PENGARUH SIFAT TANAH TERHADAP KEJADIAN DAN KEPARAHAN PENYAKIT PADA KELAPA SAWIT MAIN NURSERY ` Aditya Dyah Utami1*. Heri Setyawan 2. Harlina Kusumatuti3. Wandha Atmaka Aji4 Program Studi Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Lambung Mangkurat Program Studi Pembibitan Kelapa Sawit. Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta Program Studi Agroteknologi. Universitas Borobudur *Email Korespondensi: aditya. utami@ulm. ABSTRAK Sifat tanah baik fisik, kimia maupun biologi berdampak langsung terhadap pertumbuhan dan kesehatan bibit tanaman kelapa sawit. Tanah yang subur maka kejadian dan keparahan penyakit tanaman dapat diminimalisir. Tujuannya untuk mengetahui sifat tanah baik fisik maupun kimia yang mempengaruhi kejadian dan keparahan penyakit kelapa sawit main nursery. Tahapan pelaksanaan meliputi pengambilan contoh tanah dan pengamatan tanaman sakit. Contoh tanah yang diambil adalah rizosfer kelapa sawit main nursery. Analisis data menggunakan Microsoft Excel untuk mendeskripsikan insidensi penyakit dan sifat fisik kimia tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada main nursery-B (MN-B) insidensi serangan penyakit memiliki presentase lebih tinggi dibandingkan dengan main nursery-A (MN-A). Sifat fisik, kimia tanah (N-tersedia. P-tersedia. C-organik. KTK) mempengaruhi insidensi serangan penyakit. Tingginya kandungan N-tersedia dan P-tersedia meningkatkan serangan organisme pengganggu tanaman sedangkan tingginya kandungan C-organik dan KTK dapat menekan serangan organisme pengganggu tanaman. Kata Kunci: insidensi penyakit. kelapa sawit. organisme pengganggu tanaman. ABSTRACT Soil properties, both physical, chemical and biological, have a direct impact on the growth and health of oil palm seedlings. Fertile soil means the incidence and severity of plant diseases can be minimized. The aim is to determine soil properties, both physical and chemical, that influence the incidence and severity of main nursery oil palm diseases. Implementation stages include taking soil samples and observing sick plants. The soil sample taken was the rhizosphere of main nursery oil palm. Data analysis uses Microsoft Excel to describe disease incidence and soil physical and chemical properties. The research results showed that in main nursery-B (MN-B) the incidence of disease attacks had a higher percentage compared to main nursery-A (MN-A). Physical and chemical properties of soil (N-available. P-available. C-organic. CEC) influence the incidence of disease attacks. The high content of available N and available P increases attacks by plant pests, while the high content of organic C and CEC can suppress pest attacks. Keywords: disease incidence. oil palm. plant pest organisms. properties land. ISSN: 2962-3634 CIWAL: Jurnal Pertanian https://jurnal. id/index. php/ciwal CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 PENDAHULUAN nursery dan pembibitan main-nursery. Kelapa sawit (Elaeis guineensis Pembibitan pre-nursery dilaksanakan Jac. merupakan komoditas perkebunan selama 3 bulan, sedangkan pembibitan di di Indonesia yang memiliki potensi besar main-nursery sebagai penghasil minyak dan memiliki kurang lebih 9 bulan, sehingga total luas lahan serta produksi terbesar pembibitan keseluruhan kurang lebih 12 bulan (Adileksana et al. lainnya (Setyawan et al. Wahyudi Pembibitan selama kurang lebih 12 et al. Berdasarkan data BPS bulan tersebut membutuhkan media . luas areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah 14. 420 Ha mendukung pertumbuhan bibit, sehingga dengan rincian kebun rakyat mencapai mencapai ukuran optimum untuk siap 742 Ha, luas areal perkebunan dipindahkan ke lahan terbuka. Untuk milik negara melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai 627. 