Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume. No. 6 Desember 2023 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 01-12 DOI : https://doi. org/10. 61132/jbpai. Hukum Sholat Sunnah di Iqamah Amanda, 2Layli Sartika, 3Merli Anggelia, 4Naila Hafizah, 5Wismanto Gmail: 1amandatriamelia40@gmail. com, 2laylisartika07@gmail. merlianggelia45@gmail. com, 4nailahafizaah@gmail. com, 5wismanto29@umri. 1,2,3,4,5 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Korespondensi penulis : amandatriamelia40@gmail. ABSTRACT. Adhan is a call for Muslims to perform fardhu prayers. Iqamah is a notification call to the congregation to be ready to stand up for prayer, with the pronunciation determined by the syara'. Adhan and iqamah are very important for every Muslim. Apart from that, the call to prayer is said as a sign that the prayer time has arrived and the iqamah as a sign that the prayer will begin soon. The call to prayer and iqamah should not be done haphazardly, unlike other religious prayers. The call to prayer and iqamah are said at certain The lessons learned from the implementation of the call to prayer and iqamah include: As a tool and medium for notification of the approaching prayer time, inviting Muslims to perform prayers in congregation. Adhan and iqamah cannot be separated from the life of Muslims and Muslim women. Its use is not limited to obligatory prayers and certain times when they are said. If the iqamah has been said before he starts the sunnah nafilah prayer then his sunnah prayer is invalid. It is permissible to decide to pray the sunnah nafilah prayer because the obligatory prayer is not comparable in value to the nafilah prayer. Keywords: Islamic Law. Adhan. Iqamah. Prayer. ABSTRAK. Adzan adalah panggilan bagi umat islam untuk melakukan sholat fardhu. iqamah adalah seruan pemberitahuan kepada jamaah agar siap berdiri untuk sholat, dengan pengucapan yang ditentukan oleh syaraAo. Adzan dan iqamah sangat penting bagi setiap muslim. Selain itu dikumandangkan adzan sebagai tanda waku sholat telah tiba dan iqamah sebagai tanda bahwa sholat segera dimulai. adzan dan iqamah tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, berbeda dengan doa agama lainnya. Adzan dan iqamah dikumandangkan diwaktu waktu hikmah dari pelaksanaan adzan dan iqamah, antara lain: Sebagai alat dan media pemberitahuan akan masuknya waktu sholat. Mengajak kaum muslimin untuk menunaikan sholat secara berjamaah. Adzan dan iqamah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan muslim dan Muslimah. Penggunaannya pun tidak terbatas pada saat sholat wajib dan waktu tertentu dikumandangkan. Jika telah dikumandangkan iqamah sebelum ia memulai sholat sunnah nafilah maka sholat sunnahnya tidak sah. Bolehnya memutuskan sholat sunnah nafilah karena sholat wajib mashlahatnya tidak sebanding dengan sholat nafilah. Kata Kunci: Hukum Islam. Adzan. Iqamah. Sholat. PENDAHULUAN Adzan adalah panggilan bagi umat Islam untuk menunaikan shalat wajib (Haramein et , 2022. Prayoga, 1813. Saleh et al. , 2. Adzan dikumandangkan oleh muadzin masjid setiap sholat lima waktu. Iqamah adalah panggilan yang mengumumkan kesiapan jamaah untuk berdiri dan menunaikan shalat dengan pengucapan yang ditentukan oleh syara'. Adzan dan iqamah sangat penting bagi umat muslimin dan muslimah. Selain dikumandangkannya adzan sebagai tanda akan segera dimulainya shalat pada waktu-waktu tertentu, adzan dan iqamah juga tidak boleh dilakukan