METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PEMESANAN ONLINE BERBASIS WEB PADA APOTEK DUA FARMA Kiki Alfaini NurrizkiA. Raden Bagus Bambang Sumantri. Arif Setia Sandi A Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Harapan Bangsa. Banyumas. Indonesia Email: kikialfaini@gmail. DOI: https://doi. org/10. 46880/jmika. Vol8No2. ABSTRACT Indonesian society increasingly relies on information technology in various aspects of life, including business and healthcare services. Pharmacies, as vital entities in healthcare, require information systems to manage data However, the Indonesian Ministry of Health states that more than 80% of healthcare facilities in Indonesia have not yet adopted digital technology, including Apotek Dua Farma, which manages 700 types of medicines and 100 manual transactions daily. This research aims to develop an online-sales and ordering information system based on a website using the Laravel framework at Apotek Dua Farma to address the difficulties in recording products and sales processes. The method used is Rapid Application Development (RAD), a fast and iterative linear sequential software development model. The research results indicate that the webbased information system developed has four types of users: admin, owner, pharmacist, and customer. This system successfully implements features such as product management, cashier system, online order processing, transaction tracking, reporting, and successfully applies the QRIS payment method. Blackbox testing shows that all features function well and meet the operational needs of Apotek Dua Farma, thereby improving the efficiency and accuracy of product recording and sales. Keyword: Pharmacy. Blackbox Testing. Laravel Framework. Rapid Application Development (RAD). Sales Information System. ABSTRAK Saat ini masyarakat Indonesia semakin mengandalkan teknologi informasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bisnis dan pelayanan kesehatan. Apotek, sebagai entitas vital di bidang kesehatan, membutuhkan sistem informasi untuk mengelola data secara efektif. Namun. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa lebih dari 80% fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia belum menggunakan teknologi digital, termasuk Apotek Dua Farma yang memiliki 700 macam obat dan 100 transaksi manual setiap hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi penjualan dan pemesanan online berbasis website dengan framework Laravel pada Apotek Dua Farma guna mengatasi kesulitan pencatatan produk dan proses penjualan. Metode yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD) yang merupakan model pengembangan perangkat lunak sekuensial linier yang cepat dan iteratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi berbasis website yang dikembangkan memiliki empat jenis pengguna yaitu admin, owner, apoteker, dan pelanggan. Sistem ini berhasil menerapkan fitur manajemen produk, sistem kasir, pemrosesan pesanan online, pelacakan transaksi, pelaporan, dan berhasil menerapkan metode pembayaran QRIS. Pengujian menggunakan blackbox testing menunjukkan semua fitur berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan operasional Apotek Dua Farma, sehingga meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan serta penjualan produk. Kata Kunci: Apotek. Blackbox Testing. Framework Laravel. Rapid Application Development (RAD). Sistem Informasi Penjualan. PENDAHULUAN Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi telah menyebabkan perubahan dalam perspektif dan perilaku masyarakat Indonesia dalam melaksanakan segala kegiatan mereka (Sandi A et al. , 2. Hampir semua bidang baik organisasi bisnis maupun industri sekarang menggunakan sistem informasi untuk mengambil keputusan, menyediakan informasi, meningkatkan hasil kerja, dan menawarkan layanan (Sasongko et al. , 2. Organisasi bisnis ataupun institusi perusahaan memanfaatkan sistem informasi untuk mengelola data guna memastikan bahwa bisnis mereka dapat beroperasi dengan baik sesuai rencana (Rohili & Budi, 2. Halaman 164 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. Salah satu bidang bisnis di sektor perdagangan yang membutuhkan sistem informasi untuk mengolah data guna meningkatkan efisiensi