Pengaruh Asimetri Informasi. Loan Loss Provision. Pergantian CEO. Kualitas Audit, dan Beban Pajak Tangguhan terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2023 Nurul Hikmah1. Wiwik Fitria Ningsih2. Angga Ade Permana3 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Institut Teknologi dan Sains Mandala Email: nurulhikmah20029@gmail. wiiwik@itsm. angga@itsm. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh asimetri informasi, loan loss provision, pergantian CEO, kualitas audit, dan beban pajak tangguhan terhadap manajemen laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 35 perusahaan perbankan sebagai sampel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan dummy variable yang dibantu IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loan loss provision dan kualitas audit berpengaruh terhadap manajemen laba. Sedangkan asimetri informasi, pergantian CEO, dan beban pajak tangguhan tidak berpengaruh terhadap manajemen Secara simultan asimetri informasi, loan loss provision, pergantian CEO, kualitas audit, dan beban pajak tangguhan bersama-sama berpengaruh terhadap manajemen laba. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya mekanisme pengawasan yang efektif dalam menjaga kualitas pelaporan keuangan terutama pada industri perbankan. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan kontribusi empiris yang relevan bagi pengembangan teori akuntansi keuangan dalam memahami praktik manajemen laba pada lembaga keuangan. Temuan tersebut juga dapat dijadikan dasar pertimbangan bagi regulator, auditor, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan yang memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan transparansi, serta memastikan akuntabilitas yang berkelanjutan dalam sistem keuangan perusahaan. Kata Kunci: Asimetri Informasi. Loan Loss Provision. Pergantian CEO. Kualitas Audit. Beban Pajak Tangguhan. Manajemen Laba. Abstract This research aims to analyze the influence of information asymmetry, loan loss provisions. CEO turnover, audit quality, and deferred tax burden on earnings management in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2023 period. The sampling technique in the research used a purposive sampling technique, so that 35 banking companies were obtained as samples. Data analysis was carried out using multiple linear regression analysis methods with dummy variables assisted by IBM SPSS Statistics 26. The research results show that loan loss provisions and audit quality influence earnings management. Meanwhile, information asymmetry. CEO turnover, and deferred tax burden have no effect on earnings management. Simultaneously, information asymmetry, loan loss provision. CEO turnover, audit quality and deferred tax burden together influence earnings These findings can also serve as a basis for consideration for regulators, auditors, and other stakeholders in formulating policies that strengthen corporate governance, increase transparency, and ensure ongoing accountability in the company's financial system. Keywords: Information Asymmetry. Loan Loss Provision. CEO Turnover. Audit Quality. Deferred Tax Expense. Earnings Management tahun 2017 CAR Bank Bukopin semakin memburuk Pendahuluan Laporan 10,52%, catatan yang berisi tentang informasi keuangan dan kembali pada kuartal I tahun 2018 menjadi 11,09%. segala transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan Selain PT Bank Bukopin. PT Bank BTN diduga dalam suatu periode akuntansi. Laporan keuangan memanipulasi laporan keuangan BTN tahun 2018, dapat berfungsi sebagai bentuk pertanggungjawaban Serikat pekerja bank BTN melaporkan tiga hal terkait dan sarana komunikasi perusahaan kepada pihak- dengan window dressing atau manipulasi laporan pihak yang berkepentingan (Rini dan Amelia, 2. keuangan yang di lakukan Bank BTN. Pertama. Tindakan oportunistik yang dilakukan