Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Progressive of Cognitive and Ability http://journals.eduped.org/index.php/jpr PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA BERBASIS TIK TERHADAP Rudi Hartono MAN 3 Cianjur, Cianjur, Indonesia Info Artikel Riwayat Artikel: Diterima 15 September 2022 Direvisi 23 September 2022 Revisi diterima 29 September 2022 Kata Kunci: Media Pembelajaran, Pemahaman Konsep, TIK. ICT, Learning Media, Understanding Concepts. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep siswa dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. Subjek dari penelitian ini siswa kelas XII IPS 1,2,3 MAN 3 Cianjur pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 pada mata pelajaran Ekonomi. Instrumen yang digunakan adalah (1) Lembar pengamatan berupa lembar pengamatan terfokus, (2) Tes hasil belajar ekonomi dari hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya diatas, setelah dilakukan tindakan berupa penggunaan media pembelajaran berbasis TIK pada pelajaran ekonomi untuk mengatasi rendahnya tingkat pemahaman konsep siswa dapat dibuat beberapa kesimpulan sebagai berikut: a) Terdapat perbedaan tingkat pemahaman konsep siswa antara sebelum menggunakan media pembelajaran berbasis TIK dan sesudah menggunakan media pembelajaran berbasis TIK; b) Media pembelajaran berbasis TIK berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar dan pemahaman konsep peserta didik; c) Tingkat efektifitas penggunaan media yang menggunakan media pembelajaran berbasis TIK lebih efektif dibanding penggunaan media pembelajaran konvensional dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa; d) Penggunaan media pembelajaran berbasis TIK membuat KBM lebih menarik, bahan ajar menjadi lebih interaktif, waktu yang dibutuhkan dalam KBM lebih cepat ketika menggunakan media, kualitas hasil belajar dapat meningkat ketika rancangan media tepat, KBM dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, media dapat meningkatkan sikap positif peserta didik terhadap bahan ajar dan KBM, dan peran pendidik akan lebih variatif; e) Media pembelajaran berbasis TIK merupakan sarana penunjang pembelajaran. ABSTRACT This study aims to improve students' understanding of concepts by using ICT-based learning media. The subjects of this study were students of class XII IPS 1,2,3 MAN 3 Cianjur in the odd semester of the 2021/2022 academic year in the subject of Economics. The instruments used were (1) Observation sheets in the form of focused observation sheets, (2) Economic learning outcomes test from student learning outcomes. Based on the results of the research and discussion above, after taking action in the form of using ICT-based learning media in economics lessons to overcome the low level of students' understanding of concepts, several conclusions can be made as follows: a) There are differences in the level of students' understanding of concepts 198 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 188 - 209 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 between before using ICT-based learning media and after using ICT-based learning media; b) ICT-based learning media has a positive effect on improving learning outcomes and understanding of students' concepts; c) The level of effectiveness of the use of media that uses ICT-based learning media is more effective than the use of conventional learning media in increasing students' conceptual understanding; d) The use of ICT-based learning media makes teaching and learning more interesting, teaching materials become more interactive, the time needed in teaching and learning is faster when using media, the quality of learning outcomes can increase when the media design is right, teaching and learning can be done anywhere and anytime, media can increase the positive attitude of students towards teaching materials and teaching and learning activities, and the role of educators will be more varied; e) ICT-based learning media is a means of supporting learning. This is an open access article under the CC BY license. Penulis Koresponden: Rudi Hartono MAN 3 Cianjur Jl. Raya Tanggeung Km. 01 Tanggeung, Jawa Barat, Indenesia rh940237@gmail.com How to Cite: Hartono, Rudi. (2022). Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis TIK Terhadap Pemahaman Konsep Siswa. Progressive of Cognitive and Ability, 1(2). 188-209. https://doi.org/10.56855/jpr.v1i2.72 PENDAHULUAN Rendahnya pemahaman konsep peserta didik dalam mata pelajaran ekonomi sebagai akibat dari karakteristik mata pelajaran ekonomi yang didasarkan pada fenomena empirik yang rasional dipengaruhi oleh proses belajar mengajar (PBM). Berdasarkan praktiknya PBM mengandung lima komponen komunikasi (Daryanto, 2011:5), diantaranya adalah pendidik sebagai komunikator, adanya bahan pembelajaran sebagai informasi yang akan disampaikan, penggunaan media dalam pembelajaran sebagai sarana komunikasi, adanya peserta didik sebagai komunikan, dan adanya tujuan pembelajaran sebagai pedoman evaluasi hasil belajar. Kesemua ini adalah penyebab yang bisa mengakibatkan rendahnya kemampuan pemahaman konsep peserta didik. Masalah yang timbul dalam PBM pada mata pelajaran ekonomi di kelas XII IPS MAN 3 Cianjur yaitu rendahnya kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang tercermin dalam hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi, rendahnya kemampuan pemahaman konsep diakibatkan oleh pemahaman peserta didik yang kurang terhadap materi pelajaran ekonomi. Pemahaman peserta didik yang rendah dapat diakibatkan oleh proses belajar mengajar yang kurang baik. Tinggi rendahnya kemampuan pemahaman konsep peserta didik dapat dilihat dari hasil belajar melalui nilai ulangan tengah semester (UTS) berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM). 199 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 188 - 209 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Standar KKM yang berlaku di Kelas XII IPS MAN 3 Cianjur yaitu sebesar 70, standar ini ditetapkan untuk memotivasi peserta didik dalam keseriusan belajar. Namun penerapan standar ini belum berhasil untuk memacu peningkatan hasil belajar peserta didik, terlihat dari hasil belajar peserta didik terutama kelas XII IPS-1, XII IPS-2, dan XII IPS-3 yang rata-ratanya masih dibawah KKM seperti tampak pada tabel 1.1 berikui ini. Tabel 1. Nilai UTS Mata Pelajaran Ekonomi Sangat Kualifikasi Baik Cukup Kurang Jumlah baik 2 5 4 18 29 XII IPS- Jumlah 1 Persentase 7% 17% 14% 62% 100% 2 27 29 XII IPS - Jumlah 2 Persentase 0% 0% 7% 93% 100% 2 0 28 30 XII IPS - Jumlah 3 Persentase 0% 6% 0% 94% 100% Sumber : Data diolah dari Daftar Nilai Kelas XII IPS MAN 3 Cianjur, 2022. Keterangan: Sangat baik Cukup : Memiliki nilai 90 – 100. Baik : Memiliki nilai 80 – 89. : Memikili Nilai 70 – 79. Kurang : Memiliki nilai < 69. Tabel 1 menunjukkan bahwa hanya ada dua peserta didik pada kelas XII IPS -1 yang mendapat nilai dengan kategori sangat baik. Untuk kelas XII IPS -1 peserta didik yang mendapat nilai dengan kategori baik 17%, peserta didik mendapat nilai dengan kategori cukup 14%, dan peserta didik mendapat nilai dengan kategori kurang 62%. Jelas terlihat bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas XII IPS -1 mata pelajaran ekonomi masih tergolong rendah. Pada kelas XII IPS -2 tidak ada peserta didik yang mendapat nilai dengan kategori sangat baik bahkan lebih banyak peserta didik yang mendapat nilai dengan kategori kurang, yaitu 7% peserta didik mendapat nilai dengan kategori cukup, dan 93% peserta didik mendapatkan nilai dengan kategori kurang. Pada kelas XII IPS -3 juga tidak terdapat peserta didik yang mendapat nilai dengan kategori sangat baik. Sebanyak 94% peserta didik mendapat nilai dengan kategori kurang dan sebanyak 6% peserta didik mendapat nilai dengan kategori baik. Tabel 2. Nilai UTS Berdasarkan KKM Siswa Yang Berada Siswa Yang Berada Diatas Kelas Dibawah KKM KKM 18 11 XII IPS -1 × 100% = 62% × 100% = 38% 29 29 27 2 XII IPS -2 × 100% = 93% × 100% = 7% 29 29 28 2 XII IPS -3 × 100% = 94% × 100% = 6% 30 30 Sumber : Data diolah dari Daftar Nilai Kelas XII IPS MAN 3 Cianjur, 2022. Pada tabel 2 peserta didik dengan hasil belajar dibawah KKM untuk kelas XII IPS 1 mencapai 60% dan persentase hasil belajara diatas KKM sebanyak 40%. Sedangkan 200 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 