sembarangan, tidak seperti sholat keagamaan agama Received: November 29, 2023. Accepted: Desember 15, 2023. Published: Desember 30, 2023 * Amanda, amandatriamelia40@gmail. Hukum Sholat Sunnah di Iqamah Sholat ada dua macam, yaitu sholat wajib dan sholat sunnah (Hafiah et al. , n. Pengenalan et al. , 2021. Saing & Harfiah, 2021. Studi et al. , 2. Sholat wajib artinya harus dikerjakan, jika tidak maka akan berdosa, sedangkan sunnah artinya jika dikerjakan mendapat pahala jika tidak dikerjakan akan merugi, kita harus selalu bisa mengerjakannya agar mendapatkan pahala tambahan dari Allah SWT. Adzan dan iqamah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat islam. Penggunaannya tidak terbatas pada shalat wajib dan waktu-waktu tertentu saat dikumadangkan. Kajian ini akan membahas tentang hukum sholat dari Sunnah di Iqamah. Jika Iqamah dilafadzkan sebelum memulai sholat sunnah maka sholat sunnahnya tidak sah. Ditentukannya sholat sunnah nafilah karena sholat wajib tidak bisa disamakan dengan sholat nafilah. Serta untuk mengetahui bagaimana hukum sholat sunnah dalam iqamah jika iqamah dilafadzkan sebelum memulai sholat. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ini digunakan peneliti dengan menggunakan data historis. Penelitian kualitatif dengan metode sejarah adalah penelitian yang mengkaji peristiwa masa lalu dan meramal suatu peristiwa yang akan datang, sering digunakan untuk menyelidiki, memahami, dan menjelaskan suatu keadaan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan bukti-bukti untuk menemukan kebenaran dan menarik kesimpulan yang kuat. Penelitian ini merupakan penelitian yang mengkaji pengalaman-pengalaman yang dialami atau dijumpai. Kemudian penulis akan menganalisis konsep tersebut untuk menarik beberapa kesimpulan. Pembahasan Menurut bahasa iqamah yang berasal dari kata aqamah yang artinya lurus atau Sedangkan dalam istilah syariah, iqamah adalah ibadah kepada Allah SWT untuk mendirikan shalat dengan dzikir tertentu. Iqamah dilakukan sesaat setelah azan berakhir dan semua orang sudah berkumpul, siap untuk melaksanakan shalat berjamaah. Tidak boleh mengumandangkan adzan sebelum masuk waktu yang telah ditentukan, dan jika sudah terlanjur terjadi hendaknya diulangi jika telah masuk waktunya. Ketika melaksanakan sholat sunnah pada saat iqamah sholat fardhu, khususnya pada saat sholat jumAoat, jika sholat sunnah menyebabkan jamaah terlambat sampai sholat rekaat yang kedua, maka sholat sunnah itu diharamkan dan harus segera dihentikan. Kecuali dia memulai sholat sebelum iqamah, maka hendaknya dia harus menyelesaikan sholat sunahnya selama dia tidak takut ketinggalan sholat Jumat sampai imam JBPAI Ae VOLUME. NO. DESEMBER 2023 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 01-12 mengucapkan salam, tetapi jika dia merasa khawatir maka hal ini dianjurkan untuk menghentikan sholat sunnahnya selama ia yakin tidak dapat melakukan sholat berjamaah di tempat lain. Dasar hukum pelaksanaan adzan dan iqamah ialah firman Allah SWT yang terdapat dalam Q. S Al-Fussilat ayat 33: AuSiapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah SWT, mengerjakan amal yang shaleh, dan berkata: Ausesungguhnya aku termasuk orang- orang yang menyerah diriAy. (Q. S alFussilat, 41:. Ada empat hal yang disunnahkan adzan dan iqamah, yaitu: Untuk sholat Maktuba dan sholat Jumat. Disunnahkan hanya menggunakan iqamah tanpa adzan bagi sholat orang yang menjamak sholat atau terus-menerus mengganti