527 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 KAJIAN KUALITATIF TENTANG POTENSI DAYA TARIK WISATA DI DESA SAPIT KABUPATEN LOMBOK TIMUR Danu Satria Prayuda1. Putu Reksa Anggratyas2. I Made Dayuh Hary Kosala3 123Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram E-mail: 1danuipok1@gmail. com , 2reksa. anggratyas@gmail. 3madedayuh0@gmail. Article History: Received: 20-01-2025 Revised: 22-01-2025 Accepted: 23-01-2025 Keywords: Potential. Tourist Attractions. Village. Sapit. East Lombok. Abstract: East Lombok Regency is one of the regions in West Nusa Tenggara Province with high tourism potential, offering rich natural and cultural resources that span from coastal areas to mountainous regions. One village that holds significant yet underdeveloped potential is Sapit Village, located in Suela District, at the foothills of Mount Rinjani. This study aims to identify the potential tourist attractions (DTW) in Sapit Village. East Lombok Regency. The research method used is qualitative with a literature study approach. The findings of this study indicate that Sapit Village has various promising tourism potentials, including natural, cultural, and artificial attractions, all of which are considered highly promising for development as a leading tourist destination in East Lombok Regency. PENDAHULUAN Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, sehingga menjadikannya sebagai destinasi pariwisata unggulan baik di tingkat nasional maupun internasional. Secara geografis. NTB terdiri dari dua pulau besar yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Provinsi NTB tahun 2023, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai lebih dari 1,2 juta orang, sedangkan wisatawan nusantara mencapai lebih dari 4 juta kunjungan. NTB juga menjadi tuan rumah berbagai event internasional seperti MotoGP Mandalika. World Superbike (WSBK), dan ajang Ironman, yang memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata daerah. Keberhasilan pembangunan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Mandalika juga memperlihatkan bahwa sektor ini menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Namun demikian, pengembangan pariwisata NTB masih menghadapi tantangan besar seperti kesenjangan pembangunan antarwilayah, aksesibilitas, promosi destinasi sekunder, serta pelibatan masyarakat lokal secara berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan pariwisata berkelanjutan, penting untuk tidak hanya fokus pada destinasi utama seperti kawasan Mandalika, namun juga memperhatikan potensi wisata di daerah-daerah lain yang memiliki kekayaan daya tarik tersendiri namun belum tergarap secara optimal. Desa wisata menjadi salah satu strategi alternatif dalam pemerataan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 pembangunan pariwisata di NTB, karena mampu mengangkat potensi lokal yang meliputi budaya, alam, pertanian, kuliner, serta partisipasi aktif masyarakat desa. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dalam program pengembangan desa wisata tahun 2023 mencatat bahwa NTB memiliki lebih dari 250 desa yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Desa-desa ini tersebar di berbagai kabupaten, dengan keunggulan masing-masing yang belum sepenuhnya dipromosikan secara luas. Konsep desa wisata juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG. , terutama dalam hal pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal. Tantangan utama dari pengembangan desa wisata di NTB terletak pada perencanaan terpadu, keterbatasan infrastruktur, keterampilan sumber daya manusia, serta strategi promosi yang kurang maksimal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan riset yang mampu menggali secara mendalam potensi yang dimiliki oleh desa-desa tersebut, salah satunya melalui kajian kualitatif. Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu kabupaten di Pulau Lombok yang memiliki posisi strategis dalam peta pariwisata NTB. Dengan luas wilayah mencapai lebih dari 1. kmA dan populasi sekitar 1,3 juta jiwa (BPS Lombok Timur, 2. , kabupaten ini menawarkan keberagaman lanskap geografis mulai dari kawasan pesisir, dataran rendah, hingga pegunungan yang menyatu dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Potensi wisata di Lombok Timur terbagi menjadi tiga kategori utama yaitu wisata alam . ir terjun, gunung, hutan, dan panta. , wisata budaya . dat istiadat, seni pertunjukan, arsitektur tradisiona. , serta wisata edukasi dan agrowisata. Beberapa daya tarik wisata yang telah dikenal luas seperti Air Terjun Jeruk Manis. Desa Adat Tetebatu, hingga Bukit Pergasingan, menjadi bukti bahwa Lombok Timur memiliki aset pariwisata yang belum sepenuhnya Namun, beberapa destinasi di kabupaten ini masih berada dalam bayangbayang destinasi di wilayah barat Pulau Lombok. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkenalkan destinasi baru melalui riset dan strategi pengembangan berbasis potensi lokal. Salah satu desa yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya adalah Desa Sapit, yang terletak di Kecamatan Suela. Kabupaten Lombok Timur. Desa ini berada pada ketinggian sekitar 700Ae800 meter di atas permukaan laut, menjadikannya sebagai salah satu pintu masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dari sisi timur. Desa Sapit dikenal memiliki pemandangan alam yang luar biasa, suasana pegunungan yang sejuk, serta terasering sawah yang indah dan masih alami. Tidak hanya itu, dari Bukit Pal Jepang yang berada di kawasan Sapit, wisatawan dapat menikmati panorama Pulau Sumbawa dan setengah pulau Lombok. Potensi ini belum sepenuhnya dioptimalkan, karena keterbatasan promosi, aksesibilitas, serta infrastruktur pendukung wisata seperti homestay, toilet, dan jalur trekking yang aman. Berdasarkan observasi awal dan data dari pemerintah desa, mayoritas masyarakat di Sapit memiliki mata pencaharian sebagai petani dan masih mempertahankan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Potensi tersebut sangat relevan untuk dikembangkan menjadi wisata berbasis masyarakat . ommunity-based touris. dan wisata edukasi, khususnya dalam hal pertanian, konservasi, dan budaya lokal. Selain keindahan alamnya. Desa Sapit juga menyimpan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang dapat dijadikan daya tarik wisata. Tradisi lokal seperti ritual Sembeq . itual adat masyarakat sebelum mendaki Gunung Rinjan. , kegiatan pertanian tradisional, penggunaan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 arsitektur rumah adat, serta kekompakan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan budaya lokal menjadi nilai tambah bagi pengembangan desa wisata. Keberadaan kelompok sadar wisata (Pokdarwi. , komunitas pemuda kreatif, serta pelaku seni lokal menjadi aset sosial yang sangat penting untuk dikembangkan. Selain itu. Desa sapit terkenal dengan destinasi pendakian yang indah dikalangan para pendaki baik local maupun internasional. Memiliki jalur yang menantang namun aman menjadikan Desa sapit salah satu tujuan wisata untuk pendaki pemula maupun keluarga. Memiliki atraksi wisata yang indah pada saat terbitnya matahari menjadikan desa sapit menjadi tempat kemping yang indah bagi para pendaki yang ingin menikmati ketinggian dan Adapun keindahan yang dapat dinikmati oleh wisatawan yakni pemandangan langsung Gunung Rinjani dan samudera awan yang sangat indah. Selain keindahan pemandangan dari ketinggian pendaki juga dapat menikmati nilai sejarah pada bukit tersebut dikarenakan Pal Jepang yang merupakan salah satu bukit favorit para pendaki memiliki nilai sejarah yang erat kaitannya dengan masa penjajahan jepang di Indonesia. Kondisi geografis yang unik menjadikan desa Sapit sering mendapat julukan Bedugul nya Lombok Timur. Selain