Studi Kasus Aplikasi Pemetaan Objek Wisata dan Pencarian Jalur Terpendek Berbasis Web-Gis Menggunakan Algoritma Djikstra di Kota Subulussalam Saniati Solin. Mhd. Zulfansyuri Siambaton. Tasliyah Haramaini Fakultas Teknik. Teknik Informatika. Universitas Islam Sumatera Utara. Medan. Indonesia INFORMASI ARTIKEL Diterima Redaksi: 15 Maret 2022 Revisi Akhir: 23 Maret 2022 Diterbitkan Online: 10 April 2022 KATA KUNCI Smartphone. Google Maps API. Pariwisata. Rute. Kota Subulussalam A B S T R A K Pariwisata merupakan aspek yang berharga bagi suatu daerah, dan semakin banyak pengunjung maka dapat memajukan kesejahteraan masyarakat disekitar objek Kota Subulussalam memiliki banyak objek pariwisata, penggunaan teknologi informasi seperti menggunakan aplikasi smartphone dapat digunakan untuk membantu wisatawan untuk mengenal daerah pariwisata dan mengetahui rute menuju ke objek yang di inginkan. Aplikasi pemetaan objek wisata berbasis WebGis didaerah kota subulussalam yang bertujuan untuk membangun aplikasi wisata kota subulussalam berbasis Web-Gis dan menerapkan layanan google Maps API untuk memudahkan wisatawan dalam memperoleh informasi pemetaan lokasi objek wisata. Rute dan fasilitas pendukung wisata yang ada diKota Subulussalam. KORESPONDENSI Phone: 62 857-6345-9379 E-mail: saniatisolin5@gmail. PENDAHULUAN Potensi sumber daya alam yang dimiliki kota subulussalam yang berada di aceh singkil dan sebagian besar dimanfaatkan untuk pertanian. Sistem informasi geografis adalah sistem yang berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi-informasi geografis. Sistem informasi geografis dirancang untuk mengumpulkan menyimpan dan menganalisis objek-objek dan fenomena didalam lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting untuk di analisis. Kesulitan menentukan perancanaan pencarian jalan wisata, karena gambaran daerah wisata tersebut tidak tersedia seperti visualisasi tempat jarak antar daerah wisata serta jalan yang harus dilalui. Oleh karena itu melalui perancangan dan pembuatan sistem informasi geografis pariwisata dapat menampilkan gambaran peta wisata kota subulussalam sehingga lebih menarik dan dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar maupun masyarakat luar. Peta sering kita gunakan untuk mengetahui sebuah tempat atau lokasi. Seiring berkembangnya teknologi informasi, kini peta tidak lagi hanya dalam bentuk media cetak namun telah menjadi sebuah layanan digital atau peta virtual yang dapat kita akses memalui smartphone kita atau laptop. Meskipun peta membantu kita untuk dapat mengetahui lokasi kita berada dan lokasi yang kita tuju namun tidak dapat membantu kita dalam menentukan jalur terpendek. Dalam upaya mewujudkan kemudahan dalam melakukan pencarian jalur terpendek pada aplikasi ini maka diterapkan nya sebuah algortima pencarian jalur terpendek yaitu pada aplikasi ini menggunakan algoritma Djikstra. Dengan memperhitungkan bobot pada setiap sisi, algoritma Djikstra dapat digunakan untuk menentukan jalur terpendek dari suatu titik ke titik akhir. Terdapat cara untuk dapat menentukan jalur terpendek yaitu dengan menginterpretasikan peta kedalam sebuah graf. Dalam graf, terdapat metode yang dapat digunakan untuk menentukan jalur terpendek yaitu algoritma Djikstra. Algoritma yang ditemukan oleh edsger Djikstra ini gunakan dalam graf berarah dimana setiap titik dihubungkan oleh sisi memiliki https://doi. org/10. 56211/helloworld. Attribution-ShareAlike 4. 0 International Some rights reserved SANIATI SOLIN / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 1 NO. EDISI APRIL ISSN 2829-8616 (ONLINE) Dengan memperhitungkan bobot pada setiap sisi, algortima ini efektif dalam menentukan jalur terpendek dari lokasi awal ke lokasi tujuan . TINJAUAN PUSTAKA Pariwisata Pariwisata adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan-tujuan diliuar tempat dimana mereka biasa hidup dan bekerja dan juga kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal disuatu tempat tujuan . Aplikasi Aplikasi adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan kompter langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Biasanya dibandingkan dengan perangkat lunak sistem yang mengintegrasikan sebagai kemampuan komputer, tetapi tidak secara langsung menerapkan kemampuan tersebut untuk mengerjakan suatu tugas yang penguntungkan pengguna . Sistem Informasi