JIGZI Jurnal Ilmu Gizi Indonesia ISSN: 2746-2560 Vol 4. No 1 . Hubungan Pengetahuan Gizi dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Sepak Bola di SSB Ganesha Putra FC Purwodadi Ulfatus Sa'adah. Angga Hardiansyah. Darmuin Darmuin Program Studi S1 Gizi. Universitas Islam Negeri Walisongo. Semarang. Indonesia Jl. Prof. Dr. Hamka . Ngaliyan. Semarang 50185 E-mail: anggahardiansyah@walisongo. ABSTRACT Football athletes need good physical fitness. Fulfillment of macronutrient intake and knowledge of nutrients is important to consider in helping to increase the level of physical fitness of athletes. The study used a cross sectional design with a sample of 39 athletes. Macronutrient intake was obtained from the 3x24 hour recall intake interview, nutrition knowledge data was obtained from filling out the questionnaire questions, physical fitness data was obtained from the VO2 max test, the Multistage Fitness Test. Data analysis used Bivariate Gamma test analysis in the Statistical Package for the Social Science program. The majority of carbohydrate intake is less . 4%), adequate protein intake . 3%), low fat intake . 7%), moderate nutritional knowledge . 3%) and moderate physical fitness . 8%). Then the Bivariate test analysis showed that carbohydrate intake . = 0. had a relationship with physical fitness level because the p value <0. 05, while protein intake . = . , fat intake . = 0. , and nutritional knowledge . = 0. has no relationship with the level of physical fitness. Carbohydrate intake can affect the level of physical fitness of athletes, so it is necessary to provide adequate intake of other nutrients to improve athlete fitness. Keywords: Macro nutrition intake, nutrition knowledge, physical fitness PENDAHULUAN Sepak kebugaran jasmani atlet adalah asupan gizi 69,8%. Faktor karenanya bermain sepak bola termasuk mempengaruhi performa atau kebugaran jenis olahraga dengan pergerakan yang jasmani atlet antara lain cepat dan berjalan lama, sehingga akan kelamin, status gizi, gen, dan aktifitas fisik. banyak menghabiskan energi dan stamina Kombinasi antara latihan dan asupan gizi tubuh (Bryantara, 2016:. Pemenuhan mempengaruhi performa atau kebugaran asupan zat gizi makro sangat diperlukan jasmani atlet sebesar 72,5% (Penggalih untuk pembentukan kebugaran khususnya dkk, 2017: . usia, jenis untuk kekuatan otot dan kardiorespirasi Hasil penelitian Bagustila, dkk (Dwiyana, dkk, 2017:. Penelitian dari . pada sebuah klub sepak bola Penggalih, dkk . menyatakan Jember United FC didapatkan hasil bahwa JIGZI Jurnal Ilmu Gizi Indonesia ISSN: 2746-2560 Vol 4. No 1 . ada hubungan tingkat konsumsi energi, bisa jadi menyebabkan gangguan dalam protein, lemak, dan karbohidrat dengan kesehatan tubuh maupun kebugaran tubuh tingkat kebugaran jasmani atlet sepak bola. seseorang (Santoso, 2016:. Penelitian Pembinaan suatu cabang olahraga Muthmainnah, dkk . tertentu seperti halnya sekolah sepak bola atlet sepak bola remaja di SSB Harbi Kota (SSB) Samarinda mendapatkan hasil bahwa ada hubungan antara asupan karbohirat dan umumnya, untuk mengembangkan prestasi protein dengan kebugaran jasmani, tetapi diperlukan pembinaan secara tidak ada hubungan antara asupan lemak dengan