potensi wisata alam, desa Sapit juga memiliki potensi wisata budaya yang beragagam dan unik. Kehidupan masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat serta tradisi lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman budaya secara langsung. Tradisi tersebut tercermin dalam berbagai bentuk kesenian, upacara adat, arsitektur tradisional, serta pola kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal ini tercermin dari setiap aspek kehidupan seperti adanya ritual pertanian yang setiap tahunnya dilaksanakan oleh masyarakat desa sapit baik sebelum dan sesudah masa tanam. Selain itu. Berbagai peninggalan situs sejarah di Desa Sapit masih tersimpan dengan baik, mulai dari masa prasejarah, masa aksara, hingga periode sejarah abad ke-19, dan keseluruhannya membentuk satu kesinambungan sejarah tanpa terputus. Pada masa megalitikum, ditemukan sejumlah peninggalan berupa punden berundak, menhir, dolmen, batu lisung, serta sarkofagus, yang menunjukkan eksistensi peradaban kuno di desa Sapit. Wisata buatan yang terdapat di desa sapit juga berkembang sejalan dengan adanya kegiatan wisata di desa tersebut. Dengan tujuan untuk mendukung perkembangan kegiatan pariwisata di desa Sapit, baik pemuda, pemerintah desa dan masyarakat saling membantu dan mendukung untuk mengadakan akomodasi bagi wisatawan agar lebih lama berada di desa Sapit. Adanya penginapan yang dikelola oleh masyarakat mejadikan kegiatan pariwisata berdampak tidak hanya pada satu kelompok tetapi semua elemen masyarakat merasakan dampak positif tersebut. Selain itu, beberapa masyarajat juga mengembangkan kafe, kopi shop dan taman bunga sebagai daya Tarik pelengkap untuk mendukung pengalaman wisatawan selama berada di desa Sapit. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi strategis yang tidak hanya berguna bagi pengembangan kebijakan desa wisata, tetapi juga sebagai upaya pelestarian nilai lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang menjadi dasar utama penulis memilih topik AuKajian Kualitatif tentang Potensi Daya Tarik Wisata di Desa Sapit Kabupaten Lombok TimurAy sebagai fokus penelitian. LANDASAN TEORI Teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori pengembangan destinasi a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 pariwisata, teori pariwisata berbasis masyarakat, dan teori pariwisata berkelanjutan. Ketiga teori tersebut menjadi landasan konseptual sekaligus memperkuat kerangka analisis dalam studi ini. Dalam upaya pengembangan suatu destinasi wisata, terdapat empat elemen penting yang harus dipenuhi, yaitu daya tarik (Attractio. , fasilitas penunjang (Amenitie. , aksesibilitas (Acces. , dan layanan pendukung (Ancillary service. , yang dikenal dengan konsep 4A menurut Cooper . 3: 84Ae. Sementara itu. Natori dalam Aronggear . menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis masyarakat berfokus pada tiga aspek utama: pertama, menjaga kualitas dan kelestarian sumber daya alam serta budaya sebagai bentuk keseimbangan. meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. dan ketiga, memastikan kepuasan Adapun konsep pariwisata berkelanjutan dipahami sebagai pendekatan pembangunan yang mencakup upaya menjaga keberagaman dan integritas ekologi, pemenuhan kebutuhan dasar manusia, memberikan pilihan yang adil bagi generasi masa depan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperkuat kemandirian masyarakat lokal (Dorcey dalam Picard, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur . ibrary researc. , yang bertujuan untuk mengkaji secara mendalam potensi daya tarik wisata di Desa Sapit. Kabupaten Lombok Timur, berdasarkan sumber-sumber pustaka yang relevan dan terkini. Pendekatan kualitatif dipilih karena sesuai untuk menggali pemahaman kontekstual dan interpretatif terhadap fenomena sosial dan budaya yang melekat pada suatu komunitas atau wilayah, dalam