188 - 209 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 pada kelas XII IPS -2 dan XII IPS -3, persentase hasil belajar peserta didik dibawah KKM lebih besar dari kelas XII IPS -1 yaitu 94% hampir semua peserta didik mendapat nilai di bawah KKM dan hanya 6% peserta didik yang mendapat nilai diatas KKM. Keadaan ini menunjukan bahwa masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi Kelas XII IPS MAN 3 Cianjur. Data hasil belajar pada table 1.1 dan table 1.2 mendukung hasil observasi yang dilakukan dalam mata pelajaran ekonomi Kelas XII IPS MAN 3 Cianjur yang menunjukan kondisi dalam PBM yang terjadi diantaranya adalah media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran masih bersifat konvensional yaitu berupa buku pelajaran, grafik dan gambar, peserta didik kesulitan memahami pelajaran. Permasalahan tersebut, memerlukan upaya kongkrit untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep melalui hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran ekonomi Kelas XII IPS MAN 3 Cianjur. Upaya tersebut tersebut adalah penggunaan media pembelajara berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sehingga dapat membangun PBM yang lebih baik karena PBM merupakan kegiatan komunikasi untuk penyampaian pesan antara pendidik dan peserta didik. Komunikasi yang terjadi dalam PMB akan lebih baik jika menggunakan media pembelajaran berbasis TIK karena manfaat media dalam pembelajaran satu diantaranya adalah mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan tenaga sehingga memfokuskan perhatian, minat, pikiran, dan perasaan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran dan meningkatnya motivasi belajar dan kemampuan pemahaman konsep menjadi lebih baik. Berkaitan dengan manfaat media pembelajaran, Sudjana dan Rivai (Rusman et al, 2011:62) menjelaskan bahwa media pembelajaran akan membuat pembelajaran lebih menarik perhatian peserta didik, selain itu penggunaan media pembelajaran dapat mempermudah pendidik dalam membuat metode pembelajaran lebih bervariasi. Sudjana dan Rivai (Rusman et al, 2011:62) juga menjelaskan bahwa media pembelajaran akan mempermudah pendidik dalam memperjelas bahan pembelajaran dengan mengaktivkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sehingga tujuan pembelajaran yang semula dirumuskan mampu dicapai oleh peserta didik dengan hasil belajar yang lebih baik. Penelitian yang berkaitan dengan media pembelajaran berbasis TIK tentunya bukan hal baru pada saat ini. Penelitian yang dilakukan Tolani-Brown, N et al (2009:6) tentang analisis penelitian dan dampak dari TIK dalam pendidikan dalam konteks negara berkembang menjelaskan bahwa “…research shows that many stakeholders and decision makers in developing countries are driven by their intuition, that the modernization of the learning environment with computers and other ICT they believe that they will improve teaching and learning happens in the classroom…”. Penelitian ini menunjukkan bahwa banyak pemangku kepentingan dan pengambil keputusan di negara berkembang percaya bahwa modernisasi lingkungan belajar dengan komputer dan ICT akan meningkatkan pengajaran dan pembelajaran yang terjadi di dalam kelas. Dengan adanya keyakinan seperti ini dari para pengambil keputusan disebuah negara, maka tindak lanjut yang baik adalah disediakannya sarana dan prasarana pendidikan berbasis TIK untuk mendukung PBM dilembaga pendidikan. 201 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 188 - 209 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Hartono (2011:134) dalam penelitiannya tentang pengaruh penggunaan multimedia interaktif terhadap pemahaman konsep peserta didik menyatakan bahwa multimedia interaktif berpengaruh lebih tinggi dalam meningkatkan pemahaman konsep daripada penggunaan media grafis. Hasil belajar dalam bentuk kemampuan pemahaman konsep merupakan output dari PBM baik itu menggunakan media pembelajara berbasis TIK ataupun tidak. Arif, S. S, et al (2011:100) memberikan arahan untuk pengembangan media pembelajaran. Pertama, pendidik harus menganalisis kebutuhan dan karakterisitk peserta didik dalam mengembangkan media pembelajaran. Kedua, pendidik