di Mts Gunung Putri Bogor Tahun Pelajaran 2023/2024. Terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran QurAoan hadits kelas Vi MTs Gunung Putri Bogor. Hal itu dibuktikan dengan anilisis uji regresi Berdasarkan dari uraian di atas Sig 0,005 < 0,05 dan thiutng 2,949 dan ttabel dengan taraf signifikan 5% yaitu 2,008. Maka dapat dikatakan bahwa thitung > ttabel yaitu 2. 949 > 2. 008 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pengetahuan bagi guru, siswa, orang tua. MTs dan lainnya bahwa Pembiasaan Tadarus Dhuha dapat mempengaruhi Motivasi Belajar siswa. Kata Kunci: Pembiasaan. Tadarus Dhuha. Motivasi Belajar siswa. Mufassirul Alam. Wildan Alwi,2Muhamad Sarif Abstract: This research is a field research, while the research approach is a quantitative approach, meaning that the objectivity of the research design is carried out using statistical processing of numbers, structures and controlled experiments. Judging from the population and sample, this research is a population research, because it involves all research subjects, namely class Vi. The data collection technique uses documentation of questionnaire distribution. The data obtained were analyzed using quantitative statistics. Habit of Dhuha Recitation on Student Learning Motivation in the Qur'an Hadith Subject at Mts Gunung Putri Bogor in the 2023/2024 Academic Year. In the good category. This can be seen from the analysis of the Habit of Dhuha Recitation of Class Vi Students at MTs Gunung Putri Bogor in the 2023/2024 Academic Year with a good category. Based on the distribution of the questionnaire style carried out by the researcher on the correlative quantitative analysis of the results of the study showed that there was an influence between the Habit of Dhuha Recitation on Student Learning Motivation in the Qur'an Hadith Subject at Mts Gunung Putri Bogor in the 2023/2024 Academic Year. On students' learning motivation in the subject of Qur'an Hadith class Vi MTs Gunung Putri Bogor. This is proven by the analysis of the regression test Based on the description above Sig 0. 005 <0. and tcount 2. 949 and ttable with a significance level of 5%, namely 2. So it can be said that tcount> ttable, namely 2. 949> 2. 008 so that Ho is rejected and Ha is accepted. The results of this study are expected to contribute knowledge for teachers, students, parents. MTs and others that the habit of Tadarus Dhuha can affect students' learning motivation. Keywords: Habituation. Tadarus Dhuha. Students' Learning Motivation. Pendahuluan Pendidikan Islam pada dasarnya adalah pendidikan yang bertujuan unutuk membentuk pribadi muslim seutuhnya, mengembangkan seluruh potensi manusia baik yang berbentuk jasmani maupun rohani, menumbuh kembangakan hubungan yang harmonis setiap pribadi dengan Allah SWT, manusia dan alam semesta, membawa kemaslahatan dan kesejahteraan bagi seluruh mahkluk sesuai konsep rahmatan lil alamin. Semuanaya dapat diusahakan melalui lembaga pendidikan baik pendidikan formal, maupun lembaga pendidikan non formal. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni guru, siswa, media, metode mengajar, kurikulum, dan lingkungan. Haidar Pura Daulay. Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2. , h. 142 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Pengaruh Pembiasaan Tadarus Dhuha Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran QurAoan Hadits Di Mts Gunung Putri Bogor Namun dalam pelaksanaannya sering ditemukan beberapa siswa yang memiliki prestasi belajar yang kurang memuaskan, hal ini disebabkan karena adanya beberapa hambatan yang turut andil bagian didalamnya. Adapun faktor-faktor yang bisa menimbulkan kesulitan itu dapat di golongkan menjadi: . Faktor-faktor yang bersumber dari diri sendiri, . faktorfaktor yang bersumber dari lingkungan sekolah, . faktor-faktor yang bersumber dari lingkungan keluarga, . faktor-faktor yang bersumber dari lingkungan masyarakat. Indonesia sendiri merupakan negara dengan populasi umat Islam terbanyak di dunia, tetapi ada sebuah penelitian oleh organisasi pemuda Islam dan tokoh-tokoh pemuda Islam bahwasanya dari semua pemduduk Indonesia yang beragama Islam, yaitu sekitar 87,2% dari jumlah penduduk Indonesia, ternyata hanya 35% yang bisa membaca Al-QurAoan, jadi sisanya yang 65% itu tidak bisa membaca Al-QurAoan, apalagi hafal dan paham akan isinya. 