hal ini berkaitan dengan aspek daya tarik wisata dan dinamika masyarakat lokal. Pendekatan ini tidak berorientasi pada generalisasi kuantitatif, melainkan pada pendalaman makna, konsep, serta hubungan antarvariabel yang bersifat deskriptif dan analitis. Metode tinjauan literatur digunakan sebagai teknik utama dalam pengumpulan data. Data dikumpulkan dari berbagai sumber sekunder seperti buku-buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional, laporan penelitian sebelumnya, dokumen pemerintah, hasil studi kebijakan pariwisata, serta data resmi dari Dinas Pariwisata NTB dan BPS. Teknik analisis yang digunakan adalah content analysis atau analisis isi, yaitu dengan mengidentifikasi tema-tema utama, pola, dan hubungan dari berbagai literatur untuk merumuskan sintesis pemikiran dan kerangka konseptual yang relevan terhadap konteks Desa Sapit. Melalui pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal dan masyarakat di wilayah pedesaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Keunikan desa Sapit terletak pada perpaduan antara keindahan alam pegunungan yang masih alami, panorama hamparan sawah berteras, serta kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakatnya. Potensi-potensi ini menjadikan Desa Sapit sangat layak dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya yang berkelanjutan. Sub bab ini akan menguraikan secara mendalam berbagai daya tarik wisata yang dimiliki oleh Desa Sapit, baik yang bersifat fisik seperti lanskap dan lokasi strategis, maupun non-fisik seperti tradisi, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat lokal. Pemahaman terhadap potensi ini menjadi landasan penting dalam merumuskan strategi pengembangan pariwisata desa secara a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 terencana dan partisipatif. Potensi Daya Tarik Wisata Alam Samudera Awan Istilah Samudera Awan merupakan branding yang dilakukan pengelola Bukit Pal Jepang untuk memberikan kesan wisatawan bahwa Bukit Pal Jepang berbeda dengan bukit lainnya. Bukit Pal Jepang memiliki ketebalan awan diatas rata-rata bukit lainya yang berada di Kabupaten Lombok Timur. Gambar. Samudra Awan Bukit Pal Jepang (Sumber: Pokdarwis Langgar Pusak. Camping Ground Bukit Pal Jepang Wisata Bukit Pal Jepang memiliki 2 area camping ground. Camping Gound 1 biasanya digunakan untuk wisatawan untuk menghindari keramaian yang biasanya terjadi di camping Selain itu Camping Ground 1 biasanya digunakan oleh pendaki yang mengalami keterlambatan sampai ke camping ground 2, sehingga untuk menjaga kemungkinan yang tidak diinginkan atau menghindari wisatawan melakukan perjalanan saat malam sehingga camping ground I sebagai lokasi untuk mendirikan tenda yang aman. Sunset dan Sunrise Fenomena yang sering ditunggu oleh wisatawan di Bukit Pal Jepang adalah ketika wisatawan tiba di lokasi camping dimana wisatawan dapat menikmati matahari tenggelam. Kemudian keesokan harinya wisatawan juga dapat menikmati matahari terbit tanpa harus berpindah Inilah yang membedakan bukit Pal Jepang dengan bukit lainnya yakni dapat menikmati kedua fenomena tersebut dalam satu tempat. Panorama Pulau Sumbawa Berada pada ketinggian 2100 Mdpl tentunya akan memberika panorama yang begitu indah di area camping Bukit Pal Jepang, para wisatawan dapat menyaksikan keindahan pulau Sumbawa dan Hamparan setengah luas pulau Lombok dikarenakan Bukit Pal Jepang adalah bukit yang berada paling luar dan bersebelahan dengan pemukiman sehingga view tidak terhalang oleh bukit atupun hutan. Photo Berlatar Gunung Rinjani Selain panorama alam dan lautan, pada sisi belakang Bukit Pal Jepang wisatawan dapat menyaksikan pemandangan salah satu ikon pulau Lombok yakni Gunung Rinjani. Sehingga banyak wisatawan yang mengabadikan moment Gunung Rinjani sebagai latar photo mereka ketika berada di kawasan Bukit Pal Jepang. Hutan Hujan Tropis