harus merumuskan tujuan intruksional dan operasional dengan jelas. Ketiga, pendidik harus merumuskan materimateri yang terperinci dan sesuai dengan tujuan belajar. Keempat, pendidik harus merancang alat untuk mengukur keberhasilan belajar peserta didik. Kelima, pendidik harus menulis naskah untuk media pembelajaran. Keenam, setelah semua telah terlaksanan maka media yang dirancang harus dites dan direvisi. METODOLOGI Bentuk penelitian yang dilakukan berupa penelitian tindalkan kelas (PTK) kolaboratif. Menurut Arikunto (2008) PTK adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupasebuah tindakan yang sengaja dilakukan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. PTK merupakan betuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan tertentu agar dapat memperbaiki praktik pembelajaran di kelas secara proposional sehungga dapat memecahkan permasalahan dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di kelas XII IPS 1, 2, 3 MAN 3 Cianjur pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan mulai tanggal 1 Agustus s.d 28 Agustus 2022 yang menggunakan kurikulum 2013. Instrumen pengumpulan data; (1) Lembar pengamatan berupa lembar pengamatan terfokus, yaitu pengamatan yang secara khusus diarahkan pada aktivitas guru atau siswa dalam proses pembelajaran (Sokarno, 2009). Pada lembar pengamatan terdapat kolom-kolom yang berisiskan indikator pengamatan, deskriptor keterlaksanaan indikator (dilaksanakan atau tidak) dan hasil pengamatan; (2) Tes hasil belajar ekonomi dari hasil belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar ekonomi guna menentukan ketuntasan hasil belajar dan keberhasilan tindakan. Tes diberikan pada ulangan harian 1 dan ulangan harian 2. Kreteria peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukan dengan ketercapaian nilai KKM tersebut didasarkan pada pendapat Suharsimi Arikunto (2012), Nampak pada Tabel 3. Tabel 3. Kriteria Keberhasilan Pemahaman Konsep Siswa Persentase Keberhasilan Interpretasi 81 – 100 Sangat Baik 61 – 80 Baik 41 – 60 Cukup 21 – 40 Kurang 202 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 188 - 209 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Persentase Keberhasilan Interpretasi < 21 Sangat Kurang Sumber : Arikunto, 2012:281 HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PTK ini dilakukan pada siswa di 3 kelas XII IPS yang mengikuti pelajaran ekonomi materi siklus penyesuaian akuntansi perusahaan dagang. Subjeknya adalah siswa kelas XII IPS 1, XII IPS 2 dan XII IPS 3 pada MAN Tanggeung tahun pelajaran 2022/2023 sebanyak 88 orang siswa yang terdiri dari 50 siswa perempuan dan 38 siswa laki-laki. Hal yang mendorong dilakukannya penelitian tindakan ini adalah masih rendahnya ratarata nila UTS siswa pada pelajaran ekonomi sebagai indikator rendahnya pemahaman konsep siswa. Untuk meningatkan pemahaman konsep siswa sekaligus meningkatkan hasil belajarnya, maka sebagai solusinya digunakan media pembelajaran berbasis TIK dalam pelajaran ekonomi. Hal tersebut didasarkan pada berbagai hasil penelitian sebelumnya yang menunjukan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis TIK dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Pengaruh penerapan metode pembelajaran Exampel Non-examples yang didukung dengan media pembelajaran berbasis TIK berupa penggunaan multimedia presentasi Microsoft office powerpoint di kelas XII IPS tersebut dapat terlihat dari hasil evaluasi pembelajaran, berupa perbandingan hasil ulangan harian 1 yang dilakukan sebelum penerapan media pembelajaran berbasis TIK dan hasil ulangan 2 yang dilakukan setelah penggunaan media pembelajaran berbasis TIK. Hasil Ulangan Harian 1 Berikut merupakan rata-rata nilai hasil ulangan harian 1 siswa kelas XII IPS pada pelajaran ekonomi setelah mengikuti proses KBM, sebelum menggunakan media pembelajaran berbasis TIK tampak pada tabel 4. Tabel 4. Nilai Ulangan Harian 1 Mata Pelajaran Ekonomi Sangat Kualifikasi Baik Cukup Kurang Jumlah baik 4 7 4 14 29 XII IPS- Jumlah 1 Persentase 14% 24% 14% 48% 100% 3 5 8 13 29 XII IPS - Jumlah 2 Persentase 10% 17% 28% 45% 100% 2 4 6 18 30 XII IPS - Jumlah 3 Persentase 7% 13% 20% 60% 100% Jumlah 9 16 18 45 88 Total Persentase 10% 18% 20% 52% 100% Sumber : Data diolah dari Daftar Nilai Kelas XII IPS MAN Tanggeung, 2022. Keterangan: Sangat baik Cukup : Memiliki nilai 90 – 100. : Memikili Nilai 70 – 79. 