3 Menurut Hurlock sekolah mempunyai pengaruh sangat besar terhadap kepribadian anak. Sekolah merupakan subsitusi dari keluarga dan guru subsitusi dari orang tua. Sekolah sebagai lembaga pendidikan merupakan lanjutan dari pendidikan keluarga. Orang tua mendidik anaknya di rumah selanjutnya menyerahkan pendidikan anaknya ke sekolah. Lembaga pendidikan mempengaruhi pembentukan jiwa keagamaan anak, namun hal tersebut tergantung pada faktor yang memotivasi anak untuk memahami nilai-nilai agama. Sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan jiwa beragama anak yaitu upaya pengembangan pemahaman, pembiasaan, pengamalan ibadah/akhlak yang mulia. Serta sikap apresiasi terhadap ajaran atau hukum-hukum agama. Menurut Muhibbin Syah kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan respon dengan menggunakan stimulus yang berulang- ulang. Dalam proses belajar, pembiasaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. Karena proses penyusutan atau pengurangan inilah, muncul suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa pembiasaan dapat mengurangi perilaku yang tidak perlu, karena dengan pembiasaan yang baik akan membentuk sosok siswa yang berkepribadian baik pula. Dengan pendekatan ini siswa dibiasakan mengamalkan ajaran agama, baik secara individual maupun secara kelompok dalam kehidupan sehari- hari. Salah Ngalim Purwanto. Pengantar Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT Bumi Aksara 1. , h. Umar Mukhtar,Ay65 Persen Muslim Indonesia tidak Bisa Baca Al-QurAoanAy, dalam https://w. id/berita/qrg3fn366/65-persen-muslim-indonesia-tidak-bisa-baca al-Quran. Diakses pada 22 February 2023 Surawan dan Mazrur. Psikologi Perkembangan Agama (Sebuah Tahapan Perkembangan Agama Manusi. (Yogyakarta: K-Media, 2. , h. Muhibbin Syah. Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2. , h. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Mufassirul Alam. Wildan Alwi,2Muhamad Sarif satu bentuk pembiasaan yang mengamalkan ajaran agama adalah kegiatan tadarus Al-QurAoan dan Sholat Dhuha yang biasanya dilakukan bersama- sama. Selain untuk ibadah tadarus untuk memperbaiki bacaan yang kurang tepat dan sholat dhuha untuk pengaplikasian dari hasil tadarus tersebut. Tadarus juga merupakan suatu upaya menjadikan atau mengajarkan siswa agar mau membaca, mempelajari dan mengkaji sendiri sehingga siswa terbiasa membaca Al-QurAoan dengan benar dan lancar. Berdasarkan hal di atas, dapat disimpulkan bahwa kurangnya motivasi belajar menyebabkan kurangnya konsentrasi, perhatian dan usaha belajar seseorang sehingga menghambat proses belajar. Seorang guru dituntut untuk dapat membangkitkan motivasi siswa dengan menggunakan metode mengajar yang variatif, termasuk di dalamnya dengan pembiasaan tadarus Al-QurAoan dan Sholat Dhuha berjamaah. Kegiatan tadarus Al-QurAoan dan Sholat Dhuha Berjamaah dijadikan sarana untuk membangkitkan dan meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dengan demikian peneliti tertarik untuk meneliti Pengaruh Pembiasaan Tadarus Dhuha Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran QurAoan Hadits Di Mts Gunung Putri Bogor. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode survey. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier sederhana. Metode survey merupakan penelitian yang bermaksud penyandraan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu. 6 Adapun yang dimaksud dengan teknik analisis regresi linier sederhana, yaitu analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan secara linier antara satu variabel independen dengan satu variabel dependen. 