Jurnal Ilmiah Sosio Agribis (JISA) Volume 25. Nomor 2 : 424-431 ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI KOPI ROBUSTA (Coffea canephor. Factors That Influence The Income of Robusta Coffee Farming (Coffea canephor. Maria Salestina Ngoni 1*. Paulus Every Sudirman2. Arcela Ewin Mario3 1*,2,3 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Indonesia *Correspondence Author: Maria Salestina Ngoni Email: mariasalestina8@gmail. ABSTRACT This study was conducted to determine the factors influencing the income of Robusta coffee farming in Compang Tenda Village. Borong Subdistrict. East Manggarai Regency. The specific factors analyzed were land area, labor, and production costs. A quantitative research approach was employed, utilizing multiple linear regression analysis to assess the simultaneous and partial effects of these independent variables on farming income. The sampling technique used was the Slovin formula, resulting in 44 Robusta coffee farmers being selected as respondents. Data were collected through structured questionnaires. The findings reveal that land area, labor, and production costs simultaneously have a significant effect on the income of Robusta coffee farming. Furthermore, the results of the partial t-test demonstrate that each variable individually has a significant positive effect. This is evidenced by the t-count for land area . , labor . , and production costs . , all of which exceed the t-table value . These results underscore that these three factors are critical determinants of profitability in Robusta coffee farming in the studied location. Keywords: Production Costs. Land Area. Income. Labor. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usahatani kopi Robusta di Desa Compang Tenda. Kecamatan Borong. Kabupaten Manggarai Timur. Faktor-faktor spesifik yang dianalisis adalah luas lahan, tenaga kerja, dan biaya Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda untuk mengkaji pengaruh simultan dan parsial variabel-variabel independen tersebut terhadap pendapatan usahatani. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin, sehingga menghasilkan 44 petani kopi Robusta yang terpilih sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja, dan biaya produksi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani kopi Robusta. Lebih lanjut, hasil uji-t parsial menunjukkan bahwa masing-masing variabel secara individual berpengaruh positif signifikan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung untuk luas lahan . , tenaga kerja . , dan biaya produksi . , yang semuanya melebihi nilai t-tabel . Hasil ini menggarisbawahi bahwa ketiga faktor tersebut merupakan penentu penting profitabilitas usahatani kopi Robusta di lokasi penelitian. Kata kunci: Biaya Produksi. Luas Lahan. Pendapatan. Tenaga Kerja. PENDAHULUAN Usahatani merupakan suatu kegiatan untuk mengorganisasi sarana produksi pertanian dan teknologi dalam suatu usaha menyangkut bidang pertanian. Kegiatan usahatani yang bertujuan untuk mencapai produksi dibidang pertanian pada akhirnya akan dinilai dengan uang yang diperhitungkan dari nilai produksi setelah dikurangi atau memperhitungkan biaya yang telah Penerimaan usahatani dapat mendorong petani untuk dapat mengaplikasikannya Maria Salestina Ngoni, dkk Ae Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Kopi. dalam berbagai kegunaan seperti biaya produksi periode selanjutnya, tabungan dan pengeluaran lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga (Tambio et al. , 2. Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang cukup tinggi bagi petani di Indonesia, yaitu sebagai sumber penghasilan devisa negara, sumber pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, mendorong agribisnis dan pengembangan wilayah. Untuk mendukung hal tersebut, harus diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kopi, salah satunya adalah penerapan teknik budidaya yang meliputi pembibitan, pembukaan lahan dan persiapan lahan, penanaman naungan, penyiapan tanaman, penanaman, pemeliharaan, panen dan penanganan pascapanen (Ariyanto & Winastuti, 2. Hal ini dapat dilihat dari peranan sektor perkebunan kopi terhadap penyediaan lapangan kerja, penyediaan devisa negara melalui ekspor (Dahiri, 2. Kabupaten Manggarai Timur adalah sebuah wilayah di pulau Flores dengan luas wilayah 70 kmA dan berpenduduk 280,7 ribu jiwa dengan 9 kecamatan, 17 kelurahan, 159 desa. Tanaman kopi telah menyebar di banyak daerah dan menjadi komoditas unggulan Kabupaten Manggarai Timur. Ada dua jenis tanaman kopi yang dibudidayakan yaitu kopi Robusta dan Arabika. Karena kondisi morfologi dan topografi Kabupaten Manggarai Timur sebagian besar berupa kawasan pegunungan yang berada diatas 100 meter diatas permukaan laut. Kawasan < 100 mdpl hanya 31. 