ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA PT GARUDA METALINDO TBK Merisa Magdalena1. Heriyanto2. Nurfitriani3 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : merisamagdalena@gmail. Keywords: Covid-19,Financial Ratios,CompanyFinancial Performance ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the decline that occurred in the financial performance of PT. Garuda Metalindo Tbk between before the 2019 pandemic and during the 2020 pandemic. Data collection techniques using literature (Library Researc. and quantitative methods. Analysis of the data used in this study is the analysis of financial ratios. Current Ratio. Quick Ratio. Debt To Equity Ratio. Debt To Asset Ratio. Net Profit Margin and Return On Equity. The conclusion from the results of the study is that the Current Ratio. Quick Ratio has decreased in value, the company is less liquid in paying its short-term obligations during the 2020 pandemic. Profitability Ratio Net Profit Margin. Return On Equity decreased in value, the company was less able to earn profits during the 2020 In the solvency ratio. Debt To Equity Ratio. Debt To Asset Ratio decreased in value during the 2020 PENDAHULUAN Pada tanggal 2 Maret pertamakali kasus covid-19 di umumkan di Indonesia. Pemerintah telah melakukan banyak upaya untuk mencegah penyebaran wabah covid-19. Pesatnya penyebaran pandemi covid-19 berdampak pada perekonomian Indonesia. Salah satunya adalah industri otomotif, di mana pandemi covid-19 memaksa produsen otomotif di seluruh dunia untuk menutup fasilitas produksi. Penurunan produksi dan penjualan kendaraan bermotor secara langsung berdampak pada penurunan permintaan komponen kendaraan yang dialami oleh PT. Garuda Metalindo Tbk. PT. Garuda Metalindo Tbk memperkirakan kinerja keuangan perusahaan pada tahun 2020 akan mengalami kerugian, hal ini disebabkan tekanan penurunan penjualan bersih pada semester I-2020. Menurut Direktur BOLT Anthony Wijaya, penjualan bersih selama enam bulan pertama tahun 2020 turun 36,92% . -o-. menjadi Rp 373,9 miliar karena hampir semua produsen otomotif dan komponennya melakukan penurunan produksi. Berdasarkan dari latar belakang, peneliti tertarik untuk melakukan analisis terhadap laporan keuangan untuk mengetahui kinerja keuangan pada PT. Garuda Metalindo Tbk dengan judul AuAnalisis Rasio Keuangan Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Selama Covid-19 Pada PT. Garuda Metalindo TbkAy. Pengertian rasio keuangan menurut Fahmi . : AuRasio keuangan atau Financial Ratio sangat penting gunanya untuk melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan menjadi suatu alat ukur bagi sebuah perusahaan untuk menilai dan menjagakondisi keuangan dalam posisi yang amanAy. Pengertian kinerja keuangan menurut Fahmi . : Aukinerja keuangan adalah gambaran dari pencapaian keberhasilan perusahaan dapat diartikan sebagai hasil yang telah dicapai atas berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Dapat dijelaskan bahwa kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benarAy. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan dapat di nilai melalui analisis terhadap laporan keuangan dengan menggunakan rasio keuangan. Analisis rasio keuangan yang di gunakan peneliti dalam penelitian ini adalah rasio likuiditas (Current Ratio dan Quick Rati. , rasio solvabilitas (Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Rati. ,rasio profitabilitas (Net Profit Margin dan Return On Equit. Dengan menganalisis laporan keungan PT. Garuda Metalindo Tbk selama 1 periode yaitu tahun 2019 sebelum pandemi dan tahun 2020 selama Kerangka Pikir Kerangka pemikiran yang terkait dengan penelitian ini yaitu : Laporan Keuangan PT. Garuda Metalindo Tbk Analisis Rasio Keuangan Rasio Likuiditas Current Ratio (CR) Quick Ratio (QR) Rasio Solvabilitas Debt To Equity Ratio (DER) Debt To Asset Ratio (DAR) Rasio Profitabilitas Net Profit Margin (NPM) Return On Equity (ROE) Selama Pandemi Covid-19 Sebelum Pandemi Covid-19 Hasil Penelitian Gambar 1. Kerangka Pikir (Sumber : Diolah Peneliti, 2. METODE PENELITIAN Metode pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan data Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dengan cara tidak langsung, mengumpulkan data-data berupa laporan keuangan PT. Garuda Metalindo Tbk laporan keuangan perusahaan sebelum pandemi . dan selama pandemi . yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia yaitu melalui w. Adapun rasio yang digunakan ialah sebagai Likuiditas Current Ratio Current Ratio (CR) digunakan untuk mengukur kemampuan aktiva lancar untuk menutupi kewajiban lancar yang dimiliki perusahaan. Current Ratio (CR) didapatkan dengan cara membagi aktiva lancar dengan kewajiban lancar . ewajiban jangka pende. Semakin besar current ratio (CR) maka semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya. Nilai Current Ratio (CR) sebelum dan selama pandemi adalah sebagai berikut: Current Ratio = Aktiva Lancar Hutang Lancar (Sumber : Kasmir, 2. Quick Ratio Quick Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membeyar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih 0ikuid yaitu dengan mengeliminasi Inventories. Semakin besar rasio ini maka semakin baik kondisi keuangan perusahaan tersebut. Nilai Quick Ratio (QR) sebelum dan selama pandemi adalah sebagai Quick Ratio = Aktiva LancarOe Persediaan Hutang Lancar (Sumber : Kasmir, 2. Solvabilitas Debt to Equity ratio Debt To Equity Ratio digunakan untuk melihat seberapa besar hutang perusahaan jika dibandingkan dengan ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan atau para pemegang saham . Rasio DER mewakili rasio leverage atau rasio sovabilitas. Debt to equity ratio didapatkan dengan membandingkan nilai total hutang dengan total modal sendiri. Semakin tinggi angka DER maka diasumsikan perusahaan memiliki resiko yang semakin tinggi terhadap likuiditas perusahaannya, hal tersebut karena tingkat hutang yang semakin tinggi berarti beban bunga semakin besar dan akan mengurangi keuntungan. Nilai debt to equity ratio sebelum dan selama pandemi adalah sebagai berikut : TotalHutang Debt To Equity Ratio = Ekuitas (Sumber : Kasmir, 2. Debt to Asset Ratio Debt to asset ratio diperoleh dari perbandingan total hutang dibagi dengan total aset. Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap leverage, profitabilitas yang meningkat akan meningkatkan laba yang ditahan sehingga mengurangi minat perusahaan untuk melakukan peminjaman dan leverage menurun. Nilai debt to asset ratio yang semakin rendah maka semakin baik karena aman bagi kreditor saat likuidasi. Nilai debt to asset ratio sebelum dan selama pandemi adalah sebagai berikut : Debt To Asset Ratio = Total Hutang Total Aktiva (Sumber : Kasmir, 2. Profitabilitas Net Profit Margin Rasio Net Profit Margin digunakan untuk menunjukan kemampuan perusahaan alam menghasilkan keuntungan bersih. Net Profit Margin dapat diperoleh melalui perbandingan antara laba bersih dengan penjualan. Semakin besar Net Profit Margin berarti