Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 5 No. Desember 2023, 16 - 22 PENDIDIKAN KESEHATAN MENINGKATKAN SIKAP POSITIF LANSIA TERHADAP PENANGGULANGAN GOUT ARTHRITIS HEALTH EDUCATION IMPROVES POSITIVE ATTITUDE OF THE ELDERLY TOWARDS GOUT ARTHRITIS MANAGEMENT Aesthetica Islamy*. Farida. Amita Audilla,Suharyoto. Suciati. Lasman. Nurhidayati STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung *Korespondensi Penulis : tika. aesthetica@gmail. Abstrak Asam urat pada lansia terjadi ketika adanyan gangguan metabolism purin pada tubuh. Maka dari itu pentingnya pendidikan kesehatan diberikan pada lansia agar penderita asam urat tahu, mau, dan mampu mencegah, menangani, dan melakukan pemeliharaan kesehatan terkait penyakit asam urat, sehingga dapat memperbaiki kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung. Penelitian dilakukan dengan metode Pre Experimental Design dengan pendekatan One-Group Pre-post Test Design. Populasi penelitian semua lansia di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung sejumlah 29 orang, sampel diambil dengan teknik total Variabel bebas pendidikan kesehatan tentang penyakit gout arthritis, variabel terikat sikap lansia. Data di analisa data dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis sebelum pendidikan kesehatan sebagian besar responden yaitu sebanyak 22 responden . ,9%) mempunyai sikap negatif, sesudah pendidikan kesehatan hampir seluruh responden yaitu sebanyak 22 responden . ,9%) mempunyai sikap positif. Hasil uji Wilcoxon didapatkan P Value = 0,000 < 0,05, artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung tahun 2022. Pendidikan kesehatan akan memberikan pembelajaran yang menghasilkan suartu perubahan diri yang semula belum diketahui menjadi diketahui, serta memberikan dampak yang positif kepada responden, serta proses komunikasi dan proses perubahan perilaku, sikap masyarakat dalam peningkatan sikap yang mendukung terjadinya perubahan perilaku tersebut. Kegiatan penyuluhan mengenai kesehatan pada lansia sebaiknya rutin dilakukan karena mengingat imunitas dan system tubuh lansia sudah Kata kunci : Pendidikan kesehatan. Sikap. Lansia. Gout Arthritis Abstract Gout in the elderly occurs when there is a disruption in purine metabolism in the body. Therefore, it is important to provide health education to the elderly so that gout sufferers know, are willing and able to prevent, treat and carry out health care related to gout, so that they can improve their quality of life for the better. The aim of the research was to determine the effect of health education on the attitude of the elderly in treating gouty arthritis at Posyandu Sugeh Waras. Bangunmulyo Village. Pakel District. Tulungagung Regency. The research was carried out using the Pre Experimental Design method with a One-Group Pre-post Test Design approach. The research population was all elderly people at Posyandu Sugeh Waras. Bangunmulyo Village. Pakel District. Tulungagung Regency, totaling 29 people, the sample was taken using a total sampling technique. The independent variable is health education about gouty arthritis, the dependent variable is the attitude of the elderly. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results of the research showed that the attitude of the elderly in treating gouty arthritis before health education was that the majority of respondents, namely 22 respondents . 9%) had a negative attitude, after health Submitted Accepted Website : 14 Juli 2023 : 17 Oktober 2023 : jurnal. di | Email : jurnal. pamenang@gmail. Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif . (Aesthetica Islamy, dk. education, almost all respondents, namely 22 respondents . 9%) had a positive attitude. The results of the Wilcoxon test obtained P Value = 0. 000 < 0. 05, meaning that there is an influence of health education on the attitude of the elderly in treating gouty arthritis at Posyandu Sugeh Waras. Bangunmulyo Village. Pakel District. Tulungagung Regency in 2022. Health education will provide learning that produces a change in oneself that previously unknown became known, and had a positive impact on respondents, as well as the communication process and behavior change process, community attitudes in increasing attitudes that supported the behavior change. Educational activities regarding health for the elderly should be carried out regularly because the immunity and body systems of the elderly have decreased. Keywords : Health Education. Attitude. Elderly. Gout Pendahuluan Sejalan dengan proses menua pada individu dapat berpengaruh pada perubahan fisiologis yang tidak hanya berpengaruh terhadap penampilan fisik, namun juga terhadap fungsi dan tanggapannya pada kehidupan sehari-hari. Setiap individu mengalami perubahan-perubahan tersebut secara berbeda, ada yang laju penurunannya cepat dan dramatis, serta ada juga perubahannya lebih tidak bermakna. Individu yang mengalami usia lanjut akan terjadi kemunduran sel-sel karena proses penuaan yang dapat berakibat pada kelemahan organ, kemunduran fisik, timbulnya berbagai macam penyakit seperti peningkatan kadar asam urat (Anwar. , & Yulia, 2. Asam urat atau disebut gout arthritis merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat. Umumnya penyakit asam urat hanya diderita pada usia lanjut, akan tetapi apabila tidak diperhatikan pola kemungkinan, saat remaja atau muda pun akan menderita penyakit ini. Asam urat terjadi ketika kandungan purin pada tubuh diambang batas kewajaran (Sakinah, 2. Berdasarkan World Health Organization, prevalensi gout arthritis di dunia sebanyak 34,2% (WHO, 2. Hasil Riskesdas tahun 2018 tercatat bahwa prevelensi penyakit sendi di Indonesia berdasarkan wawancara diagnosis dokter . 3%). Seiring dengan bertambahnya umur, demikian juga yang diagnosis dokter prevalensi tertinggi pada umur Ou 75 tahun . 9%). Prevalensi berdasarkan umur yang didiagnosis dokter lebih tinggi pada perempuan . 5%) dibanding laki-laki . (RISKESDAS, 2. Prevalensi gout arthritis di Jawa Timur sebesar 17%. Hasil Riskesdas Jawa Timur tahun 2018, proporsi tingkat ketergantungan lansia usia Ou60 tahun berdasarkan penyakit sendi tertinggi pada tingkat ketergantungan mandiri . ,51%). Jumlah kunjungan penderita gout di RSUD Dr. Iskak Tulungagung tahun 2019 mencapai 1245 penderita sedangkan tahun 2020 mengalami peningkatan 21. 04% menjadi 1507 Berdasarkan hasil survei di desa Bangunmulyo dengan melakukan wawancara terhadap 10 orang yang mengalami nyeri pada persendian didapatkan 7 orang . %) memiliki pengetahuan kurang tentang gout arthritis dan sebanyak 3 orang . %) memiliki pengetahuan cukup. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat masih kurang tentang penyakit gout arthritis, sehingga dapat berdampak pada makin tingginya kejadian penyakit gout arthritis di Penyebab tingginya asam urat dalam darah hingga terjadi hiperurisemia ada metabolisme purin bawaan, kelainan pembawa sifat atau gen, kebiasaan pola makan berkadar purin tinggi ( seperti: daging, jeroan, kepiting, kerang, keju, kacang tanah, bayam, bunci. , penyakit seperti: leukemia . anker sel darah puti. , kemoterapi, radioterapi. Peningkatan kadar asam urat dalam darah . disebabkan oleh peningkatan produksi . , penurunan pengeluaran . asam urat melalui ginjal, atau kombinasi keduanya. Jika terjadi peningkatan asam urat serta ditandai linu pada sendi, terasa sakit, nyeri, merah dan bengkak keadaan ini dikenal dengan gout. Gout termasuk penyakit yang dapat dikendalikan walaupun tidak dapat disembuhkan, namun kalau dibiarkan saja kondisi ini dapat berkembang menjadi arthritis yang melumpuhkan (Gustomi. & Wahyuningsih, 2. Penanganan gout arhritis difokuskan pada cara mengontrol nyeri, hal tersebut Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif . (Aesthetica Islamy, dk. merupakan hal yang sering dialami oleh kerusakan sendi, dan meningkatkan atau mempertahankan fungsi kualitas hidup. Penanganan meliputi terapi farmakologis dan non farmakologis, penatalaksanaan nyeri terdiri atas intervensi yang bersifat independen atau nonfarmakologis dan intervensi kolaboratif atau pendekatan secara individu salah satu tindakan nonfarmakologis untuk penderita gout arthritis diantaranya adalah kompres air hangat. Peran perawat dalam menangani penderita gout arthritis yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada penderita seperti cara menangani asam urat yang kambuh, perawat memberikan informasi atau pengetahuan kepada penderita tentang penyebab dan penanganan penurunan skala nyeri gout arthritis (Mulfianda. , & Nidia, 2. Domain perilaku manusia adalah kognitif, afektif . dan konasi, yang dalam bentuk operasionalnya adalah ranah pengetahuan . , sikap . dan tindakan . atau disebut KAP. Pengetahuan adalah hal yang diketahui oleh individu terkait dengan sehat dan sakit atau Misanya . enyebab, cara penularan dan cara pencegaha. , pelayanan kesehatan, kesehatan lingkungan, dan sebagainya (Notoatmodjo. Semakin baik pengetahuan seseorang, maka akan berdampak pada sikapnya, sedangkan semakin baik sikap seseorang maka akan semakin baik pula perilaku kesehatan (Islamy. Aesthetica, 2. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku terbuka dan perilaku tersebut tentunya diawali dari suatu sikap terhadap objek tertentu (Notoatmojo S. , 2. Pengetahuan yang diharapkan disini nantinya dapat membantu masyarakat dalam melakukan pencegahan, pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Hal tersebut juga diharapkan dapat mempengaruhi mempertahankan kualitas hidupnya tanpa adanya gangguan kesehatan seperti asam urat. Pendidikan kesehatan pada hakekatnya adalah membantu agar individu dapat mengambil sikap yang bijaksana terhadap kesehatan dan kualitas hidup mereka, serta yang diharapkan tenaga kesehatan adalah masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup serta menerapkannya dalam kehidupan seharihari. Tujuan dari pendidikan kesehatan tersebut agar penderita asam urat tahu, mau, dan mampu mencegah, menangani, dan melakukan pemeliharaan kesehatan terkait penyakit asam urat, sehingga dapat memperbaiki kualitas hidupnya menjadi lebih baik (Hardinsyah & Supariasa, 2. Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung Metode Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 Maret sampai dengan 28-31 Maret di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung. Desain penelitian Pre Eksperimental Design dengan pendekatan One-Group Pre-post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung sejumlah 29 orang, sampel diambil dengan teknik total sampling sejumlah 29 responden. Variabel independen pendidikan kesehatan tentang penyakit gout arthritis, variabel dependen sikap lansia. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji wilcoxon yang akan menunjukkan ada tidaknya pengaruh pendidikan kesehatan tentang gout arthritis dengan pengetahuan dan sikap lansia tentang gout arthritis di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung tahun 2022. Karena data tersebut dapat dikategorikan dan berskala ordinal maka data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon menggunakan komputer dengan tehnik SPSS (Statistical Product and Service Solution Versi 16 Window. Untuk mengetahui tingkat signifikan antara variabel dalam pengukuran pengaruh yang bermakna dengan tingkat kemaknaan adalah p Ou 0,05 artinya H0 diterima berarti tidak ada pengaruh antara Hasil Karakteristik Responden Tabel 1 Karakteristik Responden Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif . (Aesthetica Islamy, dk. Jenis Kelamin Sikap Frekuensi Persentase Laki-laki Negatif Perempuan Positif Total Status Perkawinan Kawin Janda/Duda Pendidikan SMP SMA Pensiunan PNS Swasta Wiraswasta Tani Tidak Bekerja Pekerjaan Dari total 29 responden seluruhnya . %) berumur 60-74 tahun. Berdasarkan tabel 1 bahwa, sebagian besar responden yaitu 20 responden . %) adalah perempuan, sebagian besar responden yaitu 22 responden . ,9%) berstatus kawin, sebagian besar dari responden yaitu 18 responden . ,1%) berpendidikan SMP, hampir setengah dari responden yaitu 11 responden . ,9%) bekerja sebagai wiraswasta dan hampir setengah dari responden yaitu 9 responden . %) bekerja sebagai petani. Sikap sebelum Intervensi Tabel 2 Distribusi Frekuensi Sikap sebelum Intervensi Sikap Frekuensi Persentase Negatif Positif Total Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis sebelum pendidikan kesehatan