7Dengan demikian bahwa penelitian ini mencari suatu pengaruh yang diberikan antara variabel bebas atau X dengan Variabel terikat yakni Y, yang dalam hal ini variabel X adalah pembiasaan tadarus dhuhaY adalah motivasi belajar siswa yang akan dibuktikan dengan angka-angka statistik guna memperoleh data yang respresentatif sesuai dari penelitian ini. Adapun teknik yang dipergunakan dalam mengumpulkan data dari lapangan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hipotesis dari penelitian ini sebagaimana berikut: Masyhuri & M. Zainuddin. Metodologi Penelitian. Pendekatan Praktis dan Aplikatif. Cet. ke-1, (Bandung: PT Refika Aditama, 2. , h. Duwi Priyatno. SPSS 22. Pengolahan Data Terpraktis, (Yogyakarta: Andi Offset, 2. , h. 144 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Pengaruh Pembiasaan Tadarus Dhuha Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran QurAoan Hadits Di Mts Gunung Putri Bogor HA: terdapat pengaruh yang signifikan antara pembiasaan Tadarus Dhuha terhadap Motivasi belajar mata pelajaran QurAoan Hadist. Semakin tinggi Motivasi belajar mata pelajaran QurAoan Hadist HO: tidak berpengaruh antara kemampuan pembiasaan Tadarus Dhuha terhadap Motivasi belajar mata pelajaran QurAoan Hadist di MTs Gunung Putri Bogor. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pembiasaan Dhuha dan Tadarus Al-Quran Secara etimologi, pembiasaan asal katanya adalah biasa. Dalam kamus bahasa indonesia biasa adalah lazim atau umum, seperti sedia kala, sudah merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pefks pe- dan sufiks -an menunjukan arti proses. sehinga pembiasaan dapat diartikan dengan proses membuat sesuatu ata seseorang menjadi terniasa. Dalam kaitanya dengan metode pengajaran dalam meotode pendidikan islam, dapat dikatakan bahwa pembiasaan adalah sebuah cara yang dapat dilakukan membiasakan anak didik berfikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agama Islam. Dalam bidang psikologi pendidikan, metode pembiasaan dikenal dengan istilah operan conditioning, mengajarkan peserta didik untuk membiasakan perilaku terpuji, disiplin, giat belajar, bekerja keras, ikhlas, jujur, dan bertanggung jawab atas setiap tugas yang telah Pembiasaan adalah sesuatu yang sengaja dilakukan secara berulang-ulang agar sesuatu itu dapat menjadi kebiasaan. Pembiasaan berintikan pengalaman, yang dibiasakan adalah sesuatu yang diamalkan. Pembiasaan menentukan manusia sebagai sesuatu yang diistimewakan, yang dapat menghemat kekuatan, karena akan menjadi kebiasaan yang melekat dan spontan agar kekuatan itu dapat dipergunakan untuk berbagai kegiatan dalam setiap pekerjaan yang aktifitas lainya. Penerapan metode pembiasaan dapat dilakukan dengan membiasakan anak untuk mengerjakan hal-hal positif dalam keseharian mereka. Dengan melakukan kebiasaan kebiasaan secara rutinitas setiap harinya, anak didik akan melakukan dengan sendirinya, dengan sadar tanpa ada paksaan. Dengan pembiasaan secara langsung, anak telah diajarkan Armai Arief. Pengantar Ilmu dan Metodologi Agama Islam (Jakata: Ciputar Pres, 2. , h. Mulyasa dan Dewi Ispurwanti. Manajemen pendidikan karakter, (Jakarta : Bumi Aksara, 2. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Mufassirul Alam. Wildan Alwi,2Muhamad Sarif disiplin dalam melakukan dan menyelesaikan suatu kegiatan. Disebabkan pembiasaan berintikan pengulangan, metode pembiasaan juga berguna untuk menguatkan hafalan. Rasulullah pun melakukan metode pembiasaan dengan melakukan berulang-ulang dengan doAoa yang sama. Akibatnya, beliau hafal benar doa itu, dan sahabatnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan seringnya pengulangan akan mengakibatkan ingatan sehingga tidak akan lupa. Pembiasaan tidaklah memerlukan keterangan atau argumen logis. Pembiasaan akan berjalan dan berpengaruh karena semata mata oleh kebiasaan itu saja. Pengertian tadarus di atas erat kaitannya dengan kegiatan membaca. Menurut Ahmad Syarifuddin, bahwa Auyang dimaksud tadarus adalah kegiatan qiraah sebagian orang atas sebagian yang lain sambil membetulkan lafal-lafalnya dan mengungkap makna-maknanya. Kata tadarus merupakan kata serapan yang diambil dari bahasa Arab, yang telah berkembang pemakaiannya di Indonesia dan menjadi bahasa sehari-hari. Tadarus Al-QurAoan atau kegiatan membaca Al-QurAoan merupakan bentuk peribadatan yang diyakini dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt, yang dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan yang berimplikasi