a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Salah satu alasan wisatawan memilih Pal Jepang sebagai destinasi yang akan mereka kunjungi adalah kerana Bukit Pal Jepang memiliki track atau jalur pendakian yang teduh dan 80% hutan sehingga wisatawa yang melakukan perjalanan terhindar dari panas matahari. Terasering Sepanjang perjalanan dari Desa Sapit menuju area pembelian tiket Wisata Bukit Pal Jepang wisatawan akan dimanjakan dengan luasnya hamparan terasering yang merupakan kawasan pertanian dengan kontur tanah yang sangat menarik. Spot terasering ini sangat mirip dengan terasering persawahan di Ubud-Bali sehingga sering disebut sebagai Ubudnya Lombok Timur. Gambar. Terasering Desa Sapit (Sumber: Fb Lombok Friendl. Flora & Fauna Sepanjang perjalanan menuju lokasi camping biasanya wisatawan dapat melihat berbagai jenis tumbuhan dan hewan liar. Beberapa jenis flora dan fauna yang terdapat di Bukit Pal Jepang adalah beberapa jenis bunga anggrek hutan, jenis burung-burungan dan beberapa jenis kera yang bagus untuk edukasi anak. Potensi Daya Tarik Wisata Budaya Tradisi Bebubus Batu Tradisi Bebubus Batu merupakan rangkaian budaya yang dirayakan 2 kali setahun yakni pada musim tanam dan musim panen. Saat ini festival bebubus Batu dapat diikuti oleh semua kalangan termasuk wisatawan yang berkunjung ke Bukit Pal Jepang. Dimulainya rangkaian acara Bebubus Batu biasanya ditandai dengan suara musik tradisional suku sasak berupa gamelan maupun Gendang Beleq dan Acara Bebubus Batu biasanya ditutup dengan acara makan bersama seluruh peserta upacara Bebubus Batu. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Gambar 3. Tradisi Bebubus Batu (Sumber: Dokumen Langgar Pusak. Pal Bersejarah Bukit Pal Jepang dapat dikatakan sebagai satu-satunya bukit yang memiliki cerita dan bukti sejarah, dimana pada puncak Bukit Pal Jepang terdapat sebuah bekas reruntuhan pos pengintaian yang digunakan tentara Jepang untuk pusat informasi dan komunikasi. Pada awal ditemukannya pos pengintaian tersebut merupakan bangunan utuh. Akan tetapi, oleh masyarakat sekitar dibongkar dikarenakan rasa keingin tahuan serta isu bahwa didalam pos pengintaian tersebut terdapat harta karun peninggalan Jepang. Maulid Adat Rangkaian acara Maulid adat biasanya dimulai dengan memnjatkan doa kepada sang pencipta yang dilakukan di Langgar atau Masjid Kuno yang terdapat di Desa Sapit. Tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk mempererat tali siaturrahmi sesama masyarakat Desa Sapit. Gambar. Perayaan Maulid Adat Desa Sapir (Sumber: Pusaka NTB) Masjid Kuno/Langgar Langgar atau Masjdi Kuno merupakan salah satu tempat ibadah yang terdapat di Desa Sapit, serta dijadikan pusat kegiatan keagamaan seperti perayaan maulid adat dan beberapa kegiatan adat lainnya. Langgar ini pun sering dikunjungi oleh beberapa wisatawan asing dan nusantara untuk sekedar berfoto maupun untuk mencoba beribadah di masjid kuno tersebut. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Gambar 5. Masjid Kuno Desa Sapit (Sumber: https://jadesta. Tenun Desa Sapit Selain beberapa bangunan kuno terdapat juga kain tenun khas Desa Sapit yang memiliki keunikan motif, warna serta pengerjaannya. Pengerjaan kain tenun Khas Desa Sapit masih sangat tradisional sehingga menjadikan kain tenun sapit sangat menarik untuk dijadikan koleksi ataupun oleh-oleh untuk wisatawan yang berkunjung ke Bukit Pal Jepang. Gambar 6. Penenun Desa Sapit. (Sumber: https://jadesta. id/paket/kain_tenu. Situs Sejarah dan Penemuan Benda Sejarah Gelar desa tertua di Lombok Timur yang diberikan kepada Desa Sapit bukan tanpa alasan. Desa Sapit dikenal selain karena pariwisatanya tetapi juga benyaknya penemuan situ dan benda bersejarah. Situs bersejarah di Desa Sapit berupa arca Dewi Tara. Awaloitesura, dan Dewa Siwa dari abad 8-9 Masehi. Banyak benda-benda pra-sejarah yang berasal dari Zaman Batu, di