203 | Progressive of Cognitive and Ability Baik : Memiliki nilai 80 – 89. Kurang : Memiliki nilai < 69. Hal. 188 - 209 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Tabel 4 menunjukkan nilai hasil ulangan harian 1, dimana terdapat 14% peserta didik pada kelas XII IPS -1 yang mendapat nilai dengan kategori sangat baik, peserta didik yang mendapat nilai dengan kategori baik 24%, peserta didik mendapat nilai dengan kategori cukup 14%, dan peserta didik mendapat nilai dengan kategori kurang 48%. Jelas terlihat bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas XII IPS -1 mata pelajaran ekonomi berdasarkan pada kriteria dari Arikunto (2012) masih tergolong cukup, karena hanya sebagian peserta didik yang telah mencapai nilai KKM. Pada kelas XII IPS -2 menunjukkan 10% peserta didik mendapat nilai dengan kategori sangat baik, peserta didik yang mendapat nilai dengan kategori baik 17%, peserta didik mendapat nilai dengan kategori cukup 28%, dan peserta didik mendapat nilai dengan kategori kurang 60%. Jelas terlihat bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas XII IPS -2 mata pelajaran ekonomi masih tergolong kriteria cukup, karena lebih dari sebagian peserta didik yang telah mencapai nilai KKM. Pada kelas XII IPS -3 menunjukkan hanya 7% peserta didik mendapat nilai dengan kategori sangat baik, peserta didik yang mendapat nilai dengan kategori baik 13%, peserta didik mendapat nilai dengan kategori cukup 20%, dan peserta didik mendapat nilai dengan kategori kurang 60%. Jelas terlihat bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas XII IPS -3 mata pelajaran ekonomi masih tergolong kriteria kurang, karena kurang dari setengahnya yaitu 40% peserta didik yang telah mencapai nilai KKM. Secara total atau keseluruhan Tabel 1.4 menunjukkan nilai hasil ulangan harian 1, dimana terdapat 10% peserta didik pada kelas XII IPS yang mendapat nilai dengan kategori sangat baik, peserta didik yang mendapat nilai dengan kategori baik 18%, peserta didik mendapat nilai dengan kategori cukup 20%, dan peserta didik mendapat nilai dengan kategori kurang 52%. Jelas terlihat bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas XII IPS mata pelajaran ekonomi masih tergolong cukup, karena hanya sebagian peserta didik serata 48% yang telah mencapai nilai KKM. Hal tersebut lebih jelasnya nampak pada Tabel 5. Tabel 5. Nilai Ulangan harian 1 Berdasarkan KKM Siswa Yang Berada Diatas Siswa Yang Berada Kelas KKM Dibawah KKM 15 14 XII IPS -1 × 100% = 52% × 100% = 48% 29 29 16 13 XII IPS -2 × 100% = 55% × 100% = 45% 29 29 12 18 XII IPS -3 × 100% = 40% × 100% = 60% 30 30 43 45 Total × 100% = 49% × 100% = 51% 88 88 Sumber : Data diolah dari Daftar Nilai Kelas XII IPS MAN Tanggeung, 2022. Pada tabel 5 peserta didik dengan hasil belajar dibawah KKM untuk kelas XII IPS -1 mencapai 48% dan persentase hasil belajara diatas KKM sebanyak 52%. Di kelas XII IPS-2 peserta didik yang mencapai 55% dan persentase hasil belajara dibawah KKM 204 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 188 - 209 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 sebanyak 45%. Sedangkan pada kelas XII IPS-3 peserta didik yang mencapai KKM hanya 40% dan persentase hasil belajara dibawah KKM sebanyak 60%. Secara total dapat diketahui hanya 49% peserta didik yang hasil ulangannya diatas KKM dan sebagian lagi 51% masih berada dibawah KKM. Hasil Ulangan Harian 2 Berikut merupakan rata-rata nilai hasil ulangan harian 2 siswa kelas XII IPS pada pelajaran ekonomi setelah mengikuti proses KBM yang didukung dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK tampak pada tabel 6. Tabel 6. Nilai Ulangan Harian 2 Mata Pelajaran Ekonomi Sangat Kualifikasi Baik Cukup Kurang Jumlah baik 8 10 7 4 29 XII IPS- Jumlah 1 Persentase 28% 34% 24% 14% 100% 12 8 6 3 29 XII IPS - Jumlah 2 Persentase 41% 28% 21% 10% 100% 7 13 8 2 30 XII IPS - Jumlah 3 Persentase 23% 43% 27% 7% 100% Jumlah 27 31 21 9 88 Total Persentase 