pada sikap dan prilaku positif, dapat mengontrol diri agar tenang, lisan terjaga, dan istiqomah dalam beribadah. Sedangkan tadarus menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah membaca Al QurAoan secara bersama-sama dengan cara yang satu membaca Al-QurAoan dan yang lain menyimak atau mendengarkan. Makna tadarus Al-QurAoan adalah membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid dan dan berusaha untuk menghafal surat-surat pendek dari Al-QurAoan mempelajari maknanya. Tadarus atau membaca Al-QurAoan adalah perkumpulan dengan kegiatan saling menyimak dari pembaca Al-QurAoan. Dan terdapat keistimewaan dalam membaca, menyimak serta mempelajari Al-QurAoan seperti di jelaskan pada surat Fatir 35: Ayat 29 A Uc acOaaE aI aOU acO e a eO aIA a AcEEa aOaCa aIO EA acEOa aOa eIAaCa eO aI acI a a eC I aN eIA A acaI Eac aO aeI aOeEa eO aI aE a NA AU Eac eI aa eO aA a Aa aA Terjemahnya: Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka Armai Arief. Pengantar Ilmu dan Metodologi pendidikan Islam. (Jakata: Ciputar Pres, 2. , h. Ahmad Syarifuddin. Mendidik Anak Membaca. Menulis Dan Mencitai Al-QurAoan, (Jakart: Gema Insani. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, (Jakarta: Gramedia pustaka utama, 2. 146 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Pengaruh Pembiasaan Tadarus Dhuha Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran QurAoan Hadits Di Mts Gunung Putri Bogor dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. (Q. S Fatir 35: Ayat . Menurut Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, di buku Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir mengatakan bahwa AuAl-Qur`an adalah wahyu Ilahi yang diturunkan kepada Muhammad SAW. yang telah disampaikan kepada kita umatnya dengan jalan mutawatir, yang dihukumkafir orang yang mengingkarinyaAy. Tadarus Al-Qur`an mempunyai keutamaan yang sangat besar terhadap jiwa seseorang yang membaca atau mendengarkannya. Membaca Al-Qur`an, baik mengetahui artinya ataupun tidak, adalah termasuk amal ibadah, amal shaleh, dan memberi rahmat serta manfaat bagi yang melakukannya, memberi cahaya ke dalam hati yang membacanya sehingga terang Sebagaimana firman Allah SWT: a A aI aI EEaIA a A a eI a eE INa aEa eOEa aE a e aA a A aEaO EI eO a i a ea aI a a aN eI aEO aA aA U AE aE A a caA EIA A eEa aO ae eE a aI eO aA Terjemahnya: Alif, laam raa. (Ini adala. Kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha TerpujiAy. (QS. Ibrahim. Dalil di atas dapat disimpulkan bahwa penghargaan yang luar biasa terhadap aktivitas tadarus Al-Qur`an. Tadarus . Al-Qur`an merupakan suatu perbuatan yang sangat terpuji dan mulia. Peserta tadarus Al-Qur`an ditinggikan derajatnya di sisi Allah SWT. Bukti kebenaran dari ayat di atas dapat dilihat dalam kehidupan sehari_hari. Hanya Al-Qur`anlah satu-satunya kitab suci yang begitu banyak dibaca, dipelajari bahkan dihafal oleh manusia. Sedangkan shalat menurut Bahasa Arab, berarti doAoa kemudian menurut istilah yaitu, ibadah yang tersusun dari beberapa perkataan dan beberapa perbuatan yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam dan memenuhi syarat yang sudah ditentukan. 15 Menurut terminologi Bahasa Arab, shalat berarti DoAoa. Shalat adalah doAoa yang mendekatkan diri Hasbi Ash Shiddieqy. Sejarah Dan Pengantar Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir, (Semaang: Pustaka Rizki Putra, 2. https://quran. id/quran/per-ayat/surah/14?from=1&to=52 diakses,08 Agustus 2023 Sulaiman Rasjid. Fiqih Islam, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2. , hal. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Mufassirul Alam. Wildan Alwi,2Muhamad Sarif kepada Allah untuk beristigfar, memohon ampunan atau menyatakan kesyukuran atas nikmat Allah atau untuk memohon perlindungan dari bahaya atau untuk beribadah . erbuat amal karena mematuhi seruan-Nya dan bimbingan Rasululla. Begitu pula shalat adalah wujud pernyataan kepada Al-MaAobud (Rabb yang disemba. dengan ungkapan dan perbuatan. Dalam mendefinisikan tentang arti shalat, imam SyafiAoi mendefinisikan bahwa shalat dari segi bahasa berarti berdoAoa dan menurut istilah syaraAo berarti ucapan dan pekerjaan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, dengan syarat tertentu. 