JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 13. No. Tahun 2025 https://doi. org/10. 21067/jrma. Faktor-faktor yang Memengaruhi Ketertarikan Mahasiswa akuntansi untuk Bekerja Sebagai Akuntan Publik Ghea Fauziaha1*. Nika Esti Rahayua2. Rosida Ibrahima3. Asri Primasiwia4 Politeknik Negeri Madiun. Indonesia 1 gheafauziah@pnm. *Ghea Fauziah 1 Received: 10 November 2025. Revised: 12 November 20025. Accepted: 21 November 2025 Abstrak Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor penentu ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja menjadi seorang akuntan publik dengan menggunakan konstruksi yang berasal dari Theory of Planned Behavior dan Expectancy Theory, yaitu penghargaan finansial, pelatihan profesional, pertimbangan pasar kerja, dan persepsi mahasiswa. Populasi dalam studi ini mencakup seluruh mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik. Didikarenakaankan banyaknya populasi sangat kecil, studi ini melibatkan semua populasi untuk dijadikan responden dengan jumlah 165 mahasiswa melalui kuesioner dan analisis Partial Least Square menggunakan aplikasi SmartPLS Temuan studi mengatakan bahwa penghargaan finansial, pelatihan profesional, pertimbangan pasar kerja, dan persepsi mahasiswa memengaruhi ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja menjadi akuntan publik. Temuan ini memberikan bukti empiris ditinjau dari pembentukan niat dan perilaku yaitu Theory of Planned Behavior dan pembentukan motivasi dan harapan yaitu Expectancy Theory yang digunakan sebagai sebuah teori untuk menjelaskan pembentuk ketertarikan karir dan menciptakan motivasi untuk bekerja di sektor Kata kunci - penghargaan finansial, pelatihan profesional, pertimbangan pasar kerja, persepsi mahasiswa, akuntan publik. Theory of Planned Behavior. Expectancy Theory Abstract The goal of this research is to examine the elements that influence the interest of accounting students aiming for a career as public accountants, utilizing constructs from the Theory of Planned Behavior and Expectancy Theory, namely financial rewards, professional training, job market considerations, and student perceptionsThe subjects of this study include all students registered in the Public Sector Accounting Study Program. Due to the small population size, this research involves all 165 students as respondents using a questionnaire and Partial Least Square analysis facilitated by the SmartPLS aPnpllication. The study's findings indicate that financial incentives, professional developimaent, job market factors, and student attitudes affect the motivation of accounting students who aspire to become public accountants. These findings provide empirical evidence of the formation of intentions and behaviors, namely the Theory of Planned Behavior and the formation of motivation and expectations, namely Expectancy Theory, which is used as a theory to explain the formation of career interests and create motivation to work in the public sector. Keywords - financial rewards, professional training, job market considerations, student perceptions, public accountant. Theory of Planned Behavior. Expectancy Theory How to Cite : Fauziah. Rahayu. Ibrahim. , & Primasiwi. Faktor-faktor yang Memengaruhi Ketertarikan Mahasiswa akuntansi untuk Bekerja Sebagai Akuntan Publik. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 13. , 295Ae304. https://doi. org/10. 21067/jrma. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 295 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Fauziah. Rahayu. Ibrahimprimasiwi PENDAHULUAN Peranan akuntan publik di sektor bisnis dan pemerintahan sangat krusial dikarenakaan mereka bertindak sebagai pihak independen yang memastikan keakuratan laporan keuangan. Akuntan publik berfungsi dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan masyarakat terhadap data keuangan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tidak banyak Mahasiswa yang ingin untuk bekerja menjadi akuntan publik. Keadaan ini memberikan tantangan untuk memikat perhatian generasi muda untuk memasuki profesi tersebut, terutama di Indonesia. Jumlah Akuntan Publik di Indonesia setiap tahun tidak memperlihatkan peningkatan yang berarti (Devitasari, 2. Berdasarkan IAI, pada tahun 2023 jumlah akuntan terdaftar diperkirakan 464, jumlahnya naik pada tahun 2024 menjadi 1. 