31% 35% 24% 10% 100% Sumber : Data diolah dari Daftar Nilai Kelas XII IPS MAN Tanggeung, 2022. Keterangan: Sangat baik Cukup : Memiliki nilai 90 – 100. : Memikili Nilai 70 – 79. Baik : Memiliki nilai 80 – 89. Kurang : Memiliki nilai < 69. Tabel 6 menunjukkan nilai hasil ulangan harian 2, dimana terdapat 28% peserta didik pada kelas XII IPS -1 yang mendapat nilai dengan kategori sangat baik, peserta didik yang mendapat nilai dengan kategori baik 34%, peserta didik mendapat nilai dengan kategori cukup 24%, dan peserta didik mendapat nilai dengan kategori kurang hanya 14%. Jelas terlihat bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas XII IPS -1 mata pelajaran ekonomi berdasarkan pada kriteria sangat baik, karena 96% peserta didik yang telah mencapai nilai KKM. Pada kelas XII IPS -2 menunjukkan 41% peserta didik mendapat nilai dengan kategori sangat baik, peserta didik yang mendapat nilai dengan kategori baik 28%, peserta didik mendapat nilai dengan kategori cukup 21%, dan peserta didik mendapat nilai dengan kategori kurang hanya 10%. Jelas terlihat bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas XII IPS -2 mata pelajaran ekonomi masih tergolong kriteria sangat baik dengan 90% peserta didik yang telah mencapai nilai KKM. Pada kelas XII IPS -3 menunjukkan hanya 23% peserta didik mendapat nilai dengan kategori sangat baik, peserta didik yang mendapat nilai dengan kategori baik 43%, peserta didik mendapat nilai dengan kategori cukup 27%, dan peserta didik mendapat nilai dengan kategori kurang hanya 7%. Jelas terlihat bahwa rata-rata hasil 205 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 188 - 209 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 belajar peserta didik kelas XII IPS -3 mata pelajaran ekonomi masih tergolong kriteria sangat baik dengan 93% peserta didik yang telah mencapai nilai KKM. Secara total Tabel 1.6 menunjukkan nilai hasil ulangan harian 2 yang telah menggunakan media pembelajaran berbasisi TIK dalam KBM, dimana terdapat 31% peserta didik pada kelas XII IPS yang mendapat nilai dengan kategori sangat baik, peserta didik yang mendapat nilai dengan kategori baik 35%, peserta didik mendapat nilai dengan kategori cukup 24%, dan peserta didik mendapat nilai dengan kategori kurang hanya 10%. Jelas terlihat bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas XII IPS mata pelajaran ekonomi menunjukan adanya peningkatan dengan 90% peserta didik yang telah mencapai nilai KKM. Hal tersebut lebih jelasnya nampak pada Tabel 7. Tabel 7. Nilai Ulangan harian 2 Berdasarkan KKM Siswa Yang Berada Diatas Siswa Yang Berada Kelas KKM Dibawah KKM 4 25 XII IPS -1 × 100% = 14% × 100% = 86% 29 29 26 3 XII IPS -2 × 100% = 90% × 100% = 10% 29 29 28 2 XII IPS -3 × 100% = 93% × 100% = 7% 30 30 79 9 Total × 100% = 90% × 100% = 10% 88 88 Sumber : Data diolah dari Daftar Nilai Kelas XII IPS MAN Tanggeung, 2022. Pada table 7 menunjukan hasil ulangan peserta didik dengan hasil belajar dibawah KKM untuk kelas XII IPS -1 hanya 14% dan persentase hasil belajara diatas KKM sebanyak 86%. Di kelas XII IPS-2 peserta didik yang diatas KKM 90% dan persentase hasil belajar dibawah KKM hanya 10%. Sedangkan pada kelas XII IPS-3 peserta didik yang diatas KKM mencapai 93% dan persentase hasil belajara dibawah KKM hanya 7%. Secara total dapat diketahui 90% peserta didik yang hasil ulangannya diatas KKM dan hanya 10% masih berada dibawah KKM. PEMBAHASAN Perbedaan Tingkat Pemahaman Konsep Siswa Sebelum dan Sesudah Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis TIK Dari hasil penelitian diatas nampak jelas terdapat perbedaan hasil pemahaman konsep siswa antara sebelum proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis TIK yang masih menggunakan media pebelajaran konvensional berupa buku pelajaran dan LKS dengan setelah proses pembelajaran atau tindakan yang menggunakan media pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya perbedaan hasil evaluasi belajar siswa dalam bentuk hasil ulangan harian 1 dan hasil ulangan 2. Berikut rekapitulasi perbedaan antara hasil ulangan harian 1 dan hasil ulangan harian 2 siswa XII IPS pada pelajaran ekonomi materi siklus penyesuaian akuntansi perusahaan dagang yang ditunjukan oleh Tabel 8. 