352 Ha dengan prasentase 12. 44% dari total luas wilayah Kabupaten Manggarai Timur dengan suhu berkisar antara 24A-32AC ( Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai Timur Statistik, 2. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai Timur tahun 2019-2022, terjadi perubahan total produksi kopi ditingkat kabupaten Manggarai Timur (Badan Pusat Statistik, 2. Tabel 1. Luas Lahan dan Produksi Kopi di Kabupaten Manggarai Timur pada tahun 2019-2023. Tahun Luas Areal (H. Produksi (To. 20,534 579,81 27,878 669,00 26,406 581,00 26,406 580,60 26,407 595,61 Sumber Data BPS Kabupaten Manggarai Timur 2019 Ae 2023 Dilihat dari tabel 1 diatas bahwa produksi tanaman kopi yang paling tinggi di Kabupaten Manggarai Timur pada tahun 2023 dengan total 9595,61 ton, dengan luas lahan 26,407 Ha. Pada tahun 2019 . luas lahan 20. 534 Ha, tahun 2020 . luas lahan 27. 878 Ha, pada tahun 2021 . luas lahan 26. 406 Ha, tahun 2022 sebesar . luas lahan 26,406 Ha. Besar kecilnya produksi akan dipengaruhi oleh luas areal tanam yang digunakan, yang dimana semakin besar area tanam maka produksi yang dihasilkan semakin tinggi. Desa Compang Tenda merupakan sebuah desa di Kabupaten Manggarai Timur Desa ini merupakan salah satu desa yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani padi sawah, selain itu petani yang berada di desa ini juga menamam kopi robusta, arabika, cengkeh, kakao sebagai komoditas kedua. Alasan memilih desa ini karena sebagian besar bekerja sebagai petani kopi, selain itu juga sebagai petani padi sawah dan tamanan tahunan. Proses perkebunan rakyat pada dasarnya mempunyai pengolahan yang bersifat sederhana, penggunaan teknologi yang masih rendah, seperti penggunaan bibit yang tidak berkualitas, kurangnya pemeliharaan tanaman seperti dilakukan pemangkasan. Hal ini yang menyebabkan produksi kopi rendah, dimana proses produksi yang digunakan masih bersifat tradisional dan belum menggunakan teknologi modern. Secara teori, pertanian berarti Auproses produksi bahan mentah, pangan, peternakan, dan produk agroindustri dengan menggunakan sumber daya tumbuhan dan hewan (Purwanto, 2. Pada proses produksi kopi, terdapat proses pemeliharaan dan pemanenan, dimana proses pemeliharaan mencakup kegiatan pemupukan dan pemangkasan. Di Desa Compang Tenda tidak melakukan proses pemupukan karena memerluhkan biaya yang cukup banyak. Dalam produksi kopi memerluhkan waktu, modal atau biaya produksi dan juga tenaga kerja yang sangat banyak untuk JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 424-431 mendukung proses produksi kopi robusta tersebut (Bangun, 2020. Dahiri, 2022. Rahmadani et , 2022. Yulanda, 2. Modal diperluhkan untuk membayar tenaga kerja yang dibutuhkan sebagai biaya proses produksi untuk pemeliharaan dan pemanenan, karena proses tersebut tidak bisa dilakukan sendiri apalagi di perkebunan yang sangat luas. Biasanya petani di Desa Compang Tenda saat masa pemeliharaan dan pemanenan mempekerjakan orang atau buruh tani yang ada disekitar. Dalam proses pemeliharaan tanaman kopi robusta selain faktor modal, luas lahan dan tenaga kerja, faktor alam seperti curah hujan dan angin menjadi faktor yang menyebabkan gagal panen dan proses produksi menjadi mengalami penurunan. Berdasarkan permasalahan di atas penelitian ini di Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tenaga kerja, luas lahan dan pengaruh biaya produksi terhadap pendapatan usahatani kopi robusta di Desa Compang Tenda. Kecamatan Borong. Kabupaten Manggarai (Afriliana et al. , 2018. Aziz et al. , 2021. Rahmadani et al. , 2. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Compang Tenda. Kecamatan Borong. Kabupaten Manggarai Timur. Sedangkan waktu penelitiannya di laksanakan pada tanggal 20 Juni Ae 20 Juli Teknik Pengambilan Sampel Jumlah sampel penelitian yaitu 44 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sampel yaitu petani yang memiliki kebun kopi robusta dengan luas minimal 1 Ha atau maksimal 3 Ha, petani kopi robusta memiliki kebun yang sudah menghasilkan . dan petani kopi robusta yang masih mengelola kebunnya. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini, jenis analisis yang digunakan adalah rumus Analisis Regresi Linear Berganda. Persamaan regresi linear berganda dalam penelitian ini menggunakan rumus sebagai yeA = yeC yeEya ycya yeEya ycya yeEyc ycyc yeI Keterangan: = Pendapatan Petani = Luas Lahan (H. = Tenaga Kerja (Oran. = Biaya Produksi (R. = Konstanta b1 Ae b3 = Koefisien Regresi Variabel Bebas = Standard Error Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik yang terdiri atas: Uji Normalitas. Menurut Ghozali . , uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal. Rumus yang digunakan dalam uji normalitas adalah Kolmogorov-smirnov dengan ketentuan apabila nilai signifikan E0,05 berarti data berdistribusi normal, sedangkan apabila nilai signifikan <0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas. Menurut Hatmawan . , uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi mengenai ada tidaknya korelasi antara variabel bebas . Model regresi yang baik semestinya tidak terjadi korelasi diantara variabel independennya. Jika terjadi korelasi diantara variabel independen, berarti terdapat suatu masalah multikolinearitas. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas antar variabel, bisa dilihat melalui VIF . ariance Inflation Facto. dan TOL (Toleranc. dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai VIF < 10 dan nilai tolerance E 0,10 maka dapat JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Maria Salestina Ngoni, dkk Ae Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Kopi. dikatakan bahwa dalam model regresi tidak ada multikolinearitas antar variabel. Jika nilai VIF E 10 dan nilai tolerance E 0,10 maka dapat dikatakan bahwa dalam model regresi ada multikolinearitas antar variabel. Uji Heteroskedastisitas Menurut Hatmawan . , uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah pada suatu model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual pengamatan satu ke pengamatan Sugiyono et al. , menjelaskan apabila varian berbeda dari pengamatan satu kepengamatan lain maka disebut gejala heteroskedastisitas. Sedangkan disebut heteroskedastisitas, jika variannya tetap dari pengamatan lainnya. Model regresi yang baik semestinya tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk ada maupun tidak adanya heteroskedastisitas, penelitian ini menggunakan uji glejser. Uji glejser dilakukan dengan meregresikan antar variabel independen dengan nilai absolut residualnya. Jika nilai signifikan antar variabel independen dengan absolut residual lebih dari 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Setelah data dipastikan bebas dari penyimpangan asumsi klasik, maka dilanjutkan dengan uji hipotesis. Uji F . ji signifikan simulta. Menurut Ghozali . , uji F memiliki tujuan untuk mencari apakah variabel independen secara bersama-sama . mempengaruhi variabel independen. Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh dari seluruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Tingkatan yang digunakan adalah sebesar 0,05 maka menggunakan rumus sebagai berikut: ycIA/. co Oe . Oe RA) . = k Oe . Keterangan: RA = Koefisien Determinasi Berganda n = Jumlah Sampel k = Banyak variabel yang di teliti f = Nilai f hitung Rumus df adalah . f = n-k dimana n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel bebas maupun variabel terikat. Jadi, df = 44-4 = 40. Uji Koefisien Determinasi (RA) Koefisien determinasi (RA) digunakan untuk menilai seberapa besar kemampuan variabel independen menjelaskan variasi variabel dependen. Koefisien determinasi antara nol dan satu, nilai yang kecil menunjukan bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Jika nilai mendekati satu berarti hampir semua informasi yang diberikan oleh variabel independen diperluhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2. Uji t . ji signifikan parsia. Menurut Ghozali . , tujuan dari uji t adalah untuk melihat seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Pengujian ini merupkan dasar dalam pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak hipotesis didalam penelitian dengan adanya pertimbangan dari signifikasi konstanta dari setiap variabel independen. Uji t Pengujian individu digunakan untuk menguji apakah variable-variabel independen secara parsial nyata berpengaruh atau tidak terhadap variable dependen . Apabila O 0,05, maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya variable bebas berpengaruh terhadap variable terikat. Apabila Ou 0,05, maka Ho diterima dan H1 ditolak, artinya variable bebas tidak berpengaruh terhadap variable terikat. HASIL DAN PEMBAHASAN Faktor -faktor yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu variabel terikat (Y) yaitu pendapatan petani dan variabel bebas yaitu X1 = Luas Lahan (H. X2 = Tenaga Kerja (Oran. X3 = Biaya Produksi (R. Berdasarkan hasil uji asumsiklasik . ji normalitas, uji linearitas, uji JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 