sholat, karena disunnahkan mengumandangkan adzan terlebih dahulu, sedangkan qamah adalah sunnah semua Nida' . mengacu pada tidak adanya adzan dan iqamah untuk dua shalat Idul Fitri dan dua gerhana dengan seruan: Ash-Sholatu Jami'atan Rahimakumullah. Adzan, iqamah dan nida' tidak dianjurkan untuk sholat sunnah, seperti sholat dhuha dan sholat sunnah rawatib . holat sunnah yang mengikuti sholat maktuba. Kesunahan adzan dan iqamah bagi orang muadzin dan pendengarnya adalah: Dengan tartil . alimat demi kalimat dan pengaturan nafa. Memiliki suara yang lantang dan tinggi Meletakkan kedua jari telunjukkan kedua telinganya. Membaca tatswib pada sholat subuh dan menjawabnya. Untuk syahadat pertama pelan dan yang kedua tinggi. Menoleh kekanan dan kiri ketika membaca haiAoalataini. Menjawab adzan dan iqamah bagi yang mendengar. Membaca doa setelah adzan dan iqamah. Suci dari hadast besar dan kecil. Menghadap kiblat. Berdiri. Bersiwak. Jujur dan Adil. Hukum Sholat Sunnah di Iqamah Adzan disyariatkan untuk menandakan waktu sholat telah tiba dan mengajak umat Islam untuk sholat berjamaah di masjid. Harus diberikan waktu yang cukup antara adzan dan iqamah sehingga laki-laki Muslim dapat mempersiapkan diri untuk menghadiri masjid. Jika tidak, maka fungsi adzan akan terbuang percuma dan kesempatan banyak orang untuk shalat berjamaah di masjid akan hilang. Bagaimana mungkin muazin mengajak jamaah shalat dengan mengumandangkan seruan AuHaya Arash ShallahAy lalu menunggu dengan tidak sabar, tanpa menghiraukan jamaah yang berwudhu atau berdatangan saat dipanggil untuk menunaikan Bagaimana mungkin iqomah bisa dilakukan secara terburu-buru? Tentu masih banyak orang yang belum bersuci. Beberapa dari mereka mungkin masih bekerja, makan, minum, tidur, dan melakukan hal lainnya. Oleh karena itu, perlu diberi waktu untuk bersiap. Inilah yang diperintahkan Nabi Shallallahu alaihi wassalam dalam sabdanya: AuJadikanlah antara adzanmu dengan iqamahmu kelonggaran seukuran muAotashir . rang buang haja. menyelesaikan hajatnya dengan tenang, dan seukuran orang yang sedang makan selesai dri makannya dengan tenang!Ay (HR. At-Tirmidzi, no. 195, dan lain-lai. Para Imam Mahzab berbeda pendapat mengenai waktu harus berdirinya makmum saat mendengarkan iqamah sholat. Mazhab Hanafi berpendapat bahwa jika orang yang melakukan iqamah mengucapkan. AuA Ay a O aEaO eEamaka dianjurkan berdiri dari duduk untuk sholat. Mazhab Maliki berpendapat bahwa orang yang ingin shalat, bukan orang yang mukmin atau musafir boleh berdiri saat iqamah dibacakan atau bahkan sebatas yang mampu dilakukan. Yang demikian tersebut tidak dibatasi waktu tertentu, makmum mukmin hendaknya ia berdiri sejak awal pembacaan Iqama. Mazhab Syafi'i berpendapat bahwa, disunnahkan bagi anggota jamaah untuk berdiri dan shalat setelah membaca iqamah. Mahzab Hambali berpendapat bahwa berdiri disunnahkan ketika orang yang beriqamah mengucapkan: Yaitu apabila ia telah melihat imamnya berdiri. Jika imamnya belum berdiri maka hendaknya ia menunda berdirinya sehingga imam itu berdiri. Para ulama berpendapat bahwa iqama mempunyai hukum dan sifat hukum tersebut. Ada yang berpendapat bahwa hukum Iqamat merupakan Sunnah Mu'aqqadah yang lebih ampuh bagi individu dan masyarakat dibandingkan adzan. Ada yang berpendapat bahwa hukum iqamah adalah farhdu,merupakan mahzab sebagian ahli Zhahir. Jika fardu yang dimaksud adalah fardu shalat, maka dengan hilangnya iqamah shalat menjadi batal. Mereka mengatakan