042 Ha, paling berpengaruh adalah media tanam dan lahan sawit perusahaan swasta . Semakin kandungan, bentuk serta struktur yang berkembangnya luas areal perkebunan berbeda-beda, sehingga pada setiap kelapa sawit di Indonesia maka semakin tanah juga memiliki pengaruh yang terbatasnya lahan subur yang dapat berbeda-beda. Pengaruh sifat tanah Ha. Tanah Semakin terbatasnya lahan subur sangatlah besar misalnya tanah yang juga merupakan gambaran terbatasnya bersifat masam akan menghambat proses tanah subur untuk budidaya. Oleh karena dekomposisi bahan organik di dalam itu, perlu penggunaan media tanam tanah sehingga tanah menjadi kurang dengan banyak kombinasi antara tanah subur, sebaliknya tanah terlalu basa juga dengan berbagai bahan organik untuk mendapatkan media yang subur (Wawire berkembang dan mendokomposisikan et al. Tanah subur sangat bahan organik didalam tanah (Vimal et dibutuhkan di pembibitan kelapa sawit. Bergottini et al. Sifat Pembibitan kelapa sawit sendiri terdapat tanah tersebut berdampak langsung dua tahapan yaitu pada pembibitan pre- terhadap pertumbuhan dan kesehatan CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 bibit tanaman kelapa sawit. Tanah yang penyakit pada bibit kelapa sawit main subur memberikan banyak pengaruh Tujuan penelitian ini adalah terhadap pertumbuhan tanaman, seperti mengetahui sifat tanah baik fisik maupun perkembangan akar yang lebih panjang, kimia yang mempengaruhi kejadian dan kemampuan akar untuk menyerap unsur keparahan penyakit kelapa sawit main hara menjadi lebih baik, serta mampu mengurangi resiko bibit kelapa sawit terserang penyakit, khususnya penyakit METODE akar (Donn et al. Puspika & Pinem, 2. Penyakit Penelitian dilaksanakan di Kebun Pendidikan Penelitian Akademi Komunitas (KP-. Perkebunan disebabkan karena media tanam yang Yogyakarta yang terletak di Papringan tidak baik, penggunaan tanah bekas Depok. Sleman. Yogyakarta. Analisis budidaya atau menggunakan tanah yang contoh tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Bahan yang digunakan adalah bibit Media tanam yang baik menjadi salah kelapa sawit main nursery, contoh tanah satu faktor pendorong keberhasilan pada Alat penyakit terbesar pada Untuk Tanah. Fakultas Pertanian, yang digunakan memenuhi kebutuhan media tanam yang terdiri dari peralatan lapangan untuk pengamatan bibit main nursery dan alat- memenuhi persyaratan tertentu yaitu alat laboratorium serta alat pendukung. mampu menampung air, bebas gulma, tidak mengandung benih sumber hama Pelaksanaan dan penyakit, serta mampu membuang dilakukan pada bibit kelapa swit main mengurangi resiko tergenang (Gustia & nursery yang terdapat di KP-2 Akademi Rosdiana, 2. Berdasarkan latar Komunitas belakang tersebut, maka perlu dilakukan Pengambilan contoh tanah dilakukan penelitian untuk mengkaji pengaruh sifat tanah terhadap kejadian dan keparahan Pengambilan Perkebunan Yogyakarta. CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 Contoh tanah terbagi KTK. P tersedia. N tersedia, tekstur tanah. menjadi 2 kelompok yaitu main nursery Tabel 1 menunjukkan hasil analisis fisik dan A (MN-A) dan main nursery B (MN-B). kimia tanah yaitu MN-A dan MN-B di Masing-masing contoh tanah diambil lokasi penelitian (Tabel . sebanyak 500 g kemudian dilakukan organik, kadar lengas, pH. N-tersedia. Ptersedia dan KTK tanah. Bibit main nursery dilakukan pengamatan tanaman yang sehat dan Tanaman diamati secara visual dan Kemudian sebagai berikut: (%)ycNycaycuycaycoycaycu ycycaycoycnyc ycycycoycoycaEa ycycuycnyc ycycaycuycaycoycaycu ycycaycoycnyc ycu100% ycycuycycayco ycycycoycoycaEa ycycuycnyc ycycaycuycaycoycaycu ycycaycuyci yccycnycaycoycaycycn Tabel 1. Sifat Fisik Kimia Tanah Sifat Fisik MN-A MN-B Kimia Tanah pH H2O C-organik (%) KTK . e/100 . P2O5 tersedia . N tersedia . Tekstur Pasir (%) Debu (%) Liat (%) Keterangan: MN-A = Contoh tanah main nursery A MN-B = Contoh tanah main nursery B Analisis Data Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai Data penelitian yang didapatkan pH pada kedua bibit main nursery tinggi kemudian diuji korelasi menggunakan . Namun, pH tanah pada MN-B lebih tinggi . H = mendeskripsikan insidensi penyakit dan . dibandingkan MN-A . H = 7. sifat fisik kimia tanah. C-organik pada MN-A 1. 18% sedangkan Microsoft Excel pada sampel MN-B menunjukkan nilai HASIL DAN PEMBAHASAN lebih rendah yaitu 0. KTK pada Sifat fisik dan kimia tanah sangat MN-B menunjukkan hasil 9. 78 me/100 g berpengaruh terhadap pertumbuhan dan sedangkan pada MN-A nilai 7. 25 me/100 perkembangan tanaman, aktivitas air. P2O5 tersedia pada MN-B lebih besar oksigen maupun absorbsi unsur hara. 25 ppm dan pada sampel MN- Penelitian ini melakukan analisis fisik dan kimia tanah yang meliputi pH. C-organik, sedangkan N tersedia pada MN-B CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 menunjukkan nilai 93. 49 ppm dimana kimia maupun biologi yang berbeda satu nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya. MN-A yaitu 75. 68 ppm. Tekstur baik Tanah MN-B memiliki kandungan pada MN-A dan MN-B didominasi oleh N-tersedia dan P-tersedia yang relatif fraksi pasir yaitu berkisar 50. lebih tinggi dibandingkan tanah MN-A. Hasil Unsur N dan P sangat berpengaruh mengindikasikan bahwa baik pada MN- MN-B perkembangan tanaman (Adileksana et Semakin tinggi kandungan N- dilakukan perawatan dengan baik dan tersedia dan P-tersedia pada suatu tanah Namun, menjadi sumber penyakit dikarenakan tersebut pada tanaman juga tinggi. masing-masing kandungannya berbeda Kandungan N dan P tinggi pada tanaman dan beragam. Sifat fisik kimia tanah akan menjadikan dinding sel tanaman tersebut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main organisme pengganggu tanaman (OPT). Pengaruh media tanam terhadap Ketersediaan kandungan N yang tinggi pertumbuhan tanaman cukup banyak dan Contohnya peningkatan serangan patogen maupun penyakit seiring dengan meningkatnya kandungan N dalam tanaman (Senoaji & serangan penyakit pada tanaman. Praptana, 2. bahwa pada bibit kelapa sawit MN-B presentase insidensi penyakit sebesar 10% sedangkan MN-A sebesar 25%. Tingginya presentase tanaman yang sakit pada MN-B selain disebabkan oleh faktor biotik juga disebabkan faktor kelembaban dan jenis tanah. Setiap jenis tanah memiliki karakteristik sifat fisik Insidensi Penyakit (%) Berdasarkan Gambar 1 diketahui 50,00 45,00 40,00 35,00 30,00 25,00 20,00 15,00 10,00 MN-A MN-B Contoh Tanah Gambar 1. Insidensi penyakit bibit main CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 Sifat meningkatkan ketahanan tanaman dari seperti C-organik. Penelitian Prabowo et berbagai serangan penyakit dan patogen. Dikarenakan petunjuk ketersediaan unsur hara bagi mampu menekan petumbuhan penyakit. tanaman (Based, 2. Tanah dengan Jika dilihat dari penelitian pada MN-A pH mendekati netral juga dapat menekan serangan OPT melalui cara pengikatan . C-organik MN-B kandungan C-organik pada MN-A lebih kandungan bahan C-organik pada MN-B lebih rendah yaitu 0. Tingginya C- Karena (Hadiwiyono et al. Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan organik juga akan berkorelasi dengan KTK fraksi pasir lebih tinggi dibandingkan meningkat, sehingga muatan tanah juga dengan MN-A. Tingginya fraksi pasir Koloid (Putra Jalil. MN-B memiliki Meimaroglou & Mouzakis, 2. porous dan mudah meloloskan air organik sebagai sumber nutrisi bagi (Meimaroglou & Mouzakis, 2. mikroba tanah. Semakin tinggi C- Dengan menyebabkan akar tanaman tumbuh dan semakin tercukupi, sehingga aktivitas berkembang lebih cepat dibandingkan mikroba tanah meningkat. Tingginya pada media tanam yang kandungan fraksi pasirnya lebih sedikit. Penyakit menekan serangan OPT baik secara tular tanah akan lebih cepat menyerang apabila akar tanaman pertumbuhannya (Hadiwiyono et al. cepat (Puspika & Pinem, 2. MN-A juga memiliki pH tanah yang relatih mendekati netral, yaitu 7. pH tanah yang netral menempatkan KESIMPULAN Pada MN-B insidensi serangan sehingga menyebabkan tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan MN-A. Sifat mampu untuk menyerap unsur hara lebih fisik, kimia tanah (N-tersedia. P-tersedia. CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 C-organik. KTK) insidensi serangan penyakit. Tingginya kandungan N-tersedia dan P-tersedia meningkatkan serangan OPT sedangkan tingginya kandungan C-organik dan KTK dapat menekan serangan OPT. DAFTAR PUSTAKA