kebugaran jasmani (Muthmainnah, dimulai sejak usia muda. Pembinaan yang dkk, 2019:. Pengaturan asupan zat gizi atlet penting untuk dilakukan, sehingga harus pengetahuan di dalam gizi olahraga selain dibuat dan diberikan kepada atlet sesuai latihan yang sesuai maka asupan zat gizi untuk menunjang kebugaran juga perlu kepedulian akan pengaturan asupan gizi dijelaskan dan diajarkan, sehingga tujuan atlet masih kurang, sehingga harus adanya utama yaitu meraih prestasi bisa terwujud pemahaman dan kesadaran dari atlet dengan baik (Nugroho, 2013:. Oleh lingkungan, semuanya harus mendukung mengembangkan prestasi tersebut maka akan hal itu (Kemenkes RI, 2014:. peneliti merasa tertarik untuk meneliti Peningkatan tentang pembinaan di cabang olahraga dan tindakan, harus saling bergabung sepak bola yaitu pada sekolah sepak bola membentuk kebiasaan makan yang baik (SSB) Ganesha Putra FC di Purwodadi dan benar. Tingkat pengetahuan gizi atlet Kabupaten Grobogan. SSB Ganesha Putra mempengaruhi sikap dan tindakan dalam FC adalah salah satu dari 27 SSB di memilih-milih makanan yang juga akan Kabupaten Grobogan dan sudah sering mempengaruhi pada kebiasaan makan dan mengkuti ajang kejuaraan sepak bola. keadaan tubuh atlet tersebut. Pengetahuan Berdasarkan paparan diatas peneliti ingin meneliti hubungan pengetahuan gizi pemahaman yang tidak tepat mengenai dan asupan zat gizi makro dengan tingkat peran gizi dari beberapaa jenis makanan JIGZI Jurnal Ilmu Gizi Indonesia ISSN: 2746-2560 Vol 4. No 1 . kebugaran jasmani atlet sepak bola di SSB data kebugaran jasmani diperoleh dari tes Ganesha Putra FC Purwodadi. VO2 Maks metode Multistage Fitness Test. Analisis data yang pertama yaitu analisis univariat dilakukan untuk mengetahui data deskriptif dari setiap variabel dependen METODE PENELITIAN Penelitian Selanjutnya kuantitatif dengan menggunakan desain hubungan antara dua variabel. Uji yang cross sectional. Penelitian dilakukan di digunakan pada penelitian ini adalah SSB Ganesha Putra FC Purwodadi pada korelasi uji Gamma. bulan Agustus-Desember 2021. Populasi HASIL PENELITIAN pada penelitian ini adalah seluruh atlet sepak bola usia 15-18 tahun berjumlah 39 Sampel inklusi yaitu atlet sepak bola yang aktif di SSB Ganesha Putra Purwodadi, laki-laki, mengonsumsi suplemen ataupun vitamin tablet satu minggu sebelum penelitian dilakukan, tidak mengonsumsi obat-obatan modern maupun tradisional satu minggu sebelum penelitian dilakukan, bersedia mengikuti penelitian dan prosedur yang telah disetujui. Kemudian memiliki kriteria eksklusi yaitu mengalami sakit dan cidera Pengambilan data asupan zat gizi makro dari food recall 3x24 jam yaitu satu hari pada hari libur, satu hari saat latihan, dan satu hari tanpa latihan. Kemudian data pengetahuan gizi diambil dari pengisian kuesioner pertanyaan sejumlah 20 soal dan Gambaran Umum Sekolah sepak bola (SSB) Ganesha Putra FC di Purwodadi Grobogan merupakan salah satu SSB yang sangat terkenal di Kabupaten Grobogan yang didirikan oleh coach Mintono pada tanggal 29 Juli 2011. Awal mulanya SSB Ganesha Putra FC yaitu dari sebuah Klub Ganesha Putra FC Purwodadi didirikan pada tahun 1990 oleh coach Mintono. Sekolah sepak bola (SSB) Ganesha Putra FC Purwodadi