17 Shalat merupakan salah satu rukun . agama Islam yang memiliki kedudukan sangat strategis dibanding empat rukun islam lainnya. Hal ini dapat dilihat dari proses penyampaian perintah shalat yang langsung disampaikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw tanpa melalui perantaraan Malaikat Jibril, sewaktu beliau melakukan perjalanan IsraAo dan MiAoraj pada tanggal 27 Rajab satu tahun sebelum hijrah ke Madinah. Hal ini berbeda dengan ketentuanketentuan ajaran agama Islam selain shalat, yang selalu disampaikan melalui wahyu yang dibawa oleh Malaikat Jibril. 18 Selain itu shalat juga dapat menjaga dari perbuatan keji dan munkar, sarana pembentuk kepribadian yang karimah, dihindarkan dari kelalaian, membentuk pribadi yang disiplin, taat waktu baik waktu mengerjakan shalat maupun mengerjakan amalan yang lain. Motivasi berasal dari kata motif yang diartikan gerakan atau sesuatu yang bergerak. Jadi istilah motif pun sangat berhubungan dengan AugerakAy, yaitu dalam hal ini gerakan yang dilakukan oleh manusia atau disebut juga perbuatan atau tingkah laku. Motif dalam psikologi berarti rangsangan, dorongan atau pembangkit tenaga agar terjadinya suatu tingkah laku. Menurut Jhon W. Santrock motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah dan tujuan Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, yang akan terarah dan bertahan lama. 20 Sedangkan menurut Mc. Donald dalam Oemar Hamalik yang Fauzan Akbar. Shalat Sesuai Tuntunan Nabi SAW, (Yogyakarta: Nuha Litera, 2. , h. Mohammad MaAoruf. AuPengaruh Pembiasaan Shalat Dhuha Terhadap Pembentukan Perilaku Religius Siswa Di MTsN Ngantru TulungagungAy, dalam http://repo. iain-tulungagung. id/id/eprint/5290. Diakses pada 28 Mei 2023 Hamdan Rasyid. Cara Mudah Meraih Shalat KhusyuAo, (Jakarta: MUI Provinsi DKI Jakarta, 2. Sudirman Sommeng. Psikologi Umum dan Perkembangan (Makassar: Alauddin University Press, 2. , h. Jhon W. Santrock. Psikologi Pendidikan. Cet. V, (Jakarta: Kencana, 2. , h. 148 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Pengaruh Pembiasaan Tadarus Dhuha Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran QurAoan Hadits Di Mts Gunung Putri Bogor menyatakan bahwa motivasi merupakan perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan efektif atau perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi Belajar Motivasi belajar merupakan dua hal yang saling mempengauhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau penguatan yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi belajar ini timbul karena faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsiknya yaitu adanya hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita, sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif dan kegiattan belajar mengajar yang menarik. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan antara laianAdanya hasrat dan keinginan berhasil. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. Adanya harapan dan citacita masa depan. Adanya penghargaan dalam belajar. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. Adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan seorang peserta didik dapat belajar dengan baik. 22 Dapat dikatakan peserta didik yang memiliki indikator tersebut mem iliki motivasi belajar yang tinggi sedangkan peserta didik yang tidak memiliki atau hanya sebahagian saja dari indikator yang disebutkan memiliki motivasi belajar yang Analisis Hasil Penelitian Analisis data deskriptif kuantitatif digunakan sebagai bahan dasar untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari masing-masing variabel baik mengenai Pembiasaan Tadarus Dhuha, motivasi belajar siswa di MTs Gunung Putri Bogor. Responden dalam penelit ian ini adalah siswa di MTs Gunung Putri Bogor. yang berjumlah 50 orang, dan menggunakan dokumentasi berupa seluruh data rapor siswa kelas Vi MTs Gunung Putri Bogor. Uji prasyarat regresi Uji validitas Validitas menunjukan bahwa hasil dari suatu pengukuran menggambarkan segi atau aspek yang diukur. Perhitungan ini menggunakan SPSS. Oemar Hamalik. Kurikulum dan Pembelajaran. Cet. IV, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , h. Hamzah B Uno. Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , h. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Mufassirul Alam. Wildan Alwi,2Muhamad Sarif Tabel 1 Ringkasan hasil Uji Coba Validitas variabel Pembiasaan Tadarus Dhuha Validitas Item KeT r tabel r hitung Status 0,266 0,366309 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,394729 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,440909 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,41405 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,493375 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,567182 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,455428 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,291435 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,384587 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,363822 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,386095 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,307269 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,526831 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,470119 Valid r hitung> r tabel 0,266 0,392962 Valid r hitung> r tabel Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah item Tadarus dhuha yang ada 15 item. Dan seluruh item itu valid. Dan terdapat di nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15. Data motivasi belajar QurAoan hadits tersebut diketahui nilai tertinggi adalah 95 dan nilai terendah adalah 60 dengan jumlah keseluruhan 3845. kemudian dari data tersebut penulis membagi menjadi tiga tingkatan yaitu sangat baik, baik dan cukup, untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam table berikut : Tabel 4. Nillail ilntelrval dan prelselntasel motivasi belajar qurAoan hadits Kategori Interval Frekuensi Sangat baik Baik 150 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Pengaruh Pembiasaan Tadarus Dhuha Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran QurAoan Hadits Di Mts Gunung Putri Bogor Cukup Jumlah Setelah diketahui data prestasi menghafal mata pelajaran QurAoan Hadits tersebut, kemudian diprosentasekan dengan menggunakan rumus prosentase sebagai berikut : Untuk kategori cukup terdapat 14 siswa ycy = 50 X 100% = 28% Untuk kategori baik terdapat 24 siswa ycy = 50 X 100% = 48% Untuk kategori sangat baik terdapat 12 siswa ycy = 50 X 100% = 24% Dari hasil pencarian persentasi diatas dapat kita lihat dalam bentuk table dibawah ini : Tabel 2 Frekuensi Ketegori Presentase Sangat baik Baik Cukup Jumlah Dari data tabulasi frekuensi tingkat prestasi mata pelajaran QurAoan hadits siswa kelas Vi di MTs Gunung Putri Bogor. Tahun ajaran 2020/2021 adalah sebagai berikut. 12 dari 50 siswa dalam penilit ian ini adalah prestasi mata pelajaran QurAoan hadits yang tergolong Ausangat baikAy dengan presentase 24% 24 dari 50 siswa dalam penilit ian ini adalah prestasi mata pelajaran QurAoan hadits yang tergolong AubaikAy dengan dengan presentase 48% 14 dari 50 siswa dalam penilit ian ini adalah prestasi mata pelajaran QurAoan hadits yang tergolong AucukupAy dengan presentase 28% IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Mufassirul Alam. Wildan Alwi,2Muhamad Sarif rata-rata nilai pelajaran QurAoan hadits siswa ke las Vi MTs Gunung Putri bogor sebesar 76 yaitu termasuk dalam kategori Aubaik Uji Reliabilitas Dengan ketentuan sebagai berikut: Apabila nilai Cronbach Alpha Ou 0,600 maka maka instrumen dinyatakan Apabila nilai Cronbach Alpha O 0,600 maka instrumen penelitian dinyatakan tidak reliabel. Tabel 4 Hasil Reliabilitasi Tadarus Dhuha Reliability Statistics Cronbach's N of I te ms Alpha 0,614 Untuk memperoleh koefisien reliabilitas melalui pendekatan tes-retes dapat dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi linier antara skor pada pengukuran pertama (X) dengan skor hasil pengukuran kedua (Y). Teknik kedua untuk mengestimasi reliabilitas secara eksternal adalah dengan metode bentuk paralel. Berdasarkan output diatas dapat disimpulkan koefisien CronbachAos Alpha adalah yang berada