dan kelancaran transaksi adalah apotek. Apotek menjadi suatu kebutuhan yang sangat vital dalam kehidupan masyarakat untuk memastikan ketersediaan dan kemudahan dalam memperoleh obat guna memelihara kesehatan dan memungkinkan pelaksanaan aktivitas sehari-hari (Amsaras & Dewi, 2. Meski begitu, saat ini masih belum banyak apotek yang memanfaatkan sistem informasi dalam kegiatan bisnis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa lebih dari 80% fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia masih belum menggunakan teknologi digital, hal tersebut menjadi tantangan utama dalam upaya membangun data kesehatan nasional (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Kemudian, berdasarkan survei Prescryptive Health menyebutkan bahwa sebanyak 91% dari para pengambil keputusan di sektor farmasi menyatakan penggunaan teknologi yang sesuai dapat meningkatkan profitabilitas apotek dan 89% yakin bahwa penerapan teknologi yang tepat dapat meningkatkan pengalaman pelanggan apotek. Sementara itu, 90% konsumen menyatakan akan lebih terbantu jika mengetahui harga obat sebelum tiba di apotek (Prescryptive Health. Apotek Dua Farma adalah salah satu apotek dengan izin resmi nomor 2008210004385 dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cilacap dimana belum menerapkan sistem informasi yang mendukung aktivitas bisnisnya. Berdasarkan observasi yang dilakukan secara langsung di apotek, diperoleh data dari catatan daftar obat dimana terdapat lebih dari 700 jenis obat yang tersedia dan berdasarkan catatan penjualan terjadi lebih dari 100 transaksi setiap harinya. Tidak sejalan dengan data yang cukup besar tersebut, pencatatan stok dan transaksi dilakukan secara manual dalam buku laporan yang mengakibatkan kesulitan dalam pelaporan, perlu waktu lama untuk memantau ketersediaan stok, kemungkinan rusak dan hilang yang tinggi, dan lambatnya pelayanan dalam proses Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh Apotek Dua Farma, perlu adanya komputerisasi pencatatan stok dan transaksi yang terpusat, pemantauan ketersediaan obat secara real-time, serta penyusunan laporan secara cepat dan akurat. Dengan ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. memanfaatkan teknologi, solusi tersebut dapat mengintegrasikan sistem informasi yang sesuai. Penelitian ini mengembangkan sistem informasi penjualan dan pemesanan online guna menjadi solusi permasalahan diatas. Sistem informasi yang dikembangkan akan membantu meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kerusakan atau kehilangan data, dan memungkinkan apotek memberikan pelayanan yang lebih baik kepada Sistem informasi yang dikembangkan berupa sistem informasi penjualan dan pemesanan online berbasis website dengan framework laravel dimana dalam proses pengembangannya menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Metode ini dipilih karena dinilai sesuai dengan kebutuhan sistem yang akan dikembangkan dimana memungkinkan untuk mempercepat waktu pengembangan, fleksibel dalam merespon perubahan kebutuhan, dan menekankan kolaborasi antara pengembang dan pengguna dimana dalam hal ini stakeholder dari apotek (Munawir & Nugroho, 2023. Pahlevi et al. , 2. Dibandingkan dengan metode sejenis seperti Waterfall, pemilihan metode Rapid Application Development (RAD) dilakukan untuk mengatasi keterbatasan inherent dari metode sejenis tersebut seperti kurang fleksibel dalam mengahadapi perubahan dan lebih lama dalam proses pengembangannya karena mengharuskan penyelesaian setiap tahap sebelum memulai tahap selanjutnya (Pricillia & Zulfachmi. Dengan demikian, metode Rapid Application Development (RAD) dipandang lebih sesuai dengan karakteristik sistem informasi penjualan dan pemesanan online pada apotek yang akan Biktra Rudianto. Yuni Eka Achyani, dan Indah Ariyati . dalam penelitiannya yang berjudul AuRancang Bangun Sistem Informasi Persediaan Obat Berbasis Web menggunakan Model RADAy memberikan hasil berupa sistem informasi persediaan obat berbasis website yang di dalamnya terdapat fitur pengelolaan persediaan obat di gudang yaitu untuk kelola data barang masuk dan keluar, serta pelaporan (Rudianto et al. , 2. Sedangkan dalam penelitian dengan judul AuSistem Monitoring Persediaan Obat pada