berlokasi di stadion Krida Bakti Purwodadi, alamat sekretariat jl. Parang Garuda. RT 02. RW 08 Kalongan. Jadwal latihan atlet SSB adalah pada hari senin, rabu, dan jumAoat anak-anak sedangkan untuk hari selasa, kamis, dan sabtu untuk atlet dewasa, dengan jumlah pelatih yaitu empat orang pelatih yang terdiri dari coach Mintono, coach Nur Cahyo, coach Heri Widiyanto, dan coach JIGZI Jurnal Ilmu Gizi Indonesia ISSN: 2746-2560 Vol 4. No 1 . Yoga Arif Wahyu Utomo. Sebaran atlet SSB Ganesha Putra FC terhitung 145 atlet Lebih Total Deskripsi Hasil Asupan Protein dikategorikan sesuai kelompok usia (KU) Wawancara mulai dari anak-anak, remaja, dan dewasa. mendapatkan hasil bahwa mayoritas atlet memiliki asupan protein cukup 51,3% dan Deskripsi Hasil Asupan Energi Klasifikasi asupan energi dibagi menjadi tiga kategori yaitu kurang, cukup, dan terkecil yaitu asupan lebih 7,7%. Berikut adalah tabel data asupan protein atlet. Hasil dari wawancara asupan recall 3x24 jam mendapatkan hasil bahwa asupan 43,6% terkecil yaitu lebih 25,6%. Frekuensi responden berdasarkan asupan energi dapat dilihat pada tabel 1 sebagai berikut. Tabel 1. Data asupan energi Asupan Energi Kurang Cukup Lebih Total Tabel 3. Data asupan protein Asupan Protein Kurang Cukup Lebih Total Deskripsi Hasil Asupan Lemak Wawancara yang dilakukan kepada atlet Deskripsi Hasil Asupan Karbohidrat 48,7% dan terkecil asupan lebih 7,7%. Asupan selama tiga kali recall mendapatkan hasil bahwa mayoritas asupan lemak kurang Berikut tabel 4 adalah frekuensi data dari aupan lemak atlet. Wawancara tersebut mendapatkan hasil mayoritas asupan karbbohidrat kurang 56,4% dan terkecil yaitu asupan 2,6%. Frekuensi berdasarkan asupan Tabel 4. Data asupan lemak Asupan Lemak Kurang Cukup Lebih Total dilihat pada tabel 2 sebagai berikut. Tabel 2. Data asupan karbohidrat Asupan Karbohidrat Kurang Cukup Deskripsi Hasil Pengetahuan Gizi Hasil dari kuesinoer mendapatkan bahwa mayoritas atlet memiliki pengetahuan gizi sedang 51,3% dan terkecil yaitu atlet JIGZI Jurnal Ilmu Gizi Indonesia ISSN: 2746-2560 Vol 4. No 1 . dengan pengetahuan gizi baik. Frekuensi nilai p 0,200 . >0,. dengan kata lain hasil dapat dilihat pada tabel 5. tidak ada hubungan antara asupan energi Tabel 5. Data pengetahuan gizi Pengetahuan Gizi Kurang Sedang Baik Total Deskripsi Hasil Kebugaran Jasmani dengan tingkat kebugaran jasmani. Nilai korelasi . sebesar 0,273 menunjukkan bahwa kekuatan korelasi sangat lemah. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel 7. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Tabel 7. Hubungan asupan energi dengan tingkat kebugaran jasmani Variabel jasmani sedang 53,8% dan terkecil yaitu Asupan atlet memiliki kebugaran jasmani sangat Energi kurang 20,5%, dengan kata lain tidak ada atlet yang memiliki kebugaran jasmani Tingkat baik, baik sekali, dan istimewa. Frekuensi Kebugaran kebugaran dapat dilihat pada tabel 6. Jasmani 0,273 0,200 Tabel 6. Data tingkat kebugaran jasmani Pengetahuan Gizi Sangat Kurang Sedang Baik Baik sekali Istimewa Total Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Uji Asupan Energi Tingkat Kebugaran Jasmani Dari analisis Uji Gamma untuk mengetahui hubungan asupan energi dengan tingkat kebugaran jasmani menunjukkan bahwa varibel asupan zat gizi makro yaitu karbohidrat, protein dan lemak dengan tingkat kebugaran jasmani atlet. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara Hubungan adalah uji kebugaran jasmani, akan tetapi tidak ada hubungan antara asupan protein dan lemak dengan tingkat kebugaran jasmani, seperti dilihat pada tabel 8 berikut ini. JIGZI Jurnal Ilmu Gizi Indonesia ISSN: 2746-2560 Vol 4. No 1 . Tabel 8. Hubungan asupan zat gizi makro dengan tingkat kebugaran Variabel Asupan 0,544 0,024 Kebutuhan energi atlet didapatkan dari perhitungan 0,419 menurut usia, berat badan, basal metabolic 0,084 rate. SDA, frekuensi aktivitas, dan durasi Protein Asupan energi . ,8%), dan 10 atlet kelebihan asupan energi . ,6%). Kebanyakan atlet Karbohidrat Asupan . ,6%), kemudian 12 atlet cukup asupan 0,386 latihan dalam satu minggu (Kemenkes RI, 0,072 2014:. Gambaran asupan energi pada Lemak mayoritas kurang, hal ini bisa disebabkan Hubungan Pengetahuan Gizi dengan karena pola makan sebagian atlet yang Tingkat Kebugaran Jasmani tidak teratur dilihat dari wawancara recall Hasil yang didapatkan adalah nilai p 0,107 3x24 jam. Beberapa atlet lebih sering . >0,. yang artinya tidak ada hubungan makan pokok dua kali sehari dan jarang yang bermakna antara pengetahuan gizi mengonsumsi cemilan. dengan tingkat kebugaran jasmani dan nilai Data kekuatan korelasi . sebesar 0,346 dengan dilihat bahwa sejumlah 22 atlet kekurangan kata lain kekuatan korelasinya sangat karbohidrat . ,4%), 16 atlet cukup asupan lemah, seperti yang di sajikan pada tabel 9. ,0%), dan 1 atlet kelebihan Tabel 9. Hubungan pengetahuan gizi dengan tingkat kebugaran jasmani Variabel Gizi dengan . ,6%). Pengetahuan Tingkat Pada didapatkan bahwa mayoritas atlet lebih 0,273 0,200 sering jajan dari luar rumah dari pada Kebugaran mengonsumsi makanan dari rumah, dan Jasmani atlet lebih banyak makan lauk yang bersumber protein dari pada nasi atau PEMBAHASAN berpendapat bahwa atlet harus mengurangi responden tersebut maka diperoleh hasil nasi atau sejenisnya yang bersumber bahwa 17 atlet kurang asupan energi Berdasarkan JIGZI Jurnal Ilmu Gizi Indonesia ISSN: 2746-2560 Vol 4. No 1 . badannya, mungkin hal tersebut yang dapat meningkatkan berat badan dan akan menyebabkan asupan karbohidrat tidak tercukupi dengan maksimal. Asupan protein didapatkan dari penyebab dari mayoritas atlet kekurangan wawancara asupan recall 3x24 jam tanpa asupan lemak. Akan tetapi, ada sebagian latihan, saat latihan, dan pada hari libur. kecil atlet lebih suka makanan atau jajanan Berdasarkan hasil yang di peroleh, asupan yang digoreng. protein atlet mayoritas cukup yaitu 20 atlet Data pengetahuan gizi diperoleh . ,3%), selanjutnya 16 atlet . ,0%) kekurangan asupan protein, dan 3 atlet mengenai seputar gizi olahraga kebugaran, . ,7%) kelebihan protein. Hasil tersebut asupan zat gizi makro, dan atlet sepak bola. Pertanyaan berjumlah 20 soal yang sudah mayoritas cukup, dari wawancara sebagian di tes validitas dan realibilitas kepada 35 besar atlet lebih banyak mengonsumsi atlet yang bukan responden. Uji validitas produk protein hewani setiap harinya untuk mengukur sejauh mana relevansi seperti, ayam goreng, telur