syarat sahnya shalat dan meninggalkannya berarti durhaka. JBPAI Ae VOLUME. NO. DESEMBER 2023 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 01-12 Mahzab ibn Kinana menjelaskan: hukum Iqamah bagi Allah SWT adalah Jika diperintahkan untuk mengadakan iqama, maka kita berada di tempat tergantung situasinya. Iqama dibedakan dari adzan dengan kalimat qad qamatish shala. kalimat ini mengungkapkan bentuk lampau . l-mahd. sementara shalat baru Hukum adzan merupakan Sunnah Mu'akkadah untuk shalat fardu, baik yang dilakukan secara berjamaah maupun sendiri. Adapun doa setelah iqamah yaitu: Artinya: AuYa Allah SWT. Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, dan sholat yang didirikan! Limpahkan rahmat dan kedamaian kepada junjungan kami. Nabi Muhammad dan perkenankanlah permohonannya pada hari kiamat!. Ay Syarat iqama adalah laki-laki, tidak jadi syarat tetapi perempuan boleh melakukan iqamah sendiri. Menurut Syafi'iyyah dan Malikiyah, jika seorang wanita shalat bersama laki-laki, maka iqamah wanita tidak sah. Karena syarat-syarat di atas merupakan syarat-syarat kelengkapan dan bukan merupakan syarat sah iqamah, maka jika keterlambatan salah satu syarat itu akan mengakibatkan makruh. Dalam situasi seperti ini, iqamah sama dengan azan, namun dianjurkan mengulang adzan jika salah satu syaratnya kurang. Hal ini tidak terjadi pada Iqamah. Jika seorang wanita melakukan iqamah bersama jamaah laki-laki, maka iqamahnya sah tetapi makruh. Hikmah Iqamah diamalkan ketika akan melakukan sholat sebab, selain mengingatkan orang akan sholat yang akan dilangsungkan, juga mengingatkan orang yang sholat akan kebesaran Allah SWT. Oleh karena itu, orang yang melaksanakan shalat dapat memasuki shalat dengan iman, rasa takut dan taqwa kepada Allah SWT. adab adab iqamah, muazin harus memenuhi syarat dan melakukan hal berikut: Ketika Imam memasuki masjid untuk shalat . etelah Imam tiba di masji. , membaca Iqamah. Jika imam sudah tiba di masjid pada waktu azan, maka muazin harus menunggu isyarat imam. Diantara waktu adzan dan iqamat diberikan waktu sejenak untuk memberikan kesempatan kepada orang-orang yang berada di dekat masjid untuk menghadiri jamaah atau sekedar shalat sunnah sebanyak dua kali saja. Jabir bin Samruah berkata: AuAdalah muazzin rasul saw. Mengumandangkan adzan, kemudian menagguhkan, yakni tidak membaca iqamah sampai rasulullah saw keluar dari Sesudah rasul mengambil tempat barulah muazzin membacakan iqamah. Ay Hukum Sholat Sunnah di Iqamah Barulah muazzin boleh mengumandangkan iqamah. Iqamah sebelum Imam masuk masjid agar bisa untuk memperbaiki shaf. Kemudian tunggu Imam datang sambil Seorang muazin yang membacakan adzan hendaknya membaca pula iqamah. Turmudzi berkata: AuKebanyakan ulama menetapkan bahwa orang yang membaca Iqamah ia juga yang membaca Adzan, tetapi bisa juga dibaca oleh orang lain. Mungkin ada jeda antara iqamat dan shalat, di mana Anda dapat berbicara tanpa mengulangi iqamat, meskipun jedanya lama. Dan azan tidak boleh dikumandangkan tanpa izin muazzin yang ditunjuk, kecuali jika muazzin yang ditunjuk itu tidak hadir. Dalam hal ini, orang lain akan mengumandangkan azan tersebut. Diantara bid'ah Iqamah meliputi: Menambahkan kata "wad darajatar rafi'ata" pada doa Wasilla. Di akhir doa Wasila ditambahkan kata "Ya arhamar Rahimin". Ketika kita membaca qad qamatish Shalah, kita membaca kata aqamahal lahu wa Saat membaca AuAsholatu qayrum Minan NaumAy, ucapkan AuShadaqta wa BaraktaAy. Bacalah