598, dan diproyeksikan mencapai 1. 646 pada Walaupun dua tahun terakhir menunjukkan kenaikan yang cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut masih dianggap kecil jika dibandingkan dengan total populasi Indonesia pada tahun 2025 yang diperkirakan sekitar 284. 438,8 juta orang (Badan Pusat Statistik, 2. Dengan kata lain, jumlah akuntan yang terdaftar hanya sekitar 1 untuk setiap 286 ribu orang. Sementara itu, di negara sekitar seperti negara Singapura dan negara Malaysia, di mana perbandingan akuntan publik dengan banyaknya penduduk di Singapura dan adalah 1:5. 000 dan Malaysia adalah 1:20. 000 (Antara, 2. Indonesia masih sangat sedikit perbandingannya. Studi mengenai ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja menjadi akuntan publik sudah banyak dilakukan, namun masih ditemukan beberapa kesenjangan studi. Sebagian besar studi sebelumnya menggunakan responden mahasiswa akuntansi secara umum tanpa membedakan bidang Studi ini tidak sama dikarenakaan berfokus pada mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik yang memiliki orientasi karir dan karakter pembelajaran vokasional. Pemilihan mahasiswa dari Program Studi Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Madiun sebagai subjek studi didasari oleh relevansi serta ciri khas unik yang dimiliki oleh program studi tersebut. Mahasiswa jurusan ini dirancang secara khusus untuk menjadi tenaga ahli di bidang pengelolaan keuangan pemerintah dan lembaga publik, sehingga memiliki orientasi akademis dan keterampilan vokasional yang paling relevan dengan studi tentang ketertarikan berkarir di sektor publik. Politeknik Negeri Madiun sebagai lembaga vokasi juga berkomitmen tinggi terhadap pengembangan kemampuan praktis yang mendukung pengelolaan keuangan negara dan daerah. Perbedaan konteks tersebut berpotensi memengaruhi persepsi Mahasiswa untuk bekerja menjadi akuntan publik, sehingga menjadi celah studi yang perlu dikaji lebih lanjut. Selain itu. Banyak studi sebelumnya hanya menguji penghargaan finansial, pelatihan profesional, dan pertimbangan pasar kerja, tetapi belum banyak yang memasukkan persepsi mahasiswa sebagai variabel independen. Di samping itu. Studi sebelumnya umumnya memanfaatkan analisis regresi linier sederhana atau berganda dan perbedaan hasil empiris antar studi sebelumnya mendorong perlunya pengujian ulang dengan pendekatan analisis Partial Least Squares (SmartPLS) untuk memperoleh hasil yang lebih Penghargaan finansial adalah hal yang didapat sebagai timbal balik sesudah melaksanakan tugasnya atau sebagai bentuk pengakuan yang bersifat finansial. Berdasarkan studi Imaniah & Purba . Syarief et al. , dan Ningsih . menghasilkan bahwa penghargaan finansial memiliki pengaruh positif terhadap ketertarikan mahasiswa akuntansi memilih karir sebagai akuntan publik, namun berbeda dengan studi Luthfitasari & Setyowati . Yanti & Annisa . , dan Wardiningsih . menghasilkan bahwa penghargaan finansial tidak memengaruhi minat mahasiswa akuntansi dalam memilih profesi sebagai akuntan publik. H1: Penghargaan finansial memiliki pengaruh positif terhadap ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja sebagai akuntan publik. Pelatihan profesional merupakan persiapan serta pendidikan yang mana perlu dilalui terlebih Berdasarkan studi yang dilakukan Ariyani & Jaeni . menghasilkan bahwa pelatihan profesional memiliki pengaruh terhadap ketertarikan mahasiswa akuntansi yang memilih bekerja Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 