rebus, telur pertanyaan terhadap apa yang ditanyakan ayam kampung mentah, bakso, pepes ikan, sosis, kebab daging dan lain-lain. Pengambilan data asupan lemak Untuk korelan dari tiap item atau butir soal yang diperoleh harus membandingkan dengan recall 3x24 jam sebanyak tiga kali yaitu angka tabel korelasi nilai r. Sedangkan uji pada saat latihan, tanpa latihan, dan hari realibilitas untuk mengukur sejauh mana Hasil yang didapatkan adalah 19 atlet suatu alat pengukur dapat dipercaya atau kekurangan asupan lemak . ,7%), 17 atlet diandalkan untuk digunakan koefisien cukup asupan lemak . ,6%), dan 3 atlet . ,7%). Berdasarkan hasil data mayoritas atlet Berdasarkan data yang diambil mayoritas memiliki pengetahuan gizi sedang. Hal atlet memiliki asupan lemak yang kurang. tersebut kemungkinan disebabkan karena Pada atlet sudah pernah di ajarkan asupan didapatkan hasil bahwa beberapa atlet makan yang baik dan bergizi dari pelatih- pelatihnya, walaupun hanya garis besarnya (Yohanna, saja yang dijelaskan oleh pelatih, akan makanan yang mengandung lemak tinggi tetapi masih ada dari sebagian atlet yang JIGZI Jurnal Ilmu Gizi Indonesia ISSN: 2746-2560 Vol 4. No 1 . belum bisa menjalankan bahkan tidak bertanding atau latihan (Afandy, dkk, mengerti bagaimana pengaturan asupan 2018:. yang bergizi untuk kebugaran atlet. Uji Data kebugaran jasmani diperoleh asupan energi dan tingkat kebugaran dari pengambilan uji VO2 maks metode tes jasmani menggunakan uji korelasi Gamma Multistage fitness dengan atlet lari bolak balik sesuai irama nada dan setiap irama memiliki level . dan shuttle hubungan antara asupan energi dengan . , tes ini mempunyai jarak 20 tingkat kebugaran jasmani atlet dengan Hasil yang didapatkan dari metode diketahui nilai p = 0,200 . >0,. , dan tes tersebut adalah 8 atlet memiliki VO2 nilai korelasinya lemah r = 0,273. Tidak maks sangat kurang . ,5%), kemudian 10 ada hubungan asupan energi dengan atlet VO2 maks kurang . ,6%), dan 21 tingkat kebugaran jasmani pada penelitian atlet memiliki VO2 maks sedang . ,8%). ini adalah dapat dikarenakan dari faktor Kebugaran lain yang dapat mempengaruhi tingkat diketahui dari indikator VO2 maks yaitu kebugaran yaitu usia, status gizi, jenis kelamin, kadar hemoglobin dan latihan liter/menit/kilogram berat badan. Sampel fisik secara teratur dan tepat. Faktor fisik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dapat meningkatkan kebugaran jasmani termasuk daya tahan kardiorespirasi sangat maksimal dipengaruhi dari latihan fisik penting karena sepak bola merupakan salah yang menyebabkan suplai oksigen ke otot cabang olahraga yang dominan kemampuan tubuh melakukan olahraga kardiorespirasi meskipun komponen lain lebih lama (Khusmalinda dan Zulaekah, juga terlibat (Ciptadi, 2013:. Komponen 2017:. Uji korelasi gamma pada variabel dengan kesehatan dan merupakah salah asupan zat gizi makro yaitu pada asupan karbohidrat dengan tingkat jasmani dapat dilihat pada tabel 8 yang sirkulasi individu atlet dalam penyediaan mendapatkan nilai p = 0,024 . <0,. oksigen untuk kerja otot pada saat atlet Nilai p tersebut mengartikan bahwa ada JIGZI Jurnal Ilmu Gizi Indonesia ISSN: 2746-2560 Vol 4. No 1 . dengan tingkat kebugaran jasmani