antaranya punden berundak, dolmen, menhir, lisung, dan sarkofagus. Pada tahu 2018, sejumlah pemuda Desa Sapit secara tak sengaja juga menemukan artefak Zaman Keramik seperti kendi, piring, bong, dan gumpalan tanah. Beberapa diantaranya adalah Arca Siwa Mahadewa. Kendi Perunggu. Jungkat dan Beberapa jenis Keris serta benda bersejarah Beberapa temuan tersebut daintaranya dipajang di museum provinsi Nusa Tenggara Barat dan beberapa penemuan lainnya diamankan oleh masyarakat dan pihak pokdarwis a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Desa Sapit. Gambar 7. Ketua Pokdarwis dan Benda Bersejarah (Sumber: Dokumen Selaparang News 2. Potensi Daya Tarik Wisata Buatan Beberapa potensi buatan di Desa Sapit diantaranya adalah: Canvas Cofee Canvas Kopi saat ini memiliki sebuah kedai kopi yang dibangun di atas tanah seluas 2 are serta menawarkan berbagai varian kopi mulai dari arabika maupun robusta. Sehingga Canvas Cofee menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi wisatawan baik nusantara maupun asing yang berkunjung ke Desa Sapit. Selain menikmati beberapa jenis kopi yang berasal dari Desa Sapit wisatawan juga dapat belajar atau mengikuti kelas meracik kopi baik secara modern maupun tradisional. Taman Bunga Marygold Bunga Marygold atau Bunga Gemitir menjadi salah satu tema yang digunakan untuk memperkenalkan cafy yang sebelumya bernama Segerongan. Dengan menawarkan suasana cafy bernuansa taman bunga membuat Taman Bunga Marygold ramai dikunjungi oleh wistawan yang berburu spot photo dan selfi dengan dengan berlatar belakang keindahan taman bunga. Selain itu Taman Bunga Marygold juga dapat dijadikan wisata untuk serta media edukasi untuk anak tentang alam. Gambar 8. Taman Bunga Marygold (Sumber: Dokumen Langgar Pusak. Sawah Cafy Sawah cafy merupakan salah satu cafy yang dikelola langsung oleh sekretaris pokdarwis a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Langgar Pusaka sekaligus pengelola wisata bukit Pal Jepang yakni Didik, sehingga akses Sawah Cafy dan Bukit Pal Jepang dapat dikatakan satu jalur sehingga wisatawan yang telah berkunjung ke Bukit Pal Jepang dapat menikmati kuliner khas Desa Sapit atupun produk wisata khas Desa Sapit seperti kopi dan Jahe kemasan sebagai oleh-oleh. Tantangan Desa Sapit 1 Kelemahan (Weaknes. 1 Akses Jalan Sempit Akses utama menuju Bukit Pal Jepang masih sangat terbatas, karena hanya berupa jalan setapak yang sempit dan hanya bisa dilalui oleh sepeda motor. Jalan ini awalnya bukan diperuntukkan bagi aktivitas wisata, melainkan merupakan jalur yang biasa digunakan oleh masyarakat setempat, khususnya para petani, untuk mengangkut hasil pertanian atau menuju lahan garapan mereka yang berada di tengah kawasan hutan dan persawahan. 2 Sarana dan Prasarana Fasilitas dan infrastruktur di kawasan Bukit Pal Jepang saat ini masih belum memadai untuk mendukung kenyamanan wisatawan. Loket tiket yang ada hanyalah bangunan darurat dari botol plastik bekas, tampak kumuh dan kurang terawat. Toilet pun dibangun seadanya dengan plastik hitam sebagai sekat, menyerupai bilik kecil yang memperkuat kesan kurang layak di kawasan ini. Area parkir sepeda motor hanya dibatasi bambu tanpa atap pelindung, membuat kendaraan pengunjung rentan terhadap cuaca panas maupun hujan. Meski jumlah pengunjung cukup tinggi, fasilitas ibadah dan tempat istirahat sangat terbatas, hanya berupa gazebo yang digunakan bergantian untuk beribadah, sehingga wisatawan harus menunggu Warung milik para pedagang di sekitar bukit pun masih bersifat sementara, berdiri dengan struktur sederhana dan beratap terpal agar pembeli tidak kepanasan atau kehujanan. Di sepanjang jalur menuju area camping atau puncak, minimnya gazebo atau tempat berteduh membuat wisatawan yang kelelahan terpaksa duduk di tanah dan bersandar pada pohon untuk beristirahat. 