di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung, didapatkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 22 responden . ,9%) mempunyai sikap negatif Sikap sesudah Intervensi Tabel 3 Distribusi sesudah Intervensi Frekuensi Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis sesudah pendidikan kesehatan di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung, didapatkan hampir seluruh responden yaitu sebanyak 22 responden . ,9%) mempunyai sikap positif. Perbedaan Sikap sebelum dan Sesudah Intervensi Tabel 4 Perbedaan Sikap sebelum dan Sesudah Diberikan Intervensi Sikap sebelum Intervensi Sikap Sesudah Intervensi Negatif Total Positif Negatif Positif Total P value=0,000 =0,05 Berdasarkan tabel 4 didapatkan 22 orang mempunyai sikap negatif dalam penanganan penyakit goutarthritis, sesudah dilakkan pendidikan kesehatan 15 orang . ,2%) menjadi bersikap positif dan 7 orang . ,8%) tetap bersikap negatif. Terdapat 7 orang yang sebelum pendidikan kesehatan mempunyai sikap positif dalam penanganan penyakit gout arthritis, sesudah pendidikan kesehatan seluruhnya . %) tetap bersikap positif. Uji statistik wilcoxon signed rank diketahui bahwa besarnya p value 0,000. Signifikasi hubungan menggunakan nilai p-value 0,000<0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung Pembahasan Sikap sebelum Intervensi Sebagian besar responden . ,9%) mempunyai sikap negatif. Sikap merupakan konsep yang penting dalam komponen sosio- Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif . (Aesthetica Islamy, dk. psikologis karena merupakan penilaian terhadap suatu objek, kecendrungan seseorang (Notoatmodjo, 2. Sikap merupakan kesiapan untuk bertindak atau dikatakan sebagai predisposisi perilaku. Sikap juga respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek tertentu yang melibatkan pendapat dan emosi (Notoatmodjo, 2. Sikap positif adalah pernyataan sikap yang berisi atau menyatakan hal-hal yang positif mengenai obyek sikap, yaitu kalimatnya bersifat mendukung atau memihak pada obyek sikap (Azwar, 2. Lansia di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung yang memiliki sikap positif dalam penanganan penyakit gout arthritis menunjukkan bahwa lansia memberikan kecenderungan untuk mendukung dan berperan aktif dalam penanganan penyakit gout arthritis. Sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis mencakup kognitif, afektif dan konatif. Gout arthritis merupakan istilah yang dipakai untuk sekelompok gangguan metabolik yang ditandai oleh bengkak dan nyeri yang paling sering di sendi besar jempol kaki. Namun, gout arthritis tidak terbatas pada jempol kaki, dapat juga mempengaruhi sendi lain termasuk kaki, pergelangan kaki, lutut, lengan, pergelangan tangan, siku dan kadang di jaringan lunak dan Sikap seseorang dapat dilatar belakangi oleh pendidikan atau pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung, didapatkan dari total responden sebagian 62,1% berpendidikan SMP. Menurut Wawan A. dan Dewi M . Apa yang telah dan sedang dialami seseorang akan ikut membentuk dan mempengaruhi penghayatan seseorang terhadap stimulus Bagaimana sikap seseorang terhadap obyek sikap akan dipengaruhi oleh bersangkutan dengan obyek sikap tersebut. Responden yang berpendidikan rendah maka akan memiliki dasar pengetahuan untuk bersikap negatif dalam penanganan penyakit gout arthritis. Sikap negatif tersebut dapat ditunjukkan dengan tidak memberikan respon yang baik terhadap penanganan penyakit gout Lansia yang tidak memiliki pendidikan atau pengetahuan yang baik dalam penanganan penyakit gout arthritis hanya akan bingung tanpa bisa melakukan apa-apa terhadap sakit yang dialaminya. Dengan demikian sakit yang dialaminya dapat menjadi semakin parah. Sikap sesudah Intervensi Sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis sesudah pendidikan kesehatan di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung, didapatkan hampir seluruh responden 75,9% mempunyai sikap positif. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu kompetensi yang dimiliki oleh tenaga kesehatan, karena hal tersebut adalah salah satu tugas yang harus dilaksanakan tenaga kesehatan untuk memberikan informasi kesehatan baik kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat agar mampu meningkatkan kemampuan manusia dalam mengambil keputusan untuk kesejahteraan diri dan keluarga (Wawan A. dan Dewi M, 2. Pendidikan kesehatan merupakan usaha atau kegiatan untuk membantu individu, meningkatkan kemampuan perilaku mereka untuk mencapai tingkat kesehatannya secara Konsep pendidikan kesehatan merupakan proses belajar dari tidak tahu menjadi tahu tentang kesehatan, dari tidak mampu menjadi mampu dalam mengatasi masalah kesehatannya. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pendidikan kesehatan adalah perilaku untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan (Notoatmodjo, 2. Menurut peneliti, hasil penelitian yang menunjukkan kesehatan tentang penanganan penyakit gout arthritis menunjukkan banyak lansia yang bersikap positif dalam penanganan penyakit gout arthritis. Penanganan penyakit gout arthritis seperti membatasi makanan penyebab gout arthritis seperti ikan laut, soft drink, dan lain sebagainya. Selain itu dalam penanganan gout arthritis dianjurkan melakukan olah raga seperti senam dan memperbanyak minum air Perbedaan Sikap sebelum dan Sesudah Intervensi Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif . (Aesthetica Islamy, dk. Sebelum pendidikan kesehatan responden mempunyai sikap negatif dalam penanganan penyakit gout arthritis, sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan prosentase 68,2% menjadi bersikap positif dan sebelum pendidikan kesehatan mempunyai sikap positif dalam penanganan penyakit gout arthritis, sesudah pendidikan kesehatan seluruhnya . %) tetap bersikap positif. Uji statistik wilcoxon signed rank diketahui bahwa besarnya p value 0,000. Signifikasi hubungan menggunakan nilai pnilai p-value 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung Domain perilaku manusia adalah kognitif, afektif . dan konasi, yang dalam bentuk operasionalnya adalah ranah pengetahuan . , sikap . dan tindakan . atau disebut KAP. Pengetahuan adalah hal yang diketahui oleh individu terkait dengan sehat dan sakit atau kesehatan. Misanya tentang penyakit . enyebab, cara penularan dan cara pencegaha. , pelayanan kesehatan, kesehatan lingkungan, dan sebagainya (Notoatmodjo, 2. Semakin baik pengetahuan seseorang, maka akan berdampak pada sikapnya, sedangkan semakin baik sikap seseorang maka akan semakin baik pula perilaku seseorang Pendidikan kesehatan pada hakekatnya adalah membantu agar individu dapat mengambil sikap yang bijaksana terhadap kesehatan dan kualitas hidup mereka, serta yang diharapkan tenaga kesehatan adalah masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari pendidikan kesehatan tersebut agar penderita asam urat tahu, mau, dan mampu mencegah, menangani, dan melakukan pemeliharaan kesehatan terkait penyakit asam urat, sehingga dapat memperbaiki kualitas hidupnya menjadi lebih baik (Hardinsyah & Supariasa, 2. Fakta di tempat penelitian sudah sesuai dengan teori bahwa pendidikan keseatan dapat meningkatkan sikap positif lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis, sehingga pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap sikap lansia penanganan penyakit gout arthritis keberhasilan menyusui. Dengan diberikannya pendidikan kesehatan tentang penanganan penyakit gout arthritis akan dapat meningkatkan sikap positif lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis dan dapat pada akhirnya lansia akan memiliki perilaku yang baik pula dalam penanganan penyakit gout arthritis. Hasil ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan tentang penanganan Gout Arthritis merupakan gambaran suatu kegiatan yang dapat mempengaruhi perubahan sikap lansia. Dengan diberikan pendidikan kesehatan maka menghasilkan suartu perubahan diri yang semula belum diketahui menjadi diketahui, serta memberikan dampak yang positif kepada responden, serta proses komunikasi dan proses perubahan perilaku, sikap masyarakat dalam peningkatan sikap yang mendukung terjadinya perubahan perilaku tersebut. Penelitian ini relevan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sakinah . dengan judul penelitian AuPengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Klien