atlet. jump, kecepatan seperti lari jarak pendek Adanya hubungan karena memang asupan dan ketahanan seperti jogging bersama karbohidrat mempunyai peran penting didalam tubuh atlet. Kabohidrat memiliki paginya juga olahraga mandiri dengan dikarenakan karbohidrat adalah sumber Mayoritas meregangkan otot mereka. energi yang utama. Apabila dihubungkan Uji Gamma dengan akrivitas olahraga, maka kebutuhan pengetahuan gizi mendapatkan hasil bahwa asupan karbohidrat meningkat dikarenakan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi dengan tingkat kebugaran meningkat saat beraktivitas durasi lama jasmani, dengan nilai p = 0,107 . >0,. (Utoro dan Fillah, 2016:. Berbeda dan nilai korelasi hubungan r = 0,346 yang artinya korelasinya sedang. Tidak adanya hubungan antara pengetahuan gizi dengan hubungan dengan tingkat kebugara jasmani Tidak adanya hubungan antara bukanlah hubungan sebab akibat yang langsung dalam menentukan kebugaran kebugaran jasmani dapat disebabkan faktor jasmani atlet, masih ada beberapa faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini lain yang dapat mempengaruhi kebugaran seperti faktor aktivitas fisik, faktor genetik atlet seperti latihan fisik yang baik, yang mempengaruhi . apasitas jantung keturunan, usia, dan asupan makan. Akan paru, hemoglobin dan serat oto. , serta semua komponen jalur transport oksigen kebiasaan dalam pemilihan makanan, yang pada akhirnya akan berpengaruh kepada kebugaran (Hastuti dan Siti, 2019:. kebugaran jasmani atlet (Hafizhatunnisa. Aktivitas fisik atlet sebagai responden pada penelitian ini sudah cukup baik yaitu dilihat pada saat latihan kekuatan seperti semakin baik pula keadaan gizinya. Akan angkat beban dengan terlebih dahulu tetapi, pengetahuan gizi yang dimiliki melakukan push up, pull up, dan squat VO2 Semakin JIGZI Jurnal Ilmu Gizi Indonesia ISSN: 2746-2560 Vol 4. No 1 . Bryantara. Faktor Berhubungan Dengan Kebugaran asupan gizi yang benar dan diperlukan Jasmani tubuh tetapi belum bisa mengaplikasikan Sepakbola. Epidemiologi. Vol 4. No. kehidupan tubuh sehari-harinya (Florence. Ciptadi. Status Kebugaran 2017:. (VO2 Mak. Jurnal Atlet Berkala Jamani dan Keterampilan Bermain Sepak Bola Siswa SSB Gama Usia KESIMPULAN 13-14 tahun. Skripsi. Yogyakarta: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan Mayoritas responden asupan karbohidrat Dwiyana. Parlin, dkk. Gambaran Tingkat Kecukupan Asupan Energi, kurang, protein cukup, lemak kurang. Zat Gizi Makro, dan Zat Gizi Mikro pengetahuan gizi sedang, dan tingkat Berdasarkan Tingkat Kekuatan Otot kebugaran jasmani sedang pada Atlet Taekwondo di Sekolah Asupan karbohidrat mendapatkan hasil Atlet Tahun 2015. Jakarta Selatan: Jurnal karbohidrat dengan tingkat kebugaran Ilmiah Kesehatan. No. Vol. 1, hal. jasmani atlet sepak bola di SSB Ganesha Putra FC Purwodadi UNY. Hal. Jakarta Selatan Florence. Agnes Grace. Hubungan Asupan protein, asupan lemak. Ragunan, bahwa tidak ada hubungan dengan tingkat kebugaran jasmani atlet sepak bola di SSB Pengetahuan Pola Konsumsi dengan Status Gizi pada Mahasiswa TPB Sekolah Bisnis dan Manajemen Ganesha Putra FC Purwodadi Gizi Institut Teknologi Bandung. Bandung: Tugas Akhir Program Studi Teknologi Pangan DAFTAR PUSTAKA