3 Fasilitas Belum Memadai Selain keterbatasan infrastruktur fisik. Bukit Pal Jepang juga menghadapi persoalan lain seperti ketiadaan aliran listrik, sehingga wisatawan yang ingin mengisi daya telepon genggam harus bergantung pada layanan power bank yang disediakan oleh pedagang Tidak hanya itu, lemahnya sinyal dan jaringan dari beberapa provider turut menjadi kendala, membuat komunikasi menjadi terbatas di kawasan ini. Di sisi lain, aspek keselamatan wisatawan juga belum sepenuhnya terjamin karena hingga saat ini belum tersedia layanan asuransi, mengingat pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat masih dalam tahap koordinasi dengan pihak penyelenggara asuransi untuk merealisasikan perlindungan 4 Pengelolaan sampah Pengelolaan sampah di Bukit Pal Jepang masih dilakukan secara manual, yang menjadi tantangan tersendiri bagi para pengelola di lapangan. Sampah-sampah yang dihasilkan dari aktivitas wisatawan dikumpulkan dalam karung dan dibawa turun oleh petugas secara bergiliran saat pergantian jam jaga. Sistem ini tidak hanya menyulitkan petugas, tetapi juga menunjukkan belum adanya sistem pengelolaan sampah yang terorganisir dan berkelanjutan di kawasan wisata tersebut. 4 SDM Bidang Kepariwisataan Minimnya sumber daya manusia yang memiliki latar belakang di bidang kepariwisataan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 turut menjadi salah satu kendala dalam pengelolaan Bukit Pal Jepang. Dari total 120 anggota yang tergabung dalam Pokdarwis Langgar Pusaka selaku pengelola kawasan, hanya satu orang yang memiliki pendidikan formal di bidang pariwisata. Kondisi ini menyebabkan proses pengambilan kebijakan dan penerapan sistem pengelolaan wisata berjalan lambat dan kurang optimal, karena sebagian besar pengurus belum memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis yang memadai dalam mengelola destinasi wisata secara profesional. 5 Kurangnya koordinasi dan komunikasi antar stakeholder Di samping berbagai permasalahan yang telah disebutkan, lemahnya koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan juga menjadi hambatan signifikan dalam pengembangan daya tarik wisata Bukit Pal Jepang. Kurangnya sinergi antar pihak sering kali memicu kesalahpahaman dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program, yang pada akhirnya berdampak pada ketidaksesuaian kebijakan yang diterapkan di lapangan. Ketidakharmonisan ini menghambat upaya bersama untuk mengelola kawasan wisata secara efektif dan berkelanjutan. KESIMPULAN Desa Sapit memiliki potensi wisata yang sangat beragam dan menjanjikan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya. Keindahan alamnya mencakup panorama pegunungan, hamparan sawah berteras, hutan hujan tropis, serta fenomena alam seperti sunrise dan sunset dari satu titik pandang. Selain itu, kekayaan budaya lokal seperti tradisi Bebubus Batu. Maulid Adat, dan warisan sejarah berupa situs dan benda prasejarah menambah daya tarik tersendiri. Potensi buatan seperti kafe tematik, taman bunga, dan pusat edukasi kopi juga memperkaya pengalaman wisata di desa ini. Semua kekayaan ini menunjukkan bahwa Desa Sapit sangat layak dikembangkan menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun Namun demikian, pengembangan pariwisata Desa Sapit, khususnya di kawasan Bukit Pal Jepang, masih menghadapi berbagai hambatan. Akses jalan yang sempit, sarana prasarana yang belum memadai, ketiadaan listrik dan sinyal komunikasi, serta sistem pengelolaan sampah yang masih manual menjadi tantangan utama. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia yang berlatar belakang pariwisata serta kurangnya koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan turut memperlambat laju pengembangan yang Tanpa penanganan serius terhadap kendala-kendala ini, potensi besar yang dimiliki Desa Sapit akan sulit untuk dioptimalkan secara maksimal dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. SARAN