296 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Fauziah. Rahayu. Ibrahimprimasiwi sebagai akuntan publik, tapi hasil studi tersebut tidak sama dengan studi Luthfitasari dan Setyowati . menghasilkan bahwa pelatihan profesional tidak memiliki pengaruh terhadap ketertarikan mahasiswa akuntansi memilih karir sebagai akuntan publik. H2: Pelatihan profesional memiliki pengaruh positif terhadap ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja sebagai akuntan publik. Pertimbangan pasar kerja meliputi ketersediaan kesempatan yaitu akses untuk menemukan lowongan pekerjaan di mana pekerjaan yang mempunyai peluang pasar untuk bekerja lebih tinggi akan lebih disukai (Ariyani & Jaeni, 2. Dari studi Yanti & Annisa . Luthfitasari & Setyowati . , dan Wardiningsih . , menghasilkan bahwa pertimbangan pasar kerja memiliki pengaruh positif terhadap ketertarikan mahasiswa akuntansi memilih karir sebagai akuntan publik, tapi hasil studi tersebut tidak sama dengan yang dilakukan oleh Rofikah . menghasilkan bahwa pertimbangan pasar kerja tidak memiliki pengaruh terhadap ketertarikan mahasiswa akuntansi memilih karir sebagai akuntan publik. H3: Pertimbangan pasar kerja memiliki pengaruh positif terhadap ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja sebagai akuntan publik. Persepsi mahasiswa merupakan pengamatan mengenai peristiwa, objek, atau hubunganhubungan yang didapat melalui penarikan Kesimpulan interpretasi pesan dan informasi (Putri, 2. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Putri . dan Handayani et al. menghasilkan bahwa persepsi mahasiswa memiliki pengaruh positif terhadap ketertarikan mahasiswa akuntansi memilih karir sebagai akuntan publik, tapi berbeda dengan studi Eldad et al. menghasilkan bahwa persepsi mahasiswa tidak memiliki pengaruh terhadap ketertarikan mahasiswa akuntansi memilih karir sebagai akuntan publik. H4: Persepsi mahasiswa memiliki pengaruh positif terhadap ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja sebagai akuntan publik. Studi ini memiliki tujuan untuk menguji pengaruh keempat variabel tersebut pada populasi mahasiswa prodi Akuntansi Sektor Publik. Diharapkan hasilnya mampu mendukung prodi dan pemerintah dalam merumuskan strategi pendidikan dan kebijakan yang lebih efisien untuk menarik kompetensi akuntansi ke dalam sektor publik. METODE Data dalam studi ini diperoleh dari sumber utama yang merupakan data primer yang didapat langsung dari mahasiswa yang mengisi kuesionernya. Cara pengumpulan data dalam studi ini memanfaatkan kuesioner. Kuesioner disebarkan dengan cara daring melalui Google Form. Peneliti memberikan pendampingan langsung saat pengisian agar responden mengerti setiap pertanyaan dan mengisi dengan penuh serta tepat. Populasi dalam studi ini dipilih dari seluruh mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik dikarenakaan fokus studi adalah ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja sebagai akuntan publik. Program ini mempunyai paparan kurikulum, pengalaman praktik, dan orientasi karir yang secara langsung relevan dengan topik, sehingga sampel ini lebih tepat untuk menjawab rumusan masalah dibandingkan mengambil seluruh mahasiswa akuntansi yang bersifat heterogen. Dikarenakaan ukuran populasi yang tergolong kecil, studi ini melibatkan seluruh populasi dengan jumlah responden sebanyak 165 mahasiswa. Berdasarkan Hair et al. , analisis menggunakan Partial Least Squares Ae Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Ada dua fase, yakni Outer Model dan Inner Model. Variabel ketertarikan mahasiswa akuntansi bekerja menjadi akuntan publik diukur dengan menggunakan instrumen dari Putri. , yang mencakup indikator-indikator berikut: . Saya memiliki minat untuk berkarir di dunia akuntansi setelah menyelesaikan pendidikan, . Saya memiliki minat untuk berkarir di dunia akuntansi dikarenakaan menawarkan