Puskesmas Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara menggunakan Progressive Web ApplicationAy oleh Asrul Azhari Muin. Erfina, dan Marlina Pratiwi . menggunakan Halaman 165 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. metode Rapid Application Development (RAD) menghasilkan sistem monitoring persedian obat dengan fitur kelola data obat, permintaan obat, monitoring obat, dan pelaporan (Muin et al. , 2. Kemudian berdasarkan penelitian oleh Vadya Amelia Idris dan Solikin . dengan judul AuSistem Informasi Penjualan Obat pada Apotek Serambi menggunakan Metode PrototypeAy menghasilkan sistem informasi penjualan obat pada Apotek Serambi berbasis website dengan fitur kelola data barang, transaksi, dan pelaporan (Idris & Solikin, 2. Dari penelitian terdahulu tersebut, belum ditemui fitur kasir yang dapat melakukan transaksi penjualan di toko fisik secara efisien, serta belum ada dukungan untuk metode pembayaran QRIS untuk menangani pembayaran secara online yang mendukung berbagai penyedia layanan keuangan. Untuk mengatasi kekurangan ini, penelitian ini mengembangkan sistem informasi dengan menambahkan fitur kasir serta memasukkan fitur pembayaran QRIS. Kelebihan utama sistem informasi ini adalah kemampuannya untuk menyatukan manajemen data produk, transaksi, pelaporan, sistem kasir, dan pemesanan online pelanggan. Dengan demikian, sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional apotek secara fisik, tetapi juga memperluas pelayanan dengan memfasilitasi pemesanan online. TINJAUAN PUSTAKA Apotek Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2017. Apotek adalah fasilitas pelayanan kefarmasian tempat dimana apoteker melakukan pelayanan kefarmasian. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Obat Obat adalah suatu bahan atau ramuan yang disiapkan untuk mempengaruhi atau mempelajari sistem fisiologis atau keadaan patologis dengan tujuan untuk mendiagnosis, mencegah, menyembuhkan, memulihkan, meningkatkan kesehatan atau sebagai metode kontrasepsi. (Departemen Kesehatan RI, 2. Sistem Informasi Sistem informasi adalah sekumpulan elemen dalam suatu organisasi yang mencakup orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur, dan kontrol(Nestary. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Website Website atau situs adalah kumpulan halaman yang menampilkan berbagai jenis informasi, seperti: Contoh: teks, gambar diam atau gambar bergerak, animasi, suara, video, atau kombinasi keduanya. Informasi tersebut dapat bersifat statis atau dinamis dan membentuk struktur terkait yang terhubung melalui jaringan halaman hyperlink. (Kadir, 2. Framework Laravel Framework dapat diartikan sebagai struktur konseptual dasar yang digunakan untuk menyelesaikan masalah kompleks. Secara ringkas, framework pengembangan sebuah website (Naista, 2. Laravel adalah framework bahasa pemrograman hypertext (PHP) mengembangkan aplikasi berbasis Web dengan mengimplementasikan pola desain Model View Controller (MVC). (Nadroh et al. , 2. Metode Rapid Application Development (RAD) Rapid Application Development (RAD) merupakan sebuah model pengembangan perangkat lunak sekuensial linier yang cepat dan mengikuti proses berulang . Rapid Application Development (RAD) adalah pendekatan berbasis objek untuk pengembangan sistem yang melibatkan metode pengembangan khusus serta penggunaan berbagai perangkat lunak. (Murdiani & Sobirin, 2022. Pricillia & Zulfachmi, 2. Entity Relationship Diagram (ERD) Diagram ER juga dikenal sebagai diagram hubungan entitas (ERD) adalah alat pemodelan data semantik yang mencapai tujuan mendeskripsikan atau merepresentasikan data secara abstrak. Model konseptual menggambarkan data secara abstrak, dan dengan model konseptual ini akan menjadi suatu gambaran skema yang mengindikasikan deskripsi struktur data yang bersifat permanen dan tetap (Bagui & Earp, 2. Data Flow Diagram (DFD) Data Flow Diagram (DFD) merupakan representasi visual dari manualisasi dan komputerisasi atau automai, atau gabungan keduanya. Diagram ini terdiri dari sejumlah komponen sistem yang saling terkait sesuai dengan aturan main yang berlaku (Sumantri et al. , 2. Halaman 166 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. Blackbox Testing Pengujian