pada reliabilitas tinggi sebesar 0,614 lebih besar dari 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa angket dalam peneltian ini Uji Korelasi Dari hasil penelitian di atas, dicari tingkat korelasi Variabel X . embiasaan tadarus dhuh. terhadap variabel Y . otivasi belajar qurAoan hadits dengan menggunakan rumus kearl pearson product moment dan SPSS sebagai berikut : Tabel 5. uji korelasi Correlations Pembiasaan Tadarus Motivasi Belajar QurAoan Hadits Dhuha 152 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Pengaruh Pembiasaan Tadarus Dhuha Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran QurAoan Hadits Di Mts Gunung Putri Bogor Pe arson Pembiasaan Corre lati on Tadarus Si g. Dhuha tai le . - 0,005 Pe arson Corre lati on Motivasi ,392** 0,005 tai le . Si g. ,392** **. Corre lati on i s si gni fi cant at the 0. 01 le vel . -tai le . Tabel 6. Interpretasi Besarnya AurAy Interpretasi Product Moment 0,00 Ae 0,199 Antara variabel X dan variabel Y memang terdapat korelasi, akan tetapi korelasi itu sangat . ianggap tidak ada korelasi antara variabel X dan varibel Y 0,20 Ae 0,399 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang lemah atau rendah 0,40 Ae 0,699 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sedang atau rendah 0,70 Ae 0,899 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang kuat dan tinggi 0,90 Ae 1,000 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan perhitungan korelasi product moment, yaitu: a. Variabel dalam analisis korelasi yaitu variabel bebas dan variabel terikat harus berupa data yang berskala interval. Sampel dalam penelitian harus homogen Garis regresi merupakan garis linear. Berdasarkan hasil uji korelasi di atas dengan rumus karl pearson deangan taraf signifikan 5% diketahui bahwa nilai korelasi variabel X dan Y sebesar 0,392 yang terletak pada 0,20 Ae 0,399 bahwa terdapat korelasi pembiasaan tadarus IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Mufassirul Alam. Wildan Alwi,2Muhamad Sarif dhuha terhadap motivasi belajar qurAoan hadits siswa di MTs Gunung Putri, namun korelasi disini bersifat lemah atau rendah. Pada penelit ian ini penulis menggunakan (H. dan (H. Ho : Tidak ada korelasi antara pembiasaan tadarus dhuha terhadap motivasi belajar Ha : Terdapat korelasi antara pembiasaan tadarus dhuha terhadap motivasi belajar Uji T Regresi untuk menentukan nilai thitung Dengan dasar keputusan : Jika Sig < 0,05 / thitung > ttabel maka Sterdapat pengaruh Jika Sig > 0. 05 / tHitung < ttabel maka tidak terdapat pengaruh Tabel 4. 2: hasil Uji regresi Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model 1 (Constan. 32,787 14,994 2,187 ,034 ,685 ,232 ,392 2,949 ,005 Analisi regresi linier Pembiasaan Tadarus Std. Error Beta Sig. Dhuha memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. Sampel diambil secara random . Variabel X dan variabel Y mempunyai hubungan yang kausal, dimana X merupakan sebab dan Y merupakan akibat. Nilai Y mempunyai penyebaran yang berdistribusi Berdasarkan dari uraian di atas Sig 0,005 < 0,05 dan t hiutng 2,949 dan ttabel dengan taraf signifikan 5% yaitu 2,008. Maka dapat dikatakan bahwa thitung > ttabel 949 > 2. 008 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Tabel 4. 3: Hasil Uji Koefisiensi Determinasi Model Summary Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Model R Square ,392a ,153 ,136 Predictors: (Constan. Pembiasaan Tadarus Dhuha 7,383 Uji koefisien determinasi (R. dilakukan untuk menentukan dan memprediksi seberapa besar atau penting kontribusi pengaruh yang diberikan oleh variabel independen 154 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Pengaruh Pembiasaan Tadarus Dhuha Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran QurAoan Hadits Di Mts Gunung Putri Bogor secara bersama Ae sama terhadap variabel dependen. Dan dari tabel di atas pula bisa diketahui bahwa nilai koefisiensi determinasi terdapat pada nilai R Square sebesar 0,153 hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat sebesar 15% sisanya 85% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelit ian ini. Pada penelitian Puloh Saepurohman. Fakultas Tabiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas PTIQ Jakarta, yang berjudul: Pengaruh Pembiasaan Shalat Dhuha terhadap Pemahaman Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih Bab Shalat Sunnah di MTs Nur Asy-SyafiAiyah (YASPINA) Tangerang Selatan. Pada uji validitas terdapat dua angket. Pada uji reabilitas dan normalitas semua angket reliabel dan berdistribusi normal. Adapun hasil penelitian dengan korelasi pearson menggunakan SPSS versi 21 adalah 0,018 AuTidak Terdapat Pengaruh yang signifikan antara pembiasaan shalat Dhuha terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran fiqih bab shalat sunnahAy karena pengaruh pembiasaan shalat Dhuha lemah terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran fiqih bab shalat sunnah yang mewujudkan adanya pengaruh positif yang lemah. yaitu sebesar 1,8% sedangkan 98,8% pemahaman siswa pada mata pelajaran fiqih bab shalat sunnah dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti, t hitung < t tabel sehingga Ho ditolak dan Ha Berdasarkan hasil penelit ian yang telah dilakukan peneliti, sesuai dengan pembahasan yang telah diuraikan tentang Korelasi Antara pembiasaan tadarus dhuha terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran QurAoan hadits kelas Vi MTs Gunung Putri Bogor menunjukkan bahwa pembiasaan tadarus dhuha me miliki hubungan yang lemah atau rendah Terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran QurAoan hadits kelas Vi MTs Gunung Putri Bogor. Hal itu dibuktikan dengan anilisis uji regresi Berdasarkan dari uraian di atas Sig 0,005 < 0,05 dan t hiutng 2,949 dan ttabel dengan taraf signifikan 5% yaitu 2,008. Maka dapat dikatakan bahwa thitung > ttabel yaitu 2. 949 > 2. 008 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan Korelasi pembiasaan tadarus dhuha terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran QurAoan hadits Berdasarkan hasil uji korelasi di atas dengan rumus Puloh Saepurohman. Pengaruh Pembiasaan Shalat Dhuha terhadap Pemahaman Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih Bab Shalat Sunnah, (Skipsi. Tangerang Selatan: 2. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Mufassirul Alam. Wildan Alwi,2Muhamad Sarif karl pearson deangan taraf signifikan 5% diketahui bahwa nilai korelasi variabel X dan Y sebesar 0,392 yang terletak pada 0,20 Ae 0,399 bahwa terdapat korelasi pembiasaan tadarus dhuha terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran QurAoan hadits, namun korelasi disini bersifat lemah atau rendah. Berdasarkan hasil penelit ian yang telah dilakukan, sesuai dengan pembahasan yang telah diuraikan tentang Korelasi Antara pembiasaan tadarus dhuha terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran QurAoan hadits kelas Vi MTs Gunung Putri Bogor me nunjukkan bahwa pembiasaan tadarus dhuha me miliki hubungan yang lemah atau rendah Terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran QurAoan hadits ke las Vi MTs Gunung Putri Bogor. Hal itu dibuktikan dengan anilisis uji regresi Berdasarkan dari uraian di atas Sig 0,005 < 0,05 dan thiutng 2,949 dan ttabel dengan taraf signifikan 5% yaitu 2,008. Maka dapat dikatakan bahwa thitung > ttabel yaitu 2. 949 > 2. 008 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Saran Untuk pendidik atau guru, diharapkan pendidik atau guru lebih memperhatikan proses pendidikan pada anak didik terutama dalam perkembangan pembiasaan di Untuk peserta didik, hendaknya memiliki kesadaran bagi setiap individu, untuk semangat belajar dan meningkatkan motivasi belaja QurAoan hadits. Bagi sekolah, sebaiknya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bahwa kegiatan tadarus dhuha dapat digunakan sebagai salah satu cara meningkatkan motivasi belajar siswa. Bagi pembaca dan penelit i selanjutnya, penelit ian ini masih memerlukan pengembangan teori sehingga penelit ian ini hanya mengkaji pembiasaan tadarus dhuha saja. Masih ada beberapa objek atau sasaran yang harus dikembangkan dan dikasi lagi. Disarankan untuk penelit ian selanjutnya sebaiknya penelit ian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dan acuan untuk penelit ian lebih lanjut dan Daftar Pustaka