penghasilan yang tinggi, . Saya berminat bekerja sebagai akuntan publik didikarenakaankan luasnya prospek pekerjaan dalam bidang ini, . Saya ingin bekerja menjadi akuntan publik didikarenakaankan banyak kesempatan, . Saya ingin bekerja menjadi akuntan publik dikarenakaan saya adalah mahasiswa akuntansi, . Saya ingin bekerja menjadi Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 297 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Fauziah. Rahayu. Ibrahimprimasiwi akuntan publik dikarenakaan saya memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan di bidang Penghargaan finansial menggunakan pernyataan kuesioner dari Putri. , yang mencakup indikator-indikator berikut: . Untuk karir, saya memperhatikan pendapatan jangka lama yang baik, . Uang adalah kepentingan paling pertama dalam memilih karir, . Saya mempertimbangkan gaji awal yang besar dalam memilih karir, . Saya berniat mengambil pekerjaan yang memberi saya kesempatan untuk mendapatkan kehidupan yang baik, . Saya tidak suka jika ada tawaran kerja dengan gaji yang tidak bisa menutupi kebutuhan sehari-hari saya, . Saya lebih memilih pekerjaan lainnya yang memiliki gaji lebih tinggi. Variabel penghargaan finansial menggunakan instrumen pernyataan dari Safitri. yang mencakup indikator-indikator berikut: . Saya berfikir, bekerja menjadi akuntan publik menyediakan pelatihan di awal, . Saya berfikir, bekerja menjadi akuntan publik mewajibkan untuk rutin mengikuti pelatihan eksternal guna meningkatkan profesionalisme, . Menurut pendapat saya, profesi akuntan publik perlu menghadiri pelatihan berkala, . Saya berfikir, bekerja menjadi akuntan publik mendapatkan pengalaman kerja yang beragam. Variabel pertimbangan pasar kerja menggunakan instrumen pernyataan dari Putri. , yang mencakup indikator-indikator berikut: . Saya lebih suka pekerjaan dengan peluang yang besar, . Saya lebih suka pekerjaan yang mempunyai kemanan kerja sangat terjamin . idak mudah di PHK), . Saya berfikir profesi akuntan publik adalah pekerjaan yang mudah didapat dan diperoleh, . Saya berpikir bahwa profesi akuntan publik memudahkan untuk memahami peluang kerja yang tersedia, . Saya percaya bahwa profesi akuntan publik memberikan kepastian mengenai keamanan Variabel persepsi mahasiswa menggunakan instrumen pernyataan dari Putri. yang meliputi indikator-indikator berikut: . Saya percaya proses perkuliahan akan mendukung karir dalam akuntansi, . Saya berpendapat bahwa berkarir di akuntansi membutuhkan pelatihan dan pengembangan profesional, . Saya berfikir, menjadi akuntan publik bisa meningkatkan ilmu kita tentang akuntansi, . Saya merasa akuntan publik bisa menjadi konsultan bisnis yang andal, . Saya berpikir untuk menjadi akuntan publik dikarenakaan lingkungan kerja di bidang ini lebih dinamis. Kuesioner disusun dengan skala likert lima poin . Ae. yang meliputi: sangat setuju dengan nilai 5, setuju dengan nilai 4, netral dengan nilai 3, tidak setuju dengan nilai 2, serta sangat tidak setuju dengan PEMBAHASAN Total kuesioner yang didistribusikan kepada responden adalah 165 eksemplar atau 100% dari keseluruhan populasi studi. Dari total tersebut, 141 kuesioner berhasil diterima kembali dan siap untuk dianalisis, sehingga tingkat pengembalian . esponse rat. mencapai 85,45%. Data tersebut memerlihatkan bahwa tingkat partisipasi responden dalam studi sangat memuaskan, dikarenakaan lebih dari 80% kuesioner dapat digunakan untuk analisis. Tabel 1 Demografi Responden Studi Keterangan Jumlah Persentase Kuesioner yangdisebar 165 kuesioner Kuesioner yangkembali dan dapat diolah 141 kuesioner 85,45% Jenis Kelamin: Pria 19 mahasiswa 13,48% Wanita 122 mahasiswa 86,52% Sumber : Data diolah 2025 Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas responden dalam studi merupakan wanita, dengan total Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 298 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Fauziah. Rahayu. Ibrahimprimasiwi 