Geografis Suatu sistem yang menekankan pada unsur informasi geografis serta mengandung informasi mengenai tempat-tempat yang terletak dipermukaan bumi, pengetahuan mengenai posisi dimana suatu objek terletak di permukaan bumi, dan informasi mengenai keterangan-keterangan . yang terdapat dipermukaan bumi yang posisinya diberikan atau diketahui . Google Maps API Suatu peta yang dapat dilihat dengan mengunakan suatu browser. Kita dapat menambahkan suatu fitur Google Maps dalam Web yang telah kita buat atau pada blog kita yang berbayar maupun gratis sekalipun dengan Google Maps API. Google Maps API adalah suatu library yang berbentuk JavaScript . Algoritma Djikstra Algoritma Djikstra Pencarian rute terpendek termasuk ke dalam materi teori graf. Algoritma yang sangat terkenal untuk menyelesaikan persoalan ini adalah algoritma Djikstra. Algoritma ini ditemukan oleh seorang ilmuwan komputer berkebangsaan Belanda yang bernama Edsger Djikstra. AuDjikstraAy diartikan sebagai Aualgoritma yang digunakan untuk mencari lintasan terpendek pada sebuah graf berarahAy. Contoh penerapan algoritma Djikstra adalah lintasan terpendek yang menghubungkan antara dua kota berlainan tertentu. Cara kerja algoritma Djikstra memakai strategi greedy, di mana pada setiap langkah dipilih sisi dengan bobot terkecil yang menghubungkan sebuah simpul lain yang belum terpilih. Algoritma Djikstra membutuhkan parameter tempat asal, dan tempat tujuan. METODOLOGI Penggunaan jenis penelitian kualitatif bertujuan untuk mengumpulkan data objek wisata di Kota Subulussalam sedangkan penggunaan jenis penelitian kuantitatif berperan dalam pencarian jalur terpendek menuju objek wisata diKota Subulussalam dengan menggunakan algoritma Djikstra. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data peta digital, foto-foto objek lokasi wisata dan data jalan yang diambil dari Google Maps. Representasi Node Adapun Representasi node dibawah dapat diambil dari pemodelan graf sederhana untuk contoh pencarian jalur terpendek dari lokasi objek wisata kolam mata air sarindan (W. menuju pemandian sungai penuntungan nantampukmas (W. https://doi. org/10. 56211/helloworld. Saniati Solin 11 SANIATI SOLIN / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 1 NO. EDISI APRIL ISSN 2829-8616 (ONLINE) Gambar 1. Sampel Graf Tabel 1. Jarak Node belum Terkunjungi Node J21 J22 J23 J20 J19 W15 Pada Tabel 1 Jarak Node belum Terkunjungi, node Ae node yang ada ditetapkan jaraknya menjadi tak terhingga karena belum dapat diketahui node yang akan dikunjungi. Selanjutnya, melakukan pencarian pada node yang sedang aktif terhadap node tetangganya yang memiliki jarak terkecil dan mengisinya ke kolom Priority Queue sebagai antrian Semakin kebawah kolom Priority Queue, maka semakin besar jarak yang dimiliki oleh node tersebut. Tabel 2. Active Node dan Priority Queue Active Node Priority Queue W6(-) J1(W. W6(-) J2(J. W6(-) J6(J. J1(W. J3(J. W6(-) J3(J. 4000 m J1(W. 200 m J21(J. 5300 m J1(W. 200 m J2(J. 2800 m J2(J. 2800 m J6(J. 800 m 12 Saniati Solin https://doi. org/10. 56211/helloworld. SANIATI SOLIN / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 1 NO. EDISI APRIL ISSN 2829-8616 (ONLINE) W6(-) J22(J. J1(W. J21(J. W6(-) J21(J. J1(W. J23(J. W6(-) J23(J. J1(W. J20(J. W6(-) J20(J. J1(W. J20(J. J2(J. J6(J. J3(J. J2(J. J6(J. J3(J. J22(J. J2(J. J6(J. J3(J. J22(J. J21(J. J2(J. J6(J. J3(J. J22(J. J21(J. J23(J. W6(-) J20(J. 6400 m J1(W. 200 m J19(J. 8850 m J2(J. 2800 m J6(J. 800 m J3(J. 1000 m J22(J. 500 m J21(J. 1500 m J23(J. 950 m J20(J. 6250m https://doi. org/10. 56211/helloworld. Saniati Solin 13 SANIATI SOLIN / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 1 NO. EDISI APRIL ISSN 2829-8616 (ONLINE) Keterangan: karena sebelumnya node J20 telah dikunjungi melalui node J23 maka jarak dari path J20 melalui J21 dibandingkan dengan jarak path J20 melalui J23 dan ambil jarak terkecil dari kedua path tersebut dan perbarui active node jika data yang sudah ada di active node bukan merupakan path dengan jarak terkecil. Sedangakn jika data yang sudah ada di active node merupakan path jarak terkecil maka, data active node tidak perlu diperbarui dan hanya mengabaikan path lainnya. Tabel 3. Active Node dan Priority Queue Lanjutan Active Node Priority Queue W6(-) J19(J. W15(J. J1(W. J2(J. J6(J. J3(J. J22(J. J21(J. J23(J. J20(J. W6(-) J1(W. 200 m J2(J. 2800 m J6(J. 800 m J3(J. 1000 m J22(J. 500 m J21(J. 1500 m J23(J. 950 m J20(J. 800 m J19(J. 2600m W6(-) J1(W. 200 m J2(J. 2800 m J6(J. 800 m J3(J. 1000 m J22(J. 500 m J21(J. 1500 m J23(J. 950 m J20(J. 800 m J19(J. 2600m W15(J. 46 m Setelah node tujuan telah dikunjungi atau sampai, dari tabel diatas tepatnya pada kolom active node yang terakhir dilakukan backtracking untuk menemukan path yang jelas dan mengabaikan path Ae path yang tidak ditemukan asalnya. Setelah dilakukan backtracking maka hasil backtracking tadi akan dibalikkan agar sesuai dengan urutan rute. 14 Saniati Solin https://doi. org/10. 