424-431 multikolinearitas dan heteroskendatisita. model regresi yang dibangun pada penelitian ini tidak terdapat penyimpangan asumsi klasik. Probabilitas statistik Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data terdistribusi normal, artinya variabel bebas pada model penggunaan faktor produksi kopi robusta terdistribusi normal. Variabel bebas pada uji linearitas semua variabel dikatakan liner. Nilai VIF kurang dari 10 maka tidak terjadi multikoliniearitas antara variabel luas lahan,tenaga kerja dan biaya produksi pada model yang telah dibangun. Probabilitas uji Breusch-pagan menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis linear berganda merupakan suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui besarnya penaruh variabel bebas yaitu luas lahan (X. , tenaga kerja (X. , biaya produksi (X. terhadap pendapatan (Y) petani kopi robusta di Desa Compang Tenda Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Pada tabel 4. 8 yang menunjukan hasil regresi yang telah dilakukan dengan bantuan Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 24. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar untuk menguraikan variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Regresi Linear Berganda Model Coefficientsa Unstandardized Std. Standardized Coefficients Coefficients Error Beta 1 Constanta Luas Lahan (X. Tenaga Kerja (X. Biaya Produksi (X. Sig. Sumber: Data Primer Diolah 2024 Hasil output SPSS pada tabel 4. 17 pada unstandardized coefficients kolom B pada constanta adalah -7,382 nilai luas lahan (X. adalah 0,373 , tenaga kerja (X. adalah 0,212 dan nilai biaya produksi (X. adalah 0,397 maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: yeA = Oeyi, ycynya ya, ycyiyc . ya, yayaya . ya, ycyyi . Berdasarkan tabel 4. 8 maka dapat dijelaskan: Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda menujukan bahwa nilai constanta bernilai negatif yaitu -7,382 yang artinya jika luas lahan, tenaga kerja, biaya produksi sama dengan nol . maka pendapatan yang diperoleh petani Koefisien regresi luas lahan (X. sebesar 0,373 yang bernilai positif yang berarti pengaruh luas lahan terhadap pendapatan usahatani kopi robusta bernilai positif atau signifikan. Dimana jika nilai luas lahan meningkat maka pendapatan yang diperoleh petani juga meningkat. Tenaga kerja (X. sebesar 0,212 bernilai positif berarti pengaruh tenaga kerja terhadap pendapatan usahatani adalah positif atau signifikan. Jika nilai tenaga kerja meningkat maka pendapatan yang diperoleh petani juga meningkat. Biaya produksi (X. sebesar 0,397 bernilai positif berarti pengaruh biaya produksi terhadap pendapatan usahatani adalah positif atau Jika nilai biaya produksi meningkat maka pendapatan yang diperoleh petani juga meningkat (Afriliana et al. , 2018. Aziz et al. , 2021. Fadhilah & Rochdiani, 2021. Nasution & Rahmanta, 2. Uji Hipotesis Uji Signifikan Simultan (Uji F) Uji F bertujuan untuk mencari apakah variabel independen secara simultan mempengaruhi variabel dependen. Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas seperti luas lahan (X. , tenaga kerja (X. , biaya produksi (X. dan pendapatan (Y) atau variabel terikat secara simultan terhadap JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Maria Salestina Ngoni, dkk Ae Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Kopi. variabel terikat sehingga digunakan uji F untuk mengukur besarnya pengaruh suatu variabel bebas terhadap variabel terikat. Tabel 3. Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares 1 Regression Residual Total Sumber: Data Primer Diolah 2024 Mean Square Sig. Hasil dari output SPSS dapat dilihat pada kolom F yang diperoleh Fhitung sebesar 49,373 E dari Ftabel sebesar 2,84 atau dengan membandingkan nilai probabilitas . F chang. = 0,000<0,05 sehingga dapat disimpulkan jika Ha diterima yang artiya luas lahan, tenaga kerja, biaya produksi berpengaruh terhadap pendapatan usahatani kopi robusta di Desa Compang Tenda Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Uji Koefisien Determinasi (RA) Uji determinasi digunakan untuk mengetahui suatu kontribusi variabel bebas dan variabel Adjusted RA sebesar 0,679 yang mununjukan bahwa variabel bebas luas lahan (X. , tenaga kerja(X. , biaya produksi (X. terhadap pendapatan petani kopi robusta memberikan kontribusi terhadap variabel terikat sebesar 0,702%. Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi (RA) Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber: Data Primer Diolah 2024 Berdasarkan hasil dari tabel 4. 19 menjelaskan jika nilai koefisien determinasi (RA) yang telah diperoleh dari nilai Adjusted R sebesar 0,771 atau setara dengan 78,7% yang berarti variabel luas lahan (X. , tenaga kerja (X. , biaya produksi (X. memberikan kontribusi terhadap pendapatan usahatani kopi robusta di Desa Compang Tenda Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur dan sisanya dipengaruhi oleh faktor yang lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti keterampilan, pengetahuan. Uji Signifikan Parsial (Uji . Uji t-test menunjukan pengaruh variabel independen secara individu terhadap variabel Adapun kriteria pengambilan keputusan adalah jika nilai signifikan E0,05 maka tidak ada pengaruh secara parsial variabel independen pada variabel dependen, sebaliknya jika jika nilai signifikan < 0,05 maka ada pengaruh secara parsial variabel independen pada variabel dependen (Ghozali, 2. Tabel 5. Hasil Uji Signifikan Parsial (Uji . Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 Constanta Luas Lahan (X. Tenaga Kerja (X. Biaya Produksi (X. Sumber: Data Primer Diolah 2024 Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan tabel 5 dapat disimpulkan jika: Menguji signifikasi variabel luas lahan (X. Dapat dilihat bahwa thitung pada variabel luas lahan (X. bernilai 5,882 yang bernilai positif sedangkan ttabel dapat dilihat pada tabel t-test dengan df = 40 dilihat dari rumus n-k dimana n= jumlah sampel, k= jumlah variabel penelitian. Didapat ttabel 2, 02108. Berdasarkan JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 424-431 tabel diperoleh diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 <0,05 yang artinya luas lahan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani kopi robusta. Sedangkan nilai thitung E ttabel 5,882E2,021, sehingga dapat disimpulkan jika luas lahan secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap pendapata usahatani kopi robusta. Tenaga Kerja (X. Terlihat bahwa thitung pada variabel tenaga kerja 4,609 yang bernilai positif sedangkan nilai tabel adalah 2, 02108. Berdasarkan tabel diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 <0,05 yang artinya tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani kopi robusta. Sedangkan nilai thitung E ttabel 4,609E2,021, sehingga dapat disimpulkan jika luas lahan secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap pendapata usahatani kopi robusta. Biaya Produksi (X. Terlihat bahwa thitung pada variabel biaya produksi 7. 621 yang bernilai positif dan nilai tabel adalah 2, 02108 sehingga diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 <0,05 yang artinya biaya produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani kopi robusta. Sedangkan nilai thitung E ttabel 7,621E2,021, dan dapat disimpulkan jika biaya produksi secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan usahatani kopi robusta (Ahmad, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Luas lahan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani. Nilai thitung 5,882E2,021 dan diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 <0,05 yang artinya luas lahan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani kopi robusta. Tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani. Nilai thitung 4,609 E2,021 dan diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000<0,05 yang artinya tenaga kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani kopi robusta. Biaya produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani. Nilai thitung 7. 621 E2,021 dan diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000<0,05 yang artinya biaya produksi secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap pendapata usahatani kopi robusta Saran Diharapkan bagi petani untuk lebih memperhatikan budidaya kopi robusta agar mencapai hasil yang optimal dan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi, juga memperbaiki kondisi dari lahan yang digarap, memanfaatkan pengalaman berusahatani dalam menjaga dan memperhatikan kualitas kopi untuk meningkatkan harga jual di tingkat petani. Bagi Pemerintah Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Bagi pemerintah ataupun instansi terkait agar bisa memberikan fasilitas bagi para petani untuk menunjang kebutuhan petani selama pada proses produksi dan juga megadakan pelatihan untuk membantu masyarakata untuk memperluas pengetahuannya mengenai kopi terutama kopi robusta. Bagi Peneliti Selanjutnya. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kopi robusta. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggali lebih dalam dengan menggunakan variabel penelitian dengan jenis data rasio. DAFTAR PUSTAKA