122 orang . ,52%), sedangkan responden pria sebanyak 19 orang . ,48%). Ini menunjukkan bahwa responden studi ini lebih banyak diisi oleh mahasiswa perempuan. Komposisi ini menggambarkan kecenderungan umum dalam akuntansi, di mana jumlah mahasiswa perempuan umumnya lebih banyak dibandingkan laki-laki. Outer Model Outer model mempunyai tujuan untuk melihat seberapa jauh indikator yang digunakan di studi dapat menggambarkan konstruk secara akurat. Menurut Hair et al. , analisis outer model mengandung tiga aspek, yaitu validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas konstruk. Pengujian Validitas Berikut ini disajikan hasil untuk uji convergent validity: Tabel 2 Hasil Uji Convergent Validity Factor Composite Average Variance Variabel Indikator Loading Reliability Extracted (AVE) Penghargaan Finansial (PNFL) PNFL. PNFL. PNFL. PNFL. PNFL. PNFL. Pelatihan Profesional (Pnp. Pertimbangan Pasar Kerja (PNPLK) Persepsi Mahasiswa (PIMA) Ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja sebagai akuntan publik (KMAAP) PNPL. PNPL. PNPL. PNPL. PNPLK. PNPLK. PNPLK. PNPLK. PNPLK. PIMA. PIMA. PIMA. PIMA. PIMA. KMAAP. KMAAP. KMAAP. KMAAP. KMAAP. KMAAP. Sumber : Data diolah 2025 Uji validitas konvergen digunakan guna memastikan bahwa indikator-indikator dalam satu konstruk mampu menjelaskan konstruk tersebut dengan baik. Berdasarkan pedoman Hair et . , validitas konvergen terpenuhi jika nilai factor loading > 0,70 serta nilai AVE > 0,50. Hasil analisis menunjukkan bahwa keseluruan indikator mempunyai nilai factor loading di atas 0,70, dan nilai AVE setiap variabel terletak di atas 0,50 (PNFL = 0,731. PNPL = 0,758. PNPLK = 0,712. PIMA = 0,723. KMAAP = 0,. Dengan demikian, seluruh konstruk dinyatakan memenuhi validitas Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 299 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Fauziah. Rahayu. Ibrahimprimasiwi Tabel 3 Akar Kuadrat AVE Variabel KMAAP PNFL KMAAP (Ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja menjadi akuntan publi. PNFL (Penghargaan Finansia. PIMA (Persepsi Mahasisw. PNPL (Pelatihan Profesiona. PNPLK (Pertimbangan Pasar Kerj. Sumber : Data diolah 2025 PIMA PNPL PNPLK Berdasarkan analisis pada tabel Akar Kuadrat AVE, diketahui bahwa nilainya untuk setiap konstruk lebih besar daripada korelasi antar variabel yang lain. Nilai akar kuadrat AVE untuk variabel ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja menjadi akuntan publik (KMAAP) sebesar 0,828. Penghargaan Finansial (PNFL) sebesar 0,855. Persepsi Mahasiswa (PIMA) sebesar 0,850. Pelatihan Profesional (PNPL) sebesar 0,871, dan Pertimbangan Pasar Kerja (PNPLK) sebesar 0,844. Hasil pengujian menghasilkan bahwa nilai akar AVE . ngka yang secara lurus diagona. lebih tinggi daripada korelasi antar variabel (Hair et al. , 2. , jadi kesimpulannya adalah setiap variabel di studi ini telah memenuhi standar validitas diskriminan. Uji validitas diskriminan juga bisa dilihat dari Nilai Cross Loading. Berikut akan menyajikan tabel cross loadings Tabel 4 Nilai Cross Loading Item KMAAP PNFL PIMA PNPL PNFL. PNFL. PNFL. PNFL. PNFL. PNFL. PNPL. PNPL. PNPL. PNPL. PNPLK. PNPLK. PNPLK. PNPLK. PNPLK. PIMA. PIMA. PIMA. PIMA. PIMA. KMAAP. KMAAP. KMAAP. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 300 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Fauziah. Rahayu. Ibrahimprimasiwi KMAAP. KMAAP. KMAAP. Sumber : Data diolah 2025 Hasil pengujian cross loading menggambarkan bahwa sebagian besar indikator mempunyai nilai loading paling tinggi diantara variabelnya setiap, maka artinya seluruh konstruk dinilai valid secara diskriminan. Pengujian Reliabilitas Uji Reliabilitas dalam studi ini ditunjukkan dengan nilai cronbachAos alpha dan composite Berikut ini merupakan informasi mengenai nilai cronbachAos alpha dan composite reliability. Tabel 5 Composite Reliability dan