56211/helloworld. SANIATI SOLIN / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 1 NO. EDISI APRIL ISSN 2829-8616 (ONLINE) Tabel 4. Backtracking Path Backtracking Path W15(J. J19(J. J20(J. J23(J. J22(J. J3(J. J2(J. J1(W. W6(-) Tabel 5. Reverse Path Reverse Path W6(-) J1(W. J2(J. J3(J. J22(J. J23(J. J20(J. J19(J. W15(J. Jadi, untuk rute terpendek dari lokasi awal kolam mata air sarindan (W. menuju pemandian sungai penuntungan nantampukmas (W. W6 Ae J1 Ae J2 Ae J3 Ae J22 Ae J23 Ae J20 Ae J19 Ae W15 Dengan total jarak sebesar 8. 896 m atau sekitar 8,9 Km. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Halaman User Implementasi halaman user pada gambar 2 merupakan halaman yang pertama kali muncul saat mengakses sistem. Pada halaman ini, user dapat melakukan pencarian rute dengan memilih lokasi awal dan lokasi tujuan yang diinginkan. Apabila lokasi awal dan atau lokasi tujuan tidak dipilih dan dilakukan pencarian, maka akan muncul peringatan AuPilih Lokasi Awal Terlebih DahuluAy atau AuPilih Lokasi Terlebih DahuluAy. Pada halaman ini, tersedia juga tombol login admin, dimana ketika tombol tersebut diklik akan diarahkan ke halaman form login admin. Gambar 2. Implementasi Halaman User Implementasi Form Login Admin Halaman form login admin pada gambar 3 adalah halaman yang muncul ketika tombol login admin diklik pada halaman Pada halaman ini, admin diharuskan menginput data email dan password yang benar untuk dapat masuk ke sistem. https://doi. org/10. 56211/helloworld. Saniati Solin 15 SANIATI SOLIN / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 1 NO. EDISI APRIL ISSN 2829-8616 (ONLINE) Gambar 3. Impementasi Form Login Admin Implementasi Halaman Dashboard Admin Implementasi halaman dashboard admin pada gambar 4 merupakan halaman awal ketika admin berhasil melakukan login. Halaman ini menampilkan peta representasi persebaran node sesuai dengan data node yang telah diinput serta menyediakan fitur info window dari google maps yang dapat menampilkan nama node ketika marker tersebut diklik. Halaman ini juga menampilkan total keseluruhan data berupa total lokasi objek wisata, persimpangan, node, jalan dan path yang telah diinput ke sistem. Gambar 4. Implementasi Halaman Dashboard Admin Implementasi Halaman Lokasi Objek Wisata Implementasi halaman lokasi objek wisata pada gambar 5 adalah halaman yang digunakan untuk menginput, mengedit, menghapus dan menampilkan data lokasi objek wisata dalam bentuk tabel. 16 Saniati Solin https://doi. org/10. 56211/helloworld. SANIATI SOLIN / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 1 NO. EDISI APRIL ISSN 2829-8616 (ONLINE) Gambar 5. Implementasi Halaman Lokasi Objek Wisata KESIMPULAN DAN SARAN Untuk merancang dan membangun aplikasi lokasi pemetaan objek wisata berbasis WEB-GIS, diperlukan koordinat lokasi objek wisata dan persimpangan yang berupa latitude dan longitude, informasi nama jalan serta jarak antar titik node yang membentuk suatu path. Representasi jalan yang terpilih dimulai dari merepresentasikan lokasi objek wisata dan persimpangan sebagai titik Ae titik, memilih sisi ruas jalan yang tepat, mencari jarak jalan, kemudian titik Ae titik dan ruas jalan tersebut dihubungkan menjadi suatu garis sehingga membentuk graf dan diberi keterangan dan dilakukan pemetaan menggunakan layanan peta google maps API. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis sangat-sangat berterimakasih kepada kedua orang tua saya, dan terima kasih kepada Dosen Teknik Informatika Uisu yang telah memberi ilmu dan motivasi kepada penulis dan terima kasih kepada teman-teman angkatan 2017 yang telah memberi motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini untuk meraih gelar sarjana Strata-1 di Universitas Islam Sumatera Utara. DAFTAR PUSTAKA