blackbox adalah proses pengujian eksekusi sistem informasi dengan fokus pada pengamatan terhadap fungsional (Syahputri & Anggoro, 2. Metode ini bertujuan untuk menemukan potensi kesalahan atau keberhasilan fungsi pada suatu program (Sandi A & Aliyah, 2. METODE PENELITIAN Metode pengembangan perangkat lunak atau sistem yang dalam penelitian ini digunakan metode Rapid Application Development (RAD) dimana merupakan salah satu model pengembangan perangkat lunak yang menekankan pada sedikitnya siklus penggembangan (Murdiani & Hermawan, 2. Gambar 1 berikut merupakan tahapan dalam metode Rapid Application Development (RAD). Gambar 1. Tahapan metode RAD Sebagaimana yang dikemukakan (Hasanah & Untari, 2. metode Rapid Application Development (RAD) terbagi atas beberapa tahapan yakni: Business modeling Proses ini dimaksudkan untuk memahami kebutuhan pengguna, merancang sistem dari suatu proses bisnis, menentukan sumber informasi, mengelola informasi tersebut, serta menetapkan hak akses dan tanggung jawab bagi pihak yang Data modeling Proses ini melibatkan pemodelan data yang mencakup identifikasi data yang diperlukan berdasarkan model bisnis, menentukan atributatribut yang terkait, dan mendefinisikan hubungan atau relasi antara data-data tersebut dengan elemenelemen data lainnya. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Process modeling Proses ini melibatkan eksekusi atau penerapan fungsi bisnis yang telah ditetapkan, terkait dengan definisi data yang telah diatur sebelumnya dengan tujuan membuat prototipe yang memenuhi preferensi pengguna. Application generation Melakukan implementasi dari pemodelan proses dan data ke dalam bentuk program, dengan fokus utama pada penggunaan komponen alat yang sudah ada, dan jika perlu, menciptakan komponen baru. Dalam sebagian besar situasi, digunakan alat bantu otomatis untuk membantu dalam pembuatan konstruksi perangkat lunak. Testing and turnover Melakukan pengujian terhadap komponenkomponen yang telah dibuat. Setelah komponen tersebut telah berhasil diuji, tim pengembang dapat melanjutkan untuk mengembangkan komponen HASIL DAN PEMBAHASAN Business Modeling Kebutuhan sistem dalam sistem informasi penjualan dan pemesanan online ini terbagi menjadi 4 hak akses pengguna yang dapat menggunakan sistem, antara lain: Admin User admin mendapatkan data login untuk masuk dalam sistem. User admin dapat mengakses dashboard admin. User admin dapat membaca dan mencetak data pelanggan, data ongkos kirim, data kategori produk, data produk, data pengontrolan stok produk, data penjualan secara lansung, data pesanan online, laporan seluruh penjualan, laporan stok opname, dan laporan keuangan. User admin dapat menambah, mengubah, dan menghapus data pelanggan, data ongkos kirim, data kategori produk, dan data produk. Owner User owner mendapatkan data login untuk masuk dalam sistem. User owner dapat mengakses dashboard owner. User owner dapat membaca dan mencetak data pelanggan, data ongkos kirim, data kategori produk, data produk, data pengontrolan stok produk, data penjualan secara lansung, data pesanan online, laporan seluruh penjualan, laporan stok opname, dan laporan keuangan. Halaman 167 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. Apoteker User apoteker mendapatkan data login untuk masuk dalam sistem. User apoteker dapat melakukan pengelolaan kasir untuk pelayanan penjualan secara langsung, meliputi menambah produk terjual, menambah dan mengurangi kuantitas produk terjual, menghapus produk terjual, mengisi data transaksi, serta mencetak faktur atau bukti User apoteker dapat mengelola pesanan online dengan mengubah status pesanan sesuai dengan progress pesanan online. User apoteker dapat membaca dan mencetak data pengontrolan stok produk, data pesanan online, dan data penjualan. Pelanggan User pelanggan harus melakukan registrasi atau pendaftaran terlebih dahulu untuk membuat akun dan bisa melakukan login agar masuk dalam sistem. User pelanggan dapat membaca produk-produk yang tersedia untuk pemesanan online. User pelanggan dapat melakukan pemesanan online, meliputi menambah produk yang dipesan, menambah dan mengurangi kuantitas produk yang dipesan, menghapus produk yang dipesan, mengisi data pemesanan, menambah konfirmasi