Shalawat sebelum Iqamah. membaca tasbih sebelum fajar. Diantara bidAoah pula, ialah: AuMemohon wasilah sesudah iwamah Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Sunny dari Abu Hurairah adalah sebagai berikut: Allahuma rabba hadzihid daAowa tit tammati sesudah iqamah merupakan hadits yang diriwayatkan oleh Ghassan ibn Ghafir dari mauqufs. Adz-Dzahaby dalam Al-Mizan,orang tersebut tidak dapat dijadikan alat bukti. Daraquthny mengatakan pengucapan hadis tersebut lemah. Dan tidak boleh disunnahkan melakukan hal seperti ini setelah Iqamah. Dengan alasan Nabi SAW pernah menggunakan kata adzan dalam bentuk mutsanna yang dimaksud adzan dan iqamah,dalam hadist baina kuli azanaini sholatun artinya antara dua adzan . dzan dan iqama. , ada sholat sunnah. Secara spesifik, ada empat kategori shalat ditinjau dari adzan dan iqamah yaitu: Sholat yang disunnahkan Adzan dan Iqamah yaitu shalat lima waktu dan shalat Jumat. Sholat Sunnah Iqamah yang dikerjakan tanpa adzan adalah sholat jamak. Sholat yang pertama saat adzan dan sholat kedua saat iqamah. Sholat yang disunnahkan dengan seruan . ida') tanpa adzan dan iqamah yaitu sholat JBPAI Ae VOLUME. NO. DESEMBER 2023 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 01-12 sunnah yang disyariatkan berjamaah,seperti sholat idul fitri. Sholat yang tidak disunnahkan Adzan. Iqamah, maupun seruan(Nid. , yaitu sholat sunnah yang tidak diwajibkan berjamaah, misalnya sholat dhuha. Sebagian umat Islam, setelah memutuskan untuk shalat, menemukan ada sesuatu yang mengganggunya, sehingga mereka segera shalat beberapa saat, lalu mengulangi iqamah kembali. Perilaku seperti ini salah. Pendapat yang benar adalah tidak perlu mengulang iqamah dua kali, cukup iqamah pertama. Oleh karena itu. Imam Bukhari menyiapkan bab yang berjudul AuAl-Imamu taAoarrahda lahul Haja Ba'dal IqamatiAy . mam dihadapkan pada suatu keperluan setelah iqama. dari nasehat Anas, dia berkata: Auketika suatu saat Sholat iqamah sudah dilangsungkan padahal Nabi sedang membisikkan sesuatu kepada seorang pria di dekat masjid,beliau tidak mendirikan sholat hingga kaum Hadits tersebut mengandung makna bahwa seseorang dapat berbisik kepada orang lain ketika berada di tengah sekelompok orang. Pengarang (Imam Bukhar. menafsirkan hal ini dalam sebuah diskusi dan meminta izin untuk memperpanjang bisikan Di dalamnya juga terkandung makna bolehnya dipisahkan iqamah dengan ihram jika disebabkan oleh suatu keperluan. Jika tidak ada keperluan maka itu makruh. NILAI-NILAI PENDIDIKAN Tak hanya adzan untuk menandai waktu sholat, adzan dan iqamah memiliki berbagai manfaat lain yang tak kalah pentingnya. Keutamaan sholat dan seruan iqamah dalam Islam juga antara lain meningkatkan semangat dan kesadaran dalam shalat sebagai wujud rasa hormat kepada Allah, serta menjaga keutuhan dan kesatuan ummat. Kita patut bersyukur karena pemerintah telah menerapkan Konsep pendidikan karakter yang didalamnya ada bebarapa karakter yang berkaitan erat dengan materi peneliatian ini diantaranya karakter religius (Isnaini. Bidin. Susanto, et al. , 2023. Isnaini. Bidin. Wahyu Susanto, et al. , 2023. Isran Bidin. Muhammad Isnaini. Misharti. Wismanto. Muslim et al. , 2023. NurAoaini, 2021. Ranam et al. , 2021. Sri Indriyani. NerianiDzakirah Nur AssyifaMaya Wulan sari, 2023. Syukri. Abdul Rouf. Wismanto, 2. yang pasti akan sangan membantu para santri untuk memiliki sifat-sifat taat kepada Rabbul Aoalamain, karakter disiplin (Amir