semakin efisein perusahaan tersebut mengeluarkan biaya-biaya sehubungan dengan kegiatan operasinya. Nilai Net Profit Margin sebelum dan selama pandemi adalah sebagai berikut: Net Profit Margin = Laba Setelah Pajak Penjualan (Sumber : Kasmir, 2. Return On Equity Rasio return on equity digunakan untuk melihat tingkat efisiensi perusahaan dalam mengelola ekuitasnya untuk menghasilkan laba bersih perusahaan. Rasio ROE dapat diperoleh dengan cara membagi laba setelah pajak dengan rata-rata modal perusahaan. Semakin tinggi angka ROE maka semakin baik kinerja perusahaan dari sisi ekuitasnya. Nilai return on equity (ROE) sebelum dan selama pandemi adalah sebagai berikut : Return On Equity= Laba Setelah Pajak Ekuitas (Sumber : Kasmir, 2. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis Berdasarkan hasil analisis melalui perhitungan rasio keuangan, maka berikut hasil analisis rasio likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas pada PT. Garuda Metalindo Tbk periode tahun 2019 sebelum pandemi dan tahun 2020 selama pandemi : Table 1. Analisis Kinerja Keuangan Dinilai Dari Current Ratio Keterangan Aktiva Lancar Rp 588,364,013,036 Utang Lancar Rp 293,371,404,511 2,01 (Sumber: Diolah Peneliti, 2. 468,643,906,952 291,939,087,063 1,61 Table 2. Analisis Kinerja Keuangan Dinilai Dari Quick Ratio Keterangan Aktiva Lancar Persediaan Rp 588,364,013,036 Rp 377,983,071,715 Rp 468,643,906,952 Rp 312,720,158,801 Aktiva Lancar ( Tanpa Rp 210,380,941,321 Rp 155,923,748,151 Utang Lancar Rp 293,371,404,511 (Sumber: Diolah Peneliti, 2. Rp 291,939,087,063 Table 3. Analisis Kinerja Keuangan Dinilai Dari Debt To Equity Ratio Keterangan Total Utang 504,884,505,918 Rp 419,042,779,063 Ekuitas 761,027,824,707 Rp 700,034,091,362 DER (Sumber: Diolah Peneliti, 2. 0,66 0,59 Table 4. Analisis Kinerja Keuangan Dinilai Dari Debt To Assets Ratio Keterangan Total Utang Rp 504,884,505,918 Rp 419,042,779,063 Total Aktiva Rp 1,265,912,330,625 Rp 1,119,076,870,425 DAR 0,40 0,37 (Sumber: Diolah Peneliti, 2. Table 5. Analisis Kinerja Keuangan Dinilai Dari Net Profit Margin Keterangan Laba Setelah Pajak 51,492,605,525 Penjualan Rp 1,206,818,443,326 NPM (Sumber: Diolah Peneliti, 2. -Rp 57,388,292,245 Rp 788,873,091,221 Tabel 6. Analisis Kinerja Keuangan Dinilai Dari Rasio Return On Equity Keterangan Laba Setelah Pajak 51,492,605,525 -Rp 57,388,292,245 Rp761,027,824,707 Rp700,034,091,362 Ekuitas ROE (Sumber: Diolah Peneliti, 2. Pembahasan Kinerja Keuangan Dinilai dari Current Ratio Berdasarkan hasil analisis Current Ratio tabel 1 nilai CR sebelum pandemi 2019sebesar 2,01 dan CR selama pandemi 2020 sebesar 1,61 sehingga terjadi penurunan Current Ratio sebesar 0,40, yang ditunjukan dengan adanya penurunan dalam akun aktiva lancar sebesar Rp468. 952, turun 20,35% dibandingkan Rp588. 036 pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan piutang usaha neto dari pihak ketiga menjadi Rp 127. 554 dari sebelumnya tahun 2019 Rp 181. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan tahun 2019 dan 2020, nilai hutang lancar Hutang lancar sebesar Rp 291. 063, turun 0,49% dibandingkan Rp 511 per akhir 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh utang usaha yang berkurang drastis dari Rp94. 702 di tahun 2019 menjadi Rp 66. 962 tahun 2020. Kinerja Keuangan Dinilai dari Quick Ratio Berdasarkan hasil analisis Quick Ratio tabel 2 nilai QR sebelum pandemi 2019 sebesar 0,72 dan QR selama pandemi 2020 sebesar 0,53 terjadi penurunan Quick Ratio sebesar 0,18 hal ini disebabkan karena aktiva lancar perusahaan . idak termasuk persediaa. mengalami penurunan dalam akun aktiva lancar sebesar Rp 468. 952, turun 20,35% dibandingkan Rp 588. 036 pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan piutang usaha neto dari pihak ketiga menjadi Rp 127. 554 tahun 2020 dari sebelumnya tahun 2019 Rp 181. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan tahun 2019 dan 2020, nilai hutang lancar Hutang lancar sebesar Rp 291. 063, turun 0,49% dibandingkan Rp 511 per akhir 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh utang usaha yang berkurang drastis dari Rp94. 702 di tahun 2019 menjadi Rp66. 962 di tahun Kinerja Keuangan Dinilai dari Debt To Equity Ratio (DER) Berdasarkan hasil analisis Debt to Equity Ratio tabel 3 nilai DER sebelum pandemi 2019 sebesar 0,66 dan nilai DER selama pandemi sebesar 0,60 sehingga terjadi penurunan Debt to Equity Ratio sebesar 0,06. Menurunnya DER di karenakan total hutang turun sebesar 17,00% dari Rp 504. 918 di tahun 2019 menjadi Rp 419. 063 di tahun 2020. Penyebab turunnya total hutang ini karena per 31 Desember 2020, hutang lancar perusahaan sebesar Rp291. 063, turun 0,49% dibandingkan Rp293. 511 per akhir 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh hutang usaha yang berkurang drastis dari Rp94. 702 di tahun 2019 menjadi Rp66. 962 dan hutang jangka panjang perusahaan per 31 Desember 2020 tercatat sebesar Rp127. 000, turun 39,91% dibandingkan Rp211. 407 per akhir 2019. Penurunan ini disebabkan oleh utang bank jangka panjang yang menurun drastis dari Rp114. 000 di tahun 2019 menjadi Rp9. 000 tahun 2020. Berdasarkan laporan keuangan 2019 dan 2020 jumlah ekuitas perusahaan menurun. Total ekuitas perusahaan per 31 Desember 2020 adalah Rp 700. 362, lebih rendah 8,01% dibandingkan dengan yang tercatat pada tahun sebelumnya tahun 2019 sebesar Rp 761. Penyebab utama penurunan ini adalah penurunan saldo laba yang belum ditentukan Kinerja Keuangan Dinilai dari Debt To Asset Ratio (DAR) Berdasarkan hasil analisis rasio solvabilitas Debt to Asset Ratio tabel 4 nilai DAR sebelum pandemi 2019 sebesar 0,39 dan nilai DAR selama pandemi sebesar 0,37 sehingga terjadi penurunan Debt to Asset Ratio sebesar 0,02. Menurunnya DAR di karenakan total hutang turun sebesar 17,00% dari Rp 504. 918 di tahun 2019 menjadi Rp 419. 063 di Penyebab turunnya total hutang ini karena per 31 Desember 2020, hutang lancar perusahaan sebesar Rp291. 063, turun 0,49% dibandingkan Rp293. 511 per Penurunan ini terutama disebabkan oleh hutang usaha yang berkurang drastis dari Rp94. 702 di tahun 2019 menjadi Rp66. 962 dan hutang jangka panjang perusahaan per 31 Desember 2020 tercatat sebesar Rp127. 000, turun 39,91% dibandingkan Rp211. 407 per akhir 2019. Penurunan ini disebabkan oleh utang bank jangka panjang yang menurun drastis dari Rp114. 000 di tahun 2019 menjadi Rp9. 000 di tahun 2020. Berdasarkan laporan keuangan 2019 dan 2020 total aktiva perusahaan juga mengalami Total aset perusahaan per tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp1. 425, turun 11,60% dibandingkan Rp1. 625 per tanggal 31 Desember 2019. Penyebab menurunannya total aktiva dikarenakan aktiva lancar perusahaan per 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp468. 952, turun 20,35% dibandingkan Rp588. 036 pada tahun sebelumnya tahun 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan piutang usaha neto dari pihak ketiga menjadi Rp127. 554 tahun 2020 dari sebelumnya tahun 2019 sebesar Rp181. Aktiva tidak lancar perusahaan per 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp650. 473, menurun 4,00% dibandingkan Rp677. 589 pada satu tahun sebelumnya tahun 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya aktiva tetap neto dari Rp598. 657 di tahun 2019 menjadi Rp572. 391 di tahun 2020. Kinerja Keuangan Dinilai dari Net Profit Margin (NPM) Berdasarkan hasil analisis rasio profitabilitas Net Profit Margin. Tabel 5 nilai NPM sebelum pandemi 2019 sebesar 0,04 dan NPM selama pandemi 2020 . terjadi penurunan Net Profit Margin sebesar 0,12. Menurunnya NPM karena laba neto menurun yang disebabkan oleh rugi usaha di tahun 2020 perusahaan mencatatkan rugi neto sebesar Rp57. 245 pada tahun 2020 dibandingkan laba neto sebesar Rp51. 525 pada tahun 2019. Di tahun 2020, perusahan membukukan penjualan sebesar Rp788. 221, turun 34,63% dibandingkan Rp1. 326 pada tahun sebelumnya tahun 2019. Penurunan ini disebabkan oleh penjualan lokal yang menurun menjadi Rp739. 079 ditahun 2020 dari Rp1. 397 di tahun 2019. Kinerja Keuangan Dinilai dari Return On Equity (ROE) Berdasarkan hasil analisis profitabilitas Return on Equity tabel 6 nilai ROE sebelum pandemi 2019 sebesar 0,07 dan ROE selama pandemi 2020 sebesar . terdapat penurunan Return on Equity sebesar 0,15. Menurunnya ROE karena turunya nilai laba neto yang disebabkan oleh rugi usaha di tahun 2020 perusahaan mencatatkan rugi neto sebesar Rp57. 245 pada tahun 2020 dibandingkan laba neto sebesar Rp51. 525 pada tahun 2019. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2019 dan tahun 2020 total ekuitas perusahaan per 31 Desember 2020 adalah Rp700. 362, lebih rendah 8,01% dibandingkan Rp761. 707 yang tercatat setahun sebelumnya yaitu tahun 2019. Penyebab utama penurunan ini adalah penurunan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya. Bisa dikatakan perusahaan kurang mampu mengelola modal yang tersedia secara efektif dan efisisen untuk menghasilkan pendapatan selama pandemi 2020. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan sebelum pandemi tahun 2019 dan selama pandemi tahun 2020, maka dapat ditarik kesimpulan dari enam rasio yang digunakan yaitu sebagai berikut: Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan sebelum pandemi tahun 2019 dan selama pandemi tahun 2020 yang telah ditentukan dan dijelaskan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan dari enam rasio yang digunakan yaitu sebagai berikut: Hipotesis pertama di terima, terdapat penurunan pada kinerja keuangan PT. Garuda Metalindo Tbk selama pandemi 2020 yang di tandai dengan turunnya nilai current ratio (CR). Hipotesis kedua di terima, terdapat penurunan pada kinerja keuangan PT. Garuda Metalindo Tbk selama pandemi 2020 yang di tandai dengan turunnya nilai quick ratio (QR). Hipotesis ketiga ditolak, terdapat kenaikan pada kinerja keuangan pada PT. Garuda Metalindo Tbk selama pandemi 2020 yang di tandai dengan turunnya nilai debt to equity ratio (DER). Hipotesis keempat ditolak, terdapat kenaikan pada kinerja keuangan pada PT. Garuda Metalindo Tbk selama pandemi 2020 yang ditandai dengan turunnya nilai debt to asset ratio (DAR). Hipotesis kelima di terima, terdapat penurunan pada kinerja keuangan pada PT. Garuda Metalindo Tbk selama pandemi 2020 yang di tandai dengan turunnya nilai net profit margin (NPM). Hipotesis keenam di terima, terdapat penurunan pada kinerja keuangan pada PT. Garuda Metalindo Tbk selama pandemi 2020 yang di tandai dengan turunnya nilai return on equity (ROE). Saran