penyelesaian pesanan, dan mencetak faktur atau bukti pemesanan. User pelanggan dapat membaca pesanan online dan progress pesanan dari user itu sendiri. Data Modeling Gambar 2. Entity Relationship Diagram (ERD) ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Pada Gambar 2 Entity Relationship Diagram (ERD) diatas, sistem informasi penjualan dan pemesanan online Apotek Dua Farma memiliki 12 entitas yang saling terhubung yaitu users, kategori, produk, kasir, penjualan, penjualandetail, pesanan, pesanandetail, ongkir, pengiriman, buktipembayaran, dan buktipenerimaan. Process Modeling Tahap ini menjelaskan tentang perencanaan alur kerja sistem menggunakan Data Flow Diagram (DFD) yang menggambarkan aliran data antara proses, entitas, dan penyimpanan data dalam sistem tersebut (Ananda et al. , 2. Gambar 3. Diagram Konteks Gambar 3 diatas memberikan gambaran secara umum keseluruhan dari sistem informasi penjualan dan pemesanan online pada Apotek Dua Farma dimana didalamya terdapat owner, admin, apoteker, dan pelanggan sebagai entitas yang dapat memberikan input dan mendapatkan output dari sistem. Gambar 4. Diagram Level 0 Halaman 168 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. Gambar 4 diagram level 1 diatas menggambarkan 7 proses utama dalam sistem ini, antara lain proses registrasi, proses login, proses input data, proses penjualan, proses pesanan online, proses kontrol stok, dan proses pelaporan. Selain itu, terdapat data store untuk menyimpan data sesuai dengan penggambaran Entity Relationship Diagram (ERD) yang telah dibuat sebelumnya. Application Generation Pada tahap ini, ditampilkan hasil sistem informasi penjualan dan pemesanan online berbasis website pada Apotek Dua Farma yang telah dibuat untuk dokumentasi dan presentasi hasil kerja. Selain itu, disertakan juga rancangan interface untuk memperjelas bagaimana antarmuka pengguna akan dirancang dan diimplementasikan dalam aplikasi. Perancangan Wireframe Halaman User Admin/Owner ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Halaman User Apoteker Gambar 6. Perancangan Wireframe Halaman Apoteker Gambar 6 diatas menampilkan rancangan wireframe sebagai panduan visual yang mewakili kerangka untuk halaman apoteker dimana terdapat lima halaman utama yang direpresentasikan, yaitu halaman login, kasir, pesanan diproses, pesanan online, stok penjualan, dan riwayat transaksi. Panah biru menghubungkan beberapa bagian, mengindikasikan alur kerja atau jalur navigasi antara bagian-bagian berbeda dalam halaman apoteker ini. Halaman User Pelanggan Gambar 5. Perancangan wireframe Halaman Admin/Owner Gambar 5 diatas menampilkan rancangan wireframe sebagai panduan visual yang mewakili kerangka untuk halaman admin/owner dimana terdapat enam halaman utama yang direpresentasikan, yaitu halaman login, dashboard admin/owner, pesanan diproses, pesanan selesai, penjualan, dan laporan Panah di antara bagian-bagian menunjukkan alur atau jalur navigasi dari satu bagian ke bagian lain dalam antarmuka halaman admin/owner ini. Gambar 7. Perancangan Wireframe Halaman Pelanggan Gambar 7 diatas menampilkan rancangan wireframe sebagai panduan visual yang mewakili kerangka untuk halaman pelanggan dimana terdapat lima halaman utama yang direpresentasikan, yaitu halaman login, halaman awal, toko online, checkout, dan profil & pesanan. Panah biru menghubungkan beberapa bagian, mengindikasikan alur kerja atau jalur navigasi antara bagian-bagian berbeda dalam halaman pelanggan ini. Halaman 169 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Tampilan Website Halaman Login Gambar 8. Tampilan Desktop Website Halaman Login Gambar 11. Tampilan Mobile Website Halaman Kasir Gambar 10 dan 11 diatas menampilkan halaman kasir bagi user apoteker untuk dapat melakukan pencatatan transaksi penjualan secara langsung di Dalam halaman kasir, apoteker dapat memilih produk yang terjual, meng-input-kan data pembayaran yang otomatis akan dilakukan perhitungan kembalian, serta memilih metode pembayarannya. Halaman Toko Online Gambar 9. Tampilan Mobile Website Halaman Login Gambar 8 dan 9 diatas merupakan halaman login yang dapat digunakan oleh user owner, admin, apoteker, dan pelanggan untuk dapat mengakses sistem informasi penjualan dan pemesanan