CronbachAos Alpha Variabel CronbachAos Alpha Composite Reliability KMAAP (Ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja sebagai akuntan publi. PNFL (Penghargaan Finansia. PIMA (Persepsi Mahasisw. PNPL (Pelatihan Profesiona. PNPLK (Pertimbangan Pasar Kerj. Sumber : Data diolah 2025 Seluruh variabel di atas menggambarkan nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability di atas dari angka 0,70, dengan sebagian besar berada di atas 0,90 (Hair et al. , 2. Ini menggambarkan bahwa setiap variabel yang dipakai studi ini telah memiliki tingkat keandalan baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen studi ini konsisten, jadi semua variabel dengan indikatornya masing-masing dapat dipakai dalam studi ini. Berdasarkan hasil dari pengujian validitas dan reliabilitas yang telah terpenuhi, maka indikator dalam instrumen sudah bisa digunakan sebagai pernyataan dalam instrumen studi Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. Uji ini mempunyai dua parameter, yaitu nilai R2 dan hasil uji hipotesis. Nilai R2 Nilai R2 untuk menilai persentase konstruksi dependen yang bisa dijelaskan oleh konstruksi independen. Nilai R2 bisa dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 6 Nilai R2 Konstruk Ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja 0,718 menjadi akuntan publik Sumber : Data diolah 2025 Hasil analisis SmartPLS menunjukkan bahwa R2 untuk variabel ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja menjadi akuntan publik sebesar 0,718. Menurut kriteria Hair et al. , nilai tersebut tergolong dalam kategori kuat . Ini menunjukkan bahwa model studi ini mempunyai kemampuan penjelasan yang tinggi, di mana variabel Penghargaan Finansial. Pelatihan Profesional. Pertimbangan Pasar Kerja, dan Persepsi Mahasiswa dapat menjelaskan sebesar 71,8% variabel ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja menjadi Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 301 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Fauziah. Rahayu. Ibrahimprimasiwi akuntan publik, sementara hasil pengurangan sebesar 28,2% kemungkinan besar dapat dijelaskan dengan variabel lain selain model yang dipakai pada studi ini. Hasil Uji Hipotesis Dalam analisis memakai SmartPLS, pengujian signifikansi dilakukan dengan teknik bootstraPing untuk mendapatkan nilai yang dibutuhkan Tabel 7 CronbachAos Alpha dan Composite Reliability Hipotesis Konstruk Keputusan Original T-statistic P value Sampel PNFL KMAAP 0,402 4,205 0,000 Diterima PIMA KMAAP 0,171 1,688 0,046 Diterima PNPL KMAAP 0,210 2,772 0,003 Diterima KMAAP 0,246 3,602 0,000 Diterima Sumber : Data diolah 2025 Berdasarkan analisis bootstraPnpling yang dilakukan dengan SmartPLS, semua hipotesis (H1AeH. menunjukkan nilai T-statistic > 1,96 dan P-value < 0,05, serta semua nilai beta ( /Original Sampl. bersifat positif, sehingga dinyatakan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja menjadi akuntan publik (KMAAP). Hasil studi ini mengindikasikan bahwa Penghargaan Finansial. Pelatihan Profesional. Pertimbangan Pasar Kerja, dan Persepsi Mahasiswa memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan ketertarikan mahasiswa untuk bekerja menjadi akuntan publik, dan model studi ini memiliki dukungan empiris yang kokoh sesuai dengan kriteria Hair et al. Hasil ini seirama dengan Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1. yang menjelaskan bahwa ketertarikan . individu untuk melakukan suatu tindakan ditentukan oleh sikap terhadap tindakan, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Dalam lingkup studi ini: Penghargaan Finansial (PNFL) berhubungan dengan pandangan terhadap hasil yang diinginkan, di mana imbalan finansial yang menggoda meningkatkan kepercayaan bahwa bekerja menjadi akuntan publik lebih menguntungkan secara ekonomi. Pelatihan Profesional (PNPL) dapat memperkuat perceived behavioral control, dikarenakaan meningkatkan keyakinan mahasiswa atas kemampuan dan kesiapan mereka untuk menekuni profesi akuntan publik. Pertimbangan Pasar Kerja (PNPLK) menggambarkan norma subjektif dan tekanan sosial atau lingkungan, di mana peluang kerja yang luas dan kebutuhan profesi akuntan publik memotivasi mahasiswa untuk menyesuaikan pilihan karirnya. Persepsi Mahasiswa (PIMA) mencerminkan sikap dan pandangan positif terhadap profesi akuntan publik, yang memengaruhi niat untuk berkarir di bidang tersebut. Temuan ini juga konsisten dengan Expectancy Theory (Vroom, 1. yang berfokus pada bagaimana motivasi seseorang terbentuk melalui tiga aspek: . keyakinan bahwa usaha akan membuahkan hasil yang positif . , . keyakinan bahwa hasil yang memuaskan akan memberikan hasil yang diharapkan . , . nilai atau daya tarik hasil itu untuk individu . C Pelatihan Profesional meningkatkan expectancy mahasiswa bahwa usaha mereka akan menghasilkan kemampuan yang memadai untuk bekerja menjadi akuntan publik. C Pertimbangan Pasar Kerja serta Persepsi Mahasiswa mencerminkan instrumentality, yaitu keyakinan bahwa kinerja dan keputusan karir yang tepat akan menghasilkan peluang yang lebih baik. C Penghargaan Finansial menunjukkan valence, dikarenakaan nilai atau daya tarik hasil . menjadi faktor motivasi utama dalam memilih karir tersebut. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 302 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Fauziah. Rahayu. Ibrahimprimasiwi Dengan demikian, studi ini memberikan hasil bahwa ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja menjadi akuntan publik dapat disebabkan motivasional dan psikologis yang dijelaskan oleh Theory of Planned Behavior dan Expectancy Theory. Integrasi dari dua teori ini menjelaskan bahwa niat berkarir bukan hanya dipicu oleh insentif ekonomi, tetapi juga oleh keyakinan, kesiapan, dan juga persepsi positif. Implikasi Studi Temuan studi ini mendukung Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1. dan Expectancy Theory (Vroom, 1. , yang menekankan bahwa ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk berprofesi menjadi akuntan publik disebabkan oleh aspek psikologis dan motivasi. Penghargaan finansial, pelatihan profesional, pertimbangan pasar kerja, dan persepsi mahasiswa terbukti memiliki dampak besar pada minat karir mereka. Secara praktis, hasil studi ini menunjukkan perlunya perguruan tinggi untuk memperkuat pelatihan profesional dan sertifikasi, bagi lembaga profesi agar dapat meningkatkan citra dan peluang karir akuntan publik, serta bagi pemerintah atau dunia kerja untuk menyediakan insentif finansial dan jalur karir yang transparan. Oleh dikarenakaan itu, temuan studi ini bisa menjadi landasan dalam usaha untuk meningkatkan ketertarikan dan kesiapan mahasiswa dalam bekerja menjadi akuntan KESIMPULAN Hasil studi menunjukkan bahwa Penghargaan Finansial. Pelatihan Profesional. Pertimbangan Pasar Kerja, dan Persepsi Mahasiswa memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Ketertarikan Mahasiswa akuntansi untuk bekerja sebagai Akuntan Publik. Temuan ini memperkuat Expectancy Theory (Vroom, 1. dan Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1. , yang menjelaskan bahwa ketertarikan karir terbentuk dari keyakinan, persepsi, dan nilai hasil yang diharapkan. Dengan demikian, ketertarikan mahasiswa bukan hanya disebabkan oleh aspek ekonomi, tetapi juga disebabkan oleh aspek psikologis dan kesiapan dalam berprofesi. Temuan ini secara praktis menekankan perlunya perguruan tinggi untuk memperkuat pelatihan profesional dan sertifikasi, untuk meningkatkan citra dan peluang karir akuntan publik oleh lembaga profesi, serta untuk memberikan insentif finansial dan jalur karir yang jelas oleh pemerintah atau dunia kerja. Hasil studi ini dapat berfungsi sebagai landasan dalam meningkatkan ketertarikan dan persiapan mahasiswa untuk berkarir sebagai akuntan public. Daftar Pustaka