dengan cara pelanggaran hukum termin pertama Rp 100 milyar mengatur laba perusahaan yaitu dengan menaikkan yang dicairkan BTN digunakan tidak sesuai dengan maupun menurunkan laba agar informasi laba kegunaannya, yang mana dana Rp 100 milyar perusahaan sesuai dengan yang diinginkan yang tersebut digunakan untuk membayar utang PT BIM tujuannya agar dapat (BATAM Island Marin. kepada pemegang saham, memiliki kepentingan dan memberikan kesan baik padahal dana tersebut seharusnya untuk proyek pada kinerja perusahaan dikenal dengan istilah Yang kedua, tambahan kredit Rp 200 manajemen laba (Saputri dan Dewi, 2. Kasus milyar yang diberikan BTN tidak didasarkan pada yang terjadi terkait praktik manajemen laba di due diligence yang cermat. Yang ketiga, terkait Indonesia adalah kasus Bank Bukopin dimana piutang yang bermasalah karena hak tagihannya terdapat temuan oleh OJK mengenai restated laporan dijual kepada PT PPA (Perusahaan Pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh Bank Bukopin. Hal Ase. Jadi. Bank BTN memberikan kredit kepada PT PPA untuk membeli kredit macetnya yang berupa merevisi laba bersih pada tahun 2016 dari Rp 1,08 penjualan kredit bermasalah (Safitri dan Sukmana, triliun menjadi Rp 183,56 miliar. Pendapatan provisi Kasus tersebut mengakibatkan laba PT Bank dan komisi yang merupakan pendapatan dari kartu BTN tahun 2018 turun 92,5% menjadi Rp 209,26 M kredit mengalami penurunan yang sangat drastis dari Rp 2,8 T. Penurunan laba tersebut disebabkan yaitu dari Rp1,06 triliun menjadi Rp 317,88 miliar. oleh lonjakan kredit bermasalah dari 2,8% menjadi Kasus ini diduga terjadi karena modifikasi laporan 4,78% di tahun 2018. Hal ini diduga karena keuangan pada data kartu kredit yang sudah terjadi pemberian kredit dan restrukturisasi utang Bank BTN lebih dari 5 tahun. Sebelum dilakukan revisi laporan kepada PT Batam Island Marina (BIM) melalui PT keuangan pada tahun 2016. CAR Bukopin masih di Perusahaan Pengelola Aset (PPA) (Hasnawati dan posisi aman yaitu Daeli, 2. mengelabui pihak Bank Bukopin 15,03%, namun setelah revisi CAR Bukopin hanya tersisa 11,62%. Pada akhir Asimetri informasi merupakan salah satu Beban pajak tangguhan adalah salah satu faktor yang memicu tindakan manajemen laba. Asimetri informasi merupakan suatu keadaan dimana pihak manajemen memiliki lebih banyak informasi Meningkatnya beban pajak tangguhan . eferred tax tentang kondisi perusahaan dan prospek dimasa yang expens. yang ada pada laporan keuangan merupakan akan datang dan minimnya informasi yang diterima usaha dari agent ketika melaksanakan kewajiban dari oleh principal sehingga hal ini akan memberikan principal dalam mengembangkan kinerja perusahaan kesempatan kepada agent untuk menggunakan untuk kedepannya (Indriani & Priyadi, 2. informasi yang dimiliki untuk melakukan manipulasi perbankan merupakan industri yang memiliki potensi memaksimalkan utilitasnya (Wicaksono, 2. Penggunaan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atau dikenal dengan istilah Loan Loss Provision (LLP) Menurut Permana. Firdaus, dan Dimyati . , mekanisme manajemen laba yang digunakan pada sektor perbankan. Loan Loss Provision (LLP) adalah cadangan yang wajib dibentuk bank jika terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai aset keuangan sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut yang akan berdampak pada estimasi arus kas di masa perkembangan yang cenderung baik untuk masa Semakin banyaknya bank yang terdapat di Indonesia, mendorong terjadinya kompetisi yang ketat dalam dunia bisnis perbankan. Manajemen laba operasional bank tidak transparan seperti pada perusahaan non keuangan (Sarkar. Khrishanamurthy dan Prasanna, 2. dalam (Sari dan Widaninggar. Oleh karena itu, peneliti tertarik menggunakan objek perusahaan perbankan, dalam penelitian ini CEO merupakan pihak yang memiliki peran penting dalam hal mengelola perusahaan. CEO menempati posisi tertinggi dalam sebuah perusahaan yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan dan kesuksesan suatu perusahaan. Selain itu kualitas audit dapat meningkatkan kepercayaan pengguna laporan kepada perusahaan. Ketika auditor menemukan pengalaman audit, pendidikan, keahlian, dan struktur Untuk itu, dibutuhkan auditor berkualitas yang terpercaya untuk menghindari penyimpangan dan kesalahan dalam proses audit laporan keuangan perusahaan (Riani dkk. , 2. yaitu menggunakan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023 yang dapat diakses melalui website resmi yaitu . Berdasarkan latar belakang dari beberapa kasus manajemen laba yang masih sering terjadi di Indonesia terdapat beberapa faktor pembahasannya masih terbatas. Selain itu, kajian dari peneliti terdahulu yang menunjukkan hasil yang tidak konsisten membuat peneliti tertarik untuk mengkaji kembali penelitian tentang manajemen laba yang bertujuan untuk mengetahui data dan fakta terbaru yang ada pada kondisi saat ini terkait asimetri informasi, loan loss provision, pergantian CEO. Jumlah perusahaan yang menjadi sampel Jumlah data observasi . perusahaan x 5 Populasi Menurut Widagdo. Dimyati, & Handayani . menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan satuan Metode penelitian Populasi Sumber: Data sekunder diolah peneliti . digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan Dalam penelitian ini, uji normalitas dideteksi analisis perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) statistik non parametrik Kolmogorov Smirnov Z . -Sample K-S) Tabel 4. 2 Hasil Uji Normalitas Sampel One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Sampel merupakan bagian dari jumlah dan Residual karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Widagdo. Dimyati, & Handayani, 2. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive Normal sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria Parametersa,b Hasil penelitian Most Extreme Mean Std. Deviation Absolute perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Positive periode 2019-2023 sebagai Negative Penelitian Differences populasi, dengan jumlah populasi sebanyak 46 perusahaan. Pengambilan sampel Test Statistic pada penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu Asymp. Sig. pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Sumber: Data sekunder diolah peneliti . Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa Tabel 4. 1 Pemilihan Sampel Penelitian Kriteria Sampel Jumlah nilai asymp. -taile. bernilai 0,200 yang berarti lebih Perusahaan besar dari 0,05 sehingga model regresi telah berdistribusi normal dikarenakan 0,200 > 0,05. Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tabel 4. 3 Hasil Uji F ANOVAa (BEI) periode 2019-2023 Model Perusahaan perbankan yang melakukan merger selama tahun . Regression Residual Perusahaan perbankan yang tidak Total memiliki data lengkap yang . Sig. Dependent Variable: Manajemen Laba berkaitan dengan penelitian Tabel 4. 5 Hasil Koefisien Determinasi Predictors: (Constan. Beban Pajak Tangguhan. Asimetri Informasi. Kualitas Audit. Pergantian CEO. Loan Model Summaryb Loss Provision Adjuste Sumber: Data sekunder diolah peneliti . Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikan sebesar 0,000. Karena tingkat signifikan 0,000 Model R Square Square < 0,05 yang berarti H6 diterima. Hasil ini menunjukkan Predictors: (Constan. Beban Pajak Tangguhan, bahwa variabel asimetri informasi, loan loss provision. Asimetri Informasi. Kualitas Audit. Pergantian CEO, pergantian CEO, kualitas audit, dan beban pajak Loan Loss Provision tangguhan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Dependent Variable: Manajemen Laba manajemen laba. Sumber: Data sekunder diolah peneliti . Tabel 4. 4 Hasil Uji t determinasi terlihat bahwa besarnya adjust R Square Coefficientsa Kesimpulan Nilai sig < 0,05 H1 Nilai sig > 0,05 H1 Model Sig. (Constan. Asimetri Informasi Loan Loss Provision Pergantian CEO Kualitas Audit adalah 0,144 atau 14,4 %. Hal ini berarti sebesar 14,4% merupakan kemampuan model regresi pada penelitian ini dalam menerangkan variabel dependen. Artinya 14,4% variabel manajemen laba dijelaskan oleh variasi variabel independen yakni asimetri informasi, loan loss provision, pergantian CEO, kualitas audit, dan beban pajak Sementara sisanya sebesar 85,6% merupakan variabel-variabel dimasukkan dalam penelitian ini. H1 ditolak Pembahasan H2 diterima H3 ditolak H4 diterima Hasil uji parsial . menunjukkan bahwa kelima variabel independen yakni asimetri informasi, loan loss provision, pergantian CEO, kualitas audit, dan beban pajak tangguhan telah diuji terhadap variabel dependen dalam model regresi. Hasil uji menunjukkan bahwa asimetri informasi memperoleh nilai tolerance sebesar Beban Pajak Berdasarkan tabel 4. 23 hasil analisis koefisien H5 ditolak Tangguhan Dependent Variable: Manajemen Laba Sumber: Data sekunder diolah peneliti . 562 dengan nilai signifikan sebesar 0,120. Karena nilai 0,120 > 0,05 maka H1 ditolak. H0 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa asimetri informasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Variabel loan loss provision memperoleh nilai tolerance sebesar -4. 000 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Karena nilai 0,000 < 0,05 maka H2 diterima. H0 Sedangkan pergantian CEO perusahaan tidak berhubungan Hal ini menunjukkan bahwa loan loss provision secara parsial berpengaruh signifikan terhadap manajemen pergantian CEO dapat memicu dinamika organisasi yang Variabel pergantian CEO, hasil uji t memperoleh baru, adanya mekanisme pengendalian internal yang kuat nilai tolerance sebesar -0,086 dengan nilai signifikan seperti kebijakan akuntansi yang ketat dan pengawasan sebesar 0,932. Karena nilai 0,932 > 0,05 maka H3 ditolak, eksternal cenderung membatasi ruang gerak manajemen H0 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa pergantian CEO untuk melakukan manajemen laba. secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Variabel Meskipun perbankan tidak memengaruhi praktik manajemen laba tolerance sebesar -2489 dengan nilai signifikan sebesar perpajakan yang sudah ditetapkan. Selain itu kemampuan 0,014. Karena nilai 0,014 < 0,05 maka H4 diterima. H0 beban pajak tangguhan hanya mencerminkan efek pajak Hal ini menunjukkan bahwa kualitas audit secara yang ditimbulkan oleh perbedaan temporer antara laba parsial berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. akuntansi dan laba fiskal. Sedangkan variabel beban pajak tangguhan memperoleh nilai tolerance sebesar -1. dengan nilai signifikan sebesar 0,060. Karena nilai 0,075 > 0,05 maka H 5 ditolak. Kesimpulan dan saran Asimetri H0 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa beban pajak manajemen laba. Menurut peneliti hal ini disebabkan tangguhan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. perusahaan yang tidak ingin memanfaatkan celah dari Berdasarkan tabel 4. 22 yang menunjukkan hasil ketimpangan informasi yang ada, dan dengan adanya uji simultan . ji F) dapat dilihat bahwa nilai signifikan regulasi yang ketat terkait sektor ini, utamanya dari sebesar 0,000. Karena tingkat signifikan 0,000 < 0,05 yang pemerintah juga menjadi alasan untuk memastikan berarti H6 diterima. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel transparansi bank, kepatuhan, dan stabilitas sistem asimetri informasi, loan loss provision, pergantian CEO, kualitas audit, dan beban pajak tangguhan secara bersama- diketahui oleh pihak manajemen cenderung lebih sama berpengaruh terhadap manajemen laba. terbatas untuk melakukan praktik manajemen laba Berdasarkan hasil uji parsial . yang dilakukan pada variabel asimetri informasi, pergantian CEO, dan beban pajak tangguhan tidak memiliki pengaruh karena perusahaan harus memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya. Loan loss provision berpengaruh terhadap manajemen Menurut peneliti hal ini disebabkan perusahaan perbankan sangat erat dengan tekanan regulasi yang terhadap manajemen laba. Hal ini menjelaskan bahwa kerugian kredit. Namun, dalam kondisi tertentu manajemen cenderung lebih terbatas untuk melakukan tekanan tersebut yang dapat dijadikan alasan bagi pihak manajemen untuk memanfaatkan loan loss memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya. provision sebagai alat untuk mengelola laba yang menunjukkan bahwa asimetri informasi tidak berpengaruh Hasil tujuannya untuk memenuhi ekspektasi para principal memanfaatkan beban pajak tangguhan sebagai sarana maupun untuk menghindari sanksi. manajemen laba menjadi terbatas. Pergantian CEO Variabel asimetri informasi, loan loss provision, pergantian CEO, kualitas audit, dan beban pajak perusahaan termasuk dalam hal laporan keuangan tidak tangguhan secara bersama-sama berpengaruh terhadap akan hanya bergantung pada CEO. Namun terdapat manajemen laba. Hal ini mengartikan bahwa terdapat tim manajemen seperti dewan direksi, komite audit, pengaruh yang signifikan dari gabungan variabel dan tim manajemen yang lain yang ikut berperan asimetri informasi, loan loss provision, pergantian dalam hal pengambilan keputusan. Oleh karena itu. CEO, kualitas audit, dan beban pajak tangguhan pergantian individu di posisi CEO tidak cukup sehingga dapat mempengaruhi manajemen laba. signifikan untuk mempengaruhi tindakan praktik Berdasarkan hasil dan kesimpulan dari penelitian manajemen laba. Perusahaan perbankan juga berada dibawah pengawasan yang ketat yang memastikan sampaikan sebagai berikut: Bagi perusahaan, diharapkan dalam menyajikan pengendalian internal. Sehingga regulasi ini membatasi laporan keuangan bebas dari kecurangan sehingga laba yang disajikan memiliki kualitas yang baik CEO melakukan praktik manajemen laba. Bahkan jika terjadi pergantian CEO, ruang untuk melakukan dan mencerminkan kondisi riil dari perusahaan. Bagi manipulasi laba cenderung kecil karena adanya faktor-faktor yang memengaruhi manajemen laba pengawasan yang intensif. sebelum membuat keputusan investasi. Investor Kualitas audit berpengaruh terhadap manajemen laba. melakukan analisis Menurut peneliti hal ini disebabkan oleh KAP yang terhadap perusahaan yang mereka pertimbangkan berafiliasi big four mampu membatasi terjadinya untuk diinvestasikan. praktik manajemen laba. KAP tersebut diyakini Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan memperbesar sebagai pihak yang ahli dalam bidang industri tertentu. jumlah sampel yaitu menambah data observasi Tentunya dikarenakan hal tersebut dapat mempengaruhi hasil pengendalian terjadinya praktik manajemen laba yang dari penelitian terhadap obyek yang sedang diteliti. dilakukan oleh perusahaan. Penelitian Beban pajak tangguhan tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Menurut peneliti hal ini dikarenakan manajemen laba seperti leverage, profitabilitas, beban pajak tangguhan berasal dari perbedaan temporer, seperti perbedaan pengakuan pendapatan Responsibility dan beban antara akuntansi komersial dan perpajakan. (CSR) Corporate Social variabel-variabel Perbedaan ini lebih dipengaruhi oleh kebijakan Bagi pemerintah, sebagai entitas yang bertanggung akuntansi yang berlaku, bukan keputusan langsung dari jawab atas pengawasan perbankan diharapkan dapat meningkatkan regulasi yang ada, terus Dengan memperbarui dan memperkuat regulasi perbankan sehingga manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2. memastikan kepatuhan yang ketat dari lembaga (Doctoral dissertation. Riau Universit. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Daftar Pustaka