online apotek. Gambar 12. Tampilan Desktop Website Halaman Toko Online Halaman Kasir Gambar 10. Tampilan Desktop Website Halaman Kasir Gambar 13. Tampilan Mobile Website Halaman Toko Online Halaman 170 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. Gambar 12 dan 13 diatas merupakan halaman toko online yang dapat digunakan oleh user pelanggan untuk dapat melakukan pemesanan online produk dalam apotek. Dimana terdapat data-data produk yang dijual, list belanja untuk pelanggan menyimpan sementara produk yang akan dipesan dan memilih metode pengiriman serta metode pembayaran yang ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. form upload bukti pembayaran yang telah pelanggan Halaman Dashboard Admin/Owner Halaman Checkout Gambar 16. Tampilan Desktop Website Halaman Dashboard Admin/Owner Gambar 14. Tampilan Desktop Website Halaman Checkout Gambar 17. Tampilan Mobile Website Halaman Dashboard Admin/Owner Gambar 15. Tampilan Mobile Website Halaman Checkout Gambar 14 dan 15 diatas menampilkan halaman checkout bagi user pelanggan dimana berisi informasi pengiriman dan pembayaran. Dalam gambar diatas ditampilkan apabila pelanggan memilih metode pengiriman AuDikirimAy dan metode pembayaran AuQRISAy. Bagian pengiriman digunakan untuk menginput-kan alamat pengiriman dan pada bagian pembayaran ditampilkan rincian total yang harus pelanggan bayar. QRIS yang bisa pelanggan scan, dan Gambar 16 dan 17 merupakan tampilan dashboard bagi user admin dan owner untuk dapat melihat dan memantau berbagai aspek operasional bisnis apotek secara ringkas. Informasi yang disajikan dalam dashboard meliputi jumlah pesanan online yang belum diproses, jumlah pesanan online yang telah terselesaikan, jumlah penjualan secara langsung di apotek, total pendapatan, serta pendapatan harian setiap bulan yang disajikan dalam grafik. Testing and Turnover Tahap testing and turnover merupakan tahap penting dalam pengembangan sistem di mana sistem yang telah diimplementasikan diuji secara menyeluruh untuk memastikan bahwa berfungsi sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya (Frieyadie, 2. Pengujian terhadap sistem informasi penjualan dan pemesanan online pada Apotek Dua Farma yang telah dibuat menggunakan blackbox testing yang fokus terhadap proses masukan Halaman 171 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 8 No. 2 (Oktober 2. Pengujian sistem ini dilakukan oleh pihak apotek dan pelanggan apotek yang masing-masing mewakili user dalam sistem. Pihak apotek melibatkan beberapa peran, termasuk pemilik, admin, dan Sedangkan pelanggan yang terlibat dipilih berdasarkan representasi beberapa profesi yang Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem berfungsi dengan baik dari berbagai sudut pandang pengguna yang berbeda, sehingga dapat mendeteksi dan mengatasi berbagai masalah yang mungkin muncul dalam penggunaan sehari-hari. Setelah melakukan pengujian dengan metode blackbox testing pada sistem informasi penjualan dan pemesanan online pada Apotek Dua Farma yang dilakukan oleh pihak apotek meliputi pemilik, admin, dan apoteker, serta representasi lima pelanggan Apotek Dua Farma dapat disimpulkan bahwa dalam pengujian tidak ditemukan adanya error pada sistem. Semua fungsionalitas dan skenario pengujian pada sistem berjalan sesuai dengan harapan. KESIMPULAN Apotek Dua Farma menghadapi berbagai tantangan operasional yang mempengaruhi efisiensi dan efektivitas layanan mereka dikarenakan sistem yang berjalan masih manual. Identifikasi kebutuhan menunjukkan perlunya pengembangan sistem informasi apotek untuk meningkatkan efisiensi operasional, terutama dalam aspek penjualan. Dari permasalahan yang terjadi, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Sistem yang dirancang adalah sistem informasi penjualan dan pemesanan online berbasis web pada Apotek Dua Farma dengan empat pengguna, meliputi owner, admin, apoteker, dan pelanggan. Pengujian menunjukkan tidak ada error dan semua fungsionalitas berjalan sesuai harapan. Sistem meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kesalahan, memberikan pelayanan yang lebih cepat dan akurat kepada pelanggan, serta mendukung pengambilan keputusan manajemen yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA