Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index WORKSHOP MEMBACA CT SCAN KEPALA BAGI DOKTER UMUM SE-NTB Rohadi1. Bambang Priyanto1. Januarman1. Surahman Hadi1. Diayanti Tenti2. Wyka Faulani3. Decky Aditya Zulkarnaen4 1Departemen Bedah Saraf. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram 2Departemen Ilmu Saraf. Rumah Sakit Jiwa Mutiawa Sukma. 3Departemen Radiologi RSUD Kab. Lombok Utara 4Departemen Anatomi. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram *korespondensi: Decky. z@unram. Artikel history : Received Revised Published : 25 September 2023 : 15 Oktober 2023 : 30 Oktober 2023 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Pendahuluan:. CT (Computed Tomograph. Scan merupakan modalitas imejing kesehatan yang cepat dan akurat dalam memperlihatkan abnormalitas jaringan atau detail organ saat mengalami cedera CT Scan mampu memberikan informasi yang lebih lengkap dibandingkan dengan hasil citra planar pada radiografi konvensional. Dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan, dokter IGD . nstalasi Gawat Darura. dituntut untuk dapat membaca hasil secara cepat, sehingga tindakan yang diambil akurat. Melihat kompetensi memabaca CT Scan ini merupakan level kompetensi 3B sesuai Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) sehingga workshop ini sangat penting untuk diadakan guna membantu para dokter dalam mencapai kompetensinya. Metode Kegiatan: Kegiatan ini dilakukan dengan di Aula dr. Yunita Sabrina FK Unram dengan metode workshop. Hasil: Jumlah peserta adalah 56 orang. Nilai pre tes peserta rata-rata 42. 41 dan nilai rata-rata post test adalah 74. Kesimpulan: kegiatan ini sangat bermanfat untuk membantu membaca CT Scan kasus Kata kunci: CT Scan. Workshop. Doctor PENDAHULUAN CT (Computed Tomograph. Scan merupakan modalitas imejing kesehatan yang cepat dan akurat dalam memperlihatkan abnormalitas jaringan atau detail organ dalam tubuh manusia yang CTScan merupakan pesawat sinar-X yang menggunakan metode pencitraan tomografi dengan proses digital untuk membuat citra tiga dimensi organ internal tubuh dari akuisisi sejumlah citra dua dimensi. Sejak ditemukan oleh Hounsfield dan Cormack pada tahun 1972 CTScan mengalami perkembangan yang cukup pesat, diantaranya yaitu mengalami kemajuan dalam akuisisi geometri, teknologi detektor dan desain tabung sinar-X. Hal ini menyebabkan waktu scanning dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat. Kemajuan teknologi dibidang komputer juga memberikan daya dukung komputasi yang memungkinkan rekonstruksi data citra secara real time. Saat ini pemanfaatan CT Scan digunakan di berbagai aplikasi klinis, misalnya dibidang neurologi digunakan dalam pemeriksaan intra kranial, dibidang onkologi dimanfaatkan untuk Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index diagnostik, staging dan treatment planning di bidang radioterapi. Selain itu. CT Scan juga dimanfaatkan untuk keperluan kardiologi, angiografi, virtualendoscopy dan sebagai image guidance pada prosedur intervensional. Berbeda halnya dengan pemeriksaan radiografi konvensional,dalam hal citra yang dihasilkan. CT Scan mampu memberikan informasi yang lebih lengkap dibandingkan dengan hasil citra planar pada radiografi konvensional. Hal ini disebabkan CT Scan mampu memproyeksikan anatomi tubuh dengan mudah, dan dapat membedakan antar jaringan atau organ, karena saat ini pesawat CT Scan sudahdilengkapi dengan multidetektor yang mencapai 320 barisan detektor dan wakturotasi yang kurang dari 0,5 detik. Namun, salah satu kekurangan Teknik pemeriksaan ini adalah dosis radiasi yang diterima pasien jauh lebih besar dibandingkan dengan radiografi konvensional. Hal tersebut membuat CT Scan menyumbang dosis radiasi yang sangat besar terhadap dosis kolektif medis. Pada tahun 2010 di Inggris, kontribusi dosis radiasi CT Scan terhadap dosis kolektif medis adalah sebesar 68% dari jumlah pemeriksaan CTScan dan hanya 11% dari total jumlah pemeriksaan yang menggunakan sinar-X. Salah satu pemeriksaan yang menggunakan CT Scan yaitu pemeriksaan CT Scan kepala. CT Scan kepala merupakan pemeriksaan yang paling umum pada kasus-kasus darurat. Trauma kepala merupakan salah satu indikasi yang mendominasi dilaksanakannya pemeriksaan CT Scan kepala. Lokasi yang umum terjadi cedera pada kepala adalah pada area wajah. Sebagian besar cedera dikarenakan kecelakaan lalu lintas dan cedera berolah Oleh karena itu dalam kasus trauma, penilaian secara menyeluruh dan akurat dari cedera kepala menjadi wajib dilakukan. Anatomi yang kompleks dari organ-organ daerah kepala menyebabkan interpretasi secara komprehensif sulit dilakukan dengan menggunakan radiografi konvensional sehingga hal ini membutuhkan modalitas dengan kemampuan lebih meliputi penggambaran obyek yang tidak saling superposisi dan kemampuan dalam melakukan manipulasi gambar seperti tiga dimensi maupun kemampuan rekonstruksi. Dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan, dokter IGD . nstalasi Gawat Darura. dituntut untuk dapat membaca hasil secara cepat, sehingga tindakan yang diambil akurat. Melihat kompetensi memabaca CT Scan ini merupakan level kompetensi 3B sesuai Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) sehingga workshop ini sangat penting untuk diadakan guna membantu para dokter dalam mencapai kompetensinya. METODE KEGIATAN Gambar 1. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian. Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index HASIL DAN PEMBAHASAN Workshop membaca CT Scan untuk dokter umum ini dilansakanan di Aula dr. Yunita Sabrina Fakultas Kedokteran Universitas Mataram dengan harapan rekan-rekan dokter umum mampu membaca, melaporkan dan menetapan diagnosis kelainan CT scan kepala kasus kegawatdaruratan. Materi tentang workshop ini menghadirkan pembicara dari pihak luar yang juga alumni FK Unram, yaitu dr. Wyka Faulani Sp. Rad (RSUD KLU/ alumni FK Unram 2. dan dr. Januarman Sp,BS. ,M. Ked. Klin (FK Unram/ alumni FK Unram 2. Ada juga instruktur lain yang terlibat dalam kegiatan ini, yaitu dr. Diayanti Tenti Sp. N (RSJ Mutiara Sukma / alumni FK Unram 2. , dr. Surahman Hadi Sp. BS (RSUP NTB). Jumlah peserta yang mendaftar untuk pelaksanaan ini adalah 56 orang . aik yang mengisi form online pendafatran ataupun yang daftar saat kegiatan dilaksanaka. Peserta datang langsung memasuki ruangan aula untuk mengikuti pemaparan oleh para ahli . Januarman Sp. BS dan dr. Wyka Faulani Sp. Ra. Setelah mengikuti pengayaan materi pada kelas besar, maka peserta dibagi ke kelas kecil untuk lebih intensi belajar membaca, menginterpretasikan hasil CT scan. Peserta workshop dengan antusias mengikuti kegiatan ini, terbukti dari aktifnya peserta bertanya saat dilaksanakn workshop. Awal kegiatan workshop dilakukan pre test yang diberikan peserta. Diakhir pelaksanaan dilakukan post-test dan penilaian survey kepuasan dari peserta. Distibusi instansi bekerja peserta Workshop FK Unram Alamat bekerja RSUD P3 Lombok Barat RSUD KLU RSI Siti Hajar RSUP NTB RSUD Lotim RSUD Kota Mataram RSUD Manambai Jumlah Peserta Gambar 2. Distribusi peserta workshop Jumlah peserta didominasi oleh dari Fakultas Kedokteran Unram yang merupakan dokter muda dan calon dokter spesialis . esiden PPDS Beda. Terdapat beragam alamat para dokter yang menandakan target utama workshop ini adalah dokter se-NTB dapat tercapai. Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Nilai Pre-test Workshop CT Scan Jumlah Nilai Pre Test Gambar 3. Nilai pre-test Nilai pre test peserta workshop ini yang terendah adalah 35, dan tettinggi nilai 60 dengan rata-rata Hal ini adalah hal yang wajar, mengingat komptensi untuk membaca CT scan kepala merupakan level komptensi 2 sehingga membutuhkan pengayaan komptensi . ebelum atau setelah lulus dokte. Nilai Post tes Workshop Jumlah Nilai Post test Gambar 4. Nilai post-test Secara umum terlihat adanya peningkatan pengetahuan pada peserta workshop dengan rerata materi yang diberikan oleh para ahli dan pembekalan pada ruang-ruang kelas kecil membuktikan peserta sudah mampu membaca dan menginterpretasikan CT scan kepala . Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Program pengabdian terselenggara dengan baik dan berjalan lancer. Antusiasme peserta kegiatan sangat baik sehingga diskusi berjalan dinamis. Peserta kegiatan mengikuti penyuluhan dengan baik. Peserta dapat menguasai materi dengan baik terdapatnya peningkatan skor post test yang diperoleh partisipan dibandingkan dengan skor pre test. Saran Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, maka terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan sehingga hasil kegiatan pengabdian serupa di masa yang akan datang dapat ditingkatkan, diantaranya: Perlu dilakukan pengulangan kegiatan serupa untuk para rekan dokter yang belum mengikuti kegiatan dan saat pelaksanaan menggunakan hasil CT scan basah . asil dari pasie. sebagai sarana praktek UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Unram yang telah memberi dukungan finansial terhadap pengabdian ini melalui dana PNBP tahun 2023 dan organisasi TBM-BG FK Unram yang membantu mensukseskan acara. DAFTAR PUSTAKA