Husin. Asmarika. Aulia Fitri. Wismanto, 2023. Amir Husin. Asmarika. Mardhiah. Syukri, 2023. Rusli Ibrahim. Asmarika. Agus Salim. Wismanto, n. Sri Indriyani. NerianiDzakirah Nur AssyifaMaya Wulan sari, 2. yang juga mengajarkan agar Hukum Sholat Sunnah di Iqamah ketika melaksanakan ibadah kita juga bisa beribadah disiplin sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Taala AO. Delapan belas karakter pendidikan yang ditumbuhkembangkan berdasarkan nilai-nilai pancasila yaitu pendidikan karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kratif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan bertanggungjawab (Elbina Saidah Mamla, 2. Beberapa diantara karakter pendidikan tersebut sudah pernah di teliti seperti endidikan karakter religius (Isnaini. Bidin. Susanto, et , 2023. Isran Bidin. Muhammad Isnaini. Misharti. Wismanto, 2022. KEMENDIKNAS, Kusuma, 2018. Muslim et al. , 2023. Syukri. Abdul Rouf. Wismanto, 2. , karakter jujur (Elbina Saidah Mamla, 2021. Muslim et al. , 2023. Pendidikan & 2018, n. ), karakter toleransi (Aswidar & Saragih, 2022. Marintan Marintan & Priyanti, 2022. Rahmawati & Harmanto, 2020. Sari, 2016. Wahyuddin. Imam. Cahyono. Fajar. Alfaris, 2. , karakter disiplin (Aswidar & Saragih, 2022. Rusli Ibrahim. Asmarika. Agus Salim. Wismanto, n. Wuryandani et al. , 2. , karakter kerja keras (KEMENDIKNAS, 2011. Marzuki & Hakim, 2. , karakter kreatif, karakter mandiri, karakter demokratis dan yang lainnya. Untuk mewujudkan nilai-nilai karakter tersebut tentu diperlukan manajemen pengelolaan pendidikan yang baik oleh kepala sekolah (Deprizon. Radhiyatul Fithri. Wismanto. Baidarus, 2022. Hamzah. Tuti Syafrianti. Bambang Wahyu Susanto. Wismanto. Mardhiah. Amir Husin. Muhammad Imaaduddin Masjunaidi, 2022. Muslim et al. Syukri. Abdul Rouf. Wismanto, 2. , kurikulum yang mendukung (Deprizon. Radhiyatul Fithri. Wismanto. Baidarus, 2022. Dina et al. , 2022. Roza, 2004. Wismanto et al. , guru-guru yang kompeten dibidangnya (Asmarika. Amir Husin. Syukri. Wismanto. Asmarika. Syukri. Mohd. Fikri Azhari. Mardhiah, 2022. Fitri et al. , 2023. Junaidi. Andisyah Putra. Asmarika. Wismanto, n. Marzuenda. Asmarika. Deprizon. Wismanto. Rusli Ibrahim. Asmarika. Agus Salim. Wismanto, n. Susanto & Lasmiadi. Muallif. Wismanto, 2023. Wismanto. Alhairi. Lasmiadi. A Mualif, 2023. Wismanto, n. kerjasama dengan orangtua walimurid yang baik, peningkatan sumberdaya manusianya . uru dan tendi. serta hal-hal lainnya yang diperlukan (Junaidi. Zalisman. Yusnimar Yusri. Khairul Amin, 2021. Khairul Amin. Imam subaweh. Taupik Prihatin. Yusnimar Yusri, 2. Jika pendidikan karakter ini bisa berjalan dengan baik, maka lembaga pendidikan bisa akan mampu membantu peserta didik kita untuk bisa terhindar dari perbuatan yang mengarah pada kesyirikan (Wismanto. Zuhri Tauhid. , 2023. Wismanto Abu Hasan, 2. JBPAI Ae VOLUME. NO. DESEMBER 2023 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 01-12 KESIMPULAN Dapat dilangsungkannya shalat, dan dengan iqamah orang yang duduk berdiri untuk mengambil tempat dalam barisan, maka dapat disimpulkan bahwa shalat itu diharapkan segera dilakukan setelah iqamah berakhir. Dan kita dapat menarik kesimpulan dan hikmah dari pelaksanaan adzan dan seruan iqamah, yaitu: Sebagai alat dan media untuk mengumumkan datangnya waktu shalat, mengajak umat Islam untuk shalat berjamaah dan memberitahukan tempat di mana masyarakat akan melakukan shalat serta menamakkan Syi'ar dan kebesaran Islam. DAFTAR PUSTAKA