206 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 188 - 209 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Tabel 8. Rekapitulasi Perbedaan Nilai Ulangan Harian 1 dan Ulangan Harian 2 Berdasarkan KKM Ulangan Harian Siswa Yang Berada Diatas KKM Siswa Yang Berada Dibawah KKM 1 (sebelum 43 45 penggunaan × 100% = 49% × 100% = 51% 88 88 media pembelajaran berbasis TIK) 2 (setelah 79 9 penggunaan × 100% = 90% × 100% = 10% 88 88 media pembelajaran berbasis TIK) Perubahan Bertambah 41% (90% - 49%) Berkurang 41% (51% - 10%) Berdasarkan data yang ditunjukan pada Tabel 1.8 diatas menunjukan adanya perbedaan antara hasil ulangan harian 1 dan hasil ulangan harian 2. Hal tersebut menunjukan adanya pengaruh positif dari penggunaan media pembelajaran berbasis TIK terhadap tingkat pemahaman konsep siswa di kelas XII IPS pada pelajaran ekonomi. Hal tersebut ditunjukan oleh berkurangnya prosentase siswa yang berada dibawah KKM dari asalnya sebelum menggunakan media pembelajaran berbasis TIK sebanyak 51% dan setelah menggunakan media pembelajaran berbasis TIK menjadi hanya 10%, sehingga siswa yang berada dibawah KKM mengalami penurunan sebesar 41%. Untuk siswa yang berada diatas KKM prosentasenya mengalami peningkatan, dimana sebelum menggunakan media pembelajaran berbasis TIK hanya 49% dan setelah menggunakan media pembelajaran berbasis TIK menjadi 90%, sehingga siswa yang berada diatas KKM meningkat sebesar 41%. Dengan demikian hipotesis pertama dapat diterima, karena jelas dapat dibuktikan bahwa terdapat perbedaan tingkat pemahaman konsep siswa antara sebelum menggunakan media pembelajaran berbasis TIK dan sesudah menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis TIK terhadap Tingkat Pemahaman Konsep Siswa Media yang akan digunakan dalam KBM hendaklah media yang dapat mendukung KBM agar menjadi lebih efektif dan efisien. Seyogyanya penggunaan media pembelajaran berbasis TIK berpengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa. Dari Tabel 1.8 dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan tingkat pemahaman konsep siswa antara sebelum dan setelah penggunaan media pembelajaran berbasis TIK. Perbedaan tersebut merupakan pengaruh positif dari penggunaan media pembelajaran berbasis TIK terhadap tingkat pemahaman konsep siswa berupa peningkatan tingkat pemahaman konsep sebesar 90% dengan kategori sangat baik. Sedangkan bila dibandingkan tingkat efektifitas penggunaan media 207 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 188 - 209 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 pembelajaran terhadap pemahaman konsep siswa antara penggunaan media pembelajaran konvensional (menggunakan buku pegangan guru dan siswa) sebesar 49% dengan media pembelajaran berbasis TIK (menggunakan program Ms. Office) 90%, maka penggunaan medi pembelajaran berbasis TIK lebih efektif sebesar 41% daripada media pembelajaran konvensional dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Pemanfaatan media dalam menunjang KBM oleh Kemp dan Dayton (Azhar, A, 2011:21-23) menunjukkan pengaruh positif penggunaan media dalam KBM. Pengaruh positif tersebut menyatakan bahwa pelajaran yang disampaikan lebih baku, membuat KBM lebih menarik, KBM yang melibatkan pendidik, peserta didik, dan bahan ajar menjadi lebih interaktif, waktu yang dibutuhkan dalam KBM lebih cepat ketika menggunakan media, kualitas hasil belajar dapat meningkat ketika rancangan media tepat, KBM dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, media dapat meningkatkan sikap positif peserta didik terhadap bahan ajar dan KBM, dan pengaruh positif terakhir adalah peran pendidik akan lebih variatif. Dengan demikian hipotesis kedua bahwa Media pembelajaran berbasis TIK berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar dalam konteks pemahaman konsep peserta didik dapat diterima. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya diatas, setelah dilakukan tindakan berupa penggunaan media pembelajaran berbasis TIK pada pelajaran ekonomi untuk mengatasi rendahnya tingkat pemahaman konsep siswa dapat dibuat beberapa kesimpulan sebagai berikut : a. Terdapat perbedaan tingkat pemahaman konsep siswa antara sebelum menggunakan media pembelajaran berbasis TIK dan sesudah menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. b. Media pembelajaran berbasis TIK berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar dan pemahaman konsep peserta didik. c. Tingkat efektifitas penggunaan media yang menggunakan media pembelajaran berbasis TIK lebih efektif dibanding penggunaan media pembelajaran konvensional dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. d. Penggunaan media pembelajaran berbasis TIK membuat KBM lebih menarik, bahan ajar menjadi lebih interaktif, waktu yang dibutuhkan dalam KBM lebih cepat ketika menggunakan media, kualitas hasil belajar dapat meningkat ketika rancangan media tepat, KBM dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, media dapat meningkatkan sikap positif peserta didik terhadap bahan ajar dan KBM, dan peran pendidik akan lebih variatif. e. Media pembelajaran berbasis TIK merupakan sarana penunjang pembelajaran. Berdasarkan pertimbangan akan kemudahan merancang dan kemudahan menggunakan maka media berbasisi TIK dalam bentuk media presentasi microsoft powerpoint dapat menjadi pilihan bagi pendidik. Media ini adalah media yang sederhana dan fasilitas yang ada didalamnya sama dengan fasilitas yang dapat digunakan dalam media lainnya seperti multimedia interaktif tetapi microsoft powerpoint lebih cocok untuk presentasi. 208 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 188 - 209 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. (2012). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Edisi dua. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, S. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bumi Aksara. Jakarta. Daryanto. (2008). Evaluasi Pendidikan (Cetakan ke-5). Jakarta: Rineka Cipta. Hartono. (2011). Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Terhadap Pemahaman Konsep Kegunungapian (Vulkanis). Tesis SPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan. Kokom Komalasari. (2010). Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi.Bandung: Refika Adetama. Lili Chairunisyah. (2011). Pengaruh Penggunaan Media Gambar (visual) Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Sejarah. Tesis SPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan. Lili Halimah. (2006). Penggunaan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Dalam Mata Pelajaran Kewarganegaraan. Tesis SPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan. Mukhtar dan Iskandar. (2011). Desain Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Cetakan ke-2). Jakarta: Garung Persada Pers. Mwalongo, A. (2011). “Teachers' Perceptions About ICTFor Teaching, Professional Development, Administration and Personal Use”. International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology (IJEDICT). 7, (3), 36-49. Rusman, Deni, K. dan Cepi, R. (2011). Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers. Sankey, M.D. Birch, D. Gardiner, M.W. (2011). “The Impact Of Multiple Representations Using Multimedia On Learning Outcomes Acorss Learning Styles And Modal Preferences”. International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology (IJEDICT). 7, (3), 18-35. St Aisya Haulussy. (2011). Pengaruh Pemanfaatan Media Langsung dengan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar dalam Pembelajaran Sejarah. Tesis SPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan. Sudijono, A.( 2009). Pengantar Ststistik Pendidikan. Rajawali Pers, Jakarta. Sudjana, N.( 2010). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Remaja Rosdakarya, Bandung. Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Administrasi (Cetakan ke-16). Bandung: Alfabeta. Suyanto. (1997). Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas.Dikti Depdikbud. Yogyakarta. Syahrial. (2007). Penggunaan Media Animasi Komputer Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Pembelajaran Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit. Tesis SPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan. 209 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 188 - 209