Gout Arthritis Di Puskesmas Tahuna Timur Kabupaten SangiheAy, dimana hasilnya didapatkan bahwa ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap klien Gout Arthritis di Puskesmas Tahuna Timur, dimana berdasarkan hasil uji Penelitian ini Fakta di tempat penelitian sudah sesuai dengan teori bahwa pendidikan keseatan dapat meningkatkan sikap positif lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis, sehingga pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap sikap lansia penanganan penyakit gout arthritis keberhasilan menyusui. Dengan diberikannya pendidikan kesehatan tentang penanganan penyakit gout arthritis akan dapat meningkatkan sikap positif lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis dan dapat pada akhirnya lansia akan memiliki perilaku yang baik pula dalam penanganan penyakit gout arthritis. Hasil ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan tentang penanganan Gout Arthritis merupakan gambaran suatu kegiatan yang dapat mempengaruhi perubahan sikap lansia. Dengan diberikan pendidikan kesehatan maka menghasilkan suartu perubahan diri yang semula belum diketahui menjadi diketahui. Pendidikan Kesehatan Meningkatkan Sikap Positif . (Aesthetica Islamy, dk. serta memberikan dampak yang positif kepada responden, serta proses komunikasi dan proses perubahan perilaku, sikap masyarakat dalam peningkatan sikap yang mendukung terjadinya perubahan perilaku tersebut. Penelitian ini relevan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sakinah . dengan judul penelitian AuPengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Klien Gout Arthritis Di Puskesmas Tahuna Timur Kabupaten SangiheAy, dimana hasilnya didapatkan bahwa ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap klien Gout Arthritis di Puskesmas Tahuna Timur, dimana berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon diperoleh nilai Penelitian ini Kesimpulan Sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis sebelum pendidikan kesehatan di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung sebagian besar responden yaitu 75,9% mempunyai sikap negatif. Sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis sesudah pendidikan kesehatan di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung sebagian besar responden yaitu sebanyak 75,9% mempunyai sikap positif. Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung tahun 2022 dimana uji statistik wilcoxon signed rank didapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05. Ucapan Terima Kasih Terima kasih peneliti ucapkan kepada berbagai pihak yang telah membantu kegiatan penelitian ini hingga berjalan dengan lancer tanpa halangan yang begitu berarti. Belajar. Gustomi. , & Wahyuningsih. AoPemberian Rebusan Daun Sirsak (Annona muricata lin. Menurunkan Nyeri Pada Penderita Gout ArthritisAo. Journal Of Ners Community, 7. , pp. 162Ae172. Hardinsyah & Supariasa . Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. Jakarta: ECG. Islamy. Aesthetica, et al . AoPENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL AIDS BERPENGARUH TERHADAP SIKAP SIAP SIAGA MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TANAH LONGSORAo. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ), https://doi. org/10. 26714/jkj. Mulfianda. , & Nidia. AoPerbandingan Kompres Air Hangat Dengan Rendam Air Garam Terhadap Penurunan Skala Nyeri Penderita Arthritis GoutAo. Jurnal SEMDI UNAYA, pp. 217Ae Notoatmodjo . AoPromosi Kesehatan dan Perilaku KesehatanAo. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmojo S. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka cipta. RISKESDAS . Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI. Sakinah . AoHubungan Pengetahuan Persepsi Pasien Dan Peran Keluarga Terhadap pencegahan Kejadian Asam Urat (Gou. Di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota JambiAo. Scientia Journal. Stikes Prima Jambi, 4. , pp. 210Ae216. Wawan A. dan Dewi M . Teori dan Pengukuran Pengetahuan. Sikap, dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika. WHO . methods and data sources global burden of diasese estimates 2000- 2015. Daftar Pustaka